22 Dec 2014

Ungkapan Cinta Buat Ibu

Selamat pagi dan semangat pagi wanita Indonesia, Selamat Hari Ibu, peluk cium dan ungkapan serta tebaran kata menghias seluruh media sosial Indoensia pagi ini. Selamat hari ibu ya, ibuku tercinta, selmat hari ibu ya kakak perempuanku dan istri dari adik-adikku, selamat hari ibu, ibu mertuaku, ipar perempuanku dan rekan semuanya.

Mengungkapkan cinta buat ibu dilakukan dengan banyak sekali cara, tergantung pada tiap-tiap pribadi, kondisi dan segalanya. Mengungkapkan cinta kepada ibu di hari ini memang begitu serentak dan tak ingin saya menyia-nyiakan kesempatan di hari ini, maka saya ingin menuliskan di blog ini, semogaku ibuku membacanya.

Iya, hanya ungkapan cinta yang sederhana yang mampu saya tuliskan di sini, saya bukan pujangga, bukan penulis, bukan seorang motivator, bukan seorang yang pandai merangkai kata, hanya goresan tinta dari tangan sendiri menjadi perwakilan ungkapan cinta buat ibu.


Ungkapan cinta buat ibu
Sekarang, saya menjadi seorang ibu dari dua anak, putera dan puteri. Tadi malam bersama anak lelakiku, sya mengatakan bahwa besok adalah hari Ibu. Anakku, Faiz menanyakan : memang ada apa, kok ada hari ibu? bagaimana saya menjelaskan? apa apa, kok ada hari ibu.

Acara wisuda, kuberikan kebanggaan untuk ibu dan bapakku
Sedikit saya menjelaskan sebatas pemikiran dan pengetahuanku. Ibu adalah sosok dengan penuh perjuangan. Perjuangannya banyak sekali;
  1. Perjuangan ketika sedang mengandung
  2. Perjuangan ketika melawan rasa berat selama mengandung
  3. Perjuangan ketika hendak melahirkan
  4. Perjuangan ketika menguyusui dan menyapih
  5. Perjuangan ketika terkantuk menjaga bayi
  6. Perjuangan ketika mengajari anak-anaknya
  7. Perjuangan ketika menahan lapar, dan mengutamakan perut anak-anaknya
  8. Perjuangan ketika berhujan-hujan untuk menjemput anaknya yang sedang bermain
  9. Perjuangan ketika menahan keinginan memiliki sesuatu dan kebutuhan anaknya yang didahulukan
  10. Perjuangan ketika melerai ketika anaknya sedang bertengkar dengan temannya
  11. Perjuangan ketika bangun paling pagi dan tidur pada larut malam
  12. Perjuangan ketika menemani anaknya belajar hingga malam
  13. Perjuangan ketika melepas anaknya menikah
Betapa seorang ibu itu begitu tangguh, begitu kuat, begitu banyak hal yang dia bisa. Ibu... tak dapat tergantikan. Dari seorang ibu, saya banyak sekali belajar, dari seorang ibu saya belajar bagaimana caranya berkorban demi anak-anaknya.

20 Dec 2014

Rapot Anak di Sekolah, Lahan Introspeksi Para Orangtua

Dua puluh empat tahun yang lalu, saat saya masih mengenakan seragam merah putih lengkap dengan sepatu hitam dan kaos kaki putih, (yang ini keknya dulu harus) acara pembagian rapot itu sangat menggembirakan. Beberapa hari menjelang hari pembagian rapot, saya dan teman-teman sangat antusias dan tak sabar ingin memboyong ibu untuk pergi ke sekolah mengambil rapot.

Rapot buat saya dahulu adalah sebuah barang yang berharga, sebuah nilai dari beberapa bulan belajar dan satu minggu tes. Dahulu, selalu penasaran dapat nilai berapa, dapat komentar apa dari buguru, dan yang paling ingin pertama dilihat adalah dapat rangking berapa. ***mau mengenang ach, nanti saya colek di FB, rengking pertama selalu yang namanya mau kembaran sama saya, rangking dua yang ternyata sekarang tinggal di dekat rumah ibu mertua saya, itu jaman kelas 1-3 SD, selalu dia dan dia terus yang mendapatkan posisi rangking tersebut... stop cerita diri sendirinya.

Sekarang, saya sudah punya agenda : mengambil rapot di sekolah anak, ya Allah bahagianya 'ngungkuli' bahagiaku dulu waktu SD. Meskipun anak saya, Faiz baru TK B namun rasa penasaranku, rasa takutku (kalau ini sudah diingatkan suami, apapun hasilnya dia masih anak-anak).

Seperti judul yang saya buat, Rapot anak di sekolah, menjadi lahan introspeksi para orangtua. Iya, saya rasakan betul inilah saatnya saya mengintrospeksi diri juga. Bukan, bukan karena nilainya tidak bagus dan bukan karena banyak warning dari sekolah. Jujur, ini pertama kalinya saya menghadiri pertemuan wali murid di sekolah Faiz dan baru memahami benar apa yang diajarkan di sekolah TK Faiz.

TK Islam Mulia mengajarkan pendidikan berkarakter. Berbicara namanya karakter yang berarti sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran, perilaku dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya (Wikipedia Indoensia). Karakter anak terbentuk sejak dia lahir dan berkembang setiap waktu dengan dipengaruhi lingkungan di mana dia berada.

Yang diterima saat menerima rapot

Ada sembilan karakter yang akan dilihat dan dikembangkan di TK Islam Mulia, Salah satunya adalah hormat dan santun. Pada pilar karakter tersebut, saya cukup mengerutkan kening, ada sebuah catatan bahwa Faiz masih harus senantiasa diingatkan untuk mau mendengarkan ketika diajak berbicara oleh orang lain. 

Mencoba dan terus mencoba agar Faiz mau sedikit duduk tenang ketika diajak berbicara itu, susahnya minta ampun *aduh emak-emak curcol jadinya. Semoga ke depan Faiz bisa memperbaiki karakter yang dinilai melalui pilar tersebut, mau mendengarkan ketika diajak berbicara oleh orang lain.

Memang sesusah apa sich? apa jarang ngobrol di rumah? enggak juga, ketika sedang memandikan, ketika sedang makan, ketika hendak tidur kami selalu ngobrol namun sebatas menceritakan apa yang terjadi kemarin, ingin apa hari ini. Namun, jika ngobrolnya ketika sedang berada di mobil dalam perjalanan, atau sedang berjalan-jalan atau ketika Faiz sedang menonton televisi, haduuuuh bisa-bisa jawaban yang ke luar adalah ngaco. Ngaco di sini, ditanya A jawabannya bisa J, K atau bahkan Z.

Jadi, setelah menerima rapot Faiz yang kulakukan sekarang adalah sebuah introspeksi. Faiz bukan tidak mau mendengarkan ketika diajak berbicara, namun dia terlalu asyik dengan apa yang sedang dilakukannya. Dan saya ingin sekali ketika mengajak dia berbicara, sesuatu yang membuatnya asyik itu dibuang, tapi itu masih belum berhasil. Sebelum hari ini saya berpikir, wajar anak-anak memiliki teman khalayan, ataupun terlalu fokus terhadap hal yang disukai, namun saat ini saya perlu tahu, apakah hanya sekedar hal tersebut hingga Faiz jarang untuk mau mendengarkan ketika orang lain berbicara? ada yang bisa memberi masukan?




18 Dec 2014

Tempat Untuk Menempatkan Kunci Dan Barang Kecil Lainnya

Hallo selamat pagi dan semangat pagi Indonesia dan dunia, how your day? semoga semuanya semakin bersemangat untuk apapun yang terjadi, jalani dan nikmati serta berdoa dan berharap untuk yang terbaik, aamiin. Pagi ini, saya ingin mencari  tempat untuk menempatkan kunci dan barang kecil lainnya, agar mudah ditemukan.

Sebaiknya seperti apa sich tempat untuk menempatkan kunci dan barang kecil lainnya? apakah tempat khusus dan diletakan di tempat khusus dan apa manfaatnya? dan kenapa saya serumit itu harus mencari tempat untuk menempatkan kunci dan barang kecil lainnya.

Iya, begini ceritanya... sedakep sembari berurai kebahagaian (peace or piiiz) setelah siap mengenakan jaket, mencangklong tas dan menenteng bekal makan siang, saya pamit ke putri kecilku dan meneriaki putra sulungku yang telah lelarian di luar. Sampai di sepeda motor, kunci tidak terbawa, saya minta tolong si embak, namun tidak menemukan kunci tersebut. Masuklah kembali saya ke dalam rumah dan mencari hingga pelosok negeri, tak dapat menemukan. 

Segerasaya menelepon suami yang baru saja berangkat, ternyata kunci sepeda motor ada di saku celana beliaunya dan kondisi jalan yang sedang diperbaiki tidak memungkinkan untuk dia putar balik menggunakan mobil. Think si cermat mengatakan ada kunci cadangan, yes lalu saya membuka laci tempat terakhir saya meletakkan, dompet tempat kunci cadangan tidak berada di tempatnya, padahal saya sudah begitu gembira bisa menggunakan sepeda motor dengan kunci cadangan.

Apa mau dikata, waktu sudah memukul-mukul dan terang sudah benderang, mau dicar di manapun bakalan tidak kutemukan, satu karena saya sudah buru-buru, dua karena saya sudah panik dan ketika rumah sudah berantakan. Saya telepon suami lagi, pakai motor satunya, keluarkan dan berdoa tidak ada masalah.

Lunglai, lelah dan harus berangkat bekerja on time, jangan terlambat akhirnya satu jalan, saya mengeluarkan si matic. Namun sepanjang perjalanan saya penasaran di mana kunci tersebut? dan mencari tempat untuk menempatkan kunci dan barang kecil lainnya.

Sebetulnya, saya itu orangnya terlalu "Primpen" dalam bahasa jawa yang artinya menyimpan segala sesuatunya rapi dan tidak mudah dilihat orang. Nah, ternyata memiliki kelemahan juga ya...jika situasinya sedang ribet seperti tadi, itulah hasilnya.

Maka, sebaiknya bagaimanakah cara untuk menempatkan kunci dan barang kecil lainnya? any ideas? silahkan inbox yeee...heheee. Mungkin sebaiknya, saya harus;
  1. Meluangkan waktu no gadget, no working at home untuk mengatur ulang rumah
  2. Meletakkan barang-barang berharga, kunci dan barang kecil lainnya di tempat yang mudah terlihat tanpa dicampur dengan barang-barang lainnya.
  3. Menandai pada buku petunjuk, tempat meletakkan kunci karena menurutku kunci atau barang lainnya adalah rahasia (hihiiii)
  4. Konsisten melakukan nomor 2, agar mudah ketika mencarinya.
Semoga, setelah hari ini tidak ada lagi, kasus cari mencari yang ujung-ujungnya tanpa hasil. Selamat datang tempat untuk menempatkan kunci dan barang kecil lainnya.

Tempat Kunci-gambar dari sini

Di atas, gambar tempat untuk menempatkan kunci dan barang kecil lainnya yang simple, perlu juga saya memiliki dan ditempatkan di dalam lemaripun, akan mudah ditemukan. Atau dengan gambar di bawah ini, duuuh kepingin semua, bisakah terealisasikan? semoga deech, dari pada nyari kunci bagaikan di jerami?

Tempat Kunci - gambar dari sini
Nice banget ya contoh dua itu, yuk bulatkan tekad untuk memulai pola penyimpanan yang baru di rumah sebagai tempat untuk menempatkan kunci dan barang kecil lainnya. 


17 Dec 2014

Masih Semangat Ngeblog

Hallo? masih semangat ngeblog? berapa lama kamu vakum ngeblog? kenapa kamu enggak ngeblog lagi? ingin bagaimana dengan blog kamu?

Haduh malu, malu dan kangen campur jadi satu ketika mendengar kata blog dan membaca blog teman-teman yang ya ampuuun, rajin bin keren diurus rapi blognya dan tidak satu haripun tertinggal tidak membuat postingan di blog.

Kenapa kemarin-kemarin enggak ngeblog? alasannya satu, enggak fokus karena baru melahirkan, lalu mendapat kesenangan punya bayi perempuan, habis itu terlena dengan masa cuti melahirkan, setelah itu masuk kerja dan setumpuk pekerjaan menghadang belum ditambah pekerjaan yang tidak sempurna.

Itu alasannya? iya..hehee alasan banget ya? toh sebetulnya saya bisa nulis blog kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun toh intinya saya harus meng-update blog yang cantik ini, eheem. Sayang-lah, jika punya blog dan berbayar pula tapi enggak dimaksimalkan, betul engga? Seep.

Sudah terjawab semuanya ya..sudah dan tolong, jangan beri saya tatapan seperti itu lalu kemudian membanting tepat di depan hatiku, saat ini saya sedang menulis, menulis dan menulis hingga saya kembali lagi ke saya yang dulu, welaaah...emang saya yang dulu kamana?

Sekarang semangat ngeblog lagi karena apa? karena dia, dia, dia atau saya? ahhaaaa..tentunya karena kalian, kalian itu para penyemangatku yang sudah terlanjur jatuh cinta ke dalam dunia blog. Bagiamana pun kalian telah berhasil membuatku untuk kangen dan melompat mengambil blogku lagi, jatuh? iya kemarin saya umpetin di sela-sela tempat tidur lalu jatuh entah ke dunia mana.

Siapa kalian itu? ya masa saya tulis di sini satu persatu? emang banyak? enggak sich...daftarnya ingin saya tambahkan lagi, karena 1000 teman masih kurang, saya percaya kalian memaklumiku yang telah lama absen untuk posting blog dan blogwalking.

Iya, sudah saya sudah semangat ngeblog dan Inza Allah blogwalkingnya juga akan dirajinin, sekarang saya mau makan siang dulu sebelum mejanya digusur. Satu yang ingin saya pasang di sini,sebagai salah satu semangat ngeblog, Terima kasih KEB.

Add caption

16 Dec 2014

Tips Membersihkan Termos Air

Selamat datang bayi Fira, selamat datang dunia bayi lagi, selamat datang keriwuehan bersama bayi dan selamat datang kembali aktivitas menyenangkan bersama bayi. Awal menimang bayi Fira, saya mau ASI full namun karena sesuatu hal, ini masih tetooot...enggak bisa memberikan full ASI, padahal sewaktu masih cuti, ASI masih bisa disimpan di lemari es***duuuh sedih banget.

Apalagi kalau mau pergi-pergi, haduh repot sekali harus membawa termos air untuk membuat susu buat bayi Fira. Ngomong tentang termos air, saya belum menyiapkan termos air yang baru dan termos Faiz  yang lama di keluarkan dari gudangnya. Yeeeaah, look good tapi ada bau sedikit karena sudah tidak pernah dipakai.

Ada dua cara, membersihkan termos lama atau membeli termos baru. Cara pertama sudah berkali-kali dibersihkan menggunakan air panas, namun tetap saja berbau. Akhirnya cara ke dua membeli melalui online ***maaf suka menyibukan diri dengan hal yang tidak sibuk, hehhee. Iya, tapi datangnya lama sekali, akhirnya googling dech *tepok jidat googlingnya telat, apa-apaan saya inih.

Karena kelamaan jadi nasi, tuh.

Bagaimana sich? masa membersihkan termos air harus ada tipsnya, heheee piiiisss, begini niich menurut info yang saya baca,
  1. Ambil segenggam beras, masukkan kedalam termos air kemudian tuang air mendidih ke dalam termos air.
  2. Kocok-kocok lalu ulangi beberapa kali.
  3. Atau masukkan perasan air jeruk nipis ke dalam termos air panas dan tuang air panas.
  4. Kocok-kocok lalu ulangi beberapa kali.
Dan, bau dari termos tidak pernah dipakai akan hilang. Jadi, termos yang baru bagaimana dong? tetaplah datang,sudah dibayar cash. Hikmahnya, fira jadi punya dua termos air panas, besok kalau jadi traveling jauh, kan punya banyak penyimpanan air. Yippie.

11 Dec 2014

Tidak Ada Waktu Terlambat

logo1

Terima kasih om NhHer, berkat kreativitasmu saya akhirnya menyediakan waktu untuk membaca kembali tulisan-tulisan yang telah saya torehkan di Tanti's Story. Sebuah tulisan yang berjudul Memberikan Kado Untuk Anak menjadi materi untuk diikutkan dalam A Self Reflection : Lomba Tengok-Tengok Blog Sendiri Berhadiah.

Mengapa Memberikan Kado Untuk Anak menjadi salah satu dari 197 tulisan yang telah saya posting untuk renungkan? lebih jauh lagi, saya ingin sekali untuk membangkitkan kembali bonding antara ibu dan anak, ya anak sulung saya.

Memberikan Kado Untuk Anak memang sesuatu yang materiil namun memiliki sebuah arti yang sungguh sangat luas dan dalam. Namun ternyata yang lebih berarti dan terasa ke dalam hati adalah sebuah rasa cinta kasih dan sayang yang nyata, entah itu dari sebuah sapaan, senyuman, rangkulan, dekapan, pelukan, isyarat ataupun tutur kata yang lemah dan lembut.

Anak tentu anak senang sekali diberikan kado oleh sang orang tua, namun dari sebuah postingan tersebut, saat ini saya terlalu merindu hubungan yang bukan materiil dengan Faiz, anak sulungku. Yup, semenjak saya melahirkan anak ke dua hubungan ibu dan anak terasa begitu banyak sekali tekanan dan teriakan. (Ya Allah, maafkan ummi, Nak)


Dalam diamnya menyimpan sejuta rasa

Betapa saya berpikir bahwa segala sesuatu yang anakku butuhkan telah saya siapkan, apa yang diminta selalu saya sediakan, tapi saya lupa bahwa seorang anak bukan hanya butuh sesuatu yang terlihat. Anak membutuhkan tulus kasih dan belaian serta tutur kata ibu yang lembut. Namun entah apa namanya (Baby blues-kah) saya beralasan, anak sulungku sedikit terasa tersingkirkan dan berbuat sesuka yang dia inginkan. Maafkan, ummi, Nak.

Terwujud ketika berbagi

Jadi, the best postingan yang membuatku tersentuh dan saya harus segera merubah diri untuk hubungan yang lebih indah bersama si sulung, anakku yang entah mengapa tak pernah menuntutku untuk meminta maaf. Jadi, tidak ada waktu terlambat untuk memulai kembali menuju hubungan yang lebih indah lagi.

Memberikan Kado Untuk Anak dibuat tidak lama setelah saya memberikan hadiah tersebut, jadi masih terbawa aura kebahagiaan dan saya sungguh tidak ingin kehilangan rasa dari moment tersebut. And now, saya sungguh ingin menunjukan bahwa apa yang akan saya berikan kepada anak sulungku, saat ini adalah 'coz I Love You More bukan hanya karena anakku butuh barang tersebut. So, thanks to Ketika Memberikan Kado Untuk Anak, mampu menyesakkan kembali sebuah rasa yang harus kuperbaiki.

Ummi Mengawalmu, Nak
Buat para orang tua, apapun keadaannya, apapun situasinya tak ada sebuah pengecualian untuk mencintai dan menunjukkan rasa cinta terhadap anak. Kerepotan di rumah, kedatangan anggota keluarga baru, kesibukan di kantor semoga tidak mengurangi ataupun menghilangkan belaian dan tutur kata yang lemah lembut terhadap anak, saya sepenuhnya akan selalu mencoba untuk melakukan hal tersebut. Ibu yang sempurna jarang sekali ditemukan, yang ada ibu yang senantiasa mencoba dan melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya.

"Postingan ini diikutsertakan dalam lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blogThe Ordinary Trainer"


Salam

1 Dec 2014

Tips Hamil dan Melahirkan Yang Mengasyikan

Hallo teman, hallo Bunda Salfa yang menyelenggarakan GA Ceritaku Tentang Hamil dan Melahirkan, asyik sekali temanya dan itu baru saya alami beberapa bulan ke kebelakang. Bagi Wanita yang telah menikah, ke dua hal tersebut merupakan anugerah terindah dan menyimpan cerita yang berbeda-beda. Pun begitu dengan saya, yang telah mengalami dua kehamilan dan dua episode melahirkan.

Kedua kehamilan dan proses melahirkan tersebut memiliki banyak cerita dan beberapa hal yang mungkin bisa diadopsi oleh para moms yang kebetulan sedang hamil meskipun setiap kehamilan dan melahirkan adalah proses yang berbeda-beda bagi tiap wanita. Kebetulan, sayapun memiliki cerita yang sangat berbeda dari kedua kehamilan dan proses melahirkan tersebut. 

Kehamilan pertamaku, Allah memberikan saya kesempatan setelah dua bulan usia pernikahan. Masih bekerja sebagai seorang marketing, menembus dan menjelajah jalan di kota jakarta selatan dan ke luar masuk beberapa rumah sakit dalam satu harinya, menggunakan sepeda motor. Cape dan lelah, sekaligus pening dan pusing, pastilah. Namun, karena sebuah keadaan, saya tidak boleh cengeng dan berkeluh kesah atau meminta sebuah pengecualian dikarenakan saya hamil.
Kehamilan Pertamaku  8 bulan@Taman Monas


Jadi, saya harus menguatkan diri serta berpikir selalu positif membawa kehamilan ini agar tidak melulu absen sakit. Bagaimana cara menjaga kesehatan saya saat hamil? dari rumah saya selalu membawa bekal, bekal nasi dan bekal biskuit ataupun buah-buahan yang dipotong kecil-kecil. Hal ini sangat membantu agar tidak mudah mual dan tidak kelaparan ketika sedang bekerja. Pikiran saya waktu itu, jika asupan makanan tidak terlambat masuk mulut, maka mual akan berkurang. Apabila tetap mual, saya selalu menyediakan syrup yang dan permen jahe, kalau syrup dikonsumsinya menggunakan air dingin, namun tidak selalu.

Keadaan tidak berbeda dengan kehamilan ke dua saya, meskipun saya sudah berganti tempat kerja. Atasan sudah mematri pikiran saya bahwa tidak boleh tidak masuk. Intinya, saya tidak boleh cengeng dan harus kuat menghadapi kehamilan pada usia 32 tahun ini. Alhamdulillah, pekerjaan saya hanya duduk di balik meja tidak lagi menjadi marketing, namun kendalanya ternyata sangat berat. Bagaimana saya harus mengikuti keinginan atasan, bahwa lebih baik saya masuk meskipun badan terasa tidak enak? apa yang ada dipikiran teman-teman, tegakah atasan saya itu? buat saya, atasan saya itu baik sekali.... iyaaakan? *takut disambit printer soalnya.

Kehamilan ke duaku 7 bulan@desa Cipicung

Sebuah pikiran bahwa kondisi tubuh saya sehat-sehat selalu, saya bisa membawa kehamilan ke duaku dengan asyik dan memang sangat mengasyikan. Tetap sama, makanan selalu saya sediakan banyak di kantor dan mengusahakan menomorsatukan makanan masuk. Istirahat secukupnya, kalau terlalu banyak tidur juga tidak bagus. Hanya karena faktor U**** badan cepat sekali pegal dibandingkan dengan kehamilan pertama, mengatasinya? meminta suami memijat kaki serta tidak terlalu memforsir kegiatan.

Intinya, jika sedang hamil memang banyak sekali perubahan yang terjadi pada tubuh, pikiran serta perasaan. Namun jika dibawanya asyik, pastilah hari- hari kita akan mengasyikan. Sedih ataupun sedang merasa tidak enak badan pastinya dirasakan, rasakanlah sementara waktu dan berikan tubuh kita sebuah apresiasi yang membuat keadaan bahagia dan segar datang kembali. Iya, saya selalu lakukan itu, makan makanan yang enak serta berbincang dengan teman atau pasangan dengan sebelumnya meminta bahwa kita sedang ingin bersenang-senang.

And so, how about melahirkan? aduh, pada kehamilan pertama, saya benar-benar tidak mempersiapkan akan bagaimana saya melahirkan? dan yang terjadi adalah saya harus dihadapkan pada keadaan harus dilakukan sebuah tindakan karena pembukaan tidak bergerak naik. baiklah, apapun itu, kami (saya dan suami serta keluarga) mengupayakan yang terbaik, untuk saya dan buah hati. Jadi, buat para moms yang sedang menyambut buah hatinya, persiapkanlah segala kemungkinan, bisa jadi kan yang saran dokter harus melakukan tindakan, namun yang diberikan oleh Allah, si bayi sudah mengajak ke luar dan melahirkan secara alami/ normal lah yang terjadi.

Itu yang saya lakukan pada kehamilan ke dua, saya berpikir apapun bisa Allah berikan kepada saya. Upaya untuk melahirkan secara normal telah saya usahakan, berjalan-jalan setelah trimester ke satu serta rajin untuk melengkungkan badan sepulang dari kantor dan berpikiran positif bahwa saya bisa melahirkan secara normal. Setelah berkonsultasi dengan dokter, saran menggunakan tindakan yang diambil, hari yang ditentukan tiba juga, namun sebelumnya saya telah mengalami beberapa kali mulas dan rasa ingin melahirkan, mungkin sedang terjadi pembukaan.

Akhirnya, tindakanlah yang diambil dan dilakukan dengan rasa yang sangat berbeda dengan pada proses melahirkan yang pertama. Kali ini saya telah lebih siap, apa yang saya persiapkan? tentunya mental dan fisik. Saya bekukan sebuah pikiran, harus selalu berpikir positif dan berdoa untuk proses sebelum, selama dan sesudah operasi. Kejadian beberapa tahun lalu, ketika benang jahitan pasca operasi sesar, tidak mau itu terulang lagi. Jadi, pikiranlah yang akan mendatangkan segala sesuatunya ke dalam tubuh kita, bekerja sama yang baik dan Inza Allah menghadapi kehamilan dan melahirkan akan mengasyikan.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Hamil dan Melahirkan ala Bunda Salfa"

Banner Giveaway Bunda Salfa [Update] Giveaway Ceritaku tentang Hamil dan Melahirkan