Skip to main content

Kejutan di Talaga Sampireun Bintaro

Ach ini terlalu late, sudah memasuki musim penghujan, rame-rame memang pada bikin tulisan mengenai hujan, mengenang ketika bersama kamu kala hujan. Pyuh, tapi cerita ini harus ada, harus tertulis karena saya benar-benar lupa dan akhirnya ada kejutan di Talaga Sampireun.

Tulisan Talaga Sampireun terbaca ketika mobil yang dikendarai suami, ke luar dari toll Pondok Ranji. Selepas dari Ragunan, kami memutuskan untuk melewati Bintaro untuk mencari tempat makan. Saya belum berpikir bahwa Talaga Sampireun itu adalah tempat makan.

Saya ber ho- hooo ria, sewaktu suami menjelaskan bahwa Talaga Sampireun itu adalah tempat makan yang bergaya saung, lesehan dan ada pilihan lainnya. Memang terdengar mahal kalau menurut saya, ketika suami bercerita pernah makan bersama teman-teman kantor. 

Sayapun kembali menikmati pemandangan di daerah Menteng, Bintaro, apalagi ada Bintaro Exchange, Faiz saya tawari untuk singgah di mall tersebut, berkata tidak mau. Hm...jadi saya bertanya-tanya mengenai jalanan di Bintaro yang memang belum pernah saya lewati. Mobil persis berada di depan Talaga Sampireun dan tiba-tiba mobil masuk ke dalam Talaga Sampireun dan saya hanya ber ha-haaaa?

Setelah mobil terparkir di depan pintu masuk, saya mendengar resepsionis memanggil reservastion untuk meja sekian. Kami sampai di Talaga Sampireun sekitar pukul 4 sore, makan siang yang terlambat. Waduuuh, reservation? pesan terlebih dahulu? iya memang ini libur natal 2014 tapi masa sampai harus menunggu? segera suami memesan dan tidak berada dalam daftar waiting list. Ternyata yang masuk daftar waiting list adalah yang saung-saung yang ada AC nya. Saya belum mudeng sebelum memasuki Talaga Sampireun.

Suasana Talaga Sampireun pada libur hari Natal 2014

Waaaw, indah sekali Talaga Sampireun, ada beberapa saung dengan pintu yang pasti dilengkapi fasilitas AC, lalu dipinggir-pinggirnya ada meja-meja biasa, saung tanpa pintu dan semuanya dikelilingi dengan kolam ikan. Sepanjang perjalanan menuju saung pesanan suamiku, saya menikmati lorong yang dihias dengan dedaunan, dan ada play ground untuk anak-anak. Faiz sudah merengek minta main di tempat itu. Akhirnya sampai juga di saung untuk empat orang, lesehan, ada meja dan bantalan tempat duduk. Memang saung pilihan ini sedikit pinggir, tidak di tengah-tengah kolam, namun tetap saja, di bawahnya ada kolam ikannya.

Kata Faiz, bagus ya mi Talaga Sampireun
Lumayan, bayi Fira bisa rebahan, karena jika di tempatkan di atas stroller, bayi Fira cepat bosan, menangis. Hm...Talaga Sampireun sangat ramai, di tengah kolam ada tempat duduk tanpa atap, di atasnya ada lampu-lampu seperti lampion bulat, aduh kalau malam pasti romantis sekali. Sembari menunggu pesanan datang, suami pergi ke mushola untuk sholat ashar, kata beliau, musholanya bersih dan kamar mandinya juga bersih dan nyaman.

Kami memesan menu Patin Bakar Daun , Es buah campur, Tumis Kangkung terasi, Pete bakar, Udang Goreng Cabe , Fillet Pecel Lele serta teh manis. Pesanan yang pertama datang adalah, teh manis dan es campurnya, hm...untuk penampilan memang bagus, buah-buahannya lumayan lengkap dan rasanya kurang khas, yaa....saya beri nilai 5 dari 10. Pelit banget kasih nilai? heheeee, saya pernah pesan es campur dengan rasa yang yahud.

Es Buah Campur dari Talaga Sampireun
Karena membawa dua balita, yang satu bayi dan yang satu tidak bisa berhenti diam, seperti biasa, makannya bergantian, kali ini suamiku terlebih dahulu. Melihat dia makan, tidak seperti baisanya, biasanya dia akan memburu habis menu-menu yang dipesan, ikan patin bakar tidak tersentuh sama sekali. Di dalam saung, terdapat bel ada petunjuknya, nomor ini untuk memesan, nomor ini untuk meminta bill dan nomor ini untuk memanggil waiters. Saya mencoba memencet nomor untuk memanggil waiters, tapi lama sekali datangnya, mungkin karena sedang sibuk karena Talaga Sampireun ramai sekali sore itu.

Giliran saya yang mengeksekusi pesanan. Mencoba mengulik, mulai dari bumbunya...hm...rasanya kuat, enak, ikan patinnya empuk. Namun, untuk bambunya, sebagai tempat untuk membakarnya, lebih baik pihak Talaga Sampireun menggantinya. Saya menemukan ada beberapa kotoran, iya memang di luar tapi kan, rasanya lebih enak menyajikan dengan bambu yang sering diganti, apalagi tidak begitu mahal harga bambu. Nilai untuk patin include bambunya, jadi kecil nilainya, 6 dari 10. 

Ikan Patin Bakar Daun Talaga Sampireun

Bambu tempat  membakar Ikan Patin Daun di Talaga Sampireun

Tumis kangkung terasi, bumbunya enak, sedikit pedas dan rasanya boleh saya nilai 7 dari 10. Sambalnya entah pesan atau bawaan pesanan lainnya, sangat pedas, nilainya 7 dari 10. Lalu saya mencoba Udang Goreng Cabe, di atasnya ada taburan irisan cabe, hm.... penampilannya kurang menarik tapi rasa udangnya, rasa udang sekali, enak dan tidak mengecewakan, si udang ini, mendapat nilai 8 dari 10.
Kangkung Terasi Talaga Sampireun

Udang Goreng Cabe Talaga Sampireun

Setelah selesai makan, saya mencuci tangan di wastafel yang terdapat di pinggir saung, setelah itu ke toilet. Sayang seribu sayang, balik kanan lagi, alias tidak jadi. Ada pengunjung yang saya lihat, memandikan anak kecil di toilet kering, jadi air mengendap di toilet, haduuuh mana cahaya remang-remang di toilet. Untuk Talaga Sampireun, masukkan dari saya, mungkin secara kebetulan saya berkunjung, lantai toilet tergenang air ya, samun ke depannya, usahakan ada petugas yang stand by di depan toilet, agar genangan air itu cepat diatasi.

Balik lagi ke saung, Faiz asyik berlarian di saung dan melihat-lihat ikan di kolam dan suami bercanda dengan Fira. Saya menikmati pemandangan dan suasana yang oouuugh romantis sekali, mungkin makan di Talaga Sampireun ini membeli sarana ya, membeli tempat. Apalagi, keluar sebuah kejutan yang mungkin membuat muka saya merah. Awalnya saya tidak paham, tidak "ngeh" ketika suami mengucapkan selamat ulang tahun. Ulang tahun saya masih lama pake banget, becandanya ke luar box nich.

Akhirnya, mungkin karena gemes, saya belum maksud, suami melengkapi dengan penjelasan,
"Selamat Ulang tahun ya.... ini anniversary yang dimajukan, gak apa-apa yaaa. Jangan minta ditraktir lagi..."
Whaaaat? hiyaaaaah anniversary yang dimajukan? tahu gitu saya berhak memilih tempat lain, dong. Hihiii, kanget saya mendapati kejutan yang indah ini.
Tahu gitu, tahu gitu kan saya dandan cantik terlebih dahulu, apalagi baru pulang dari Ragunan yang panas sekali, tahu gitu saya kan juga menyiapkan kado, aaach suamiku, kadang dirimu memberi kejutan tanpa ngasih tahu... *laaah namanya juga kejutan.
Masih bernuansakan romantis dengan kejutan anniversary yang dimajukan beberapa hari, Fira dengan abinya, Faiz bersama saya beranjak dari saung. Berjalan-jalan melihatt-lihat saung yang lainnya, berfoto di depan kolam dan terima kasih, suamiku.

Talaga Sampireun, Bintaro

Blok B7/N1 Boulervard Bintaro Jaya
Kawasan Niaga Bintaro Sektor 7
Telepon 021 745 3999 / 0857 1159 6323
Pin BB 7A0DFC78

Comments

  1. Ya Allah kenapa ada poto2 tempat indah itu...kenapa ada es campur kenapa ada makanan? kenpa? garai mupeng, wetwngku langsung keroncongan :) hiksss

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo ke Telaga Sampireun, tempatnya ituh romantis abis

      Delete
  2. Kejutan yg dimajukan, itu baru kejutan yg tak terduga..
    Tempatnya indah, dan makanannya gak usah ditanya lagi

    ReplyDelete
  3. Aduuh mbak ini sih tempat kuliner maknyus bikin lapar mata trus nih :D

    ReplyDelete
  4. uhuhuhu asik banget tempatnya, pemandangannya asik ditambah itu saung ternyata ber AC yah :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Da yang ber AC. ada yang pakai semilir angin, da yang in door ada yang out door, banyak pilihan mulai dari lesehan hingga pakai kursi formal dan santai

      Delete
  5. tadinya malah aku pikir ini di Garut, ternyata ada di Bintaro yah, dari fotonya, tempatnya romantis nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes romantis tis, ada di Bintaro dan Ancol Telaga Sampireun Mak

      Delete
  6. temoatnya kayaknya enak dan nyaman :)

    ReplyDelete
  7. Wahhh aku tdnya mau kesana. Tp kok ya baca ini kyknya makanannya ga terlalu istimewa ya mba, pdhl rating di zomato bgs bagt :D. Kecuali udangnya yg enak yaa..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…