Skip to main content

Kenangan Ramadhanku

Marhaban ya Ramadhan, Alhamdulillah aku menjumpai bulan yang begitu indah, bulan di mana terdapat seribu bulan dan para pencari Tuhan berlomba-lomba untuk melaksanakan ibadah. 

Ramadhan kali ini, adalah kali ke empat aku bersama buah hatiku dan kali kelima bersama suamiku tercinta. Ramadhan dari tahun ke tahun sangatlah berbeda bagiku, entah situasinya, ceritanya, menunya hingga hinggar binggarnya.
 
Aku dan Kakaku, Ika.
Ingatanku akan Ramadhan adalah hinggar binggarnya. Hinggar bingar Ramadhan itu kurindukan di sini, kunanti di sini untukku kenalkan pada anakku, agar dia tahu betapa bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat berbeda diantara bulan-bulan yang lainnya.

Ramadhan itu menjadi tak lagi terulang saat ini, saat aku menatap buah hatiku, saat aku ingin anakku bangun sahur dan bergabung atau sedikit melongok ke luar rumah. Yup, di luar rumah anak-anak kecil hingga usia SMP berjalan kaki membawa obor dan melagukan nyayian untuk membangunkan sahur, like this 
" Sahur...sahur...dung dung dung!!! sahur...sahur!!"
Merdukan suaraku? heheee...biasanya anak-anak itu membawa panci, ember dan pentungan hingga terbentuk suara dung dung dung... . Ach...itu dulu, saat ini aku hanya mampu menceritakan kepada Faiz cerita Ramadhan ketika aku kecil, ketika aku masih berada di pedesaan nun jauh dari kotaku saat ini.

Aura wajahku akan berubah dari putih menjadi merah bersemu ketika teman-teman telah memanggilku dengan berlarian untuk pergi  ke mushola terdekat untuk mengaji ba'da Asyar. Tak ada lemah, letih, lapar yang ada tawa dan semangat untuk mengaji hingga waktu bedug Maghrib berkumandang. Tak ada BB, tak ada I Pad, tak ada PS 1,2,3 tak ada game di komputer untuk menunggu datangnya waktu berbuka puasa.

Alif laammim...
Al-Qur'an, turutan (sekarang diganti IQRO) dan hafalan surat-surat pendek serta cerita Nabi Allah yang menjadi waktu menunggu di mushola.  Aku rindu, aku kangen sekali akan Ramadhan itu, Ramadhan milikku ketika kecil, apakah masih ada? masih ada untuk diberikan pada anakku? hiks, semestinya aku mampu juga menghadirkannya di rumah, namun mengapa ada rengekan anakku untuk televisi? untuk game? untuk tablet?

Lantas? bagaimana aku saat ini? masihkah aku yang dulu berlarian menuju mushola kecil di sudut kampung? bergandengan tangan bersama teman-temanku membawa turutan dan mukena? tawa-tawa kecil teman-temanku tak saling membedakan apakah punya BB, apakah punya I Pad? huhuu...aku berteriak kencang

Aku rindu Ramadhanku, semoga Ramadhan yang baru dua hari ini mampu menghadirkan suasana Ramadhanku saat itu, saat aku masih tertawa manis berkerudung putih dan berbaju panjang milik ibuku yang berwarna cokelat bergambar keong kecil. Marhaban ya Ramadhan.

Saat aku kecil, ada di belahan desa kecil di Mertasinga, Cilacap Utara, Jawa Tengah bersama teman-teman kecilku yang masih kuingat. Ada Upik, Mas Nanang, Mba Windri, Mba Ikaku, Tanto,Duding...ach...kangen Ramadhan di waktu itu.

Ramadhan kecilku untuk cerita buat anakku

Salam
Astin

Comments

  1. selalu ada kenangan indah ramadhan saat kecil

    ReplyDelete
  2. Mba Lidya : iya Mak, indah dan beda dari sekarang

    ReplyDelete
  3. waaah kalau ramadhan waktu kecil malah suka main petasan, tapi yg kecil2 itu, gak kayak sekarang yang suaranya menggelegar :D

    ReplyDelete
  4. Jamannya memang berbeda. Suasana Ramadhan masa kanak-kanak kita (kitapun beda jaman ya, hehehe) memang terasa lebih indah.
    Tapi kita bisa buat suasana itu di rumah kita kok, mbak Astin. Ciptakan suasana rumah dengan aura Ramadhan.

    ReplyDelete
  5. selamat Ramadhan ya mak, mohon maaf lahir dan batin, siapa tahu ada chat atau tutur kata yang silap saat fbook dan ngeblog

    ReplyDelete
  6. Bener banget,,tiap ramadhan pasti punya kenangan tersendiri ^^

    ReplyDelete
  7. Ramadhan selalu meninggalkan jejak kenangan yang tak terlupa ya mak..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Pengalaman Menggunakan Gigi Palsu

Tiga tahun yang lalu saya sudah ingin sekali menceritakan pengalaman ini. Pengalaman pertama kali kehilangan satu gigi depan bagian atas. Pengalaman tidak memiliki gigi depan bagian atas dan harus ompong selama beberapa minggu. Pengalaman setiap beberapa hari sekali ke dokter gigi, untuk mendapatkan perawatan gigi yang hilang tersebut. Pengalaman dipasang gigi palsu tanam dan menggunakan gigi tersebut hingga tiga tahun. Dan juga pengalaman ketika gigi palsu tanam tersebut hampir lepas.

Fungsi Utama Gigi
Menurut Wikipedia Indonesia, Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Memiliki struktur dan variasi yang memungkinkan untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi itu sendiri adalah untuk merobek atau mengunyah makanan. Dengan adanya gigi dengan struktur yang lengkap dan sempurna. Proses merobek dan mengunyah makanan akan menjadi mudah. Untuk menyantap makanan yang keras, makanan yang panas ataupun dingin oke oke saja, kan giginya sehat.

Fun…