30 Apr 2013

Proyek Indah Membuat Buku Tentang Anak

Menjadi penulis itu impianku, pastinya impian para blogger juga kan? 
Entah itu mulai dari buku Antologi ataupun langsung terbingkai menjadi buku single perdana yang laris manis bak rujak disiang hari yang panas.

Baiklah, komandan blogCamp meniupkan sebuah ide yang sangat bermanfaat buatku, juga para blogger dimanapun kalian berada. Ide tersebut adalah " Proyek Penerbitan Buku Karya Anggota Group Warung Blogger"  dimana banyak sekali kategori buku yang akan diterbitkan.

Awalnya menyumbang artikel untuk buku tentang Parenting telah kuketik dan kukirim kepada DO nya, teh Myra yang cantik nun jauh disana. Keisenganku menyentilku untuk bertanya DO buku Anak sudah ada belum? sebenarnya ingin juga sih, mengingat menjadi DO disini banyak sekali manfaatnya.

Nah, ingin tahu lebih lanjut bagaimana cara mengirim artikel yang bisa dibuat dalam sebuah buku tentang ANAK? let's see the rule... yang pasti paraa emak yang doyan ngeblog pasti tertarik dan diharapkan partisipasinya disini ya?

Syarat Umum dari WB : 
Proyek menulis buku ini gak cuma tentang Anak. Ada juga cerpen, parenting, true story, hobi, dll. 1 orang boleh ikut berbagai macam kategori sekaligus. Silahkan hubungi masing-masing DO dari tiap kategori. Siapa aja DO? Ada di WB jawabannya
Disamping itu, ada yang perlu dilakukan sebelum mengirim artikel tentang anak,   
  1. Blogger dan harus jadi anggota WB (yang belom terdaftar bisa klik disini untuk join) 
  2. Blogger ibu-ibu, bapak-bapak, yang sudah memiliki anak maupun belum dan para anak-anak yang suka nulis cerpen tentang anak dipersilahkan.
  3. Gaya penulisan bebas, gak perlu pake bahasa baku. Pokoknya jadi diri sendiri aja kayak kita nulis di blog masing-masing - Yang penting jangan kasar, tidak menyinggung SARA, gak vulgar.
  4. Pake bahasa Indonesia.. Gayanya bebas (lihat syarat #4) yang penting jangan pake bahasa alay dan singkatan-singkatan..
  5. Membahas masalah dunia anak, baik tentang aktifitasnya dirumah, disekolah juga bisa cerita pendek tentang anak, permainan anak baik tradisional maupun modern.
  6. Postingan boleh dari yang udah ada di blog atau tulisan baru juga gak apa-apa.. Atau tulisan lama, di revisi supaya terlihat lebih fresh juga boleh
  7. Karena bicara tentang anak juga luas jadi di batasi untuk parenting dari usia lahir sampai usia SD (+/- 12 tahun)
  8. Boleh kirim lebih dari 1 artikel
  9. Di setiap naskah yang di kirim ada tips-tips berdasarkan pengalaman pribadi atau kalo enggak ada sesuatu yang memberi inspirasi buat yang baca. Yang jelas jangan malah balik tanya ke para pembaca. Misalnya ketika menulis tentang cerita kalo anaknya susah makan, di akhir tulisan malah tanya ke pembaca "Gimana caranya supaya anak saya gak susah makan ya?". Jangan yaaa..  
  10. Minimum 500 kata
  11. Ketik di words. Format kertas A4. Time News Roman font 12. 1,5 spasi. Margin 3333
  12. Untuk yang berminat mengirim kategori parenting bisa langsung kirim tulisannya ke saya di astinastanti@gmail.com
  13. Format email [AnakWB] Judul Tulisan
  14. Di badan email tulis nama asli atau nama pena (terserah pilih yang mana), dan nama FB (buat ngecek udah jadi anggota WB atau belom), URL Blog (syaratnya kan harus blogger ), Biodata singkat penulis.. Nanti data2 ini akan di cantumin di buku di halaman "Tentang Penulis"
  15. Isi artikel JANGAN di tulis di badan email. Tp di words ya..
  16. DL : Bisa kirim dari sekarang sampai tanggal 31 Mei 2013

Makasih yaa
DO Anak




19 Apr 2013

Review Novel : Selingan Semusim

Selingan Semusim
Alaika Abdullah
Smart Garden
xiii-197

Sebuah judul novel yang mengerutkan keningku. Selingan Semusim, entah aku sudah bisa menebak atau hanya bisikan Mba Alaika yang keras membentur gendang telingga dan hatiku. 'Selingkuh' yang akan dibahas dalam novel dengan ilustrasi sederhana namun sarat makna, genggaman tangan dalam ayunan tangan.

Di foto langsung by Astin
Tak sungkan aku acungin jempol di setiap postingan Selingan Semusim, di manapun. Akhirnya nyasar juga 'Selingan Semusim' ke Tangerang. Mba Alaika cantik telah mengirimkan dari Bandung, sudah lama sekali aku merampungkan membaca tetapi masih harus menghela nafas untuk menulis reviewnya. 

Sebelum di buka,


Tanda tangannya

Jujur, novel setebal 350 halaman dapat aku habiskan dalam tempo sesingkat-singkatnya (sehari semalam dach) dan Selingan Semusim, sesorean pulang kerja until Adzan Magrib kelar membaca 197 halamannya dengan membolak balik adegan demi adegan yang kurasa, aku harus mencermati, memahami, mempelajari dan mampu untuk berpikir, that's the true.

Sebuah Novel genre dewasa, layak dibaca oleh wanita dan pria yang menikah dan belum menikah baik wanita menikah maupun ibu rumah tangga. Wajib dan patut untuk dicermati, kata demi kalimat yang terangkai dalam satu peristiwa ke peristiwa lainnya.

Oh iya, setting membacanya adalah di ruang tamu, ketika anakku sedang berlarian di luar rumah dan suamiku sedang asyik di depan komputer dalam kamar. Mba Al menghipnotisku tanpa mengganti baju kerja, aku merobek plastik pembungkus dan segera memotret 'Selingan Semusim' lalu masuk bergelut dengan Fajar dan Novita.

Ada rasa aneh yang menyelinap di dada. Sebuah rasa sendu yang menyeruak tiba-tiba, mengingat nanti siang mereka sudah harus kembali ke habitat masing-masing. Berpisah untuk (belum tentu) akan bersua kembali...
Ada rasa aneh yang menyelinap di dada, sebuah pertanda yang mengawali 'Selingan Semusim'. Hal yang sebaiknya harus berani kita putus dan hilangkan, apalagi sang tokoh utama 'Novita' telah memiliki putri bernama Niken dari sang suami, Arief .

Punya pengalaman sama dari awal yang seperti ini? beranilah untuk mengambil langkah yang tepat, sebelum segalanya menjadi 'gamang' untuk diakhiri.

Sebuah langkah yang salah. Dan membuatnya terbelalak saat menyaksikan pemandangan gagah di depan matanya. Lelaki itu bertumpu pada kedua tangan dan kakinya. Tepat di atas tubuhnya. Tanpa busana!
Lelaki itu bernama Fajar, seorang suami dari istri bernama Shenny. Miris, tapi itulah kenyataanya. Sebuah peristiwa dari sebuah awal yang cukup 'berani' mereka lakukan. Kecelakan dan korban yang tersisa hanya Novita, dijadikan awal bagi Novita untuk menata kembali hati, cinta dan keluarganya. Sebuah peringatan langsung dari Allah atas apa yang baru saja dilakukannya bersama Fajar.

Bukan hal gampang memanggil kembali jiwa seseorang yang keberadaannya tak lagi diketahui setelah sekian tahun. Namun demi Novita, dia mencoba mengerahkan sekuat tenaganya, untuk menelusuri keberadaan Arief, juga Niken. Mencoba mencari tahu apakah keduanya masih berada di atas bumi ini atau telah berpulang ke pangkuan Ilahi,
Selingan Semusim mencapai klimaksnya pada bagian di mana, Arief dan Niken terpisah dari Novita dalam bencana alam tsunami Aceh. Mengapa mereka berdua, bukan salah satu? Sebuah teguran dari Allah menjadi hikmahnya, pertemuan kembali dengan Fajar, menguji hati Novita kembali. Bersatukah mereka? Fajar dan Novita? Mari silahkan menganalisa lebih dalam hati kita masing-masing, temui Mba Alaika untuk mendapatkan novelnya. Novel yang layak untuk menyadarkan kita semua bahwa setiap perbuatan sekecil apapun akan mendapatkan balasan langsung ataupun tidak langsung untuk kita sendiri maupun orang terkasih kita.

Mba Alaika yang kukenal adalah seorang wanita energik, ambisius dan feminime. Aku mengenalnya pada sebuah komunitas para pencinta Ngeblog. Aku suka singgah di Virtual corner-nya, suka dengan penyampaian pikirannya dan suka dengan senyum ramahnya. Sahabat yang sekiranya ingin berkenalan langsung dengan penulis 'Selingan Semusim' dapat menemuinya di pojok virtualnya dan mendapatkan 'Selingan Semusim' nya.

18 Apr 2013

Kado Untuk Pasutri : Hadiah ke Enam

Sejak lama aku memimpikan memiliki sebuah buku 'Kado Untuk Pasutri', sebuah buku antologi dari teman-teman blogger yang keren *mungkin saat diadakan event menulis yang akhirnya dibuat buku antologi ini, aku masih merem melek lihat blog.

Allah sudah menetapkan jalan yang indah untukku. Bunda Yati Rachmat, seorang blogger yang berusia 40 tahun diatasku, membuat event Giveaway dalam rangka ulang tahun ke empat Blog Miscceleneous. Salah satu hadiahnya adalah buku yang Bunda pegang ini, Kado Untuk Pasutri.

Foto Bunda, diambil dari sini
Aku pena dan saran dengan isi buku, dengan tampilan yang manis dan cantik. Kado untuk pasutri, sebuah buku dengan cover yang unik, dengan sebuah pita merah seperti sebuah kado sungguhan. Aku berharap ada yang memberikannya khusus buatku *ngelirik suami, pasti komentarnya "beli sendiri, gih" padahal aku maunya dikasiiih!

Pengumuman giveaway Bunda Yati cukup malam digelar lapaknya, weeeeleh *inget sepagi esok harus bangun, akhirnya aku berjanji membuka PC esok seketika bangun. Namun apa yang terjadi *entah sengaja atau tidak aku ya kesiangan juga, jadi lupa apa yang ingin kulihat *serasa jadi pemenangnya banget sich!

Akhirnya, sesiangan aku baru buka FB, kemudian ada yang bersorak gembira riang senantiasa karena namanya ada di sini dan aku membuka *lagi-lagi kok berharap aku ada *PD banget. Tralaaa... 



Namaku adaaah, aku lihat ke atas, Alhamdulillah dapet di buku antologi Bunda 'Kado Untuk Pasutri' senengnya bukan pake main-main *akhirnya Allah memberikan buku ini lewat Bunda Yati *peluuuuuk.


Nah, ketika pulang kantor hari Rabu, 17 April 2013 ada paket yang sudah bisa kutebak "pasti dari Bunda" yipppie, sekali lagi tanpa berganti baju aku membuka dan membacanya seraya menunggu Faiz pulang mengaji.


Buku 'Kado Untuk Pasutri' berisi 46 kisah nyata dari para penulis hebat, ada diantaranya yang sudah kukenal dan bersapa di dumay. Bunda, terima kasih banyak ya...buku 'Kado Untuk Pasutri' sangat bermanfaat bagi kami, aku dan suamiku *dia kudu baca.

Ada beberapa halaman yang aku beri tanda *sama persis dengan keadaanku, dan aku berharap aku menjadi lebih tegar menjalaninya karena bukan hanya aku saja yang mengalaminya. Komentar suamiku aku mendapatkan 'Kado Untuk Pasutri', hebat dan bagus bukunya...tulisanmu mana? Nah loooh, tunggu bi...my book's  soon, kejutan dach!

Bunda, aku bawa ke kantor juga loooh, tapi sayang...tetangga ruanganku sibuk mulu, aku kepingin promosiin takut ngeganggu. Nah, bagi yang berminat dengan 'Kado Untuk Pasutri' yang diterbitkan oleh Pena Nusantara dapat menghubungi account FB-nya.

Buat Bunda Yati Rachmat, terima kasih dan sukses untuk blognya juga jaga kesehatan ya, Bun.

Update,
Agar mudah mengingat, 

  1. Buku Kado Untuk Pasutri adalah hadiah ke Enam dari rekan blogger, yang menyelenggarakan Giveaway. 
  2. Hadiah ke lima adalah bingkisan dari IIDN karena tulisan tentang "lebih dekat dengan IIDN" menjadi pilihan Mba Nunu dalam kuis Kamis. Link pengumuman pemenang di sini.
  3. Hadiah ke empat, tulisan untuk mengikuti Giveaway Mas Ahmad berjudul "Senangnya Hatiku : Bila Lepas Gundahku" mendapatkan sebuah buku "Selamat Datang Anakku" yang ditulis oleh Mas Ahmad sendiri. Link pengumuman pemenang di sini. 
  4. Hadiah ke tiga dari kontes Modena Indonesia yang kuikuti, ceritanya di sini
  5. Hadiah ke dua, sebuah catatan perjalanan, ceritanya ada di sini. Alhamdulillah mendapat pulsa 50.000IDR.
  6. Hadiah pertama, pecah telor...hihiii, diperbolehkan untuk memilih sendiri hadiahnya, dikarenakan menjadi pemenang pertama, ceritanya di sini. Hadiahnya kupilih mukena, Alhamdulillah yah.
Dan masih ada dua Giveaway yang ada namaku yang akan kutulis. Jadi Alhamdulillah, blog Tanti's Story yang pertama ditulis pada bulan June 2013, telah mendapatkan tali asih sejumlah delapan dari rekan blogger, di usia hampir satu tahun. *Mau buat Giveaway juga? Ckc ckckkk, kepingin...semoga Allah memudahkan rejeki kami (aku, suamiku dan anakku) aamiin.
 

17 Apr 2013

Beras Jepang Membuat Kulit Sehat

Beras merupakan salah satu bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia, khususnya aku yang suka makan nasi yang pulen dan hangat tanpa lauk *ciyuuus? entah, mungkin karena rasa nasi tidak membosankan jika kualitasnya baik, hihiii.... Nah, ternyata di Jepang, beras juga merupakan bahan makanan pokok lho.
Beras jepang sama dengan beras yang dimasak menjadi nasi di rumahku, yang berbeda mungkin kualitasnya ya.  Beras jepang itu jika dimasak bisa pulennya 'ra jamak' bisa nempel pada nori dan kalau makan di restoran jepang, nasinya malah yang banyak *weaaanak.

Beras jepang, selain manfaatnya menjadikan perut kenyang ternyata mampu membuat kulit sehat dan bisa membuat kulitku lebih bersih lho, kok bisa? 

Credit

Awalnya ketika berada di rumah sederhanaku sesaat setelah pulang dari Giant, dalam keadaan tertekan pekerjaan kantor dan ingin suasana yang baru menyegarkan tubuh dan pikiran. Inginnya sich ice cream atawa es buah, tetapi entah kenapa nyasar di bagian kosmetik kemudian beli citra body wash dan rasanya seperti yang diceritakan di sini

Browsing dong jadinya, kenapa Citra menjadikan beras jepang dalam komposisi body wash-nya. Alhamdulillah, dari sebuah product bisa membuat aku mau belajar dan tambah pengetahuan *hooopla.

Kenapa bukan beras di Indonesia? mungkin karena beras yang paling bagus kualitasnya adalah beras di Jepang. Beras di jepang ini memiliki kandungan squalane oil yang tinggi. Squalane oil sendiri  memberikan kontribusi asupan air yang tinggi pada kulit sehingga kulit menjadi lembab. 

Di samping itu, adanya ekstrak beras dapat membantu untuk meningkatkan produksi kolagen, sehingga elastisitas kulit menjadi meningkat. Vitamin E adalah kandungan lain yang tidak kalah pentingnya dalam beras, vitamin E mempunyai fungsi untuk menutrisi kulit supaya terlihat lebih muda.
Kandungan antioksidan dalam beras jepang mempunyai khasiat untuk menghaluskan kulit dan menjadikan kulit menjadi lebih putih. Itulah mengapa kulit wanita di Jepang putih-putih dan halus, ya? *wow, semenarik itukah beras jepang, semoga ada ahli dari Indonesia yang terus mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia dan menemukan bahwa beras indonesia juga banyak manfaatnya. 

15 Apr 2013

Menikmati Pagi di Pantai Kuta, Bali

Asyik, akhirnya bisa menginap di hotel dekat Pantai Kuta *cwiiim, malam-malam kita maen ke sini yoook. Apalah jadinya jika jadwal meeting ternyata sampai malam dan kita para ibu-ibu tidak mampu begadang, apalagi ke pantai meskipun cuma nyeberang doaaaaang.

Hari ke dua, sengaja aku dan rekan satu kamar denganku bangun lebih pagi dan sarapan cepat-cepat di restoran hotel. Restoran masih rada sepi, hanya beberapa rekan dan pengujung Hotel Grand Rama saja yang bangun lebih pagi.




Aslinya ngincer Pantai Kuta, meskipun sudah rapi dengan baju kerja dan membawa kertas-kertas dan lappy *never mind-lah, enggak ada yang lihat inih. Setelah kelar sarapan *yang kala itu, menunya sangat membuat aku eneeg, aku dan Mba Windy nyeberang ke Pantai Kuta.



Waaaah...akhirnya ceeetaaar bana, aku bisa menginjakkan kaki di Pantai Kuta!!! *udiiik kale...secara tahun pertama ke Bali, hanya berada di dalam mobil pada malam gelap gulita. Kesan pertama begitu indah, selanjutnya...Pantai Kuta sangat indah, pemandangannya luas dengan pasir ayng berwarna putih ikut menyanyikan derai air yang memberi salam kepadaku.

Pagi hari masih rindang, lum panas



Aku cantik enggak Mba Windy?


Mba Windy memberikan kesempatan buatku untuk narsis bergaya ala model yang kesasar. Tapi emang romantis Pantai Kuta di pagi hari sekalipun.

Bertandang aku menuju kasih-Mu
Tak bisa aku menahan angin yang melambai
Seraya berlalu, inilah keindahan-Mu
Memberiku kesempatan melihat ciptaan-Mu

Apa yaaah? mencari inspirasi untuk meeting



Sudah lengkap tinggal masuk ruang meeting

Pantai Kuta, pantai yang sanagt ramai didatangi oleh wisatawan mancanegara untuk berjemur, matahari Pantai Kuta seakan menghipnotis para turis memberi warna yang indah pada tubuhnya. Buatku, Pantai Kuta menyimpan cerita, sebuah kenangan yang terayun-ayun oleh ombaknya. 

Kuta Bali, 16 Januari 2013
Capture by Windyarti
Model Astin Astanti

Ciri Anak Autis

Autis? Autisme? megnapa aku membuat postingan seperti ini? Semalam aku mendapat me time cukup lama. Faiz tertidur ketika suamiku belum pulang dari kerja. Melihat tayangan televisi, saluran yang bernama JakTV, sebuah program talk show Kata Dokter dengan presenter dr. Lula Kamal dan dr. Boyke. Nara sumbernya ibu Gayatri seorang master terapi anak berkebutuhan khusus dan chef chitra yang cantik.

Awalnya memang ketika Faiz berusia satu tahun, aktivitasnya tak bisa dikendalikan, jika sudah lelah bukannya berhenti dan istirahat, namun akan semakin tinggi aktivitasnya dan melempar mainannya. Tapi sykurlah, seiring perjalanan waktu, Faiz tumbuh normal.

Credit

Anak dikatakan memerlukan penanganan khusus, jika terdapat dua ciri dari ciri-ciri sebagai berikut;
  1. Tidak bereaksi atau tidak mendengar saat dipanggil namanya
  2. Cenderung main sendiri
  3. Membeo (mengulang) kata yang diucapkan
  4. Menggunakan gerakan untuk menunjukan keinginannya, misalnya menggandeng ayah/ibunya untuk mengambilkan gelas untuk minum
  5. Tidak suka dipeluk/disentuh
  6. Kurang/tidak melakukan kontak mata orang yang mengajak berbicara
  7. Keterlambatan berbicara
  8. Tidak menyadari adanya bahaya
  9. Tertarik pada bagian mainannya, bukan pada mainannya
Menurut ibu Gayatri yang cantik dan awet muda ini, terapis untuk menangani anak berkebutuhan khusus adalah orang tuanya sendiri. Ibu Gayatri sendiri telah berpengalaman menangani anandanya sendiri. Saat ini, anak beliau sudah berusia 20 tahun, sudah bisa mencari nafkah sendiri, menyetir mobil dan sudah berhaji sendiri. Kuncinya adalah dari orangtuanya sendiri, orangtualah yang harus menjadi terapis bagi anaknya, karena orangtuanya yang setiap waktu berada di sampingnya.

Terpikir anak dari temanku, yang ketika bertemu ketika reuni dibawanya. Ketika itu, aku tidak tahu, jika si anak berkebutuhan khusus. Mungkin memang sukanya berlarian dan tidak dapat berhenti sejenakpun, barang-barang di rumah temanku dibanting dan dijatuhkan, tapi sepertinya tidak ada perasan bersalah dari anak berusia sekitar 6-7 tahun itu. Ketika itu Faiz tidur dan aku tidurkan di atas karpet, anak temanku itu menginjak tangan Faiz yang sedang tidur ketika berjalan, sama sekali tidak merasa bersalah. Setelah mengobrol dengan istri temanku tersebut, baru 'engeh' ternyata...sudah dari kecil terapi.

Alhamdulillah, memiliki buah cinta yang normal sehat dan meskipun ada saja ulahnya...seperti itulah masa anak-anak, tinggal bagaimana orangtua yang bijak menasehatinya. Faiz...big hug for u, Nak. 

Ibu Gayatri memiliki sebuah website yang bisa diakses oleh para orangtua yang mencari informasi dan media-media bagi anak berkebutuhan khusus. Beliau sangat peduli dengan mendirikan sebuah organisasi bernama Mpati.


Mencari Waktu Berkualitas Bersama Anak

Senin hingga Sabtu, aku bekerja di luar rumah. Sebuah pilihan dariku yang diaamiini oleh suamiku. Aku memberikan sebuah alasan yang bukan materi *meskipun ngaruh --ya elah garuk2 pala, namun alasannya untuk sebuah psikologi buah hati kami.

Aku bekerja dari pukul 08.00 hingga 17.00 sore, bisa 16.30 aku sampai rumah, namun ketika sedang rame-ramenya dumay *aku menyisihkan waktu hingga 17.30 sore. Tidak sayang Faiz? Faiz mengaji hingga pukul 17.30 sore *adil kan? aku pulang, Faiz pulang *iyeeee ngeles yang bermutu.

Materi postingan kali ini, Waktu yang berkualitas. Nah rada berat, rada sedikit subyektif dan mohon maaf jika ada yang tersinggung. Kok begitu? karena pengertian dan penerapan waktu yang berkualitas bagi masing-masing pribadi, pasti berbeda-beda. *aku pernah berdebat dengan seorang ibu dari dua orang anak, akan masalah ini. *hm... masa lalu dach.

Credit


Masalah bisa terjadi kapanpun, dengan siapapun dan mengenai apapun kan? aku juga punya masalah dengan Faiz, masalah kontak mata, masalah waktu dan akhirnya menurut Faiz aku lebih suka kerja, lebih suka di depan komputer dan "Faiz enggak sayang sama ummi!" sebuah teriakan yang keras memukul bukan hanya gendang telinggaku, tapi hatiku, darahku dan sendi-sendi cintaku.

Sesibuk apa aku sehingga Faiz bisa meneriakiku seperti itu? aku hanya bekerja delapan jam sehari, aku tidak memiliki bisnis sampingan, dan aku juga melayani Faiz ketika aku di rumah. Lalu apa? aku sempat uring-uringan dengan suamiku, aku sempat terkena bogem mentah Faiz dan aku ibu yang macam apa?

Setali tiga uang, kondisi rumah berubah dalam beberapa bulan ini. Hari Minggu bukan menjadi hari Minggu bagi Faiz. Kebetulan suamiku sedang menangani pekerjaan yang hari Minggu menjadi hari kerjanya. Hari libur dan hari Minggu, hanya berdua dengan Faiz. Segera aku mengajukan sebuah proposal kepada suamiku untuk jalan berdua dengan Faiz. Salah satunya adalah cerita ini.  

Aku akhirnya meliburkan jadwal BW, jadwal nulis di hari Minggu kecuali Faiz tidur. Sulit? awalnya sulit, sejam tidak pergi ke dumay rasanya pilu menangis sesak *lebay tingkat cetaaar. Tapi demi anakku, aku lakukan dan akhirnya waktu produktif untuk menulis di pagi dan sore hari sebelum aku memulai aktivitasku di kantor. 

Jadi nungguin Faiz bermain saja? tentunya tidak dong? bakalan malah waktunya tidak berkualitas! ketika menonton televisi, aku usahakan untuk ngobrol dan mengikuti permainannya, Faiz lebih jago bermain puzzel dari pada aku *ketahuan emaknya kagak kreative.

Aku juga mengajak Faiz membantuku mengerjakan pekerjaan rumah *eits bukan eksploitasi anak ya...aku mengajak Faiz mengepel, tujuanku, Faiz seneng, lantai bersih dan lega semuanya, ceritanya di sini. Ketika memasak, Faiz juga tanpa diminta membantuku *terlepas dari anggapan, eh anak cowo kok di dapur *hey hey....chef terkenal rata-rata cowo lho! hehee...laki juga kudu bisa masak, ceritanya ada di sini

Aku hanyalah seorang wanita biasa, wanita yang telah menjadi ibu ditengah rutinitasnya bekerja dan melambungkan cita-citanya serta penanggungjawab rumah. Tapi pekerjaan utamaku seorang ibu yang melayani anak, suami dan rumah. Aku pernah dianggap aneh ketika aku melakukan pekerjaan rumah, katanya lebih baik bersama anak, ada pembantu untuk apa? hey aku ada cerita di sini lho. Bagiku, waktu yang berkualitas adalah waktu aku bisa bersama anak ketika Faiz bermain aku ikut bermain, ketika aku memasak Faiz ada di sisiku bertanya, "ini apa? ini untuk apa?" 

Aku bukan wanita yang sempurna, karena kesempurnaan ada di Allah. Aku bukan seorang supermom bisa jadi aku akan menangis kesakitan ketika aku lelah, ketika sakit. Aku bukan seorang pengasuh yang baik, karena waktuku masih kubagi dengan pekerjaan di kantor. Namun aku berusaha menjadi yang terbaik, berusaha menjadi ibu yang di cari oleh Faiz ketika minta segelas susu, ketika selesai BAK, ketika Faiz hendak tidur dan aku mau harap Faiz membagi ceritanya bersamaku, dipangkuanku.

13 Apr 2013

Artis yang Meresahkanku

Sebuah tema yang kubaca dari para blogger hari ini adalah mengenai rumah dan sekitarnya. Tema tersebut diberikan oleh komunitas blogger Makasar Angging Mammiri yang mengadakan acara 8 Minggu Ngeblog. Aku harus ikut, aku suka temanya, tema disekitar rumahku. Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.
Aku seorang kontraktor, kontraktor rumah yang sangat tidak betah dan telah meandatangani sebuah kertas putih, ingin mengakhiri predikat kontraktor tahun 2013 ini, aamiin. Mengapa diakhiri? aku ingin predikat kontraktor berakhir dan mendapatkan predikat baru sebagai pemilik rumah, aaamiin. Maksudnya? iya, dari tadi aku ingin menjelaskan, bahwa aku adalah seorang kontraktor selama tiga tahun, istilah sederhananya aku menempati rumah kontrakan *iyah...begitu, masa enggak ngerti sich?

Rumah yang aku tempati bersama keluarga kecilku, berada di sebuah desa, di perbatasan Jakarta barat dan Tangerang. Rumah tersebut adalah sebuah perumahan dari salah satu pengembang yang dibuat dengan sistem cluster. Aku setuju ketika suamiku memilih rumah tersebut menjadi rumah sementara, bagi aku dan keluarga kecilku. Sebuah rumah yang telah tujuh bulan tidak ditempati, sebuah rumah dengan dua kamar tidur dan dua kamar mandi dengan pemandangan yang cukup gersang, karena tidak memiliki halaman. 
Dari teras rumahku

Bagi aku, tampilan rumahnya bagus dan tidak terlihat angker, meskipun tidak ditinggali selama tujuh bulan. Rumah tersebut bersebelahan dengan sebuah Mushola, hatiku pasti akan lebih tenang dengan suara adzan yang senantiasa akan mengingatkanku akan kewajibanku. Wajar, bagi sebuah rumah di kawasan perumahan tidak memiliki halaman yang luas atau ala kadarnya, yang penting rumah itu sehat. Melihat kedalamnya, aku sangat cocok dan mendengar suara anakku yang berseru " Faiz mau tinggal di sini". Baiklah akhirnya kami memutuskan untuk tinggal di rumah tersebut, tahun ini adalah tahun ke dua kami mengontrak di rumah ini.

Di sebelah kiri rumah, sebuah mushola yang aku ceritakan di awal. Menjadi ramai ketika sore tiba, oleh anak-anak yang mengaji. Anakku, Faiz akhirnya berkeinginan untuk mengaji, bukan karena aku yang meminta, tapi atas kehendaknya sendiri, syukurlah. Sebelah kanan adalah tetangga dengan dua orang anak, satu anaknya sama usianya dengan Faiz. Di depan rumahku, sebuah kelaurga kecil juga, yang memiliki seorang anak yang setahun lebih tua dari Faiz. Rata-rata warga komplek perumahan ini, adalah keluarga baru dengan anak berusia rata-rata 3-8 tahun. Masalah dalam dunia bermain anak-anak, menjadi cerita yang tidak mungkin habis. Bagi orang dewasa itu adalah ladang untuk semakin dewasa dan belajar mendidik anak-anaknya.
Anak-anak menjadi perhiasan dunia, perhiasan rumah dan perhiasan lingkungan. Dengan anak-anak yang bermain kian kemari, lingkungan di perumahanku tidak sepi. Faiz juga mudah akrab dan bergaul dengan siapapun, kecuali ketika emosi anak-anaknya sedang meletup letup dan Faiz akan memilih dengan siapa dia akan bermain. Anak-anak tersebut seharian bermain dengan pengasuhnya, karena Faiz dan anak-anak lainnya ditinggal pergi kerja olehku dan orangtua mereka. Para pegnasuhlah yang memeberi laporan, apa saja yang terjadi di lingkungan rumah, baik mengenai anak-anak yang bermain, juga tentang lingkungan rumah.

Lingkungan rumahku bisa dikatakan sangat mengecewakan. Kenapa? bukannya ketika memilih aku puas dengan pilihan rumah yang dicari suamiku?. Benar, awalnya tidak sefenomenal dan setenar ini para artis yang berkeliaran di perumahan ini, tepatnya di sekitar rumahku. Awalnya aku anggap biasa ketika mereka sedang asyik ber-catwalk ria. Aksinya berlenggak lenggok dan bernyayi, entah merdu entah malah menangis aku sudah sangat muak. Suamiku pernah berujar, "Seandainya aku warga perumahan di sini, aku sudah lapor pak RT untuk mengingatkan sang promotro artis dadakan tersebut!". Aku langsung jawab saja, "Segera, meskipun bukan warga perumahan sini, tapi kita tinggal di sini. Makanya, Mas aktif dong dengan kegiatan di sini!" 

Isapan hanya sebuah lenggungan saja. Tiap pagi para artis tersebut akan berlenggak lenggok dan bernyayi riang. Memang sich, kadang aku bisa bangun lebih awal juga atas pekerjaan mereka. Tapi tanpa nyayian mereka, adzan yang mengumandang dari Mushola sebelah rumah, cukup membantuku kok. Jadi, enyahlah...atau cukuplah, jangan malah menambah anggota kalian. Tolongm jangan beranak pinak kalian, cukup...biarlah artis-artis dari perkampungan atau peternakan saja yang ikut berkontribusi di dalam lemari esku, yang akhirnya akan menjadi santap malamku. Tunggu, aku sebetulnya juga tidak suka dengan hasil yang kamu berikan kok! tunggu apa lagi, aku ingin sekali melemparimu batu.

"Jangan, promotornya galak." kata tetangga depan rumahku. Aku bisa tega melempari para artis itu batu, karena sepagi itu aku dan anakku ingin jalan-jalan, menikmati udara pagi di pinggir sawah. Anakku muntah, tidak lama setelah membuka pintu gerbang. Awalnya aku saja yang menikmati parfum yang dikenakan artis tersebut, tetapi Faiz yang sangat sensitive wangi yang aneh, langsung muntah dengan sukses. Seorang artis yang aku rasa sedang sakit parah, telah BAB yang encer di depan rumahku. Apa aku tidak boleh marah kepada artis tadi? tidak, mungkin aku memang salah jika aku melempar si 'artis' tadi dengan batu. Seharusnya aku mendatangi sang promotor untuk menghentikan ulahnya mengumbar keseksian para artisnya, di mana BAB para artisnya itu sangat mengganggu udara di sekitar rumahku. Tapi lagi-lagi, aku 'ewuh pakewuh' aku siapa? aku berusia, mungkin 20 tahun di atasnya, megnapa berani kepada penguasa wilayah ini.

Sudah ngeh dengan ceritaku? sudah mampu melihat air mataku yang mengalir menahan tangis ketika anakku berkata, "Bau sekali Mi, kenapa sich ayam-ayam tadi dibiarkan berkeliaran?" aku mendongak tak percaya kepada Sang Khalik. Ini perumahan yang ditempati oleh para keluarga yang mayoritas memiliki anak-anak kecil, yang asyik dengan lari-larinya, asyik dengan kreasinya di tanah dan asyik menikmati udara segar dipinggir Jakarta, tapi halllo?.

Mengapa kau hancurkan kesenangan para anak-anak dengan artismu yang jumlahnya bejibun, yang kau biarkan berkeliaran tanpa ampun, mengeluarkan kotoran sembarangan? tolong, pedulilah, aku tak mampu untuk bersuara karena aku tidak tinggal menetap di rumah ini. Betapa berlitter air dari karbol mengguyur catwalk artismu, sampai kapan? sampai aku memiliki rumah sendiri? sepertinya begitu, baiklah...suamiku, gencarlah kau mencari uang dengan menebar kebaikan, berharap 2013 akhir adalah tahun bagi kita, bagi rumah yang kita miliki atas namaku, ya. Aamiin.
Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri”

9 Apr 2013

Rendang Padang Melambung ke Luar Negeri

Rendang padang, Rendang padang....ketika masih single dan masih kost bersama teman, yang berasal dari daerah Minangkabau, menu rendang padang, selalu ada. Sepertinya, ada yang kurang, jika tak ada menu rendang padang yang tersaji dalam piring sajinya. Aku tak pernah tahu, mengapa rendang padang menjadi begitu tertanam pada otak temanku tersebut. Jawaban yang kudapat, "Kami sudah terbiasa, dengan menu rendang padang, Mba. Kalau, rendang pandang tak ado, seperti tak makan kito". Jadi kangen seorang teman itu. Aku pernah mengganggu rendang padang, kiriman orang tuanya. Setiap pagi, aku pasti colek satu, colek satu rendang padang tersebut.

Rendang padang merupakan makanan tradisional Minangkabau. Tidak hanya disukai oleh masyarakat setempat, namun rendang padang yang menjadi ciri khas Minangkbau telah berhasil disukai oleh seluruh masyarat Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.  Aku pada dasarnya, sangat tidak menyukai masakan pedas dan bersantan. Namun,  ketika jenuh melanda ataupun bingung hendak menyantap makanan apa? yang terlintas adalah rumah makan padang. Pilihannya tidak lain dan tidak bukan adalah rendang padang. Rasa khas, rendang padang, pernah terbawa, hingga mimpi.

Rendang padang adalah makanan tradisional hasil perpaduan antara daging dan santan kelapa dengan kandungan bumbu rempah-rempah yang kaya. Keunikan dari rendang padang berasal dari penggunaan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga berfungsi sebagai bahan pengawet alami. Bawang putih, bawang merah, jahe dan lengkuas merupakan bumbu dasar rendang padang yang memiliki sifat antiseptik. Hal inilah yang menyebabkan rendang , mampu bertahan hingga empat minggu. Hal inilah, yang membuat aku, tidak khawatir memesan rendang padang, dari seorang teman di ranah Minang, ketika hamil anak pertamaku. Rasa rendang padang memang tidak dapat digantikan, meskipun banyak sekali rumah padang di daerahku, namun memesan langsung dari sumbernya di sana, lebih memantapkan citra rasa rendang padang.

Dari sini

Dari sebuah komunitas menulis yang aku ikuti, Ibu-ibu Doyan Nulis. Aku mengetahui, Restu Mande salah satu restoran masakan tradisional Sumatera Barat, yang menjual rendang padang dalam kemasan. Rendang kemasan ini, awalnya dari permintaan konsumen yang meninggkat, pada bulan puasa, hari raya maupun untuk bekal menjalankan ibadah umroh maupun haji. Rendang kemasan tersebut dikemas sedemikian rupa, agar rendang padang tersebut, terjamin kualitasnya, terjaga kebersihan kemasannya dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Rendang padang dalam kemasan ini terjamin tanpa bahan pengawet kimia dan tanpa bumbu penyedap (MSG). Restoran yang mengemas rendang padang dalam kemasan telah berdiri sejak tahun 2004. Restu Mande, telah mengantongi ijin DINKES RI P-IRT No. 8013273011830 dan Sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia No. 01011056740311.


Rendang padang yang dibuat oleh Restoran Restu Mande, mempunyai komposisi Daging sapi Pilihan, Santan Kelapa, Cabe, Bumbu dan Rempah-rempah, tanpa bahan pengawet kimia dan tanpa MSG. Oleh karena itu, rendang padang Restu Mande yang dikemas dalam kemasan, mampu disimpan hingga satu tahun (Analisa 459 hari). Restu Mande, melayani pemesanan di manapun dengan berat bersih, rendang padang kemasan 300 gram. Suatu saat aku akan menikmati lezatnya rendang padang, Restu Mande ini, sekarang baru menulis mengenai rendang kemasan, Restu Mande saja, aromanya sudah terasa. Rendang padang yang dikemas oleh restoran Restu Mande, dalam 100 gramnya mengandung 221,17 Kalori Protein : 38,012 gram, Karbohidrat : 10,344 gram, Lemak : 18,750 gram. Pilihan produk rendang padang dalam kemasan yang ditawarkan oleh Restu Mande, ada dua macam; Rendang sapi original/spacy (hot), Rendang ayam fillet original (hot).  Selain itu, Restu Mande juga menyediakan masakan rendang padang pada umumnya, seperti rendang sapi, ayam fillet, cumi, udang, jengkol dll serta makanan berbahan dasar rendang seperti nasi goreng rendang, mie goreng rendang, spagetti rendang dll.

Rendang padang, Rendang Sapi


Add caption

Melihat ke dapur Restu Mande, tempat rendang padang tersebut diciptakan. Mulai dari cooking atau memasak rendang padang hingga menjadi rendang, setelah itu proses caramelizing. Setelah menjadi rendang padang, proses selanjutnya adalah vacuuming dan dimasukkan ke dalam aluminium foil. Kemasan rendang padang yang rapat terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan alumunium foil dan kemasan plastik transparan. Hal itu membuat kemasan sangat higenis dan bebas bakteri sehingga mempengaruhi daya tahan rendang padang Restu Mande. Setiap kotak seberat 300 gram, berisi sekitar 5-6 buah daging rendang. Untuk menikmatinya, rendang Padang kemasan ini bisa langsung dinikmati atau bisa juga dihangatkan terlebih dahulu.Setelah proses pertama tadi, rendang padang siap memasuki proses packing, kemudian rendang padang dalam kemasan siap dalam proses final produk. Restu Mande telah memiliki agen-agen dan galeri sebagai sarana  pendistribusian rendang padang dalam kemasan.Hal ini dilakukan oleh Restu Mande, untuk mengenalkan rendang padang dalam kemasan keseluruh penjuru tanah air, bahkan hingga ke luar negeri. Kemasan kotak rendang Padang Restu Mande pun telah ditulis dalam tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.

Sejarah berdirinya rumah makan Padang, berawal dari seorang pemilik bernama Amril. Bapak Amril berasal dari kota Pariaman, lahir dan besar di Kota Solok, Sumatera Barat. Beliau mendirikan rumah makan Padang yang beralamat di Jalan Brigjend Katamso No. 64, Bandung. Bisnis rendang padang dalam kemasan yang terus meningkat seiring berjalannya waktu, tanggal 9 Agustus 2012 dibukalah RM Padang Restu Mande, di Jalan AH. Nasution No. 59 depan Koramil Ujung Berung, Bandung  (022 70888804).

Untuk memperkenalkan rendang padang dalam kemasan, Restu Mande mengikuti acara-acara, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satunya pada tanggal  06-09 April 2011, Bersama DEPERINDAG Kota Bandung, Randang Padang Restu Mande mengikuti MIHASS (Malaysia International Halal Showcase) ke 8 di Kualalumpur Convention Centre, KLCC, Malaysia bersama lebih dari 40 negara lainnya memamerkan produk-produk makanan halal sedunia. Pada tahun 2011 juga, rendang padang mendapatkan peringkat pertama dalam daftar World's 50 Most delicious Food yang digelar oleh CNN Internasional.

Kini, rendang padang Restu Mande dalam kemasan, telah diperkenalkan secara luas , di negara tetangga kita, Malaysia, Singapura dan Jepang. Rendang Padang Restu Mande khusus untuk wilayah Jakarta dijual dengan harga Rp 65.000,00 - Rp 69.000,00. Diluar Bandung untuk sementara rendang Padang kemasan ini masih dijual secara online. Ada yang tertarik mencoba?

Saat ini, Restu Mande telah memiliki 60 agen penjual rendang padang di Aceh, Pekanbaru, Balikpapan, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jabodetabek. Di luar negeri, rendangnya juga sudah dijual secara retail ke kawasan Amerika, Eropa, Hong Kong, dan Australia. Untuk wilayah Jakarta, berikut alamat dan nomor telepon agen rendang padang Restu Mande.

JAKARTA BARAT :
Drg, Ita, Palmerah - 0813199888990                                             
Nelson Christian 081386865242
 
JAKARTA PUSAT :
Ibu Nana 085710767487
Ibu Susi, Gunung Sahari 0816825018
 
JAKARTA SELATAN :  
Putri/Marlina 085717121815 / 021 92587741, www.tokorendangonline.com
Pondok Indah, Tati Raksodewanto 021-7651782

Makanan tradisional rendang padang dari daerah Minangkabau, yang dirintis oleh Bapak Amril, dibantu istrinya telah menjadi menu sajian instant. Rendang padang Restu Mande yang dikemas dalam kemasan praktis dan istant telah diperkenalkan ke luar negeri. Malaysia, yang juga mengklaim memiliki masakan rendang harus puas hanya sampai di negaranya saja. Restu Mande, tidak hanya membawa nama rendang saja, namun menekankan "rendang padang" untuk membawa rendang padang Restu Mande dalam kemasan ini, berkeliling dunia. Bahagia rasanya, rendang padang yang menjadi makanan pilihan utama memasuki rumah makan padang, sudah menjadi makanan terlezat di dunia. Aku, bukan berasal dari Minang, tetapi aku bangga akan masyarakat yang membawa makanan tradisional rendang ke penjuru dunia. Sukses selalu Restu Mande, dengan rendang padang dalam  kemasannya.



Tulisan ini diikutkan pada lomba Blog Semi SEO Restu Mande dan IIDN

6 Apr 2013

Ibu dan Bapakku

Ibu dan Bapak, ini ungkapan cinta dari anakmu,

Aku lahir dari seorang ibu, pada tanggal 4 April, 31 tahun yang lalu. Lahir setelah berada dalam rahim ibu, lebih dari sembilan bulan. Ketika aku belum pernah hamil, mungkin aku tidak pernah merasakan, bagaimana seorang ibu ketika mengandung. Ibu tak pernah merasakan lelah, pusing memikirkan bagaimana mendidikku. Tiga tahun yang lalu, posisi ibuku mengandung, aku alami. Subhanalloh, luar biasa. Aku tidak pernah mengucapkan "Bu, tanti sayang ibu", atau " I love You, Mom", yang sederhana saja..."Bu, tanti kangen, pingin ketemu". 

Tapi aku merasa bersyukur, aku masih bisa mendengar suara ibu, meskipun melalui handphone. Dan dari situlah, perasaan sayang yang tak pernah luntur, meskipun jarak terbentang. Tulisan ini, memang bukan sebagai pertanda aku sayang ibu. Namun, betapa leganya aku menulis ini, betapa nikmat sekali memberikan tulisan yang tulus buat ibuku.

Ibu dan Bapak, mendampingi aku wisuda


Aku tidak pernah, merasakan susahnya bapakku mencari uang. Betapa pusingnya bapak, ketika harus membagi uang, untuk kebutuhan kami sekeluarga. Bapak tidak pernah mengeluh, mencari uang itu susah. Bapak selalu memberikan kami pengertian, bahwa kebutuhan yang paling penting adalah, kesehatan, pendidikan, makan. Aku ingat betul, betapa bapak tidak pernah malu, pergi ke kantor naik bis, naik sepeda pernah, naik motor dan sekarang di hari tua bapak, Alhamdulillah, Allah memberikan rejeki, bapak bisa mengendarai mobil. Kini aku paham, ketika aku dipertemukan dengan masa ini. Masa ketika aku, harus membagi uang, untuk mencukupi kebutuhan kelaurga kecilku. Aku sangat merasakan, bagaimana pusingnya bapak kala itu, kala aku menyerahkan kertas SPP, ketika aku minta dibelkan kebutuhannku. Aku sekarang harus bersabar, sama sabarnya dengan bapakku kala itu untuk menunggu cukup uang, membeli sebuah rumah. 

Bapak seorang yang humoris buatku, bapak jarang sekali marah. Marahnya pun ada alasannya. Pak, aku tak pernah memijit kakimu yang lelah mencari nafkah. Bukan aku tak sayang bapak. Mulutku juga tak pernah mengeluarkan kalimat, "Bapak, tanti sayang Bapak". Kalimat selamat ualng tahun dari ujung handphone, itu yang sering aku sampaikan. 

***
Ibu dan bapakku

Ya, Allah...sayangilah Ibu dan bapakku, tanti sayang sama kalian berdua. Tanti sekarang paham bu, menjadi isteri, menjadi ibu, menjadi pengurus rumah tangga. Bapak juga, tanti sekarang paham sekali, bagaimana bapak menyayangi aku dan saudaraku. Tanpa uang, memang tidak mungkin. Tapi tanpa cinta, uang tak ada harganya juga. 

Ibu, Ibu, Ibu dan Bapak. Terima kasih menjadikan tanti ada, hingga sekarang...karena doa kalian, sehingga Allah memberikan tanti kesempatan menjadi seorang ibu, juga yang menjadi isteri dari abinya  anakku. Tanti sayang kalian, maaf jika sampai saat ini, masih merepotkan kalian. Harta berapapun, mungkin tak mampu membalas semuanya. Hanya bakti, cinta, sayang dan patuh serta senyum dari hati tanti, dipersembahkan untuk kalian. Tapi tanti punya cita-cita lho, bu, pak...kita berangkat umroh bersma ya, Inza Allah. Semoga, rencana berhaji ibu dan bapak, terlaksana, dipermudah dan senantiasa disayang Allah, aamiin.
***

“Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba “Ungkapkanlah Cintamu” pada blog senyumsyukurbahagia.blogspot.com, hidup bahagia dengan Senyum dan Syukur”

4 Apr 2013

Kreatif dari Cerita di Balik Noda


Judul Buku : Cerita di Balik Noda

Penulis : Fira Basuki

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Cetakan pertama, Januari tahun 2013

Harga : 40.000

Tebal : xii + 235 halaman; 13.5 x 20 cm









Sebuah buku yang berisi empat puluh dua kisah inspiratif. Ditulis oleh peserta lomba, cerita di balik noda. Sebuah event yang diadakan oleh Rinso Indonesia melalui Facebook. Fira Basuki mengemas dalam sebuah buku bersampul putih dengan gambar percikan noda dari tanah. Fira Basuki sendiri adalah seorang penulis best seller. Fira Basuki menuliskan empat kisah dalam buku ini, yaitu; Bos Galak, Sarung Ayah, Pohon Kenangan dan Foto. Buku ini bisa disebut sebagai buku antologi, karena buku cerita di balik noda, tetap menggunakan bahasa asli para pengirim naskah. Jarang sekali buku yang mengemas kisah unik, kisah para anak-anak yang menginspirasi para orang tua. Dan buku cerita di balik noda inilah salah satu buku, yang harus dibaca oleh para ibu di seluruh Indonesia.

Sesampai di pos ronda, saya lihat Innez sedang duduk sambil menunduk. Pipinya basah, habis menangis. Bajunya penuh noda. Saya pun bertanya, apa yang telah terjadi padanya.

Tentu saja Innez melihat kedatangan saya. Saya langsung duduk di sebelahnya dan mengelus-elus rambutnya. Innez semakin menunduk seperti menyembunyikan wajahnya.
"Innez, ayo pulang, Sayang. Kita ngobrol di rumah, yuk," ujar saya lembut
Seakan merasa bersalah, Innez langsung memeluk saya sambil sesenggukkan. " Ada apa, Sayang, kok sedih begitu? Mami nggak akan marah kok"

Saya perhatikan baju seragam Innez terkena noda kekuningan dan ada sisa nasi menempel di sana.

Cerita di balik noda, memberikan gambaran kepada pembaca tentang sebuah noda. Bisa noda karena tepung dalam cerita berjudul "Celengan", noda darah dalam cerita berjudul "Foto", noda lumpur, tanah dan sebuah daya kreatif dari seorang anak yang rindu dan ingin berbakti kepada papanya yang telah meninggal, berani kotor membersihkan kuburan papanya. Kisah yang melatar belakangi terciptanya sebuah noda juga beragam. Ada dari hal besar menjadi kecil, seperti cerita berjudul "Tak Jadi", akhirnya kedua orang tua Yuni tidak jadi bercerai. Sebuah cerita yang sangat mengispirasi, sederhana namun sangat menyentuh adalah cerita "Si Miskin dan Si Kaya".

Buku cerita di balik noda, memiliki daya tarik yang kuat dari cover-nya. Putih bersih dan ditengahnya cipratan noda tanah.Cukup sulit menebak sebetulnya, jika pembaca belum tahu event Rinso Indonesia. Pembaca bisa salah paham dengan cover yang putih polos dan noda tanah. Seorang pembaca imaginatif, mungkin akan menebak, jika buku cerita di balik noda, bisa merupakan sebuah novel dari noda tanah saja. Padahal di buku cerita di balik noda, banyak sekali noda yang diceritakan. Isi dari buku cerita di balik noda, semuanya menginspirasi. Memiliki kekuatan di masing-masing ceritanya. Namun ada satu hal yang mungkin harus diperhatikan kembali. Cerita "Sarung Ayah" yang ditulis oleh Fira Basuki sendiri, ada yang lepas kontrol edit-nya. Di awal cerita, anak Hana bernama Dewi, namun ketika di tengah berubah menjadi Wulan, pada awal cerita, wulan adalah adik Hendro.

Imaginasi anak-anak mampu berterbangan kemana pun. Akal yang dimiliki masing-masing anak, berbeda-beda tergantung stimulasinya. Kreativitas akan muncul, jika anak-anak diberi kesempatan melihat dunia luar. Jika berdekatan dengan hal-hal yang membuat mereka kotor, itulah tugas para orang tua untuk mengawasi, mengarahkan serta menanamkan nilai moral dari kegiatan anak-anak. Berani kotor itu baik, biarkan anak bebas asal orang tua mengetahuinya. Buku cerita di balik noda, membawa pembaca berlarian, berimaginasi, berkreasi dan menjadi tertantang, bahwa kotor itu tidak selalu negatif.

Kontes Ngeblog Review Buku “Cerita Di Balik Noda” 15 Maret 2013 – 10 April 2013

KEB
Grab From Here

Hari Ulang Tahunku

Alhamdulillah. Hanya kata itu yang selalu menemani setiap desah nafas hari ini. Empat April 2013, hari kamis, adalah pengulangan tanggal lahirku. Ketika hari Minggu, empat April 1982, 31 tahun yang lalu, ibuku tersenyum bahagia sembari mengedipkan matanya ke arah bapakku dan berbisik. "Anak kita lahir, normal, cantik dan sehat."

Kalender 2013 yang aku terima sebelum habis tahun 2012, sudah aku cari dan tandai. Namanya manusia *okeh laline. Bangun pagi hari ini, aku tak mengingat, bahwa hari ini ulang tahunku. Dalam sholat subuhku, aku juga tidak ingat ini hari sebagai pertanda, umurku telah banyak dan berkurang jatah menghuni dunia yang fana ini.
Ketika hendak berangkat kerja, aku baru ingat. "Ini, ulang tahunku. kenapa suamiku tetap asyik di depan komputer, dan anakku bermain di luar rumah?" aneh. Ibuku yang setia menelepon pagi-pagi, juga tak terlihat di layar smartphoneku. Kelu ujung lidah dan derai air mata menetes, jatuh bak banjir bandang yang berkeliaran di kerajaan sang puteri.

"Mas," hanya cukup beberapa detik, menoleh kearahku. Baiklah, aku putuskan berangkat, mengendarai motor spacyku dan beringus-ingusan ria. Jika ada pengendara lain, berpapasan dan menatap ke arahku, aku segera mengeringkan air mataku". Gimana rasanya nyupir motor sembari nangis? seakan-akan ingin mengambil kaca mata kuda dah*ups.

Alhamdulillah. Melihat hamparan sawah menghijau, aku tersenyum dalam kubangan air mata. "Indah sekali ya, sawah itu". Menenangkan diri sendiri. Bukan sekali, dalam perjalanan ke kantor. Seorang pengendara motor, tidak lebih bagus dari motorku, "Alhamdulillah, suamiku membelikan spacy,aku jadi nyaman". Pokoknya semua aku anggap indah *tapi emang indah kok.

Sedang beresin meja kerja, Bapak Manager di kantorku menyambangi dengan menyapa lembut. "Hey, Astin...selamat ulang tahun ya?". Aku melongo bener, tak peduli kalau gigiku ompong. Tak peduli mata sembabku, hingga beliau pun tanya. Cuma sebuah pertanyaan aneh dari mulutku. "Tahu dari manaaaa?". Serius, baru menjabat dua bulan lho!

Aku nangis lagi setelahnya, suamiku belum bilang "Selamat Ulang Tahun" aku enggak butuh kado, aku enggak butuh suasana yang romantis, karena hidupku sudah romantis.  Tak perlu kado spesial, hidupmu bersamaku, sudah sanagt spesial dan itu kado terindah dari Allah SWT, aamiin.