13 May 2014

Sebuah Keikhlasan Melepaskan Pekerjaan

Advertisement
Cerita mengenai ikhlas banyak sekali di sebaran internet bahkan di dunia nyata banyak sekali yang menceritakan tentang sebuah keikhlasan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keikhlasan berarti ketulusan hati, kejujuran dan kerelaan. yup, aku akan menggunakan kata kerelaan di ceritaku untuk Giveaway Mba Ade Anita. Seorang penulis novel yang menceritakan tentang Solasfiana dalam dua novelnya yang berjudul Yang Tersimpan di Sudut Hati dan Lukisan Hati. 

Tahun 2004 aku sudah mulai belajar untuk mencari nafkah, bagaimana rasanya memegang uang hasil jerih payah sendiri dan mengatur akan kemana uang tersebut. Ketika sebuah pilihan harus aku ambil pada tahun 2009 setelah melahirkan seorang putera yang sangat tampan, aku menulis surat berhenti bekerja dari sebuah perusahaan yang menurutku, itu adalah pilihan banyak orang. Namun, pemikiran akan sesuatu yang belum pernah aku alami membuatku mantap untuk mengirim surat tersebut dan clear aku resign dari perusahaan yang pernah membawaku ke Pulau Dewata Bali.

Hari-hari kulalui bersama anakku dan suamiku dalam hari penuh cinta dan kenyamanan. Yup, kenyamanan yang kadang memang terbersit sebuah pertanyaan, "Mengapa aku terlalu cepat memutuskan untuk resign" atau sebuah rasa yang aneh ketika aku melihat teman-teman di kantor tempatku bekerja mengupload foto-foto mereka berpergian ke Malaysia. Ach, seandainya aku tidak keluar, aku pasti berada di sana. Berkali-kali aku harus menepis dan jangan sampai penyesalan itu menghampiri lagi, aku ingin ikhlas dan aku pikir aku sudah ikhlas.

Ternyata sebuah kata "aku ikhlas" itu bukan jaminan rasa hati ini merelakan bahwa apa yang sedang terjadi benar-benar dikhlaskan. Jadi, intinya adalah menerima dan merelakan bahwa sebuah pilihan ada konsekuensinya, ada sebuah manfaat dan hikmah dari pilihan tersebut. 

Aku berusaha menanamkan dalam diriku, bahwa dengan aku keluar kerja dari sebuah perusahaan yang bagus, yang memberikanku banyak materi dan pengalaman, aku bisa mendampingi tumbuh kembang anak pertamaku, aku bisa mendengar jelas kata pertamanya, aku bisa melihat langsung langkah kaki pertamanya, aku bisa merasakan kegembiraannya melepas kain yang kupakai untuk belajarnya berjalan, aku bisa bermain sepuasnya bersama jagoanku, aku bisa melihat lebih dalam bahwa menjadi ibu yang stay at home adalah sesuatu yang sangat berarti, jika dijalani dengan ikhlas.

So, apapun bentuknya keikhlasan menjadi hal utama agar kehidupan yang akan dilalui menjadi tenang, nyaman dan dapat mengambil hikmah yang luar biasa. Kadang sebuah makna tak dapat diraih hanya tak ada kenyamanan yang mungkin, tidak ada keikhlasan menyertai apa yang dilakukan. Hm...semoga, keikhlasan aka kerelaan menerima dan menjalani sesuatu senantiasa menghampiri setiap sendi kehidupan ini.

Salam
Astin

Tulisan ini diikut sertakan dalam GIVE AWAY TENTANG IKHLAS






17 comments:

  1. Halo Mak, terima kasih sudah berkunjung ya...
    Whaa iya selalu salut dengan para ibu ini, termasuk Mak Astin Jadi, gak ada yang namanya stay at home atau full time Mom ya.. Working Mom, mau di rumah, mau di kantor, sama-sama bekerja :)

    ReplyDelete
  2. ikhlas itu seringkali butuh proses, Mak. Gak secepet ngucapinnya. Saya juga beberapa kali ngalamin kyk gitu :D

    ReplyDelete
  3. Mengikhlaskan suatu kehilangan pasti akan digantikan dengan hal-hal yang lebih baru dan lebih baik dari sebelumnya.. :)) semoga beruntung ya mak :D

    ReplyDelete
  4. Selalu ada hikmah terkait dengan ikhlas ya, Mba.

    ReplyDelete
  5. Insya Alalh kalau ikhlas pasti ada jalan ya

    ReplyDelete
  6. Novel ini memang bagus dan banyak hikmah di dalamnya
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  7. Bener banget Mak Astin, ikhlas itu gampang diucapkan, tapi sulit dan berat ngejalaninnya

    ReplyDelete
  8. bener jeng..sulit ya menjalani ikhlas itu...

    ReplyDelete
  9. Ikhlas itu datangnya dari hati ya Mak. Sukses ngontesnya.

    ReplyDelete
  10. saya setuju dengan kata2 mbak yg ini "
    Ternyata sebuah kata "aku ikhlas" itu bukan jaminan rasa hati ini merelakan bahwa apa yang sedang terjadi benar-benar dikhlaskan. Jadi, intinya adalah menerima dan merelakan bahwa sebuah pilihan ada konsekuensinya, ada sebuah manfaat dan hikmah dari pilihan tersebut. "
    Iya sih, yg sudah dilepas ya sudahlah... jangan disesali. terima keadaan apa adanya sekarang dgn hati lapang.

    Salam kenal ya mbak :D

    ReplyDelete
  11. KEEP CALM AND STAY IKHLAS, mak Tanti...semangaaaat...

    ReplyDelete
  12. Ikhlas itu MUDAH diucapkan... Aplikasine abot tenan...

    ReplyDelete
  13. kadang memang berat ya, melepaskan sesuatu yg kita sudah merasa nyaman di dalamnya. Tapi memang benar, setiap pilihan pasti ada konsekwensinya

    ReplyDelete
  14. ikhlas berbuah manis ya maaak....semoga dapat pengganti yang jauuuuh lebih baiiik

    ReplyDelete
  15. Saya benar2 gak kebayang bila harus berhenti bekerja. Ikhlas memang gak gampang ya, Mak. Insya Allah ada buah manis yang menanti :)

    ReplyDelete
  16. dan karena resign maka dirimu jadi sering ngeblog dan dapat rejeki dari blog... dan terpilih jadi salah satu srikandi blogger... dan aku bisa mengenalmu... aih.. banyaknya buah manis dari ikhlas ya.. makasih sudah ikut give awayku

    ReplyDelete
  17. dan karena resign maka dirimu jadi sering ngeblog dan dapat rejeki dari blog... dan terpilih jadi salah satu srikandi blogger... dan aku bisa mengenalmu... aih.. banyaknya buah manis dari ikhlas ya.. makasih sudah ikut give awayku

    ReplyDelete

link

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...