28 Feb 2013

Antara Motor Bergigi dengan Motor Tak Bergigi

Kendaraan bermotor roda dua, menempati urutan paling atas jumlah penggunanya. Bermacam-macam jenis kendaraan bermotor yang dipakai di Indonesia ini khususnya. Merk dan spesifikasinya juga berbeda satu sama lainnya.

Jenis kendaraan roda dua banyak sekali macamnya, diantaranya adalah Sport Bike, Road Bike Sport, Moped dan Sekuter. Ada motor yang dipakai untuk Olah raga seperti Sport Bike, Moped merupakan sepeda motor dengan tipe rendah, berpedal dan dirancang untuk menyederhanakan sarana transportasi sederhana, sedangkan Sekuter adalah sepeda motor yang memiliki ciri khusus yakni terdapat ruang diantara kemudi dan pengendara.

Jenis kendaraan bermotor yang familiar dan banyak digunakan di masyarakat adalah jenis Moped dan Sekuter dewasa ini. Merk yang mewarnai dunia otomotif dengan lebih canggihnya teknologi memberikan pilihan tersendiri bagi masyarakat.

Saya seorang pengguna kendaraan bermotor roda dua *alhamdulillah baru memiliki yang seperti itu.  Mengendari sepeda motor roda dua dengan jenis Moped dengan merk tertentu telah mengenalkanku menjelajahi dua kota besar di Indonesia. Moped dikenal dengan motor bebek, yang ber c c rendah, kecepatannya terbatas sangat cocok untuk digunakan sehari-hari apalagi oleh wanita sepertiku.

Ketika mengendari sepeda motor jenis ini, disamping bahan bakarnya hemat dan modelnya yang ramping serta tidak ketinggalan jaman karena model-model yang dikeluarkan oleh produsen selalu update, mengendarainya pun menyenangkan.
Awalnya saya akan menabrak pagar rumah orang, tetapi adikku yang mengajariku cepat-cepat berkata
"Giginya diturunkan, injak rem kaki"
Nah akhirnya terselamatkanlah pagar bapak itu *maaf lupa namanya, kan pagernya gak jadi di cium pak, heheee...

Nah, setelah diajari cara mengoperasikan motor dengan gigi, yaitu dimulai dengan memasukkan kunci yang gantungannya imut, dan melihat apakah posisi gigi dalam keadaan normal kemudian baru kita menginjak gigi yang ada di pedal kaki kiri *bener ya? huuh, yang diinjak kaki kanan itu rem untuk roda belakang  dan rem untuk roda depan menggunakan tangan kanan itu lho yang ditarik trus brenti tapi bakalan ciiuuuuuut roda belakang akan terangkat, oleh karena itu jangan terlalu kencang menariknya.

Nah, akhirnya berhasil saya mempelajari bagaimana mengoperasikan motor jenis moped yang memiliki gigi, ugh dengan lihat saya mampu mendahului kendaraan didepan dan mampu mengendarai motor dari Semarang kota menuju Kota Pati, haloooo.... hihii, 

Nah, teknologi otomotif kian maju dan diperkenalkanlah motor jenis sekuter dimana jaman dahulu kala yang diingat adalah vespa, yoaaa. And Now banyak merk jenis sekuter yang ramai bersaing dipasaran Indonesia.


Perbedaan Sekuter dengan Moped tadi adalah ada ruang diantara kemudi dan pengendara, bisa untuk menempatkan anakku disitu, hihiii *iya akhirnya saya kenalan juga dengan motor model begini. Bedanya adalah kedua rem didominasi berada ditangan, tangan kiri memegang kendali untuk mengerem roda belakang menggantikan kerja kaki kiri sedangkan untuk tangan kanan masih setia dengan fungsinya mengerem roda depan.

Awalnya sangat susah dan harus berhati-hati sekali menggunakan sekuter ini, dan kejadian menghentak-hentakkan kaki dalam posisi menginjak sering dilakukan atas perintah otak yang terbiasa menginjak rem menggunakan kaki. Lucu? gak banget sich, tapi seeprti inilah budayaku atau memang otakku yang sangat loyal? Satu lagi manfaat menggunakan sekuter, saya tidak perlu mengganti-ganti gigi, ceklak ceklok jadi sepatu saya rusak.

Mengendarai keduanya telah kujelajahi sampai sini saja, satu yang kuambil manfaatnya adalah dua-duanya mengantarkanku dari rumah ke tempat kerja, Inza Allah selamat dan tidak boleh ngebut-ngebutan pesan suamiku tercinta. 

Mana yang kusukai dari keduanya yang sama-sama menyenangkan? sepertinya yang ini dech, nah...yang mana sich? pastinya dua-duanya berteknologi yang mampu kuoperasionalkan, semuanya kusuka dan kupilih *Lha...dipakai bebarengan? 
***
After hour at Tangerang


Berpikir Positif kepada Asisten Rumah Tangga

Asisten Rumah Tangga menjadi momok yang tidak pernah tertinggal atau bisa disebut paket lengkap apabila sebuah rumah tangga, dimana seorang suami bekerja, istri bekerja dan telah memiliki anak yang masih terlalu kecil untuk ditinggal sendiri di rumah.

Jasa Asisten Rumah Tangga inilah yang sangat dibutuhkan untuk rumah tangga seperti diatas terkecuali ada bagian dari keluarga yang sigap, cermat dan memiliki kesempatan untuk menggantikan tugas Asisten Rumah Tangga sebagai contoh mengasuh dan menjaga anak di rumah.

Pekerjaan ART biasa disebut, mencakup urusan domestik rumah tangga, contohnya memasak, mencuci, menyetrika,menyapu, mengepel, memandikan anak, menyuapi anak, hingga menidurkan anak apabila majikannya sangat sibuk dan bekerja larut malam.

Usia mereka berkisar 15 tahun hingga 40 tahun dan tingkat pendidikan rata-rata tidak lulus Semkolah Menengah Atas dan mereka berasal dari pedesaan di wilayah Jawa Tengah, Barat dan Timur.

Pilihan untuk menggunakan jasa Asisten Rumah Tangga kupilih karena sifatnya permanen dan fleksibel. Jika yang menjaga anak dirumah adalah bagian dari keluarga, menurutku sifatnya sangat tidak permanen dan tidak fleksibel, meskipun kadang aku membutuhkannya juga.

Telah disadari sebelum menggunakan jasa ART bahwa turn offer mereka sangat tinggi dan beragam permasalahan telah kugali dari beberapa teman yang menggunakan jasa ART tersebut. Permasalahan tersebut mencakup ART yang tidak betah dan keluar begitu saja, anak yang tidak dijaga dengan benar, dan permasalahan lainnya.

Here


Awal tahun 2012 adalah tahun dimana aku fokus untuk menggunakan jasa ART karena memutuskan bekerja diluar rumah meninggalkan anak berusia 2 tahun. Walaupun berat meninggalkan anakku yang masih enggan untuk mandiri namun aku harus membiasakan psikologinya berjauhan denganku, jahat? aku memandang ini bukan sesuatu yang tidak berperasaan, ini kulakukan bukan sikapku yang egois namun untuk melatih kemandirian anak dan  masih aku pantau ketika berada diluar rumah, waktu dirumah itu untuk aku dan anakku.

Permasalahan munculkah? pastinya. Pertama memiliki ART seorang gadis berusia 14 tahunan dan tidak menginap dirumah alias pulang pergi, ingat inilah faktor yang harus diwaspadai. Urusan domestik, seperti mencuci pakaian kulakukan sendiri karena menggunakan mesin cuci aku bisa melakukan berbarengan dengan memasak dan menyetrika kulakukan ketika malam hari sembari mengajak anak menonoton televisi.

Lalu ARTnya ngapain? fokus berkenalan dengan anakku dan menjaga untuk mau kemanapun anakku mau, urusan menyapu, mengepel itu belakangan. Ringankan pekerjaannya? tetapi pernah membuat saya dan suami kelimpungan karena pagi hari  dimana dia harusnya sudah datang, sampai aku hendak berangkat dia tidak muncul dan ketika kutanyakan kepada saudaranya dia sakit tidak masuk. Hallo enak sekali ya?

Aku marah? bukan marah tetapi menjelaskan seperti ini
"Saya bekerja, Suami saya bekerja, Mba bekerja. Saya tidak bisa tidak masuk tanpa memberitahu terlebih dahulu karena saya bertanggung jawab akan pekerjaan saya, begitu pula Mba, mohon jangan diulang lagi seperti ini ya"
Aku terlalu takut untuk marah, itu benar karena saya membutuhkan tenaganya. Dari segi pekerjaannya dia bisa membuat anak saya mau bersamanya itu prestasi luar biasa.

ART kedua yang saya pilih karena saya pindah rumah adalah seorang pengantin baru, ini masalah yang aku pikir ada pilihan jika dia hamil, benar dia hamil dan suamiku memberi tawaran.
"Ibu sudah terbiasa memasak dan menyetrika sendiri, Mbak hanya menjaga anak dirumah dan menjadi guru buat anak saya, seperti guru privat saja, How?"
Tidak diijinkan oleh suami, yang menyebabkan suami dan saya harus menggigit jari kehilangan ART yang sangat penurut, rajin, loyal, tidak sombong dan tidak mau tidur siang*wkwkwkwk, iya saya menerapkan mereka tidur siang karena anak saya tidak bisa tidur kalau orang disebelahnya tidak tidur. 

ART ketiga ditahun 2012, seorang yang memiliki pengalaman luar biasa menurut dia, karena butuh akhirnya berjalanlah kehidupan normal. Memasak dipagi hari kulakukan, kutinggalkan anakku dalam keadaan seringnya menangis dan pulang meminta aku tidak pergi kemana-mana dan menyetrika didini hari *tepar..... Hingga akhirnya aku harus mengeluarkan dia dari rumahku dengan memberi penjelasan yang masuk akal kepadanya.
"Mbak bekerja dirumah saya, tugasnya menjaga anakku, kenapa ketika anakku dirumah ada anak lain dan ketika mereka berantem, Mbak malah memarahi anakku didepan mataku saat aku masih memakai helm pulang dari emncari nafkah *uhukhuk..."
Apa yang kurang kulakukan untuk ART ke tigaku ini? keluar rumah maghrib dan masuk rumah jam 10 malam? menyetrika kulakukan sendiri, masak memang sudah tugasku, minta ini  kuberikan, minta itu kucarikan *nangis nyesek nich. Namun sebelum terlanjur akhirnya aku mendapat informasi dari tetangga bahwa kelakuannya tidak baik *wotaaaak, pantesan.

ART ke empat ditahun 2012-2013  mendapatkan referensi dari tetangga depan, bahwa kakak dari si ini ingin bekerja di Tangerang, janda punya anak. Dan mendapat pilihan juga seorang ABG yang sudah pernah bekerja, aku pilih yang janda walau awalnya dia meminta gaji lebih tidak kuiyakan.

Ngeri? ngeri apaan? tidak, ada sebuah nasihat dari suamiku tercinta,
"Apa yang kita terima itu adalah buah dari pemikiran kita de', maksudnya jika kita berpikir baik dan positive hasil yang akan kita terima Inza Allah pasti positive, belajarlah untuk memandang seorang ART seperti itu juga."
Kuterima dengan memberikan banyak sekali wejangan *namun gak cerewet ya, walaupun sebetulnya aku sakit hati dan geram sekali dengan ART ke tiga.
"Mba, anakku tidak suka di cuekkin, dia suka diajak ngobrol, suka diceritain dan tidak suka sepi, tolong jaga anakku baik-baik ya mba"
So far, so good pekerjaannya rapi, sikapnya anteng dan tidak banyak tuntutan dengan gaji yang saya berikan sangat standar, namun aku ingin memberikan perhatian tidak hanya gaji yang diperolehnya setiap bulan.
"Mba, pekerjaan tinggal kalau anakku minta ditememin, tidur siang dan jangan cape-cape!"
Selalu pesan singkat ketika aku berangkat kerja, and see? anakku menjadi pribadi yang menyenangkan, bergelanyut dipangkuan si Mbak dan mencarinya ketika sabtu dan minggu mbaknya libur. Cemburu, iya iyalah tapi itu terjadi ketika aku belum pulang, ketika aku sudah dirumah akan mengikutiku kemanapun.

So, kesimpulannya, setiap ART khususnya memiliki sifat, sikap, pemikiran dan hati yagn berbeda-beda, kita sebagai konsumen yang menggunakan jasanya juga harus membedakan dan memikirkan bagaimana harus bersikap terhadap ART tersebut.

Urusan pekerjaan apabila kita mampu menghandle sendiri, lakukanlah. Jika memang tidak bisa melakukan karena repot kerjaan kantor, sakit, ataupun hal lainnya, aku akan memberikan tips lebih dan menginformasikan
"Mba, aku sedikit repot tolong ya masak, nyetrika biar yang penting-penting saja"
Aku juga suka ngobrol bersamanya ketika malam datang sembari bermain dengan anakku untuk mengetahui perkembangan anakku dan bagaimana hubungan anakku dengan Mbaknya.
Semoga hal positive yang kusalurkan dan penjelasan baik dari Mba tersebut mampu membuat dia senang dengan pekerjaannya dan betah untuk menjaga anakku.
***
Tangerang, Always Morning


27 Feb 2013

Wanita Berkendara di Jalan itu Mandiri

Berkendara di jalan baik menggunakan mobil atau motor tidak lagi didominasi oleh kaum lelaki, wanita-wanita sekarang telah lebih maju dan bisa disejajarkan dengan kaum lelaki saat berkendaraan di jalan.

Kecanggihan teknologi baik mobil maupun motor menjadi pendorong kaum wanita lebih mau dan mampu untuk belajar berkendara hingga akhirnya terlatih dan mandiri menjalankan kendaraan  di jalanan.

Sebagai kota besar dan pusat pemerintahan dan Ibu Kota negara Indonesia, Jakarta adalah kota paling macet karena jalanan dipenuhi banyak sekali kendaraan bermotor.

Jalanan penuh dengan kendaraan dan kemacetan menghadang pengendara baik mobil maupun motor yang dikendarai bukan saja oleh kaum lelaki, namun kaum wanita juga tak kalah hebatnya bersedia untuk berada di jalanan yang penuh dengan mobil dan motor.

Credit

Saya mengambil bagian berada dijalanan dengan mengendari motor ketika bekerja sebagai medical representatif tahun 2006 di Jakarta Selatan dimana kemacetan menumpuk dipagi, siang dan sore hari. Ketika hamil anak pertama kegiatan ini masih berlangsung karena lokasi kerja antara saya dan suami tidak sama arahnya.Hal ini tidak mempengaruhi kehamilan saya yang diwarnai dengan kemacetan berjam-jam dan asap kendaraan bermotor yang aromanya sangat aduhai.

Kini saya masih menikmati mengendari motor di kota Tangerang, saya harus menggunakan jalan penghubung Jakarta-Tangerang-Banten yang sangat padat dengan truk besar, kontainer, bus AKDP, angkutan Umum, mobil dan motor yang tidak mau pelan. Suami saya menyarankan untuk melewati jalan kecil atau biasa disebut jalan tikus dibelakang kantor, dan tetap macet wahai pengendara motor, karena jalanan inipun didominasi juga oleh mobil? what?

Kesan saya berpartisipasi menggunakan jalanan untuk mengendari kendaraan bermotor dari awal adalah, ternyata wanita bisa mengikuti laju kemacetan dijalanan yang macet. Fisik wanita yang lebih lemah dari lelaki bukan alasan untuk tidak menghendaki melajukan motornya di jalan. Meskipun kadang wanita mengalami perubahan hormon namun hal ini mampu saya sikapi dengan bijak *kalau didahuli orang, bakalan terus mengejar orang yang mendahui dan puas jika saya akhirnya bisa mendahuli orang tersebut, ayayaa! jangan ditiru ya.

Apabila hujan dan terbendung banjir walaupun kedalamannya hanya 50 cm itulah kesan yang membuat saya harus menangis jika mengendari kendaraan bermotor sendiri. Hal ini dikarenakan saya sebagai wanita tidak paham benar masalah otomotif jika mogok , walaupun tips  do and doesn't  jika bertemu banjir telah dikumpulkan dari berbagai sumber, namun tetap saja bertempur antara perasaan takut, gemes dan ngeri. Dan sampai sekarang jika menghadapi hal tersebut masih nangis meraung-raung walaupun hanya dalam hati saja.
Sewaktu Hujan di Pagi hari
Bisa ngebut dan nyelip juga lho? ini hal yang diuntungkan dikarenakan jam terbang yang tinggi *like a pilot with aeroplane-nya, hihii kenapa bukan supir Metromini atawa angkot? gak, kenapa? hihiii... ilmunya kerenan pilot sich? ada supir angkot yang sekolah mengendari sampai bertahun-tahun? 

Ngebut bagi para pengendara wanita bisa mendapatkan pro dan kontra *tapi kalau ngebut serasa hebat gitu cin' hihiii. Apabila memang saya harus ngebut itu juga masih dalam batas yang wajar paling cuma 75 km/jam kok *bukan ngebut ya? tapi menurutku ngebut sich, itupun apabila track yang ditempuh sudah begitu dikenali dan keadaan mendukung, misalnya konsentrasi sedang on 100 % fokus,  kiri kanan mampu dilihat.

Mendahului atau menyelip kendaraan lainnya, wuuuih ini yang membuat saya senang berkendara di jalanan, walaupun macet, ahihiiii. Kenapa? karena ini menimbulkan atau mengakibatkan saya harus membuat teori tentang berkendara, serius? Mendahului kendaraan harus menggunakan feeling is the best, estimasi yang tepat dan siapa yang didahului, itu.
Ada cerita yang sangat menyenangkan jika mendahului pada tikungan, ini perlu teori dan ilmu yang harus mendapatkan ijazah lho? hahaaa...*kidding. Saat mendahuli di tikungan saya harus benar-benar memiringkan motor, eh...hati-hati! semuanya harus dilakukan dengan hati-hati dan jangan lupa selalu berdoa sebelum berangkat dan terus berdoa juga mendapati jalanan yang sangat macet dengan kendaraan yang ngebut.
So, mandiri di jalanan dengan mengendari kendaraan bermotor sangat menyenangkan walaupun kadang ingin juga diantar suami dimana saya hanya membonceng dibelakang dengan melamun ataupun mengumpulkan ide dan berimaginasi, positive bukan? iya...pilihan yang bermacam-macam pasti ada manfaat dibalik itu, so...? jangan larang jika saya ingin ini, ingin itu banyak sekali...semua semua bisa dijalani jika ada niat dan kesempatan, aamiin.
***
Tangerang, after hour

18 Feb 2013

Memperbaiki Hubungan Bersama Anak

Kumatikan komputer, kubereskan tasku, matikan AC nutup ruangan kerja turun keparkiran, melaju dengan spacy-ku melintasi jalan tikus karena imaginasiku memintaku berbelok menyusuri jalan kecil, aku bisa berbincang dengan imaginasiku yang lama menghilang.
"Aku kangen menulis, aku kangen menulis dengan hati tentang kalian, tentang suamiku, tentang anakku dan tentang imaginasiku...huuuu"
Kok bisa segitunya ya kangennya? seperti inilah perasaanku, di sini sedikit kucurahkan, *plak, tamparan itu begitu keras hingga akhirnya dialog antara aku dan imaginasiku menggiringku kesini, peluk dan ketjup kalian my lovely fam.

18.00 pm tepat aku membuka helm dan disapa anakku tertjinta yang setia menunggu kepulanganku. 
"Ummi bawa hadiah apa?"
"Ummi beli sabun nak"
"yaaah gak beli hadiah?'
"Ada nutri jell nak, kita bikin yuks"
Ada setitik harapan memperbaiki hubunganku yang kurang  romantis dengan anak lelakiku, tak ada tulisan tentang kegiatannya tak ada sapaan dalam puisi untuk kekasih hatiku, *enough semua finish.

"Bu, saya pulang dulu, bapak dan ibu sakit masuk rumah sakit"
Pengasuh Faiz pamit pulang, dimana setiap sabtu sore adalah jadwal dia pulang, namun... ya sudahlah, pasti keadaan ini ada hikmahnya, aku lalui sore ini.

Tanpa membuang waktu, aku mengajak Faiz ke dapur...bukan yang pertama, seperti saat ini, rasanya my day full of love begitu mungkin bisa disebut.

Pertama adalah menyiapkan panci yang biasa kugunakan untuk memasak agar dan jelly, seperti ini nih gaya Faiz:

 
Faiz gembira kan?
Langkah selanjutnya tentunya aku pandu namun kubiarkan Faiz yang mengerjakannya, seperti menggunting bungkus pastinya kulakukan sendiri, menuang ke panci itulah giliran Faiz, menuang gula pasir yang dilanjutkan menuang air yang telah kuukur, dan mengaduknya sebentar agar tercampur menjadi satu asyik sekali melakukan bersama anak lelakiku,

Faiz menuang serbuknya

Gulanya sudah cukup nih

Airnya dituang ya nak,

Diaduk sebentar

Yup, akhirnya rengekan tidak terdengar dari Faiz, semua dilakukan sendiri dengan pengawasanku *happy banget. 
"sekarang giliran ummi ya nak, ke api biar cepet mateng dan kita makan"
Meluangkan  waktu dan mengisinya bersama anak kemudian menuliskan di blog rasanya kebahagiaan ini bukan milikku saja, ada rasa lega yang tak mampu digantikan dengan apapun ketika menuangkan dalam tulisan.

Aku tak mau kembali ke masa lalu, biarlah kesalahan itu aku pelajari, aku pikirkan kenapa salah dan kemudian aku ambil tindakan untuk merubah agar kesalahan-kesalahan berikutnya tidak terjadi, kalau salah lagi..ya seperti itulah manusia *watttaaaaaak,

Malamku berlanjut berdua bersama anak lelakiku yang sedang senang-senangnya memukulku *haduuuh, ketika mengisi perbekalan energi menyantap sop ayam, ku coba untuk menyuapi Faiz walau embaknya bilang sudah makan tadi sore, Alhamdulillah mau lho? *terbang melayang swiiiing.

"dek, dah sampai rumah ya, aku pulang malam ya, baik-baik dirumah"
Suamiku menghubungiku melalui handphone ketika sedang kami sedang makan, yeah berdua dech, kubuka draft demi draft otakku untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang biasanya dikerjakan oleh asisten rumah tanggaku, ketika aku melepas lelah menemani Faiz melihat televisi, dan beranjak tidur tanpa melibatkan diriku dalam urusan rumah *Hasyaaaaaah itu beberapa minggu kemarin ketika...

Kupersilahkan satu-satu yang kurang bermanfaat pergi dari pusaran hidupku, biarlah aku kembali dengan rutinitasku bersama orang-orang yang berada didekatku menuliskan labuhan cerita kami di tanti'story...

Malam ini dengan menikmati jelly yang sudah dingin dan keras, aku menulis di komputer yang tulisannya terlihat besar menurutku dan Faiz kubiarkan melihat televisi disebelahku sembari bermain gunting *apaaaah? sedang belajar bermain gunting tetapi kuajari dulu begitu, bagaimana agar jarinya seirama, huuuuu walau sedikit berantakkan kamar ini namun aku senang, ketika motor sudah masuk, peralatan makan sudah dicuci dan aku sudah mandi *ting'
Faiz menikmati jellynya





17 Feb 2013

Resep Cinta Asem-Asem Tempe

Memasak sudah menjadi bagian dari hidupku, ketika masih kecil membantu ibuku didapur dan beliau tersenyum menatapku dengan hati bertabur pesona cinta. Setelah merantau di Ibu Kota, memasak di kos aku pilih untuk menghemat biaya *heheee ngirit cint! namun karena memasak hubungan antara penghuni kos, hi Rika, hi Tia, Rinoel, Yulia miss u much.

Berbagai resep yang simple kucoba ketika menikah dengan kekasihku tercinta yang seorang simple juga soal masakan, jarang nuntut ini dan itu, pingin ini dan pingin itu. Eh...tetapi kalau soal lauk ada satu yang sering dicari, ach...gampang setiap hari pasti ada!

Sekitar bulan Juli 2012, bahan yang satu ini hilang dipasaran, ada tiga sampai empat hari tidak tersedia dipasar, wah gawat nich...sajian untuk pasangan tercintaku bagaimana? *miris mengabarkan bahwa karena harga kedelai dipasaran melonjak tinggi sekali mengakibatkan pedagang tempe tahu kewalahan.

Keadaan tidak berlangsung lama, akhirnya harga 'tempe' sang primadona dalam menu masakan di rumah stabil dan ketemu lagi....*horay mpe saking senengnya dicium tu bahan makanan dari kedelai.

Sekedar informasi sang primadona ini berpotensi melawan radikal bebas, sehingga menghambat penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosir, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dsb) itu menurut Wikipedia Indonesia. Menurut aku tempe mah bikin gak pusing *huhuuu, pusing mo makan apa lagi?

Karena tempe, aku bisa membuat nugget tempe saat anakku masih baby, steak tempe seperti disini, dan olahan umum dibuat mendoan, kering tempe, semur tempe huuuu mpe gak patah arang dech mengkolaborasikan tempe dengan apapun.

Nah, pas banget di bulan Februari nih, bisa menjadi momentum yang pas untuk menciptakan resep baru, begitu? apa ya... eh di resep kita.com ada banyak resep Indonesia where i'am so like it buanget daaach.

ResepKita.com
Gak salah dech, setelah klik kok langsung yang keluar adalah resep berbahan dasar Tempe, sang primadona di dapurku. Okeh dech aku contoh tu resepnya, tetapi *huaaaaa netes didandang ada satu bahan yang gak ada, bukan satu tapi beberapa, but the show must go on, mumpung hari minggu kan? suamiku tersayang ada dirumah dan belum sarapan pula, okay let's go babe.

Langsung dech kubaca dengan cermat Resep Cinta Asem-Asem Tempe, melihat bahan-bahannya serta modifikasi sedikit dariku karena suatu hal;
  1. 200 gr daging/tetelan, aku ganti dengan daging ayam, we're high kolesterol so... cari amannya *emuach
  2. 2 buah cabai hijau, gak pernah ada di kulkasku
  3. 200 gr tempe, pot 2x2 cm
  4. 3 buah belimbing sayur, gak punya....*glek
  5. 2 sdt asam jawa, remas-remas, aku cukup rendam air saja ya beib,
  6. Lebih lengkapnya di ResepKita.com
 








See?  ada yang gak ada bukan masalah untuk menunjukkan cinta kepada pasangan hidupku...plok-plok, sip ketika suami sedang sibuk didepan komputer, anak sedang menonton televisi, aku siapkan bumbu-bumbu yang dihaluskan ala Resep Cinta Asem-Asem Tempe, diantaranya nich...
  1. 2 siung bawang merah
  2. 5 siung bawang merah
  3. Lengkapnya tetep tengok ResepKita.com, karena aku juga bolak-balik dari dapur ke PC di kamar *watttaaaak, ngerusuhin hubby yang sebenarnya pingin dapet perhatian siiich. 
 Tidak ada sebuah aral karena anak sedang syahdu menonton film kesukaannya, tralaaaaa....


Dok. Pribadi

Cara memasaknya pun sangat mudah, psssstttt lagi-lagi kutarik tangan suamiku, dan kugeser mouse klik ke ResepKita.com, gak apa kan, wong amatir kok *halah.

Setelah memanaskan minyak, masukkan bumbu halus, dan boleh jika selera pedas masukkan potongan cabe, berhubung aku memasak with my kids jadinya gak pedes dunk'. Terlihat layu bumbunya, masukkan daging ayam, tempe dan diaduk-aduk perlahan disiram dengan air kaldu dari rebusan daging ayam. Hm....My lovely husband mencium aroma yang menarik tubuhnya ke dapur  "masak apa sich?"

Dok. Pribadi

ResepKita.com
Alhamdulillah akhirnya Minggu pagi tak lagi mie goreng atawa tempe goreng biasa, ada Resep Cinta dari ResepKita.com yang menawariku untuk melepaskan imaginasi terindah untuk menunjukkan kasih dan hormatku kepada suami tercinta.

"Alhamdulillah, kenyang dek' makasih ya Asem-Asem Tempenya tidak biasa nich, asem, manis dan gurih, emmmmuuuaaaah" seneng..... horay
Terima kasih ResepKita.com, Minggu pagiku yang biasa saja menjadi luar biasa dengan Asem-Asem Tempe. Always make a new and different with ResepKita, bakal bisa masak aaaaaapa saja.

16 Feb 2013

Lovely CILACAP

Kabupaten Cilacap merupakan kota yang berbatasan dengan kota Banjar Patoman di wilayah Propinsi Jawa Tengah.

Kota Cilacap merupakan pertemuan budaya jawa Banyumasan dengan budaya Sunda (Priangan Timur). Kabupaten Cilacap merupakan kota terluas di Jawa Tengah dengan luas wilayah 6.6 % dari total wilayah Jawa Tengah.

Cilacap merupakan kota yang tertera sebagai tempat lahirku, di aktelah pertama kali seorang astin astanti dinyatakan sebagai masyarakat Cilacap.

Menikmati detik demi waktu dengan tahap perkembangan dari bayi mungil imut dan manis, masa balita yang disuguhi banyak cerita, memiliki adik pada usia balita hingga akhirnya berusia pas untuk bersekolah.

"Maunya sekolah yang seperti mba ika, yang pakai rok merah"
Aku kecil berusia 5 tahun lebih 3 bulan pada tahun ajaran baru 1987 menginginkan bersekolah bersama kakak pertamaku yang beda usia dua tahun di SD N Mertasinga 04 Cilacap Utara. 

Mba Ika namanya, duduk di kelas 2 sedangkan aku memiliki julukan sebagai murid "bawang kontong"  dengan maksud "ikut-ikutan" saja, namun terdaftar resmi. Alhamdulillah menamatkan sekolah dasar tahun 1992 dengan tepuk tangan yang meriah dari bu guru yang bernama *sugeng siang bu guru Supinem, bu Sugiharti...pak Suprapto, *ngelap asa hanya itu yang muncul selintas saat ini *karena eh karena mereka datang waktu pernikahanku, seneng banget daach.

***pending story

Tahun 1996, bersama ibuku aku mengurus surat pindah lintas kabupaten untuk syarat masuk pendaftaran SMU di Cilacap. Setelah banyak jalan terjal entah menikung, berliku atawa sedikit macet akhirnya aku dinyatakan masuk menjadi siswi SMU Negeri 2 Cilacap *Alhamdulillah masih Cilacap kan??? 

Bangga dengan Cilacap... seharusnya memang begitu, ketika ditanya asalnya dari mana? trus kujawab "Cilacap" oh...yang bahasane ngapak ya? haduuuh...mang bener sich, asli tapi aku sedikit aneh karena jarang mendengar bahasa cilacap *miss Cilacap...glek glek gelk minum dulu.

"Wah dekat dengan pulau narapidana dong?"
Hi hi hi, apa iya sebuah pulau kecil di sebelah kota Cilacap dengan nama Nusa kambangan yang memang masih masuk dalam kota administratif Cilacap itu yang menjadikan Cilacap terkenal? iya kali *Jitak...

Yang tidak kalah heboh kalau habis pulang dari Cilacap yang ditanyain apa coba?
"Mana kerupuk tengirinya? mana sale pisangnya?"
Aku aja mau semuanya kok, yup selalu kalau menag lagi longgar duitnya, sekardus berisi kerupuk tengiri terbawa hingga tempat rantauan. Rasa kerupuk tengiri beda dengan yang lain, oleh-oleh khas Cilacap ini cocok untuk lauk ataupun dimakan sambil baca blog ku, *lompat girang-girang...
Lelah perjalanan dari kota rantau menuju Cilacap akan disudahi dengan relaks di Pantai Teluk Penyu, Pantai Selatan Jawa yang menyajikan pemandangan indah yang tak kalah mempesonanya dari Nusa kambangan *karena pulau nusa kambangan terlihat dari bibir pantai teluk penyu neng'.
















Merindukan Cilacap rasanya setiap hari buatku, orang tuaku yang berada disana serta saudara kandungku semuanya berada di kota Cilacap, kotanya panginyongan katenye... 







13 Feb 2013

GAYA HIDUP 2013 : MEDITASI

“There are a zillion opportunities each day to meditate…
So just a grab a moment whenever wherever you can…”

Menulis membawa banyak perubahan dalam jiwa, pikiran dan kedewasaanku. Proses menulis bisa dimana saja, kapan saja, bagaimana saja dan apapun yang terekam dalam pikiranku mampu tertulis dan dapat dibaca kembali, bukan hanya aku namun orang lain bisa membaca apa yang kutulis.
Awalnya menulis di buku harian, berani menulis pada social media like facebook or blog. Mengetahui cara menulis yang baik, adalah sebuah  manfaat yang begitu berarti dan itu kudapatkan saat menjalani kegiatan menulis, aku memasuki dunia yang benar-benar baru dan sangat bermanfaat untukku seperti memasuki komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. 

Semangat menulis bertambah tinggi, dengan menulis aku menjadi tahu kadar kemampuan diriku, untuk hal apapun, karena dengan menulis terjadi proses pelepasan pikiran, hati dan kekuatan fisik. Sebuah event yang sangat membantuku tetap menulis kutemukan ketika berada di IIDN, event ini diselenggarakan oleh Indscript Creative agar para blogger konsisten menulis.

Indscript Creative merupakan sebuah agensi naskah yang memiliki visi Personal Branding Agency No 1 di Indonesia, dengan lingkup layanan baru yang menawarkan jasa penulisan yang bertujuan untuk membangun "Pencitraan diri" atau Personal Branding bagi tokoh, politikus hingga pengusaha pada tahun 2013 ini.

Dengan mengusung konsep Personal Branding Award yang menyuguhkan aroma yang luar biasa untuk kukuyah *makanan kah?   dengan aturan main yang begitu mudah, yang pasti menambah ilmu. Indscript Creative akan menerbitkan press release dari sebuah brand.  Sebuah artikel yang sangat menarik dan bermanfaat untuk menjalani hari-hariku melebarkan senyumku untuk menulis.

Setelah press release kubuka, terlihatlah website dari Personal Branding Agency dengan sentuhan warna putih bersih. Adji Silarus seorang lulusan psikology Universitas Gadjah Mada yang lulus dengan predikat cumlaude dan selama  selama 1 tahun mempelajari mengenai One Moment Meditation, menguasai dan memahami tentang “Meditative Mind” serta “Mindfulness”.


Here

Ketika seseorang melakukan aktifitas fisik dengan duduk bersila, memejamkan mata lalu mengatur pernafasan dan pikiran agar batin lebih tenang menggambarkan orang tersebut melakukan Meditasi. Bagi sebagian masyarakat, meditasi menjadi bagian dari ritual kultural yang dikaitkan dengan agama tertentu.

Kulepaskan imaginasiku membaca dan menulis ulang kalimat yang dituliskan Adji Silarus tersebut, ketika aku sedang duduk sendiri, menarik nafas dan melepaskan pikiran yang membebani tubuh yang letih mungkin bisa disebut meditasi (?)

Meditasi bisa dilakukan oleh setiap orang tanpa mengaitkan dengan apapun. Meditasi telah menjadi aktifitas rutin yang kian populer di berbagai kalangan. Bahkan kini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Karena tanpa disadari, meditasi semkin digemari sebagai salah satu cara "mengusir stres". 

Adji Silarus menuturkan Meditasi yang dilakukan sebagai gaya hidup menjadi sebuah prestise sekaligus nilai yang membawa kita pada kesadaran untuk mengenali siapa sesungguhnya diri kita, bagaimana cara pikiran kita bekerja, serta kesadaran mengenai hidup yang sesungguhnya.

Jon Kabat-Zinn, Profesor dari MIT (Massachussetts Institute of Technology) yang juga pakar meditasi, mengatakan, 
"Wherever You Go, There You Are"
Meditasi akan membimbing anda menuju jalan terbaik yang harus dituju dan memberikan pengaruh positif pada keadaan dimasa yang akan datang. Tidak peduli bagaimana masa lalu Anda, seberapa terluka hati Anda dan sekuat apa masalah dalam hidup Anda, meditasi membuat Anda begitu percaya bahwa masa depan Anda akan berkilau seperti berlian. Kehidupan yang terus berkembang, berbagai persoalan dan pencapaian, tidak akan memberikan pengaruh besar pasa sikap kita. Meditasi membantu si sukses untuk tetap memandang kebawah dan si gagal untuk tetap melangkah.

Mengenal dan mengetahui diri kita yang sebenarnya bagaimana pikiran kita bekerja didapat dengan Meditasi yang akan membuat kita percaya diri bahwa sesungguhnya diri ini memiliki potensi dan harus bangkit mewujudkan keinginan kita meraih kesuksesan.

Secara praktis, meditasi adalah proses untuk mengendalikan arus pikiran kita. Benak manusia yang selalu aktif memikirkan banyak hal, rencana atau ambisi dalam hidup kerapkali membuat kita merasa selalu sibuk, terburu-buru dan tertekan. Meditasi membantu kita untuk berpikir dan bertindak lebih tenang. 

Ketenangan itu dapat dicapai dengan melakukan teknik pernapasan. Ya, bernapas. Aktifitas yang kadang tak kita sadari, ternyata memberi pengaruh besar dalam kinerja otak. Saat kita berfokus dalam aktivitas bernapas, akan ada koneksi kuat antara tubuh dan pikiran kita. Dengan bernapas teratur, lembut, dan perlahan, maka kita juga tengah menenangkan tubuh dan pikiran. 

Gelombang otak pada saat meditasi (kondisi Delta) akan terlihat jauh lebih tenang dibanding dengan kondisi ketika raga terbangun (kondisi Beta). Meditasi kini tak bisa lagi dipandang sebagai kegiatan yang aneh atau ritus abnormal, seperti yang banyak diduga orang berhubungan dengan hal seperti: berkomunikasi dengan makhluk halus, atau “berpindah” ke alam lain. 

Meditasi bukanlah aktifitas paranormal, namun berkaitan dengan menenangkan pikiran dan kesadaran kita. Saat meditasi, bukan berarti pikiran Anda melayang jauh. Sebaliknya, pikiran Anda amat sadar, hanya saja lebih tenang, berdiam, dan fokus pada momen Anda saat itu. Meditasi bukanlah sekadar aktivitas satu jam bersila yang diagendakan setiap hari di jam yang sama.

 Meditasi bisa disisipkan dalam apapun aktivitas Anda, asal dilakukan dengan fokus dan sadar. Jika Anda makan, lakukanlah dengan kesadaran bahwa Anda sedang makan, maka makanan Anda akan terasa benar-benar enak. Jika berjalan, sadarlah bahwa Anda sedang berjalan dan fokuslah pada tujuan jalan Anda. 

Prinsipnya, ketika pikiran Anda tenang dan fokus, Anda akan lebih mudah menikmati hidup dan apapun yang terjadi di dalamnya.

Meditasi sebagai gaya hidup itulah yang sudah dilakukan oleh seorang Adji Silarus Masa lalunya yang pernah membuat Adjie mengalami stres berat hingga kesehatan fisiknya melemah, ternyata tidak mampu membuat Adjie kalah. Adjie bangkit dan terus menguat. Dia mencapai titik puncak ketika menggunakan meditasi sebagai TERAPI dan menjadikannya sebuah gaya hidup sehat. 

Kini, Adjie Silarus semakin prima sebagai meditator yang mencapai kondisi delta.

Meditasi memberikan ruang untuk melakukan suatu gerakkan dengan perasaan yang sewajarnya, hal ini tentunya kutemukan dalam ajaran agamaku untuk melaksanakan ibadah. Diperlukan sebuah kekhusyukan dalam hal ini melepaskan pikiran duniawi serta gerakkan yang disadari karena dibalik setiap gerakkan tersebut ada doa dan melakukkannya pun tidak dalam kondisi terburu-buru.
Setelah mengetahui dan memahami bagaimana Meditasi dan apa manfaatnya, mungkin akan menjadi gaya hidup yang senantiasa diperlukan dalam aktifitas apapun. Ketika berada di kantor menemui pekerjaan yang menumpuk, aku bisa melakukkan meditasi sejenak di meja kerja agar dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Mari kita mulai mengikuti langkah Adjie Silarus, dengan menjadikan meditasi sebagai bagian dari gaya hidup. Katupkan mata, atur pernapasan, dan Anda akan mendapat kendali penuh atas diri dan hidup Anda. Selamat bermeditasi!


5 Feb 2013

Cerpen : Ketika Hujan itu (part 2)

Suara Yusna melemah dan melunak seketika melihat Dita menitikkan air mata, betapa tak kuasa melihat sahabatnya sedih. Ingin sekali memeluk sahabat sedari kecilnya itu kedalam pelukannya, betapa persahabatannya tak mampu mengatakan bahwa dia sangat mencintai Dita jauh sebelum Ariel datang dan berkenalan sampai akhirnya mereka berpacaran. Setahun sudah Dita dan Ariel putus, namun kesempatan itu tidak mampu digunakan Yusna untuk menyatakan rasa cintanya, Yusna menikmati hari-hari bersama Dita sebagai tetangga kompleks dan rekan dikantornya, betapa sangat luar biasa kesempatan bersama Dita walau bukan menjadi seorang pacar Dita.

From Part 1
“Apa alasanmu melakukan ini riel?”
 Dita terisak dalam duduknya, ditepi pantai tempat mereka biasa melepas lelah setelah bekerja dan menikmati malam di Yogyakarta kali ini Dita meminta Ariel untuk datang ketempat terindah mereka namun dengan suasana yang berbeda.
“Gue pikir lu sedang sibuk sampai tidak menjawab telepon dan sms sore itu, gue pulang sendiri tanpa kabar dari lu riel, hujan deras! Gue sendirian walau banyak orang-orang dijalanan, tapi gue gak kenal siapa mereka, Dan gue melihat lu bersama wanita itu melintas dijalanan, dijalan yang biasa gue lalui sepulang kerja bareng lu!!!!”
 Dita berdiri dan mengambil tasnya namun tangan Ariel mencegahnya.
Here

“Dit, sebentar dong, Gue salah, gue minta maaf tidak memberitahukan kedatangan....”
 Ariel mencoba untuk menenangkan Dita dan menjelaskan kejadian hujan kemarin. Ariel melanjutkan penjelasannya setelah melihat reaksi Dita yang tetap berdiri ditempatnya.
“Dia teman kecil gue yang baru datang dari Jakarta, dia sudah dianggap anak sendiri oleh mama jadi mama minta gue mengantar ketempat saudaranya” mata Ariel berkaca-kaca menjelaskan tentang wanita yang dilihat oleh Dita, tangannya berusaha untuk mengambil tangan Dita, namun selalu ditepiskan oleh Dita. Ariel putus asa menghadapi keras kepalanya Dita. Ariel sedikit pasrah bila penjelasannya bakal dianggap angin lalu oleh Dita.
Dit, tolong duduklah sebentar, kita bicarakan masa depan kita saja ya, ”
 Rayu Ariel memohon kepada Dita yang berusaha beranjak dari tempat itu.
“Masa depan? Masa depan yang mana Ariel? Masa depan gue dan lu sepertinya akan berbeda deh...”
 Dita berkata kepada Ariel dengan nada acuh tak acuh. Tak lama kemudian Dita berkata dengan nada yang lebih pedas, sepertinya Ariel harus selalu minum dari gelas yang berada di meja.
“Salah ya kalau lu kasih tahu ke gue dulu kalau hari itu, jam sekian lu mau menjemput teman kecil lu dan akan melewati rute yang biasa gue lalui, dan tolong Dita pulang dengan Una ya atau bisa naik taksi bersama yang lain, Nah ini gue melihat dengan mata kepala gue sendiri lu boncengin wanita yang sok genit itu!!?”
Dita melenggak-lenggokkan badannya menirukan gerakan tangan wanita yang dilihat bersama Ariel sewaktu berboncengan tangan disore yang hujan itu, betapa Dita tidak tercengang dan terbengong melihat Sepeda motor yang sering dinaikinya dengan pengendara yang sangat dikenalinya membawa wanita yang tidak dikenalinya. Apalagi disaat Dita pulang dari kantor sewaktu hujan deras, sesuatu yang amat tidak disukainya. Sakit, hancur dan pecahlah tangis Dita seketika.
“Ga bisa ya sopan sedikit dengan pacar orang, apa bahaya kalau bonceng sepeda motor tidak dengan memeluk pengendaranya?! Kan bisa berpegang pada jok motor?”
 Emosi Dita semakin menaik, keluar mengalir begitu saja dari mulut Dita, sesekali Dita melototkan matanya tanda Dita sedang jengkel.  Ariel hanya mampu diam dan tidak berani menatap mata Dita. Sejujurnya memang inilah kesalahan terfatal dari Ariel, membiarkan Dita sendirian disaat hujan, disaat waktu yang paling tidak disukai Dita.
“Malamnya, lu hanya sms ke gue jelasin kalau motor lu dibengkel harus diganti mesin , bokap lu belum pulang jadi gak bisa jemput gue, ternyata bakat menjadi pemain sineteron sudah ada ya riel? Kenapa lu tega bohong kegue hanya karena wanita itu?”
Dita sedikit terhibur dengan kata-katanya sendiri sehingga keluar senyuman asam dari bibirnya, diliriknya Ariel hanya menunduk dengan memainkan kunci motornya. Betapa hakim cantik bernama Dita sungguh susah untuk ditaklukkan, ataukah memang Dita cemburu buta tanpa meyisakan sedikit waktu mendengar penjelasan dari Ariel dan mengingat masa-masa indahnya selama tujuh tahun tersebut. Sepertinya setiap wanita melihat pacarnya bersama wanita lain pasti akan marah dan emosi, tapi kalau sudah dirayu dan dijelaskan mampu mereda, nah...kenapa wanita satu ini sulit sekali ya?
“Dita...lu sedang becandakan marah-marah seperti ini?”
 Ariel sedikit tenang dan berpikir Dita memang mampu menyimpan perasan dan berloncat-loncat dari sedih ke gembira tanpa ada jeda. Walaupun sejatinya Ariel paham, Dita memang sedang begitu emosi dan marah. Dita benci hujan, Dita tidak mau saat hujan dia seorang diri, Dita pernah bercerita kepadanya, bahwa Dita pernah merelakan dirinya hujan-hujanan menuju rumah Una yang kebetulan satu kompleks, ketika menyadari dirinya hanya seorang diri dirumah.
***
bersambung