Skip to main content

Ibu dan Bapakku

Ibu dan Bapak, ini ungkapan cinta dari anakmu,

Aku lahir dari seorang ibu, pada tanggal 4 April, 31 tahun yang lalu. Lahir setelah berada dalam rahim ibu, lebih dari sembilan bulan. Ketika aku belum pernah hamil, mungkin aku tidak pernah merasakan, bagaimana seorang ibu ketika mengandung. Ibu tak pernah merasakan lelah, pusing memikirkan bagaimana mendidikku. Tiga tahun yang lalu, posisi ibuku mengandung, aku alami. Subhanalloh, luar biasa. Aku tidak pernah mengucapkan "Bu, tanti sayang ibu", atau " I love You, Mom", yang sederhana saja..."Bu, tanti kangen, pingin ketemu". 

Tapi aku merasa bersyukur, aku masih bisa mendengar suara ibu, meskipun melalui handphone. Dan dari situlah, perasaan sayang yang tak pernah luntur, meskipun jarak terbentang. Tulisan ini, memang bukan sebagai pertanda aku sayang ibu. Namun, betapa leganya aku menulis ini, betapa nikmat sekali memberikan tulisan yang tulus buat ibuku.

Ibu dan Bapak, mendampingi aku wisuda


Aku tidak pernah, merasakan susahnya bapakku mencari uang. Betapa pusingnya bapak, ketika harus membagi uang, untuk kebutuhan kami sekeluarga. Bapak tidak pernah mengeluh, mencari uang itu susah. Bapak selalu memberikan kami pengertian, bahwa kebutuhan yang paling penting adalah, kesehatan, pendidikan, makan. Aku ingat betul, betapa bapak tidak pernah malu, pergi ke kantor naik bis, naik sepeda pernah, naik motor dan sekarang di hari tua bapak, Alhamdulillah, Allah memberikan rejeki, bapak bisa mengendarai mobil. Kini aku paham, ketika aku dipertemukan dengan masa ini. Masa ketika aku, harus membagi uang, untuk mencukupi kebutuhan kelaurga kecilku. Aku sangat merasakan, bagaimana pusingnya bapak kala itu, kala aku menyerahkan kertas SPP, ketika aku minta dibelkan kebutuhannku. Aku sekarang harus bersabar, sama sabarnya dengan bapakku kala itu untuk menunggu cukup uang, membeli sebuah rumah. 

Bapak seorang yang humoris buatku, bapak jarang sekali marah. Marahnya pun ada alasannya. Pak, aku tak pernah memijit kakimu yang lelah mencari nafkah. Bukan aku tak sayang bapak. Mulutku juga tak pernah mengeluarkan kalimat, "Bapak, tanti sayang Bapak". Kalimat selamat ualng tahun dari ujung handphone, itu yang sering aku sampaikan. 

***
Ibu dan bapakku

Ya, Allah...sayangilah Ibu dan bapakku, tanti sayang sama kalian berdua. Tanti sekarang paham bu, menjadi isteri, menjadi ibu, menjadi pengurus rumah tangga. Bapak juga, tanti sekarang paham sekali, bagaimana bapak menyayangi aku dan saudaraku. Tanpa uang, memang tidak mungkin. Tapi tanpa cinta, uang tak ada harganya juga. 

Ibu, Ibu, Ibu dan Bapak. Terima kasih menjadikan tanti ada, hingga sekarang...karena doa kalian, sehingga Allah memberikan tanti kesempatan menjadi seorang ibu, juga yang menjadi isteri dari abinya  anakku. Tanti sayang kalian, maaf jika sampai saat ini, masih merepotkan kalian. Harta berapapun, mungkin tak mampu membalas semuanya. Hanya bakti, cinta, sayang dan patuh serta senyum dari hati tanti, dipersembahkan untuk kalian. Tapi tanti punya cita-cita lho, bu, pak...kita berangkat umroh bersma ya, Inza Allah. Semoga, rencana berhaji ibu dan bapak, terlaksana, dipermudah dan senantiasa disayang Allah, aamiin.
***

“Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba “Ungkapkanlah Cintamu” pada blog senyumsyukurbahagia.blogspot.com, hidup bahagia dengan Senyum dan Syukur”

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Wardah, Kosmetik Pilihan di Usia 30

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???
Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

Lambat laun ketika terdampar di kota gudek Jogja yang indah akan eksotisme kulkural dan mengenal dunia kerja, akhirnya mau enggak mau keluar masuk salon yang berdominasi warna empink itu. *uuugh, jadi inget pake pingin ke Jogja.
Kosmetik yang digunakan pun hanya kosmetik dari tempat perawatan tersebut. Bedak masih yang imut-imut dikhususkan pada range usia remaja *laaah, padahal saat itu usiaku sudah tidak…