Skip to main content

Gak Suka Ngantri di Kasir, ya ke Olshop

Pagiku selalu mengharapkan cerah,
Dengan senyum mengalahkan mendung,
Kini tak lagi kau kusam, mendung telah hilang kawan.

Haaaaai, Alhamdulillah kandunganku sudah memasuki trimester ke dua, itu artinya? aku harus semakin bersemangat menghadapi hari-hariku. Jika beberapa minggu pada trimester awal, badanku lemah, letih dan lesu merasakan mual dan perubahan-perubahan lain dalam tubuhku, kini aku telah merasa lebih fit. Namun, urusan berbelanja, aku masih rada kurang suka. Padahal setiap pulang kerja, acara belanja baju anakku, belanja kebutuhan sehari-hari hingga belanja kebutuhan alat rumah tangga yang seharusnya dihandle suamiku, aku mampu loooh.

Namun, entah mengapa..semenjak hamil aku jadi enggak suka belanja yang harus muter-muter dan harus membayar uang di kasir. Jadi urusan belanja kebutuhan sehari-hari aku serahkan kepada suamiku, biarlah belanjanya aneh-aneh meskipun sudah dibekali catatan. Nah, bagaimana kalau urusan baju anak-anak? atau baju hamilku...di mana saat ini perubahan besar telah terjadi. Perut dan panggulku semakin bertumbuh, baju-bajuku sudah menciut. 

Don't worry yang memiliki kebiasan aneh selama hamil sepertiku, yang enggak suka belanja kudu muter-muter, yang enggak suka kasih uang ke kasir...belanja saja di toko online atau lebih terkenalnya olshop bernama Zalora. Hanya bermodalkan PC, notebook, laptop atau bahkan smartphone dan koneksi internet serta saldo dalam kartu debet, aku bisa belanja sesuai kebutuhan loh.

Aku enggak harus parkir motor, atau menyapa penjaga toko atau harus ngantri saat membayarnya di kasir. Pilihanku pada Zalora pertama kali karena barang-barangnya bagus-bagus, banyak sekali teman-teman yang merekomendasikan untuk melihat produk Zalora.

Kebutuhanku saat ini adalah sebuah tas rangsel atau backpack, yang menurutku sangat dibutuhkan ketika aku berangkat bekerja. Secara aku menggunakan sepeda motor, maka aku ublek-ublek Zalora dengan tanpa menempelkan tangan pada produknya. Jadi itulah mengapa aku tertarik berbelanja di Zalora, produknya belum terjamah para peminat juga, jadi masih perawan, heheee.

Tas yang aku pilih di Zalora adalah yang ini, lho...

Paskan untuk aku yang mengendarai sepeda motor, sedang hamil pula. Warnanya cokelat dan aku banget modelnya, sederhana. Satu lagi di Zalora, aku bisa lihat detail bagian perbagian barangnya, enggak sabar pingin segera memegang barang dari Zalora ini.

Oiya, karena aku tinggal di Tangerang, pengiriman gratis loooh karena termasuk Jabodetabek. So...untuk yang enggak bisa ke mana-mana tapi membutuhkan sesuatu? enggak mau ngantri di kasir seperti aku? pilihannya tepat untuk berbelanja di olshop. Namun sekali lagi, kalau aku aku siiih..karena ada rekomendasi teman dan dijempolin empat, aku pilih di Zalora.


Comments

  1. Tasnya kereeeen. cocok buat sehari - hari.
    semoga diberi kesehatan ya Mak, biar dedek dan Emakny sehat selalu :*

    ReplyDelete
  2. Semoga kandungannya baik-baik saja yah, mbak. sampai persalinan dan suara tangisan khas si dede kecil :)

    Memudahkan sekali kalau belanja online, gak perlu ke mana-mana, modal klik, order, transfer, tinggal nunggu barang sampai, hhehe. saya juga pernah beli di Zalora, mbak. pelayanannya memang memuaskan, yang saya dulu dikirim melalui ekspedisi, tapi berhubung lokasi saya di Malang, jadi kena ongkir, hihi. tapi tetap dapat harga yang relatif murah dan packingnya ok sekali, dapat katalog juga yah :D

    ReplyDelete
  3. Waah, masih motoran ya, mba?.
    Hati2 lhooo diperjalnan.

    Met berbelanja Tas yaaak. :D

    ReplyDelete
  4. Tasnya lucuukkk ^^ sehat2 ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Wardah, Kosmetik Pilihan di Usia 30

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???
Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

Lambat laun ketika terdampar di kota gudek Jogja yang indah akan eksotisme kulkural dan mengenal dunia kerja, akhirnya mau enggak mau keluar masuk salon yang berdominasi warna empink itu. *uuugh, jadi inget pake pingin ke Jogja.
Kosmetik yang digunakan pun hanya kosmetik dari tempat perawatan tersebut. Bedak masih yang imut-imut dikhususkan pada range usia remaja *laaah, padahal saat itu usiaku sudah tidak…