Skip to main content

Mencari Waktu Berkualitas Bersama Anak

Senin hingga Sabtu, aku bekerja di luar rumah. Sebuah pilihan dariku yang diaamiini oleh suamiku. Aku memberikan sebuah alasan yang bukan materi *meskipun ngaruh --ya elah garuk2 pala, namun alasannya untuk sebuah psikologi buah hati kami.

Aku bekerja dari pukul 08.00 hingga 17.00 sore, bisa 16.30 aku sampai rumah, namun ketika sedang rame-ramenya dumay *aku menyisihkan waktu hingga 17.30 sore. Tidak sayang Faiz? Faiz mengaji hingga pukul 17.30 sore *adil kan? aku pulang, Faiz pulang *iyeeee ngeles yang bermutu.

Materi postingan kali ini, Waktu yang berkualitas. Nah rada berat, rada sedikit subyektif dan mohon maaf jika ada yang tersinggung. Kok begitu? karena pengertian dan penerapan waktu yang berkualitas bagi masing-masing pribadi, pasti berbeda-beda. *aku pernah berdebat dengan seorang ibu dari dua orang anak, akan masalah ini. *hm... masa lalu dach.

Credit


Masalah bisa terjadi kapanpun, dengan siapapun dan mengenai apapun kan? aku juga punya masalah dengan Faiz, masalah kontak mata, masalah waktu dan akhirnya menurut Faiz aku lebih suka kerja, lebih suka di depan komputer dan "Faiz enggak sayang sama ummi!" sebuah teriakan yang keras memukul bukan hanya gendang telinggaku, tapi hatiku, darahku dan sendi-sendi cintaku.

Sesibuk apa aku sehingga Faiz bisa meneriakiku seperti itu? aku hanya bekerja delapan jam sehari, aku tidak memiliki bisnis sampingan, dan aku juga melayani Faiz ketika aku di rumah. Lalu apa? aku sempat uring-uringan dengan suamiku, aku sempat terkena bogem mentah Faiz dan aku ibu yang macam apa?

Setali tiga uang, kondisi rumah berubah dalam beberapa bulan ini. Hari Minggu bukan menjadi hari Minggu bagi Faiz. Kebetulan suamiku sedang menangani pekerjaan yang hari Minggu menjadi hari kerjanya. Hari libur dan hari Minggu, hanya berdua dengan Faiz. Segera aku mengajukan sebuah proposal kepada suamiku untuk jalan berdua dengan Faiz. Salah satunya adalah cerita ini.  

Aku akhirnya meliburkan jadwal BW, jadwal nulis di hari Minggu kecuali Faiz tidur. Sulit? awalnya sulit, sejam tidak pergi ke dumay rasanya pilu menangis sesak *lebay tingkat cetaaar. Tapi demi anakku, aku lakukan dan akhirnya waktu produktif untuk menulis di pagi dan sore hari sebelum aku memulai aktivitasku di kantor. 

Jadi nungguin Faiz bermain saja? tentunya tidak dong? bakalan malah waktunya tidak berkualitas! ketika menonton televisi, aku usahakan untuk ngobrol dan mengikuti permainannya, Faiz lebih jago bermain puzzel dari pada aku *ketahuan emaknya kagak kreative.

Aku juga mengajak Faiz membantuku mengerjakan pekerjaan rumah *eits bukan eksploitasi anak ya...aku mengajak Faiz mengepel, tujuanku, Faiz seneng, lantai bersih dan lega semuanya, ceritanya di sini. Ketika memasak, Faiz juga tanpa diminta membantuku *terlepas dari anggapan, eh anak cowo kok di dapur *hey hey....chef terkenal rata-rata cowo lho! hehee...laki juga kudu bisa masak, ceritanya ada di sini

Aku hanyalah seorang wanita biasa, wanita yang telah menjadi ibu ditengah rutinitasnya bekerja dan melambungkan cita-citanya serta penanggungjawab rumah. Tapi pekerjaan utamaku seorang ibu yang melayani anak, suami dan rumah. Aku pernah dianggap aneh ketika aku melakukan pekerjaan rumah, katanya lebih baik bersama anak, ada pembantu untuk apa? hey aku ada cerita di sini lho. Bagiku, waktu yang berkualitas adalah waktu aku bisa bersama anak ketika Faiz bermain aku ikut bermain, ketika aku memasak Faiz ada di sisiku bertanya, "ini apa? ini untuk apa?" 

Aku bukan wanita yang sempurna, karena kesempurnaan ada di Allah. Aku bukan seorang supermom bisa jadi aku akan menangis kesakitan ketika aku lelah, ketika sakit. Aku bukan seorang pengasuh yang baik, karena waktuku masih kubagi dengan pekerjaan di kantor. Namun aku berusaha menjadi yang terbaik, berusaha menjadi ibu yang di cari oleh Faiz ketika minta segelas susu, ketika selesai BAK, ketika Faiz hendak tidur dan aku mau harap Faiz membagi ceritanya bersamaku, dipangkuanku.

Comments

  1. Ga apa2 mak semua ada plus minus nya kok , jalani aja yang paneting kasih sayang terus bertambah untuk fais dan keluarga :D

    ReplyDelete
  2. Mbak Astin, Islam tidak melarang wanita bekerja diluar rumah. Contohnya Khadijah, dia adalah seorang wirausaha yg handal. Sepanjang dirimu bekerja atas ijin suami, keluar rumah dengan menutup aurat, tetap menjalankan tugas dan kewajiban sebagai ibu, istri dengan baik. Berat? Itulah konsekwensi sebuah pilihan hidup. Hidup ini adalah pilihan, dan pilihan itu hrs dikerjakan dengan baik.
    Saat ini mungkin sedang timbul pertentangan dalam hati mbak Astin sendiri. Masalah yang ada terutama Faiz, memang hrs dipikirkan. Percayalah, keresahan ini adalah krn kepekaan hati seorang ibu yg mmg hrs ada. Kalau nggak ada atau cuek, malah ga bener lho.
    Kalau hal ini bisa dilewati, dirimu naik kelas.
    Semangat ya say!

    ReplyDelete
  3. selama itu pilihan hati mbak... saya kira akan enjoy jalaninnya.

    ketika sesuatu sudah tidak nyaman dan nikmat lagi, mungkin baru dikaji ulang..:)

    makasih ceritanya ya mbak..:)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…