Skip to main content

Cerpen : My Lonely New Year

"Brak...." Pintu menutup dengan sebuah hentakkan dari kaki jenjangnya.
"Aku gak peduli, mau kamu kaget, mau pintu rusak, mau dinding roboh peduli amat? mereka juga tidak peduli dengan perasaanku, jadwalku, kepentingan pribadiku!!!!"
Sepasang mata yang membelalak dan mulut ternganga semakin kaget mendengar, Tiur dengan spontannya meledakkan amarahnya yang memuncak.
"Ti, sabar ya...."
From Here

Rena sahabatnya tersenyum kecil memandang dari meja kerjanya kearah Tiur yang memasuki lorong kantor sebuah perusahaan distributor skala menengah.

Tiur hanya menghela nafas, duduk dikursi kerjanya mengambil syal dan menutupkan kemukanya yang terlihat lelah dan aura emosi keluar dari wajah mungilnya.

"Ti, makan siang dulu yuk...sarapanmu gak habis kulihat?"
"Ti, nanti kamu sakit...minggu-minggu ini tenaga dan pikiranmu tersita untuk persiapan meeting, minggu depan udah meeting, nan...."
Belum sempat Rena menyelesaiakan nasihat untuk teman terdekatnya, sudah dipotong dengan beranjaknya Tiur dan melesat entah kemana.
"Ti, mo kemana??"
Rena kebingungan menyadari Tiur yang ramah berubah karena sebuah kertas kecil bertanda tangan.
***

 "Ini acara keluarga besar Ti, ibuku sudah menunggu ribuan hari menunggu kita datang, dan tahun baru ini hanya tahun baru kali ini saja!!!!"
Aldo, suaminya dari ujung telepon semakin membuat Tiur kecut dan menangis dalam kegalauannya.
"Aku tidak diizinkan cuti do...."
"Tiket pesawat sudah kita beli Ti....berjuanglah agar cutimu diijinkan"
"Dan aku dapat SP 1 hanya untuk memperjuangkan cutiku!!! ingat itu do!"
Tiur masih dalam emosi tingkat tinggi dan tidak menyadari bahwa dia sedang berbicara dengan Aldo, suaminya yang bertemperamen tinggi, apalagi dengan liburan akhir tahun yang sudah direncanakan untuk mengunjungi mamanya yang sudah lama tidak dikunjunginya.
"Aku gak peduli Ti, aku bisa cuti dan kamu juga berhak  mendapatkan perlakuan yang sama denganku dong....fight Ti, cuti hak setiap karyawan, apalagi ini akhir tahun!!!!"
"Terserah do, berangkatlah sendiri aku dirumah sendiri tidak masalah"
Tiur menyerah dan memasrahkan nasib menjadi karyawan yang single fighter di kantornya, dan hanya dia yang bisa menginput dan memproses semua faktur yang masuk sebagai order.

Tuir sudah hampir delapan tahun bekerja dikantor itu, namun tidak pernah sekalipun dia menikmati liburan akhir tahun, dan sekarang berbeda statusnya, Aldo menjadi suaminya sekarang yang memiliki budaya untuk mengunjungi mamanya di malam tahun baru yang tinggal diluar kota.
"Ti, kamu tidak bisa begitu...kamu lebih memilih pekerjaanmu daripada keluargamu!"
Tiur duduk, nafasnya tersengal dan sesak. Diletakkannya smartphonenya di sisinya tanpa meng-off kan status call nya. Tiur tidak peduli resahkan Aldo dan emosi yang terbangun, tahun baru tinggal satu hari lagi, Tiur tidak bisa memberikan jawaban ataupun apapun.
***

Sebuah pesan pendek masuk di smartphone Tiur, Tiur bangkit dari tempat tidurnya dan meraih smartphonenya dimeja rias, dengan malas Tiur mematikan tanpa membaca terlebih dahulu.

Tiur membuka notebook, menunggu sebentar dan membuka belasan e-mail yang masuk, membuka satu persatu dan...
Dear My Lovely Wife Tiur
Selamat Tahun Baru 2013, maafkan saya tidak menemanimu menikmati malam pergantian tahun. Semoga lebih baik untuk tahun depan dalam karirmu, rumah tanggamu dan ada Tiur dan Aldo Junior ya.
From ur Husband Aldo
Tiur mengetik dalam replay e-mail

Buat Bapak dan Ibu
Seneng sekali Tiur membaca e-mail Bapak, Ibu sudah sehat dan bisa beraktifitas. Tiur dan Aldo Alhamdulillah sehat pak, bu. Selamat Tahun Baru juga ya buat bapak dan ibu, sehat dan sukses selalu ya. 
Dari Tiur Larasati 
Tiur menutup laptopnya, berebahan di tempat tidur sendiri diawal tahun awal bulan dan Tiur menikmati tanpa mengeluh, tanpa tangisan ditinggal suaminya, karena sudah belasan tahun tidak pernah ada yang spesial, yang dilakukan dahulu bersama keluarganya duduk berkumpul dan saling introspeksi tidak sampai pergantian waktu, semua telah terlelap dan bangun lebih awal untuk menyongsong tahun baru, menikmati hari disaat orang lain sedang asik melanjutkan tidurnya. 

Tiur menikmati moment seperti ini, sendiri walaupun sudah perstatus istri namun Tiur memperbolehkan Aldo berangkat sendiri, dan menikmati kesendiriannya untuk berefleksi dan beristirahat karena minggu depan jadwal pekerjaannya akan lebih padat.

Sebelum lupa, Tiur mengaktifkan smartphonenya dan menulis sebuah pesan.
Do, have a nice day with mama ya. I'm sory... next month aku usahakan cuti dan mengunjungi mama. Love U,
***
Tangerang, akhir tahun 2012 


Comments

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…