31 Jan 2013

Indahnya Pantai Dream Land Bali

Keindahan Pulau Dewata Bali memang takkan pernah habis untuk dinikmati. Di manapun keindahan Bali akan terekspos dengan eksotis. Dengan lautan yang mengelilingi Pulau Bali memecah keheningan hati yang berkecamuk dalam lara menyemai melalui tarian yang diiringi musik khas Bali yang disajikan di pelataran keunikan Pura dan tebaran wisatawan mancanegara yang menambah daya tarik pulau satu ini.

Pantai Dreamland merupakan sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Bali di daerah bernama Pecatu. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi dan dikelilingi batu akrang yang cukup besar disekitar pantai. Lokasi pantai berada dalam kompleks Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort) yaitu sekitar 30 menit dari pantai Kuta. 

Pantai Dreamland sendiri hampir mirip dengan pantai Kuta. Pasir putih dan celah karang yang terjal menjadi pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Lokasi berpasir putih bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam cocok untuk menikmati matahari tenggelam atau sekedar menyaksikan atraksi para peselancar. Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga selancar(surfing), bahkan Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali. (Wikipedia)

Mendapatkan  kesempatan untuk mengikuti City Tour di Bali dengan agenda memasuki pantai Dreamland merupakan keinginan saya untuk menikmati pantainya Bali, karena City Tour beberapa tahun yang lalu saya tidak mendapat kesempatan berpanas-panasan dengan riaknya ombak di pantai Bali.
Ombak di pantai Dreamland-Dok. Pribadi

Waktu yang tidak tepat sangat disesalkan oleh para rekan-rekan karena cuaca yang begitu terik diangka 11.00 WIT, kami dibawa menggunakan kendaraan transportasi yang disediakan di tempat parkir. Panitia rombongan memilih menikmati keindahan Dreamland yang memiliki sejuta taburan untuk melepas rasa dahaga akan kebebasan di tempat yang rendah dengan tiket masuk satu orang lima ribu rupiah. Menggunakan kendaraan yang telah disiapkan untuk menuju kawasan wisata pantai Dreamland. Setelah sampai dan turun dari kendaran telah disambut dengan pemandangan yang sangat indah.

Memasuki Wilayah pantai Dreamland- Dok. Pribadi

Nampak jalan yang belum selesai -Dok. Pribadi
Langit biru sangat indah disapu dengan awan yang tipis berwarna putih ikut menghiasi keindahan birunya air pantai yang terlihat tenang, menyegarkan pandangan mata disisi pasir putih yang setia menemani tegarnya karang yang kokoh disepanjang bibir pantai. Saya ingin mengabadikan dalam teriknya panas yang begitu menyengat, namun tak mengurungkan langkah kaki ini untuk menikmati setiap gelitikan pasir putihnya.

Cuaca Cukup Panas- Dok. Pribadi


Di sepanjang jalan yang tidak begitu panjang, awalnya saya tidak menyangka akan disajikan beberapa barang khas Bali, ada topi dengan harga rata-rata dua puluh lima ribu rupiah, baju batik Bali, dan segala macam aksesoris bercirikan Bali. Tujuan saya satu, ingin mengabadikan potret ciptaan Allah SWT yang tiada tara, menikmati butiran-butiran pasir putih, deburan ombak yang memecah sanubari yang rindu dalam kokohnya karang dan sejuknya mata memandang birunya air pantai dan langit.
Pedagang di sepanjang jalan-Dok.Pribadi

 
Kokohnya Sang Karang-Dok. Pribadi
Menuju karang dengan melangkah diatas pasir putih yang kadang dihampiri ombak adalah sesuatu yang menggelikan pikiranku. berlari takut terkena air pantai yang lengket karena masih ada journey disekitar Dreamland dan tanpa persiapan baju ganti. Akhirnya kokohnya batu karang kujumpai melepaskan segala penat mendengarkan deburan ombak sambil melepaskan pandangan jauh keatas kelangit biru dan menyapu samudera yang luas.
Berada diKarang- Dok. Pribadi

Teman-teman berpose-Dok. Pribadi





Saat mata melihat dan hati merasa serta imajinasi menerawang jauh melintasi batas pemikiran kuluapkan semua emosi antara bahagia, kecewa, senang, sedih, gundah dan penerimaan untuk memadukan unsur langit dan awan diangkasa sana dengan deburan ombak dipantai yang biru mengikis kedaratan menjumpai pasir putih nan cemerlang. Melihat para turis berselancar dan memandang teman-teman berteduh diantara batu karang karena teriknya sang surya begitu menyengat.


Dok. Pribadi

***


Azalia

Lagu merupakan sebuah penerjemahan pikiran dan hati dengan beribu sendu dan gegapnya aura kebahagiaan. Bagi setiap pribadi memiliki kecenderungan terhadap sebuah lagu. Lagu bernyawa dari karya seorang pencipta yang menuliskan liriknya dan hidup dalam lantunan suara yang berkhas oleh sang penyanyinya.

Jadi secara khusus aku membuat postingan tentang Azalia, sebuah judul lagu yang begitu indah menerbangkan seribu kuncup cahaya cinta terindah kepada-Nya. Lagu ini tentang sebuah bunga Azalea yang hanya tumbuh didataran tinggi, seperti disebut juga dalam syair lagu tersebut, danau Katumini didaerah Bandung Utara
Azalea menurut Wikipedia sama artinya dengan Saliyah merupakan jenis tanaman berbunga dari keluarga Ericaceae dan genus Rhododendron yang tumbuh di wilayah beriklim sedang. Azalea tumbuh disebagian Asia Timur dan Amerika Utara. Bunganya berkembang pada awal musim panas di bulan Juni dan pada musim gugur menggugurkan dedaunannya. Spesies Azalea Asia memiliki daun yang hijau sepanjang tahun.


Indah dan Cantik Sekali Bunga Azalia


Benar-benar takjub akan kecantikan bunga Azalia, pantas saja sang pencipta lagu Azalia yang bernama Deden Supriyadi (kang aden) salah satu personil Edcoustic mampu menuliskan syair yang begitu indah hingga menyusup kedalam ruang rindu akan keindahan-Nya.
Lagu Azalia ini dinyayikan pertama kali oleh Ali Sastra ditemani petikan gitar kang Aden Edcoustic pada perhelatan Konser Eksklusif Edcoustic 24 Desember 2011 di Darut Tauhid Bandung.

Berikut syair lagu Azalia yang dengan apik dan menghanyutkan dibawakan oleh Ali Sastra Seperti disini
 Azalia,,,

ku lihat bintang-bintang,,
tersenyum saksikan kau merekah,,
sang kumbang datang,,
hap,, hap,, hinggap perlahan,,
bunganya merekah berkembang-kembang,,

warnamu merah-merah,,
semerah rona di katumiri,,
aku melangkah tu wa ga mendekati
betapa indahnya ku suka,,

Reff

detik-detik waktuku,,
kian berlalu,,
tak jemu aku memandangnya,,

detak-detak jantungku berdenyut slalu,,
ku jatuh hati memetiknya,,
azalia kau bunga yg ku cinta,,




***

29 Jan 2013

Bekerja dalam Sebuah Pilihan

Bekerja diluar rumah bagi wanita adalah sebuah pilihan dan keputusan yang harus dipikirkan matang, cermat dan memerlukan diskusi dengan orang-orang yang terdekat secara demokratis tentunya.

Sebelum menikah, bagi wanita yang bekerja sangatlah fleksibel dengan mobilitas yang mudah. Para wanita bekerja ini hanya memerlukan diskusi dengan orang tua dan kerabat mereka bila diperlukan.
Dari Sini

Bagi wanita yang telah menikah, dan telah dikarunia anak, tentunya pertimbangan untuk bekerja dan tetap bekerja menjadi sebuah pemikiran dan bahan diskusi dengan orang-orang yang terdekat seperti suami dan keluarga besar. 

Pengalaman saya sebagai seorang wanita yang bekerja sebelum menikah tentunya bekerja memang menjadi prioritas utama untuk mengembangkan kepribadian serta secara materiil mendapatkan penghasilan. Orang tua menjadi sumber bagi saya dalam berkonsultasi mengenai pekerjaan apabila dirasa saya harus move untuk mendapatkan pengalaman yang baru.
Ketika Bekerja- Dok. Pribadi

Setelah menikah, saya masih bekerja setelah memberikan pernyataan dan komitmen tertentu serta mendapat ijin dari suami sebagai kepala rumah tangga.

Memiliki anak merupakan tanggung jawab bukan hanya ibu atau bapak saja, melainkan tanggung jawab bersama. Pada saat itu, untuk melepaskan pekerjaan adalah sebuah keputusan yang telah dipikirkan dan didiskusikan bersama. Konsekuensi yang akan dihadapi tentunya menjadi tanggung jawab bersama.

Memilih untuk berhenti bekerja dan tinggal dirumah mengurusi anak tentunya harus dijalani secara legowo. Mengurus rumah tangga dan permasalahannya adalah tanggung jawab bersama, seorang suami yang bekerja diluar untuk mencari nafkah dan isteri yang berada dirumah untuk menjaga anak dan mengurus rumah dan permasalahannya.
Ketika Di Rumah- Dok. Pribadi

Berada dirumah bagi seorang wanita menjadi sebuah keputusan yang paling tepat selain bisa mengawasi perkembangan anak, wanita yang telah menjadi ibu tersebut bisa memberikan pembelajaran yang baik bagi anak tersebut. 

Berada dirumah bagi seorang wanita bisa membuka bermacam-macam usaha yang bisa dilakukan didalam rumah. Menekuni usaha bisnis bisa menjadi pilihan, menulis apabila memiliki hobby dibidang tersebut bisa dikembangkan. Hal tersebut akan menjadikan wanita tersebut kaya arti, selain bisa berada dirumah mampu membuka peluang usaha dan mendapatkan income membantu finansial keluarga tanpa harus keluar rumah.

Berkeputusan untuk bekerja kembali menjadi pilihan saya setelah proposal keinginan di setujui oleh suami karena mempertimbangkan aspek yang saya berikan. Sebuah hal yang mungkin menurut sebagian orang terlalu berlebihan dan berpikiran terlalu jauh, namun selagi saya mampu dan bisa untuk berjalan dalam kehidupan dunia kerja, rumah tangga dan perkembangan anak, suami mengijinkan.

Memilih bekerja pada bagian yang fleksibel ketika dua peran harus dilakukan bersamaan saya dapatkan, saat bekerjapun dengan profesional saya jalani apabila mengharuskan saya keluar kota untuk beberapa hari. Bermain bersama anak tidak saya jadwalkan waktunya, kapanpun bisa kami lakukan bersama, saat menyiapkan sarapan pagi kadang waktu itulah saya dan anak bisa bersama, saat pulang kerumah sore hari, kadang saya mengajak anak berkeliling kompleks sekedar melihat jalanan.
Pagi hari memasak bersama- Dok. Pribadi
Sebelum Berangkat Kerja- Dok. Pribadi
Faiz di Kantorku-Dok. Pribadi
Menemani Faiz di Sore Hari-Dok. Pribadi

Kembali kepada sebuah keputusan yang didiskusikan bersama dengan berbagai pertimbangan dan konsekuensi yang akan muncul. 
***

27 Jan 2013

Antara Batik dan Kenangan


Mengikuti sebuah komunitas On-line dan membaca postingan seorang sahabat yang baru menerima kiriman sebuah buku dan menceritakannya di blognya yang bernuansa jawa, secara beliau tinggal di Yogyakarta. Ternyata oh ternyata sedang mengadakan giveaway, dan demikian saya yang sedang demam meramaikan giveaway dari sahabat-sahabat blogger semua,kebetulan sekali hari ini saya menggunakan blouse batik, siapa tahu memiliki efek magis saat menulisnya *sok serem.

Buah Rambutan Yang Manis

"ada rambutan de' dirumah dari om Budi"
Foto Dok Pribadi
Wah musim rambutan sudah datang, disepanjang jalan Daan Mogot maupun jalan Cipondoh Raya penjual buah yang menggunakan mobil pick up sudah mulai mengganti buah dagangannya dari Mangga beralih buah Rambutan yang merupakan buah eksotis dari Indonesia itu. Karena terlalu eksotis, saya menempatkan dikeranjang biru tempat buah, saya pandangi, ambil kamera...wah, bisa jadi bahan buat isi blog nih. Heheee...sicantik berambut, saya ingin menempatkan disebuah artikel ringan ya. *smile dunk.

25 Jan 2013

Hujan, Banjir dan 27 Januari 2013

Hujan yang terjadi pekan lalu dimana puncaknya tanggal 17 Januari 2013 dimana kawasan bundaran HI, Kawasan Monumen Nasional dan jalan-jalan protokol tergenang air hingga mencapai 60 cm. Demikian pula daerah Pluit, Jakarta Utara yang terendam banjir yang masih terendam banjir setinggi 50-100 cm.
Dari Sini

Banjir yang membuat aktifitas sosial masyarakat menjadi terhambat, khususnya di wilayah barat Jakarta yang melalui jalan Daan Mogot dimana pada pekan lalu banjir merendam sedalam 1.5 meter. Saya pun sempat menikmati banjir di jalan masuk perumahan dengan masalah yang sangat sepele, sistem peresapannya sangat buruk.
Add caption

Banyak sekali dampak yang tersisa setelah banjir, jalan-jalan yang terendam air akan berlubang, sampah berserakkan dimana-mana karena terseret arus air, penyakit yang datang akibat sanitasi yang kurang bersih. Tampaknya belum bisa diatasi dengan baik.

Sebuah informasi yang saya baca di media online VIVA News dengan tulisan " Jokowi Imbau Warga Waspadai Potensi Banjir Besar 27 Januari" sontak mengagetkan dan menarik sebuah pertanyaan-pertanyaan karena tidak hanya sekali tanggal 27 Januari dikaitkan dengan adanya banjir besar. Berita tersebut ada disini

Berita-berita yang bertebaran di media massa sedikit banyak membuat ketakutan dan asumsi-asumsi warga dengan isu bahwa akan terjadi banjir besar pada tanggal 27 Januari 2013.

Berikut merupakan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengenai peta prakiraan Curah Hujan Jakarta tanggal 25 Januari 2013.

Dari Sini
Banjir mengiringi lebatnya curah hujan bisa disebabkan banyak hal, seperti kita ketahui sistem peresapan tanah yang semakin berkurang, adanya penumpukkan sampah pada dataran sungai, dan dataran yang rendah pada daerah-daerah tertentu yang akan tergenang air apabila curah hujan pada intensitas lebat.

27 Januari 2013 diprediksikan bulan pada posisi penuh dan posisi bulan menghadap bumi akan menyebabkan ketinggian air laut akan naik. Ketinggian air laut pada saat biasa bisa mencapai daratan dan dikenal dengan istilah roob. Apabila curah hujan yang terjadi pada taraf ringan, tentu tidak akan terjadi genangan air yang tinggi dan hal ini tidak akan menyebabkan ketinggian air didaratan.
Dari Sini

Hujan, Banjir dan 27 Januari semuanya adalah hukum alam dan kita hanya bisa berdoa dan tidak membuat asumsi yang negatif. Imbuan agar warga waspada sudah sepenuhnya dilakukan oleh orang nomor satu di jakarta. Waspada dalam hal ini, agar warga dengan kesadaran penuh tidak membuang sampah sembarangan sehingga laju air hujan tidak terhambat dengan sampah yang menumpuk dibantaran sungai.

*** Ngeri melihat gambar banjir 17 Januari 2013, berharap keadaan kembali normal walaupun hujan turun, aamiin.

23 Jan 2013

Setelah Banjir lalu Jalan Berlubang

Informasi Jakarta Banjir hingga Darurat Banjir dan Siaga 1 kudapat dari internet yang setia menemani perjalananku di Pulau Dewata. Sebuah pesan singkat dan telepon dari rekan-rekan di jakarta memberikan gambaran betapa Jakarta memang lumpuh akibat Banjir.
From Here

Curah hujan yang cukup tinggi pada pertengahan Januari 2013 inilah yang menyebabkan sebagian wilayah jakarta dan sekitarnya terendam air. Banjir tidak dapat dielakkan ataupun di pendding. 
Banjir tidak hanya merendam kawasan pemukiman penduduk yang ada didataran rendah ataupun daerah yang kurang peresapan air. Banjirpun meremdam jalan-jalan protokol di Bundaran Hotel Indonesia, kawasan monas ataupun jalan-jalan arteri dan jalan perkampungan.
From Here

Setelah banjir surut yang tersisa dan terlihat mata telanjang adalah sampah yang berserakkan, lumpur yang terbawa air dan jalan yang berlubang tidak tanggung-tanggung, kedalamannya bisa mencapai 20-30 cm.

Kejadian yang hampir membuatku celaka adalah jalan berlubang, kurang konsentrasi dan beranggapan jalan masih mulus karena baru selesai pengerjaannya, tetap kulajukkan sepeda motor dan melewati sebuah lubang yang kupikir  tidak terlalu dalam. 
Sebuah hentakkan keras kualami, Alhamdulillah pertolongan Allah setelah kekagetanku hanya Allah yang kuingat, sepeda motor yang kurasa seperti melayang bisa mendarat normal dan tangan yang meng handle gas dalam keadaan normal.

Sepanjang perjalanan menuju kantor, betapa banyak jalan yang semula mulus sekarang dipenuhi lubang-lubang yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan tidak menjalankan kendaran dalam keadaan  kencang.
From Here

Banyak hikmah yang dapat diambil dengan kejadian hujan yang tidak berhenti-henti, banjir yang merendam jalanan sehingga mengakibatkan jalan berlubang. Hikmahnya, konsentrasi dan kehati-hatian dalam berkendara dan  juga harus berangkat lebih awal, agar tidak terburu-buru.

***


22 Jan 2013

Perjalanan Mengesankan di Uluwatu, Bali

Meeting dua hari di Grand Istana Rama daerah Kuta, Bali telah selesai dengan menyisakan kepenatan dan kekurang tiduran yang sangat membutuhkan refreshing. Acara dilanjutkan City tour dengan rute Pura Luhur Ulu Watu, Dream land dan terakhir garuda Wisnu Kencana serta dilanjutkan dengan shopping season di Joger dan Krisna.

Waktu tidur yang cukup sedikit membuat aku harus menelan ludah dengan menu sarapan yang sangat tidak menggoda selera, cukup roti dan buah serta secangkir teh manis sebagai pengganjal perut agar tidak sakit.
Sarapan Secukupnya


Angka 08.00 pagi waktu Indonesia timur Ketua panitia memerintahkan untuk segera masuk kedalam bus sewaan White Horse  dan bersiap untuk berangkat. Ada dua bus, satu untuk rombongan Indonesia Timur dan satu untuk Indonesia bagian barat, aku termasuk kedalam Indonesia barat.

Berangkat
Rute pertama menuju Pura Luhur Uluwatu, yaitu sebuah pura yang berada di daerah Pecatu, kecamatan Kuta Badung. Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.

Perjalanan ini sedikit membosankan karena ngantuk yang melanda, namun salah satu rekan berusaha melawak dan menghadirkan lagu-lagu untuk menggunting kepenatan dua hari meeting. Pandanganku terbawa oleh kanan kiri jalan yang terkadang dihiasi pepohonan yang hijau, dengan jalan yang berkelok kadang menurun dan kadang menaik, menyebabkan rasa mual mungkin karena masih jet leg. 

Awan putih dalam lembaran langit yang biru segar memberikan sudut romantisme menemani perjalananku menikmati pulau Dewata Bali.
Dibutuhkan waktu kurang lebih satu setengah jam, akhirnya dua bus rombongan  memasuki areal parkir dan disambut dengan cuaca yang sangat panas di jam 10 lewat. Panitia rombongan membeli tiket dengan harga 3.000 rupiah per orang dan ditarik retribusi 1.000 rupiah per orang.

Kami diberikan selembar kain, bisa digunakan untuk penutup/ kain bagi yang berpakaian mini ataupun hanya sebagai pengikat saja. Warnanya ada yang kuning, ungu dan ada yang biru.
Kain sebagai pengikat
Menyadari bahwa kain yang diberikan kepadaku berwarna ungu, senada dengan kerudung dan manset yang kukenakan. Nice to make a photo *kupikir seperti itu.

Petugas yang berada disana atau bahasa kerennya guide memberikan arahan kepada kami, bahwa ada suatu peraturan yang harus dipatuhi salah satunya bagi wanita yang belum bersuci dilarang masuk kedalam pura, dan perhatian juga bagi yang mengenakan kacamata harap untuk tidak dipergunakan, kemudian perhiasan yang mencolok dan tidak menenteng tas plastik, *kera akan menyangka yang dibawa adalah kacang buat si kera manis tersebut.

Benar juga, belum ada satu menit si abang yang berasal dari  malang sedang berpose tiba-tiba... kelimpungan kaca matanya dibawa si kera lihai itu.

Dag dig dug aku dan teman-teman wanita memasuki area pure, hm.... aroma basah dari pepohonan dan  ups, kera-kera bersliweran di jalan masuk, benar-benar tidak rela mengeluarkan kamera *takut benar-benar disantap kera-kera yang banyak sekali.

Memasuki lebih dalam areal Uluwatu, diberikan sajian pemandangan yang luar biasa indah. Pura Uluwatu menjadi terkenal akan keindahannya karena tepat dibawah Pura tersebut adalah hamparan pantai Pecatu dengan pemandangan air yang biru dan ombak yang meneriakkan keagungan keindahan ciptaan-Nya. Alam Bali memang benar-benar cantik, indah dan Subhanalloh berikut rekaman gambar yang tidak begitu banyak karena takut dirampas oleh kera.
Dok. Pribadi

Karangnya
Dok. Pribadi
Perpaduan warna biru dari langit dan air lautnya sungguh mempesona hati yang dikurung rindu, menyemai asa dalam putihnya awan yang membentang serta kesejukkan hijaunya rumput dan daun yang mengubah rasa kepenatan dalam alunan desir angin yang memuncak membelai panasnya sang surya.

Dok. Pribadi
 Ombak yang menghampiri batu karang yang kokoh menyita seluruh ruang gerak memasuki alam keindahan dengan suara-suara merdu yang diciptakan. Subhanalloh tak henti-hentinya aku bermunajat, mengetuk pintu sang perindu dan memberikan pujian yang agung kepada- Nya yang menciptakan alam begitu cantik.
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Dok. Pribadi
Puas menikmati keindahan alam dengan hamparan samudera biru yang sangat luas, memberikan sejuta impian yang luar biasa. Aroma alami dari tanah, pepohonan dan suara dari kera-kera yang bersorak riang, akhirnya kami memutuskan untuk sesi foto bersama.
Salah satu jalan setapak

Ada beberapa teman yang mendapat sambutan luar biasa dari kera, lagi-lagi saat sesi foto bersama yang gagal diadakan karena dari barisan belakang terdengar teriakan *ternyata dompet yang dipegang dengan cara ditenteng diambil kera, dibuka dan uang didalamnya disobek kemudian dimakan *wow.

Ketegangan berikutnya, saat itu aku berada dibarisan terdepan tiba-tiba ada kera yang berjalan pelan, pelan dan pelan dan tiba-tiba jeritan dari rekan manajer membubarkan sesi foto bersama karena *lagi-lagi nich... kaca mata di lirik oleh kera itu *dalam hati si kera gak suka kali ya melihat manusia menggunakan kaca mata.

Bukan hanya kaca mata saudara-saudara, ada informasi yang tidak sempat kulihat, sandal plastik diperebutkan antara teman dari Bandung dengan kera yang ingin fashionable juga, karena si geulis ini mempertahankan sandalnya eh...si kera tertarik dengan jilbabnya *waduh..gak ngebanyangin dech.

Setelah semua berkumpul, akhirnya kami memutuskan untuk cepat-cepat mengakhiri kunjungan di Pura Luhur Uluwatu setelah menikmati pemandangan alam yang begitu menyajikan keindahan dan suasana alam yang eksotik.

***


20 Jan 2013

Naik Citylink ke Bali

Penerbangan di Indonesia semakin banyak persaingannya, dari banyaknya nama-nama yang sudah familiar pada masyarakat pada umumnya dan pada telingga saya pada khususnya.

Satu nama yang mulai akrab di telingga dan hati saya pada akhir tahun 2012, yaitu Citilink. Awalnya saya yakin dengan pasti bahwa Citilink adalah sebuah maskapai penerbangan baru, yang belum bisa memberikan nama dan pengalaman yang belum teruji.

Mendengan informasi secara setengah-setengan, bahwa Citilink merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia, membuat saya sedikit berpikir, waaw hebat juga Garuda Indonesia, mampu mengekspansi perusahaannya dengan memperkenalkan Citilink pada masyarakat Indonesia.

Dengan sebuah informasi bahwa Citilink Indonesia merupakan maskapai penerbangan berbiaya murah dan anak dari persahaan Garuda Indonesia membuat saya tidak terlalu khawatir akan kualitas dan performance Citilink

Citilink secara resmi beroperasi pada tanggal 30 Juli 2012  sebagai entitas bisnis yang terpisah dari Garuda Indonesia setelah mendapatkan Air Operator Certificate (AOC).

Pada Juli 2012, Citilink melayani 9 tujuan domestik yang menghubungkan Jakarta ke Surabaya, Denpasar, Medan, Banjarmasin, Balikpapan dan Batam. Maskapai ini juga mengoperasikan penerbangan dari Surabaya ke Balikpapan, Banjarmasin, Denpasar dan Makassar, dan juga mengoperasikan penerbangan dari Medan ke Batam. Pada tanggal 15 September 2012, Citilink resmi membuka rute baru ke Lombok (Bandara Internasional Lombok) dengan rute Surabaya - Lombok.

Kebetulan Head Office dari kantor tempatku bekerja mempercayakan penerbangan kami menuju Bali menggunakan maskapai Citilink, jadi saya bisa mencicipi pesawat yang baru terdengar di telingga ini, *haduh udik kali saya ini?

Informasi jadwal penerbangan menuju Bali yang diinformasikan Head Office adalah 07.48 am, menggunakan pesawat Citilink dan diharapkan berkumpul di Terminal 1 C pada pukul 06.00 am.

Ini perjalanan ke duaku menuju Denpasar, Bali dalam bulan dan minggu yang sama. Cuaca yang sama dengan empat tahun lalu, Jakarta diguyur hujan dan awan hitam selalu menghantui perjalanan kami.

Diguyur hujan semalaman di Jakarta menyebabkan waktu tidur serasa sebentar sekali, bersiap-siap dan membangunkan Faiz untuk mengantar keberangkatanku untuk mengikuti National Sales Conference di Bali selama empat hari.

Maskapai Citilink menjadi pilihan Head Office untuk dipergunakan memberangkatkan dua rombongan dari Barat dan Timur. 

Maskapai Citilink adalah maskapai penerbangan anak perusahaan Garuda Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2001 sebagai unit bisnis Stategis dan difungsikan sebagai salah satu alternatif penerbangan dengan biaya murah.

Check in di lakukkan oleh Head Office sekaligus bagasi dan air port tax. Masih ada waktu sedikit untuk mengambil gambar di ruang tunggu Gate  C 1. Tidak terlalu lama kami menunggu, panggilan dari lady microphone *ini sebutan dariku saja, bagi penumpang Citilink tujuan Denpasar dengan nomor penerbangan QG 850 diharapkan segera memasuki pesawat.
Dok. Pribadi Ruang Tunggu Pesawat
Gaya sebelum  masuk pesawat

Masih ceria

Alhamdulillah, tepat waktu dan tidak delay *satu hal yang membuat panik bila penerbangan ter delay. Sip, sabuk pengaman sudah dipasang dan handphone telah di non aktifkan. Kok...lama kali untuk menggerakkan pesawatnya sih???

What's that? ada informasi bahwa pesawat sedang dalam kondisi perbaikan teknis *membuat adrenalin meninggi nih yang seperti ini. Ada tambahan informasi  membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit.

Akhirnya, take off posision pada waktu 08.10 pada jam tangan teman sebelahku. Doa dan ketegangan telah dimulai saat take off, apalagi melihat cuaca dan goncangan yang terjadi serta attention untuk tidak membuka sabuk pengaman serta ada hampir lima kali lampu warning tidak melepas sabuk terjadi.

Tegang, goncangan mengakibatkan pesawat naik dan turun sangat terasa apalagi saat pesawat bergerak ke kanan dan kekiri serta saat pesawat berada pada awan.

Doa dan ketegangan meliputi rombongan kami, ada yang memasrahkan karena berada pada ketinggian dan dalam cuaca yang sedikit kurang bagus, ada yang menutupi wajah dan look the girl, she's cried and me.... pastinya menangis dah apalagi mendengar dari bangku depan ada anak kecil menangis, apalagi kalau bukan ingat Faizku...huhuuuuu

Satu, seorang teman dari Medan terus mengingatkanku untuk berdoa, he said : Mba astin seorang ibu yang sedang bergejolak batinnya meninggalkan anak, pasti doanya di mustajab, tambahlah ketakutanku.

Berkali-kali melihat jarum jam untuk mengurangi waktu tempuh tersisa berapa menit.... *so, lima menit sebelum berjumlah 1,5 jam cuaca Denpasar cerah. Alhamdulillah tinggal menunggu landing posision yang manis dan sempurna.

Tangkupan telapak tangan ke dalam wajah masing-masing penumpang dengan rasa syukur memecah kesunyian dan canda tawa kembali membahana.

Oiya, penerbangan saya kali ini diramaikan oleh beberapa personil group band Nidji yang kabarnya akan mengisi acara salah satu perusahaan farmasi kesempatan ini tidak disia-siakan bagi yang ingin berfoto bersama Giring sang vokalis.

Menurut informasi dari sini  pada tanggal 8 November 2012 yang lalu, Citilink telah meluncurkan sebuah  Lagu berjudul “Terbang Tinggi Untuk Indonesia” ini diciptakan serta dinyanyikan secara khusus oleh Nidji, so band tersebut menjadi Brand Ambasador dari maskapai Citilink ini.
 
***
Jum'at, 18 Januari 2013

City Tour kedua kami tempuh ke pasar Sukowati dan Tanah Lot, sampai di hotel 03.00 pm dan masih ada waktu lima jam untuk penerbangan 19.48 pm waktu Indonesia Timur. 

Kami berkemas, masih menyempatkan untuk mampir salah satu tempat belanja, Check in Citilink dan mencari makan di angka19.00. Tergesa-gesa, rombongan kecil kami membayar airport tax dan karena Ngurah Rai air port sedang dalam kondisi perbaikan, bertanyalah pada petugas agar kami cepat sampai di gate 20 *Masya Allah jauh sekali, ujung sendiri ya bu....

19.35 membuat kami harus berpacu melawan waktu, walau sudah check in tapi rasanya gak enak kalau telat.
Saat Check in
 
Tiba di Gate 20, atasanku memanggil dan masih menunggu juga. Alhamdulillah tidak tertinggal, dan beberapa menit kemudian informasi untuk penerbangan Citilink QG 853 segera memasuki bis yang akan membawa kami ke Maskapai Citilink.

Lampu-lampu di Airport sangat cantik, luar biasa indah dan romantis. Sangat kontras dengan bangunan besar dan beberapa pesawat sedang berdiri tanguh menunggu jadwal penerbangannya.

Suasana Denpasar sangat merindukan, ini adalah penerbangan malamku yang pertama, dari Denpasar menuju Jakarta, meeting telah usai dan city tour telah terekam dalam kenangan hingga lelah raga ini.

Memasuki pesawat Citilink yang akan membawaku terbang, hm.... ini pesawat baru rupanya, sedikit mengusir rasa takutku dalam penerbangan malam hari. Malam itu, penumpang adalah berjenis kelamin wanita dan rata-rata dialek dan apras yang saya terka adalah dari Pulau Sumatera sana.
Dok. Pribadi

Senyum mengembang diantara kami karena mendapati pesawat yang baru, nyaman dan doa tetap menjadi suatu hal untuk memasrahkan dan menenangkan hati kami.

Pesawat berangkat sesuai jadwal, take off posision berjalan bagus, sempurna dan tidak terasa sama sekali goncangannya *mungkin baru kali ya?

Cuaca di atas cukup mendukung, cerah dan pesawat sama sekali tidak meminta kami untuk tetap berada pada posisi dengan sabuk pengaman. Saya bisa membaca buku dengan nyaman dan akhirnya tertidur hingga ada pemberitahuan kembali landing posision.
Dok. Pribadi- Letih


Linked- Tabloid Citilink

Perjalanan Denpasar menuju Jakarta sangat tidak terasa, apa karena terlalu letih, tertidur ataukah pesawat baru yang nyaman ini? Satu lagi, hanya Allah yang memberikan semuanya. 
***


Dok. Pribadi

9 Jan 2013

Puisi ; Hujan di Pagi Ini

“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal: lalu kamu lihat  hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang di kehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum, (40):48)

Dok. Pribadi

Hujan pagi ini memelukku penuh harap
Tanpa kata ataupun pesan memberiku sebuah penantian
Lenyap dalam kegundahan yang pasti berujung

Mencoba menghela nafas dalam tetasan air hujan

Kutunggu, tetap kutunggu dalam kerinduan ini
Simpulan senyum mengembangkan imajinasiku
Dok. Pribadi

Dok. Pribadi

Aku mampu melewati ini,
Menjalani penantian dalam dinginnya angin hujan,
Menyemai sebuah kata cinta demi sepotong penerimaan,

Ya Allah, betapa nikmat-Mu ini sungguh mengujiku
Kutetap tengadahkan tangan memohon pada-Mu
Menantikan berjumpa dengan manisnya rindu,

Aku tetap akan berlalu,
Walau hujan tak berlalu,
Karena penghentian bukan karena hujan.

***



Dok. Pribadi



Ayo berangkat dong ach, bermantel ria dan berhujan-hujanan itu indah
Keindahan yang dibawa memancarkan aura kebahagiaan tersendiri
Karena bahagia itu sederhana, bisa dari sini, dari situ maupun dari hujan di pagi hari ini...
##
Hati-hati ya, jalan licin jangan ngebut-ngebut,
Kalau pakai mobil, toleransi juga dong jangan asal bles...wuuuuzz, basah deh terkena cipratan air hujan... au au au, brbrbrrrrrr....
##
Sedang mikir nich, lewat mana aku berangkat ke kantor ya? lewat sono pasti banjir, lewat situ pasti macet...aloha....biar Allah yang menuntun jalanku, aamiin.

SEBUAH MELODI TENTANG HUJAN DIPAGI HARI.