Skip to main content

Akhirnya Mendaftarkan Sekolah Anak

Masih teringat baju putih dan rok merah serta tas berwarna abu-abu, dengan motif yang berbeda dengan kakak perempuanku, aku pergi ke sekolah berjalan kaki, kadang ikut nebeng angkot milik tetangga. Iya, itu aku masuk Sekolah Dasar ketika usiaku 5 tahun lebih dan itu adalah pengalaman pertama aku bersekolah. Aku enggak mau masuk TK, maunya sama seperti anak lelaki tetangga sebelah, heheee...haus...haus pengalaman Taman Kanak-Kanak niich.

Dan, pagi ini aku bukan menjadi seorang anak kecil itu lagi...uhuuuk, karena pagi ini aku mengisi form pendaftaran dan membayar biaya sekolah anakku sendiri, anakkku...eheeem. Bedanya, anakku berusia 4 tahun lebih masuk TK A daaan aku merasakan seperti orangtuaku mendaftarkanku untuk pertama kali bersekolah.

Artinya, perjalanan tanti sudah mencapai fase menyekolahkan anak, bukan melulu egois untuk mencukupi kebutuhan sendiri. Doaku kepada Allah diberikan kelancaran dan kemudahan rezeki untuk aku dan suamiku serta untuk anakku hingga impian kami menyekolahkan hingga jenjang yang anakku inginkan. 

Cita-cita Faiz ter-update adalah ingin tinggal di Jepang, why? pingin ketemu salju dan doraemon. Jadi titip nasihatku ke Faiz adalah "belajar yang rajin dan selalu sehat biar nanti bisa sekolah atau bekerja di Jepang dengan biaya dari pemerintah Indonesia, aaaamiiin".

Iyaaah, Alhamdulillah, tinggal tunggu masa bersekolah pertamanya untuk Faiz. Oiya TK yang kupilih untuk Faiz adalah TK Islam dengan kurikulum kebanyakan karakter yang akan ditempa, misalnya apakah mampu makan dan minum sendiri, apakah berani untuk mengeluarkan pendapat dan pemikirannya.

Salam
Astin

Comments

  1. horeee Faiz mau sekolah ya sebentar lagi. Faiz barengan Alvin ya

    ReplyDelete
  2. Selamat Faiz, mau masuk sekolah.

    ReplyDelete
  3. Yee. Si faiz sudah besar mau masuk sekolaj

    ReplyDelete
  4. Amin. Insya Allah cita2 Faiz sekolah di Jepang kesampaian nantinya :)

    ReplyDelete
  5. Bagus cita2 Faiz, semoga dpt bertemu doraemon ya.. :)

    ReplyDelete
  6. Gak terasa sudah besar ya, Fais. Bentar lagi punya adik. :D
    Semoga cita2nya terwujud, ya.

    ReplyDelete
  7. Cita2 Faiz heubat, smoga kelak tercapai ke Jepang dan ketemu Doraemon ya..Yg rajin ya sekolahnya Faix

    ReplyDelete
  8. seneng ya mbak si kecil sudah mau sekolah :)
    pengalamanku punya anak 3, ceritanya pun jg ada 3 macam :D

    ReplyDelete
  9. Seneng juga bacanya. aku dulu pas waktu nganter sekolah si kecil untuk pertama kali juga sempet was-was. Tapi aku coba meyakinkan anak dan sejak hari keduanya ia bersekolah sudah berani sendiri untuk di tinggal.
    jadi ikut bangga sebagai orang tua.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…