Skip to main content

Review Novel : Selingan Semusim

Selingan Semusim
Alaika Abdullah
Smart Garden
xiii-197

Sebuah judul novel yang mengerutkan keningku. Selingan Semusim, entah aku sudah bisa menebak atau hanya bisikan Mba Alaika yang keras membentur gendang telingga dan hatiku. 'Selingkuh' yang akan dibahas dalam novel dengan ilustrasi sederhana namun sarat makna, genggaman tangan dalam ayunan tangan.

Di foto langsung by Astin
Tak sungkan aku acungin jempol di setiap postingan Selingan Semusim, di manapun. Akhirnya nyasar juga 'Selingan Semusim' ke Tangerang. Mba Alaika cantik telah mengirimkan dari Bandung, sudah lama sekali aku merampungkan membaca tetapi masih harus menghela nafas untuk menulis reviewnya. 

Sebelum di buka,


Tanda tangannya

Jujur, novel setebal 350 halaman dapat aku habiskan dalam tempo sesingkat-singkatnya (sehari semalam dach) dan Selingan Semusim, sesorean pulang kerja until Adzan Magrib kelar membaca 197 halamannya dengan membolak balik adegan demi adegan yang kurasa, aku harus mencermati, memahami, mempelajari dan mampu untuk berpikir, that's the true.

Sebuah Novel genre dewasa, layak dibaca oleh wanita dan pria yang menikah dan belum menikah baik wanita menikah maupun ibu rumah tangga. Wajib dan patut untuk dicermati, kata demi kalimat yang terangkai dalam satu peristiwa ke peristiwa lainnya.

Oh iya, setting membacanya adalah di ruang tamu, ketika anakku sedang berlarian di luar rumah dan suamiku sedang asyik di depan komputer dalam kamar. Mba Al menghipnotisku tanpa mengganti baju kerja, aku merobek plastik pembungkus dan segera memotret 'Selingan Semusim' lalu masuk bergelut dengan Fajar dan Novita.

Ada rasa aneh yang menyelinap di dada. Sebuah rasa sendu yang menyeruak tiba-tiba, mengingat nanti siang mereka sudah harus kembali ke habitat masing-masing. Berpisah untuk (belum tentu) akan bersua kembali...
Ada rasa aneh yang menyelinap di dada, sebuah pertanda yang mengawali 'Selingan Semusim'. Hal yang sebaiknya harus berani kita putus dan hilangkan, apalagi sang tokoh utama 'Novita' telah memiliki putri bernama Niken dari sang suami, Arief .

Punya pengalaman sama dari awal yang seperti ini? beranilah untuk mengambil langkah yang tepat, sebelum segalanya menjadi 'gamang' untuk diakhiri.

Sebuah langkah yang salah. Dan membuatnya terbelalak saat menyaksikan pemandangan gagah di depan matanya. Lelaki itu bertumpu pada kedua tangan dan kakinya. Tepat di atas tubuhnya. Tanpa busana!
Lelaki itu bernama Fajar, seorang suami dari istri bernama Shenny. Miris, tapi itulah kenyataanya. Sebuah peristiwa dari sebuah awal yang cukup 'berani' mereka lakukan. Kecelakan dan korban yang tersisa hanya Novita, dijadikan awal bagi Novita untuk menata kembali hati, cinta dan keluarganya. Sebuah peringatan langsung dari Allah atas apa yang baru saja dilakukannya bersama Fajar.

Bukan hal gampang memanggil kembali jiwa seseorang yang keberadaannya tak lagi diketahui setelah sekian tahun. Namun demi Novita, dia mencoba mengerahkan sekuat tenaganya, untuk menelusuri keberadaan Arief, juga Niken. Mencoba mencari tahu apakah keduanya masih berada di atas bumi ini atau telah berpulang ke pangkuan Ilahi,
Selingan Semusim mencapai klimaksnya pada bagian di mana, Arief dan Niken terpisah dari Novita dalam bencana alam tsunami Aceh. Mengapa mereka berdua, bukan salah satu? Sebuah teguran dari Allah menjadi hikmahnya, pertemuan kembali dengan Fajar, menguji hati Novita kembali. Bersatukah mereka? Fajar dan Novita? Mari silahkan menganalisa lebih dalam hati kita masing-masing, temui Mba Alaika untuk mendapatkan novelnya. Novel yang layak untuk menyadarkan kita semua bahwa setiap perbuatan sekecil apapun akan mendapatkan balasan langsung ataupun tidak langsung untuk kita sendiri maupun orang terkasih kita.

Mba Alaika yang kukenal adalah seorang wanita energik, ambisius dan feminime. Aku mengenalnya pada sebuah komunitas para pencinta Ngeblog. Aku suka singgah di Virtual corner-nya, suka dengan penyampaian pikirannya dan suka dengan senyum ramahnya. Sahabat yang sekiranya ingin berkenalan langsung dengan penulis 'Selingan Semusim' dapat menemuinya di pojok virtualnya dan mendapatkan 'Selingan Semusim' nya.

Comments

  1. Novel kisah percintaan dengan jalan cerita getir kayaknya ya Mbak?

    ReplyDelete
  2. Evi, begitulah...getir sekali.

    ReplyDelete
  3. Trims untuk reviewnya, Mak Astin. Keren, ku yakin cukup mengundang rasa penasaran bagi yang belum membaca Selingan Semusimnya deh, jika membaca postingan ini.

    Kisah lanjutannya sedang aku tangani, ada special order darimu untuk nasib Novita? Hehe.

    Yes, aku sepakat, cinta adalah sesuatu yang diluar logika. Yang membutuhkan perang batin, dan perjuangan besar untuk menempatkannya pada tempat dan sasaran yang benar.

    Sepakat dengan telaahmu, jika ingin selamat, kita harus waspada dan tepat waktu, juga jeli kapan harus MEMUTUS mata rantai yang terkadang adalah sebuah awal bagi bencana.

    Trims yaaaa. Review yang keren!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…