26 Feb 2015

Selamat Ulang Tahun ke- 27 NOVA

Tabloid Nova, siapa yang tidak kenal dengan tabloid yang identik dengan perempuan tersebut? salah satunya astin kecil. Astin kecil suka sekali jika, ibu membeli tabloid Nova ketika pergi, entah ke pasar, ke puskesmas atau memang sedang jalan-jalan. Ibu juga pernah terlihat berlangganan, namun berlangganan ke penjual koran saja.

Berebutan Membaca Tabloid Nova (1)

Tabloid Nova memberikan banyak pengetahuan untuk ibu, yang setiap harinya di rumah dan menjaga anak-anak sewaktu masih kecil-kecil. Namun bukan hanya ibu saja yang menikmati setiap cerita dari tabloid Nova. Seingat saya, astin kecil suka sekali membaca tabloid Nova di bagian konsultasi kepada psikolog, entah mengapa.

Lain halnya kakak perempuan saya, yang disukai adalah bagian cover dan ceritanya. Kalau adik laki-laki seringnya ya...hanya mengobrak-abrik halaman demi halamannya saja. Anak laki-laki apalagi sewaktu kecil, suka sekali dengan bunyi-bunyi kertas yang digesekan akan timbul suara yang seru.

Jadi, kami suka berebutan jika ibu sedang membaca tabloid Nova. Kadang ibu juga tidak mau ketinggalan berita yang terdapat di Nova. Ibu ingin  yang tahu pertama mungkin, karena ibu menyukai semua bagian dari tabloid Nova, hingga pernah membuat buku kliping.

Kangen juga, episode rebutan halaman-halaman tabloid Nova yang kadang tidak di stepless. Itu terjadi kira-kira tahun 1995 jadi, hampir 20 tahunan. Berebutan halaman tabloid Nova itu, paling berkesan untuk saya, kangen kakak dan dua adikku, serta kangen ibuku.

Berlatih Memasak dari Resep Dapur Nova (2)

Ibu pernah mengatakan, bahwa saya tidak sekedar meminta dimasakan sesuatu dari resep yang dibaca. Iya, astin kecil juga suka sekali membaca bagian resep dapur Nova. Resepnya simple dan mudah untuk diikuti.

Resep pertama yang saya ingat adalah, membuat nasi goreng. Saya mengatakan kepada ibu, mau membuat nasi goreng, itu ketika saya masih SMP. Rasanya lumayan enak, karena memang mengikuti bumbu yang diperlukan serta langkah-langkah yang diberikan tim dapur Nova.

Tidak itu saja, ternyata resep-resep dari dapur Nova, telah ibu buat kliping sejak dahulu. Ibu suka membuat kliping apa saja. Baik resep maupun gambar pakaian yang sedang diulas oleh tabloid Nova.

Astin dewasa akhirnya mengikuti kebiasaan ibu membeli tabloid Nova, namun sesekali saja, karena masih harus berbagi dengan kebutuhan hidup, rumah tangga baru. Pesan saya untuk Nova, yang kadang menambahkan halaman eksklusif dengan kertas yang berbeda, jika ada perayaan hari besar atau hari-hari spesial.

Pesan Cantik Untuk Tabloid Nova

Apalah saya ini  memberikan pesan untuk tabloid yang usianya tidak terpaut jauh dari umur saya. Namun untuk ulang tahun Nova yang ke -27 ini, beberapa hal yang saya sampaikan semoga menjadi motivasi untuk tabloid Nova ke depan.

Tabloid Nova sudah jeli melihat peluang pasar dengan memasukan topik, dapur, cerpen, konsultasi, griya serta cerita-cerita yang berlatar belakang perempuan. Setidaknya, tidak ada salahnya untuk konsisten memberikan topik perempuan yang lebih luas lagi. (1)

Oiya, saya juga suka sekali membaca perempuan inspiratif dalam tabloid Nova. Apalagi akhirnya teman blogger saya mejeng menjadi perempuan inspiratif tahun 2014 pilihan tabloid Nova, selamat ya Anaz, horeee..aku pernah ketemu orangnya.

Untuk cover depan, sebaiknya memang fublik figure yang memang memiliki riwayat kehidupan sebagai perempuan yang layak untuk dicontoh semangatnya. Saya suka sekali, jika para artis perempuan yang diwawancarai memberikan tips-tips yang emang menjadi motivasi pembacanya. (2)

Membagi topik perempuan di setiap minggunya, karena tabloid Nova terbit mingguan, bisa jadi topik-topik yang memang banyak dicari oleh para perempuan dibagi dalam satu bulan tersebut. Contohnya minggu pertama mengupas tuntas, kesehatan wanita. Minggu ke dua, pernikahan, minggu ke tiga kehamilan, minggu keempat perempuan sebagai ibu.(3)

Pengalaman pribadi saya sebagai pembaca tabloid Nova, apalagi jika membaca mengenai kasus yang dikomentasi ahli, kadang suka tidak bisa memahami bahasa ahli. Nah, sebaiknya tim tabloid Nova juga mengimbangi dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti para pembacanya, yang kebanyakan ibu-ibu seperti saya. Atau, bisa juga diberikan catatan kaki untuk pengertian yang dibahas tersebut. (4)

Tabloid Nova memiliki halaman yang memang lumayan banyak, mungkin karena diterbitkan hari senin saja dalam satu minggu. Jadi, kadang para pembeli berpikir, aduh, kemahalan atau bagaimana. Jika memang halaman warna tidak diperlukan dalam satu rubrik, sebaiknya memang dikurangi, sehingga ongkos produksinya jauh lebih murah, sehingga harga jual tabloid Nova terjangkau oleh kami, hehee.(5)

Untuk mengakrabkan tabloid Nova dengan para pembacanya, acara-acara yang diadakan sebaiknya diadakan di setiap kota-kota, jangan hanya di kota besar, namun kota-kota pinggiran seperti kota tempat tinggal ibu saya, juga dilirik ya, Nova. (6)

Menerima pasrtisipasi dari pembaca dengan menerima tulisan/kreativitas serta inspirasi dari pembaca, dan disediakan halaman untuk pembaca dari pembaca. Misalnya, saya mewakili para blogger diberi kesempatan untuk menuliskan artikel untuk mengisi halaman tabloid Nova. Atau para pembaca yang memiliki keterampilan membuat prakarya, dengan menceritakan cara pengerjaannya. (7)

Terakhir, dari pembaca kecil jaman dulu, terima kasih untuk tabloid Nova, yang menemani hari-hari kecilku, hari-hari dewasaku dan hari-hari ibu saya. Dari tabloid Nova, banyak sekali kerajinan tangan yang dibuat oleh ibu, dari dapur NOva ada beragam masakan yang saya sajikan untuk keluarga. 

Selamat Ulang Tahun ke 27 tabloid perempuan terkeren, tabloid Nova, sukses selalu dan menjadi wadah pemberi inspirasi bagi para perempuan di Indoensia hingga di luar negeri. Ke depan, saya percaya, tabloid Nova semakin dicari dan digemari oleh para perempuan dan para lelaki yang akan memberikan tabloid NOva untuk pasangannya.



17 Feb 2015

Riwayat Pekerjaan

Hallo apa kabar semuanya? yang di sana? yang di situ? heheee, saya ingin menceritakan mengenai riwayat pekerjaan, yang sebetulnya tidak seberapa penting dan tidak seberapa keren, namun itu sangat berarti untuk diriku, dan juga tentunya, kamu. Iya, kamu yang di sana, yang memberiku banyak sekali kesempatan untuk belajar.

Menjadi Penjaga Toko dan Tukang Fotocopy

Riwayat pekerjaanku dimulai ketika saya masih kuliah. Iya, ketika liburan usai ujian semesteran, saya pulang ke Cilacap dan meminta ijin kepada bapak untuk mencoba bekerja. Apa saja yang penting, bekerja. Permintaan saya, ternyata diijinkan dan dicarikan solusi oleh bapakku, beliau melihat ada lowongan pekerjaan di sebuah toko peralatan olah raga.

Bapak hanya memberiku informasi tersebut dan untuk melamar dan ke sana, saya sendiri yang berusaha. Iyup, saya bekerja menjaga toko dan melayani pembeli peralatan olah raga yang rata-rata, kaos, topi serta stiker. Di tempat itulah, pertama kali juga, saya bekerja menjadi tukang fotocopy, karena ternyata yang punya toko tersebut, membuka cabang lagi.

Selain menjaga dan melayani pembeli, ternyata saya dilibatkan untuk menjemput anak sang majikan dari sekolah, menyuapi dan uuuugh...itu ya yang harus dilakukan oleh seorang karyawan? dan karena saya tidak kuat dengan keadaan di toko, saya menyerah, enough for two weeks. Bapak, tanti berhenti kerja ya, enggak kuat. Hahaaa, lucu banget dan bapaklah yang menyarankan saya untuk meminta gaji, meskipun sebetulnya sang majikan bilang, kan belum sebulan.

Alhamdulillah saya mendapatkan gaji kurang dari 50k dan dibelikan jaket berwarna putih. Huhuuu, itu gaji pertama saya, rasanya senang sekali, ketagihan sich, namun untuk liburan semesteran berikutnya saya fokus untuk menjaga nenek, kapan lagi coba fokus for my big family.

Bergaji 400.000 ribu

Lulus kuliah, Alhamdulillah saya berhasil mempersembahkan kepada kedua orangtua, kakak dan teman-teman, sebuah prestasi, cumlaude. Nyangka? enggak...wes itu enggak penting, karena mencari pekerjaan ternyata jauh lebih susah. Ke Jakarta, ke rumah bulik dan mencoba beberapa departemen milik pemerintah, hasilnya kalah di awal. Hingga akhirnya, nenek di Yogyakarta, mengabari bahwa, majikannya membuka bisnis pinjam meminjam dana alias koperasi.

Sebagai orang baru, yang memegang ijazah meskipun D 3 saya cukup percaya diri menjadi seorang tenaga administrasi. Pekerjaannya memang ringan, tidak ada yang namanya diskriminasi, namun ketika menerima gaji, yang alhamdulilah 400.000 rupiah di tahun 2004 adalah sesuatu sekali.

Benarkah ini gaji? Masya Allah dibahas. Akhirnya dengan kemampuan yang saya dapatkan, miliki dan bekerja dengan benar, akhirnya..perlahan-lahan posisi berganti. Mendapatkan gaji lebih dari 2 kalinya, memegang peranan penting di kantor tersebut serta menjadi orang kepercayaan sang majikan.

Tergiur Menjadi Medical Representatif

Dengan gaji yang pada saat itu, bisa dibilang berlebihan, makan ikut kakek dan nenek, biaya transportasi murah, apalagi makan di Yogyakarta, enaknya pake banget. Saya mencoba mengikuti berbagai kursus, mulai dari corel, bahasa Inggris serta kursus menjadi MedReps. Opo itu MedReps? MedReps adalah seorang perwakilan dari perusahaan farmasi yang bertugas untuk menawarkan produk perusahaan kepada user (dokter), produknya of course, obat. Tolong jangan bilang kami, tukang obat ya...hahaha, karena kami adalah sales tidak langsung, kami tidak membawa obat-obatan tersebut, namun hanya membawa brosure.

PT Bernofarm Indonesia

Setelah mengikuti beberapa kali tes pada perusahaan yang berbeda, akhirnya saya nyangkut di PT Bernofarm. Ada banyak drama yang terjadi, mungkin akan saya ceritakan di cerita berikutnya. Penempatan memang harus mau di mana saja, karena saat itu saya masih gadis alias boleh kemana-mana oleh orangtua, saya menandatangani perjanjian tersebut.

Alhamdulillah, kota penempatan saya bekerja adalah DKI Jakarta bagian selatan. Itu pertama kalinya saya kos di kota Jakarta, dan pemilihan tempat kos adalah yang terdekat dengan area kerja saya, yaitu antara daerah Kebayoran Baru hingga Cinere.

Pekerjaan menjadi seorang MedReps, berangkat dari kos menggunakan sepeda motor, ke kantor, membuat rencana kunjungan ke dokter di beberapa rumah sakit, menuliskan target dokter sesuai dengan produk yang akan dibawa. Saat itu saya membawa produk injeksi, jadi kebanyakan target dokternya ya...dokter di IGD, ICU, ruang rawat serta all dokter.

Setelah itu, kira-kira pukul 10.00 pagi  sudah langsung cus ke rumah sakit, ketemu dokter, ketemu bagian pembelian, berkunjung ke apotik, apakah produk saya, keluar banyak setelah dokter meresepkan. Pyuuh, dan tidak berhenti di siitu saja, ada rekap sales, membuat estimasi, akan menutup berapa sales di bulan ini? target kah? atau jauh dari target?

Mau tahu pulangnya pekerja MedReps? mau tahu banget apa enggak banget? pukul 10.00 itu sudah paling awal, karena kami, harus menunggu pasien terakhir dari dokter praktek malam, untuk dapat bertemu dengan dokter. Pernah, saya diusir dengan lembut oleh dokter UGD..hehee, astin, kamu cewe, sudah malam, sana pulang..., hahaa, dan ketika hamil besar, saya pulang pukul 12.00 malam, menunggu dokter Internis, selesai di akhir pasien. Semangat!!!!

PT Meiji Indoensia

Dua tahun saya di PT Bernofarm, tidak hanya belajar bagaimana cara berbicara kepada dokter, tidak hanya belajar handling objection ketika dokter komplain mengenai produk, namun harus bersabar ketika menemui bagian apotik. Di tambah persaingan antara MedReps lainnya yang membawa produk untuk indikasi yang sama dengan bentuk yang sama namun beda merek.

Sukanya, saya jadi banyak sekali teman, teman-teman MedReps saling menyemangati, meskipun ada yang saling patah mematahkan serta intai mengintai, namun akhirnya saya masih tetap bisa menjalin komunikasi dengan dokter-dokter terdekat saya.

Oiya, menangis air mata dalam tetesan hujan deras dengan mengendarai sepeda motor, pernah saya alami ketika standarisasi rumah sakit. Apa itu? iya, ada sebuah jalan agar produk yang saya bawa bisa masuk ke rumah sakit tersebut, melalui sebuah standarisasi, dan setelah beberapa upaya, akhirnya saya kalah standarisasi, rasanya lemes. Namun dokter yang menangani standarisasi tidak menutup mata dengan usaha saya, periode berikutnya, obat saya masuk, iyeeeeey.

Untuk dokter di ICU RS Fatmawati, terima kasih banyak, mungkin kalian sudah tidak ingat astin astanti, uhuuuk, but thanks to your attention, hiks i'm crying.... (hug dokter Enita, dokter Nurgani and dokter Eka SpA, dokter Lola SpA ibunya Afgan syahreza, berkat menjadi MedReps, dapat juga tanda tangan Afgan)

Yup, di tahun ke tiga saya berpindah perusahaan Farmasi di sebuah perusahan Jepang. Itu berkat berbuat baik dan bersikap baik di area, heheee. Ketika teman saya sewaktu di Meiji pindah jabatan, saya ditarik untuk menggantikannya, area tetap RS Fatmawati. 

Di PT Meiji, saya pun mendapat kesempatan untuk mengikuti meeting nasional di pulau Bali, iyeees saya ke Bali untuk pertama kalinya setelah menikah. Soal menikah, saya baru menikah dengan sesama karyawan PT Bernofarm, dia senior saya (hhehee, karena tidak mau dibilang atasan).

PT Glaxo Smith Kline Indoensia

Setelah melahirkan anak pertama, suami saya bekerja di luar Jakarta, tepatnya di kota Semarang. Saya menganut paham, no LDR, pekerjaan saya lepas dan menjadi stay at home mom. Setelah beberapa bulan, saya mengajukan diri untuk bekerja lagi, kali ini PT GSK menerima saya dan membawa produk respiratory.

Namun, memang saya diberi kesempatan untuk menjalani LDR meskipun satu minggu sekali pulang ke Semarang. Iyup, saya ditempatkan di daerah Pati, Jawa Tengah, memerlukan waktu 2 jam untuk perjalanan Semarang-Pati. Saya kos di Pati dan daerah pekerjaan saya hingga ke Rembang, wooow sungguh pengalaman berharga buat saya.

Juwana penghasil ikan bandeng, hingga Rembang kota Ibu Kita Kartini pernah saya singgahi, sayang no picture. Namun konsep LDR belum bisa saya khatami, tiga bulan saya menyatakan kepada atasan, bahwa saya tidak sanggup, karena ini sungguh sangat menyiksa, di kota kecil, sepi tanpa siapa-siapa.

Masih Bekerja di Sini

Alhamdulillah suami saya dipindahkan kembali dekat dengan kota kelahirannya, Jakarta, kota yang juga mempertemukan kami...iyeeeey, ke Jakarta saya membawa satu anak. Saya mengajukan permohonan bekerja kembali.

Dikabulkan, tapi bukan MedReps, at office the better, mungkin karena diijinkannya seperti itu. Perusahan Nestle, Dexa semuanya tidak sepenuhnya gagal, namun belum diberi kesempatan saja. Nestle, lebih menyukai yang masih single, Dexa, kesalahan ketika wawancara, adalah menyampaikan suami bekerja di Farmasi juga***saya tidak bisa bohong atuh Pak!

Akhirnya, saya bekerja di sini, bekerja di tempat yang bisa dibilang sangat nyaman, meskipun ada air mata, sesenggukan dan hm...tarikan nafas hingga berlatih kesabaran dan kaget yang mendadak. Saya bekerja sebagai seorang support marketing, bekerjasama dengan para marketing, iya...mereka-mereka yang seperti saya dahulu.

From 8 to 5, kadang up to 8 but i'm okay and love it. Karena jika tanpa dinikmati, nanti saya akan terus menerus tidak ikhlas menjalaninya, saya berkerja, juga atas kemauan saya sendiri. Saya bekerja di mana? masih rahasia, hahaa..padahal sich padahal.


4 Feb 2015

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Hallo sahabat blogger, kalian kenal saya? kalian saya kenal? ach gak penting, yang lebih penting adalah saya harus mengenal diri saya sendiri, siapa saya, bagaimana saya, dari mana saya? apa yang akan saya lakukan ketika menghadapi sebuah keadaan A? apakah sama jika saya harus menghadapi keadaan -A? Tak kenal maka tak sayang.

Mencintai dan Berdamai Dengan Diri-Sendiri

Pernah mendengar sebuah nasihat atau pepatah atau apalah namanya,
Tak Kenal Maka Tak Sayang.
Sejujurnya, saya kurang setuju dengan peribahasa tersebut, tak kenal maka tak sayang. Yang akan saya bahas adalah saya setuju dengan peribahasa tersebut. Tak kenal diri sendiri, maka bisa dipastikan akan tidak sayang terhadap diri sendiri. 

Untuk mencintai dan berdamai dengan diri sendiri, dibutuhkan untuk mengenal diri sendiri, banyak sekali cerita yang tidak mampu mencintai diri sendiri apalagi untuk berdamai dengan diri sendiri. Mencintai diri sendiri berarti mengerti benar, bagaimana jika tubuh kita dalam kondisi seperti ini. Jika memang diri kita tidak mampu untuk berada dalam kondisi tersebut dan memaksakan untuk tetap berada dalam kondisi seperti itu, akhirnya tubuh, badan, pikiran kita sakit, apakah bisa dikatakan mencintai diri sendiri?

Sama halnya dengan berdamai dengan diri sendiri, seberapa damai bisa dilihat dari seberapa diri kita mencinta diri sendiri. Misalnya untuk apa kita terus-terusan terpuruk dengan menyalahkan diri ini, selalu saja mencari kesalahan diri sendiri, harusnya begini, harusnya tidak seperti ini dan akhirnya menangis menyesali tindakan diri sendiri. Berdamaikah diri kita dengan diri sendiri? cukup berdamaikah keadaan tersebut?

Ketika Mencintai Diri-Sendiri

Alhamdulillah, kami, saya dan suami saling support dalam hal apapun, termasuk keuangan, ehehhee. Sejak awal pernikahan sudah memiliki komitmen, bahwa keuangan dipegang bersama, kami saling mengetahui pemasukan suami dan pengeluaran masing-masing. #Lahkok dibahas.

Contohnya, ketika suami memberikan nasehat buat saya ketika melakukan pekerjaan rumah atau yang lainnya. Sebagai seorang perempuan yang sangat aktif #Uhuk, melihat rumah berantakan akibat keaktifan anak dengan menyebar mainan, ditambah cucian piring yang menumpuk, pulang dari kantor dengan setumpuk permasalahan, apa yang saya lakukan?

Ngomel enggak jelas #Katasuami. Saya tetap melakukan beres-beres rumah, mulai dari depan hingga belakang, mulai dari sapu hingga menjemur pakaian dilakukan tanpa jeda dan sesekali dengan membuka mulut dan telingga yang mendengar cukup lelah.

Setelah itu, apa yang terjadi? badan saya yang seharusnya istirahat terlebih dahulu, kalaupun akan mengerjakan semuanya, ya lakukan dengan ikhlas, tidak dengan mengomel. Adakah kebahagian dari rumah beres dan cucian terjemur? adakah sunggingan senyum dari suami? adakah pujian dari anak-anak bahwa saya hebat? tidak!!

Apa yang terjadi? saya tidak begitu mencintai diri-sendiri, bagaimana saya akan mencintai orang lain? mencintai suami dan anak-anak, jika mencintai diri sendiri-pun tidak bisa. Lah? #Katasuami jika kamu memang mencintai diri sendiri dan kami, kamu melakukan semuanya setelah kamu tahu, bahwa badanmu perlu istirahat terlebih dahulu, kamu memforsir tubuhmu hingga akhirnya, lelah. Berarti kamu tidak mengenal dirimu, tidak mengenal tubuhmu, tidak mengenal akan bagaimana tubuhmu. #Catet

Berdamai Dengan Diri-Sendiri

Hm...tarik nafas panjang, saya jika sedang dinasehati suami atau ketika #Katasuami ke luar, saya menangis *cengeng? huhuuuu....enggak tahu. Alhamdulillah dikarunia suami yang mengerti saya, peluk suami.

Adakah yang pernah merasakan sebuah rasa yang membuat tidak bisa tidur? membuat kita ingin selalu bercerita bahwa saya ini, saya itu dan bagaimana ini, bagaimana itu, menyesal tak berkesudahan, berpikir ini kesalahan saya.

Hm...tarik nafas lagi. Saya sering dan berarti saya kurang berdamai dengan diri sendiri. Jika saya berdamai dengan diri sendiri, dalam tidur ayampun saya seharusnya bermimpi indah, meskipun hanya beberapa detik mata beristirahat.

Banyak hal dalam kehidupan saya, contohnya bisa di atas atau dalam pekerjaan sehari-hari. Saya tidak menyukai ada ayam atau hewan peliharaan berkeliaran di teras rumah. Saya terus-terusan ngomel tidak jelas tanpa adanya action, agar ayam tersebut tidak lagi menjadi masalah untuk saya.

Ketika suami bertanya? apakah orang yang mempunyai ayam, mengetahui kamu ngomel-ngomel? apakah yang punya ayam tahu, bahwa ayamnya berkeliaran dan meninggalkan kotoran di teras rumah? huhuuu...ya jelas enggak? kata orang, jangan dilabrak orangnya, nanti panjang urusannya, see?

Bukti nyata, bahwa saya musuhan sama ayam, look there *diambil dari sepeda motor tercinta


Lalu? kamu akan terus ngomel sepanjang hari? #Katasuami. Iya, kenapa saya harus ngomel-ngomel seperti air cucuran atap ya? kenapa saya tidak mengikhlaskan saja, punya tetangga yang memiliki peliharaan, konsekuensinya ya, membuang kotoran di rumah saya. Tapi itu tidak adil!!!!! musuhan sama ayam, hahaaaaa. 

Bapak-bapak di kompleks sudah membicarakannya di rapat RW, surat peringatan sudah dilayangkan, namun tidak ada tindakan, itu berarti orangnya memang ndablek, kalau saya terus ngomel tidak berkesudahan, tidak ada habisnya, yang ada saya malah seperti orang gila *haduh #Katasuami.

Lalu? ikhlaskan, jika saya tidak suka? segera tutup pagar yang terbuka, jangan ceroboh, jika tidak suka tinggal di sini, pindah saja, wenaaaak kami masih mengontrak, dong. Masalah kotoran ayam, masih bisa dibersihkan, sayang namun jika hatimu kotor karena ngomel dan apalagi melabrak yang punya ayam, apakah bisa dibersihkan sekali hapus? #Katasuami.

Jadi, berdamailah dengan dirimu sendiri, ambil hikmah dari semuanya, selagi bisa membersihkan kotoran yang pasti tidak akan setiap hari dan sebanyak pasir di padang pasir, lakukanlah tanpa ada omelan. Hatimu akan tenang, suaramu tidak akan habis dan tubuhmu akan lebih sehat.

Ya Allah, Alhamdulillah saya didampingkan dengan suami yang hatinya lembutnya minta ampun. Mengajari bagaimana untuk mengenal diri sendiri, mengetahui diri sendiri hingga akhirnya mampu untuk mencintai diri sendiri. Memberiku air yang menyegarkan ketika emosi saya sedang ke luar, dibilang saya gila kalau mengomel, mengajari untuk mengikhlaskan dan dengan rasa ikhlas, hati akan menjadi damai, satu #Katasuami  tidak membicarakan orang, apapun yang dia perbuat. #Tapi kan...tapi kan seru kalau dibicarakan. Kalian tahu, jika saya sedang membicarakan bahwa itu tu, memarkir mobil sembarangan, muka suami tidak menoleh sedikitpun ke arah saya, saya kan butuh pelampiasan sebetulnya.

Jadi, saya sudah mencintai dan berdamai dengan diri sendiri? jawaban saya, saya masih proses dan saya harap, akan semakin dewasa untuk mengenal diri sendiri, untuk mencintai dan berdamai dengan siri sendiri. Langkah yang saya ambil yaitu, benar-benar harus mengenal diri sendiri, silahkan dicoba sahabat blogger, jika kalian ngomel enggak jelas, jika kalian terus menerus menyalahkan diri kalian atau orang lain, adakah rasa tenang? #Jawabanku :saya sedang berusaha menjadi pribadi yang baik, aamiin.

"Postingan ini untuk mengikuti giveaway echaimutenan"





2 Feb 2015

Dari Satu Cinta

Entah, sepagi ini rasa melow menghampiri jiwa dan ragaku. Mungkin terlalu letih terombang ambing dalam sedetik ratusan tahun menunggu kepastian dari yang mengetok palu, hingga akhirnya berlari dalam jurang kenyataan.

Otak atik foto, awalnya ingin menulis di blog Buku Harian Anak-Anak, namun apa dikata, setelah upload pada halaman Facebook, kok keluar sebuah tulisan dari *entah dari melihat gambar, atau sebuah pengalaman pribadi. Kangen kalian kakak dan adikku, sangat merindukan kalian, apalagi kalian sekarang telah memiliki anak.

Dari satu cinta, lahirlah kalian

Rutinitas pagi Faiz dan Fira,
Ngobrolin apa kalian?
Seneng sekali mi dapat moment seperti ini,
Semoga besok, besok, besok dan sampai kalian punya anak, 
Mi dan bi tetap memiliki moment seperti ini,

Akur, rukun, saling support dan saling membantu,
Karena kalian satu darah, satu rahim, satu bapak dan satu ibu,
Jika pun kalian memiliki perbedaan dalam hal apapun,
Pinta mi dan bi, tetaplah menjadi satu,
Topang yang lemah, kuatkan yang letih,
Saling Support dalam bentuk apapun...
Karena kalian dari satu cinta, mi dan bi.
Love you, Faiz dan Fira.

Faiz dan Fira, kalian terlahir dari satu cinta, milik mi dan milik bi.
Jagalah dengan cinta itu, dalam hal apapun.
Jika kalian berbeda pendapat, kelak, ingatlah kalian dari satu cinta,
dan dari satu cinta itulah yang akan menyatukan kalian.