28 Aug 2013

Di Tepi Sungai Serayu # Part 2

Setelah makan siang bersama teman-teman di kantor, shalat dzuhur dan membuka FB, ada notifikasi dari seorang blogger yang biasa dikenal dengan om Nh Her. Intensitas pertemuan dengan beliau ada di Warung Blogger, jujur jarang juga sich...maklum emak yang kadang bawang merah dipegang kadang mesin fax, mesin scanner yang dipegang.

Namun, sungguh membuat saya tersanjung ketika membuka notifikasi tersebut di FB. Om Her memainkan Di Tepi Sungai Serayu dengan indah dan cantik. Iya, waktu itu saya sempat menuliskan lirik Di Tepi Sungai Serayu sepulang dari mudik lebaran 2013. 

Buat Om Her, terima kasih banyak...kepingin banget saat ini dari Tangerang langsung duduk di depan jembatan kereta api, di mana di situlah sungai Serayu terbentang luas. Ceritanya waktu melewati sungai Serayu, Faiz kecil sedang bobo di pangkuan, jadi enggak sempat mengabadikan gambarnya.

Memang kesannya berubah, namun masih indah kok Di Tepinya Sungai Serayu itu, semoga pemerintah Kabupaten Banyumas dan sekitarnya tetap mengupayakan kealamian dan keindahan alam Di Tepi Sungai Serayu tersebut. Kelak, bagi para blogger yang penasaran dengan keindahan Di Tepi Sungai Serayu dari alunan musik om Her merasa tidak ingin meninggalkan sungai Serayu #Yup.

Bagi yang mendengarkan alunan musiknya, terima kasih. Alunan musik keroncong tepat sekali didengarkan siang-siang begini. Kesannya bak jaman 45-an, dan membuat hati tenteram, adem dan nyaman #kangen alm. Mbahku yang asli Banyumas.

Cara Membuat Rekening BCA

Siapa yang mau buat rekening lagi? di BCA atau di Bank manapun mungkin? hehee, itu sich saya yang tanpa persiapan atau mencari informasi, datang ke BCA terus manyun daaach.

Akhirnya, dengan segenap perasaan bahagia, saya menuliskan Cara Membuat Rekening BCA. Untuk blogger dan saudara-saudara semua, agar tidak pulang ke rumah dengan rasa kecewa, pyuh.

Awalnya saya sempat berkata dalam hati, kenapa sich BCA enggak woro-woro ke pelosok perumahaan warga? atau setidaknya membuat acara di televisi dengan tema BCA ada di hati masyarakat?. BCA itu udah menempel dan menjadi Bank yang paling digemari oleh masyarakat, lho? itu bisa dilihat dari mengularnya ATM tadi pagi.

What? iya? dari subuh tadi kata si tukang parkir sudah ramai masyarakat menarik dana, saya salah satunya yang datang 05.30 am, hehee...sekedar mengecek dan mengambil uang #ceritanya baru gajian, gitu. Tu...kan, BCA peminatnya banyak?

So, karena tadi pagi saya sedikit kecewa, tidak bisa membuat rekening baru di BCA dan bank lainnya di sebelahnya...hihiiii, karena masalah KTP tidak sesuai dengan lokasi BCA yang saya datangi dan tidak mampu menyerahkan keterangan domisili, yeah.

Cara Membuat Rekening BCA ternyata sudah dituliskan dan bisa dibaca pada website BCA itu sendiri *kamana wae neng? berikut linknya, http://www.klikbca.com/OnlineApplication/Openaccount/tahapan.html

Yang paling penting untuk dibawa, ketika mengajukan pembuatan rekening baru di BCA adalah;
  1. KTP asli, kalau foto copy BCA pasti menyediakan, jika ingin aman bawalah foto copy KTP dua lembar, tentu pihak CS akan berterima kasih.
  2. Pastikan lokasi BCA sesuai dengan lokasi KTP anda.
  3. Jika berbeda, silahkan meminta surat keterangan domisili,
  4. Jika malu ke rumah pak RT, silahkan menggunakan rekomendasi kantor,
Menurut CS lelaki di Bank BCA itu, ada beberapa yang harus disertakan selain KTP atau keterangan domisili, yaitu....
  1. Nomor telepon rumah, jika tidak punya?
  2. Nomor telepon kantor, jika tidak bekerja?
Ow...ow...mohon untuk saya diberi masukan, karena mas CS sudah tegas menolak permintaan pembuatan rekening di BCA karena KTP saya beda dengan lokasi BCA tersebut. Saya itu masih tersenyum manis ingin mengetahui informasi lebih lanjut...eee...si mas CS sungguh terlalu sudah bertanya kepada nasabah lain tanpa mengucapkan terima kasih, selamat pagi atau apalah *bukan...bukan gila sapaan, tapi setidaknya bukankah begitu ya?. Ketika singgah di Bank lain di sebelah BCA, si mba CS sampai salaman dan berdiri loo...kemudian berterima kasih dengan menyebut nama "Terima kasih Ibu Astin, mohon maaf tidak bisa membantu, selamat pagi". 
Terlepas dari itu, saya ingin merasa bahagia saja, enggak sedih, kecewa atawa putus asa. Dibalik kejadiaan tidak bisa membuat rekening di BCA, saya jadi terinspirasi untuk membuatkan buku tabungan untuk Faiz kecilku. Informasi itu diberikan oleh mba CS yang baik di bank sebelah BCA, Inza Allah bermanfaat.

Saya juga masih ingin membuat rekening di BCA kok, karena bagaimanapun ATM BCA sudah menemani dompet cokelat ini sejak 8 tahun, masa mau pindah ke lain hati. Dan mohon untuk dibantu, besok saya akan mencari surat-surat yang perlu disertakan karena KTP saya ada di sono dan saya mau buat di sini saja *efisiensi waktu. Baiklah, mas CS kalau ketemu lagi, senyum dan yang ramah ya? jangan galak-galak ke saya, saya mudah kok untuk mengerti. #Hmmm.

Oiya...di website BCA juga ada Formulir untuk melakukan pembuatan rekening di BCA, dan saya pasti akan membawanya, dan akan bilang kalau saya itu blogger. Berikut linknya, silahkan dipelajari...https://eform.klikbca.com/dctmeform/custom/library/eform/eform_main.jsp

26 Aug 2013

Idul Fitri 1434 H

Idul Fitri 1434 H telah menjadi cerita dalam rangkuman perjalanannya, ada tawa ada cerita dan ada hikmah. Alhamdulillah ada jodoh dan diberikan kemudahan melewatinya, mulai dari mendapatkan tiket mudik hingga pulang balik aku diberikan kekuatan oleh Allah.

Malam takbiran dilewati di rumah ibu mertua di Tanjung Priuk. Sebelumnya aku, abi dan Faiz istirahat sebentar di dekat pelabuhan Tanjung Priuk untuk makan malam. Hujan mengguyur dan Faiz sangat terkejut melihat teman makan kami juga kebanjiran.

Rumah nenek Faiz masih sepi, hanya Faiz yang membuat riweuh. Dari malam, aku ingin ke Islamic Center untuk shalat Idul Fitrinya, meskipun aku kebetulan sedang berhalangan namun aku ingin menyaksikan. Kemudian pagi hari tiba dengan indanhnya, membangunkan Faiz cukup lama, apalagi diminta mandi. #entahlah my boy suka nyeyak klo bobo di rumah neneknya.
 
Hanya aku, suami dan Faiz yang ke Islamic, ibu, aunty dan uncle ke masjid dekat rumah. Setelah shalat usai, suamiku mengajak pulang tanpa mengambil gambar-gambar, sayang sekaliiih. Next Post.
 
Tradisi sungkeman yang ada di rumah ibu dan bapakku, aku hadirkan dengan mengajak ibu mertua untuk duduk di kursi dan lalu suami, aku dan Faiz bergantian memohon maaf kepada ibu kemudian barulah dengan aunty dan uncle.
 
Saudara suami kemudian berdatangan dan menjadi ramailah rumah nenek, apalagi setelah sepupu Faiz Mayra dan Tio datang. Ada teriakan ada tangisan ada gandengan tangan...yeaaah begitulah anak-anak.

Lebaran hari kedua, 10 Agustus 2013. Pukul 07.00 aku, abi dan Faiz pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Cilacap. Ride by train in here, please. Ceritanya cari taksi blue bird di depan Islamic, tapi dapatnya taksi borongan gitu, keluar dech 100.000 idr from Lagoa to GAmbir dalam keadaan sepi di jalan.

Gambir to Cilacap by train, first time for us mudik by train. Sungguh sangat menyenangkan, abi yang baisa stress mengemudi selama mudik dan macet, bisa bobo nyenyak dan isirahat. Tiba di Cilacap, akung dan uti menjemput bersama om Anang, te Lastri dan Ivander. Kira-kira pukul 17.30 pm menghirup udara di Gumilir dan bertemu adik lelaki kecilku, Afif.
 
Hari pertama di rumah Cilacap untuk abi dan Faiz berkebun, kemudian menjemput kakak perempuanku yang tinggal di daerah Ciporos, kira-kira dua jam dari Cilacap. Sorenya rumah uti dan akung semakin ramai dengan datangnya kakak perempuanku, Ika dengan dua anak lelakinya, Davin dan Fariq.

Hari kedua, 11 Agustus 2013 kami keluarga besar Bpk. Nur Hidayat akan menghadiri pertemuan akbar keluarga besar Surgawi. Surgawi adalah sebuah nama untuk mengumpulkan saudara-saudara dari saudara Kakekku, Kyai Junaedi dengan 5 saudara kandung. Next Post.

Pertemuan ini diselenggarakan di desa Sokaraja, kami berangkat mengendarai dua mobil. Ketika hendak masuk ke aula tempat diadakan acara, Faiz nangis dan tidak mau masuk. Lagi, akhirnya aku dan abinya mengajak jalan-jalan kemudian mobil-mobilan yang dibeli di warung melunakan hatinya untuk masuk.
 
Sore harinya, setelah sampai di Cilacap lagi, adalah perayaan ulang tahun Davin. Kakak sepupu Faiz yang berusia tepat 7 tahun. Sengaja uti memesan kue ulang tahun, meskipun awalnya susah karena bertepatan dengan lebaran.

Hari ke tiga, 12 Agustus pagi hari, abi akan berangkat ke Jakarta. Faiz aku bangunkan tapi malah menangis dan abinya enggak boleh pulang. Namun dengan kedewasaan Faiz akhirnya, setelah minta salaman, abinya boleh pulang dengan diantar akung ke terminal Cilacap.

Untuk menutupi rasa sedih Faiz, akhirnya aku dan Mba Ika mengajak anak-anak ke Pantai diantar bapak dan om Afif sebagai fotografer. Ternyata, liburan ke Pantai Teluk Penyu tidak mengasyikkan gara-gara Krawe. Next Post.

Hari menuju hari kepulangan aku dan Faiz, diisi dengan melepas kangen bersama Mbak Ika yang suaminya pun pulang lebih awal ke Ciporos karena ada Silaturahmi kantornya. Perhatian kami fokus kepada anak-anak, hal itulah yang membuatku 'lupa' untuk reuni bareng teman-teman sekolahku.

Waktu yang sedikit inipun, rasanya aku belum memberikan waktu yang berkualitas untuk saudara kandungku serta ibu dan bapak. Apalagi jika anak-anak sedang ribut dan menonjolkan kedominannya. Rumah Cilacap menjadi seperti PAUD, apa yang terlihat oleh anak-anak akan menjadi bahan untuk dieksplorasi. Faiz dan kak Davin bermain tanah serta mesin jahit uti. Adiknya Ivander dan Fariq akan mengikuti dan rebutan mainan.

Idul Fitri memang selalu menyimpan cerita dan merangkumnya menjadi kenangan. Hari Kamis malam pun aku pulang bersama Faiz menggunakan travel. This is first time go to Jakarta berdua Faiz, pake travel pulah. Alhamdulillah, mobilnya bukan mobil travel yang tiga pintu itu, mobilnya Luxuri sepertinya. Mulai dari Cilacap Faiz bobo, sampai di Jakarta Pusat pukul 07.00 Faiz baru bangun, Subhanalloh terima kasih ya Allah Faiz anteng dan pinter hingga memasuki Tangerang pukul 08.30 pagi bertemu abinya.

Di Tepi Sungai Serayu

Perjalanan mudik lebaran Idul Fitri 2013 lalu , aku menggunakan kereta api menuju kota kelahiran, Cilacap. Kereta Purwojaya mengantarkan aku dan keluarga kecilku dan sangat terkesan dengan kemajuan sarana PT KAI ini, juga satu hal yang membuatku terpesona. Instrumen lagu keroncong perjuangan, Di Tepi Sungai Serayu ciptaan R. Soetedja menjadi instrumen pengganti "ting tong ting tung" tanda keberangkatan kereta api di setasiun DAOP Purwokerto.

Cerita perjalanan mudik menggunakan Kereta Api Purwojaya ada di sini, dan aku ingin menuliskan dan menggingat seperti apa lirik lagu Di Tepi Sungai Serayu tersebut.


Di tepinya sungai Serayu
Waktu fajar menyingsing
Pelangi merona warnanya
Nyiur melambai-lambai
Warna air sungai nan jernih
Beralun berkilauan
Desir angin lemah gemulai
Aman tentram dan damai
Gunung Selamet nan anggun
Tampak jauh di sana
Bagai sumber kemakmuran
Kerta kencana indah murni alam semesta
Tepi sungai Serayu
Sungai pujaan bapak tani
Penghibur hati rindu

Aku sebagai cucu orang Banyumas turut bangga dan terharu, apalagi ketika berada di setasiun Purwokerto, setasiun perjuangan bangsa Indonesia pada masa perjuangan merebut kemerdekaaan.

Salam persaudaraan

Astin Astanti