Skip to main content

Tulisan Tentang Hari Pernikahanku

Lima tahun bersamanya, setelah pukul 10.00 pagi pada tanggal 30 Desember 2008.

Waktu yang memperindah langkah kami, memperkuat pondasi yang kami susun dengan kekuatan doa.

Hembusan nafas kami, menjadikan bangunan cinta menjadi penuh suka cita, penuh harapan dan cinta.

Jalan yang terlalui, ada terjal, lurus, kerikil menggelitik, menambah pengharapan akan cinta-Nya untuk ruang harap kami.

Lima tahun, bapak dan ibuku sudah 33 tahun berkayuh dayung dalam perahu yang masih berjalan. Cinta mereka, menjadi inspirasi dan pengharapan kami.

Alhamdulillah ya Rabb, peluk untuk ibu, bapak, ibu mertua, saudara dan teman-teman serta buah hati kami, yang mewarnai perjalanan pernikahan kami.

Akhir tahun 2013,
Hawa dingin dari angin penghujan memperkuat pengharapan kami.
Alam mengiringi doa dari suapan-suapan cinta ini.



Comments

  1. *batuk* Met anniversary, Mak. Semoga langgeng hingga ruh terlepas dari raga. :)

    ReplyDelete
  2. barokallahu mbak..
    waaah,,hari pernikahannya hanya berbeda beberapa hari dengan sahabat saya,tahunnya juga 2008. anaknya yg pertama juga sepantaran faiz,yg jedua umur 4 bulan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah, tahun 2008 menjadi hari bersejarah untuk kami, aamin

      Delete
  3. Semoga selalu bahagia sampai ajal yang memisahkan.. ^^

    ReplyDelete
  4. Walau telat, tetap ingin mengucapkan Happy Anniversary. Semoga langgeng terus sampai kakek nenek. Aamiin

    ReplyDelete
  5. Telat banget, tapi masih bisa ngucapin kan :(
    Happy wedding aniversary, semoga selalu menjadi keluarga samara.

    ReplyDelete
  6. happy belated wedding anniversary :) semoga pernikahannya langgeng dan penuh berkah.

    Jalan-jalan di blognya Mak Astin.
    Good luck for Srkandi Blogger 2014 ya, Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini aku malu banget, baru ngebalesin komentar blog.

      Delete
    2. ehheeh gk usah malu2 kak ^^

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Wardah, Kosmetik Pilihan di Usia 30

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???
Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

Lambat laun ketika terdampar di kota gudek Jogja yang indah akan eksotisme kulkural dan mengenal dunia kerja, akhirnya mau enggak mau keluar masuk salon yang berdominasi warna empink itu. *uuugh, jadi inget pake pingin ke Jogja.
Kosmetik yang digunakan pun hanya kosmetik dari tempat perawatan tersebut. Bedak masih yang imut-imut dikhususkan pada range usia remaja *laaah, padahal saat itu usiaku sudah tidak…