26 Jun 2014

Tarhib Ramadhan di Mushola Al-Hidayah

Hallo...hitungan jari yaaak memasuki bulan Ramadhan, bulan yang ditunggu-tunggu selama 11 bulan, bulan yang penuh dengan rahmat terindah-Nya, bulan yang orang ramai-ramai memutar otak untuk berbisnis sekedar mendapatkan uang untuk 'saku' lebaran, bulan yang pastinya lebih semarak di setiap mushola dan masjid-masjid, apalagi di supermarket ataupun mall-mall, haduuuh.

Ramadhan kali ini, buat Faiz sangat berbeda, saya merasakan sekali, kenapa? Faiz sudah 4 tahun, sudah ngaji dan sudah mengerti apa itu arti puasa? puasa itu tidak makan, puasa itu tidak minum dari subuh sampai malam. Terus, yang ditanya Faiz adalah...puasa itu boleh minum susu ya, Mi?

Iya, Faiz mengaji di mushola sebelah rumah, Alhamdulillah perkembangannya lumayan, sudah bisa baca huruf hijaiyah, sudah hafal suratan pendek, yang panjang baru Al-Humazah, sudah paham apa itu arti puasa, dan...menjelang ramadhan tahun ini, Faiz ikut berpartisipasi pada acara tarhib ramadhan.

Acaranya di lapangan sebelah mushola, orangtua diminta hadir, jadilah saya yang sedang ngantuk berat, dengan suka cita, datang untuk melihat Faiz naik panggung untuk menari, iya menari... . Faiz itu masuk kelompok anak paling imut, meskipun badannya tinggi besar, Faiz baru 4,8 tahun.

Menurut selebaran, acara dimulai pukul 15.30 sore atau bada ashar, saya sengaja datang pukul 16.00 karena soundsystemnya saja masih tes..tes..tes. Saya mengambil tempat duduk rada belakang, karena enggak mau ke eskpos pun juga matahari sore sangat menyilaukan. Ternyata ada yang diam-diam mencuri pandang dengan kebahagiaan yang tertahan, Faiz seneng umminya datang, ehehe.

Acarapun dimulai beberapa saat setelah saya datang, intinya molor. Saya sudah merasa tidak enak dengan soundsystem, bolak-balik suara MC tidak terdengar..lah malah jadi ngomentari acaranya yaak. Iya, sayang sekali...rancangan acaranya sudah bagus sekali, mulai dari pembacaan suratan pendek hinga suratan panjang, nyanyian nasyid hingga drama yang menceritakan ustadz yang baik. Alhamdulillah, waktu Faiz nari di panggung, musiknya menambah keseruan para orangtua yang ingin melihat anaknya menari di panggung.

Faiz pakai koko biru setelah menari di panggung

Acara tarhib ramadhan ditutup tepat adzan maghrib, lumayan lama yaak,dengan sebelumnya bapak ustadz memberikan siraman rohani singkat menjelang ramadhan. Intinya, marilah kita menyambut ramdhan dengan hati yang riang dan gembira karena ada bermacam-macam jenis manusia yang bahagia memasuki bulan ramadhan dengan niat yang berbeda-beda.

Di sini, saya atas nama astinastanti yang dipanggil oleh keluargaku "Tanti" mohon maaf lahir bathin. Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Berharap ramadhan tahun ini, lebih baik dan lebih mengoptimalkan tiga puluh hari yang begitu indah.

25 Jun 2014

Kram Kaki Setia Menemani Kehamilan

Siapa yang belum pernah merasakan kaki kram? jika belum pernah merasakan bersyukurlah, mendapati kaki kram, entah itu betis ataupun paha rasanya seperti ingin meninju hidung orang di sebelah saya.

Bagaimana sich yang dimaksud kram? kaki itu sama sekali tidak bisa digerakkan dan seperti ada yang menarik-narik dari dalam sehingga kaki ingin dibawa ke mana gitu. Kadang rasa sakitnya seperti naik ke bagian perut hingga kepala, haduuuh pokoknya engga banget kalau sedang kram.

Jika kaki sedang kram, saya hanya bisa menjerit-jerit dan menarik tangan suami. Inginnya segera diberikan yang hangat-hangat, minyak kayu putih, balsam atau dikompres air hangat. Boro-boro suami melakukan itu, yang dilakukan adalah melakukan peregangan, kaki saya diangkat ke atas, kadang diurut pelan...tapi rasanya sakit banget, sampai Faiz kadang membungkam mulut saya yang berteriak-teriak tak karuan.

Penyebab Kram

Nah, kenapa pada saat kehamilan ke dua ini sering sekali saya mengalami kram kaki? padahal upaya untuk mengerak-gerakkan kaki sudah saya lakukan, contohnya cerita jalan kaki, di sini. namun mungkin bukan hanya peredaran darah yang tidak lancar, bisa juga kurang cairan atau terlalu lelah.

Penanganan Kram 

Awalnya saya hanya bisa berteriak kencang dan mencubit lengan suami yang ada di sebelah. Namun karena terlalu sering mengalami kram pada betis di kaki, baik itu saat tidur maupun hendak bangun tidur, saya sedikit sudah mahir.

Sesaat setelah saya tersadar aka bangun tidur, biasanya otak langsung menerima signal dari kaki...mau kram nich mau kram...nah, menenangkan pikiran dan hati adalah jalan pertama. Setelah itu tarik nafas meski menahan sakit luar biasa, gerak-gerakan pelan kaki yang kram. Ambil minyak kayu putih atau sesuatu yang bisa menghangatkan, kalau kurang mempan teriak sekencang-kencangnya...pasti suami terbangun dan segera merenggangkan kaki dan memijat pelan.

Pencegahan Kram

Bosen enggak sich, kram setia menemani kehamilan keduaku? hiyaaah dibilang bosan ya bosan, jadi boleh kan mengikuti saran-saran dari pakar kesehatan untuk tidak terlalu lelah, apalagi pada kehamilan semester terakhir, kebutuhan cairan jangan sampai kekurangan, mengkonsumsi pisang yang mengandung potasium serta perbanyak susu yang mengandung kalsium, hehee..bisa tiga gelas saya minum susu.

Mulai sekarang, ayo lakukan olahraga ringan yang teratur, agar peredaran darah lancar, usahakan ketika beraktivitas melihat kemampuan tubuh. Kalau saya, kadang malah mencari-cari pekerjaan, kalau sudah lelah dan badan rasanya 'ngrentek' tinggal jadi ratu di rumah. Oiya, konsumsi makanan yang mengandung kalsium dan potasium juga perlu, sederhana saja, pisang dan susu.





22 Jun 2014

Tips Mengatasi Wastafel Mampet

Jujur, yang paling sering berada di dapur memang aku, tapi yang lebih paham ada apa dengan dapur ya si embak di rumah *teteeup. Aktivitasku hanya memasak dan mencuci piring ringan, si embak membantu mencuci yang paling terakhir untuk memasak, penggorengan-lah, panci-lah...hihii.

Nah, suatu hari aku melihat wastafet tempat mencuci peralatan dapur kok terkepung air, airnya lama sekali turun. Aku tanya si embak, dan dia hanya bilang "nanti juga turun kok bu". Oh..betapa pasrah dan sabar dirimu, Mba.

Giliran aku, hari Minggu adalah hariku yang sangat super sibuk, kalang kabut dong akunya, air gak mau turun dan lama sekali. Aku bilang ke suamiku, belum mendapatkan penyelesaian, hari Minggu adalah harinya bekerja. 
Oke, done, aku menggunakan air panas yang aku siram ke lubang pembuangan air wastafel, hasilnya rada lumayan, tapi tidak membantu.
Buatku, area dapur adalah area paling vital untuk emak anak satu, bekerja di luar rumah dan sebentar lagi punya dede baby. Untuk membongkar saluran air yang mampet juga tidak mungkin kan, itu bukan rumah aku, untuk ongkos tukang juga, mending buat beli baju dede baby-kan? jadi solusinya?
Ahaa..aku inget wastafel kantor pernah macet dan si OG yang aku tanya langsung memberikan contoh senjata ampuhnya. Apa itu? Iyes-Soda Api.
Aku sampaikan informasi ini ke suamiku, belinya di toko material ya, bi. Nah, sebelum menggunakan soda api, aku hunting di beberapa artikel yang kutemukan di google. Supaya paham benar apa yang dimaksud dengan soda api.
Soda Api itu Natrium Hidoksida(NaOH) pantesan bentuknya mirip kali ama garam. NaOH terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida yang dilarutkan dalam air.
Karena merupakan senyawa kimia, aku hunting berbahayakah soda api itu? waaah..ternyata jika, benda-benda yang menyebabkan saluran air tersebut tersumbat sudah mengeras, maka soda api malah akan menghancurkan pipa paralonnya...jadi galau, lebay plus ngeriiih. Kalau pipanya rusak? biayanya tambah bengkak dong ach.
Jadi, solusinya...bijaklah menggunakan soda api, jangan terlalu banyak yaa..mentang-mentang soda api bisa mengatasi masalah 'mampet'. Hm...setelah itu bijaklah untuk menggunakan wastafel, meskipun sudah ada alat penyaringnya, jadi repot gini, kan.

Salam
Astin

20 Jun 2014

Belfoods, Nuggetnya Empuk, Giftnya Seru


Mendampingi anak pada usia pertumbuhan tentu merupakan saat-saat yang paling indah dan paling mengesankan. Pada usia tersebut, anak-anak sedang menunjukan segala sesuatu yang baru menurut mereka, dan para orangtua seperti aku belajar dari apa yang mereka tunjukan, baik sikap, perilaku, ucapan, pemikiran maupun keinginan mereka.

Pada masa-masa tersebut, sebagian anak kadang menunjukan kebolehannya untuk memilah-milah makanan yang mau dimakan. *Tarik nafas, kadang...sebagai orangtua, aku menjadi bingung..iya kan Moms? kita membuat sajian masakan yang menurut kita itu yang terbaik untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam masa pertumbuhannya.

Nah, aku mengalami hal tersebut...mungkin semua Moms ya..hehee...Faizku maunya itu dan itu saja. Suatu ketika aku membelikan nugget Belfoods, yang rasanya menurutku enak, dagingnya kerasa namun tetap empuk dan tebal gitu. Jujur aku ketagihan dan konsumsiku hingga kini ya Belfoods. Hm..tidak untuk Faiz, maksudnya....Faiz maunya makan hanya nuggetnya saja tidak pakai nasi dan sayur.
Salah satu varian Belfoods
 
Pusing, kan? kalau aku membiarkan saja aku menjadi orangtua paling aneh, memaksanya bukan cara yang tepat. Hm...akhirnya aku putar otak untuk mencari sebuah rayuan agar Faiz mau makan nasi dan sayur.
Belfoods banyak sekali varian bentuk untuk nuggetnya, aku sampaikan ke Faiz bahwa besok, ummi mau beliin nugget bentuk hewan, tapi sekarang Faiz makan yang ada dulu yaaak dengan nasi dan sayur. Kalau Faiz nurut, semuanya nanti bakalan mudah, lho...Nak.
Varian menu dengan nugget Belfoods
 
Alhamdulillah, Faiz nurut dan mau makan nasi plus sayur plus nuggetnya..hihiii daripada memaksa anak untuk makan tanpa ada kesepakatan, kan menjadi orangtua yang tidak demokratis, iya kan? Daaan...suatu ketika Belfoods membuat sebuah kompetisi bercerita. Alhamdulillah...dari Belfoods aku mendapatkan sebuah rejeki, karena tulisanku disukai Belfoods.
Belfoods memberikan sebuah gift voucher untuk mengunjungi Snow bay, ceritanya ada di sini. Yaaah...itu aku sampaikan ke Faiz, sebagai apresiasi bahwa menjadi anak yang mendengarkan ucapan orangtua segala sesuatunya akan dimudahkan. 


Tralaa..sebelum ke Snow Bay sarapan Belfoods duluh

Hayook, sebelum berenang, Faiz foto dulu



Em...Belfoods sebagia sponsor di SnowBay


Terima kasih untuk Belfoods, dari sebuah nugget, drama anak tidak mau makan nasi dan sayur hingga akhirnya aku mendapatkan kesempatan ke Snow Bay darimu.
Salam
Astin

18 Jun 2014

Snow Bay Tempat Berenang Keluarga

Haaaai, akhirnya aku bisa juga membawa anakku dan suamiku untuk berenang dan menggugurkan kewajiban dari sehelai kertas bertuliskan "gift voucher" from Belfoods. Rasanya seneng banget, meskipun kalau diganti uang itu aku bakalan lebih seneng, tapi ya itu kagak ada kenangan dan enggak bakalan bisa punya foto di Snow Bay *hihiii, aku enggak difoto...huaaaa.

Snow Bay itu adanya di Taman Mini Indonesia Indah, iya aku dulu sering lewat TMII tapi pakai bis AgraMas kalau mau kerumah tante di Jati Warna. Nah, kalau dari Tangerang ke situ bawa anak dan peralatan berenang...bisa kek mo mudik. Jadi, butuh moment yang pas untuk ke Snow Bay, sebuah waterpark yang kata orang unik, seru dan menyenangkan.

So, tepat pukul 08.00 parkiran masih sepi, kita sudah masuk ke TMII dan bertanya ke petugas parkir, di mana Snow Bay ***norak yee..ketahuan baru pertama kali datang ke TMII (lagi). Nah, dari pintu masuk utama, kata si petugasnya, belok kiri, belok kanan dan tepat di sebelah CFC. Done, nyampe dan ternyata belum buka sayang, Faiz sudah cembetuuut tapi aku minta dia berfoto-foto di depan pintu masuk dulu, abis itu hayuuk keliling TMII, cari spot buat foto dan si anak masih saja cembetut, dibilangnya ummi gak sayang, ummi gak mau ngajak masuk Faiz ke Snow Bay...eaaa.

Salah satu spot buat foto adalah Anjungan Sumatera Barat

Yo wes, 08.30 kita masuk dengan keriuhan anak-anak sekolah melihat kolam renangnya banyak dan seru-seru *iya kali seru, orang aku akhirnya jadi penjaga tas yang siap mengambil gambar dan gak ada yang bisa dilakuin kecuali ngejagain ponsel suamiku, kali-kali ada konsumen mau beli rumah.

Sepintas,kolam renangnya emang keren dan seru banget. Yang pertama dicoba Faiz dan abi adalan kolam renang yang ada luncurannya..huaaaa, Faizku sangat tidak berani *angkat kaki daach. Di kolam itu juga si abi ngejarin Faiz untuk masuk ke dalam air dan terjun dari ketinggian 30 cm...weq weq weq.





Kolam ke dua adalah kolam yang terlihat dangkal, iya kali awalnya enggak tahu itu kolam ombak. Lalu tiba-tiba sebuah musik *yang lupa judul lagunya apa..petugas meniup peluit dan...woooow, seru banget airnya bergerak-gerak menyerupai ombak. Hihii, kata Faiz siich kurang seru...weleeeh orang Faiz saja enggak mau beranjak dari kolam itu, dari mana kurang serunya?




Cuaca sangat panas, sangat panas dan hampir minum air kolam malahan...panasnya minta ampun daah. Sempat kehilangan dua orang lelakiku...ach, biar deeech..dan aku jalan-jalan di kolam renang yang ada kucuran air dari atas..jadi kek hujan-hujanan. Padahal yaaa...di deket tempat aku duduk, ada beberapa pohon kelapa...tapi ya itu tadi, tep panaaas.



Pengunjung kebanyakan adalah bapak, ibu dan anak-anak, mulai dari remaja sampai baby. Iyaah...Snow Bay memang cocok untuk tempat berenang keluarga. Untuk harga juga sangat berkeleluarga sekali kok...dari 120-150ribu untuk dewasa, hihii mehong yaak, iya sih ya...di Tangerang saja paling mahal untuk Faiz berenang adalah 20.000. 



Silahkan untuk melepas letih seminggu bekerja, ajak seluruh keluarga berenang ke Snow Bay dengan budget yang terjangkau...seru looh kolam renang yang lainnya, Faiz saja yang sudah menggigil dan kulitnya keriput jadi yaaa..terpaksa deech, ganti baju, dan menyusuri jalanan Jakarta Timur yang muacet abis.

17 Jun 2014

Jalan Kaki, Manfaatnya dan Ceritanya

Kalau ada yang bertanya olahraga apa yang paling murah? aku jawab jalan kaki.
Kalau ada yang bertanya olahraga apa yang paling minim risiko? aku jawab jalan kaki.
Kalau ada yang bertanya olahraga apa yang membutuhkan sedikit modal? aku jawab jalan kaki.

Keknya tiga saja cukup dech untuk menggelitiki aku agar mau konsisten jalan kaki. Iya, karena meskipun jalan kaki itu olahraga yang paling murah, paling minim risiko dan sedikit modal, tapi kok ya susah sekali untuk melakukannya. Alasannya?

  1. Dari kamar ke dapur dan bolak-balik beresin rumah juga jalan kaki, 
  2. Dari parkiran motor ke ruangan kantor juga jalan kaki,
  3. Belanja di pasar atau minimarket juga jalan kaki.
Sudah kan, aku sudah jalan kaki, berarti aku sudah melakukan olahraga paling ringan dan berharap tubuhku sehat, iya to? gitu kok repot. 

Dan pagi ini, bukan pagi untuk yang pertama aku melakukan jalan kaki sebagai bagian dari olahraga yak, namun di pagi ini aku menemukan sebuah kesenangan tersendiri untuk berjalan kaki.
  1. Pernafasan jadi lebih rileks, kenapa gitu aku naik tangga di kantor enggak ngos-ngosan?
  2. Wajah jadi berseri-seri, kenapa gitu aku enggak pakai make-up tapi enggak kelihatan musam?
  3. Degup jantungku juga gak berlonjak-lonjak, biasanya kek deg-degan mau ketemu fans...eaaaa.
  4. Badan jadi terasa ringan, gak berat gitu...mungkin kalorinya kebakar dengan jalan kaki pagi tadi yak?
Nah, kenapa aku iseng/sengaja/terpaksa/sadar/paham pagi tadi harus berjalan kaki?
  1. Aku ingin hal ini diimitasi oleh suamiku
  2. Aku ingin tubuhku, jiwaku, pikiranku, imanku sehat
  3. Aku ingin punya satu kebanggaan bahwa aku juga melakukan olahraga, meskipun bukan olahraga yang mahal...
  4. Aku ingin persalinanku tidak memerlukan waktu yang panjang jika diijinkan normal oleh-Nya.
Tadi pagi cerita jalan kakinya begimana?
  1. Lihat jam dinding, pukul  06.00, ijin suami dan keluar deeech.
  2. Ambil MP3, cabut SD Card terus nyalain taro di saku
  3. Lagu pertama yang keluar From This Moment.
  4. Pakai sendal jepit paling besar *gak tahu punya siapa, kalau pakai sandal jepitku sayang
  5. Pakainnya baby doll panjang.
  6. Rutenya? jalan menggelilingi lapangan badminton di sebelah mushola, musholanya sebelah rumah...eaaa...*intinya deket rumah gitu.
  7. Berapa kali puteran gak ngitung, karena sibuk dengan afirmasi positif kalau aku sehat, sehat dan sehat daaan berharap bisa melahirkan secara normal, meskipun jalan kakinya baru kali ini yang serius.
  8. Dihitung-hitung keknya ada lima lagu berputar yang kudengar
  9. Masuk ke rumah karena berpikiran sudah terlalu letih dan ada bapak-bapak jadi pengawas tama sebelah lapangan, emang aku mau makanin tuh tanaman ***huuuu, ternyata masuk ke rumah sudah pukul 06.30...jadi berapa lama saudara-saudara? hm.... Alhamdulillah daach.

 

13 Jun 2014

Akhirnya Mendaftarkan Sekolah Anak

Masih teringat baju putih dan rok merah serta tas berwarna abu-abu, dengan motif yang berbeda dengan kakak perempuanku, aku pergi ke sekolah berjalan kaki, kadang ikut nebeng angkot milik tetangga. Iya, itu aku masuk Sekolah Dasar ketika usiaku 5 tahun lebih dan itu adalah pengalaman pertama aku bersekolah. Aku enggak mau masuk TK, maunya sama seperti anak lelaki tetangga sebelah, heheee...haus...haus pengalaman Taman Kanak-Kanak niich.

Dan, pagi ini aku bukan menjadi seorang anak kecil itu lagi...uhuuuk, karena pagi ini aku mengisi form pendaftaran dan membayar biaya sekolah anakku sendiri, anakkku...eheeem. Bedanya, anakku berusia 4 tahun lebih masuk TK A daaan aku merasakan seperti orangtuaku mendaftarkanku untuk pertama kali bersekolah.

Artinya, perjalanan tanti sudah mencapai fase menyekolahkan anak, bukan melulu egois untuk mencukupi kebutuhan sendiri. Doaku kepada Allah diberikan kelancaran dan kemudahan rezeki untuk aku dan suamiku serta untuk anakku hingga impian kami menyekolahkan hingga jenjang yang anakku inginkan. 

Cita-cita Faiz ter-update adalah ingin tinggal di Jepang, why? pingin ketemu salju dan doraemon. Jadi titip nasihatku ke Faiz adalah "belajar yang rajin dan selalu sehat biar nanti bisa sekolah atau bekerja di Jepang dengan biaya dari pemerintah Indonesia, aaaamiiin".

Iyaaah, Alhamdulillah, tinggal tunggu masa bersekolah pertamanya untuk Faiz. Oiya TK yang kupilih untuk Faiz adalah TK Islam dengan kurikulum kebanyakan karakter yang akan ditempa, misalnya apakah mampu makan dan minum sendiri, apakah berani untuk mengeluarkan pendapat dan pemikirannya.

Salam
Astin

8 Jun 2014

Menjelajah Google Indonesia bersama KEB

Iya, tulisannya mengendap di draf lama sekali, sudah hias-hias foto dan pilih yang terbaik, tep saja ketinggalan oleh karena sebab satu dan lain hal *alasan mulu intronyaah.

Awal Maret 2014, aku dan teman-teman finalis Srikandi Blogger KEB diberikan kesempatan oleh pihak Google Indonesia untuk mengunjungi kantornya. Seneng sekali dan sangat antusias aku menyambut kesempatan tersebut, suamiku geleng-geleng kepala melihat kegembiraanku.

Bertempat di Sentral Senayan II, akhirnya aku bisa melihat sebuah logo google dan mengabadikan diriku berfoto dengan berlatar belakang google, hayooo enggak semua bisa begini looh, Alhamdulillah sekali aku diberikan kesempatan untuk menjelajah kantor google, sebuah situs pencari yang sangat terkenal ini.



Dipandu oleh Mba Keke dari Google, aku dan mak blogger KEB diberikan penjelasan, salah satunya adalah produk G+ alias google plus. Tidak itu saja, aku juga diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diriku sebagai salah satu dari 50 finalis SB KEB 2014.

Setelah berdingin-dingin ria di ruang pertemuan google Indonesia, kami diajak berkeliling ke lantai atas. Sebuah tempat dengan nuansa yang menurutku sangat hangat. Di ujung ada beberapa tempat tidur warna yang cantik, tujuannya untuk beristirahat bagi karyawan jika kelelahan dengan rutinitas pekerjaannya.
Turun dari ruangan yang boleh dipergunakan untuk sekedar merilekskan tubuh dari meja dan kursi kerja, aku dan mak blogger diberikan kesempatan masuk ke dalam ruangan bekerja. Ada beberapa ruangan yang tertutup dan terisi dua kursi hingga ruangan rapat tertutup. Sekali lagi, ruangan bekerja ini tidak untuk dipublish, so...hanya aku dan ingatanku yang merekam yaaak.
Naaaah, kebaikan google Indonesia yang memberikan kesempatan untuk sekali lagi, aku dan mak blogger untuk menjelajah kantor google Indoensia adalah menuliskan nama di sanaa. Hm...satu yang menjadi perhatianku adalah, kursi kerjanyaaaa...aaaach, sangat-sangat nyaman dan aku bertanya dulu "Boleh duduk, Mba?" ehehhee...nyaman kali loh dan ini sangat membuat nyaman *mungkin gak mau pulang kali dari kantor dan terus kerjaa... .
Sebuah dinding yang menjadi main  fokus adalah sebuah becak bernama perjuangan yang digantung. Aku membuat filosofi sendiri..hehee, setiap hal yang berada di puncak atau atas, pasti membutuhkan sebuah perjuangan untuk mencapai ke atas sana. Iya, kaaan?

Oleh Mba Keke, aku dan mak blogger diperlihatkan warung Mbah google, welaaah...semuanya terpana dan senang melihat sebuah ruang makan lengkap dengan peralatan masak yang sangat lux. Tujuannya agar para karyawan tidak perlu jauh-jauh makan di luar, jadi kan tidak perlu macet-macet di jalanan ibukota kan.




Setelah itu ruang yang paling membuatku *jujur iri, hihi adalah ruang untuk olahraga dan refreshing, iya...sebuah ruangan yang dilengkapi dengan berbagai olahraga ringan serta perangkat televisi. Siapa coba yang semangat kerjanya tidak terbakar, jika diberikan fasilitas yang sangat bagus ini.

Lebih bagusnya lagi, ketika sesi menjelajah kantor google Indoensia hampir berakhir, aku bertanya "aku enggak melihat mesin absensi?" hihii, iya karena di kantorku wajib menempelkan jempol ke mesin, nah aku pikir pasti lebih canggih alatnya kantor google kan, ya? eh...Mba Keke menjawab, tidak ada mesin tersebut, jadi karyawan diberikan sebuah tanggungjawab untuk datang dan pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya.

Nah, bisakah belajar dari kantor google Indoensia? sangat bisa, adalah sebuah kesimpulan astinastanti. Memberikan kenyamanan kepada karyawan, mengerti kebutuhan dasar karyawan, mengerti apa yang membuat karyawan bosan pada jam-jam bekerja serta memberikan tanggungjawab kepada karyawan. Inza Allah karyawan akan menyadari untuk apa dia berada di tempat kerjanya tersebut.

Salam
Astin

7 Jun 2014

Perlukah Mempercantik Tampilan Blog?

Haaaai, apa kabar teman-teman blogger yang sangat menginspirasiku? iya aku datang lagi dalam rutinitas pekerjaan yang mencekikku, hingga aku harus menahan gejolakku untuk mengetikan apa yang ingin aku tuang*haisyah lama kali intronyaah.

Begini, dulu aku punya sebuah tampilan blog yang menurutku sudah cantik dan keren pake banget, meskipun itu adalah sebuah template blogspot yang free. Sudah pasti pada ngerti yaaak, yang namanya free, bisa-bisaan saja yang ngebuat untuk lock yang inilah lock yang itulah, hingga akhirnya tampilan blogku amburadul enggak karuan, kalau cuma dilihat one post, gak terlihat ssich. Namun, jika dilihat by home, laaaa dalaaaah...banyak sekali yang kurang membuat nyaman. 

Gambar dari blog Mak Lianny

Tampilan blogku yang enggak nyaman itu pernah dikupas tuntas oleh sahabat blogger Mak Lianny dalam sebuah kontes dari rekan blogger. Dan silahkan dibaca artikelnya  daaaaan...sangat-sangat membutuhkan tangan seorang blog master untuk membenahi tampilan blogku. Jujur, pinginnya mah belajar, namun apa daya...otodidak begini mana sanggup, apalagi aku juga harus membagi beberapa status dalam kehidupanku **ehihiii.

Daaaan, akhirnya setelah beberapa lama keinginan untuk memperbaiki tampilan blog itu didekatkan dengan perkenalan secara intens dengan seorang rekan blogger yang biasa disapa Mak Shinta dari Tangerang. Mak Shinta adalah seorang blog & web designer untuk blogspot dan spesialisasi wordpress + genesis. Silahkan yang ingin mengenal lebih dekat dan berkenalan, mengunjunginya di The Choco Company dan bakalan diberikan sebuah kenyamanan untuk mencurahkan blog impiannya.

Tentang tampilan blog aku sekarang, harus dan harus berterima kasih kepada Mak Shinta yang telah membuat cantik dengan warna yang aku minta, nuansa gold dan tidak begitu ramai, aku pendieeem banget Mak. Buat aku yang terpenting adalah tampilan blogku sudah tidak acak adut dan simple, that's it. Alhamdulillahnya, aku diijinkan oleh suami sebagai seorang presiden di rumah untuk aku mengubah blog yang gratisan menjadi blog berdomain alias pake [dot]com, jadi astinastanti.com.

Jadi, perlukah mempercantik tampilan blog? sangat perlu buat akuuu, iyaah karena tampilan blogku sangat tidak nyaman dilihat. Namun, memang ada kalanya, sebuah blog itu juga harus terlihat  nyaman bukan hanya untuk si empunya blog, namun juga para pembaca yang mengunjungi blog kita. 

Dulu, awal aku membuat blog, gadget atau animasi apa saja aku pasang untuk mengesankan tampilan blog terlihat lebih seru dan keren. Namun lambat laun, bercengkrama dengan para blogger-blogger senior aku jadi banyak belajar, bagaimana sebuah blog itu akan dapat ditemukan oleh pembaca? jawabannya adalah sebuah artikel dari postingan kita, bukan sebuah tampilan blog (ihiiir). Tampilan sebuah blog menurut aku, nilai plus untuk memberikan kenyamanan bagi pembaca artikel yang dipilihnya.

Salam
Astin


2 Jun 2014

Tips Packing Mudik Menggunakan Transportasi Umum

Lihat kalender dan betapa takjubnya hati ini yaaak, sebentar lagi Ramadhan dan pastinya belum penuh Ramdhannya, packing dan pikiran untuk mudik sudah di hadapan mata, jangankan pas Ramadhan, sebelum Ramadhan tentunya tiket sudah di tangan kan yaak?

Nah, menjelang mudik yang paling membuat aku excited adalah acara packing alias ngepak mengepak. Beberapa acara ngepak mengepak disesuaikan dengan alat transportasi yang digunakan dan waktu untuk mudiknya. Kali ini aku, ingin berbagi pengalaman untuk mengepak kebutuhan mudik dengan menggunakan alat transportasi umum. Alhamdulillah, aku memilih Kereta Api, jadi dengan menggunakan alat transportasi ini, lebih nyaman dan aman.

Berikut tips ala astinastanti ketika hendak mudik;
  1. Hitung berapa hari untuk mudik, beberapa hari yang lalu aku mudik selama 5 hari
  2. Siapkan Travel Bag, aku memilih satu travel bag ukuran sedang untuk mengepak pakaian dewasa dua, dan satu anak kecil. Cara mengepaknya untuk kaos sehari-hari aku pilih dengan menggulung-hal ini menurutku praktis. Untuk pakaian dalam, dijadikan satu dan sebaiknya di tempatkan pada tas plastik atau tas kain tipis. Menyiapakan pakaian dengan menghitung hari mudik untuk atasan dan untuk bawahan bisa dikurangi, karena bisa dua kali pemakaian. Untuk pakaian anak, aku menyimpan satu setel di luar Travel bag----> untuk jaga-jaga diperjalanan.
  3. Siapkan Tas Rangsel, kemanapun aku pergi, aku selalu membawa makanan kecil dan air mineral sendiri. Jadikan satu makanan dan minuman, bisa tempatkan tissue basah dan tissue kering dalam tas rangsel makanan serta mainan si kecil.
  4. Siapkan Tas untuk menyimpan gadget, kemarin suamiku yang bertugas untuk membawa tas tersebut, karena lumayan berat. Ada notebook untuk kerja suamiku dan tablet untuk mainan si kecil serta beberapa smatphone serta kamera pocket, semua aku serahkan pada suamiku, dan aku ikut menjaga dengan melototkan mata setiap dia bergerak.
  5. Siapkan Tas cadangan yang bisa dilipat, karena kemungkinan akan berguna ketika dalam perjalanan atau ketika akan balik. 
  6. Siapkan beberapa tas tas plastik, yang ini kadang sepele tapi kadang sangat dibutuhkan.
Teknis membawa tas-tas di atas
  1. Suami : Membawa Travel Bag, Tas Gadget
  2. Aku :  Tas Rangsel makanan dan minuman serta tas cadangan
  3. Anak : Membawa tas mainan yang ringan, tujuannya adalah melatih tanggungjawab menjaga barang-barangnya sendiri, kali ini aku melatih untuk tas mainannya.
Begini kira-kira penampakannya, Mudik tahun lalu

Bagaimana ketika menempatkannya di dalam kereta? (iya aku naik kereta)
  1. Travel bag, dan pastikan tidak ada benda-benda yang urgent untuk diambil
  2. Tas Gagdet harus selalu dipangkuan kalaupun tertidur, suamiku melilitkannya di kaki
  3. Tas makanan di tempatkan di bawah dan pastikan tidak ada benda berharga lainnya di tas makanan.
Naaah, aku juga suka tuuuh, membuat list barang-barang apa saja yang aku hendak bawa di kertas dan di masukkan ke dalam tas, siapa tahu mau nge list lagi ketika balik. Dan ternyata aku sudah pernah membuat postingan Persiapan Mudik..hmm memang mudik selalu mengasyikan yaaak, mulai dari berburu Tiket hingga Packing.
Ada yang mau menambahkan tips packing untuk mudik menggunakan transportasi umum? atau mungkin malah mengirimkan oleh-oleh pulang mudik? hihiii nanti aku inbox alamatku heheee. Selamat bermudik ria, selalu waspada dan carilah kenyamanan dalam setiap perjalanan dan berdoa untuk keselamatan kita semua, aamiin.
Salam
Astin