Skip to main content

Kapan Aku Menikah?

Menunggumu adalah sesuatu yang pasti, aku percaya janji Allah.

Mungkin kalimat itu mampu menenangkan hatiku pada waktu itu, hati yang kadang merasakan ingin segera menikah seperti teman-temanku. Hati yang kadang menerka dan menebak siapa gerangan insan Allah yang dijodohkan denganku. Hati yang kadang berharap dia yang kuukir namanya di hatiku, menjadi salah satu nama yang tertulis dalam setiap doaku. 

Usiaku tak lagi muda ketika aku berada di kota Jakarta, 25 tahun. Sosialisasiku dengan rekan satu profesi, yang kebanyakan masih "single is happy" karena memang pekerjaan ini sangat mengasyikan ketika masih sendiri. Tapi kabar dari teman SMA, dari teman kuliah, dari teman kecilku yang telah membina sebuah keluarga cukup mengusik hatiku. Aku kapan? kapan aku diberikan kesempatan oleh Allah untuk menyampaikan kepada ibu dan bapakku, bahwa akan ada seseorang yang melamarku.

Sahabatku menikah dengan gadis pilihannya, aku sangat bahagia dan dia bertanya kapan aku akan menikah. Akan menikah? yang dekat saja hanya teman-teman biasa, akupun merantau dan tidak ada yang berani mengenalkan aku dengan lelaki rekomendasinya. Hiyaaah... di sinilah aku diuji oleh Allah. Aku menyerahkan semuanya pada Allah, benar dengan kalimat di atas tadi. Satu persatu datang dengan tegas ingin menikahiku, salut dan inilah saatnya, aku ingin menikah dan ada yang akan menikahiku. Jadi segera menikah dooong? 

Hihiiii, awalnya ingin aku ceritakan lelaki yang mengajakku menikah dengan detail, tapi cukuplah aku yang menyimpan semua itu. Namun sebuah jawaban dariku membuatku kaget sendiri dan bagiku itu bukan sebuah hal yang menyakitkan untuk mengatakan "Aku tidak bisa". Jawabanku adalah "Aku akan menikah dengan seseorang, sebentar lagi, maaf ". Dan saat itu, belum ada lelaki yang telah melamarku, sempat khawatir dan takut bahwa ini adalah kebohongan.

Namun Allah memberiku ketenangan, ada dua lelaki dalam satu waktu yang mengutarakan niatnya untuk menikahiku. Mereka sama-sama aku kenal baik dan mereka juga sangat baik, mereka seniorku dalam pekerjaan ini. Mereka cukup sabar dan dari segi akhlak ke duanya bisa dipertimbangkan. Sebuah ujian yang cukup berat, memang terlihat seperti akan memilih *gaya banget ya? tapi ya...sebuah keputusan harus kuambil dan aku tidak ingin berlama-lama berada dalam keadaan yang tidak pasti.

Dalam bulan suci Ramadhan, waktu yang sangat tepat untukku menyerahkan semuanya kepada Allah. Satu malam, aku terbangun dan mendirikan shalat malam serta shalat istiharah sembari mengatakan hajatku, untuk dipilihkan satu diantara dua lelaki tersebut. Aku mengirimkan pesan singkat berisi hadis yang aku terima dari seorang dokter, dokter tersebut senang mengirim pesan berisi hadis dan Ayat Allah. 

Hanya ada tanggapan dari satu lelaki, yang iyaaah...Allahlah yang memilih. Allah memberikan sebuah tanda dan Allah-lah yang akhirnya menguatkan aku untuk mengabarkan kepada orangtuaku, bahwa akan datang keluarga si A pada saat lebaran nanti. Usiaku 26 tahun ketika menikah, satu tahun dari aku menyerahkan kepada Allah dan berikhtiar serta tidak mengikuti emosi untuk mengatakan bahwa aku siap menikah. Allah Maha Tahu dan Maha Menentukan kapan waktu yang terindah untukku untuk menikah.




Alhamdulillah, doaku saat ini, panjangkanlah jodohku bersama lelaki pilihan-Mu ya Allah. Berikalah petunjuk-Mu, agar aku selalu menjadi pendamping yang sabar bagi lelaki yang kini menjadi suami dan ayah dari anakku, aamiin. 





Comments

  1. Aamin, aku doakan juga supaya dipanjangkan jodohnya mbak

    ReplyDelete
  2. Mba Lidya, aamiin. Mba Hana, aamiin, makasih y

    ReplyDelete
  3. aamiin.. smoga jodoh di dunia & akhirat :)

    ReplyDelete
  4. Aamiin...semoga berbahagia selalu ya, Mak :)
    Gut lak buat ngontesnya ^_^

    ReplyDelete
  5. wah aku juga tertohok dengan pertanyaan itu...

    ReplyDelete
  6. Wah, kita sama ya Mak, nikah di usia 26... :)
    Bahagia selalu ya Mak Astin...

    ReplyDelete
  7. saya nikah di usia 27.. :D
    semoga barakallah ya mbak, langgeng terus dalam kebahagiaan...:)

    ReplyDelete
  8. Okeh,,, saya mampir juga kesini,, :)

    Ya Mbak, barokalloh ya... memanglah lika-likunya kalau diceritain detil agak gimana gitu ya,,, amin...amin... semoga dipanjangkan usia pernikahannya, barokah selalu,, :)

    ReplyDelete
  9. Semoga langgeng ya mak ..
    Haduh, kok jadi merinding ya baca postingan ini hehe :)

    ReplyDelete
  10. Aamiin.. aku ikut mendoakan Mba semoga selalu sakinah, mawaddah, warrahmah. Makasih ya udh ikut GA-ku :-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…