28 Nov 2014

Speeling dalam Komunikasi Via Telepon

Aduh, rasanya susah sekali membuat sebuah postingan, setelah beberapa lama melepaskan diri dari sebuah benda yang bernama PC, dan menggunakannya untuk menulis di blog. Namun saya berusaha keras untuk me-launching sebuah postingan blog.

Kali ini, setelah tiga bulan cuti melahirkan usai dan kembali beraktivitas kembali dengan pekerjaan. Salah satunya adalah komunikasi by telepon yang kadang mengharuskan saya untuk menuliskan sesuatu yang sangat penting dan tidak boleh salah.

Meskipun alat komunikasi saat ini sudah sangat cangih dan keren sehingga tidak perlu repot-repot mengeja, tinggal tulis dengan benar by Whatsapp atau BBM atau emai atau sekedar sms. Namun jika kondisinya atasan/ kolega yang kita hubungi, ternyata Handphonenya mati karena batre habis dan sedang dalam perjalanan melintas hutan belantara? 

Itu yang terjadi pada saya kemarin, pontang-panting saya menghubungi beberapa rekan yang terakhir bersama beliau. Alhamdulillah, ketemu rekan seperjalanan beliau dan mengharuskan menyebut dua buah kata yang nantinya akan saya tulis dengan tidak boleh salah. Terjadilah spelling dari dua kata tersebut. Antara jetleg baru masuk kerja kembali dan dalam kondisi deadline yang menyiksaku. Padahal semasa kuliah ada mata kuliah spelling, lho dan lulus, lah sekarang kok gini.


Jadi, untuk menyegarkan kembali bolehlah saya mencari-cari di mesin telusur dan ingin belajar lagi, tak ada ruginya kan. Berikut spelling untuk ASTIN ASTANTI

Alpha Sierra Tanggo India November  Alpha Sierra Tanggo Alpha November Tanggo India

Iya, prefect tanpa melihat contekan, tapi kemarin atasan mengeja dengan November Golf, kok saya makin bingung, oh my Allah.... teruslah kita membaca, mencari tahu dan menyegarkan kembali sebuah pengetahuan meskipun jarang dipergunakan yak.

Alpha Bravo Charlie Delta Echo Froxtrot Golf Hotel India Juliet Kilo Lima Mike November Oscar Papa Quebec Romeo Sierra Tangga Uniform Victor Whiskey X-ray Yankee Zulu

And so, works well and happy.

Semoga apa yang saya tulis ini membatu teman semua dalam pekerjaannya atau dalam hal lainnya untuk berkomunikasi, warm greetings.

Picture from google

21 Nov 2014

Tips Membuang Kesal ala Tanti

Mataku bengkak, deru degap jantungku memburu tak karuan haduuuuh...kesel, marah atau apalah yang tidak bisa lepas dari keseharian kita kan ya?

Entah bangun yang kesiangan, rumah berantakan, art yang tidak memuaskan,
Harga-harga kebutuhan pokok melambung, terkena macet di jalanan atau bos yang semena-mena hingga salah paham dengan rekan/teman/sahabat/tetangga/pasangan sekalipun.

Nah, pengalamanku menghadapi amarah kadang malah membuat kesal orang lain...ooops mungkin emang sudah umum ya...jika sedang marah, muka dilipat-lipat, mata tidak mampu tersenyum dan bibir terkunci dan yang lebih parahnya lagi kata-kata yang ke luar susah terkontrol.

Adakah yang enjoy dengan keadaan seperti itu ketika bermesraan dengan amarah? Kalau ada inbox saya ya.

Lalu? Adakah tips atau cara yang indah menaklukkan amarah? Atau membuat amarah kita tidak menggerogoti dompet? Hu la laaa... tiap orang memiliki cara yang berbeda, agar tidak membuat orang lain merugi atas amarah kita. Misalnya, menyalurkan dengan hobby, memukul bantal atau makan sepuasnya.

Saya memang akhir-akhir ini sedang sibuk dengan menu yang namanya kesal. Sebetulnya ingin tidak peduli dan dibawa santai saja, tapi sakitnya tuh di meja kantor. Iya, kesal di rumah, di jalan bahkan di kantor, sakitnya di meja....saya gebrak tu meja mpe terbelah-belah.

Nah, kalau mpe membelah meja bisa merugikan orang lain kan? Ngangkutin meja menuruni tangga yang berkelok, belum kalau diminta beli meja sendiri, tekor sayang. Lalu, saya menemukan tips yang mungkin sudah lama tapi saya baru sadar bahwa saya harus menggunakannya.

Ambil kertas putih dan apapun yang bisa digunakan untuk menulis. Lalu tulislah apa yang membuat hati kesal, puas-puasin tulis semuaaaaanya, jangan ada yang tersisa. Tulis di bagian akhir : saya mau lupakan semuanya...saya mau buang kesal ini dan tolong jangan datang lagi. Tanpa dibaca lagi, segera sobek-sobek hingga hancur berserak-serak lalu remas dan lemparkan ke tempat sampah.

Enough, cukup dan lega lah hati ini, seperti saya yang sudah menulis untuk mengisi blog yang sudah lumutan ini. Kangen sekali ngeblog, namun terkendala banyak sekali hal.... ini menulispun dengan smartphone yang imut lucu dan seadanya, seadanya mendiamkan rekan di sampingku. Jika tidak seperti ini, blogku tidak bisa terisi.

Salam