Skip to main content

Merayakan Idul Fitri 1433 H, di Cilacap


Main di Dapur Uti
Kami tiba dirumah Orang tuaku pukul 16.30 Jum'at 17 Agustus 2012 setelah melakukan perjalanan kurang lebih 19 jam dari Tanjung Priuk, Jakarta Utara ke Gumilir, Cilacap Jawa Tengah. 
Hari berikutnya Faiz bermain bersama kakak sepupunya Davin karena moment lebaran seperti ini mereka baru bisa berkumpul. Malam takbiran, Abi sudah menyiapkan  “Kembang Api” yang dibeli dari Pasar Asemka, Jakarta Barat (disitu pusat penjualan aksesoris, souvenir,mainan anak,kembang api,alat tulis....plek plek tumplek dan ramai sekali dah pokoknya)




Abi kurang berani untuk bermain dengan korek api dan kembang api, jadilah om anang, papanya Ivander yang menyalakan dipekarangan depan rumah.
Anak-anak keluar semua kecuali ci kecil Fariq, kakak sepupu faiz yang masih baby dalam pelukan bundanya.

Menikmati Kemabang Api
Selesai Lihat Kembang Api
Keceriaan cucu-cucu bapak Nur Hidayat ini beraneka ragam. Ada yang muka cemberutnya faiz (mengantuk) muka tegang dan takutnya kak davin dan ada yg gembira berlari-larinya Ivander.... heheee, aku jadi fotografer sambil menikmati indahnya kembang api. Akhirnya sampai pada tongkat kembang api ke enam yang terakhir, berfotolah para bapak-bapak...hehee, dan anak-anakpun sudah puas dalam kebahagiannya melihat sendiri kembang api dinyalakan kemudian berangkat bobo... 
Dan kubisikkan Faiz “besok bangun pagi ya, shalat diMasjid..Ok” faizpun mengangguk dan nyenyak tidurnya di udara Cilacap yg sejuk.

Paginya kubangunkan faiz dan Alhamdulillah ga rewel, mandi pake baju koko barunya (yg kutahu faiz paling risih pake baju berat/panas-jadi kupilihkan koko bahan kaos, tapi tep keren kan iz....)

Sebelum berangkat kami bertiga masih sempat ambil gaya untuk dipotret, neh picnya....
Sebelum Shalat Id'

Kami berangkat menuju Masjid dengan riang gembira, Davin dan Faiz cepat-cepat naik mobil didepan sama Abi Faiz, Masjid masih belum ramai, dan kami tidak berpikir kami parkir dekat PAUD (anaeka maenan ayunan,plosotan dan naik-naikan ada) Faiz sdh rewel “ Mau naik itu...ayo mau naik”
ups... sampai Aku, ibuku duduk setelah menggelar sajadah Faiz masih rewel “ayo tu...anak-anak juga naik ummi”
Bisa dibanyangkan? Setelah merayu dengan segala macam rayuan, Faiz tep keukeuh dengan permintaannya...jadilah aku bawa faiz keluar dari halaman Masjid untuk sedikit memberi kuliah...wkwkwkwkwkk...  
"iz...anak-anak yang lain saja bisa anteng, duduk dan nurut, masa faiz getuuuh sih?” jawabnya “ Faiz mau plosotan ayo mi....” ups meledak pula tangis ma tangan mukul-mukul aku....huaaaahhh... Tahu-tahu kak' Davin muncul dan  merengek “ Mau …..***(BAB) tante...”

Yang ada saat itu cuma pikiran " aku pingin shalat id "
akhirnya dengan sedikit kecewa ga bisa Sholat Idul Fitri untuk kali ketiga lebaran .
”ayo pulang kerumah saja”
dalam hati aku mikir....kejauhan gak ya? Tapi aku percaya dua anak ini pasti kuat berjalan sejauh kurang lebih 500 meteran....haahahahahh? Jawaban anak-anak “ayo”
kikikikikkk...
Perjalanan Pulang Jalan Kaki
Sebenarnya kasihan tapi mau gimana lagi? Kalau kak' Davin BAB di Toilet Masjid, Faiz masih rewel dengan ayunanan dan plosotan di PAUD deket Masjid... hm...perjalan pulang kerumah yang lumayan itu, sesekali aku seperti guru TK dah...nyayi dan berenti sebentar dan meyakinkan kalau mereka baik-baik saja dan sesekali aku ambil gambar mereka....

Ka' Davin nahan BAB, faiznya gaya
Memang butuh toleransi untuk berbagai status yang kita sandang... Menjalani dengan penuh tawa dan bahagia serta tulus bisa membuat nyaman orang-orang disekitar kita, apalagi mereka adalah anak-anak yang pintar-pintar. Kak' Davin dan Faiz...ini cerita kita ya, next year atau saat kalian sudah dewasa... lakukankan apa yang kalian ingin dengan kata yang dihiasi dengan hati agar senyum yang terlihat sangat indah itu bisa membuat orang melihat menaangis haru merasakannya. I Love U all, my family.



Comments

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…