29 Jun 2013

Ingin Berlibur ke Bali

Di Kuta Bali
Kau peluk erat tubuhku
Di Kuta Bali Cinta Kita

***

Ada beberapa pantai yang menghiasi lautan Nusantara Indonesia ini, entah mengapa Kuta Bali selalu menjadi liburan impianku. Aku sudah pernah dua kali pergi ke Kuta Bali, namun dua kali itupun aku tidak bersama dengan orang yang kusayangi. Oleh karena itu, aku memiliki liburan impian ke Kuta Bali bersama mereka, suamiku dan anakku, aamiin.

Kuta Bali terletak di sebelah selatan Denpasar, Ibukota Bali. Kuta sendiri terletak di daerah Badung, pokoknya kalau memasuki daerah yang ramenya super, banyak sekali pedagang di pinggir jalan dan ada banyak bangunan hotel, restoran itu ada di sekitaran Kuta, Bali. Aku saja masih suka kangen jalanan Kuta. 

Satu lagi, ketika aku menginjakkan kaki di Kuta, adalah bersama rombongan kantor dan terakhir hanya melangkahkan kaki dari Hotel Grand Rama, seberang Kuta. Jika kelak aku dan suami serta anakku ke Kuta lagi... akses menuju Kuta terbilang sangat mudah dan cepat. Sepuluh menit dari Bandara International Ngurah Rai, tentunya dalam keadaan tidak macet, daerah Kuta sering macet kalau sore hari. Nanti aku bisa menggunakan taksi atau bus, jika naik bus bisa berhenti di Central Parkir Kuta, kemudian melanjutkan menggunakan angkutan umum, tarifnya lumayan dech, kira-kira 10.000 rupiah. Hm...tapi Inza Allah enggak apkai nyasar dech #radar pantai Kuta Bali, heheee...

Menghirup udara Kuta Bali pertama kali di tahun 2008 ketika malam hari setelah mengikuti Meeting Nasional dari Kantorku. Ketika itu aku baru menyandang status sebagai seorang istri belum genap sebulan.

Kali ke dua, setelah suamiku juga berlibur di negara tetangga, aku berangkat ke Kuta Bali lagi tahun 2013 dengan acara yang sama Nasional Sales Meeting. ooough. Tidak dengan suamiku dan anakku.
 
Jadi, alasanku memiliki liburan impian ke Kuta Bali adalah;

Kuta Bali, pantainya indah berpasir putih dan seru...banyak turisnya, aku ingin romantisme bersama suami di Kuta Bali. Menikmati senjanya yang orange dan menikmati paginya yang sejuuk. Oh iya, pantai Kuta ini selain menjadi andalan para pengunjung kota Bali, juga dikenal dengan sebutan Pantai Matahari Terbenam. Hm...bagaimana sensasinya jika senja hari? Senja selalu identik dengan romantis dan warna orange yang mengalahkan lalu lalangnya para turis yang pulang dari selancar. Pagi hari, menikmatinya dengan anakku pasti akan melunturkan sejenak keletihan Ibukota yang padat merayap.

Pagi sebelum aku meeting, seandainya ini liburan bersama suami dan anakku, Foto Dok. Pribadi


Itu...ayo kita berenang, Nak. Foto Dok. Pribadi

Eksotisme Kuta Bali terdengar hingga luar negeri, kenapa aku enggak mengajak serta keluarga tercintaku? suamiku dan anakku? pasti bakalan seru-seruan, saling berkejaran, saling melempar pasir dan menikmati air pantai yang asin dan pasir putih yang mengkilat. Para wisatawan mancanegara rela datang jauh-jauh dari negaranya sekedar ingin berliburan, masa aku enggak boleh bermimpi liburan di Kuta Bali bersama orang tercinta?

Foto Dok. Pribadi,


Foto Dok. Pribadi

Hm...suamiku, anakku yang cakep dan selalu riang gembira, maafkan aku ya...menikmati sensasi dan aroma Kuta Bali sendiri, esok pasti kita akan ke sana, ke Kuta Bali dan menyayikan lagu kebangsaan kita ditambah lagu, di Kuta Bali...

Suami dan anakku, suka pantai


Jakarta, 29 Juni 2013
Astin Astanti



Artikel ini di ikut sertakan dalam lomba Blog Zalora Indonesia  dan Zalora Indonesia  Liburan Impianku


27 Jun 2013

Menjelajah Cakrawala

Cakrawala itu begitu luas, namun menjelajahinya tak harus berbayar mahal ataupun menetes peluh. Cakrawala itu yang kupilih diantara tiga blog yang diajukan oleh sang pemilik untuk aku review. Sebelum semuanya bertanya-tanya, tulisan kali ini adalah kesempatan untukku membedah sedikit ataupun mereview blog Cakrawala.

Blog Cakrawala adalah salah satu dari tiga blog milik Ibu tiga orang anak yang berasal dari Jember yang bernama Lianny Hendrawati. Ibu tiga orang anak ini meluangkan waktu sejak tahun 2008 untuk menuliskan dan menceritakan kepada penjelajah dunia maya dalam blognya.

***

Kecepatan untuk membuka Cakrawala yang di dominasi warna putih dengan rasa kira-kira sebagai manusia, sangat cepat tanpa menunggu dan nyaman untuk menjelajah di Cakrawala. Karena manusia begitu pintar dan membuat alat untuk mendeteksi kecepatan sebuah blog, aku menggunakan untuk menghitung kecepatan  Cakrawala dengan menggunakan Google Pagespead Insight. Berikut hasilnya,

Cakrawala terhitung sangat cepat dibuka dan ini salah satu hal yang positive pada sebuah blog. 

Kesan pertamaku menjelajah Cakrawala membuat mataku dan pikiranku mengatakan, sukaaaaa, paduan putih, biru dan  pink. 

Header

Pilihan gambar pada header mewakili judul dengan tepat, warna langit dengan awan mewakili nama blog Mba Lianny tersebut. Font Comic San mewakili pemilik blog untuk memberikan gender Cakrawala meskipun terlalu sedikit. Umumnya, pada header ada sebuah tagline yang menjelaskan mengapa blog tersebut dibangun. Tagline dibuat untuk menginformasikan kepada pembaca tentang apa pemilik blog membangun blog tersebut. 


http://liannyhendrawati.blogspot.com/

Setelah membaca dan mendapatkan informasi dari sang pemilik, barulah  tahu Cakrawala ini blog untuk mengikuti kontes, Giveaway sebagai ajang mempromosikan Cakrawala tentunya. Cakrawala juga berisi tips-tips pada awal membangunnya di tahun 2008. 

Laman

Cakrawala memiliki sebuah laman yang terdiri dari Home - My Blog - Award - Fanpage - Community yang apabila diklik akan membawa penikmat untuk lebih mengenal Cakrawala.

Meskipun Cakrawala tidak memberikan identitas siapa pemiliknya, namun pada Laman My Blog, penikmat akan mengetahui bahwa Cakrawala adalah Mba Lianny.

Sidebar 
1. Cakrawala ingin menjelajah jauh ke mana saja, Mbak Lianny memberikan kesempatan untuk mengikuti Cakrawala by email maupun google + followers.

2. Arsip blog yang menginformasikan Cakrawala terbangun dan record postingan setiap bulan. Berikut tercatat jelajahan Cakrawala ketika tulisan ini dibuat;

Tahun 2008 (12)
Tahun 2012 (17)
Tahun 2013 (38)

Sebuah peningkatan semangat untuk tetap berjelajah sang Cakrawala di tahun 2013.

3. Kategori pada Cakrawala ada dua (dua) buah yaitu fiksi dan kontes. Diawal membuka, aku menemukan postingan Tips pada tahun 2008. Sayang sekali jika Tips tidak dijadikan kategori, meskipun alasan Mba Lianny, Cakrawala hanya untuk mengikuti kontes.



4. Popular Post yang menunjukan postingan yang paling banyak dibaca oleh penikmat Cakrawala. Ada lima postingan yang ter record. Popular post adalah salah satu widget yang harus ada pada sebuah blog.

Body content
 

Dengan background warna putih yang menyamankan mataku, menikmati tulisan yang terangkai dari sebuah font time new roman. Aku suka warna putih, berlama-lama di sini tak membuat mata lelah. Border pink dan biru mengkontraskan antara warna favoriteku yang memisahkan isi tulisan dengan sidebar.

Widget Link Within dipasang di Cakrawala agar penikmat Cakrawala dibuat mudah untuk menjelajah Cakrawala dengan isi postingan yang berhubungan.

Footer

Cakrawala merupakan template simple dari blogger yang dikreasikan sedemikian sederhana dan tidak diketahui jenis kelamin si pemilik Blog jika tidak menjelajah ke My Blog.

Melintasi Cakrawala, aku mencari-cari yang biasa aku lihat jika berjelajah di sebuah Blog, salah satunya adalah;
  1. About me (meskipun di My Blog ada)
  2. Kontak Pencarian yang ada tanda loop atau kaca pembesar itu
  3. PageRank (setiap blogger memiliki pemikiran sendiri untuk memasang/ tidak)
Setelah berjelajah dan menikmati Cakrawala, aku semakin mengenal Cakrawala dan pemiliknya. Hampir kontes selalu diikuti, giveaway sahabat dijalinnya dalam sebuah tulisan menarik. Sudah jelas konten Cakrawala yang diusung oleh pemiliknya, yaitu;
  1. Kepuasan untuk menulis dan berbagi
  2. Menjalin silaturahmi sesama blog dengan mengikuti giveaway
  3. Meluaskan jangkauan Cakrawala dengan mengikuti kontes-kontes besar
  4. Meningkatkan jumlah pembaca
Akhirnya, setelah Cakrawala disimak dan dinikmati, aku harus menuliskan dua hal dari Cakrawala. 
Buatku Tertarik
  1. Backgroundnya yang putih, 
  2. Pilihan perpaduan warna, biru dan pink,
  3. Isi konten yang bermanfaat karena banyak pengetahuan didalamnya, karena untuk mengikuti giveaway atau kontes, pemilik tidak meninggalkan hal umum yang terjadi. 
Buatku Bertanya-tanya
  1.  Jenis Font, baik di Judul maupun di body content
  2. Mengetahui pemiliknya seorang wanita, ibu dari tiga anak namun aku tidak menemukan sesuatu yang mewakili gendernya, misalnya untuk border pada sudutnya diberi bentuk bunga/ kupu-kupu yang lutju. (heheee)
  3. Cukup dech... secara keseluruhan bagus dan direkomendasikan untuk menikmati Cakrawala.
Saran

Hanya sedikit saran yang bisa aku sampaikan untuk Cakrawala;
  1. Bentuk dan Jenis Font Title Blog dikreasikan untuk mewakili sang pemilik blog yang cantik dan energik.
  2. Ketika hendak bertanya kepada mesin pencari google dengan mengetikkan kata Cakrawala, yang muncul pertama bukan blog Cakrawala. Sebaiknya diberi tambahan untuk mengidentifikasikan Cakrawala milik Mba Lianny. Contohnya : Cakrawala Kontes, Cakrawala Semarak mungkin akan cepat ditemukan oleh pencari Blog Cakrawala.
  3. Tagline sepertinya perlu untuk menegaskan bahwa Cakrawala yang ini adalah rumah tulisan untuk kontes, giveaway dan sebagainya.
 
Terima kasih untuk Mba Lianny yang telah menembakku langsung dan langsung kutangkap menjadi pasangan Kontes Unggulan Blog Review yang diadakan oleh Komandan BlogCamp. Terima kasih diijinkan mereview Cakrawala dan mohon maaf jika ada sesuatu yang kurang berkenan. 
Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Blog Review~Saling Berhadapan


Kontes Unggulan Blog Review~Saling Berhadapan


18 Jun 2013

Kontes Unggulan Blog Review : Saling Berhadapan

Kontes Unggulan  Blog Review : Saling Berhadapan, sekeren yang membuat kontes tersebut. Benar sekali, pakde Abdul Cholik sang komandan BlogCamp Group mengadakan Kontes Unggulan Blog Review : Saling Berhadapan. Silahkan diklik, untuk mengetahui kontes apa itu. 

Berhadapan itu membutuhkan pasangan, pasangan sesama pemilik blog, kalau enggak punya blog enggak boleh ikut. Awalnya aku enggak PD untuk ikutan, tapi Pakde woro-woronya bikin aku pingin ikut, akhirnya dengan penuh PD aku mencari pasangan di Group tersebut.

Aku bertemu Mba Lianny Hendrawati, seorang mommy yang memiliki tiga buah blog, salah satunya Cakrawala yang telah menuliskan Tanti's Story Review dengan judul Blog Tanti's Story - Merangkai Kata Dalam Kenangan untuk diajukan sebagai kontestan Kontes Unggulan Blog Review.

Aku kalah cepat untuk mereview blog Mba Lianny, namun aku senang sekali, Tanti's Story akhirnya ada yang mengomentari, memberi masukan dan menilai. Terima kasih Pakde Abdul Cholik atas inisiatif Kontesnya, juga Mba Lianny yang berkenan menjadi pasanganku.

Pada review Tanti's Story, ada beberapa hal yang diceritakan dan di sini, aku akan menjawabnya dan dengan masukannya, akan segera dibenahi.
  1. About Me : Awalnya untuk mengenalkan siapa aku dengan menambahkan postingan yang berhubungan dengan siapa aku. Jadi, terima kasih masukkannya....aku akan membenahi ya.
  2. Bidang Artikel : Memang itu yang menjadi PR aku. Mungkin karena pernah mengganti template dan kembali lagi ke template ini akhirnya ada hal tersebut. Jujur, jika ada yang berkenan memperbaikinya, dengan senang hati *aku sudah angkat tangan.
  3. Kinerja Blog : Baru tahu Mba, kalau blog baru seumur jagung PRnya kecil, atau sama sekali tidak memiliki PR. Semangat untuk selalu update postingan yang bermanfaat.
  4. Artikel : Aku memiliki ambisi untuk memisahkan postingan. Masakan ada di Dapurku, Anak ada di Cerita Faiz, kemudian Tanti's Story menuliskan semua yang ada pada aku. 
  5. Label dan archive akan segera dibenahi Mba, terima kasih.
  6. Paginas pada sidebar, permasalahannya sama dengan space kosong. Aku telah menajdi bingung, semoga ada yang berkenan membantuku untuk mendelete bagian-bagian tersebut sehingga blogku jadi nyaman dan rapi ya Mba.
Begitulah sedikit mengenai blogku yang seharusnya rapi dan nyaman. Oh iya, aku hampir lupa...template tersebut adalah template ternyaman untukku. Warnanya aku suka, juga gambarnya mewakili postingan di blog ini, seperti taman kehidupan.

Terima kasih Mba Lianny, berikutnya waktuku untuk mereview Cakrawala untuk diikutkan di Kontes Unggulan Blog Review : Saling Berhadapan. Sukses Selalu dengan keluarga dan Blognya, semakin erat pertemanan kita, meskipun aku kadang absen dibeberapa Group.

Jakarta Barat,
18 Juni 2013


13 Jun 2013

Sebuah Cerita Tentang Sampah

Aku membuang sampah setelah memasak menu sarapan pagi untuk dia, dia dia... Bak sampah dibuat di pojok depan rumah. Bentuknya kotak dan ada pintu yang tak berpintu. Setiap membuang sampah, masih rapi terlihat rapi. Kucing yang terasa menyium bau-bauan dari sampah, datang dan mengobrak-abrik sampah hingga berserakkan karena sang empunya sampah hanya memasak sayur asem.

Embak menyapu dan merapikan lagi, karena dehemanku *ciaaah. Perfect, rapi dan embahpun bercengkrama dengan sesamanya di depan rumah. Pak pemulung yang masih muda, menghujamkan aritnya ke sampah tak berdosa. Mencari barang-barang seperti aqua botol, botol bekas kecap, botol bekas sampho, tapi maaf, anda kurang beruntung. Sampho si empunya masih penuh. Sampah berserakan dan pemulung tak memperdulikannya.

Belum sempat embak mengambil sapu untuk merapikan artis yang meresahkanku datang. Tak tanggung-tanggung, dia membawa anaknya. Menghujamkan cakarnya, mulutnya hingga sampah bertaburan bak bawang goreng tabur di soto ayam. Kesabaranku habis, kututup pintu tak berpintu dengan triplek, belum satu hari...lenyap entah dijual berapa rupiah sekilo oleh pemulung. Nasib sampah, menumpuk, berserakan.
***
Dalam perjalanan menuju kantor, sampah mengusik irama pagiku. Mataku menangis menangkap betapa tidak berdosanya, penghuni kompleks melempari pinggir selokan dengan seplastik sampah *wuuuuz, jika tidak berdaya, sampah akan jatuh, ngelinding ke selokan. Telingaku nyaring mendengar lalat-lalat menari berkelak kelok di atas tumpukan sampah di pinggir jalan tikus yang kulewati. Gila, santai sekali orang-orang yang kutahu, mampu untuk membuat tong sampah menjadi tiga tempat, kering, basah, beling....huuuuh. 
Hidungku, mau enggak mau mengembang kempis dan menahan mual di perut ketika berhenti hendak berbelok ke kawasan pergudangan, tempatku bekerja. Truk sampah berhenti, mengambil ruas jalan dan mengambil sampah di bak sampah raksasa.  Hm...salahku kah ini? sampah-sampah itu sebetulnya berharga dan mampu untuk di daur ulang, yang basah dipisahkan, yang kering dipilah lagi, yang bisa membuat luka dipisahkan. Aku, bukan yang mengerti betul mengapa ada sampah, bagaimana itu sampah dan bisa apa dengan sampah. 

Untuk pemerintah, semoga ada penyuluhan untuk petugas kebersihan yang sangat mulia dengan mengurusi sampah-sampah itu. Indahkan, jika perjalanan tidak dihambat dengan sampah-sampah, eeeits...kalau di pusat kota, apakah ada sampah juga ya? 

Tempat Terindah,
13 Juni 2013


12 Jun 2013

Bercerita Cinta di Toko Merah Kota Tua

Romantisme Kota Tua di sudut Jakarta tak pernah lekang membuatku berdecak kagum. Bangunan nan eksotik masih terlihat gagah dan menjadi saksi kejayaan Batavia lama di tepian muara Ciliwung.

Sebuah bagunan yang menarik perhatianku ketika melintasi kawasan Kota Tua adalah Toko Merah. Aku baru tahu bangunan itu bernama Toko Merah adalah ketika kami merayakan hari ulang tahun pernikahan kami yang ke- empat tahun dan memutuskan untuk berfoto disebuah bangunan berwarna merah.



Credit



Gedung tua yang didirikan pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem van Imhoff, awalnya merupakan rumah tinggal. Nama Toko Merah diambil dari fungsi bangunan tersebut yakni sebuah toko milik warga Cina Oey Liauw Kong sejak pertengahan abad ke-19, dan juga berdasarkan warna tembok depan yang bercat merah hati langsung pada permukaan  batu bata yang tidak diplester.
 
Toko Merah memiliki luas bangunan 2.455 m2, terdiri atas tiga gedung yang menyatu. Arsitektur bangunan mencerminkan perbaduan bangunan Cornice House (bangunan denagn dinding muka yang ujung atasnya datar dan diberi profil-profil pengakhiran) dan beratap tropis. Memiliki dua buah pintu masuk berukuran besar dan tinggi dimana pada bagian atas kedua pintu masuk terpasang fanlight atau jendela angin yang berada pada satu kusen dengan pintu. 

Diatas adalah sekilas mengenai Toko Merah dari luar yang Aku ambil dari sebuah situs di sini, Suamiku sedikit khawatir untuk berhenti di depan Toko Merah tersebut *takut disemprit pak Polisi, karena lahan parkir tidak tersedia. 

Akhirnya romantisme yang ingin kuciptakan dengan berpose senyaman dan seromantis mungkin tidak mampu kulakukan, namun yang jelas aku, suamiku dan anakku senang akhirnya bisa merayakan ulang tahun pernikahan dengan berfoto dan berkeliling kawasan Kota Tua.

Cuaca pagi itu sangat cerah, matahari memancarkan cinta yang menghangatkan Toko Merah dan memadukannya dengan cerita cinta kami. Selanjutnya aku ingin mengajukan proposal kepada suamiku untuk bercerita cinta di malam hari di depan Toko Merah yang rasanya bakal romantis habis.

Semoga bapak Gubernur yang memiliki jiwa seni yang tinggi dan Wakil Gubernur Jakarta yang terlihat romantis, menjadikan kawasan Kota Tua seperti Toko Merah tersebut sebagai tempat wisata sesungguhnya, yang tersedia lahan parkir yang memadai, sehingga kapanpun kami bisa berhenti dengan nyaman di depan Toko Merah.
***


11 Jun 2013

Perbedaan Motor Revo dan Spacyku

"Ummi enggak boleh kerja" Faiz merengek sembari gelesotan di lantai. Wahai anakku, hampir pukul 08.00 pagi, ummimu akan terlambat lagi, kamu kenapa ya, Nak? kupegang badannya sedikit hangat, mungkin terlalu lama tidurnya dan cuaca di luar cukup basah oleh gerimis.

Akhirnya, setelah pelukkan dan dekapan yang aku berikan, Faiz mulai mampu mengatur emosinya dan aku bergegas mengambil kunci motor. Merah, yup my Revo yang kupilih setelah kemarin si putih Spacy yang kubawa.

Alhamdulillahnya, si Merah yang kubawa. Aku mampu melajukan merah dalam kecepatan sedang mengarah ke tinggi agar tidak begitu telat sampai ke kantor. Lalu Lintas di jalan dua arah dari perumahan cukup lengang, tapi perlu kewaspadaan, aku pikir cukup lima menit dengan jarak sekitar 100 km. 

Setelah itu, baru memasuki kawasan padat bikers dengan jalan menyempit dan tidak semulus jalan besar tadi. Alhamdulillahnya lagi, si Merah yang menemani perjalanan pagiku. Aku bisa menyalip tanpa ragu, bisa menyelinap kekawanan bikers yang rata-rata kaum adam. 

Kemarin, bersama si Putih, dari rumah pukul 07.40 pagi sampai di kantor pukul 08.05 pagi dan hari ini bersama si Merah, pukul 07. 50 pagi sampai di kantor 08.05 pagi juga. Ngebut sih, cuma beda berapa menit.

Heheee, nyengir dulu dan mohon maaf sebesar-besarnya. Aku bersyukur memiliki keduanya, meskipun menggunakannya bergantian dengan sang nahkoda rumah tangga. Jika aku hendak berbelanja aku menggunakan Spacy, karena ada space diantara tempat kaki yang lumayan lebar. Spacy juga memungkinkan aku menempatkan barang-barang di bagasinya yang helm full face bisa masuk.



Look Faiz, so sweaty in Spacy

Spacy memang wokey dengan fitur yang besar, karena itu bentuknya pun besar dan sangat kontras dengan tubuhku yang mungil. Hal itulah yang menyebabkan aku tidak mampu membawa Spacy ngebut, nyalip dan menyelinap dikawanan bikers. Aku kurang mantep membawa Spacy bergaya di jalanan.

Beda dengan Revo yang ramping, peganganku sejak 2007 ketika aku bekerja sebagai Medical Representatif. Revo mengantarku kemanapun, dari Fatmawati hingga ke Pondok Gede aku berani membawa ketika malam hari. 

Alhamdulillah, Revoku bandel dalam usianya yang hampir tujuh tahun. Story about my Revo... yang telah menjelajahkan rodanya dari Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Semarang, Kudus, Pati, Jawa Tengah, Tangerang, Jakarta Barat. So, bravo Revo...you are still the best for me.

My Hero with the Hero

Terus, bagaimana kalau bawa Revo dan barang-barangnya besar dan banyak? eeeetsss, hamil tujuh bulan, aku belanja kebutuhan bayi dari kasur kecil, tas bayi dan pakaian hingga mengelembung besar dan aku nyaman-nyaman saja membawanya di depan tuuuh. Wkkwkw...kangen masa dulu, hihii membawa rak tipi pun pernah, tapi diiket di belakang Revokuh...sampai calon suamiku waktu itu enggak percaya.

And...both of them very help me, aku enggak bakalan bisa memilih merah atau putih, aku mau kalian tetap ada. Kalian ada, karena pilihan suamiku untuk menunjang aktivitasku. Jika nanti Allah memberikan yang lebih besar, maksudnya mobil gitu...aku enggak rela kalian dihibahkan, huaaaa...kalaupun dihibahkan aku akan memberikan syarat-syarat ya...amiiin, aamiiin, GL...please come to me, come to me... 

Note : Jika kita menarik impian kita dengan penuh kesungguhan, Inza Allah, akan dimudahkan proses terwujudnya impian/keinginan kita, aamiin.

Jakarta Barat, 11 June 2013
The cold day

8 Jun 2013

Hak Karyawan untuk Cuti

Maafkan aku jika masih menjadi karyawan, namun jika aku tidak ada...tentu kalian-kalian semua tidak menjadi pemilik perusahaan, tidak ada atasan-atasan yang kerjanya menganalisa, menyimpulkan sesuatu dan menandatangani kemudian memberi efek kepada kami, para karyawan.

Salah satu hak para karyawan, adalah mendapatkan cuti dan tentunya gaji untuk sangu jalan-jalan ketika cuti, heheee... . Awal bulan adalah jatahku untuk mengajukan form usulan cuti kepada atasanku, prosesnya pun harus mengetahui, apakah cutiku masih memadai untuk diambil. Bersyukurlah aku yang masih memiliki cuti 11 hari. Cuti bulan Mei 2013 ini aku ambil satu hari saja, tidak kurang kok. 

Alhamdulillah, meskipun aku masih menjadi karyawan, aku tidak terlalu memusingkan akan bagaimana perusahaan tempatku bekerja berlangsung jika aku sedang cuti *hahaaa...ya iyalah. Cutiku dipergunakan untuk jalan-jalan bertiga, dengan sebelumnya memastikan suamiku off. Akhirnya rencana ke Kebun Binatang Ragunan terealisasi, dan wajah Faiz bersemu-semu merah di antara Abi dan Umminya.
Salah Satu Foto Dari Fotografer Di Sana.

Hak Karyawan untuk Cuti mulai bulan kemarin selalu kuambil, cukup satu hari saja, tidak kurang. Fungsinya selain untuk mengistirahatkan pikiran dari rutinitas pekerjaan kantor dan suasana kantor juga untuk mempererat hubungan antara anggota keluarga. Faiz mungkin belum mengerti apa itu cuti, yang Faiz tahu, aku libur dan ada disebelahku untuk berbagi celotehnya. Hari Jum'at kemarin aku mengambil hakku sebagai karyawan untuk cuti, dan hasilnya adalah pegal-pegal disekujur tubuhku. Namun yang melingkupi adalah perasaan bahagia, senang dan lega...setelah berlibur meskipun satu hari bersama Faiz dan suamiku tercinta.

Hak karyawan untuk Cuti, Alhamdulillah aku masih menjadi karyawan. Impianku, aku ingin memiliki bisnis sendiri dengan disibukan urusan mengantar anak sekolah, mengajari anak belajar all time, all day, menunggu mereka pulang sekolah dan bisa bermain bersama anak-anak, aamiin. Entah kapan waktu itu, who knows? Inget lagunya Enya.

Jakarta Barat, 8 Juni 2013

5 Jun 2013

Kisah Inspiratif pada Sebuah Perjalanan

Mataku bertumpu pada matanya dan kudengarkan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Aku suka sekali cerita itu...sudah beberapa kali, tapi aku suka mendengarnya. 
"Dalam malam yang kelam, ditengah cerita 'k**a* m*ra*' aku hanya berpasrah dan berbincang kepada Allah de,"
Aku suka menopangkan lenganku pada pahanya, ketika aku mendengar cerita darinya.
"Aku meminta pertolongan Allah, tolong...datangkanlah pertolonganmu, pertolonganmu, itu terus yang ada dipikiranku, aku tidak berpikir yang lainnya"
Kejadian itu beberapa minggu menjelang hari akad nikahku dengan dia. Ketika itu, profesinya masih menjadi agen asuransi dan sedang berbagi ilmu dengan temanku yang tinggal di daerah Rawamangun, pukul 22.30 an, dalam kondisi motor kenanganmu yang sedikit kurang baik.

"Dari awal aku bersyukur, malam-malam, hampir pukul 23.00 malam, ada bengkel yang masih buka de, businya diganti setelah motor nouvoku mati"
Aku masih ingat, betapa sibuknya aku menelepon dirinya yang hendak pulang ke rumahnya di Tanjung Priuk. Aku tak mampu tidur, sebelum mendapatkan kabar dia telah ada di rumah, dengan selamat.
"Di perempatan Cempaka Putih, kalau mau ke Priuk itu melalui by pass, jembatan yang tinggi itu lho de, tahu kan?"
"Heeh, aku tahu" ucapku sederhana, 
"Nouvoku mati lagi, di tanjakannya. Distater enggak nyala, hampir pukul 24.00 malam. Logikanya, berjalan kaki  menanjak itu luar biasa, ini mendorong motor nouvo yang berat (nouvo jaman dulu-red) sungguh lebih berat. Tapi aku tetap memilih jalan menanjak, karena di bawah terkenal dengan cerita yang tidak aman"
Aku berkedip dan menggenggam tangannya. Cerita itu memang selalu diceritakan, ketika aku ataupun dia, sedang dalam kondisi down, dalam keadaan harus ber-positive thinking, dan meminta pertolongan kepada Allah.
"Yang kuminta ketika itu, Allah mendatangkan pertolongan dalam keadaan tidak ada apapun. Jalan yang sepi, mobilpun tidak ada yang melintas. Pikiranku satu, Allah pasti akan mendatangkan pertolongan dan aku tetap mendorong sepeda motor"
"Lama de, lama sekali...jalannya panjang kan itu? jalan layang yang di sebelahnya terlihat Pasar Pramuka"
"Tiba-tiba, ada motor yang berhenti, tanya kenapa motorku, aku jawab, setelah ganti busi, mati, bensin full"
 Aku menahan nafas dan menelan ludahku, sungguh adegan ini yang seharusnya, aku benar-benar bersyukur kepada Allah. Dia melirik dan menatap tajam mataku.
"Aku minta mengantar sampai pom bensin terdekat, dia tidak mau de'. Dia mengantar hingga depan rumah. Di rumah aku hanya kasih teh botol, ketika hendak pulang, setelah teh botolnya habis,  aku memberi uang dan dia menolaknya."
Subhanallah, "Maka Nikmat Tuhan Kamu Manakah Yang Kamu Dustakan?". Aku diberikan suami yang begitu tampan ** Alhamdulillah, yang begitu baik, dan telah diselamatkan dan ditolong Allah melalui pengendara sepeda motor yang melintas, sampai rumah. Cempaka Putih-Koja, Tanjung Priuk itu luar biasa jauhnya lho?
"Intinya de, kita harus berpikir positif, apa yang kita pikirkan itulah, yang akan datang pada kita. Karena kehendak Allah, juga akan mengikuti sangkaan hambanya. Berpikirlah bahwa kita tidak sakit ketika tubuh dalam keadaan payah. Berpikirlah bahwa rejeki itu pasti akan diberi Allah, tentunya dengan jalan yang benar"

Nah, ketika sedang sakit adalah salah satunya cerita tersebut diputar kembali oleh dia. Kemudian dia menambahkan untuk membuatku takut *sepertinya.
"Mungkin, jika pada saat itu aku berpikir akan ada gerombolan yang membawa senjata yang aku takutkan, mungkin juga akan datang, tapi aku lebih memilih untuk terus mengingat Allah dan meminta pertolongannya, Subhanallah"
"De, ketika kamu sakit, jangan tarik pikiranku tentang penyakitmu, berpikirlah untuk kesembuhanmu, pasti akan sembuh"
***
 Ini kejadian Selasa, 4 Mei 2013 pukul 16.20 sore. Ketika itu aku hendak pulang dari kantor. Biasanya aku menunggu bis di halte, kemudian bus akan bergerak dan masuk ke pintu toll. Sore itu, aku pasrah, jika aku ketinggalan bus yang akan membawaku dari Jakarta ke Tangerang. Toh, menunggu 45 menit tidak selama aku harus jalan kaki dari Jakarta Tangerang.

Ketika aku belum mencapai halte yang kira-kira masih satu kilo, bus telah bergerak hendak masuk ke pintu toll. Aku hanya memandang pasrah dan tidak berpikir macam-macam. Namun ternyata entah supir atau kernetnya yang menghentikan bus itu di depan pintu toll dan menungguku. Yang pasti Allahlah yang menghentikannya.

Intinya, belajar untuk senantiasa berpikir positive dan menghilangkan pikiran-pikiran yang membuat kusut pikiran, adalah jalan untuk dipertemukan dengan cinta-Nya.

Sahabat semuanya, kadang banyak sekali yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Berlalu, tak berkesan ataupun serasa tak berbekas. Namun dengan mengambil setiap detik menjadi sebuah rasa syukur dan mengambil hikmah dibalik kejadian itulah, rasa bahwa cinta Allah begitu dekat denganku...