28 Mar 2013

Traveling di Dalam Kota

Traveling around the city, inginnya around the island. Berhubung liburannya masih taraf domestik dalam pulau bagi aku dan keluarga kecilku, jadi judulnya around the city, mohon doanya agar bisa membawa jagoan dan suamiku melintas pulau seperti yang kulakukan bersama teman dalam rombongan kantor, tempat aku bekerja. 

Aku bukan seorang traveler ataupun pecandu jalan-jalan yang heboh, namun aku mengajukan proposal kepada sang nahkoda rumah tangga untuk menyempatkan jalan-jalan mengisi liburan meskipun dalam kota. Mengapa? bagiku jalan-jalan merupakan sebuah kesempatan yang pantas untuk mempererat ikatan cinta dalam bahasa keluarga kecil. Senin hingga Sabtu, aku dan suamiku bekerja mencari nafkah meninggalkan sang buah hati yang pastinya butuh perhatian. Bagiku, makna berlibur harus ada yang namanya jalan-jalan.

Traveling bisa kemana pun, baik itu wisata alam, wisata religi, wisata kota maupun jalan-jalan antara mall satu ke mall lainnya. Intinya satu, pikiran dan tubuh kita relaks dan menikmati perjalanan liburan tersebut. Mengkondisikan tubuh dan pikiran agar selalu relaks selama perjalanan berwisata sangat perlu dilakukan. Agar setelah selesai rute jalan-jalan tadi tidak ada satupun hal yang malah membuat tidak bahagia.

Perjalanan wisataku bersama keluarga kecilku masih sedikit sekali dibandingkan teman-teman lainnya yang bergabung dalam komunitas traveling. Namun, aku lega sudah mengenalkan anakku yang berusia tiga tahun berwisata ke alam, ke pantai, ke kota tua dan ke mall. Mengapa mall selalu aku sebutkan? liburan dengan mengisi waktu berjalan-jalan ke mall juga perlu untuk up grade informasi, sepertinya begitu.

Perjalanan wisata di daerah Semarang. Selama dua tahun aku dan keluarga kecilku tinggal di sana, sekelumit kenangan manis tersimpan rapi. Mampu dilihat dengan tersimpannya gambar yang akan menceritakan segala sesuatu.

Grembel Asri, Gunung Pati, Ungaran ( Wisata Alam )

Sebuah tempat wisata keluarga, yang di kemas apik dengan suasana pegunungan, pepohonan yang hijau, kolam renang tersedia untuk anak-anak serta sebuah taman Dinosaurus. Sebuah tempat yang berada di Jalan Raya Manyaran- Gunung Pati. Untuk menuju Grembel Asri, dari arah Semarang Kota (Tugu Muda) menuju arah Kalibanteng (Bandara), lalu belok ke arah jalan Abdurrahman Saleh  ke arah rumah dinas walikota, tidak jauh dari situ ada Sekolah Semesta, letak Grembel Asri, tidak jauh dari sekolah tersebut. Untuk tiket masuk 10.000 rupiah, waktu itu dan punggung tangan akan distempel seperti ketika berada di Dunia Fantasi, Ancol. Grembel Asri pantas dijadikan tempat berlibur bersama keluarga, teman maupun mengajak rombongan keluarga besar, karena tempatnya sangat adem dan kekeluargaan.

Grembel Asri,2010
   
Taman Dino, Grembel Asri, Ungaran
Umbul Sido Mukti, Bandungan, Semarang ( Wisata Alam )

Sebuah tempat wisata di kota semarang yang terletak di desa Sido Mukti kecamatan Bandungan. Untuk menuju ke tempat tersebut membutuhkan waktu sekitar dua jam lebih dari arah Kota Semarang. Aku dan keluarga kecilku dua kali berlibur ke Umbul Sido Mukti, aku sangat tertarik keindahan alamnya dan sejuknya udara yang berhembus meninggalkan sejuta kenangan tersendiri. Aku pernah mencoba lintasan flying fox-nya, namun sayang suamiku mengendong anakku, jadi tidak ada gambar yang merekam. Umbul Sido Mukti menawarkan pesona wisata bagi keluarga yang sangat lengkap. Dibalut udara yang dingin tak pernah menjemukan mata untuk terpejam menikmatinya. Kolam renang yang tersedia berbagai kedalaman memisahkan antara yang mahir dengan yang masih bayi seperti anakku. Ada tawaran menunggangi kuda dari pintu masuk ke dalam maupun keluar, tetapi jalan kaki juga tidak begitu jauh. Anakku sangat suka menunggangi kuda, langsung ke punggung sang kuda. Ach ingin rasanya berlibur ke sana lagi membawa teman-teman maupun kelompok arisanku kesana. Dengan tiket masuk 6.000 rupiah kala itu, sungguh tidak mengecewakan meskipun dari rumah begitu jauh.
Umbul Sido Mukti, BAndungan, Semarang, 2010
  
Pemandangannya tak menjemukan mata
Klenteng Sam Poo Kong, Kota Semarang

Kota Semarang terkenal akan eksotisme bangunan peninggalan Belanda, seperti kawasan kota tuanya, bangunan lawang sewu, tugu muda dan masih banyak lainnya. Ada yang menarik di jalan Simongan Raya Semarang. Sebuah bangunan dengan dominasi warna merah, layak sebagai tempat wisata yang cukup unik. Bangunan tersebut kini difungsikan sebagai klenteng dan banyak sekali dikunjungi oleh warga keturunan China untuk peribadatan. Di dalam klenteng tersebut, terdapat patung laksamana Cheng Ho yang keturunan muslim. Entahlah, ketika menikmati bangunan indah dan gagah ini, rasanya sedang berada di China. Semoga komunitas traveling yang mengajakku berlibur ke China, aamiin. Untuk menuju ke Klenteng Sam Poo Kong, cukup sulit jika menggunakan kendaraan umum, karena angkot tidak melintasi tempat ini. Dengan tiket masuk 3.000 rupiah mampu dijadikan tempat wisata yang murah namun eksotis.


Klenteng Sam Poo Kong, Semarang



Dominasi Warna Merah
 
Bangunannya indah
Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan.

Liburan lebaran, aku dan keluarga kecilku menyempatkan pulang ke Jakarta dan berjalan-jalan di Jakarta. Pilihan tempat wisata bagi anakku dan keluarga besar suamiku adalah ke kebun binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Sebuah tempat yang tidak asing bagiku, namun karena bersama anakku yang sedang tumbuh dan berkembang membuat suasana begitu menyenangkan. Belajar berdekatan dengan binatang yang ada di situ, dan belajar mengucapkan binatang apa yang dilihat. Tiket masuk  5.000 rupiah dan jika masuk ke Pusat Primata Schmutzer akan dikenakan biaya lagi sebesar 6.000 rupiah. Untuk menuju ke Ragunan sangat mudah, karena di lalui angkot. Lalu? tunggu apalagi untuk wahana belajar anak sembari berwisata di saat liburan?


Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, 2011
 Taman Monumen Nasional, Jakarta Pusat ( Wisata Kota )

Mengunjungi Jakarta ketika berlibur lagi, selalu aku sempatkan untuk mengajak anakku berjalan-jalan ke tempat menarik bagiku. Salah satunya adalah taman monumen nasional yang bisa digunakan untuk berjalan-jalan pagi maupun untuk berwisata sejarah. Taman ini difungsikan untuk melepas penat dan menghirup udara Jakarta yang penuh polusi. Tiket masuk ke taman tentunya free namun jika masuk ke monumennya pasti membayar. Bagi yang ingin menikmati tengah kota Jakarta dalam rimbunan dedaunan,berlibur bersama teman, kelompok maupun komunitas tempat mendedikasikan hidupnya, taman ini sangat tepat untuk dikunjungi. Hari Minggu taman monas ini akan ramai sekali, apalagi jika ada event yang diadakan di taman monas ini. Silahkan ramai-ramai mengunjungi taman monas yang terletak di dekat setasiun Gambir. Jika perlu membeli buku panduan untuk traveling di kota Jakarta.


Taman Monas, 2011
 
Taman Monas, 2012


Hari Minggu sangat ramai
Kebun Raya Cibodas, Puncak, Jawa Barat ( Wisata Alam )

Menikmati kepenatan ibu kota, setelah pindah kembali di Jakarta. Ada sebuah tempat wisata alam yang sangat indah, sejuk dan merilekskan pikiran. Meskipun sangat jauh dari tempat tinggalku, aku mengajak keluarga kecilku untuk menyusuri jalan toll yang membawa mobil yang berjalan tersendat jika memasuki kawasan puncak Bogor. Bagi yang menggunakan kendaraan umum, tidak susah, karena jalur menuju Kebun Raya Bogor terdapat angkutan umum hingga sore hari. Kebun Raya Cibodas terletak di daerah Pacet, jika pernah mengunjungi Taman Safari di Bogor, kurang lebih satu jam Kebun Raya Cibodas akan terlihat. Suasana di dalam yang begitu hijau, sejuk dan enggan untuk beranjak aku alami. Anakku sudah berusia tiga tahun mengunjungi kebun tersebut. Jiwa anak-anaknya sangat riang dan gembira berlarian di rerumputan nan hijau. Ketika ditawari menyusuri jalan yang curam untuk turun ke pusara bumi melihat air terjun, aku mengiyakan. Subhanalloh, anakku luar biasa senang dan dia kuat berada di tempat ini. Dengan tiket masuk yang begitu membingungkan bagiku, semuanya terbayar lunas dengan lega. Saat itu aku masuk pukul 10.30 pagi dan beranjak pukul 18.00 sore. Berwisata di pegunungan dan alam, serta melihat air terjun begitu banyak manfaatnya mengajari anakku, jadi? memilih wisata? tempat  ini asyik juga lho. 



Kebun Raya Cibodas, 2012
 
Kebetulan mengenakan baju hijau, tambah seger


Air Terjunnya,


Menikmati senja di depan air mancur
Wisata Kota Tua, Jakarta Pusat

Melalui kawasan kota tua sangat rugi jika tidak mencicipi tempat-tempat yang menarik di situ. Bangunan peninggalan Belanda sangat indah untuk dilihat dan berfoto di depannya. Traveling awal tahun 2013 adalah jalan-jalan ke kota tua sebagai wisata liburan di Jakarta. Museum Fatahillah merupakan tempat yang paling ramai dikunjungi oleh orang-orang yang mengisi liburannya untuk sekedar jalan-jalan, maupun berwista. Toko Merah, sebuah bangunan yang sangat menarik buatku. Aku membayangkan menjadi noni Belanda, dan berfoto di sana. Namun sayang seribu sayang, Toko Merah yang terletak di pinggir jalan tidak menyediakan lahan parkir, jadi suamiku merasa enggan terlalu lama berhenti di pinggir jalan. Setelah itu, ada sebuah jembatan yang bernama Jembatan Kota Intan, bagus ya namanya. Aku menjelaskan kepada anakku, bahwa jembatan ini sudah ada sejak dulu sekali. Jembatan Kota Intan ini sering dipergunakan sebagai tempat favorite foto pre-wedding lho, aku dan anakku juga harus menyempatkan foto-foto. Kemudahan sarana transportasi memungkinkan bagi pengguna kendaraan umum untuk menggunakan bus Trans Jakarta koridor 12 (Tanjung Priuk-Pluit), yang telah dibuka untuk mengembangkan kawasan Kota Tua. Kawasan Kota Tua layak untuk dipergunakan sebagai wisata sejarah. 


Museum Fatahillah, 2011


Di Pelataran Museum


Toko Merah, 2013


Pintunya besar


Jembatan Kota Intan, 2013


Anakku, Faiz bergaya
  
Jembatan Kota Intan, 2013
Perjalanan liburan lainnya banyak sekali, berwisata maupun sekedar jalan-jalan. Inti dari sebuah traveling bagi aku adalah menyegarkan pikiran dan tubuh, mengunjungi tempat yang belum pernah disinggahi, ingin mengetahui tempat tersebut dan mengajarkan kepada anakku jiwa petualangan, mengajarkan apa yang ditemui di tempat wisata tersebut. Kelak aku membutuhkan buku panduan jika jiwa traveling anakku kian memuncak. Tidak ada rugi atau mubah, berwisata tidak harus ke tempat yang jauh, ke tempat yang sulit untuk dicapai. Tengoklah kiri dan kanan, rasakan pesona liburannya, indahkan kenangan dalam sebuah foto yang terbingkai indah dengan rasa penat yang hilang usai jalan-jalan.
***

19 Mar 2013

Lebih Dekat Dengan IIDN

Aku seorang wanita biasa yang memiliki cita-cita luar biasa. Cita-cita di mana semua orang pasti mampu dan memiliki potensi tersebut. Cita-citaku ingin memiliki sebuah buku yang akhirnya bisa dijadikan film, ehem...tinggikah? enggak sepertinya.

Apa yang aku lakukan? hanya bercita-cita sajakah? tentunya iya awalnya, karena aku tidak tahu harus bagaimana memulai, pastinya tidak bisa langsung punya buku kemudian dijadikan film, sinetron sekali kan?

Cita-cita mempunyai buku itu awalnya harus bagaimana sich? pastinya harus memiliki kualitas tulisan yang bagus dong, harus paham bagaimana caranya menulis, bagaimana mengolah satu kata menjadi rangkaian kalimat yang mampu membuat orang banyak terasa menjadi pemeran dalam tulisan tersebut.

Belajar menulis, aku sangat antusias ketika berselancar di pesohor mesin pencari google. Apa yang diberikan mbah google tersebut? Blog, betul dipamerkanlah oleh si mesin tersebut, bahwa blog itu adalah media untuk belajar menulis. Baiklah, aku sudah punya blog kala itu, tetapi isinya standar dan masih konsumsi pribadi karena niatnya adalah sebagai diary virtual saja.

Kembali aku singgah ke rumah mbah google untuk bertanya, selanjutnya blog kita harus diapakan? Artikel yang sangat menarik pertama kali aku klik adalah link Ibu-Ibu Doyan Nulis. Kemudian, langsung menyusuri di mana rumah Ibu-Ibu Doyan Menulis tersebut? ada apa di sana?
Credit
Media Social Facebook memberiku kemudahan untuk menemukan rumah IIDN, aku mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk oleh founder IIDN Mba Indari Mastuti, seorang wanita hebat yang menjadi direktur Indscript Creative sejak 2007. Mba Indarilah yang memegang kepengurusan secara nasional, kemudian baru di share kepada pengurus wilayah.

Mba Indari
Aku senang sekali dengan interaksi dari para Markom dan juga Ibu-Ibu yang berada di IIDN. Sebuah interaksi yang mengalir sangat profesional dengan belaian lembut kodrat seorang ibu. Mencoba menunjukan blogku dengan cara meletakkan link tulisan dari blogku, aku mulai mengenal Ibu-Ibu yang keren.

Kelas yang terjadwal, meskipun kadang kala aku mengikutinya, dikarenakan aku seorang ibu yang juga bekerja sehingga ada jadwal yang tidak bisa aku ikuti. Banyak manfaat yang aku dapatkan dengan mengikuti kelas di IIDN, contohnya kelas fotografi yang diasuh Ibu Vivera Siregar, kini aku harus memikirkan bagaimana mengambil gambar yang bagus untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Mataku basah ketika melihat di rumah Ibu-Ibu Doyan Nulis disaat mereka berbunga-bunga gembira telah memiliki buku yang terbit ataupun artikel para ibu mejeng di media, baik nasional maupun lokal. Senang sekali berada di tengah-tengah mereka, dan wadah IIDN inilah yang mengetuk semangatku kembali yang tertengger cita-cita luar biasa memiliki sebuah buku, mau apa lagi? saatnya beraksi! 

Apalagi disaat Mba Nunu El-fasa yang bisa banget membuat getar jiwa ini terasa cetar cetir ketika mengabarkan telah terbit buku dari anggota IIDN, kapan ya aku bisa seperti mereka? gak salah lagi aku harus tetap berada dalam semangat yang disiramkan oleh Mba Indari, Mba Lygia Pencanduhujan serta para teman-teman di IIDN. 

Aku suka gambar ini, Mba Lygia

Mba Nunu












Benar, IIDN mengusik hatiku, menguras imaginasiku yang kian berantah entah ke manapun. Aku ingin fokus untuk belajar terlebih dahulu, tulisanku baru terangkai dengan suka dan senang saja tanpa ada nyawa yang membawa hendak dibawa kemana tulisanku? hanya di folder laptopkah? hanya konsumsi pribadi? konsumsi teman-teman di blog? setar...aku ingin mewujudkan mimpiku, inilah kesemaptannya, dekat sekali, cita-cita sudah ada, bakat bisa dipoles, wadah untuk belajar ada di IIDN, bismillah.

Aku sangat beruntung bersama teman-teman di IIDN, dimana berbagai kategori buku telah diterbitkan oleh para anggotanya. Tengoklah buku Ternyata Menulis Itu Gampang, meskipun aku belum punya namun membaca judulnya saja rasanya maknyes hati ini. *Sedang dialokasikan budget untuk membeli buku-buku IIDN dan mulai berdoa agar terwujud cita-citaku dalam wadah IIDN.

Credit

Credit

Credit

Credit
Di atas adalah contoh kecil dari buku-buku yang telah diterbitkan bersama IIDN, mau apalagi? wait and see? sudah tidak jamannya lagi, karena dalam group Ibu-ibu doyan nulis ini juga diberikan pelatihan, meskipun berbayar untuk belajar menulis. Writerpreneur I telah sukses diadakan dengan banyak sekali apresiasi positive dari para peserta, dan aku hanya mampu gigit jari karena tidak mengikutinya.

So, bulan ini aku mau dan mau melabuhkan cita-citaku bersama IIDN sedikit lebih dekat dengan cita-citaku dengan mengikuti pelatihan writerpreneur. Benar, antusias para anggota maupun yang belum menjadi anggota sangat luar biasa, oleh karena itu, IIDN mengadakan kembali pelatihan WP II dengan sub pelatihan Buku Laris, Rejeki Manis dan Menulis Artikel. Inilah kesempatan emas yang diberikan oleh Allah SWT, sehingga aku dipertemukan dengan IIDN.



18 Mar 2013

Memilih Tindakan Operasi untuk Melahirkan Bayi Faiz

Operasi Caesar menjadi pilihan suamiku, bapakku dan ibuku ketika hendak melahirkan sang buah hati. Alasannya dikarenakan aku telah dua hari berada dalam bukaan tiga yang tidak kunjung bertambah menjadi empat.

Operasi Caesar, buatku bukanlah pilihan yang asal-asalan namun semua demi keselamatan aku dan buah hatiku. Cerita mengapa aku melahirkan Caesar ada di sini. Ketika Mak Elisa Koraag mengadakan giveaway dan menyodorkan tiga buah catatan mayanya, aku memilih blog nomor satu.

Blog emak Elisa Koraag tersebut ada tiga, berikut nich;

- http://nyonyafrischmonoarfa.blogspot.com/
  - http://elisakoraag.blogspot.com/
  - http://vanenbas.blogspot.com/

Nah, blog yang aku pilih tersebut aku memilih sebuah artikel, dengan judul Kisahku: Melahirkan dengan operasi caesar. Apa alasannya? seperti dituliskan di atas, aku melahirkan buah hatiku melalui opersasi caesar, dan aku ingin mengetahui bagaimana ibu-ibu yang lainnya yang merasakan tindakan yang sama denganku.

Ketika membacanya ada tetesan air mata mengalir dan desiran halus dari tubuhku yang mengingatkan kembali bagaimana ketika aku memutuskan 'mau' dan menjalani tindakan operasi caesar hingga pemulihannya yang memakan waktu hampir tiga bulan.

Nah, tentunya aku membuka tiga buah blog emak Elisa Koraag tersebut dong. Blog pertama tentunya menuliskan tentang kisah beliau yang tentang apa yang dilihat, dirasa dan didengar. Blog yang ke-dua, menuliskan tentang kegiatan-kegiatan sosial beliau. Blog yang ke-tiga, sesuai dengan namanya tentunya akan ditemukan bagaimana Emak Elisa Koraag menceritakan buah hatinya dalam kesehariannya. Luar biasa,itu pendapatku yang masih baru dalam dunia blog. Sama dengan beliau, aku memiliki blog untuk aku dan duniaku, dan blog yang menceritakan tentang anakku.

Terakhir yang susah nich, belum pernah sama sekali bertemu langsung dengan beliau. Tetapi menemukan namanya di komunitas emak-emak blogger tentunya bisa langsung mengetahui bahwa beliau adalah orang yang sangat berjiwa sosial, kapan ketemu ya? 

Buat Emak Elisa Koraag mohon maaf ya jika ada kalimat dan kata yang kurang berkenan. Saya mencoba mengenal meskipun hanya dari membaca tulisannya saja.

Tulisan ini untuk Di ikut sertakan pada Elisa Koraag's Give Away



Giveaway

16 Mar 2013

Pelelangan Ikan Tanjung Pasir

Pelelangan ikan bukan nama yang baru aku dengar, di kota asalku yang pernah aku ceritakan di sini, yang juga terdapat pantai yang sangat indah dan terdapat tempat pelelangan ikan pula. Namun sama sekali aku belum pernah menginjakkan kaki di tempat pelelangan ikan di Cilacap, lho? *tersipu malu.

Memasuki tempat pelelangan ikan di daerah Pantai Tanjung Pasir di wilayah Teluk Naga baru pertama kalinya bagi kami. Tentunya setelah Bapak Presiden yang terhormat yang datang lebih dahulu dalam acara blusukan di awal Januari 2013. Memilih ke tempat pelelangan ikan juga dikarenakan suatu alasan tertentu *jadi tidak niat awalnya. Oh iya, Teluk Naga itu berada di daerah Tangerang arah Bandara Soeta ke Jakarta.

Dari tempat parkir, terlihat banyak sekali orang bergerombol di sebuah bangunan yang terbuka. Terdengar seorang yang menyebutkan angka dengan cepat dan sejujurnya, aku tidak paham maksudnya apa. Suamiku yang kutanyakan hanya menjawab "beginilah namanya pelelangan" *iya bener aku ngerti.

Kami beranjak menjauh dari tempat itu dan menuju dermaga.  Tidak begitu bagus suasananya, terlalu kecil tempatnya, kapal-kapal yang tersambat di dermaga juga bukan kapal besar. Aku membayangkan kapal nelayan di Cilacap yang begitu besar dan banyak, juga kapal nelayan di daerah Muara karang yang pernah aku singgahi.
 
Hasil jepretan astin astanti


Hasil jepretan astin astanti
 
Episode narsis dan berfoto pasti tidak terlewatkan, teriknya panas matahari, tak menyurutkan langkahku untuk mengajak kedua lelakiku. Faiz ayo kemari...dan tidak banyak gambar yang diambil karena settingnya tidak sebagus yang aku pikir. Foto ini sebagai kenang-kenangan, bahwa keluarga ini pernah ke sini. *okeylah.

Bergaya di terik matahari?


Ingin mengatakan bahwa lautnya itu tenang sekali


Tidak ada hitungan sepuluh menit, aku meninggalkan dermaga itu karena panas yang tidak mampu aku lawan. Dalam perjalanan, aku melihat ada dua nelayan sedang membawa hasil tangkapannya yang akan diserahkan ke tempat pelelangan.

Mereka sedang menghitung hasil tangkapannya

Nelayan itu tidak menggubris yang ditanyakan kami, takut ketahuan katanya

Nelayan tersebut tidak mau menjual hasil tangkapannya kepada kami, takut dimarahi petugas pelelangan begitu *husw...kok seperti itu?. Akhirya suamiku masuk ke kios ikan segar. Kios yang menjual ikan segar juga hanya beberapa, suamiku mencoba bertanya harga ikan bawal dan udang pacet yang ketika dibuka penutupnya *wooooow besar sekali.

Faiz memainkan ikan ayam-ayam *untung penjualnya baik.
 Kembali ke tempat pelelangan ikan, aku penasaran sebetulnya bapak itu ngomong apa sich? ketika ku tanyakan kepada penjual ikan di kios tadi, di sana pasti lebih mahal dan ikannya kurang bagus. Aku perhatikan muka-muka orang-orang yang ada di situ, mereka sibuk menyimak dan menggeser ikan-ikan yang terletak di lantai.

Ikan yang sedang dilelang

Dibiarkan tergolek begitu saja

Karena tidak berhasil menaangkap apa yang dimaksud, aku mengajak suamiku meninggalkan tempat itu. Ada yang ngerti? bahasa apa yang digunakan ketika berada di temapt pelelangan ikan? perlu lain waktu untuk mengunjungi secara khusus temapt pelelangan ikan Pantai Tanjung Pasir.
***

11 Mar 2013

Sarapan Untuk Meningkatkan Kerja Otak

Sarapan atau makan pagi adalah makanan yang disantap pada pagi hari. Waktu sarapan dimulai pada pukul 06.00 pagi samapai dengan pukul 10.00 pagi hari. Sarapan merupakan waktu yang penting dan sangat dianjurkan untuk dipenuhi, karena alasan kesehatan. Fungsi Sarapan bagi tubuh kita adalah untuk  memberikan nutrisi pada otak, sehingga pada anak-anak yang menyempatkan waktunya untuk sarapan, prestasinya di sekolah lebih baik dari pada anak yang tidak sarapan. Dianjurkan menyantap makanan yang ringan bagi kerja pencernaan, sehingga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar serat dengan protein yang cukup namun dengan kadar lemak rendah.

Credit

Mengingat pentingnya sarapan bagi  perkembangan tubuh dan kinerja otak, orang tua saya terbiasa memberi contoh kepada anak-anaknya untuk sarapan meskipun sedikit tetapi memiliki kandungan seperti di atas. Sajian yang diberikan untuk sarapan tidak harus mewah ataupun lengkap, yang penting adalah makan siang itu menurut ibuku tercinta. Beliau memberikan lauk nabati/ hewani kemudian ditambah sayur baik oseng maupun kuah namun bukan santan, karena santan memiliki kadar lemak yang cukup mengganggu pencernaan jika dikonsumsi pagi hari.

Ada beberapa anggapan yang menyebutkan bahwa sarapan itu kurang perlu karena akan membuat perut sakit karena perut masih dalam keadaan belum siap menerima asupan makanan ataupun ada anggapan dengan sarapan kita akan cepat mengantuk karena karbohidrat yang masuk ketika sarapan.


Mereka yang berpikir bahwa sarapan tidak penting justru keliru. Riset di Harvard University AS menunjukkan, orang yang teratur sarapan pagi memiliki kecenderungan hingga 50 persen tidak mengalami kegemukan ketimbang mereka yang melewatkan sarapan. Ada saintis yang mengatakan sarapan sebagai makanan untuk otak. Kajian menunjukkan sarapan ada kaitannya dengan kecerdasan mental. Secara ringkasnya, sarapan dapat memberikan kesan positif terhadap aktivitas otak menjadikan otak lebih cerdas, peka dan fokus.

Riset para ahli dari Universitas Swansea Wales membuktikan bahwa pelajar yang selalu sarapan mencatat rata-rata skor 22 persen lebih tinggi ketimbang rekannya yang tidak sarapan. Ketika Anda bangun pagi,  sebagian besar energi  – dalam bentuk glukosa dan glikogen – telah habis terkuras oleh aktivitas sehari sebelumnya.  Menurut para ahli, glukosa adalah satu-satunya bahan bakar yang dibutuhkan otak. Tanpa glukosa yang cukup, Anda merasa lelah dan berkunang-kunang. (Dari Sini)

Tips untuk menyediakan sarapan sederhana yang saya lakukan :

Ketika menyiapkan bekal ke kantor-Do
  1. Menyediakan roti gandum dengan selai macam-macam rasa, ini dibutuhkan bila tidak sempat memasak makanan empat sehat lima sempurna.
  2. Membiasakan memasak nasi terlebih dahulu, kemudian lauk pauk ringan dan sayuran yang mengandung serat tinggi.
  3. Apabila waktunya tidak cukup untuk sarapan di rumah, ada baiknya kita membawa bekal untuk dimakan di tempat tujuan.

Mengingat begitu pentingnya sarapan bagi tubuh dan kerja otak, saya senantiasa membekali diri jika tidak sempat sarapan di rumah. Saya juga menerapkan sarapan kepada buah hatiku supaya kelak dia akan terbiasa untuk menyempatkan sarapan pagi agar kinerja otaknya maksimal, aktifitasnya juga tidak terhambat karena daya tahan tubuhnya fit dan juga sarapan itu sangat sederhana, lalu kenapa harus meninggalkan sarapan?


9 Mar 2013

Chitato-mu Menggelitik Dompetku

Iklan Chitato yang dibintangi agnes monika tentunya sangat menarik perhatianku saat membabat tayangan televisi yang sedang ku tonton namun entah mengapa sedikitpun tak mengerakkan jiwa konsumerisme ini tergerak untuk langsung membeli ataupun membelinya ketika ada kelebihan uang di dompet ketika bertandang ke super market, kenapa ya?

Mengicipi chitato pemberian ibu mertuaku untuk anakku juga sedikipun tidak melumat bungkusnya *iya iya lah cin. Sengaja membeli untuk anakku? tidak juga, paling kalau memang dia merengek nangis dan bla bla bla tak mampu dialihkan dunianya *caile? 

Masuk ke dalam sebuah drama...
Pada suatu pagi nan mendung, ketika perut telah kenyang menyantap sarapan di rumah dengan lahapnya, berangkat menuju kantor mengendarai sepeda motor, apa yang terjadi?

Seorang lelaki berjalan dengan santai dengan sebuah tas yang mengelantung di tubuhnya, tidak, tidak begitu cakep, ganteng atau menarik yang kuperhatikan. Ada sesuatu yang membuatku hampir menabrak kendaraan di depanku karena mataku terus memperhatikan, iya benar aku terus memperhatikan bagaimana lelaki itu mengambil benda berwarna kuning bergerigi dari sebuah tempat, dan memasukkannya ke dalam? oh...no, aku ingin merebut benda itu, namun klakson dari kendaraan di belakangku menusuk telingaku, go!

Aku harus menemukan sebuah tempat dimana aku harus mendapatkan benda itu, bukan pada lelaki aneh yang kulihat tadi, aneh? iya dia sangat aneh karena tingkahnya itu aku begegas berbelok ke sebuah mini market, sip parkir sepi pada pagi ini.

Di mana, di mana? aku bergegas mencari, oh tidak ada, tidak, ini dia nah aku sedikit berbengong, pilihannya banyak sekali aku tak mampu memilih salah satu diantaranya, tolong-tolonglah aku dan aku tidak mau yang seperti lelaki itu punya, harus beda! karena itu biasa, aku sudah pernah merasakannya.

Akhirnya, iya pemenangnya adalah tiga serangkai ini, lihat lah berwarna merah muda, hijau dan cokelat, lucu warnanya, menarik perhatianku. Can you see? mereka akhirnya bisa mejeng di laci meja kerjaku, trala...

Yang pertama aku nikmati adalah Chitato Asian Cuisine, keren kan namanya! baiklah mari lebih dekat kemari.

Chitato terbuat dari kentang segar diiris bergelombang dan dibubuhi bumbu yang menggoda dan amat populer di berbagai kalangan. 

Chitato baru berganti baju nich, dengan kemasan yang begitu mengoda dan mencobanya baklan kembali, kembali lagi untuk mencobanya. Eits, jangan banyak-banyak ya cukup sehari tiga bungkus? apa? sekedarnya saja, nikmati rasanya, bagilah kesan-nya bakalan gak mati gaya dech.

Tunggu, apakah ini iklan? tentunya bisa jadi ini iklan, karena seorang lelaki aneh tadi pagi yang kutemui berhasil memikatku dan menggelitik dompetku nyaris kosong hanya dengan gayanya yang aneh. Aneh? Pagi-pagi coba, kenapa dia makan chitato kemasan kecil sich, tapi penyampaian produk hingga akhirnya aku beli adalah iklan yang berhasil. Selamat, selamat.
***


8 Mar 2013

Bercerita Cinta di Toko Merah Kota Tua

Romantisme Kota Tua di sudut Jakarta tak pernah lekang membuatku berdecak kagum. Bangunan nan eksotik masih terlihat gagah dan menjadi saksi kejayaan Batavia lama di tepian muara Ciliwung.

Sebuah bagunan yang menarik perhatianku ketika melintasi kawasan Kota Tua adalah Toko Merah. Aku baru tahu bangunan itu bernama Toko Merah adalah ketika kami merayakan hari ulang tahun pernikahan kami yang ke- empat tahun dan memutuskan untuk berfoto disebuah bangunan berwarna merah.



Credit



Gedung tua yang didirikan pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem van Imhoff, awalnya merupakan rumah tinggal. Nama Toko Merah diambil dari fungsi bangunan tersebut yakni sebuah toko milik warga Cina Oey Liauw Kong sejak pertengahan abad ke-19, dan juga berdasarkan warna tembok depan yang bercat merah hati langsung pada permukaan  batu bata yang tidak diplester.
 


 




  




Toko Merah memiliki luas bangunan 2.455 m2, terdiri atas tiga gedung yang menyatu. Arsitektur bangunan mencerminkan perbaduan bangunan Cornice House (bangunan dengan dinding muka yang ujung atasnya datar dan diberi profil-profil pengakhiran) dan beratap tropis. Memiliki dua buah pintu masuk berukuran besar dan tinggi dimana pada bagian atas kedua pintu masuk terpasang fanlight atau jendela angin yang berada pada satu kusen dengan pintu. 

Diatas adalah sekilas mengenai Toko Merah dari luar yang Aku ambil dari sebuah situs di sini, Suamiku sedikit khawatir untuk berhenti di depan Toko Merah tersebut *takut disemprit pak Polisi, karena lahan parkir tidak tersedia. 

Akhirnya romantisme yang ingin kuciptakan dengan berpose senyaman dan seromantis mungkin tidak mampu kulakukan, namun yang jelas aku, suamiku dan anakku senang akhirnya bisa merayakan ulang tahun pernikahan dengan berfoto dan berkeliling kawasan Kota Tua.


Abi tercinta setelah dibujuk untuk foto

Cuaca pagi itu sangat cerah, matahari memancarkan cinta yang menghangatkan Toko Merah dan memadukannya dengan cerita cinta kami. Selanjutnya aku ingin mengajukan proposal kepada suamiku untuk bercerita cinta di malam hari di depan Toko Merah yang rasanya bakal romantis habis.





Semoga bapak Gubernur yang memiliki jiwa seni yang tinggi dan Wakil Gubernur Jakarta yang terlihat romantis, menjadikan kawasan Kota Tua seperti Toko Merah tersebut sebagai tempat wisata sesungguhnya, yang tersedia lahan parkir yang memadai, sehingga kapanpun kami bisa berhenti dengan nyaman di depan Toko Merah.
***