30 Dec 2013

Tulisan Tentang Hari Pernikahanku

Lima tahun bersamanya, setelah pukul 10.00 pagi pada tanggal 30 Desember 2008.

Waktu yang memperindah langkah kami, memperkuat pondasi yang kami susun dengan kekuatan doa.

Hembusan nafas kami, menjadikan bangunan cinta menjadi penuh suka cita, penuh harapan dan cinta.

Jalan yang terlalui, ada terjal, lurus, kerikil menggelitik, menambah pengharapan akan cinta-Nya untuk ruang harap kami.

Lima tahun, bapak dan ibuku sudah 33 tahun berkayuh dayung dalam perahu yang masih berjalan. Cinta mereka, menjadi inspirasi dan pengharapan kami.

Alhamdulillah ya Rabb, peluk untuk ibu, bapak, ibu mertua, saudara dan teman-teman serta buah hati kami, yang mewarnai perjalanan pernikahan kami.

Akhir tahun 2013,
Hawa dingin dari angin penghujan memperkuat pengharapan kami.
Alam mengiringi doa dari suapan-suapan cinta ini.



28 Dec 2013

Ketika Berat Badan Meningkat

Astin Astanti di sini, menghirup udara pagi di pinggiran Jakarta Barat dengan setumpuk pekerjaan kantor memaksa untuk bergerilya. Heheeeee, lihat...bajuku sudah banyak yang membuat perut dan pantatku sesak nafas!!!! aku merengut di depan lemari sembari melirik suamiku.

"Olah raga, dooong!!!"

Haih? olah raga? setiap hari jungkir balik ngangkat pesawat terbang putih hijau mirip Cityli*k? parkirin truk pasir putih? ngejejerin kontainer? ngangkat robot-robot di eranya transformer? lempar-lempar panci, wajan dan ngungsepin baju kotor? bukan olah raga itu?

Harusnya aku tetap langsing dengan berat badan antara 47-49 dengan tinggi badan 156 cm? harusnya baju-baju jaman masih cantik pada jamannya *eheeem-keselek salak, masih bisa menemani riuhnya hari-hariku.

Tapi...kenyataan tidak mau mengatakan hal tersebut. Rekan kerja beda wilayah mengatakan hal yang membuatku *seharusnya gembira..."Mba Astin, kamu sekarang gendut!" hanya kekuatan cinta yang menguatkan aku.  Pun ketika ibu mertua dan adik ipar mengunjungi kami, beliau memandangiku dengan rasa takjub. "Mba Astin gendutan ya...lagi hamil ya?" Oh...nooooo, aku langsung menyanggah dan mengatakan tidak. Sedetik kemudian, sang ibu mertua kembali membuat wajahku merah merah merona... "Tapi bagusan seperti ini, seger sekali...enggak seperti dulu". OMG...dulu aku kumel, kurus dan enggak secantik sekarang kah? hihiiii...

Teman kerjaku bolak-balik menyarankan untuk membeli celana kerja lagi *jujur banget sich, dibilangnya sudah enggak muat dipakai mulu...hihiii, tapi kan yang penting atasannya panjang, jadi nututupin celana yang sebentar lagi dilungsurin ituh.

Huaaaa...memang kudu belanja baju lagi niiich, modus untuk mengajukan proposal kepada suamiku, ahihiiii...etapi, kan sayang baju-baju yang kecil-kecil itu...*ngelus-ngelus perut, bagian yang cepat sekali membesar.

Daaaan...sebuah timbangan berat badan akhirnya menegaskan kepadaku, dua hari yang lalu. Sepanjang sejarah, aku belum pernah memiliki berat badan 52 kg (kecuali waktu hamil Faiz). Oh..tidaaaaak? ambil foto...dan ternyata aku bisa melihat aku gemuk sekarang.

Kenapa berat badanku cepat sekali naik? padahal nafsu makanku *sesuai pengakuanku, tidak begitu banyak, kadang juga kenceng kagak ngemil. Hm...aku punya dugaan yang kuat siiich, entah benar, entah salah.

Penyebabnya adalah, ketika selesai makan siang di kantor, aku langsung berkutat dengan komputer di meja dan kudu duduk berlama-lama tanpa melakukan kegiatan apapun. Mungkin jika dilakukan sembari nyetrika gitu dikantor, kalori yang diperoleh ketika makan siang akan terpecah, salah satunya menjadi keringat. Belum sore menjelang bubar kantor, rasa lapar mendera...jadilah ambil cemilan, minum teh manis *hadoooh!!!

Baiklah, berat badan bikin risau? jalani sajah yang penting terkontrol dan sehat, segar dan bugar, aamiin. Jauh-jauh dari diet, siapa tahu aku sedang mengalami fase terindah dalam hidupku?

BB 44 kg, Januari 2009

BB 52 kg, Desember 2013


Salam
Astin

22 Dec 2013

Selamat Hari Ibu

Peringatan hari ibu diperingati tanggal 22 Dessember setiap tahunnya, tahun ini diperingati hari Minggu. Em..pasti seru sekali ya, hari Minggu adalah hari keluarga untuk berkumpul. Hiks...seandainya Cilacap-Tangerang berjengkal dekat, ow....so sweat untuk berdekatan dengan ibuku.

Aku bukan seorang yang suka bermanis-manis di dekat ibuku, tapi aku akan selalu ada di samping beliau, meskipun hanya memperhatikan beliau melakukan sesuatu, entah sedang masak atau merajut.

Yap, di hari ibu tahun ini, aku bahagia sekali...ibuku sudah mengetahui jika aku sudah tertarik dengan kerajinan tangan seperti beliau. Ibuku memberi perhatian dengan mengirimkan buku-buku merajut beliau dan mengirimkan sebagian benang rajutnya. Alhamdulillah, terima kasih ya ibu...aku akan selalu belajar merajut, meskipun masih terlalu jauh dikatakan bagus, tapi dengan merajut aku jadi semakin dekat dengan ibu.

Dari aku, suamiku dan anakku, Faiz terucap dari hati yang paling dalam dan dalam kebahagiaan yang terindah ijinkan aku rangkaikan kata demi kata untukmu dan untuk para ibu di manapun berada.

Cinta tak pernah mampu dijabarkan dnegan angka maupun huruf
Meskipun kadang, tangan mampu menuliskan
Tapi terindah tetap ada di hati dan doa seorang ibu.

Itulah seorang ibu,
Meskipun tak bersuara,
Namun anggukannya adalah doa.

Terima kasih untuk belaianmu ketika aku berada dikandunganmu,
Dengan nafas yang seirama dengan kebahagiaamu,
Aku tenang dan nyaman akan keikhlasanmu.

Terima kasih untuk dekapanmu,
Dengan seuntai harapan kelak kala aku dewasa,
Aku bahagia dan berusaha akan kebahagiaanmu.

Terima kasih untuk melepaskanku menjadi seorang istri dari suamiku,
Dengan doa agar kebahagiaan menyertaiku,
Aku akan menjadi sepertimu, menjadi seorang ibu,
Dan ibuku, kaulah inspirasiku.

SELAMAT HARI IBU

Ibuku dan bapakku

17 Dec 2013

Permasalahan Membeli Secara Online

Ngaku deh pasti awalnya deg-degan dan kurang percaya jika mau belanja online, mikir lama deh. Awalnya  aku juga, tapi pertama aku belanja online adalah belanja buku Faiz *lupa alamatnya, Alhamdulillah lancar dan barang diterima tepat prediksi. 

Memang sich, nominalnya tidak begitu besar, sehingga jika terjadi sesuatu diluar keinginanku, aku bisa mengikhlaskan. 

Pun ketika aku membeli peralatan rumah tangga dengan merk terkenal yang dijual di media sosial Facebook. Pilihanku untuk membeli ditempat tersebut, karena jumlah temannya banyak, dan si empunya FP tersebut aktif menjawab pertanyaan dari para calon konsumen. 

Nama akunnya pun sudah ada embel-embel II, ke dua maksudnya karena yang pertama sudah penuh pertemanannya. Si empunya akun tersebut juga menuliskan nomor resi serta nama pembelinya pada postingan FB. Waaah...bagaimana enggak tertarik untuk membeli? namun masih dengan batasan harga. Aku membeli dengan harga 50 ribu-an untuk tempat minum Faiz.

Alhamdulillah sampai dengan selamat. Aku puas dengan pelayanan si empunya toko online tersebut, dan pembelian ke dua terjadi, dengan nominal pembelian lebih dari pembelian pertama. Alhamdulillahnya sampai dengan selamat juga, pun dengan  pembelian saudara yang ikut membeli juga, namun dikirimkan ke alamat yang berbeda.

Karena kepuasan atas pelayanan serta harga yang lebih murah dibandingkan jualan online lainnya, aku memberikan rekomendasi kepada adik iparku. Adik iparku yang berlainan alamat, mengaku puas. Teman-teman di kantor juga aku rekomendasikan dan mereka ingin ikut beli juga. Aku sarankan mereka add saja akun FBnya, lalu berkomunikasi sendiri dan bertansaksi sendiri *etapi mereka enggak mau, ya sudahlah.

Terakhir aku belanja dengan nominal lebih dari 200.000 ribu plus titipan teman kantor dua orang. Aku segera transfer nominal yang diminta untuk beberapa barang pada tanggal 7-12-2013 di Indomaret dekat kantor. 

Setelah proses transfer, aku mengambil foto lewat handphone dan segera aku kirim via Whatsapp dan BBM, kemudian aku memberikan konfirmasi lewat inbox FB. Hingga sore aku belum menerima konfirmasi, terima kasih atau sekedar jawaban oke dari si penjual online tersebut.

Hari senin tanggak 9-12-2013 baru ada balasan dari whatsapp oke dari si penjual online *di sini saya sudah curiga, dan yang lebih membuat kaget adalah pertanyaan di bbm, ordernya di mana, Mba? hadaaaaah? harusnya ada pembukuan kan bahwa nominal sekian atas nama si ini order di sini dan berikut bukti transfernya, cocok kan?

Aku masih bersabar ketika hari kamis, 12-12-2013 paket belum sampai di tujuan. Aku konfirmasi doong, menurut pengakuan si empunya, paket sudah dikirim tanggal 9-12-2013 dan barang sampai 1-3 hari kerja. Baiklah, hari jum'at aku berpikiran positif barang sampai, masih nihil hingga hari ini, tanggal 17-12-2013. 

Hari ini. aku menanyakan lagi, bagaimana paketku. Jawabannya nanti sore infonya, katanya sedang trancking *ada yang ngerti istilah itu? dan aku merasa enggak enak dengan temanku yang ikut beli juga. Geregetan, aku juga belum menerima resi seperti yang bersangkutan ingin tunjukan. Baru hari ini setelah saya tanyakan lagi, baru dikirim dan yang bersangkutan menyampaikan bahwa sudah di send untuk yang kesekian kalinya.

Ada apa ini? lalu aku tanya, menggunakan ekspedisi mana? Kerta Gaya Pustaka. Setelah aku membawa resinya, kok janggal sekali ya? resinya sangat rapih dan terkesan baru dituliskan nama dan alamatku *terlihat dong jika kertas yang baru ditulis menggunakan pulpen *maaf saya menduga ya bukan menuding.

Aku memberi saran kepada yang bersangkutan, jika menemui permasalahan dalam pengiriman barang, mohon untuk lebih cepat pelayanannya...ini sudah hampir dua minggu dan jawabannya masih nanti tunggu info? hallo apa kabar kualitasnya? aku masih sopan, halus dengan bertanya di Whatsapp serta inbox ke FB. 

Dua temanku juga bolak-balik menanyakan, untung saja suamiku enggak komentar *meskipun lihat BBM dan WAku terhadap si empunya jualan online ini. Kenapa aku enggak menulis sekalian status di FBnya? aku masih menjaga nama baik aku dan juga nama baik si empunya jualan online ini.

Tapi ya...tapi...aku lalu menyampaikan bahwa aku akan membawa permasalahan ini pada diskusi tertutup sesama blogger. Tertutup dan bisa jadi terbuka, jika melewati batas maksimal yang aku tentukan. 

Bisa jadi, aku akan menuliskan nama si pemilik, nama jualan online jika permasalahan ini berlarut-larut dan jika si pemilik jualan online tersebut tidak mengambil sebuah tindakan untuk memuaskan konsumen.

salam
Astin Astanti

12 Dec 2013

Mengurai Benang Kusut

Benang Rajutku kusut *
Aku bertahan untuk tidak memotong benang yang terlanjur kusut dan mencoba untuk mengurainya. Ketika mengurainya ada tarik ada ulur ada elus ada pijitan otak yang berkerut memikirkan bagaimana benang ini bisa kembali seperti semula. (hingga nulis ini pun jemari tanganku saling kompromi pindah dari keyboard dan benang tersebut *gak fokus yaa)


Aku mencoba untuk terus istiqomah tidak menggunakan gunting *aku percaya setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya, setiap kemudahan pasti ada kuncinya. Mau tahu ekspresiku ketika mengulurkan benang kusut tersebut? mata tertarik ke atas kebawah ke benang dan jemari rasanya ingin menarik kuat-kuat, namun jika ditarik ujung benang akan semakin membentuk bulatan kekusutan.

Hm...istilah mengurai benang kusut pernah aku temui ketika membaca sebuah kasus yang sangat rumit. Ingatan masa kecil sudah begitu sulit untuk ditarik...dulu aku suka membaca kisah detektifnya S Mara GD... nah kadang untuk memecahkan sebuah misteri ada istilah mengurai benang kusut, dan jarang kan sebuah kasus tak terpecahkan? ini? cuma sebagian kecil dari gulungan benang rajut berwarna pink yang kusut karena keteledoranku menyimpannya...masa enggak kelar?

Ada yang unik ketika aku mencoba mengurainya...ketika aku melepaskan benang dari himpitan kekusutan...ujung benang akan kembali mengunci dalam kekusutan, pingin ketawa..aku dalam ruangan sendirian, pingin ngejerit takut ada jeritan massal..yah...masih tetap bertahan meminta belas kasihan si gunting.

Fokusku di sini

Sudah 20 menit niih, menyerah gaaaak? hm sudah kepanasan pulaak..hayooo nyerah saja deeeh *seru si kiri yang bertanduk hitam. Perlahan saja...pasti bisa kok, bisa *belai suara lembut si kanan dengan senyum termanisnya. 

Nah..ya yang mau ngaitin prosesku mengurai benang kusut dengan kehidupan? nah yaa...iya...aku juga sembari nulis sembari ngurai benang aku koneksikan dengan permasalahan dalam kehidupan ini. Moment ini sangat pantas sebetulnya untuk aku introspeksi dan mengaca pada diri sendiri, sabarkah aku...ngrusa-ngrusukah aku?

Sebetulnya aku pribadi yang mengarah ke grusa-grusu tanda kutip ketika tertekan, namun bisa berpikir rasional dan kalkulatif dalam sebuah masalah. Oleh karena itu aku membutuhkan pasangan hidup yang mampu mengisi kekuranganku, mampu menutupi kekosongan tersebut. Alhamdulillah, aku dan suamiku sangat kontras dan iyaaah kok jadi malah curcol. 

Hampir kelar


Caraku ketika menghadapi sebuah masalah.
  • Nangis dan sedih itu pasti *tergantung masalahnya ya. Benang kusut inipun aku sebetulnya pingin ngejerit.
  • Tarik nafas dalam-dalam, hembuskan perlahan dengan simpulan senyum
  • Ambil tissue kalau air mata ternyata turun.
  • Ingat Allah pasti ya..karena semua masalah datangnya karena kasih sayang Allah kepadaku, *eheeem bisa tersenyumkan akunya.
  • Tenangkan diri, bisa dengan meminum air putih atawa berdoa.
  • Segera cari solusi atas permasalahan tersebut.
  • Kontak dengan orang terpercaya, kalau aku si suamiku *cwiiim agar apa yang aku lakukan terkontrol dan bisa didiskusikan terlebih dahulu. (itu jika masalah kantor, kalau berantem sama suami? hihiii Alhamdulillah bisa diatasi dalam waktu singkat dan dalam tempooh sesingkat-singkatnya tanpa ada perantaraan lain kecuali Allah SWT)
Nah, kalau cara mengurai benang kusut, begimana? ada nanti ya kalau benangku sudah terurai cantiiik *asli sebetulnya ingin di videoin, tapi tanganku bakalan ngilu, karena mengurainya menggunakan dua tangan.

Alhamdulillah, benang rajut pink yang kusut sudah terurai dengan cantiknya..pingin tahu bagaimana kok bisa? apa sih tipsnya?
  • Niat, kalau niat akan mengurai...see? like me kan, meskipun dalam tempoh 30 menit kurang, kelar.
  • Cari titik kekusutan.
  • Cari kemungkinan mengurai benang.
  • Jangan takut ribet untuk membuka jalan meskipun sangat jauh.
  • Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan dengan simpulan senyum.
Alhamdulillah berhasil
Aku berhasil saudara-saudara, efek benang kusut semoga aku mampu belajar sabar, belajar tenang, belajar fokus dan belajar tidak memutuskan sesuatu dengan tergesa-gesa. Bisa jadi aku tadi memotong benang kusut tersebut, namun efek kenikmatan ketika mengurai, menarik, merengggangkan dan mengeluarkan benang dari satu lubang ke lubang yang lainnya...itu sangat luar biasa.

Astin Astanti


11 Dec 2013

Angka Cantik 11,12,13

Alhamdulillah aku bisa ketak ketik lagi di blog, heeem..rasanya kangennya minta diampunin, aku kangen sama tulisanku di blog kangen sama teman-teman blogger dan kangen banget minta dikangenin temen-temen blogger *plaak ooops tsyaah.

Beberapa bulan ini, mencari waktu ngeblog ituuuh seperti mencari jarum di tumpukan jerami *gila beneeer perumpamaannya, presiden saja sempat ke media sosial nulis status gituh ya. Ya...ada banyak hal yang kok datangnya pas berbarengan dan ituh enggak bisa dielakkan dan dipending nanti-nanti gituh.

Padahal aku pingin banget klo ngeblog itu dibuat sebuah rutinitas seperti halnya makan pagi makan siang dan makan malam, nah jadi sehari bisa tiga postingan atau jelek-jeleknya ya satu postingan gitu. Karena awalnya aku ngeblog karena sebuah kemudahan, di rumah aku diberikan sebuah media berupa PC dan laptop plus modemnya atau pake smartphone sekarang dan bisa berbagi hotspot. Di kantor, bertemu lagi dengan PC, koneksi unlimited internet dan ngeblog bagian dari keseharianku di kantor.
Aktivitas bersama keluarga

Dua atau tiga bulan ini, kinerja blogku nyaris sangat standar, kalaupun ikut lomba blog ituh *aku bener-bener nyuri waktu hingga mata diganjel pake biji salak dan mengorbankan waktu tidurku. *eheeem..kebangetan sibuknya atau malasnya siich?

Pekerjaan kantor biasanya bisa diselip-selipin BW atau  update singkat, akhir-akhir ini sangat susah, ada saja yang diminta dari atasan ataupun dari para rekan kerja. Belum lagi server yang putus nyambung di kantor dan komputer hang. Ngelirik laptop di rumah, bawaannya pingin berdua dan bermanja-manjaan dengan sang buah hati. Iya..beberapa bulan lalu Faiz sering sekali kumat amandelnya, jadi rasanya dilematis, mau tengah malam, mata belum bisa diajak kompromi untuk aktivitas pagi.

Sebetulnya alasan-alasan di atas hanya sebagai pencitraan saja kali ya *uhuuuuk. Harusnya manajemen diriku harus lebih baik dan bagus lagi kalau ingin menjadi seorang karyawan yang profesional dan blogger yang jitu. (apaan lagi jitu) Hm...semoga perubahan organisasi tahun depanpun tidak mengurangi jatah ngeblogku di sela-sela waktu luangku. *berdoa kenceng-kenceng karena kata suamiku, aku lebih produktif ketika bekerja dan pikiranku tidak stagnan, dengan ngeblog aku banyak cerita banyak informasi dan..kemarin-kemarin aku jarang BW *ngobrol sama suami garing gak ada ilmiahnya, hehee.

Jadi, sementara orang-orang pada meeting dan aku masih memiliki waktu luang dengan sedikit menutup mata dengan si excell, aku sudah daftar SB 2014, iyyyyeeeey, sapa yang enggak tahu SB 2014? hanyo ngacuuung? makanya dong, seperti iyke..kumpul sama emak-emak keren di KEB, so pasti dijamin bakal lebih menjadi seorang perempuan.  

Nah, manajemen waktu sederhana salahnya enggak di tulis, coba kalau di tulis *mungkin semakin kuat rasa bersalahnya jika enggak dilakuin kali ya. Usually, satu postingan setiap hari, dengan materi yang bisa diambil dari apapun dan pernah aku punya jadwal perharinya dengan materi yang sudah dijadwalkan. Hm....separah inikah aku beranjak menjadi tidak muda lagi? uhuuk, dan separah inikah aku selalu duduk di belakang PC kantor dan menjadi bulat dengan tidak produktif menulis?

Bisa jadi salah satu resolusi 2014ku.

Akhir kata *iyaah aku baru pidato kah tadi? untuk mempersingkat waktu agar posting di 11 12 '13 yang angkanya unik, terima kasih untuk para rekan blogger yang berhasil membuat diriku tertampar untuk senantiasa update blog dan memperbaiki manajemen bloggingnya. 

Astin Astanti

PS Terima kasih untuk Idah Ceris, sepagi tadi buka FB ada statusmu untuk materi 1112'13, mungkin jika tadi pagi enggak buka FB aku enggak ngeh deeech.