Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2014

Apa Sich Galaksi Punky?

Menghela nafas, menerjang kantuk, menuai asa...
Apa sich Galaksi Pungky? Ada yang tahu? lah malah tanya, yang beneran sajalah, Mak kalau mau nulis di blog. Iya, kali saja ada yang belum ngerti dan belum tahu apa itu Galaksi Pungky...karena, sekarang lagi rame-ramenya Galaksi Pungky diperbincangkan.
Kok, bisa begitu? ada apa sich di Galaksi Pungky? ada perputaran bintang? ada perputaran benda angkasa yang ramai lancar bak perjalanan dari Cilacap ke Purwokerto tanpa hambatan? mungkin siiich. Nah, itu-lah Galaksi Pungky berkutat soal gadis manis yang sedang menjalani proses sebagai sorang ibu dan bertempat tinggal di Purwokerto.
Kok bisa aku pingin tahu Galaksi Pungky, terus nulis di blogku? em...jujur ya, aku pertama nengok Galaksi Pungky yo..pas kami sama-sama berada di #50finalis SB 2014 dalam komunitas Emak Blogger. Pertama kali postingan di Galaksi Pungky yang kuresapi adalah... Petualangan Finansial Pekerja Sek Komersial. Jujur, aku tertarik ngebacanya karena, keren juga niich ada yan…

Kata Pertama Baby Faiz

Haaaaaiiii, selamat pagi semuanyaaa?
Aku sedang kumat semangatnya, semangat hari jum'at yang cerah meskipun sedikit dingiiin. Iya, cuaca dingin sekali dini hari tadi, pas mandi pagi-pun sedikit takut-takut kena air. Nah baby Faiz yang beranjak menjadi kanak-kanak-pun masih terlelap dalam nyenyak. Sebabnya tak lain tak bukan karena cuaca dingin. Hiks, sedih siiich, berangkat kantor enggak salim ma cium Faiz...sampai di kantor-pun, aku telepon Faiz belum bangun...eaa.
Perkembangan baby Faiz dari hari ke hari memang semakin nikmat diulik ketika dia sudah beranjak besar. Ada rasa yang terbesit, rasa bangga, rasa senang, rasa bersyukur jika ngobrolin tumkem Faiz dengan suamiku, teman atau...sekarang aku akan berbagi di sini. Di blog dedek Diana sedang mengadakan Giveaway, niich...temanya bagaimana saat dulu Faiz mengucapkan kata pertamanya. 
Usia nol bulan hingga 24 bulan, Alhamdulillah aku menangani baby Faiz secara langsung. Aku menemani dan mengikuti tumkem dan bersyukur yang senantias…

Makan Bebek ya Yang Pedes Dong, Ach!!!

Bebek menjadi pilihan menu masyarakat Indonesia saat ini. Rata-rata mengatakan bahwa  bebek itu enak, gurih dan nendang makannnya *jadi bukan hanya kaki yang layak menendang yak.
Kenal Bebek, si Wek Wek Wek Jujur, aku mengenal bebek untuk pilihan santapan itu baru-baru saja, tahun 2010-an ketika berada di Semarang. Bebek disandingkan dengan sambel yang super pedas menjadikan irama ketika berada di dalam mulut *MakNyus dan enggak bisa bilang enough.
Perjalanan waktu beriringan dengan pilihan menu yang beragam, satu pilihan ketika makan-makan dengan rekan kantor. Bebek menjadi santapan untuk pertama kalinya di tahun 2011 berada di Jakarta. Aku yang ketika makan selalu malu-malu dan dengan gemulainya tuan puteri dari keraton AstinAstanti, harus mengakui...makan bebek harus dengan irama yang cepat. Maksudnya...jangan sampai bebek ini tersisa sia-sia kalau harus ditinggal teman-teman. Bebek itu enak sekali sampai tulang belulangnya. Lagi-lagi, sambelnya menambah cita rasa tersendiri. Itu looo…

Tentang Asisten Rumah Tanggaku

Sikap yang menghargai hal-hal kecil dan sepele akan membangkitkan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam. (Henry Clay)
Bukan, sebetulnya bukan hal kecil, bagiku ini adalah hal yang sangat membuatku menangis dalam hati. Namun si embak di rumah menyampaikan bahwa ini biasa saja.
Yup, si embak adalah asisten rumah tangga yang kupercaya untuk menjaga anakku, Faiz jika aku sedang berada di luar rumah-untuk bekerja. Alhamdulillah hampir dua tahun, si embak menemani dan membantu kami.
Semenjak tanda-tanda kehamilan keduaku *yang sedikit rewel, si embak inilah ratu dapurnya. Aku sebatas membantu menyiangi sayuran, baru si embaklah yang memasak. Hihii, padahal hasrat ingin memasak sedang tinggi-tingginya. Biarlah, aku juga menghandle urusan si embak yang lain, seperti merapikan rumah.
Daaan, ada satu menu yang selalu aku inginkan tiap pagi, apa coba? iyaaah yang hangat-hangat dan empuk. Kue pisang yang dibungkus daun pisang itu loooh, bi...pintaku kepada suamiku. Alhamdulillah kalau makan k…

Manusia dan Sampah

Setiap manusia hidup memang memiliki sampah. Manusia dibedakan dengan mahkluk lainnya, karena manusia memiliki akal dan nurani. Makhluk yang memiliki akal, membuang sampah pada tempat yang tepat. Manusia memiliki akal, membuang sampah pada tempat yang tepat. Tepat di sini, bukan melempar begitu saja, pada tumpukan sampah dipinggir jalan/kali dan sungai. Yang membuang sampah tidak pada tempat yang tepat, berarti manusia yang tidak memiliki....
Mungkin, aku juga pernah membuang sampah sembarangan, namun aku secara sadar membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan, tempat sampah. Nah, para petugas kebersihan yang memugut sampah dari depan rumahku, kemana kalian membuangnya? di tempat pembuangan akhir sampah-kah? atau menumpuk di pinggir jalan? hiks..berarti aku secara tidak langsung, membuang sampahku di pinggir jalan, di pinggir kali itu doong?
Manusia dan sampah, tidak mungkin dapat dipisahkan. Bagaimana caranya agar sampah tidak menjadi masalah? tidak menumpuk di pinggir jalan dan akhi…

Puisi Hati

Hati dan puisi saling mengisi, Terketuk hati, menulis puisi.
Kadang butuh waktu lama untuk membuat satu bait puisi, kadang ketika sedang tidak ingin menulis puisi...tiba-tiba aliran kata yang merangkai menjadi kalimat begitu puitis. Apakah jemari ini punya nyawa? apakah jemari ini mampu menuliskannya sendiri?
Tentang sebuah puisi, tiap orang berbeda-beda ketika menuliskannya, santai bisa, serius bisa dan aku...pada sebuah malam, menulis rangkaian kata begitu mengalir, keluar begitu saja tanpa perlu dipikir, tanpa perlu menahan nafas dan tanpa perlu memikirkannya lama.
Yup, silahkan saja jika ada yang ingin mengartikan, pasti salah semua....hihiiii, kata-kata ini aku posting di beranda FB dan saat itu, smartphonelah satu-satunya benda yang bisa kujangkau. 
Berikut, ku copy paste rangkaian kata tersebut.

Setiap perubahan mang mengejutkan, terkadang ada senyum ataupun tangisan.

Misalnya dari berbadan kuyus jadi ndut.

Dari miskin ke kaya ....

Dari biasa saja jadi cantik....

Katanya mah perubah…