Skip to main content

Lebih Dekat Dengan IIDN

Aku seorang wanita biasa yang memiliki cita-cita luar biasa. Cita-cita di mana semua orang pasti mampu dan memiliki potensi tersebut. Cita-citaku ingin memiliki sebuah buku yang akhirnya bisa dijadikan film, ehem...tinggikah? enggak sepertinya.

Apa yang aku lakukan? hanya bercita-cita sajakah? tentunya iya awalnya, karena aku tidak tahu harus bagaimana memulai, pastinya tidak bisa langsung punya buku kemudian dijadikan film, sinetron sekali kan?

Cita-cita mempunyai buku itu awalnya harus bagaimana sich? pastinya harus memiliki kualitas tulisan yang bagus dong, harus paham bagaimana caranya menulis, bagaimana mengolah satu kata menjadi rangkaian kalimat yang mampu membuat orang banyak terasa menjadi pemeran dalam tulisan tersebut.

Belajar menulis, aku sangat antusias ketika berselancar di pesohor mesin pencari google. Apa yang diberikan mbah google tersebut? Blog, betul dipamerkanlah oleh si mesin tersebut, bahwa blog itu adalah media untuk belajar menulis. Baiklah, aku sudah punya blog kala itu, tetapi isinya standar dan masih konsumsi pribadi karena niatnya adalah sebagai diary virtual saja.

Kembali aku singgah ke rumah mbah google untuk bertanya, selanjutnya blog kita harus diapakan? Artikel yang sangat menarik pertama kali aku klik adalah link Ibu-Ibu Doyan Nulis. Kemudian, langsung menyusuri di mana rumah Ibu-Ibu Doyan Menulis tersebut? ada apa di sana?
Credit
Media Social Facebook memberiku kemudahan untuk menemukan rumah IIDN, aku mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk oleh founder IIDN Mba Indari Mastuti, seorang wanita hebat yang menjadi direktur Indscript Creative sejak 2007. Mba Indarilah yang memegang kepengurusan secara nasional, kemudian baru di share kepada pengurus wilayah.

Mba Indari
Aku senang sekali dengan interaksi dari para Markom dan juga Ibu-Ibu yang berada di IIDN. Sebuah interaksi yang mengalir sangat profesional dengan belaian lembut kodrat seorang ibu. Mencoba menunjukan blogku dengan cara meletakkan link tulisan dari blogku, aku mulai mengenal Ibu-Ibu yang keren.

Kelas yang terjadwal, meskipun kadang kala aku mengikutinya, dikarenakan aku seorang ibu yang juga bekerja sehingga ada jadwal yang tidak bisa aku ikuti. Banyak manfaat yang aku dapatkan dengan mengikuti kelas di IIDN, contohnya kelas fotografi yang diasuh Ibu Vivera Siregar, kini aku harus memikirkan bagaimana mengambil gambar yang bagus untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Mataku basah ketika melihat di rumah Ibu-Ibu Doyan Nulis disaat mereka berbunga-bunga gembira telah memiliki buku yang terbit ataupun artikel para ibu mejeng di media, baik nasional maupun lokal. Senang sekali berada di tengah-tengah mereka, dan wadah IIDN inilah yang mengetuk semangatku kembali yang tertengger cita-cita luar biasa memiliki sebuah buku, mau apa lagi? saatnya beraksi! 

Apalagi disaat Mba Nunu El-fasa yang bisa banget membuat getar jiwa ini terasa cetar cetir ketika mengabarkan telah terbit buku dari anggota IIDN, kapan ya aku bisa seperti mereka? gak salah lagi aku harus tetap berada dalam semangat yang disiramkan oleh Mba Indari, Mba Lygia Pencanduhujan serta para teman-teman di IIDN. 

Aku suka gambar ini, Mba Lygia

Mba Nunu












Benar, IIDN mengusik hatiku, menguras imaginasiku yang kian berantah entah ke manapun. Aku ingin fokus untuk belajar terlebih dahulu, tulisanku baru terangkai dengan suka dan senang saja tanpa ada nyawa yang membawa hendak dibawa kemana tulisanku? hanya di folder laptopkah? hanya konsumsi pribadi? konsumsi teman-teman di blog? setar...aku ingin mewujudkan mimpiku, inilah kesemaptannya, dekat sekali, cita-cita sudah ada, bakat bisa dipoles, wadah untuk belajar ada di IIDN, bismillah.

Aku sangat beruntung bersama teman-teman di IIDN, dimana berbagai kategori buku telah diterbitkan oleh para anggotanya. Tengoklah buku Ternyata Menulis Itu Gampang, meskipun aku belum punya namun membaca judulnya saja rasanya maknyes hati ini. *Sedang dialokasikan budget untuk membeli buku-buku IIDN dan mulai berdoa agar terwujud cita-citaku dalam wadah IIDN.

Credit

Credit

Credit

Credit
Di atas adalah contoh kecil dari buku-buku yang telah diterbitkan bersama IIDN, mau apalagi? wait and see? sudah tidak jamannya lagi, karena dalam group Ibu-ibu doyan nulis ini juga diberikan pelatihan, meskipun berbayar untuk belajar menulis. Writerpreneur I telah sukses diadakan dengan banyak sekali apresiasi positive dari para peserta, dan aku hanya mampu gigit jari karena tidak mengikutinya.

So, bulan ini aku mau dan mau melabuhkan cita-citaku bersama IIDN sedikit lebih dekat dengan cita-citaku dengan mengikuti pelatihan writerpreneur. Benar, antusias para anggota maupun yang belum menjadi anggota sangat luar biasa, oleh karena itu, IIDN mengadakan kembali pelatihan WP II dengan sub pelatihan Buku Laris, Rejeki Manis dan Menulis Artikel. Inilah kesempatan emas yang diberikan oleh Allah SWT, sehingga aku dipertemukan dengan IIDN.



Comments

  1. Semoga terkabul cita-citang untuk bisa nulis buku Mba Astin

    ReplyDelete
  2. Mba Ety Abdoel : terima kasih mba

    ReplyDelete
  3. Mudah2an keinginannya dikabulkan Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Mbak, saya tambah semangat baca ulasannya...
    Bismillah, kita bergandengan tangan merajud dan mewujdkan mimpi2 Mbak :-)

    ReplyDelete
  5. Mba Ningsih Ali : Aamiin, terima kasih, ngeladang di IIDN, nabuuur beniiih, dipupuk, disirami dan diiiiirawat.

    ReplyDelete
  6. Mba Tri Makasih ya mba. ayo yang kuat pegangannya mba. Aaamiin mimpi itu indah

    ReplyDelete
  7. Semoga terwujud cita-citanya ya, Mba Astin :)

    ReplyDelete
  8. Semoga tercapai impiannya ya Mbak :) Jadi lebih semangat untuk ngeblog lagi nih. Dulu pernah punya blog tapi nggak pernah ditengok. Blogku yang ini juga bongkar pasang hehe. Mau tau lebih banyak soal komunitas IIDN ini. Selama ini sih ngeblog ya nulisnya cuma apa yang ada di pikiran aja hihi, foto-foto juga pakai kamera digital biasa. Mau menjadikan blog sebagai jejak cerita untuk anakku ^.^ Semoga dimudahkan proses penulisan bukunya ya Mbak :)

    ReplyDelete
  9. Emak Riweuh : aamin, terima kasih Mba

    ReplyDelete
  10. Mba Heni : aku ngeblog untuk kenangan juga, Mba. Jadi kita tahu pernah nulis apa...Makasih kunjungannya dan doanya, aamiin.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Pengalaman Menggunakan Gigi Palsu

Tiga tahun yang lalu saya sudah ingin sekali menceritakan pengalaman ini. Pengalaman pertama kali kehilangan satu gigi depan bagian atas. Pengalaman tidak memiliki gigi depan bagian atas dan harus ompong selama beberapa minggu. Pengalaman setiap beberapa hari sekali ke dokter gigi, untuk mendapatkan perawatan gigi yang hilang tersebut. Pengalaman dipasang gigi palsu tanam dan menggunakan gigi tersebut hingga tiga tahun. Dan juga pengalaman ketika gigi palsu tanam tersebut hampir lepas.

Fungsi Utama Gigi
Menurut Wikipedia Indonesia, Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Memiliki struktur dan variasi yang memungkinkan untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi itu sendiri adalah untuk merobek atau mengunyah makanan. Dengan adanya gigi dengan struktur yang lengkap dan sempurna. Proses merobek dan mengunyah makanan akan menjadi mudah. Untuk menyantap makanan yang keras, makanan yang panas ataupun dingin oke oke saja, kan giginya sehat.

Fun…