Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2014

Mengecilkan Foto Menggunakan Paint

Kamu pasang foto apa siiich di blog? buka fotonya lamaaaa banget. Suatu ketika di sebuah malam, ketika suamiku membuka blogmu via smartphonenya. Walaaah, ternyata dia kepo juga sama blog aku, heheee...penggemar rahasia yaak.
Daaan, emang gitu, aku pun merajuk dan terlanjur mengeluh hingga meminta saran. Kalau mau upload foto di postingan itu laaama sekali. Nah, malahan dijawab, kaaan bisa diresize...dikecilkan dulu, biar blognya juga enggak berat. Caranya gimana? kemaren nyoba pake compres tep saja, dan malam itu enggak ada praktek cara mengecilkan ukuran foto, aku juga malas buka laptop, saran suamiku di beberapa software bisa kok.
Naaah, daripada enggak jelas, karena pagi ini aku ingin memposting artikel untuk lomba, aku googling (menyempatkan) demi eksistensi di dunia perbloggeran, tjshaaaah. Yupppi...ada siiich cara yang paling mudah meskipun awalnya aku ragu...yaaa better laah.
Di sebuah situs bernama, CaraPedi.com akhirnya aku menemukan link yang bisa aku ikuti dengan mudah *ma…

Aku Anak Sehat, Tubuhku Kuat

Menulis judul Aku Anak Sehat, Tubuhku Kuat...kok jadi ingat sebuah lagu jaman aku masih digendongan ibuku yaaak, lagu hampir 30 tahun yang lalu selalu dinyanyikan...sebentar, aku googling duluh, kalau perlu tanya ibuku.
Aku anak sehat, Tubuhku kuat Karena ibuku,  rajin dan cermat
Semasa aku bayi, selalu diberi ASI Makanan bergizi dan imunisasi
... ... ... ...
(Lagu Posyandu)
Naaah, lagu yang berjudul Anak Sehat ini menginspirasiku untuk membuat sebuah cerita, "bagaimana anak Indonesia berkarakter hidup bersih, sehat dan mandiri", tentunya tidak terlepas dari beberapa kata dari lirik lagu di atas. Aku sebagai seorang anak dan seorang yang mendampingi anak, tentu harus memperhatikan hal tersebut, kan.
Anak sehat berawal dari keluarga yang sehat
Mengapa demikian? karena keluarga yang sehat akan membentuk kepribadian dan pemikiran untuk anak, bahwa hidup sehat itu perlu. Anak akan mengupayakan untuk mengikuti arahan dan bimbingan serta mengikuti keluarga yang menerapkan hidup s…

Pesan Tiket Kereta Api Online

Lebaran sebentar lagi, oooops puasa Ramadhan saja belum...hiya namun ingar-bingar saudara-saudara yang akan pulang kampung sudah begitu ramai, sebulan lalu. Iya, apa lagi kalau bukan untuk pemesanan tiket kereta api yang akan membawanya pulang ke kampung halamannya.Nonton beritanya di televisi sudah ramai dan baca berita di smartphone mampu mengusik perasaanku yang lembut...ciaaaeeeeh aku terharu booo, rasanya kek aku saja yang berebut, ngantri dan galau ketika enggak dapat tiket alias tiket sold out.
Hm...apa lebaran 2014 aku enggak pulang ke Cilacap seperti tahun lalu? yang pengalamannya aku tulis di Tiket Online Kereta Api Purwojaya... heheeee, iya sementara rencananya aku dan keluarga mungil dan imutku gak pulang kampung ke Cilacap pada waktu Lebaran...sebetulnya ini adalah giliran bapak dan ibuku untuk kutemani pas Idul Fitrinya. 
Namun, aku dan suamiku tetap merencanakan pulang ke Cilacap sebelum Ramadhan...eiyaaa lah, setahun sekali aku pulang ke Cilacap dan kebetulan ada bebe…

Bercinta dengan si Biru (Flash Fiction)

"Hai, bengong aja, kamu! mikirin apa sih nooon!!!"
"Gaaak..."
"Lah, tapi kok mpe mlongo ituh mulut? eh gimana ama si Didin?"
Haduuuuh, sikerempeng itu? gimana bisa aku falling in love? eh tapi kali aja apa yang kumau bisa dikasih sama si Didin itu yaaak...apa aku terima saja si Didin ini? gak apa kali yaak, gak butuh cinta juga keknya, kan aku cuma nerima Didin jadi pacarnya aja...tajirnya aja yang aku ambil..heheee...goood.
"Woooy...malah manggut-manggut!"
"Eits...tolong sampaikan ke Didin yaaa...aku terima dia jadi pacarku, nanti malam aku tunggu di belakang kebun Pak Sholeh" kataku sembari ngeloyor pergi meninggalkan si Diah.
***
Malam,
"Tapi ada syaratnya ya" tegasku pada si kerempeng Didin
"Apa, sayaang?"
Hadaaah...
"Aku minta ini...besok pagi udah ada di tempat tidurku, mamak ama bapak jangan mpe tahu ya, e...kalau mamak ma bapak pergi ke sawah ya" 
Hihiii, muka Didin terlihat sumringah ketika mener…

Sebuah Keikhlasan Melepaskan Pekerjaan

Cerita mengenai ikhlas banyak sekali di sebaran internet bahkan di dunia nyata banyak sekali yang menceritakan tentang sebuah keikhlasan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keikhlasan berarti ketulusan hati, kejujuran dan kerelaan. yup, aku akan menggunakan kata kerelaan di ceritaku untuk Giveaway Mba Ade Anita. Seorang penulis novel yang menceritakan tentang Solasfiana dalam dua novelnya yang berjudul Yang Tersimpan di Sudut Hati dan Lukisan Hati. 
Tahun 2004 aku sudah mulai belajar untuk mencari nafkah, bagaimana rasanya memegang uang hasil jerih payah sendiri dan mengatur akan kemana uang tersebut. Ketika sebuah pilihan harus aku ambil pada tahun 2009 setelah melahirkan seorang putera yang sangat tampan, aku menulis surat berhenti bekerja dari sebuah perusahaan yang menurutku, itu adalah pilihan banyak orang. Namun, pemikiran akan sesuatu yang belum pernah aku alami membuatku mantap untuk mengirim surat tersebut dan clear aku resign dari perusahaan yang pernah membawaku ke Pulau …

Tentang Sisi Konsisten

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata konsisten berarti tetap tidak berubah-ubah, selaras, sesuai. Dalam hal ini perbuatan hendaknya dengan ucapan. Jika ditambah imbuhan konsistensi berarti ketetapan dan kemantapan (dalam bertindak), jadi mana yang ingin kupakai? tetap konsisten dengan arti tidak berubah-ubah, yup mengenai perbuatan tentunya.
Nah, menjadi seorang pribadi yang memiliki tingkat konsistensi yang tinggi apakah sesulit menemukan jarum di tumpukan jerami? sesulit itukah? semoga enggak ya. Aku juga berpikir, apakah aku sulit untuk mengatakan bahwa aku ini konsisten dan tidak konsisten, takut ternyata aku menjadi abu-abu diantara konsisten dan inkonsisten. 
Padahal, dari kecil sudah terbiasa untuk belajar konsisten dan diberikan contoh oleh orangtua dan guru. Dari segi agama misalnya, aku diberikan contoh untuk mendirikan shalat lima waktu dengan konsisten, iya kan? sehari lima waktu dan jika ada yang tertinggal berarti aku tidak konsisten, hubungan dengan Allah sudah c…

Memilih Menjadi Ibu Rumah Tangga

Aku lahir dan besar dari seorang ibu yang stay at home, mendampingi empat orang anaknya, mengurus pekerjaan rumah mulai dari dapur hingga got yang tersumbat. Ibuku memang bukan memilih untuk stay at home untuk bisnis di rumah, namun beliau ada saja kreativitasnya untuk membuat beliau eksis dalam pergaulan sosial.
Hingga anak-anaknya telah dewasa dan waktunya untuk me time menjadikan kesempatan untuk menggerakkan bisnis ketrampilannya menjadi terbuka. Dulu mungkin penghasilannya belum terlihat, namun saat ini, saat beliau menjadi seorang nenek dari empat cucu lelakinya, beliau mendapatkan penghasilan dari kreativitasnya, itu sangat luar biasa.
Ibuku menjadi ibu rumah tangga selama hampir 35 tahun, tidak pernah duduk di belakang meja kantor untuk bekerja. Namun pemikiran dan pandangan ibuku tidak melulu terbatas pada masalah anak yang mogok mandi, harga bawang merah yang melonjak naik, tidak juga hanya sibuk memaku dinding atau menyapu halaman rumah.
Ibuku kuacungi jempol selalu membuk…

Ekspresi Cinta Kakek dan Cicit

Sebuah perputaran waktu telah menajamkan pikiran, hati dan matanya Namun senyumnya tak pernah hilang meski musim kering dan hujan silih berganti Ketika kuberikan anakku untuk dipangkunya Senyum itu sungguh melebihi rasa cinta yang dirindukannya Ini, kakekku dan anakku


Di dalam foto tersebut, anakku dipangku oleh kakekku yang didampingi oleh nenekku. Hubungan aku dan kakekku, termasuk dekat. Dua tahun aku berada di Yogyakarta dengan beragam cerita dari pekerjaan hingga kapan aku menikah.

Kegirangan seorang kakek, tersenyum dan tertawa riang menyambut kedatangan kami, yang sudah pasti memang jarang sekali kami mengunjungi. Entah, pikiranku kala itu, aku sangat bahagia melihat ekspresi kakek memangku anakku. Usianya 85 tahun, genggaman tangannya tak sekuat dulu, namun cintanya sungguh tak mungkin aku lupakan.
Raut wajah bayi anakku selaras dengan cinta yang diberikan oleh kakekku, akan selalu dikenang oleh anakku hingga besar nanti. Alhamdulillah tahun 2014 ini, kakekku masih sehat namu…

Lindungi Anak Sejak dari Rumah

Judulnya terasa kek berat sekali, iya menulisnya juga rasanya berat sekali, meskipun sudah ngobrol dan sharing sama suami, tetep rasanya masih penasaran, karena ya aku belum mengalami melepas anak ke sekolah.  Jujur, ketika mendengar berita mengenai seorang anak yang.... aku langsung pindah chanel kalau melihat di televisi atau skip dulu, kalau beritanya aku baca di wa suami maupun wa aku. Aku enggak tega dan pertanyaan demi pertanyaan selalu terucap, kenapa kok gitu? kenapa masih ada? kenapa bisa begitu? yang salah siapa? yang seharusnya bertanggung jawab siapa? yang seharusnya memerangi siapa?
Aku dan suamiku, iseng membahas setelah ada berita (lagi) mengenai kasus kekerasan seorang anak SD oleh kakak kelasnya, dan terjadinya di Jakarta. Jujur lagi, aku takut sekali sebenarnya kami. Kenapa? beberapa kali kami melihat Faiz di bully ringan oleh anak-anak yang (mungkin) tidak seumuran dengan Faiz. Faiz sama sekali tidak membalas, Faizpun jarang untuk mendendam, setelah dipukul setelah…