25 Aug 2012

Merayakan Idul Fitri 1433 H, di Cilacap

Advertisement

Main di Dapur Uti
Kami tiba dirumah Orang tuaku pukul 16.30 Jum'at 17 Agustus 2012 setelah melakukan perjalanan kurang lebih 19 jam dari Tanjung Priuk, Jakarta Utara ke Gumilir, Cilacap Jawa Tengah. 
Hari berikutnya Faiz bermain bersama kakak sepupunya Davin karena moment lebaran seperti ini mereka baru bisa berkumpul. Malam takbiran, Abi sudah menyiapkan  “Kembang Api” yang dibeli dari Pasar Asemka, Jakarta Barat (disitu pusat penjualan aksesoris, souvenir,mainan anak,kembang api,alat tulis....plek plek tumplek dan ramai sekali dah pokoknya)




Abi kurang berani untuk bermain dengan korek api dan kembang api, jadilah om anang, papanya Ivander yang menyalakan dipekarangan depan rumah.
Anak-anak keluar semua kecuali ci kecil Fariq, kakak sepupu faiz yang masih baby dalam pelukan bundanya.

Menikmati Kemabang Api
Selesai Lihat Kembang Api
Keceriaan cucu-cucu bapak Nur Hidayat ini beraneka ragam. Ada yang muka cemberutnya faiz (mengantuk) muka tegang dan takutnya kak davin dan ada yg gembira berlari-larinya Ivander.... heheee, aku jadi fotografer sambil menikmati indahnya kembang api. Akhirnya sampai pada tongkat kembang api ke enam yang terakhir, berfotolah para bapak-bapak...hehee, dan anak-anakpun sudah puas dalam kebahagiannya melihat sendiri kembang api dinyalakan kemudian berangkat bobo... 
Dan kubisikkan Faiz “besok bangun pagi ya, shalat diMasjid..Ok” faizpun mengangguk dan nyenyak tidurnya di udara Cilacap yg sejuk.

Paginya kubangunkan faiz dan Alhamdulillah ga rewel, mandi pake baju koko barunya (yg kutahu faiz paling risih pake baju berat/panas-jadi kupilihkan koko bahan kaos, tapi tep keren kan iz....)

Sebelum berangkat kami bertiga masih sempat ambil gaya untuk dipotret, neh picnya....
Sebelum Shalat Id'

Kami berangkat menuju Masjid dengan riang gembira, Davin dan Faiz cepat-cepat naik mobil didepan sama Abi Faiz, Masjid masih belum ramai, dan kami tidak berpikir kami parkir dekat PAUD (anaeka maenan ayunan,plosotan dan naik-naikan ada) Faiz sdh rewel “ Mau naik itu...ayo mau naik”
ups... sampai Aku, ibuku duduk setelah menggelar sajadah Faiz masih rewel “ayo tu...anak-anak juga naik ummi”
Bisa dibanyangkan? Setelah merayu dengan segala macam rayuan, Faiz tep keukeuh dengan permintaannya...jadilah aku bawa faiz keluar dari halaman Masjid untuk sedikit memberi kuliah...wkwkwkwkwkk...  
"iz...anak-anak yang lain saja bisa anteng, duduk dan nurut, masa faiz getuuuh sih?” jawabnya “ Faiz mau plosotan ayo mi....” ups meledak pula tangis ma tangan mukul-mukul aku....huaaaahhh... Tahu-tahu kak' Davin muncul dan  merengek “ Mau …..***(BAB) tante...”

Yang ada saat itu cuma pikiran " aku pingin shalat id "
akhirnya dengan sedikit kecewa ga bisa Sholat Idul Fitri untuk kali ketiga lebaran .
”ayo pulang kerumah saja”
dalam hati aku mikir....kejauhan gak ya? Tapi aku percaya dua anak ini pasti kuat berjalan sejauh kurang lebih 500 meteran....haahahahahh? Jawaban anak-anak “ayo”
kikikikikkk...
Perjalanan Pulang Jalan Kaki
Sebenarnya kasihan tapi mau gimana lagi? Kalau kak' Davin BAB di Toilet Masjid, Faiz masih rewel dengan ayunanan dan plosotan di PAUD deket Masjid... hm...perjalan pulang kerumah yang lumayan itu, sesekali aku seperti guru TK dah...nyayi dan berenti sebentar dan meyakinkan kalau mereka baik-baik saja dan sesekali aku ambil gambar mereka....

Ka' Davin nahan BAB, faiznya gaya
Memang butuh toleransi untuk berbagai status yang kita sandang... Menjalani dengan penuh tawa dan bahagia serta tulus bisa membuat nyaman orang-orang disekitar kita, apalagi mereka adalah anak-anak yang pintar-pintar. Kak' Davin dan Faiz...ini cerita kita ya, next year atau saat kalian sudah dewasa... lakukankan apa yang kalian ingin dengan kata yang dihiasi dengan hati agar senyum yang terlihat sangat indah itu bisa membuat orang melihat menaangis haru merasakannya. I Love U all, my family.



No comments:

Post a Comment

link

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...