Skip to main content

Bercerita Cinta di Toko Merah Kota Tua

Romantisme Kota Tua di sudut Jakarta tak pernah lekang membuatku berdecak kagum. Bangunan nan eksotik masih terlihat gagah dan menjadi saksi kejayaan Batavia lama di tepian muara Ciliwung.

Sebuah bagunan yang menarik perhatianku ketika melintasi kawasan Kota Tua adalah Toko Merah. Aku baru tahu bangunan itu bernama Toko Merah adalah ketika kami merayakan hari ulang tahun pernikahan kami yang ke- empat tahun dan memutuskan untuk berfoto disebuah bangunan berwarna merah.



Credit



Gedung tua yang didirikan pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem van Imhoff, awalnya merupakan rumah tinggal. Nama Toko Merah diambil dari fungsi bangunan tersebut yakni sebuah toko milik warga Cina Oey Liauw Kong sejak pertengahan abad ke-19, dan juga berdasarkan warna tembok depan yang bercat merah hati langsung pada permukaan  batu bata yang tidak diplester.
 
Toko Merah memiliki luas bangunan 2.455 m2, terdiri atas tiga gedung yang menyatu. Arsitektur bangunan mencerminkan perbaduan bangunan Cornice House (bangunan denagn dinding muka yang ujung atasnya datar dan diberi profil-profil pengakhiran) dan beratap tropis. Memiliki dua buah pintu masuk berukuran besar dan tinggi dimana pada bagian atas kedua pintu masuk terpasang fanlight atau jendela angin yang berada pada satu kusen dengan pintu. 

Diatas adalah sekilas mengenai Toko Merah dari luar yang Aku ambil dari sebuah situs di sini, Suamiku sedikit khawatir untuk berhenti di depan Toko Merah tersebut *takut disemprit pak Polisi, karena lahan parkir tidak tersedia. 

Akhirnya romantisme yang ingin kuciptakan dengan berpose senyaman dan seromantis mungkin tidak mampu kulakukan, namun yang jelas aku, suamiku dan anakku senang akhirnya bisa merayakan ulang tahun pernikahan dengan berfoto dan berkeliling kawasan Kota Tua.

Cuaca pagi itu sangat cerah, matahari memancarkan cinta yang menghangatkan Toko Merah dan memadukannya dengan cerita cinta kami. Selanjutnya aku ingin mengajukan proposal kepada suamiku untuk bercerita cinta di malam hari di depan Toko Merah yang rasanya bakal romantis habis.

Semoga bapak Gubernur yang memiliki jiwa seni yang tinggi dan Wakil Gubernur Jakarta yang terlihat romantis, menjadikan kawasan Kota Tua seperti Toko Merah tersebut sebagai tempat wisata sesungguhnya, yang tersedia lahan parkir yang memadai, sehingga kapanpun kami bisa berhenti dengan nyaman di depan Toko Merah.
***


Comments

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…