26 Mar 2014

Ketika Alarm Dapur Tetangga Berbunyi

Alarm merupakan alat untuk memberikan sebuah tanda. Ada beberapa alarm yang membuatku bukan harus lagi untuk bangun, tapi alarm tersebut langsung membuatku berlari bangun dari tempat tidur. Iyaaah...aku bukan orang yang selalu rajin, tapi kalau rajin banget ya kadang-kadang jam 3 dini hari bangun lalu tidur lagi. Heheee...

Okay, aku tinggal di sebuah kompleks perumahan dengan rata-rata warganya memiliki anak usia sekitar 3-7 tahun. Kamar tidurku tepat berada di depan rumah yang berdekatan dengan mushola. Nah, alarm pertama tentu dari mushola ketika adzan subuh memanggil. Kalau ini mah alarm yang bisa maju dan mundur waktunya, karena waktu sholat subuh yang mengikuti jalannya matahari.

Kalau alarm lainnya tralaaa...yang paling urgen dan paling membuatku terbirit pas sedang rajinnya disimpan. Klakson mobil jemputan anak sekolah yang rumahnya tepat di sebelah rumahku, tet..tet...tetttteeeet ada tiga kali klakson mobil dibunyikan. Baiklah...waktu penjemputan tidak pernah berubah 05.45 am, dan jika si anak yang mau sekolah jama masuk mobilnya, sang sopir akan membuka pintu mobil dan terdengarlah musik dari dalam mobil hingga telinggaku yang sedang nyaman tidur. Terima kasih, aku dibangunkan meskipun baru tidur setelah sholat subuh.

Alarm lainnya, mau tahu? atau mau tahunya sampai aku teriakin? alarm ini alarm dari tetangga juga, sekitar pukul 04.45-05.00 dan bunyinya hingga meretakan dinding ruang depanku. Pyuuh harusnya aku foto yak, mulai dari halus hingga sekarang retakan yang membuat aku geleng-geleng. Eeeits, bukan retakannya yang menarik tapi sebab retakan.

Yup, retakan tersebut dari alarm dapur tetangga yang langsung bikin tidur jadi enggak enak apalagi nyaman di lepas subuh. Sebuah suara dari cobek yang berpadu dengan meja atau lantai keramik. Haduuuh, mana kenceng dan lama selesainya pula. Aku enggak bisa bayangin, tenaga si suami atau si istri yak?

Aku suka ngomong sendiri dan ngomong ke si embak di rumah. Apa mereka tidak bisa memelankan suara cobek itu ya? pake peredam seperti aku gitu, lho... semenjak kecil, ibuku selalu memberi contoh jika menghaluskan bumbu menggunakan cobek, caranya adalah...

Tralaaaa...letakkan cobek di atas lap atau cempal atau bahan yang bisa meredamkan suara cobek yang berpadu dengan lantai atau meja keramik gitu looh. Sebetulnya hal sederhana namun tidak semua manusia paham, apakah hal yang dilakukan mengganggu? apakah hal yang dilakukan membuat rusak sesuatu? i don't know.




Well...aku sebagai seorang tetangga yang tidak baik hati ini, hanya bisa menuliskan di blog, jika aku baik hati pastinya aku akan memberitahukan kepada si tetanggaku itu. Hm...sayang, aku sudah jiper dengan orangnya dan pemikirannya yang kurang menerima masukan dari orang lain. Weslah akurapopo, dengan alarm-alarm yang membuat tidak hanya aku terbangun namun dinding jadi retak...aku ucapkan terima kasih tetanggaku sayang, ihiiik.

24 Mar 2014

Aku dan Dua Status Facebookku

Aku tidak mampu mengutip satu kalimat atau satu tulisan dari seorang yang ahli, namun ijinkan aku merangkai sebuah kalimat sendiri, dari dalam lubuk hati yang terdalam.

Bagiku, berani masuk pada sebuah media sosial yang dewasa ini makin banyak pilihan, salah satunya Facebook. Artinya aku harus berani dinilai oleh orang lain, baik status geje, status penyemangat, status link blog, status pasang gambar. Nilai yang diberikan oleh orang lain bisa good or not good, tergantung mood masing-masing dan aku harus bersiap untuk menerimanya. Jika aku ternyata masih gondok atas komentar dari status yang aku buat, itu tandanya aku belum mampu berada di ranah media sosial.

Naaaah, aku adalah orang yang termasuk rajin menulis status, entah upload gambar atau link blog. Buat aku itu termasuk pekerjaaan, pekerjaan menulis status...wkwkwkwk, dan aku tidak memiliki sebuah keinginan lain selain, aku memang ingin menulis di beranda Facebook. Alhamdulillahnya aku memiliki media sosial lain, seperti blog di mana aku bisa menuliskan hal apapun.

Berikut dua status yang diminta pada Giveaway sehari milik pakde Cholik. 

Status pada tanggal 13 Maret 2014,


Statusku yang ini, menurut aku pribadi rada cemen...heyaaalah, kalau berabi aku bisa langsung ngomong ke orangnya kaaan? hihii, awal cerita aku cerita mulai dari awal ***heheee, ya iya kali, baik langsung ke TKP.

Suatu sore aku sedang menjadi satpam untuk anakku yang sudah mulai bermain sepeda keluar komplek. Datang ibu dari H, menyapa dan ngobrol dengan aku, ngobrol urusan anak yang inginnya main sepeda daripada di dalam rumah setelah pulang mengaji. Kemudian datang ibu dari A, memarkir motor dan ditaya oleh si ibunya H. Aku, karena sudah tahu dari mana dia gak mau basa-basi, heheee. Jawaban ibunya A adalah...
"Nganter mas A les bahasa Inggris, sekarang mas A sudah pintar bahasa Inggrisnya"
Jujur dalam hati aku menangis dan aura yang terpancar dari wajahku adalah merah keunguan. Kok bisa begitu, entah mungkin si ibunya A pake baju ungu kali. Si A bersekolah di SD internasional, menurut cerita ibu si A, bukan dwilingual saja lo ummi Faiz, tapi empat bahasa, Indonesia, Inggris, Arab, Mandarin. Uang masuknya saja 20 juta dan uang bulanannya 6 juta buat mas A. Jadi menangisnya saya...yo lumrah bahasa Inggrisnya bagus, tapi kok masih di lesin yo? aku enggak mudeng yang dilesin itu, padahal si ibu juga pernah cerita, kalau di rumah pake bahasa Inggris juga.

Nah, karena aku merasa males untuk membahas les bahasa Inggrisnya, aku masuk dan mlipir masuk ke rumah. Langsung deeeh..ketik di beranda Facebook, sayangnya enggak berteman sama beliaunya, kalau berteman *mungkin aku juga tidak akan menulis status tersebut.

Kenapa kok enggak menulis? ya tadi aku sudah cerita, itu status cemen. Hehee, begini...aku menulis sesuatu di media sosial sebisa mungkin aku tidak menunjuk seseorang dalam lingkaran media sosialku. 

Jadi status aku yang itu adalah sebuah kegerahan sesaat, dan memang untuk apa memaksakan anak yang duduk dibangku di kelas 1 SD Internasional untuk les bahasa Inggris? apa orangtuanya tidak bisa mengajari sembari santai?. Pyuuuh, jadi gerah lagi, ternyata waktu TK juga di les membaca dan menulis di depan kompleks, untuk apa? toh wajib membaca ada di usia 7 tahun? silahkan lihat penjelasannya di sini ya para Moms, para Bunda dan para ibu.  

Kalau aku ngelesin anak gak? ehem...sudah aku tulis di status juga, suamiku menyerankan untuk les bisnis atau les bola. Kemampuan bahasa Inggris atau kemampuan verbal lainnya bisa dilatih pelan-pelan sesuai dengan kemampuan si anak. Bapak Albert Einstein? yang terkenal dengan teori relativitasnya? beliau seorang yang terlambat bicara dan lalai dalam pelajaran? siapa sangka coba? Thomas Alva Edison? tuli dan bodoh? siapa sangka bisa menemukan bola lampu pijar.

Memang, aku tidak menginginkan anak-anak kita seperti itu, sebagai orangtua pastilah aku menuntun anak-anak sebisa mungkin memiliki kemampuan dasar. Latihan, stimulasi dan arahan merupakan sebuah sinergi antara orangtua dan anak, sebagai dasar dari sebuah pendidikan, adalah rumah.

Komentar dari rekan media sosial, jatuh pada Mbak Noorma Fitriani M.Zain, seorang ibu yang memiliki satu orang puteri bernama Noofa. Seorang lulusan S2 bahasa Inggris, yang berdomisili di Semarang.

"kkkkkk... noofa 1.5th juga udah ngerti red yellow and black."

Alhamdulillah, aku ikut senang sekali Noofa cerdas yang memiliki orangtua kompeten dalam kemampuan berbahasa Inggris. Ini sangat menunjang sekali untuk Noofa yang masih berada di usia "opo-opo ditiru" sehingga asupan dari Mbak Noorma untuk Noofa dengan cepat diterima.

Maksudnya, wajar seorang anak yang senantiasa mendengar apa yang disampaikan orangtuanya dalam hal ini bahasa Inggris, pada usia 1.5 tahun telah mampu berbahasa Inggris. Namun, jika mbak Noorma sebagai sarjana bahasa Inggris, namun tidak sering mengucapkan sesuatu dalam bahasa Inggris, mungkin usia 1.5 tahunpun, Noorma belum dapat menyebut, red and yellow.

Like me too, Faiz aku berikan video berbahasa Inggris, kenapa aku pilih itu? karena rata-rata yang dari Luar negeri video untuk baby bagus-bagus siich... dari situ, Faiz mampu menyebut ini red, ini blue, ini dog. Semua itu karena asupan dan stimulasi dari orangtuanya. Beda jika Faiz selalu aku dengarkan ayat suci Al-Quran sehari full dari bayi beda ceritanya Faiz akan familiar juz amma bukan di usia 4 tahun, saat aku menyekolahkan di TPA.

Status ke dua, Status tanggal 4 Maret 2014, sebuah status yang berkaitan dengan kegiatan perbloggeran, yeeeay..emang aku blogger? hehee...



Status di atas aku buat, memang ada udang dibalik batu eeeh. Status tersebut setelah aku pulang dari kantor google dan kenapa aku diberikan kesempatan ke sana? itu penganugerahan buat emak blogger yang masuk dalam 50 finalis SB2014 KEB, bahagia kan? ibuku saja senengnya sampe jejingkrakan kok, hehee... jujur itu salah satu kenangan yang berharga buat aku, teman-teman aku juga seneng, iya kaaan? hayo ngaku..tapi hal yang berbeda disampaikan dari orang yang tidak berpikiran seperti itu.


"Iya-lah mba Astin bisa ngeblog, pekerjaan mba astin nyante, mba astin bisa curi-curi waktu buat nulis dan bla..dan bla.."
Catet, status itu bukan sebuah sindiran ataupun menunjuk pada satu orang. Status tersebut merupakan sebuah luapan kebahagiaan seorang yang mampu menulis di media blog, dan siapa tahu ada teman-teman yang belum mendapatkan berkah ngeblog, ingin tahu apa sich ngeblog itu, bagaimana bisa ngeblog bisa ke kantor google. Ya kalau ngeblognya cuma curhat, cuma nyindirin orang, cuma pamer baru dikasih cokelat gak gepok ya...mungkin menyingkir sendiri dari komunitas dengan anggota yang ngeblog untuk berbagi dan berkarya dong.

Aku memang bekerja sebagai marketing support dengan sarana internet dan komputer. Pekerjaanku hanya aku dan atasanku yang tahu dan paham, aku pernah ngelembur sampai malam, tumpukan kertas pernah menghiasi mejaku, itu karena dokumen memang diplot pada tanggal tertentu dan tidak bisa dicicil aka di kredit. Pernah juga aku melompong beluma da dokumen yang enggak aku kerjakan. Nah, daripada aku ngerumpi cengengesan di pantry atau gangguin yang sedang fokus kerja, ya aku berusaha menulis untuk berbagi atau sekedar riview, syukur-syukur ada Giveaway dan aku dapat hadiah, ataupun lomba blog yang mengantarkan aku ke kantor google. Seharusnya kamu bangga loh, punya teman yang sudah singgah di kantor google **PD amat aku yaak? 

Komentar sahabat yang aku pilih untuk diulas...em, gak banyak komentarnya siich..namun aku pilih Mbak Riana 'Inna' Wulandari, emak yang memiliki tiga orang putera, bekerja di rumah, membuat kerajinan tangan dan membuka toko obat ***udah jadi Apotik belum ya? sukses selalu ya Mak.


Dari tak mengenal hingga mengenal, itulah blogging. Dari tidak mengerti apapun hingga mendapatkan wawasan yang luas, itulah blogging. Dari tidak mengerti html, tidak mengerti link, tidak mengerti aturan mengambil karya orang lain ada sanksinya, itulah blogging.

Sama seperti aku, Mba Inna seorang emak riweuh katanya, namun beliau mampu menulis di blog. Apa yagn ditulis? seputar perkembangan ketiga anaknya, ataupun informasi tempat makan yang yahud dan sajian tulisannya renyah untuk dibaca. Akupun begitu, gado-gado menulis di blog, namun sedang berusaha fokus pada satu konten diluar blog intiku.

Semua berawal dari sebuah niat, kemampuan dan kemauan. Pernah baca di status Mbak Noorma, ketika lappy sedang tidak bisa digunakan, dia pergi ke warnet untuk menulis di blog. Bunda Yati Rachmat juga pernah menulis di statusnya, untuk menulis blog demi eksistensi di dunia perbloggeran...rela pergi ke warnet.

Jadi intinya...tidak ada fasilitas di kantor, akupun pernah menulis di kertas untuk Giveaway Pakde Cholik, pada awal aku memiliki blog, baru ketika sampai ke rumah aku salin ke komputer rumah ***kasihan ya, jaman itu belum punya smartphone. 

Biarlah yang pernah menjadi status sebagai kenangan atas apa yang aku rasakan, tidak ada alasan untuk menunjuk kepada orang tertentu, hanya sebagai bahan berpikir untuk aku pribadi. Mungkin di sini, aku harus lebih bijak untuk menumpahkan apa yang aku lihat, aku rasa, aku pikir pada media sosial sekelas Facebook.









22 Mar 2014

Jambu Biji Putih Banyak Sekali Manfaatnya, Lho!

Aku percaya, dibalik keinginan kita bertabur harapan dan doa kepada Allah,
Allah akan memberikan kemudahan.

Berdua dengan suamiku, kami menyusuri lagi kenangan masih berdua dan baru diberikan amanah dititipkan janin di rahimku. Kala itu aku tinggal di Pangkalan Jati, Depok sebuah daerah diperbatasan Jaksel dan Jabar.

"Bi, terakhir makan jambu biji itu pas hamil Faiz yak?, kepingin lagi lho..."

Kasihan juga ya, terakhir kali makan jambu biji putih, lima tahun lalu dan sekarang aku sedang hamil anak keduaku, jadi inget masa-masa kehamilan pertama. Lengkap dengan apa  yang biasanya aku konsumsi dan aku alami. Nah, jambu biji putih itulah yang aku ingat.

Dulu jambu biji putih yang kumakan, dibeli di *Cf Depok dalam bentuk manisan jambu biji putih lengkap dengan kecapnya. 

Sebelum terlaksana beli manisan jambu biji putih di *Cf, aku menemukan penjual buah yang dipinggir jalan. Awalnya melihat jambu biji merah, setelah aku tanya ada jambu biji putih sang penjual mengeluarkan jambu itu. Yuuup, senengnya bukan main, lho sobat dan aku lebih terkejut ketika mengetahui harga 1 kilogramnya adalah 18000 rupiah.

Hm...mehong kali, akhirnya aku beli setengah dulu baru hari kemudian aku beli 1,5 kilo bersama suamiku. Hm...enak dan kriuk looo kalau dimakan, tapi jangan yang sudah terlalu matang ya...sensasi kriuknya itu menarik enzim apa gitu, habis itu nafsu makan jadi tinggi, lho.



Untungnya, aku menemukan penjual buah lain yang juga menyediakan jambu biji putih, harganya 1 kilo 10000 rupiah, jauh banget bedanya. Heheee, langsung deh beli dua kilo, enggak bosen dan enggak bikin enek serta memperlancar BAB.

Di atas itulah manfaat buah jambu biji dari aku sendiri, dari sebuah artikel, manfaat jambu biji antara lain, untuk ;
  1. Kaya vitamin C jadi penambah vitamin
  2. Mengandung karoten dan antioksidan untuk kesehatan kulit
  3. Menurunkan risiko diabetes dan memperlancar pencernaan
  4. Mengandung vitamin A sehingga bagus untuk kesehatan mata
  5. Menormalkan tekanan darah-Kaliumnya
  6. Membantu menyerap nutrisi
  7. Vitamin B3 dan B6 membantu menjaga fungsi otak
Nah, menurutku lebih baik mengkonsumsi buah alami ya, masih segar dan kriuk gitu. Semoga aku dan bayi yang kukandung sehat serta lancar nanti dalam proses kelahirannya, aamiin.



20 Mar 2014

Unforgettable Journey: Ciwidey for Our Anniversary

Rencana libur akhir tahun 2013 aku dan keluarga kecilku adalah di Puncak Ciawi, alias puncak Bogor. Namun ada saja hal-hal yang ternyata dipersiapkan lebih indah oleh Allah serta meninggalkan kesan tersendiri, kali ini untuk Faiz.
Kenapa? yup, first time Faiz nginep di Hotel dan juga untuk ibu Mertuku.

Berangkat tanggal 31 Desember 2013 ditemani hujan lebat dan langit gelap, tujuan semula ke Ciawi berubah haluan ke Ciwidey, Alhamdulillah masih di Puncak, hanya berbelok sedikit ke Bandung...eh jauh sih yaa.

Di tengah perjalanan, hujan masih awet menghiasi pemandangan di tengah tol sembari chat with Mak Dey-blogger asal Parongpong yang aku ganggu di tengah persiapannya ke Jatinangor. Hiyaa...aku naik gunung dia turun kota.

Finally, Bandung Selatan aku tuju : Satu alasannya, suamiku pernah penelitian di daerah terpencil sana, aku ingin suamiku membawa aku dan anakku ke Kawah Putih. Ihiiik, kek Irwansyah bawa Acha ke kawah putih, teyuuus ada yang mainin musik gitu, yang di film Heart itu looh *Pllaaak film ituh.

Berada di Puncak Ciwidey pukul 13.00 siang, membuat perut kami berdangdut ria...apalagi si Faiz sudah merengek minta nonton Naga Terbang. And the MS hotel tujuan terakhir setelah beberapa penginapan penuh dan full booked *iyaaah ini akhir tahun gituh.

Alhamdulillah dan aku benar-benar merasa bersyukur sekali, this is the first time Faiz aku ajak ke hotel, Mak ma babenya udah sering ke hotel...dan aku ingin sekali ajak Faiz nginep di Hotel. Subhanallah Allah memberi kesempatan langka ini. *jarang-jarang ada moment ini.
So, this is my unforgettable journey.

MS Hotel
Jl. Raya Ciwidey -Rancabali km 08 Almendah kab.Bandung
Tlp. 022-5928748, Hp. 081 312 167 178




Anywhy...want to know? bekal apa yang kami bawa dan langsung di serbu? Nasi dari Magic com yang aku bawa, dendeng dan kering tempe buatan ibu mertuaku, mie instant yang dibuat aunty Ayu serta buah jeruk yang kubawa.
Yippie..ini piknik apa mau nginep di hotel? heheee...that's our familly.
*sayang gak di foto.



Setelah shalat dan bersih-bersih badan... kami memutuskan untuk naik ke atas ke Kawah Putih. Setelah bertanya kepada petugas hotel MS, enggak jauh dan paling hanya 5 menit ke gerbang Kawah Putih.

Wisata Alam Kawah Putih/ Kawah dari Gunung Patuha
Ketinggian 2.434 meter dari permukaan laut
Suhu rata-rata 8-22 derajat celsius 
Benar, at 15.37 uang sebesar 210.000 rupiah aku serahkan ke petugas yang berada di gerbang Kawah Putih. Pesannya , hati-hati jalan curam, berkelok dan kurang lebih 5 kilo meter *whaaaats? belum usai kekagetan bayar tiket masuknya, aku kaget betapa jauhnya Kawah Putih dari gerbangnya.



And...view yang pertama kali aku tangkap adalah... Subhanalloh, aku bisa berada di tempat yang telah lama aku inginkan. Beserta anakku dan suamiku. Maha Besar Allah Yang Menjadikan apapun ada.



Kabut dan aroma belerang menjadi sambutan pertama rombongan keluargaku ke Kawah Putih. Cukup kaget, karena aku tidak membawa tutup mulut dan jaket yang tebal untuk Faiz. Payung Alhamdulillah ada di mobil, enggak ngeh hujan atau embun atau mungkin uap belerang yang turun dari atas.

So, for my son...this is unforgettable journey for you and i. 



Anakku begitu takjub melihat pemandangan yang memang baru pertama kali dilihat, kalau aku sudah pernah yang di Tangkuban perahu. But it's an urfogettable journey, coz with my lovely husband, cherfull son and my hubby's familly.



Sayang, kami tak bisa berlama-lama di kawah Putih, anakku masih terlalu kecil untuk menghirup aroma belerang terlalu lama, katanya.

Back to MS Hotel. Satu lagi yang ada di unforgettable journey kali ini.
Aku tidak menemukan ATM apapun, ada tapi jauhnya minta ampun..bisa dua atau tiga jam dari sini. Whaaat? menghela nafas, hingga akhirnya mencoba ke Minimarket bergaris merah dan kuning untuk belanja dan bertanya bisakah tarik tunai?
Yes, bisa...Alhamdulillah. Eits... minimarket ini, untungnya berada di depan MS Hotel, suatu kebetulan yang indah, bukan?

Menikmati moment di kamar hotel, bercengkerama dengan keluarga...bukan hanya keluarga kecilku, tapi mengajak ibu mertua, dan adik-adik suamiku, adalah karunia Allah yang terbesar untuk kami. It's unforgettable journey, isn't it?



Until time to get up, Faiz kecilku sangat riang dan tak ada tanda-tanda kelelahan perjalanan naik ke Ciwidey...Tralaa...after breakfast, kami memutuskan untuk naik lagi. Suamiku memperkirakan situasi akan macet setelah siang sedikit.




Situ Patenggang
Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, desa Patenggang, kecamatan Rancabali, kabupaten Bandung.
Ketinggian dari permukaan laut 1600 meter
suhu rata-rata 18 derajat celcius
Tiket masuk : @orang 4000 + 2000 rupiah dalam dua karcis (?)
Tanda masuk kendaraan roda empat : 10000 rupiah
Parkir kendaran resmi : 1500 rupiah
Parkir kendaraan tidak resmi :2000 rupiah
Memasuki kawasan wisata alam patenggang, sepasang mata dan debaran hati ini dimanjakan dengan pemandangan hijau dedaunan dan perkebunan teh Ranca Bali yang menyegarkan.
Aku buka kaca mobil dan membiarkan udara puncak menyapu dan memasuki relung ragaku...Subhanalloh karunia-Mu ya Allah.

Situ patenggang berada di bawah perkebunan teh Ranca Bali. Disambut pedagang-pedangang yang menjajakan aneka sajian khas berselera...*tyaash...ada buah strawberry yang merah-merah dan besar. Ada kerajinan tangan dan aneka makanan lainnya.

Pemandangan danau yang menurutku sama bentuknya dengan situ-situ lainnya, namun berbeda dengan suhu udara dan tarikan daya magnetisnya.

Faiz merengek minta naik bebek-bebekan. Dengan nominal 15000 dan dua orang berarti 30000 rupiah. Mehong boooo, akhirnya aku memutuskan untuk naik perahu, bertiga bersama aunty dan Faiz membawar 50000 rupiah sekali naik.


Batu Cinta
Sebuah tempat di situ patenggang, merupakan tempat bertemunya Pangerang Santang dan Dewi Rengganis yang saling mencari. Mereka memiliki cinta yang mendalam dan bertemulah di batu, yang dinamakan batu cinta.



Faiz telah mendarat di batu cinta, cintanya semoga abadi, selalu mengharap kepada Allah SWT, aamiin. Sang abah yang mendayung perahu ini menginformasikan, kalau situ patenggang ini jalannya mengarah ke Banjar Patoman, lalu ke Pantai Pangandaran...enggak lama kok, kurang lebih 5 jam sampai Cilacap. 
Oiya...aku bisa pulkam dooong? ehheee.

Kunjungan selesai, dan kamipun pulang ke MS Hotel...pemandangan yang membuat kami terkejut bukan kepalang ketika hendak turun dan belum melewati gerbang Kawah Putih adalah : MACET PARAH.

Whaaaat, it's unforgettable journey again. Kami dituntun oleh Allah untuk naik Kawah Putih sore kemarin, dan berada di situ patenggang kurang dari pukul 07.00. And now..pemandangan seperti di Jakarta menghiasi perjalanan kami turun ke MS Hotel.

Segera kami berkemas-kemas meninggalkan MS hotel untuk pulang ke Jakarta, karena masih ada plan untuk makan-makan di Muara Angke. Intinya hanya satu, enggak mau kehambat macet. Ternyata macetnya adalah pas tahun barunya, bukan menjelangnya.



Tak lupa aku menyempatkan untuk memborong si besar merah strowberry, besaaar? iya...tidak seperti strawberry yang di Jakarta, rasanyapun manisnya minta dikekepin mulu.



Masuk tol Cipularang sekitar puluk 15.00 dan perjalanan berikutnya melalui tol dalam kota, Jakarta macet, keluar tol pluit dan mencari masjid sangatlah sulit untuk di dapat. Waktu menunjukkan pukul 18.30 dan akhirnya di depan Mega Mall Pluit, kami shalat Maghrib.

Muara Angke at 20.00

Seperti perayaan-perayaan sebelumnya, Muara Angke-lah pilihan aku dan suami memilih tempat makan. Belanja aneka seafood baru kemudian minta dimasakkan oleh si empunya warung ini.

Kabar jeleknya, aku tidak bisa menikmati sajian seafood seperti biasanya *ada rasa kurang ngreget gitu, padahal tempat ini sudah biasa memasakkan hasil lautnya untuk kami.



Kabar baiknya, aku sedang hamil dan seperti biasanya aku tidak begitu doyan seafood. Hingga kini, usia kehamilanku memasuki empat bulan. Mohon doanya, dari unforgettable journey...i found a lot of love from Allah.

Thanks to Allah, diberi kesempatan melakukan perjalanan terindahku,
Thanks my husband merealisasikan keinginanku ke Bandung Selatan,
Thanks to my hubby's familly...menerimaku apa adanya,
I Love You, all

Regard

Astin Astanti



banner GA ku

18 Mar 2014

Cerita Ibu Hamil dengan Nyamuk

Yang mau kenalan sama nyamuk? silahkeeeun, yang mau titip salam buat nyamuk mareeee, yang masih musuhan sama nyamuuuuk? yang hidupnya bergantung sama nyamuuuuk, ohohoooo.

Nyamuk tergolong serangga yang membuatku selalu uring-uringan, coba kalau aku dihadapkan harus bekerja di perusahaan pembasmi nyamuk. Akankah tep uring-uringan? mungkin masih uring-uringan, namun aku mendapatkan rejeki juga dari adanya serangga yang memiliki 4 tahap dalam siklus hidupnya : telur-lava-pupa dan dewasa. 

Mungkin dari empat bersaudara, akulah yang selalu menghadapi masa paling menyeramkan ketika berhadapan dengan gigitan mosquito ini, yang dalam bahasa Portugis dikenal dengan lalat kecil. Gigitannya sangat panas di kulitku dan meninggalkan bekas gigitan yang berwarna merah kemudian menjadi gelap dan memakan waktu lama untuk hilang.

Di beberapa daerah yang pernah aku tinggali, seperti Purwokerto, Depok dan Semarang aku tidak begitu tersiksa dengan gigitan nyamuk, bisa dibilang jarang sekali ada nyamuk. Namun di daerah asalku Cilacap, Yogyakarta dan terakhir Tangerang aku kembali merasa harus menamakan monster nyamuk membullyku.

Berbagai macam cara tetap nyamuk membuat kulitku merah, bentol-bentol dan panas setelahnya, emosipun ikut naik dengan rasa nyeri setelah digigit nyamuk. Mulai dari obat nyamuk bakar, obat nyamuk semprot, obat nyamuk oles hingga obat nyamuk elektrik, pernah juga aku menuruti nasehat suamiku dengan minum jamu pahitan...eeeeewwwww, teteup aku dibuat fans fanatiknya nyamuk.

Konsultasi dokter kulit di RS Fatmawati Jakarta Selatan, pernah aku lakukan demi agar si nyamuk tak mendekat dan tidak meninggalkan bekas yang mendalam, tjaah. Hasilnya, begitulah aku dan salah satu advis dokter, menggunakan obat nyamuk, titik, ngiaaau nangis narsis. Eh, ada juga kata orang awam kebanyakan *** darahku manis, jadi nyamuk suka sekali sama kulitku.


And now, aku sedang menjadi Makmil.

Banyak membaca artikel membuatku bertambah uring-uringan dengan nyamuk dan obat pembasmi nyamuk. Bukannya merasa tenang dan nyaman, namun kepikiran berkepanjangan kini harus aku mulai lagi, nulis apaan aku ini. Diinformasikan obat nyamuk sangat tidak aman untuk Makmil like me.

Iya gitu, beberapa bulan kemarin, sejak hujan mulai membasahi bumi Jakarta dan sekitarnya...aku terbebas hanya sementara NO MOSQUITO at my home. Beberapa bulan no obat nyamuk dan gigitan si monster ini. Aku jadi mikir, musim hujan malah gak ada nyamuk ya? apa aku harus tidur dalam kulkas sajaa? atau bawa es balok ke tempat tidur gitu? ternyata nyamuk takut dingiiin sodarah.

Tralaaaa...bulan Maret, musim panas tiba...baru tiga hari nyamuk datang kembali, kangen sama aku dan mulai meninggalkan bekas gigitannya di kulitku *huaaaaa. Sedih, gusar, gelisah dan merasa kehidupanku terancam. Obat nyamuk elektrik yang tetap aku gunakan tidak juga mempan mengusir nyamuk dari kamarku.

Baiklah, aku jawab dulu kenapa akau tetap menggunakan obat nyamuk elektrik. Lillahi ta'alla, aku mohonkan kesehatan kami pada Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Memberi. Aku upayakan untuk sehat dengan memakan makanan sehat dan halal, aku berdoa untuk kesehatan kami berempat, aamiin. 

Namun, jika begini terus dan nyamuk tetap menggigitku...hal-hal berikut yang akan kulakukan.
  1. Coret pake kelambu, bisa-bisa rubuh sama anak lelakiku.
  2. Lubang dijendela diintip, kalau ada celah aku sumpel ***
  3. Menggunakan legging panjang dan kaos kaki kalau mau bobo
  4. Mengoleskan minyak kayu putih for baby yang katanya menghindari gigitan nyamuk, kalau kurang ya buat mandi juga gak masalah kali yak?
  5. Mengikuti saran artikel : menggunakan bahan-bahan alami seperti minyak kayu manis, lavender, aroma lemon
  6. Mengikuti saran artikel : Makan bawang putih. 
  7. Memotong kuku agar kalau tidak sadar menggaruk, garukannya tidak melukai kulit, karena kulit yang luka bisa terkena infeksi looo, seyeem kan.
Nyamuk lebih suka sama Makmil, loooh.

Kenapa bisa begitu? Menurut penelitian nyamuk suka bakteri Staphilococci, nah bakteri ini hadir pada kulit manusia, karena kulit manusia itu sendiri memiliki berbagai macam bakteri. Nyamuk juga bisa mencium bau keringat secara akurat. Dan...sekali lagi, nyamuk sangat mencintai aroma Makmil, kenapa? Makmil ini berbnafas lebih berat daripada yang bukan Makmil. Makmil mengeluarkan karbon dioksida 21 % lebih banyak.

Salah satu aroma yang memikat nyamuk adalah aroma asam laktat (zat yang membangun otot saat bekerja dan saat berkeringat) dan karbon dioksida yang dipancarkan ketika sedang bernafas.  Kedua zat ini akan menarik nyamuk jika dikombinasikan dengan panas dan kelembaban.

Hm...terjawabkan apa yang ingin aku ketahui? iyup...saran suami, tinggallah kamu di dataran tinggi, seperti di Batu Malang atau di kawasan Puncak Bogor..hayuuuk pindah, ehhee.

Manusia berikhtiar, berusaha dan berdoa semoga Allah meringankan jikapun harus digigit nyamuk aku tetap sabar dan tenang, kalaupun aku masih uring-uringan dan ngejerit-jerit itulah manusia, piye to? 

Salam
Astin






17 Mar 2014

6 Degrees Coffee Drinkers : Kopi, Pertemanan dan Kenyamanan

Bagi penikmat kopi, tempat yang satu ini sangat cocok untuk kalian. Mau sendiri oke, mau berdua pacar romantis, mau rame-rame bareng teman-teman pasti bikin seru harimu. Yup 6 Degrees cafe yang ada di Mall Alam Sutera, sebuah Mall yang berada di tengah kawasan yang sedang bertumbuh, akan menjawab para penikmat kopi dan pertemananmu.

6 Degrees cafe sangat mudah ditemukan tempatnya, dengan nuansa hitam dan ada logo 6 Degrees kalian akan dibawa hanyut alunan pertemanan, dimanjakan sajian interior yang mewah. 

Tampak depan 6 Degrees cafe

6 Degrees, mudah sekali ditemukan tempatnya

Nama 6 Degrees diambil dari sebuah teori yang menyatakan bahwa manusia itu hanya terpisah sejauh 6 derajat hubungan pertemanan saja, dengan demikian satu orang dan orang lainnya bisa terhubung melalui 6 pihak tersebut. Yup, dari sebuah pertemanan , Heriyanto Tandra, Rafal Kapusta dan Martha akhirnya 6 Degrees ini lahir.

Tahun 2013 6 Degrees cafe berdiri, dengan kepiawaian Rafal bermain dengan seni, terbentuklah sebuah interior yang sangat cantik. Sneak peak dengan materi kayu, menambah kehangatan berkumpul bersama teman sembari minum kopi dan menikmati sajian non kopi yang lezat. Jujur, pertama kali memasuki 6 Degrees cafe aku langsung melirik atapnya...cantik dan keren sekali, lihat...it's so look luxurious.

Penataan meja 6 Degress untuk press release


Bukan hanya interiornya yang keren, sajian menu nya sangat classy. Presentasi Hery menyatakan bahwa kopi yang mereka sajikan murni berasal dari Indonesia, meskipun dia dan teman-temannya telah menjelajah dunia dan mencicipin kopi-kopi dari manapun, tetap kopi Indoensia the best. Aneka kopi klasik seperti Cafe Latte, Cappucino dan Espresso bisa dicoba di sini. Gennera Mocha adalah salah satu kopi yang paling digemari di 6 Degrees cafe.

Gambar milik Mak Noe-yang kemarin belajar bikin Espreso

"Gennera Mocha, kopi panas dengan sentuhan aromatik sitrus, paduan kopi dan jeruk"  Kalian penikmat kopi, harus mencobanya di 6 Degrees cafe.
Jika kalian membawa teman non coffee lover, sajian Lychee Mojito, dark chocolate bisa dipilih. 6 Degrees cafe sangat bersahabat, meskipun menu utama berupa kopi, namun menyediakan minuman non kopi dan halal. Lychee Mojito, di dalamnya ada potongan buah leci dan non alkohol...nyoba sekali, kepingin merasakan sensani lebihnya, segar sekali.

Segar sekali warnanya ya


Martha penyumbang ide untuk cnack, makanan utama dan desert. Dengan menggunakan saos home made, dijamin rasanya segar dan sehat. Mencicipi saos dalam chicken wingsnya...alamak aku ketagihan boo, rasanya hommy banget dach. Dan chicken wings ini menjadi andalan di 6 Degrees cafe, disamping batteres fish, serta sweet lava soup salad untuk makanan pembuka.

Chicken Wings andalan 6 Degrees cafe

"Chicken Wings dan saosnya menyatu dalam sensasi kesegaran saos dan kerenyahan sayap ayamnya"  Makanan pembuka yang sangat ringan sekali.
Pollo Arrosto menu makanan utama di 6 Degrees cafe, ayam panggang dengan bumbu herbal dan barbeque yang disajikan dengan aneka sayur tumis, Aneka pasta juga tersedia di sini. 
"Hm...mencium aroma Polo Arresto yang tersaji di meja sebelah membuat mata tak ingin beranjak. Nyobain ya, biar enggak nyesel"
6 Degrees cafe memberikan makanan penutup berupa es cream goreng maupun chocolate lava cake. Yuk, mari di coba bersama teman-teman kalian para penikmat kopi dan penyuka pertemanan. 6 Degrees sebuah tempat yang memberikan kenyamanan yang lebih buat kalian semua.

Pertemanan kami yang terbangun di KEB

Spesial thanks to 6 Degrees cafe for your invitation via KEB, aku jadi paham bahwa sebuah tempat terbangun dari sebuah pemikiran dan pertemanan akan menghasilkan sebuah kolabaorasi yang sangat cantik. Suskes for Heri, Rafal and Martha, pilihan tempat 6 Degrees cafe telah matang, berikan lebih sentuhan pertemanan dengan sedikit warna yang cerah dan soft.

6 Degrees Coffe Drinker
Mall Alam Sutera unit 88-Tangerang Selatan
Phone (021) 3044 9977
Twitter : @6Degrees_cafe
Facebook : 6 Degrees Coffee Drinkers

Salam
Astin Astanti

15 Mar 2014

Gak Suka Ngantri di Kasir, ya ke Olshop

Pagiku selalu mengharapkan cerah,
Dengan senyum mengalahkan mendung,
Kini tak lagi kau kusam, mendung telah hilang kawan.

Haaaaai, Alhamdulillah kandunganku sudah memasuki trimester ke dua, itu artinya? aku harus semakin bersemangat menghadapi hari-hariku. Jika beberapa minggu pada trimester awal, badanku lemah, letih dan lesu merasakan mual dan perubahan-perubahan lain dalam tubuhku, kini aku telah merasa lebih fit. Namun, urusan berbelanja, aku masih rada kurang suka. Padahal setiap pulang kerja, acara belanja baju anakku, belanja kebutuhan sehari-hari hingga belanja kebutuhan alat rumah tangga yang seharusnya dihandle suamiku, aku mampu loooh.

Namun, entah mengapa..semenjak hamil aku jadi enggak suka belanja yang harus muter-muter dan harus membayar uang di kasir. Jadi urusan belanja kebutuhan sehari-hari aku serahkan kepada suamiku, biarlah belanjanya aneh-aneh meskipun sudah dibekali catatan. Nah, bagaimana kalau urusan baju anak-anak? atau baju hamilku...di mana saat ini perubahan besar telah terjadi. Perut dan panggulku semakin bertumbuh, baju-bajuku sudah menciut. 

Don't worry yang memiliki kebiasan aneh selama hamil sepertiku, yang enggak suka belanja kudu muter-muter, yang enggak suka kasih uang ke kasir...belanja saja di toko online atau lebih terkenalnya olshop bernama Zalora. Hanya bermodalkan PC, notebook, laptop atau bahkan smartphone dan koneksi internet serta saldo dalam kartu debet, aku bisa belanja sesuai kebutuhan loh.

Aku enggak harus parkir motor, atau menyapa penjaga toko atau harus ngantri saat membayarnya di kasir. Pilihanku pada Zalora pertama kali karena barang-barangnya bagus-bagus, banyak sekali teman-teman yang merekomendasikan untuk melihat produk Zalora.

Kebutuhanku saat ini adalah sebuah tas rangsel atau backpack, yang menurutku sangat dibutuhkan ketika aku berangkat bekerja. Secara aku menggunakan sepeda motor, maka aku ublek-ublek Zalora dengan tanpa menempelkan tangan pada produknya. Jadi itulah mengapa aku tertarik berbelanja di Zalora, produknya belum terjamah para peminat juga, jadi masih perawan, heheee.

Tas yang aku pilih di Zalora adalah yang ini, lho...

Paskan untuk aku yang mengendarai sepeda motor, sedang hamil pula. Warnanya cokelat dan aku banget modelnya, sederhana. Satu lagi di Zalora, aku bisa lihat detail bagian perbagian barangnya, enggak sabar pingin segera memegang barang dari Zalora ini.

Oiya, karena aku tinggal di Tangerang, pengiriman gratis loooh karena termasuk Jabodetabek. So...untuk yang enggak bisa ke mana-mana tapi membutuhkan sesuatu? enggak mau ngantri di kasir seperti aku? pilihannya tepat untuk berbelanja di olshop. Namun sekali lagi, kalau aku aku siiih..karena ada rekomendasi teman dan dijempolin empat, aku pilih di Zalora.


13 Mar 2014

Riasan Sari Ayu untuk Wajah Jarang Berias

Tarikan nafas menjadikanku tenang,
Menata hati untuk bersiap,
Dan berkata : Yes I'll do

Menjadi bagian dari sebuah komunitas menjadikanku merasa ramai dalam kehidupanku. Pun ketika aku mengikuti serangkaian acara Srikandi Blogger 2014 yang diadakan oleh Kumpulan Emak Blogger. Bertahan dalam 50finalis SB2014 telah memberikanku warna-warni yang cerah. Hingga akhirnya aku mendaftarkan diri menjadi salah satu peserta fashion show. Awalnya aku biarkan mengalir dan mengabarkan aku sedang hamil, yup... hingga akhirnya, aku bisa berada bersama teman-teman di atas stage pada hari H dengan high heels.

Foto sebelum di rias


Sebelumnya aku diminta Mak Myra untuk foto before dirias sentuhan Sari Ayu yang menjadi sponsor acara SB2014 KEB, yang acaranya diasakan di Museum Nasional. Setelah itu aku menunggu make up artis Sari Ayu yang sedang merias temanku, sembari memperhatikan gerakan tangannya, sangat profesional. 

Giliranku tiba, huaaa...bagaimana hasilnya nanti ya? aku jarang sekali dandan, dandanpun hanya pelembab, bedak, lipstik kadang eyeshadow warna kulit. Bagaimana hasilnya? aku takut mengecewakan KEB jika aku terlihat kurang pas untuk dirias, meskipun menggunakan Sari Ayu. Pyuh...asli deg-degan lo menantikan si make up artisnya mengatakan yup, selasai.
Pertama, aku minta wajahku dibersihkan terlebih dahulu karena aku sudah memoleskan bedak sebelum berangkat ke mari. Mba make up meminta ijin untuk mengerok rambut alisku yang serabutan tumbuhnya, baiklah...karena memang look bad jika gak dibentuk alisnya. Kata mbak make up, rambut alis akan tumbuh dua harian.

Hm...mungkin aku sedikit tegang, hihiii...tiga kali dalam waktu terakhir ini, aku dirias oleh orang kepercayaan ibu dan tidak pernah dirias oleh orang yang profesional sekaliber Sari Ayu. Namun si mba make up, sabar sekali...memintaku untuk melihat ke atas ketika hendak menggoreskan eye liner, memintaku untuk membuka mata dan melihat ke bawah untuk dipasang bulu mata.

Oiya, ketika hendak dipoleskan pemulas bibir atau lipstik...si mba make up memandangi bibirku terlebih dahulu. Kemudian dia memutuskan untuk membuat shading, hadoooow...sayang seribu sayang, aku tidak meminta kejelasan maksudnya apa. Dan...tralaaa, akhirnya si mba make up mengatakan finish and done. 

Foto setelah baru saja dirias

Sebelum aku mengangkat pantat dari kursi rias, aku melihat cermin, Subhanalloh...look prefect menurutku. Mba make up lalu mengatakan, saya pangling lho mba...dari sebelum rias dan setelah saya rias...mba berbeda sekali. Karena jarang dandan makanya aku terlihat woooow dibandingkan yang sudah sering dandan, kata si mba make up-nya.

Setelah rapih dengan kostumnya, aku turun ke bawah, tempat di mana acara berlangsung untuk menemui anakku. Dua kali anakku melihatku, dua kali juga dia tak berhenti untuk bermain untuk sekedar menyapaku. Hiks..anakku tak mengenali aku, tolong...kenapa bisa begini? akhirnya embak pengasuhnya bilang "Faiz ini ummi...." baru setelah itu Faiz melipir ke sampingku, dan bilang "Ummi kok cantik?". Eh, jadi selama ini ummi enggak cantik, wooooo taaaaa.

Bersama Mak model dan MakDey

Dari aku pribadi, aku merasakan menggunakan riasan Sari Ayu tidak begitu berat di wajahku, ringan sekali seperti tidak menggunakan riasan berat untuk show. Lipstiknyapun tidak membuat bibir memble gitu, over all...aku nyaman menggunakan riasan Sari Ayu. Tak hanya melihat ke riasan wajahku saja...melihat riasan wajah teman-teman fashion show yang lain, nampak cantik, alami dan tidak begitu menor...it's naturaly sekali.

Mendadak haus dan harus minum air putih, awalnya aku sedikit ragu untuk minum. Namun panitia memang baik, disediakan sedotan untuk kami minum meskipun dengan perasaan akan bagaimana bibirku setelah ditempel dengan sedotan? amazing...hasilnya masih tampak seperti semula. Terima kasih Sari Ayu, aku bisa percaya diri ketika tampil dalam fashion show dengan riasan natural, tidak luntur, tidak pudar dan tetap cerah. 

Foto by Mba Evi Indrawanto

Fakta membuktikan, dua hari setelah dirias Sari Ayu...wajahku masih bersinar cerah, aura riasan Sari Ayu masih menempel dan belum terlihat akan beranjak dari wajahku. Aku sengaja mengambil gambar setelah dua hari dirias Sari Ayu, amazing.

Foto hari Selasa, after SB2014 KEB

And now...aku berterima kasih secara khusus kepada Sari Ayu dan team make up yang profesional sehingga aku bisa maksimal percaya diri dalam riasan dalam fashion show SB2014. Terima kasih juga untuk KEB mengenalkanku dengan riasan Sari Ayu dan team make up Sari Ayu yang profesional.