12 Jun 2013

Bercerita Cinta di Toko Merah Kota Tua

Advertisement
Romantisme Kota Tua di sudut Jakarta tak pernah lekang membuatku berdecak kagum. Bangunan nan eksotik masih terlihat gagah dan menjadi saksi kejayaan Batavia lama di tepian muara Ciliwung.

Sebuah bagunan yang menarik perhatianku ketika melintasi kawasan Kota Tua adalah Toko Merah. Aku baru tahu bangunan itu bernama Toko Merah adalah ketika kami merayakan hari ulang tahun pernikahan kami yang ke- empat tahun dan memutuskan untuk berfoto disebuah bangunan berwarna merah.



Credit



Gedung tua yang didirikan pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem van Imhoff, awalnya merupakan rumah tinggal. Nama Toko Merah diambil dari fungsi bangunan tersebut yakni sebuah toko milik warga Cina Oey Liauw Kong sejak pertengahan abad ke-19, dan juga berdasarkan warna tembok depan yang bercat merah hati langsung pada permukaan  batu bata yang tidak diplester.
 
Toko Merah memiliki luas bangunan 2.455 m2, terdiri atas tiga gedung yang menyatu. Arsitektur bangunan mencerminkan perbaduan bangunan Cornice House (bangunan denagn dinding muka yang ujung atasnya datar dan diberi profil-profil pengakhiran) dan beratap tropis. Memiliki dua buah pintu masuk berukuran besar dan tinggi dimana pada bagian atas kedua pintu masuk terpasang fanlight atau jendela angin yang berada pada satu kusen dengan pintu. 

Diatas adalah sekilas mengenai Toko Merah dari luar yang Aku ambil dari sebuah situs di sini, Suamiku sedikit khawatir untuk berhenti di depan Toko Merah tersebut *takut disemprit pak Polisi, karena lahan parkir tidak tersedia. 

Akhirnya romantisme yang ingin kuciptakan dengan berpose senyaman dan seromantis mungkin tidak mampu kulakukan, namun yang jelas aku, suamiku dan anakku senang akhirnya bisa merayakan ulang tahun pernikahan dengan berfoto dan berkeliling kawasan Kota Tua.

Cuaca pagi itu sangat cerah, matahari memancarkan cinta yang menghangatkan Toko Merah dan memadukannya dengan cerita cinta kami. Selanjutnya aku ingin mengajukan proposal kepada suamiku untuk bercerita cinta di malam hari di depan Toko Merah yang rasanya bakal romantis habis.

Semoga bapak Gubernur yang memiliki jiwa seni yang tinggi dan Wakil Gubernur Jakarta yang terlihat romantis, menjadikan kawasan Kota Tua seperti Toko Merah tersebut sebagai tempat wisata sesungguhnya, yang tersedia lahan parkir yang memadai, sehingga kapanpun kami bisa berhenti dengan nyaman di depan Toko Merah.
***


No comments:

Post a Comment

link

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...