Skip to main content

Sabtu Merindui Lelaki ini

Pejaman matamu, menarik hatiku ingin membangunkanmu,
Barusan tadi aku tertawa bersamamu, di sini di hati kita,


Manusia memang memiliki dua hal yang selalu beriringan. Ketika diberikan sebuah kesempatan bersama, kadang enggan untuk mengakui, walau hanya memandang dan menikmatinya. Ketika sepi melanda...rasa mengharu biru menjadi gundah gulana dan bilang alam tidak adil. Hm...itu aku,

Aku yang bilang merindumu ketika kamu terlelap,
Aku yang mengacuhkanmu ketika kamu mengajakku tertawa.

Dua kali hari Sabtu, kamu selalu ada di sini, menemaniku di ruangan kantorku,
Hari ini, Sabtu yang lumayan cerah, aku lalui hanya sendiri berangkat ke kantor.

Dua kali hari Sabtu itu, aku bilang...jangan berisik, jangan lari-lari, jangan macam-macam, jangan berantakin kantor ummi.
Hiks..sekarang, aku benar-benar merindumu, merindumu di meja kantor ini, di depan monitor ini.


Dua kali hari Sabtu itu, sabtu pertama si embak sakit dan kamu menonton thomas dari youtube. Sabtu kedua, si embak pulang kampung, kamu kembali ikut ke kantor ummi sembari berjas hujan, kamu tetap ceria.

Sabtu ini...ketika cerah, aku merindumu, aku mengingatmu dua kali sabtu itu, anakku sayang...setiap hal darimu, menjadikan pelajaran untuk ummi. Terima kasih untuk semuanya ya...kamu, ladang untuk ummi senantiasa belajar, belajar dari kehidupanmu.

Dan rindu di hari sabtu ini, aku mau kamu di rumah juga mengingat yang terindah dari kita. I Love U, anakku, Faiz...ummi selalu merindukanmu, tidak juga di hari sabtu ini, namun setiap detik dan setiap hari...rindu ini untukmu. Namun, untuk hari Sabtu, adalah terspesial karena kamu beberapa kali ikut ke kantor..adalah hari Sabtu...Sabtu yang merindu.

Lelaki yang kurindu di Sabtu Merindu


GA Sabtu Merindu
Salam rindu dari ummimu,
Astin

Comments

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Giveaway Sabtu Merindu di BlogCamp
    Salam hangat dari surabaya

    ReplyDelete
  2. nanti kalau pas ampe rumah.. puasin deh lepasin rasa rindu buat buah hati kesayangan

    ReplyDelete
  3. rindu berkunjung kesini juga nih mbak. Maafkan ya kalau aku banyak ketinggalan postingan disini, nanti kalau ada waktu luang aku baca-baca postingan yang tertinggal

    ReplyDelete
  4. Kalau begitu sabtu besok diajak ke kantor aja Mbak biar gak rindu sama Faiz.. :D

    ReplyDelete
  5. ayoo segerakan sampai rumah biar bisa meluk buah hatinya mbak!
    ^__^

    ReplyDelete
  6. kalau ibu kini tengah merindukan si putera yang sudah hadir di dunia.. saya justru merindukan suatu saat nanti bakal punya anak lelaki.. hehehe...

    ReplyDelete
  7. kerinduan pada seseorang pasti selalu kita alami manakala orang tersebut sudah lama tak berjumpa dengan kita :)

    ReplyDelete
  8. Pakde : Akhirnya bisa ikut GAnya...beberapa menit jika diniatkan pasti jadi memang..hihiii

    Ladangduters :Dan saat itu telah tiba...hihii, makasih y

    ReplyDelete
  9. Mba Lidya : Iyaaah, sama-sama Mba, aku juga baru kena virus manja...jadi kadang jadi mengurangi aktivitas di komputer.

    Mba Yuni : Hihiiii....lihat sikon juga Mba...semoga gak hujan.

    ReplyDelete
  10. Mba Ina : Alhamdulillah, begitu nyampe Faiz ada di rumah Mba

    Mba Anggi : semoga apa yang diinginkan diebrikan kesempatan ya Mba, aamiin

    ReplyDelete
  11. ini pasti sedang pisah-pisahannya dengan cowoknya ya. hahahaha Faiz kan cowok juga mbak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Wardah, Kosmetik Pilihan di Usia 30

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???
Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

Lambat laun ketika terdampar di kota gudek Jogja yang indah akan eksotisme kulkural dan mengenal dunia kerja, akhirnya mau enggak mau keluar masuk salon yang berdominasi warna empink itu. *uuugh, jadi inget pake pingin ke Jogja.
Kosmetik yang digunakan pun hanya kosmetik dari tempat perawatan tersebut. Bedak masih yang imut-imut dikhususkan pada range usia remaja *laaah, padahal saat itu usiaku sudah tidak…