28 Feb 2014

Apa Sich Galaksi Punky?


Menghela nafas, menerjang kantuk, menuai asa...

Apa sich Galaksi Pungky? Ada yang tahu? lah malah tanya, yang beneran sajalah, Mak kalau mau nulis di blog. Iya, kali saja ada yang belum ngerti dan belum tahu apa itu Galaksi Pungky...karena, sekarang lagi rame-ramenya Galaksi Pungky diperbincangkan.

Kok, bisa begitu? ada apa sich di Galaksi Pungky? ada perputaran bintang? ada perputaran benda angkasa yang ramai lancar bak perjalanan dari Cilacap ke Purwokerto tanpa hambatan? mungkin siiich. Nah, itu-lah Galaksi Pungky berkutat soal gadis manis yang sedang menjalani proses sebagai sorang ibu dan bertempat tinggal di Purwokerto.

Kok bisa aku pingin tahu Galaksi Pungky, terus nulis di blogku? em...jujur ya, aku pertama nengok Galaksi Pungky yo..pas kami sama-sama berada di #50finalis SB 2014 dalam komunitas Emak Blogger. Pertama kali postingan di Galaksi Pungky yang kuresapi adalah... Petualangan Finansial Pekerja Sek Komersial. Jujur, aku tertarik ngebacanya karena, keren juga niich ada yang kupas finansialnya PSK. Pemikiran pertama dari Galaksi Pungky, oooh...dia menulis sebuah realita di dunia nyatanya dan memberikan gambaran kepada para fans blognya bahwa ini niiich...yang selama ini kalian belum pahami. Dan...Galaksi Pungky memberikannya. 

Cuma satu postingan doang, bisa menyimpulkan Galaksi Pungky seperti itu? awalnya iyah...namun setelah yang punya ini Galaksi menjadi #10finalis SB 2014, aku mulai berselancar ke Galaksinya, lagian dia juga menggunakan waktu yang tepat untuk menyelenggarakan Giveaway, siiich. Jadi, Galaksi Pungky memiliki reader terbanyak dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk berlabuh lebih jauh. Sip, Galaksi Pungky mempergunakan waktu yang tepat untuk tujuan yang tepat dengan hasil yang pastinya tepat, SELAMAT, ya.  

Ada beberapa postingan yang kubaca dan aku membenarkan pemikiran pertama dari membaca satu postingan di Galaksi Pungky, jadi tolong...berikan SELAMAT juga buat aku. Galaksi Pungky sangat konsisten dalam postingannya dari segi KONTEN. Satu postingan yang membuatku hampir kemasukan lalat *terperangah setelah membaca Lumpia Rasa Air Mata. Nangis? masih belum begitu merebak, tapi hatiku terasa tersayat sembilu. Kadang manusia itu kudu diingatkan setiap detik untuk bersyukur, nah...sama dengan postingan yang kubaca di awal, postingan Lumpia rasa Air Mata membuatku tetap menyimpulkan Galaksi Pungky sangat konsisten.

Dari dua postingan di atas itu, akhirnya aku tak segan ngubek-ubek Galaksi Pungky *tepat banget daach Mama Jiwo ini menggunakan kesempatan memperkenalkan isi si Galaksi yang designnya sangat sederhana, dengan backround putih dan menyelipkan warna soft yang menandakan bahwa Galaksi Pungky itu pemiliknya seorang wanita. Aku jadi mikir *bener juga suamiku waktu aku sedang ngobrak-abrik blogku. Pake backround yang terang dengan warna tulisan mendekati gelap, coba lihat niich...background dari media sosial komersial yang kita suka baca, lihat-lihat!!! and good for you, Galaksi Pungky jawara daach, memanjakan para readernya

Kita Ada Untuk Berbagi, sebuah postingan untuk tugasnya sebagai salah satu dari #10finalis SB 2014. Sengaja aku baca dan resapi hingga akhirnya aku tetap menyimpulkan, gadis manis yang sekarang sudah jadi istri seorang wartawan...sangat konsisten menjaga konten blognya. Jujur, aku sengaja menulis komentar yang panjaaaang di sana, lihat deech... seorang jiwa muda dari Galaksi Pungky, menebar rasa memantaskan diri untuk implementasi yang nyata bagi orang-orang disekitarnya. Itu adalah fakta dari tulisannya di postingan Kita Ada Untuk Berbagi (?) semoga, apa yang kau pertanyakan di Galaksi Pungky, memberimu semangat, bahwa apa yang kau cita dan ciptakan, mampu merubah paradigma dan sikap orang-orang di sekitar Galaksi Pungky, aamiin. 

Lalu, mau apa lagi Galaksi Pungky? semangatmu dalam tingkat yang pas untuk bergerak. Imajinasimu bak meledak dan mampu tertampung dalam wujud yang jelas. Aku suka kekonsistenanmu, aku suka kau tuangkan di Galaksi Pungky-mu. Yang ini? salah satu postingan di Galaksi Pungky membuatku tersodok, terenyuh untuk keadaanku yang berstatus menjadi seorang ibu. Yuk Ngedongeng, Yuk ! adalah postingan paling menggodaku, menggodaku untuk lebih (lagi-lagi) konsisten untuk mendogneng kepada (baru) anakku sendiri. 

Postingan tersebut merupakan sebuah wujud yang nyata dari keinginanmu untuk selalu berbagi, untuk menunjukkan kepada semua penghuni dunia maya bahwa ini loooh, caranya berbagi kepada sesama, kepada orang di sekitar kita. Salut, buat Galaksi Pungky yang tetap konsisten dalam konten, dalam memberikan wawasan kepada pembaca akan apa yang ada di dunia nyata, kau bawa ke dunia maya ini

Sepertinya hal tersebut dari Galaksi Pungky yang berhasil untuk aku ulik, semoga sang empunya Galaksi Pungky berkenan dan semakin berkobar jiwa dan semangat mudanya. Kamu memiliki kesempatan yang tidak dimiliki orang lain, teruslah menjadi inspirasi. 

Ada yang tanya? kenal enggak sama yang punya Galaksi? secara nyata, aku enggak kenal namun dalam sosialisasi dalam komunitas, aku bisa masuk ke dalam dirinya...haaaah, ngerasuk gituuuh? ahhaa...Pungky seorang yang manis, pemikirannya besar dan aku dan dia sama-sama dari satu almamater UNSOED. Ikutan bangga boleh ya, Pung. 

Oh iya...karena katanya boleh milih hadiah, aku pingin hadiah yang ter-Galaksi Pungky (eh...boleh kan? PD boleh yaaa....kwkwkwkwww) Penasaran banget dengan yang berpita merah ituh. Tapi kalau mang kagak diperkenankan memilih yang masih ditutup kotak, aku mau novelnya Mak Tiri Pungky dah... 


 




Kata Pertama Baby Faiz

Haaaaaiiii, selamat pagi semuanyaaa?

Aku sedang kumat semangatnya, semangat hari jum'at yang cerah meskipun sedikit dingiiin. Iya, cuaca dingin sekali dini hari tadi, pas mandi pagi-pun sedikit takut-takut kena air. Nah baby Faiz yang beranjak menjadi kanak-kanak-pun masih terlelap dalam nyenyak. Sebabnya tak lain tak bukan karena cuaca dingin. Hiks, sedih siiich, berangkat kantor enggak salim ma cium Faiz...sampai di kantor-pun, aku telepon Faiz belum bangun...eaa.

Perkembangan baby Faiz dari hari ke hari memang semakin nikmat diulik ketika dia sudah beranjak besar. Ada rasa yang terbesit, rasa bangga, rasa senang, rasa bersyukur jika ngobrolin tumkem Faiz dengan suamiku, teman atau...sekarang aku akan berbagi di sini. Di blog dedek Diana sedang mengadakan Giveaway, niich...temanya bagaimana saat dulu Faiz mengucapkan kata pertamanya. 

Usia nol bulan hingga 24 bulan, Alhamdulillah aku menangani baby Faiz secara langsung. Aku menemani dan mengikuti tumkem dan bersyukur yang senantiasa dilihat baby Faiz adalah aku. Uuuuu...jadi ngebayangin bagaimana lucunya baby Faiz ketika aku mandiin di bak mandi baby, bagaimana ekspresi mulutnya ketika mau BAK/BAB, bagaimana suaranya ketika memegang mainan ataupun botol susunya.

Hiyaaa...mewek sekaligus nostalgia, baby Faiz sekarang sudah berusia 4 tahun 3 bulan. Sayang sekali, dulu aku belum memiliki blog untuk menulis perkembangan baby Faiz, apa saja yang pertama kali terlihat darinya. Namun, Inza Allah rasa sang ibunda mampu menyimpan ekspresi yang lucu, unik, aneh dan menggemaskan dari baby Faiz. Iyup, pun selain ekspresi adalah kata-kata yang terucap dari mimik imut baby Faiz.

"Bis, bis...."
Bukan...bukan baby Faiz suka traveling ataupun dekat dengan terminal ya. Sedari baby Faiz berusia 4 bulan, tangan mungilnya mampu menyangga botol susu dan meremas tanganku. Usia 5-6 bulan baby Faiz mulai meminum susu dari botol dengan duduk, daaan...setelah botol susu kosong, botol kosongnya diberikan ke aku seraya mengucapkan kata "bis..bis... (habis-red)

Caraku untuk mengajak Faiz ngobrol dengan orang lain

Olala...pendengar yang baik sudah mulai mengekspresikan dan menyuarakan dengan lantang. Aku atau suamiku, suka mengajak berbicara baby Faiz, dari semenjak dalam kandungan. Aku suka melakukannya, kalau suamiku memang mengikuti aku, dan itu terus berlangsung hingga baby Faiz lahir. Apa saja ditanya ke baby Faiz, hihiii...lucu deeech...dan aku percaya baby Faiz mengerti apa yang aku dan suamiku suarakan.

Kata bis...bis...adalah sesuatu yang baby Faiz sering dengar, karena ketika menemani baby Faiz minum susu, adalah "Oooo....sudah habis ya". Pahamlah aku, ada manfaatnya aku cerewet mengajak baby Faiz ngobrol ketika rumah sepi, ketika aku menunggu suamiku pulang, bahkan ketika sedang mandi aku suka mengajak baby Faiz ngobrol, sering juga looh curhat.

Jadi para Moms, Bunda, Mama, Ummi, Ibu, Ibunda, Emaaaaks muda, tak ada salahnya kita ajak ngobrol dan elus janin dalam kandungan, ajak ngobrol baby...dalam situasi apapun. Karena, baby adalah pendengar yang baik buat aku, baby merekam lebih kuat apa yang didengar, apa yang dilihat dan apa yang dirasa. Kata-kata pertama dari baby, sebaiknya adalah kata-kata yang bagus yang selalu didengar dari orangtuanya/pengasuhnya.

Faiz ceria dan makin banyak kata-katanya

I Love My Baby much, Love You baby Faiz yang beranjak kanak-kanak.

Ini Untuk Giveaway Bicaralah Yang Lantang, Jangan Hanya Diam. Kamu, Mau Ikutan kan?

Bicara Lantang

25 Feb 2014

Makan Bebek ya Yang Pedes Dong, Ach!!!

Bebek menjadi pilihan menu masyarakat Indonesia saat ini. Rata-rata mengatakan bahwa  bebek itu enak, gurih dan nendang makannnya *jadi bukan hanya kaki yang layak menendang yak.

Kenal Bebek, si Wek Wek Wek
Jujur, aku mengenal bebek untuk pilihan santapan itu baru-baru saja, tahun 2010-an ketika berada di Semarang. Bebek disandingkan dengan sambel yang super pedas menjadikan irama ketika berada di dalam mulut *MakNyus dan enggak bisa bilang enough.

Perjalanan waktu beriringan dengan pilihan menu yang beragam, satu pilihan ketika makan-makan dengan rekan kantor. Bebek menjadi santapan untuk pertama kalinya di tahun 2011 berada di Jakarta. Aku yang ketika makan selalu malu-malu dan dengan gemulainya tuan puteri dari keraton AstinAstanti, harus mengakui...makan bebek harus dengan irama yang cepat. Maksudnya...jangan sampai bebek ini tersisa sia-sia kalau harus ditinggal teman-teman. Bebek itu enak sekali sampai tulang belulangnya. Lagi-lagi, sambelnya menambah cita rasa tersendiri. Itu loooh...tulangnya harus sampai digerogotin, malu? soal bebek say god bye dengan malu. 

Bebeklah akhirnya yang menjadikan suamiku, rela merogoh koceknya ketika aku sedang pingin  makan yang serius. Emang segitu mahalnya ya? kali...katanya lebih mahal daripada unggas yang lainnya, tapi aach..soal rasa, masa bebek bohong? bebek paling cuma bilang wek...wek...wek.... . Jadi, Bebek buatku adalah penggugah selera makan yang luar biasa, mau tahu faktanya meskipun tanpa foto *enggak apa-apa ya, yang penting Bebek tidak pernah bohong.

Ketagihan Bebek si Wek Wek Wek
Kehamilan keduaku cukup membuat keningku berkerut. Nasi awal trimester pertama seperti musuh, meskipun kadang kalau lauknya cocok bisa dua kali ambil pake centong, loh. Tapi, ketika suamiku membelikan bebek sebanyak dua porsi...aku bisa menghabiskan yang namanya itu nasi, mpe tambah pula. Apa yang membuat makan dengan lauk bebek itu rasanya seperti meledakkan mulut?

Demi sang istri yang ingin makan banyak, kala nafsu makan sedang terganggu. Bebek-bebek itupun akhirnya bertandang ke rumahku untuk kusantap. Ada juga teman yang bilang bahwa bebek itu kolesterol tinggi. Iya ta?untungnya internet sedang error, aku jadi enggak bisa browsing *nasib dirimulah... . Mmenurutku, ketika kita mengkonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol tinggi, alangkah baiknya diiringi dengan konsumsi makanan yang bisa menghancurkan lemak jahat juga dong, dan dengan gerak-gerakin badan *nyuci piring bekas makan bebek, lumayanlah. 

Rahasia Bebek si Wek Wek Wek Merayuku
Haiyoooo...luamayanlah akhirnya aku tahu ternyata makan bebek itu sejuta rasanya *kasihan dech kamu yang enggak suka makan bebek. Emang sih bebek itu tulangnya enggak seputih unggas yang itu, tapi kegurihan dagingnya itu mampu menutupi warna tulangnyaaah. 

Awalnya emnag rada takut-takut aku makan bebek. Kenapa? kenyaaaal dan alooot (bahasa jawa_red) tapi setelah dicoba beberapa bebek, enggak ada tuuuh yang bisa bikin gigi jadi tumbang? *iiihr nyengir kuda looh. Bebek itu renyah, pasti jika diolah dengan baik dan dengan tangan yang terampil ya...jadi, ayo cicipin itu bebek.

Satu lagi yang akhirnya si wek wek wek ini merayuku untuk menyantapnya dengan manis. Duet sambalnyaaaaa..huaaaa, bagaimana rasanya jika bebek tidak diduetkan dengan sambal? lidah ini bakalan enggak bisa goyang senggol goyang senggol...aduuuh!!! Tentu sambal menjadi cita rasa untuk melengkapi rasa unik dari daging bebek itu sendiri ya. Selera tingkat kepedasan dan rasa sambalnya, setiap orang pasti berbeda. 

Ngintip si Wek Wek Wek Yang bikin Ngiler
Apa siiih? bebek yang bikin ngiler? ho-oh ada satu bebek yang sedang rame dibicarakan di komunitasku. Bebek Judes, hayo...yang di Bekasi, Tangerang, Bogor, Depok...pasti sudah pernah mendengar atau melihat bebek judes ya. Eh, bebek kok judes, siih?

Masih terkaget-kaget dengan pemilihan kata Judes ituh, aku ngintip webnya dong ach...jangan kaget ya, salah satu menu yang bikin membelalakkan mata adalah bebek perawan. Coba kalau ngajak temenmu, ayo ke bebek judes, makan bebek perawan...heheee, unik banget kaaan?

Sudah unik dan berbeda dengan yang lainnya, lalu kelebihan lainnya adalah menjamin bahwa bebeknya empuk, gurih dan satu...tidak berbulu *welah, aku malah tidak pernah memikirikan apakah bebek itu berbulu. Nah di bebek judeslah ditemukan, jadi ayo siapa yang mau ajak aku ke Bekasi atau Tangerang daach yang terdekat dengan tempat tinggalku.

Siap-siap makan bebek yang lain daripada yang lain, hanya di bebek judes...juaranya pedes. Maaf ya, kalau nanti aku makan hanya berkutat pada bebek perawan, tulang bebek dan sambelnya bebek judes yang ampyuuun pedasnya.






 photo keb_zps7765220c.png

12 Feb 2014

Tentang Asisten Rumah Tanggaku

Sikap yang menghargai hal-hal kecil dan sepele akan membangkitkan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam. (Henry Clay)

Bukan, sebetulnya bukan hal kecil, bagiku ini adalah hal yang sangat membuatku menangis dalam hati. Namun si embak di rumah menyampaikan bahwa ini biasa saja.

Yup, si embak adalah asisten rumah tangga yang kupercaya untuk menjaga anakku, Faiz jika aku sedang berada di luar rumah-untuk bekerja. Alhamdulillah hampir dua tahun, si embak menemani dan membantu kami.

Semenjak tanda-tanda kehamilan keduaku *yang sedikit rewel, si embak inilah ratu dapurnya. Aku sebatas membantu menyiangi sayuran, baru si embaklah yang memasak. Hihii, padahal hasrat ingin memasak sedang tinggi-tingginya. Biarlah, aku juga menghandle urusan si embak yang lain, seperti merapikan rumah.

Daaan, ada satu menu yang selalu aku inginkan tiap pagi, apa coba? iyaaah yang hangat-hangat dan empuk. Kue pisang yang dibungkus daun pisang itu loooh, bi...pintaku kepada suamiku. Alhamdulillah kalau makan kue pisang, perutku akan terasa adem dan bisa mengganti sarapan nasiku.

Nah, ternyata kue pisang yang aku sukai itu menjadi inspirasi si embak untuk membuatnya. Jadi kemarin sore, sepulang kantor...sepiring kue pisang terhidang. Kue pisang buatan si embak sendiri dan isnisiatifnya sendiri. Itu yang membuatku rada-rada trenyuh sekali, dan meskipun tidak se lezat yang dijual di pasaran, tapi kue pisang ini dibuat dengan cinta dan sayang. 

Sisa Kue Pisang aku bawa ke kantor
Si embak ini, orangnya sabar dan tidak banyak omong. Meskipun akhir-akhir ini Faiz lumayan mengeluarkan jurus kepintarannya, namun si embak jarang mengeluh-memang sih, menyampaikan kepadaku bahwa Faiz sedang susah dipegang, maunya dituruti terus keinginannya.
Hihiiii, Faiz juga yang membantu si embak membuat kue pisangnya. Semalam, di atas tempat tidur, Faiz cerita kalau embak pintar bikin kue, Faiz bantuin. Iya deeeh....kalau ummi pinternya bobo mulu ya sekarang?
Iyaaah...itulah tentang asisten rumah tanggaku, semoga aku lekas normal lagi dan bisa menjadi ratu dapur untuk keluargaku. Si embak kembali lagi menjadi asisten dapurku, dah kangen masak-masak yang beraroma tajam. Terima kasih ya, Mbak.



7 Feb 2014

Manusia dan Sampah

Setiap manusia hidup memang memiliki sampah.
Manusia dibedakan dengan mahkluk lainnya, karena manusia memiliki akal dan nurani.
Makhluk yang memiliki akal, membuang sampah pada tempat yang tepat.
Manusia memiliki akal, membuang sampah pada tempat yang tepat.
Tepat di sini, bukan melempar begitu saja, pada tumpukan sampah dipinggir jalan/kali dan sungai.
Yang membuang sampah tidak pada tempat yang tepat, berarti manusia yang tidak memiliki....

Mungkin, aku juga pernah membuang sampah sembarangan, namun aku secara sadar membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan, tempat sampah. Nah, para petugas kebersihan yang memugut sampah dari depan rumahku, kemana kalian membuangnya? di tempat pembuangan akhir sampah-kah? atau menumpuk di pinggir jalan? hiks..berarti aku secara tidak langsung, membuang sampahku di pinggir jalan, di pinggir kali itu doong?

Manusia dan sampah, tidak mungkin dapat dipisahkan. Bagaimana caranya agar sampah tidak menjadi masalah? tidak menumpuk di pinggir jalan dan akhirnya mengganggu para pemakai jalan?

Ngelayangin pikir ke negeri sakura, ingin sekali memilah sampah menjadi tiga. Ditempatkan dikantong yang terpisah. Satu untuk sampah basah, sampah plastik, sampah kaleng. Sayangnya lagi-lagi, karena faktor malas dan tidak ada waktu untuk membuat pemisahan tersebut. Huks...akhirnya sampah aku jugalah yang menjadi permasalahan menumpuknya sampah di pinggir-pinggir jalan dan sungai tersebut. Hiks...nangis ngeri.

Jadi begimana dong? sebenarnya mulai dari pribadi masing-masing, mulai dari hal terkecil dari rumah tangga masing-masing. Berani ngambil pekerjaan tambahan untuk memilah sampah? sepele dan sederhana looh? amsa enggak bisa? hiks..tetap ngga bisa? sepertinya butuh support ya?

Lah, kok malah begini ya? semoga kuat ya untuk mau menyisihkan tiga kantong tersebut. Kalau sampah basah, bisa langsung dibuang, karena kalau kelamaan di dalam rumah akan berbau tidak sedap. Jika sampah plastik bisa diberikan kepada pemulung, mereka juga akan menjualnya ke tempat penampungan barang bekas kan? Kalau sampah kertas/ sampah kering bisa dibakar atau dibuat bubur kertas, lalu bisa dibentuk aneka macam hiasan dinding.

Hayo..mari ramai-ramai mengingatkan pada diri sendiri, untuk tidak ikut secara langsung menumpuk sampah di pingir jalan. Bagi blogger dan teman-teman semuanya yang sudah sukses untuk memilah sampah, mohon saran dan caranya doong. Aku baru memiliki keinginan dan ide saja, semoga setelah ini aku bisa menyediakan tiga kantong dan istiqomah menjalankannya. 

Salam
Astin

1 Feb 2014

Puisi Hati

Hati dan puisi saling mengisi,
Terketuk hati, menulis puisi.

Kadang butuh waktu lama untuk membuat satu bait puisi, kadang ketika sedang tidak ingin menulis puisi...tiba-tiba aliran kata yang merangkai menjadi kalimat begitu puitis. Apakah jemari ini punya nyawa? apakah jemari ini mampu menuliskannya sendiri?

Tentang sebuah puisi, tiap orang berbeda-beda ketika menuliskannya, santai bisa, serius bisa dan aku...pada sebuah malam, menulis rangkaian kata begitu mengalir, keluar begitu saja tanpa perlu dipikir, tanpa perlu menahan nafas dan tanpa perlu memikirkannya lama.

Yup, silahkan saja jika ada yang ingin mengartikan, pasti salah semua....hihiiii, kata-kata ini aku posting di beranda FB dan saat itu, smartphonelah satu-satunya benda yang bisa kujangkau. 

Berikut, ku copy paste rangkaian kata tersebut.


Setiap perubahan mang mengejutkan, terkadang ada senyum ataupun tangisan.

Misalnya dari berbadan kuyus jadi ndut.

Dari miskin ke kaya ....

Dari biasa saja jadi cantik....

Katanya mah perubahan kudu dijalanin.

Jadi? Mau jalan terus? Jalan belok? Jalan ke belakang/ mundur atauu....pilih berhenti?

Setiap pilihan ada konsekuensinya...

Aku, di pojokan kantor, meringis sembari berlarian riang...
Rangkaian kata pertama kali, saat keadaan tak mampu kuhadapi. Bersyukur masih tertulis kata yang indah.
Hey...putarlah tembok ini menjadi atas ke kanan

Tapi tolong, jangan injak kakimu, jangan keluarkan tanganmu dari dekapanku

Aku mau kamu kusandera, sebisaku, semampuku dalam tirai kegembiraan ini

Cukup, aku yang terlanjur menjadi beku dalam kehangatanmu

Di ujung gang, menoleh ke depan. Mengajakmu berdansa dalam hati.

Tsyaaah.
Kubaca kata-kata ini berulang, adalah terlihat ada apa denganku? nangis tergerus angin. Hm...Mengajakmu berdansa dalam hati, seriuskah? mungkin jika memang inilah yang terbaik. Etapi, terima kasih membuatku berimaginasi dan meliukkan kata hingga terangkai sebuah kalimat, Nice thanks.



Yuk nyusuri lagi,

Saat kilau sengatan pertama menjadi awal untuk hari baru.

Ganti, ganti lengkingan tawamu yang makin kurus tak beraturan.

Kataku, cukup! Jangan kau lanjutkan diammu.

Menjadikan patah sang arang tergerus panas yang kian menikam.

Ya...iya kamu, coba buka pita suaramu...aku ingin menelannya, agar tak ada lagi isakmu dalam lemari hatiku.

Malam, mencoba membangunkan mimpiku, sayang....aku telah lupa padamu.

Seonggok derita dari tepinya lautan...cukup atau lanjut?

Aku tidak begitu gembira, kaget iya...kok bisa kata-kata ini meluncur dengan sendirinya...hebat juga jemari mampu menghidupkan kata-kata dalam pikiranku.


Episode ini telah terbuang, jauh, jauh sebelum pelangi datang setelah hujan.

Masa sih?

Tak rindukah gelora nyanyian dalam imajinasimu?

Aku, aku takut jika aku menyerah....deburan awan tak lagi segar,

Aku, aku cukup pantas untuk mengedarkan penat di lemak emosimu

Haha...hahaa...jengkalan nadi dan jemari luput dari nafasmu.

Oh...bukan, bukan aku yang mau...tapi kerlingan suara itu...cukup mampu untuk kutelaah matang-matang.

Lelapku dalam ketukan sang waktu.

Ciluuuk, baaa? Good night, good sleeping and nice dream...

Jangan rindukan aku, aku tahu jika ada sebuah kata rindumu...itu aku telah tahu apa alasannya. 
Salam
Astin Astanti
Mohon maaf, setiap kata adalah aku, aku yang memiliki kata tersebut, aku yang merangkainya menjadi kalimat.