26 Sep 2013

Materi Ngeblog untuk Ngeblog Eksis

Lucu banget siii polah ma kelakuan Faiz hari ini, ambil kamera dan ambil dari berbagai angle. Yup, sebuah materi untuk nulis di blog tentang cerita Faiz bisa menjadi kenangan dan tukar cerita kepada teman-teman blogger nich. Sippp, 

Berangkat kerja mengendarai sepeda motor sendirian dengan penuh cerita dan lika liku. Tengok kanan tengok kiri, cium bau sampah bau asap, ke senggol sesama pegnendara sepeda motor. Asyik juga ditulis di blog, untuk cerita perjalanan hidupku dan biar menjadi kenangan indah niich.

Yap, banyak sekali materi untuk dituliskan da diceritakan di blog agar tetap eksis di dunia perbloggeran. Ada seorang blogger yang ku kagumi menantang diri sendiri untuk menulis satu artikel satu hari. Hm...secara teoris memang gampang sekali, mudah dan pasti mampu untuk dilakukan. Dari bangun tidur, beraktivitas hingga tidur lagi pasti banyak sekali tuuuh yang bisa dibuat materi.

Dan...dengan semangat 2013 mulai dari menyalakan komputer, terhubung dengan browser hingga menulis dan menyiapkan pernik-pernik yang mendukung tulisan di blog seperti foto akhirnya artikel terpublish dan blogpun melesat memenuhi mesin penelusur jika mareti yang ditulis cukup ramai dicari para orang-orang yang haus akan informasi.

Namun...dengan status yang bukan hanya blogger semata, ada status sebagai isteri, ibu, pengurus rumah tangga, pekerja kantoran, teman dari si A, B di dunia nyata dan teman-teman di dunia maya yang cukup ramai di media sosial? pasti porsi ngeblog akan terbagi.

Sulit untuk meninggalkan rengekan anak atau permintaan dari suami minta diambilkan makanan. Pekerjaan kantor yang kadang ups...deadline yang mengharuskan blog enggak ke jamah' padahal materi sudah diawang-awang akhirnya lenyap begitu sajah.

Lalu gimana dooong, agar aktivitas ngeblog tetap berjalan dan bisa eksis ngeblog diantara status-status tersebut? pernah looh aku sempat sewot dan galau karena enggak ngeblog. Seharian di kantor hanya ngurusi kerjaan kantor atau sudah lelah mengerjakan laporan-laporan akhirnya materi blog terasa seperti pisau.

Pun di rumah, lebih enak nongkrong bareng anak dan suami atau sekedar membereskan rumah. Pyuuuh...dilema menjadi blogger yang pingin tetap eksis ngeblog. Bisa siiich disambi nulis dan mainan bareng anak dan sekaligus mijitin kaki suami? bisa kaaah? hihiii yang jadi malah curhat deeewh.

Akhirnya, akupun memutuskan untuk ngeblog khusus di kantor diantara waktu-waktu yang kosong. Pulang ke rumah sudah lelah dan sore pula, saatnya untuk memperhatikan perkembangan anak dan berkomunikasi dengan suami serta sedikit-sedikit membereskan rumah.

Dari semua aktivitas tersebut, materi-materi untuk menulis di blog bakalan segudang. Entah ketika sedang memasak, ada bawang putih yang tidak hanya sebagai bumbu masakan namun ternyata memiliki zat antioksidan tinggi dan antibiotik alami. Polah anak ketika sedang bermain yang tiba-tiba nyeletuk sesuatu, bisa diangkat menjadi materi nulis di blog.

Lah..kalau tiba-tiba di kantor ada laporan yang kudu selesai? dan seharian di kantor enggak ngeblog? ya...materi-materi itu di simpan dan jika ada hari yang lumayan kosong dan santai? bisa dong menulis beberapa artikel kemudian disetting jadwalnya? kan bisa setiap hari blog kita terpublish otomatis.

Naaah, lega bukan jika begitu? enggak usah takut *enggak tahu apa yang mau ditulis di blog, enggak pinter nulis, merangkai kata juga pas-pasan atau yang lebih ekstrim, ngeblog bikin buang-buang waktu *ini yang bener-bener membuatku sakit hati dikatakan demikian. Tapi bukan blogger jika tetap sakit hati. Jadi aku harus mengupayakan dari ngeblog mendapatkan banyak sekali keuntungan, manfaat, pengetahuan, teman dan materi.

So...buat aku, paling penting untuk ngeblog tetap berjalan adalah materi...seperti saat ini, dari seorang teman yang membuat giveaway terciptalah sebuah artikel, terima kasih Mba Ika Koentjoro. Ketika padatnya aktivitas mampu menulis materi tersebut adalah pintar-pintar membagi waktu dan tetap fokus. Dua jam isi untuk ngeblog, dua jam berikutnya laporan, dua jam berikutnya ngeblog...dua jam berikutnya...ngobrol *aaach...yang penting enjoy saja.

Kepingin lebih panjang dan panjang, tapi sudahlah buat aku ngeblog ditengah aktivitas adalah sesuatu buatku dan buat yang belum ngeblog...ayo mari lestarikan ilmu dan pengetahuan dan keterampilan kalian.

Nabi SAW bersabda  "Sampaikanlah dariku walau satu ayat"  
(HR Bukhari)

Cerita ini diikutsertakan dalam 2nd giveaway Ika Koentjoro's Blog

23 Sep 2013

Mobil Murah Tak Sepenuhnya Murah

Mendengar gencarnya berita Mobil Murah aku enggak begitu tertarik. Meskipun ketika berdua dengan suami, suami menyodorkan beberapa gambar mobil yang dibilang murah itu. Entah ya, aku tidak begitu tertarik. Pertama aku seorang wanita yang prioritasnya memikirkan perekonomian domestik. Harga-harga kebutuhan pokok hingga kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga yang perlu dipikirkan, baru menyinggung ke harga minyak dunia yang berpengaruh dengan harga bensin perliter sebagai sarana transportasi juga biaya transportasi publik yang murah namun nyaman.

Kebutuhan Akan Mobil

Tak dipungkiri kebutuhan mobil sebagai kebutuhan sekunder juga sangat diperlukan. Membeli sebuah mobil adalah impian dan target aku dan suami juga si kecil Faiz. Contoh pembicaraan kami;

Suami : Besok beli mobil second juga enggak apa-apa dech, untuk kenyamanan kalian nanti. (Sebuah cerita ketika aku menjadi asisten suami yang marketing property, Aamiin Ya Allah, bisa beli mobil)

Faiz : Maunya punya mobil dulu, baru punya adek, nanti adeknya taro di mana? (Sebuah cerita ketika meminta persetujuan Faiz untuk merencanakan kehamilan *looh)

Aku sendiri melihat urgensi kebutuhan memiliki mobil adalah ketika *mudik, *sanak keluarga sakit, *hujaaaaan? enggak ach romantis malah kalau hujan-hujanan, *ada baby...secara waktu Faiz baby suami mendapatkan mobil inventaris dan itu nyamaaan banget kali. *kata bos besar di kantor----> keluarlah dari zona kenyaman dan disitu proses dimulai, wkwkwww.

Nah, mudik lebaran kemarin kita dinyamankan dengan transportasi publik yang menyenangkan dan nyaman. Iyuuup...PT KAI, semoga konsisten kinerja kalian dan masyarakat memilih transportasi publik sebagai sarana mudik. Nooh, aku sudah berperan mengurangi kemacetan mudik, kan?

Sedangkan kebutuhan dalam kota, pemerintah Jakarta dan sekitarnya telah mengubang Kereta Listrik menjadi sedemikian mendekati bagus. Yuuup Comuter Line yang ke arah sekarang cukup bagus, tinggal kesadaran para penumpang dan pelayanan dari PT KAI yang semakin profesional.

Kabar Mobil Murah?

Perlu disambut baik dan dilihat dari berbagai segi, kalau dari satu segi yang diusung mungkin bakalan pincang. Kalau aku sendiri mah, enggak tertarik beli mobil murah ya? Alasan yang cukup ngawur kulontarkan ketika suamiku masih keukeuh menyodorkan gambar mobil murah.

Aku : Belum tertarik *masih ngayal punya CRV dan Fortuner dulu, sepertinya bulan depan bisa punya deeech *dari manaa? dari hongkong? hahaa.

Dari segi kemacetan kota besar, aku pribadi sebagai pengguna jalan di kota besar yang kadang suka kepanasan karena kemacetan pasti akan bilang *enggak setujuuuu. Pernah untuk menghindari kemacetan ya...pilih berangkat lebih awal dan memang tidak ada kemacetan yang menikam *hehhee. 

Dari segi bahan bakar minyak sudah pasti bensin daaah, Nah, aku bukan pakarnya banget pun juga tidak tahu menahu, tapi boleh ya...aku urun rembuk di sini. Pas mau beli bensin untuk mengisi sepeda motor aja kadang aku malesnya gak ketulungan *ngantri booo. Sudah jelaskan bahwa pemilik kendaraan bermotor itu sudah banyak sekali, apalagi ditambah mobil murah. Bakal semakin mengantri. Jadi pendapatku? enggak setuju juga...kasihan buminya.

Eh tapi aku punya ide looh untuk penciptaan mobil murah namun tanpa bensin, pake air gitu dicampur bahan sejenis bensin yang bisa menjalankan mesin *kali ini aku digetok orang sedunia. Tapi kreatif kan? hahaaa...nah, sejenis mobil uap, mobil listrik? apa enggak dipelajari lebih lanjut tuuuh? dibuat seaman dan senyaman mungkin.

Dari segi pendidikan *ehem..bicara pendidikan niich. Ada yang tanya, siapa siich yang bikin ada mobil murah-murah itu? hahaa...aku langsung skak mat si ibu muda itu *maaf yeeee. Jangan salahkan yang bikin atau yang punya ide dooong.

Para pelajar sekolah keahlian itulah yang berperan, khususnya jurusan otomotif. Mereka telah belajar keras, menciptakan berbagai macam latihan bagaimana menyusun kerangka mobil dan bagaimana agar mereka menciptakan karya? Nah, sudah pastinya karya-karya mereka nantinya akan mengharumkan bangsa ini kan?

Jadi intinya, aku menyambut baik adanya mobil murah. Itu tandanya anak bangsa bisa menyumbangkan karyanya, siapa tahu layak ekspor dan dipergunakan oleh negara-negara lainnya? kereeen mobil ciptaan anak muda Indonesia dengan harga terjangkau, membantu perekonomian kami *tutur salah satu warga di Belanda. Wow...ini bukan ngayal, pasti Pak SBY setuju. Meskipun saya tahu Pak, tidak semudah itu ya?

Dari segi perekonomian, bicara apa aku ini? ya perekonomian umum dech. Semalam jalan-jalan ke perumahan yang bisa dibilang menengah ke bawah membelalakan mataku. Wooow, satu rumah ada dua mobil? keningku berkerut tak habis pikir, rumah tipe 36 tanpa garasi mobil? bukan satu dua tiga rumah, tapi banyak.  (Jalan-jalan di kawasan Bintaro Coret) 

Jangan ditanya diperumahan menengah atas di dekat Tang City, wooow aku semakin berdoa kuat-kuat perekomonian rumah tangga kami segera meningkat, jadi bisa mengkoleksi satu dari empat mobil yang terparkir di rumah-rumah tersebut. Empat boo...iya, rata-rata tiga. Ngikutin kasus anak dari AD? anaknya tiga masing-masing mendapat mobil satu, belum si bapaknya dan juga istrinya *beruntungnya mereka enggak kepanasan naik angkot.

Jadi intinya, masyarakat Indonesia sebetulnya sudah mapan *yang mapan dan masih belum mapan bagi yang penghasilan perharinya masih dibawah 10.000 . Lantas siapa yang akan membeli mobil murah tersebut? pastinya masyarakat menengah ke bawah dan tentunya akan menggerus budget yang seharusnya diperuntukan entah untuk pendidikan atau untuk rekreasi. Pendapatku? masih ngimpi dapat mobil gratisan, tolong jangan dibangunkan. Hehee...

Imbas Mobil Murah 

Indonesia akan semakin terkenal di dunia, sudah pasti kan? seperti yang disampaikan tadi dari segi pendidikan. Dari segi perekonomian juga akan maju pesat karena banyak transaksi pembelian mobil murah *hore...aku mau jadi marketingnya *bakalan bonus menjatuhi kepalaku.

Kota besar yang masih mengalami kemacetan luar biasa, pasti tambah macet jika tidak dibarengi dengan pembangunan sarana jalan, entah penambahan jalan layang atau pelebaran jalan. Iyaaah, kalau bicara pelebaran jalan? berarti akan ada pengurangan lahan juga dooong? Alhamdulillah aku belum punya rumah, jadi enggak kena imbas pelebaran jalan ya *dilempar poni*tsyaaah.

Perekonomian domestik bakalan kena imbas, ada pengurangan pembelian pulsa, ada pengurangan pembelian kangkung, telur dan mungkin dana pembelian baju bisa setahun sekali *itu kalau aku looh ya yang beli mobil murah tersebut.

Karena, kalau sudah punya mobil apalagi murah bakalan ada banyak budget tidak terduga. Yuk jalan ke puncak, yuk jalan-jalan ke ancol, yuk hang out tengah malam lihat bulan purnama atau lihat sunrise tapi naik mobil takut kedinginan. Nah looh, perlu dipikirkan masak-masak sebelum kondisi perekonomian dikatakan stabil untuk memiliki sebuah mobil.

Untuk yang setuju semoga lebih arif dan bijak jika menggunakan mobil tersebut, karena banyak faktor yang akan muncul. Untuk yang tidak setuju semoga lebih arif dan bijak menyampaikan pendapatnya.

Kalau aku setuju atau tidak? setuju? tidak? setuju? tidak? enggak penting pendapatku tapi yang jelas, mari kita sama-sama menjaga dan mencoba memikirkan negara tercinta ini semakin keren dan aku mendapatkan mobil gratis setelah bangun tidur ini, aamiin.

Mohon maaf jika ada yang tersingung, khususnya si ibu muda tadi yang kena skak mat. Enggak kan ya? aku hanya berpendapat dan silahkan pendapat teman-teman semua dituangkan dalam kolom komentar tanpa mengomentari siapa aku? karena aku hanya berpendapat, salah benar, tepat salah itu pendapatku.

19 Sep 2013

Menggunakan Wardah Kosmetik di Usia 30 Tahun


[Beauty]

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???

Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

10 Sep 2013

Kerokan Satu Tanda Cinta

Kerokan dan masuk angin adalah sebuah fenomena yang sudah mendarah daging pada masyarakat saat ini. Kalau sedang tidak enak badan karena masuk angin, ada pilihan untuk minum obat, istirahat atau kerokan dan istirahat.
Kerokan sendiri merupakan aktivitas dengan menggunakan koin atau alat untuk kerokan menggunakan balsem atau minyak angin pada punggung seseorang. Mengerok bisa dilakukan siapa saja, karena pada dasarnya tidak diperlukan keterampilan seperti aktivitas memijit.
Jika hasil kerokan berwarna merah kehitaman, itu tandanya masuk anginnya sudah banget. Tapi jika hanya pink atau merah sedikit dan ketika dikeroki tidak sakit, mungkin hanya kelelahan saja.
Saya pribadi bisa dihitung jari dech dikerokin, pikirannya "takut ketagihan gitu" karena menurut saya pribadi, kerokan juga salah satu jalan untuk meringankan tubuh yang lelah dan pegal. Ya...seperti dipijit, kadang ketagihan dech....nah saya enggak mau yang ketagihan itu, hihiii *kasihan yang ngerokin.
Beda dengan suami saya yang rada mirip dengan bapak saya. Hampir setiap hari minta dikerokin, alasannya kadang badan pegel, masuk angin atau sekedar lelah. Memang sekarang lebih mudah ada minyak angin yang bisa dipergunakan untuk mengerok, jadi tangan enggak pegel *haaaih? iya, jadi seperti menulis di punggung saja... *kelaaar.
Tapi, kata suami enggak mantep dech kalau enggak dikerokin menggunakan koin. Menurut suami, setelah punggung dikerok rasanya ringan dan enak sekali setelah tidur beberapa jam. 
Ibu saya dulu juga menyarankan mengerok bagian punggung my lovely kids, yang baru berusia setahunan menggunakan bawang merah ketika si anak rewel enggak selesai-selesai.  Setelah dikerok menggunakan bawang merah, bisa istirahat dengan tenang dan enggak rewel lagi. *jadi my baby waktu itu sedang masuk angin?
Sengaja niich, browsing di google mencari-cari kerokan, manfaat, bahaya dan efek sampingnya ternyata kok ada juga bahayanya siiich? hm.... coba dech sekalian saya tulis untuk para sahabat blogger ya...
Khasiat Kerokan
Kerokan dinilai ampuh untuk mengusir masuk angin. Angin yang masuk ke dalam tubuh biasanya membuat tubuh menjadi pegal dan nyeri. Pengobatan dengan dikerok ini sangat manjur hingga keluar jawa dan akhirnya keluar negeri lho... dan pengobatan tradisional seperti kerokan tersebut dipercaya sebagai bukti teori Einstein (E=MC2) yang menerangkan bahwa energi muncul karena pergesekan dua benda.
Tubuh digosok menggunakan benda tumpul---> panas meningkat---->pembuluh darah melebar---->oksigenasi ssemaikin baik----> peredaran darah lancar---->nyeri dan pegal berkurang.
Untuk point di atas saya engeh *dan rada paham akan logika kerokan, baiklah teruskan aktivitas kerok-mengerok.
Bagaimana mengerok yang baik? 
Ternyata ada juga yang membahas cara kerokan yang benar, jadi enggak asal kerok-kerok punggung ya. Diambil dari berbagai sumber dan diolah dengan pengalaman pribadi.
  1. Siapkan balsem, minyak angin dan koin.
  2. Lumuri punggung menggunakan balsem
  3. Mulai dari punggung kanan dan kiri baru kemudian tulang ekor yang memisahkan punggung kanan dan punggung kiri.
  4. Lebih baik posisi yang akan dikerok adalah duduk, kalau terlentang takutnya tertidur
  5. Arah kerokkan mengikuti tulang rusuk, berbentuk melengkung
  6. Koin dimiringkan dan ditekan kuat-kuat dan berulang, tidak bolak balik hingga menghasilkan tanda kemerahan
  7. Setelah selesai punggung kanan dan kiri, lumuri punggung menggunakan minyak angin.
Bahaya Kerokan
Memang dituliskan bahaya kerokan tidak langsung, namun dikemudian hari namun tidak begitu berat.
  1. Mengakibatkan kontraksi dini. Bagi wanita hamil lebih baik tidak mengunakan pengobatan tradisional kerokan. Kerokan melepaskan prostaglandin yang menyebabkan kontraksi pada rahim.
  2. Masuknya virus dan bakteri. Setelah dikerok kulit tubuh akan meradang dan pori-pori terbuka. Hal ini akan memudahkan virus dan bakteri untuk masuk kembali ke dalam tubuh.
  3. Sebagian besar akan merasa ketagihan saat dikerok dan akan melakukannya lagi jika terserang masuk angin atau badan pegal dan nyeri. *ting, bener kaaan?
Hm... semoga kedepan saya mampu menelaah secara ilmiah mengenai kerokan *whaaaat? saya? namun yang baik, sesuatu jika berlebihan adalah tidak bagus. Kerokan boleh tapi jangan terlalu sering. Nah, mengapa judul tulisan ini adalah Kerokan Satu Tanda Cinta?

Setelah menyelesaikan pengobatan kerokan, satu kecupan mendarat dan ucapan terima kasih serta janji untuk melakukannya sampai renta nanti terlantun. Memang kesannya begitu doang, tapi kalau memang males untuk ngerokin pasangannya, siapa lagi? tukang pijat? ibu mertua? kalau istrinya bisa, kenapa harus dua orang tersebut? ahihiii.

Referensi :

4 Sep 2013

Dari Bento Mania, Bisa Bikin Nasi Tumpeng

Kala itu bulan Oktober 2012, hm...hampir setahun ya? setelah suami dinyatakan sehat dan bisa pulang dari Rumah Sakit, setelah anak lelakiku berulang tahun ke -3 di 11 Oktober 2012 , kemudian ketika ada rencana untuk mengunjungi mertua di Tanjung Priuk, saya ingin membawa bingkisan yang berkesan untuk ibu mertua.

Mulailah berselancar di dunia maya, dibantu oleh google menemukan sebuah blog yang cantik dan fresh dengan dominasi warna hijau berjudul "Bento Mania" dengan tagline Pecinta Bento dan Kuliner. Ketika itu keyword yang ditulis adalah cara membuat nasi kuning.

Google memberikan sebuah tampilan yang kurubah dari web menjadi image, ada sebuah gambar nasi kuning yang sangat sederhana. Dan itu adalah milik Bento Mania yang segera saya buka dan di sinilah pertama kali mengenal Bento Mania http://www.dbento.com/2011/11/buat-tumpeng-tanpa-alat-khusus-siapa.html

Hari ini, setelah makan siang iseng berselancar di FB dan ada pemberitaan dari Bento Mania yang lagi ngadain Giveaway, Yipppieeee..aku ikut ach, secara dari Bento Mania saya mampu memberikan kado istimewa untuk ibu mertua di hari ulang tahunnya.

Jauh siiich cerita mengenai Bento, tapi dari sebuah artikel milik Bento Mania saya bisa membuat nasi kuning untuk kali pertama. Horeeeeee, meskipun awalnya suami rada kurang yakin, "Emang kamu bisa buat nasi kuning? jangan ach kalau enggak yakin, enggak ada yang bantuin, lhoo?"

Namun dari artikel di Bento Mania, saya yakin 100% lebih dech saya mampu dan bisa. Karena pada artikel yang berjudul Buat Tumpeng Tanpa Alat Kukus Siapa Takut?   ditulis step by stepnya, dari persiapan sebelum hari H membuat tumpengnya itu. Artikel tersebut juga menyajikan gambar yang bagus serta representatif.

Lalu, mulailah saat itu membuat list daftar apa yang dibutuhkan, kemudian belanjanya juga secara kredit waktu alias nyicil. Karena dibutuhkan hari Minggu pagi untuk nasi tumpengnya, saya belanja kebutuhan nasi tumpeng untuk bahan yang kering hari Jum'at, kemudian disusul hari Sabtu untuk belanja ayam dan memasak bahan yang kering dulu.

Dari artikel Bento Mania, akhirnya saya menyelesaikan pertarungan antara keraguan suami dan keyakinan membuat tumpeng untuk ibu mertua. Ketika sedang melakukan persiapan membuat nasi tumpeng tersebut, saya selalu singgah ke Bento Mania untuk keep spirit. Artikel tersebut menceritakan bagaimana membuat nasi tumpeng di negara tetangga. Masa? saya yang masih di Indonesia enggak berani membuat?. 

Hari Minggu, hari untuk membuat nasi kuning menjadi nasi tumpeng merupakan puncaknya. Bukan, bukan saya yang deg-degan, tapi suami saya yang bolak-balik melihat ke dapur. Terima kasih juga untuk suami tercinta, yang telah membuatkan sebuah kerucut dari kertas yang dilapisi sebuah daun malam sebelumnya. Seperti ditulis di artikel tersebut--->Saya tidak tahu ternyata, ada juga teman yang punya cetakan tumpeng asli bawa dari Indonesia...walah-walah ...tahu gitu dipinjem jg...hehe... , kalau ada waktu sebetulnya pingin beli dech.

Kerucut buatan sang suami


Waktunya tiba, setelah nasi kuning masak, mencetak tumpeng yang berbentuk kerucut menjadi mendebarkan untuk *masih suamiku, jujur saya tidak deg-degan *hehee...pede amat ya? tralaaaa.... sembari tersenyum, aku mampu meyelesaikan nasi tumpeng yang kerucut, kemudian menghiasnya dengan sederhana, hingga akhirnya berada di tangan ibu mertuaku.

Tumpeng cantik itu

Tumpeng dan ibu mertua

Beneran, rasanya saat itu bahagia sekali menatap nasi tumpeng hasil tangan sendiri. Mengerjakan sesuatu yang belum pernah dikerjakan dengan hasil yang cukup maksimal. Terima kasih artikelnya Bento Mania, tumpeng cantik terbantu dari kamu.


Hm...Bento Mania, terima kasih untuk artikel-artikelnya, khususnya artikel mengenai nasi tumpeng tersebut. Artikel yang lainnya sangat-sangat ringan, sehingga siapapun yang ingin belajar bagaimana cara membuat Bento, sangat terbantu dari Bento Mania.


Kontes Blog Bento Mania : Aku dan Bento