24 Oct 2015

Mampir Makan di Rumah Makan Sekar Wangi Bogor

Liburan tahun baru Islam kemarin dihabiskan untuk apa? merenung? bermanja dengan seluruh anggota keluarga atau traveling? kalau saya diajak makan di Bogor. Meskipun malam sebelumnya makan di Rumah Makan Kawali Tangerang, saya nurut saja dong. Suami sudah melihat di internet, sebuah rumah makan di jalan Padjajaran, Bogor. Rekomendasi dari seorang teman. Yup, oke...kami berangkat bersama dengan ibu suami dan adik suami.

Perjalanan terasa begitu jauh sekali, denga rute non-toll, yaitu melewati daerah Serpong, Parung kemudian jalan baru dan baru ketemu jalan Pajajaran. Apalagi cuaca begitu terik sekali, kaca mobil panas sekali, sehingga AC pun tak terasa membuat keringat mengenang di dahi Fira. Panasnya membuat ingin masuk ke lemari es.

Sampai di rumah makan yang dituju, ampun dech, antri sampai harus menunggu waiting list yang sudah berantri-antri. Kalau begini, rombongan enggak pada sabar, sudah jauh-jauh memang seharusnya menuinggu saja sembari nyemil gorengan yak. Namun apa daya, emosi rombongan lebih seru diikuti. Mencari rumah makan yang recomended di Bogor.

Rumah Makan Sekar Wangi, Bogor


Masih di jalan padjajaran, Bogor. Terdapat rumah makan yang cukup ramai juga di hari itu. Banyak sekali mobil di parkiran dan ada beberapa yang mengantri untuk masuk dan keluar. Pilihan ke rumah makan Sekar Wangi. Dari luar saya pikir, menu masakannya jawa tengah, lumayan sebagai pelebur rindu kampung halaman.

Nasi Timbel 6K

Ternyata salah, musik sunda mengiringi jalan saya dan rombongan untuk masuk. Ada pilihan tempat makan, lesehan dan kursi. Ternyata lesehannya habis, oke. Ketika bertanya baby chair, kalau enggak salah dengar, rumah makannya tidak menyediakan. Sedih, tapi akhirnya bersyukur membawa stoller Fira yang imut. Tapi emang sedang lelah dan mengantuk, Fira rewel.

Pesan Makan di Rumah Makan Sekar Wangi, Bogor


Makan di sebuah tempat membawa feeling atau bahasa paling kerennya adalah "baper". Ngeri-ngeri enggak cucok. Apalagi melihat daftar menunya. Adik suami sudah memesan, gurame, saya menambahkan untuk sayur asem, ayam goreng kremes dan ada permintaan untuk tumis leunca (benarkah ejaannya?). Nasinya, saya memilih nasi timbel kosong/ nasi timbel doang. Minumnya Es Cincau hijau.

Es Cincau Hijau 10 K



Gurameh Goreng 75K


Saat gurame datang, wooow, merah ya? pedes, Mba? enggak tahu gurame goreng bumbu apa ini? dari luar terlihat merah, pas dibuka putih tapi rasanya pedes. Em...boleh juga dengan harga 75K rasanya TOP banget. Dimakan dengan nasi timbel atau digado, enak sekali, Faiz yang enggak doyan pedes, juga mau makan gurame rumah makan sekar wangi ini.

Siang-siang, pusing dan lelah enak dan seger ya, menyantap sayur asem. Sayur asem sekar wangi kurang nendang menurut saya. Isinya sedikit dan engga begitu lengkap, sayang banget. Ekspektasi saya sudah berlebihan ketika memesan. Tumis leunca, saya baru pertama kali mencicipinya, satu butir enggak jadi diterusin, enggak doyan.

Leunca Oncom 9K

Sayur Asem 6K


Tentang Rumah Makan Sekar Wangi, Bogor


Pertama masuk, kesannya gelap...lampu-lampu dibuat benar-benar temaram, lampu kuning gitu. Untuk furniture juga kembali ke masa lalu ya, unik dan menggunakan bahan kayu. Saya belum sempat melihat yang lesehan.

Saya suka sekali dengan hiasan pada lampu-lampunya malah, menggunakan bambu-bambu begitu, ich romantis banget, lho. Sayang, waktu ke toilet kurang happy, pesing begitu padahal fasilitasnya sudah lengkap. Mungkin pas ramai jadi agak enggak bau wangi ya.




Selesai makan, datang angin besar dan kencang...pyuuuh, saya pikir hanya angin saja ternyata air rintik perlahan turun, atap mengaduh. Klimaksnya hujan turun dengan derasanya, deras sekali. Aroma tanah mengantarkan degup jantung untuk bersama-sama otak mengabarkan kepada bibir tuk tersenyum. Senyum senang melihat hujan, angin yang membuat jendela kayu menari-nari, menyadarkan saya untuk kembali pulang.

Rumah Makan Sekar Wangi

Jl. Pajajaran, Bogor Timur
Bogor

23 Oct 2015

Cara Mudah Membuat Cumi Goreng Tepung atau Calamari

Masak masak sendiri, makan makan bersama, sungguh indahnya dunia kurasa, saat ini...saat ini. Kok jadi menyanyi? sedang senang ya bu? sedang bahagia? sudah pastinya saya sangat senang dan bahagia. Pasalnya...cieeh..kebanyakan nonton boboiboy *peluk Faiz. Again, pasalnya saya sudah menemukan cara mudah membuat cumi goreng tepung atau Calamari.



Cumi goreng Tepung oh Cumi,


"Mba Astin, bikin cumi goreng tepung itu, gampang sekali!!" Ach serius? enggak bisa bikinnya, belum pernah dan saya bilangnya begitu, kan kan jadi afirmasi negatif kan, buat #dapurabank. Apalagi Faiz merengek terus minta dibuatkan cumi goreng tepung. Jujur, saya belum pernah membeli cumi dan kemudian dieksekusi menjadi cumi goreng tepung. Belum pernah, dan kali itu adalah pertama kalinya *memalukan.

Jadi, silahkan Faiz memesan cumi goreng tepung, di mana saja ketika makan di luar. Cumi goreng tepung yang disajikan dari berbagai resto dan tempat makan yang telah dicoba, semuanya standar. Ada yang susah sekali digigit, susah sekali ditelan ada yang kriuknya nendang ada yang enggak kriuk dan rupa-rupa. Jadi, takut-takut kalau ingin membuat cumi goreng tepung. Apalagi, cerita membersihkan cuminya, beeeuh...sudah pingin sewa orang saja kalau Faiz merengek untuk dimasakan. *Nyebelin banget kan?

Segalanya Berubah karena Cumi Goreng by me


Segalanya berubah sahabat, karena saya berani membeli cumi dengan perasaan kosong, hampa dan enggak ngerti akan dibuat seperti apa itu cumi yang cantik. Faiz memaksa umminya untuk membeli. Sampai di rumah, suami saya menambah parah tingkat kecemasan saya akan cumi. Faiz ada ada saja, minta cumi goreng tepung,beli kan bisa.

Baiklah, emak internet segera dimulai. Ganti-ganti boboiboy sama cara membuat cumi goreng tepung. Iiih, kan di hape bisa, mi. Faiz mau cumi goreng tepung, enggak? mi mau lihat videonya, videonya bukan tulisan. Alhamdulillah sahabat, video dari sunco berhasil membuat saya berani untuk mengeksekusi cumi di #dapurabank.

Resep Cumi Goreng Tepung




Bahan yang perlu disiapkan, saya langsung menyiapkan terlebih dahulu. Cuminya dicuekin terlebih dahulu. Mengapa? karena cumi itu amis, kalau membersihkan cumi terlebih dahulu, menyiapkan bahan-bahannya bisa-bisa tangan bekas membersihkan cumi, kan...gak efektif pokoknya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  1. Tepung terigu pakai ilmu kira-kira sesuai dengan banyaknya cumi
  2. Telur 2 buah
  3. Air matang secukupnya
  4. Garam sedikit saja
  5. Es batu 4 buah
  6. Minyak goreng

Cara Membuat Cumi Goreng Tepung :

  1. Bersihkan cumi dengan tidak membelahnya *saya membelahnya, karena enggak ngerti. Alasannya mencari di mana posisi tintanya,
  2. Kocok telur dan masukkan garam sedikit, kemudian tepung terigu dua sendok, aduk rata menggunakan air dan es batu.
  3. Masukkan cumi ke dalam adonan telur, tepung dan air.
  4. Aduk-aduk hingga cumi terbalut dengan adonan tersebut.
  5. Ambil cumi menggunakan tangan dan masukkan ke dalam tepung terigu yang kering.
  6. Padatkan menggunakan tepung kering sehingga badan cumi terbalut tepung.
  7. Masukkan ke dalam minyak panas dalam penggorengan.
  8. Angkat jika cumi goreng tepung sudah terlihat menguning/ tidak ada gemerisik minyak

Cumi Goreng Tepungnya Empuk dan Kriuk di Luar


Sewaktu memasukkan cumi yang dibalut tepung, perasaan saya masih deg-degan, jadi enggak, jadi enggak, Namun demi menjaga wibawa #dapurabank, saya kalem. Sewaktu memasukkan ke dalam minyak panas, saya berdoa...memasrahkan semuanya *lebay. Alhamdulillah terlihat good meski sempat dikomentari suami "ring dek, ring...enggak usah dibelah... " pyuuh. Faiz nyengir dan berkata, enggak apa-apa mi, yang penting kan cumi goreng tepung.

Pelajaran memasak cumi goreng tepung dengan cara yang mudah ketika membuatnya, sudah berhasil. Sewaktu memegang cumi goreng tepungnya keras, pas digigit kriuk dan ketika cuminya terkena gigitan, eeeeempuuuuuk abis. Ada yang mau nantangin saya memasak yang lainnya? *tutup muka pakai bantal, yuk bobo.

@astinas

20 Oct 2015

Seru Satu Hari Bersama Anak-Anak

Baru kali ini bu satu hari bersama anak-anak? ke mana saja? bukannya ibu sudah berhenti bekerja? hehhee...judulnya emang iya banget membuat saya langsung empuk dibully. Seru satu hari bersama anak-anak? nah makin memposisikan untuk dibully lagi, emang biasanya bersama anak enggak seru ya, bu. Tutup mata tutup kuping, hari Senin kemarin adalah hari seru sekali bersama anak-anak, meskipun masih intip-intip whatsapp dan online.

Itulah Serunya

Hari Senin kata orang yang keluar rumah untuk bekerja, rasanya bera dan malas. Pun demikian ketika pagi hari, suami mengatakan, ini hari Senin, hari yang sibuk dan bekerja keras mencari uang. Boleh, cari yang barokah buat istrimu, biar dibelikan kosmetik Wardah White Secret, varian lainnya, ya bi.

Bangun terlalu siang, ketertaluan memang ya. Jadi, saya menyelesaikan pekerjaan rumah yang terlihat saja, beres-beres rumah, menyapu dan mengepel. Dadah ke abi ketika berangkat bekerja, anak-anak dan saya sudah mandi. Setelah itu gelar karpet cantik untuk Faiz dan Fira bermain.

Saya duduk di kursi dan mengetak ngetik sesuatu di laptop. Disuguhin secangkir air putih oleh Faiz, rasanya begimana coba? lalu saya ijinkan Faiz mengeluarkan satu container mainan trek dan teman-temannya. Fira? ikut mengobrak-abrik mainan Faiz dan di mana-mana mainan. Oke, mata saya mengawasi dan seringnya malah diajak main bareng sama Fira.

Rumah Berantakan...

Dulu, saya enggak banget...pinginnya main itu ya disatu tempat, di sini, di karpet khusus, sudah jangan masuk ke kamar dan gelar mainan di sana juga. Tapi...mulai dari kemarin kemarin dan kemarinnya lagi, saya mengijinkan.

Dulu, alasan saya tidak suka mainan diberantakan di mana saja, karena apa coba? takutnya yaah..namanya musibah enggak ngerti bagaimana? anak lagi lari-lari, nginjek mainan, bahannya dari plastik yang unyu...kepleset atau keinjek. Kan kasihan mainannya...gitu? hehehee ya kaki anaknya lah.

Dan hari ini, dinding rumah dan atap yang catnya sudah mulai berjatuhan...menjadi saksi. Saya biarkan mereka berkresi, apapun mainannya dikeluarkan, weslah. Faiz dengan sederetan truk, segerombolan dinosaurus dan box containernya dipakai sebagai mobil polisi, katanya. Fira, apalah gadis kecil itu, mainan masak-masakan sampai lemari peralatan memsak saya, diberantakin...Firanya melenggang jalan-jalan, ngusilin kakaknya.

Ikut Mainan dan...

Diajak memasak ayam betutu, diajak jadi pengendara yang kena tilang, jadi antara laptop dan ayam betutu, tilang dan urusan rumah tangga. Seru juga loh, bermaina bersama anak-anak, jadikan awet muda tanpa kosmetik, boooong banget, kan.



Menjelang tengah hari, saya mengajak Faiz untuk membuat sesuatu, saya merahasiakan nama resepnya. Kenapa? kalau gagal, enggak malu dong *ibu yang keren. Faiz membantu menyiapkan susu cair (susunya pakai lactogen bubuk Fira, supaya Fira ikutan makan), jadilaaaah crepes yang rada empuk, pancake jadinya. (Gagal bikin crepes *enggak malu, coba tadi bilang bikin crepes..bayangan anak pasti kering dan kreeees klo digigit)

Alhamdulillah anak-anak, mau memakan crepes a la #dapuruntuh. Acara bermain dan mengobrak-abrik tempat tidur dimulai lepas jam makan siang. Begini caranya jemuran kapan dijemur? kapan itu bekas masak crepes dicuci? tetep kalem sembari bilang...

Anak Malas Makan Sayur...

Putar otak ibunya, kan rumah sedang berantakan, cucian piring numpuk, jemuran belum dijemur, mata inginnya ngonline, badan pinginnya bobo...segarkan perut anak-anak dengan jus melon. Alhamdullah lagi, Faiz dan Fira menghabiskan jatah jus melonnya.

Ketambahan lagi kan cucian piring? rumah berantakan, masih kalem dan enggak ngomel-ngomel saya waktu yang lalu yang lalu banget, di mana rumah sudah kek kapal pecah, anak pada berantem gegara rebutan mainan. Saya...menerima dech, toh nanti akan reda dan selesai pertikaian antara F2. Saya cuma bilang,
"Iz, Fira itu adikmu, kamu senang enggak punya panggilan kakak? Kakak Faiz? enggak semua bisa memiliki panggilan kakak, loh" ada juga "Adikmu itu nanti yang akan menemani kamu, jagain dong, main bareng dan enggak apa-apa dipukul...kan Fira masih kecil.."
Sudah...biasanya Faiz yang perasa akan lumeeer, tapi beberapa menit...rame lagi dech, berantem lagi...apalagi waktu saya minta bareng-bareng beresin mainan. Ini kan mainan Fira! Fira dong yang beresin, lagian ngapain dia berantakin. Yes, tarik nafas...ingat-ingat, sama anak-anak itu seru, itu seru loh.

Setelah Fira Mandi, Selesai!

Sebelum ashar, Fira pup, saya mandikan, selesai, bobo. Pasti cape mengeksplorasi rumah dengan mainan tadi. Setelah itu, langsung dech, cuci piring, menjemur baju, membereskan mainan, menyapu dan mengepel, mandi lalu memasaaak.



Memasak Sore Hari

Start 16.30 dan selesai 17.00 masih lama menikmatinya, Fira belum bangun dan ruang depan sudah berantakan dengan mainan bongkar pasang Faiz. Belum teriakan untuk beli bakso mang Abaas, gak lama teriak lagi, beli roti jala-jala, padahal mulut penuh dengan crepes bautan ibunyaaaah. *Pedih tapi senyum, lalu dikasih uang 2000 rupiah, yang tertinggal di dompet.

Buka laptop lagi, ngonline lagi sembari menyenderkan badan yang sebetulnya lelah, tapi mengadu ke siapa? lagian bakal akan merindukan suasana seperti ini., tiga, lima, sepuluh tahun lagi dan jadi nangis. 

Selesai? beluuuum...

Masih ada drama ketika menyantap makanan, sayurnya agak keasinan, Fira inginnya makan bareng dengan piring sayah, Faiz lagi-lagi main bola basket dan mengajak ibunya yang sedang ingin dipijit. Main dong 4-2 untuk me and Faiz. Begini serunya bersama anak-anak, jadi saya jawara main bola basket kan?



Tralaaa, bala bantuan datang setelah berjihad, mencari segepok berlian, lelah ya? langsung di kamar, bobo dan dibangunin lagi sama Faiz. Kasihan... tapi demi Faiz yang  minta ice cream, bangun dech. Sebetulnya ice cream bukan menjadi keharusan, tapi namanya anak-anak, sudah dijanjiin ya gini. Padahal, crepes yang sukses (asyiiiik, ternyata ada rahasianya, bu) dan secangkir syrup Marjan rasa Lemon sudah dibuat oleh saya, ya sudah...ice cream juga malam ini.

Satu hari ini, memang benar-benar seru bersama anak-anak, berantakin mainan di ruang depan, kamar dan ruang tengah. Sebelum Fira bobo pun, main bedak bayi di tempat tidur saya biarin, malah jadi wangi. Kelewatan bangetkah saya? enggak, lagian bedaknya juga enggak dipakai, cukup sak ndulit untuk pipinya. Ternyata Faiz nyeletuk "Mi, enggak sayang? bedaknya dimainin sama Fira?" deeeq...jadi cerita, dulu mi juga suka menaburkan bedak bayi ke tempat tidur, biar wangi.
"Pilih rumah berantakan, anak keurus, anak makan, anak sehat atau rumah rapi, anak gak keurus, anak berkeliaran siang-siang, main di luar rumah?"
Sekarang saya pilih yang pertama. Dulu, masih ada keberatan dan permintaan saya adalah rumah rapi anak tetep keurus. *Nonse kalau enggak punya ART jaman sekarang, apalagi saya suka main-main di internet dan anak-anak masih belum mandiri. Berantakan nanti juga bisa diberesin lagi, enggak cape kok, kalaupun cape, wajarlah namanya makhluk hidup. Piiiizzzzz, 

19 Oct 2015

Wardah White Secret


[Beauty]


Sejak tahun 2011 saya sudah menggunakan Wardah Kosmetik, sebuah pilihan kosmetik untuk usia 30 tahun. Waktu itu saya galaunya minta ampun, kosmetik mana yang cocok untuk usia 30 tahun? semua yang saya coba, tidak cocok dan enggak pas di hati. Alhamdulillah ketemu Kosmetik dari Wardah.

Pakai Kosmetik Wardah Terus? 


Sampai sekarang setelah saya berhenti bekerja, saya tetap menggunakan Wardah, mulai dari pelembab, lotion hingga ke deodorant dan body mist. Semuanya nyaman di kantong dan nyaman di tubuh saya. Memang tidak selengkap saat saya bekerja, yang pernah mencoba menggunakan blush on, eyeliner dan eye shadow. 

Ya kali, saya emang di rumah, masa enggak boleh menggunakan make up? masa iya, suami berangkat bekerja disodorin muka lempeng bekas nyuci wajan gosong? ya paling enggak, sudah mandi menggunakan Wardah Facial Wash-lah.

18 Oct 2015

Mampir di Masjid Raya Bandung

Dulu sempat iseng untuk mengumpulkan wisata masjid yang pernah saya dan keluarga kunjungi. Sudah ada beberapa di folder jalan-jalan-wisata masjid. Semenjak suami bekerja menjadi seorang wiraswasta dan saya masih bekerja, jadwal jalan-jalan mulai berkurang sedikit demi sedikit. Saya manut, orang namanya istri harus memberikan support kepada suami, yang sedang merintis bisnisnya. Inza Allah ada waktu yang tepat saya diajak jalan-jalan, malah sampai ke Masjidil Haram di Mekah, amiin.

Nah, lebaran tahun 2015 menjadi moment sederhananya. Saat perjalanan balik, saya dan keluarga kecil ini memasuki Kota Bandung pukul 06.00 pagi. Hotel semuanya cek in di atas pukul 12. Jadi, hari pertama di Bandung, muter-muter seperti gangsing. Baru hari kedua setelah istirahat cantik, jalan-jalan keliling Kota Bandung. Jalan-jalan saja, enggak mampir, cuma mampir ke Masjid Raya Bandung.



Awalnya enggak sengaja juga sampai ke Masjid Raya Bandung. Enggak ngerti juga malah, akan seramai dan seexited ini sampai di sana. Jujur-loh, ke mana saja saiyah? ada rumput sintetis di Masjid Raya Bandung. Pernah lihat sich Mba Armita posting foto habis berjemur di Masjid Raya Bandung.

Saling tanya, akhirnya saya mengiyakan untuk mampir ke Masjid Raya Bandung, meski sebelumnya saya rada enggak mau. Dari jalan, terlihat penuh sekali dan ketika memasuki ke tempat parkir, antri bu. Tempat parkirnya luas, namun penerangannya minim, malah kalau saya bilang agak gelap ya. Juga ada pedagang makanan di pinggir tempat parkir, sewaktu saya ke sana. 

Untuk pergi ke Masjid Raya Bandung, yang berada di atas tempat parkir, harus naik tangga. Ya kali, masa naik pesawat? eheem...tangganya mungkin belum selesai dibuat ya, agak kurang sempurna dan kotor. Protes saja Tanti? heheee, dan ketika sampai di anak tangga terakhir, Masya Allah...indahnya...pelataran Masjid Raya Bandung, terbentang rumput hijau dengan terpaan sinar matahari pagi yang segar.



Hijau dan sedikit terik, anak-anak berlarian, bersorak dan saling tertawa. Para orang tua mengawasi sembari bercengkrama dan ada petugas yang berkali-kali mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Mereka memandu arah tempat sampah, atau jika jauh, silahkan sampahnya dibawa.

Alas kaki disimpan atau jika mau ditinggal saja di pinggir pelataran. Kalau saya, Alhamdulillah membawa plastik meskipun kecil. Besok lagi bawa yang besar ya bu. Penjual bola dan aneka mainan dan aksesoris anak segera menawarkan dagangannya. Sip okay, mumpung lebaran, Faiz mendapatkan jatah beli bola. Fira dibelikan topi ala puteri Belanda, ihiii abi yang memilihkan.

Saat itu Fira belum berjalan, coba sekarang dibawa ke sana lagi, bakalan senang sekali berlarian ke sana ke mari. So far, saya saja enggak mau pulang, kalau enggak panas yang bertambah panas. Jadi, kalau hendak mampir lagi ke Masjid Raya Bandung, sebaiknya after Subuh, sekalian melihat sunset. #Eh, lihat sunset?




17 Oct 2015

Beberapa Pekerjaan Rumah Tangga

Ya kali, ada yang enggak ngerti, kalau ibu-ibu ngutek aja di rumah itu ngapain? mulai dari bangun pagi hingga beneran tidur. Para ibu itu melakukan pekerjaan rumah tangga yang kek gimana sich? saya saja masih belajar dan pingin ngerti, takut ada yang kelewat, dan itu sah dan wajib dilakukan di dalam rumah tangga.

Semisal ada yang kurang atau ada yang kurang pas, mohon untuk dibenarkan, ya..soalnya masih emak-emak newbie yang sudah hampir tujuh tahun menikah. Whaaaat? tujuh tahun itu newbie? gak apa-apa buat nyenengin hati ini, tepuk tangan sich ngapa?

Status dalam Rumah Tangga

Oooh, sudah jelas dong...saat ini status saya dalam rumah tangga adalah seorang istri dari kepala keluarga dan sebagai ibu dari anak-anak yang manis-manis seperti gula di buat karamel, aduh itu kadang-kadang pahit dong?

Dari status sebagai istri dan ibu di dalam rumah tangga, saya mengkukuhkan diri ini adalah sebagai ibu rumah tangga yang sah, sah banget malah. Status tersebut, diberlakukan semenjak ketok palu di mushola sewaktu akad nikah dengan pasangan yang kuterima nikahnya.

Pekerjaan Apa yang Biasa dilakukan?

Pekerjaan apa yang dilakukan di dalam rumah tangga? eeeits hayo mengintip pekerjaan rumahku? nanti saya bilangin bu guru, lho? ahihiii itu kan kalau anak sekolah diberikan PR alias pekerjaan rumah oleh bu guru.

Mari kita akan beberkan satu per satu pekerjaan rumah tangga sepemahaman dan setahu saya.

Membangunkan suami di pagi hari

 

Kadang nich, alarm alami atau alarm yang disetel malam sebelum tidur itu enggak mempan buat suamiku, jadi sayalah alarm hidup untuk beliau. 

Beberes rumah

 

Bangun tidur kuterus mandi, sudah enggak jaman buat saya. Masih di dalam kamar tidur saja, banyak mainan anak yang masih berantakan, buku-buku suami yang dibawa tidur, botol susu baby yang ada di kasur, selimut yang diambil, dipakai dan diserakkan lagi. Ke luar kamar, ketemu kursi sama mainan lagi yang berserakan, meja makan yang masih bertumpuk piring kotor, gelas kotor, plaaaak. #Solusi mengatasi hal ini, akan dibahas di episode mendatang (serasa apa gitu)

Mencuci peralatan makan yang kotor

 

Masa iya bersih dicuci? saya pernah karena enggak sreg banget sama yang ngebantuin di rumah. Sayang membayarnya dong? ya gitu, makanya lagi tarik anfas dahulu biar enggak pakai ART dulu. #Pembagian pekerjaan antara suami, jika tanpa ART, akan dibahas di episode kemudian, bukan kemarin yak.

Memasak Makanan 

Sebetulnya bukan hanya makanan, kadang memasak kue yang seringnya enggak sukses alias gagal. Memasak air untuk air panas mandi baby Fira. Kadang banget atau lebih tepatnya sering kalau sedang malas, skip for memasak makanan. Enggak apa-apa, sesekali menikmati makanan orang lain dan melakukan dagangan orang lain boljug, kan?

Memandikan  Anak

 

Masih memiliki anak bayi, sudah tentu ada sebuah pekerjaan sebagai ibu yang masih kudu dilakukan. Faiz kadang-kadang saya mandikan, kadang bisa mandi sendiri dengan benar dan dengan tidak benar. Shampo sebotol bisa habis, sabun Fira dipakai dan sebagainya dan sebagainya. #Pembagiannya sering banget dengan suami, karena suami senang sekali main air. Hubungane opo?

Mencuci kamar mandi

 

Iya kali, kamar mandi sedang kotor, sedang ingin mandi...jadi dicuci dech. Kadang jika sedang rajin banget, saya mencuci kamar mandi setiap minggu. Itu rajin? Masya Allah...ya setiap mandi, gitu...dicicil...ada lantai yang terlihat licin, langsung saja disikat.

Menyapu dan mengepel lantai

 

Pekerjaan yang bisa dikerjakan beberapa kali dalam satu hari, kepinginnya rumah bebas debu, tapi bagiamana mungkin, lantainya digunakan untuk menggelar mainan anak. Jadi intinya saya mengepel lantai dua kali sehari, jika sedang rajin.

Berbelanja kebutuhan pokok

 

Sudah jelas ya, kebutuhan pokok yang paling penting yaitu pangan. Kadang suami ke pasar kadang saya rajin pagi-pagi ke pasar, semua tergantung tingkat kesantaian masing-masing. Jika sedang santai sekali, saya rajin banget jalan kaki ke pasar, yaaa jaraknya emang tinggal melangkah pasti kok.

Bermain dengan anak-anak

 

Bu minta tolong dong, main ya sama anak-anak saya---masa gitu, minta tolong sama orang lain. Eh, jangan salah looh, saya pernah ketika masih kerja. Saya minta tolong ke embak di rumah, mba...tolong ya, main bareng sama anak-anak, anak-anak senang kalau diperhatikan, embak jangan diem saja.



Menganti sprei, korden, 

 

Hihiii, kadang ini adalah pekerjaan yang sangat sepele, tapi malah membuat saya malas gitu untuk melakukannya, ada enggak ya petugas panggil yang mau mengerjakan dua pekerjaan ringan ini?

Mencuci baju, menjemur dan menyetrika hingga pakaian dimasukkan ke dalam lemari.

 

Eheeem...semua itu adalah pekerjaan yang paling saya sukai. Catet ya, mencucinya menggunakan mesin cuci--manja kali si Tanti ini. Laaah, sembari mencuci baju, tangan ini bisa dipergunakan untuk memasak, memijak bahu suami dan lain sebagainya. Menjemur baju ada seninya,juga menyetrika...semua menurut saya ada seni dan tidak semua orang mampu untuk melakukan seperti yang saya lakukan. Serius, ehheeee...#Di bahas pada episode ke sekian nanti ya.

Membuang sampah

 

Aich sampai hal ini? sampai pekerjaan ini? sampai demikiankah membuang sampah menjadi pekerjaan ibu rumah tangga? kenapa ada sampah? ke laut saja gich bu.

Membayar tagihan apapun

 

Saya terselamatkan dari pekerjaan ini. Bayar listrik, pake token, yang beli suami. Bayar telepon, enggak punya, selamat. Bayar tipi kabel, suami yang bayar, lagi-lagi pake rekening beliau. Bayar iuran RT, bapaknya datang sendiri mengunjungi rumah. Bayar apa lagi? tagihan kartu kredit, suami yang bayar...saya punya dong, gaya banget kan, dipakainya cuma kalau belanja di Car* biar diskon 10% tapi keknya ya..gitu dech.

Memanggil anak untuk pulang dari bermain

 

Serius? iya..ini menjadi pekerjaan gantian atau bergantian kalau suami ada di rumah. Pertama saya, enggak mau pulang, pingin dipanggil bapaknya...ahaaa trik.

Ada lagi yang belum?

 

Menutup dan mengunci pintu

 

Ssssst...meskipun saya sedang tidur paling awal, pasti kebangun untuk memastikan pintu gerbang sudah ditutup, pintu sudah dikunci dan koreden sudah ditutup.

Lelah, bobo dulu ya ibu rumah tangganya. 

 

Dibaca blogging, entah cuma blogwalking atau ngblogpost atau malah ngonline aja mantengin FB, kali aja ada kuis,lalu ikut siapa tahu rejeki. Ibu rumah tangga yang smart, ditanya ngantuk, ngantuk banget...tapi malah pegang gadget, dosa enggak sich?






15 Oct 2015

Ada Apa dengan Berhenti Bekerja?

Ada Apa Dengan Cinta? iya, saya menunggu sequel ke duanya, yang sama-sama sudah bekerja, apa Cinta akan berhenti bekerja lalu ikut si Rangga ke Amerika? ya semoga saya sich begitu, jadi nanti sequel ke tiga dibikinnya di Amerika. Udah, gitu saja sich. *plaaaak.

Dalam dunia pekerjaan, masuk dan keluarnya pegawai atau istilahnya pegawai tersebut mengajukan untuk berhenti bekerja adalah hal yang lumrah, wajar dan biasa saja, kan?karena ada banyak faktor, mengapa si pegawai mengajukan untuk berhenti bekerja.



Dulu banget, sama memiliki teman perempuan, belum menikah dan memiliki keyakinan bahwa "Sekaya apapun nanti suamiku, saya harus bekerja, jadi perempuan itu harus bekerja" Oooh...iya saya maksud, jika dilihat dari sisi postifitnya, ya...tapi juga atas ridhlo suaminya, dong. Lalu, masih dengan orang yang sama, mengatakan "Mba, Astin...kalau mba Astin enggak kerja? yang beliin mainan untuk anak, siapa? pakai apa belinya? merengek ke saudara untuk minta dibeliin mainan?" Aduh, makanya saya enggak memberitahu bahwa saya akan berhenti bekerja, beberapa bulan yang lalu.

Ndilalah nich, saya dan dia satu atasan...mau enggak mau dia tahu dong, langsung dia bbm saya. "Mba Astin, mau ke mana? kok berhenti kerja?" "Kalau mau pindah, saya ada info, nich...mau engga?" dan saya menjawab, sudah ada tempat yang mau menerima saya, jika saya mau. Rasanya ditodong pertanyaan seperti itu, hati hancur berantakan, remuk redam dan orang lain bisa melihat dari luarnya saja, yes.

Ada apa dengan berhenti bekerja, seakan-akan jika berhenti bekerja, kehidupan dunia saya tidak terselamatkan. Satu orang saja dengan todongan pertanyaan hampir membuat saya, mengerutkan kening... dan berujar "Bukankah rejeki itu Allah yang mengatur ya? bukankah jika nanti ada usaha pasti Allah akan memberikan rejeki, bisa lewat suami yang bekerja atau bisa dari peluang yang tercipta?.

Ada apa dengan berhenti bekerja? apakah ada masalah? apakah ada hal yang tidak diinginkan? apakah sedang berantem dengan rekan kerja? apakah tidak menyukai seseorang atasan? rekan kerja? atau hal lainnya? ya mungkin ada salah satu dari contoh yang saya sebutkan di atas. Ketika ditanya hal tersebut, jawabannya adalah tidak ada masalah.

Saya bersyukur bekerja di perusahan tersebut, dekat dengan tempat tingal, berada di kantor cabang, pekerjaannya mudah untuk dipelajari dan jujur saja, tidak ada tekanan-tekanan yang mengharuskan saya untuk stay at office until 9/11 pm. Tidak ada atasan yang berkacak pinggang ketika saya membuka sarapan setelah jam bekerja dimulai, tidak ada teman yang usil menegur saya ketika saya lupa menyapa mereka *iyaaa emak-emak sibuk di rumah, kadang kan bete gitu, apalagi di jalan macet cet.

Ada apa dengan saya harus berhenti bekerja? jawabannya simple, karena memang sudah waktunya saya harus mengajukan untuk berhenti bekerja, bukan satu tahun yang lalu atau bukan awal tahun depan. Semua itu, sudah berdasarkan banyak pertimbangan dan pada sebuah situasi dan kondisi yang memungkinkan saya harus mengajukan permohonan berhenti bekerja. Inza Allah, inilah waktu yang tepat untuk memulai segala sesuatu, waktu yang tepat untuk memiliki waktu yang berkualitas untuk anak-anak, suami, untuk pekerjaan rumah dan sebagainya.

Ada apa dengan berhenti bekerja? sehingga menjadi sebuah hal yang menakutkan untuk rekan-rekan bekerja saya? rejeki ada Allah yang mengatur, jika rejeki kita yang mengatur? di manakah tempatnya kita bersyukur? saya mendapatkan pekerjaan dan saya mendapatkan kesempatan untuk berhenti bekerja, itu semua ada campur tangan Allah. Tidak ada semua hal yang saya lalui, tanpa keikutsertaan Allah. 

Oktober 2015

14 Oct 2015

Menentukan Tempat Makan dengan Open Snap

Jalan-jalan memang mengasyikan, apalagi bersama dengan keluarga tercinta. Saya dan suami tidak memiliki jadwal khusus kapan harus jalan ke luar, kapan harus jalan ke mall, kapan harus jalan ke tempat wisata. Saat ke luar rumah, kadang saya dan keluarga juga hanya ke tempat makan. Semenjak, ada anak kedua...pola memasak saya juga berubah. Jika memang sedang repot sekali, jalanyuknak untuk mengudap makanan yang sederhana di luar atau membelinya untuk dibawa pulang ke rumah.

Menentukan Tempat Makan

Nah, bagaimana saya menentukan tempat makan ketika berada di luar rumah? baik ketika sengaja makan di luar atau ketika sedang berjalan-jalan sedang membutuhkan piknik? jawabannya adalah mengikuti mood dan feeling saja.

Seperti tadi malam, saya dan keluarga memutuskan untuk makan malam di luar rumah. Alasannya banyak, yang tidak ada waktu untuk memasak, yang malas cuci piring...hehhe, makan pakai daun pisang saja, bu. Saya mah inginnya memasak, sebetulnya ngirit lho, masak di rumah...cuma ya itu, anak bungsu saya sedang aktif-aktifnya. Bahaya juga saya tinggal memasak dan mencuci piring.

Sama seperti ketika sedang jalan-jalan sebelumnya atau ketika menentukan tempat makan, mood dan feeling. Malam kemarin ditentukan dengan adanya faktor kondisi badan dan jam malam. Iya iyalah, saya dan keluarga keluar dari rumah pukul 20.00 dan itu sudah malam sekali, di sini. Jadi, faktor kondisi lelahnya badan dan berpikir akan sampai di tempat makan pukul berapa?

Akhirnya ditentukanlah tempat makan yang terdekat dengan rumah, memang pernah makan di cabang yang satunya. Semoga saja nyaman dan masakannya sama enaknya. Rumah makan sunda dan seafood, Kawali. Ada dua cabang Kawali, satu di Cipondoh dan satunya lagi ada di Cikokol, setelah flay over dari arah Daan Mogot.

Rumah Makan Kawali

Bulan Maret 2015 saya datang bersama dengan teman-teman kantor ke rumah makan ini, namun dalam renovasi. Malam tadi, rumah makan tersebut sudah beroperasi dan ada beberapa mobil yang parkir. Saya dan suami berharap, setelah renovasi, rumah makannya akan lebih nyaman daripada sebelumnya.

Rumah makan Kawali memiliki ikon atap yang menjulang tinggi dengan bahan dasar bambu. Menurut suami saya, yang apalah apalah...rumah makan Kawali ini yang khas Tangerang. Dengan pilihan tempat makan, saung atau meja-kursi. Saya dan suami memilih yang saung dan berada di tengah-tengah, agar terlihat terang.

Rumah makan Kawali memiliki fasilitas playground yang berada di pojok belakang. Menurut saya, sangat disayangkan pemilihan penempatan playgroundnya. Ada mushola juga, yang memudahkan pengunjung untuk melaksanakan sholatnya.


Menu di Rumah Makan Kawali

Menunya sama seperti rumah makan sunda lainnya, tidak ada yang spesial karena semuanya standar. Suami memilih menu ikan gurameh asam manis, ikan patin bakar, cumi goreng tepung, tumis kangkung, sambal mangga, sambal goreng lengkap dengan  lalapannya.



Ikan gurameh asam manisnya, terlihat segar dengan warna-warni toppingnya. Ada potongan lobak dan wortel di atasnya setelah guramehnya disiram saos asam manisnya. Harganya juga standar dan bersaing, penampilannya dari segi penyajian lumayan. Soal rasanya, boleh diadu dan jika disantap siang hari bakalan segar sekali, apalagi dipadukan dengan sambal dadak. Sambal yang saat ini, saya tidak mau pesan, pedes.



Ikan patin bakar, saya suka membeli ikan patin namun untuk digoreng. Baru kali ini saya mencoba patin bakar, dengan bumbu kecap dan sambal kecap. Harganya lumayan ya, untuk rasa, kurang nendang bumbunya namun ikan patinnya enak sekali. Penampilan ketika menyajikannya, kurang ramai, hanya ada dua potong irisan jeruk purut.



Menu lainnya yang saya pesan, standar dan lagi-lagi, jika dinikmati siang hari, bakalan lebih segar. Minuman yang disediakan juga standar minuman pada rumah makan lainnya. Saya memesan jeruk kelapa, es cincau, es jeruk dan es teh. Harganya di atas standar dan rasanya seger-seger makan malam-lah.



Rumah makan Kawali, memiliki banyak saung dan ada juga kursi-meja. Saungnya ada yang besar dan ada yang kecil, jika ingin mengadakan acara makan bersama keluarga besar, juga bisa di rumah makan Kawali, karena saungnya sangat representatif dan tempatnya juga sangat strategis di dekat pusat pemerintahan.

Menentukan Tempat Makan dengan Open Snap

Akhirnya saya paham, mengapa teman-teman ramai membicarakan aplikasi yang membantu para pencinta kuliner dan para penikmat makanan yang memiliki hobby meng-upload hasil jepretan makanannya ke media sosial.

Tanpa berlama-lama, saya menginstal aplikasi open snap ke dalam smartphone dan mulai mempelajari fitur-fiturnya. Jika tujuan open snap ini membantu para pecinta kuliner untuk menentukan tempat makan dan meng-upload foto jepretan mereka ke media sosial, lain bagi saya. 

Apliaksi open snap, sangat membantu bagi saya yang sering menentukan tempat makan berdasarkan mood, feeling dan kondisi. Dengan aplikasi open snap, saya mampu menjelajah tempat makan berdasarkan apa yang saya inginkan, karena aplikasi open snap ini terdapat fitur mencari tempat makan yang terdekat.

Saya akan terbantu untuk menentukan tempat makan yang saya inginkan. Misalnya ketika akan makan malam, pas sedang hujan, pas sedang dinginnya minta ampun. Apa coba kalau bukan makan sop yang panas? dalam salah satu fitur yang ada di open snap, disediakan sebuah fitur untuk mencari tempat makan, berdasarkan apa yang kita inginkan, ketik sop maka akan muncul tempat makan yang menyediakan sop. 

Fitur-Fitur pada aplikasi Open Snap

Nah, gambaran untuk aplikasi open snap sudah sedikit ditangkap ya. Saya akan mencoba untuk mengurai satu-per satu fitur yang terdapat pada aplikasi yang keren sekali untuk pecinta kuliner.

Personalized Your Food App by Bookmark. 

Di sini, saya akan membookmark restoran, jenis makanan, makanan favorite. Di sini, saya juga akan dapat memfilter atau menyaring nich, restoran mana yang paling banyak dibookmark oleh foodies. 

Social Visited.

Saya dapat melihat teman yang saya follow...namanya juga social visited ya, hayooo...kalian teman-temanku yang sudah memiliki aplikasi open sap di smartphon? kasih tahu ye akun kalian, jadi saya dapat melihat restoran mana saja yang kalian sudah singgahi.

Map View.

Saya sangat menyukai fitur yang satu ini. Dengan fitur ini, memudahkan untuk menentukan tempat makan yang terdekat atau tempat makan tersebut berada di mana. Dan tidak ada lagi, untuk menentukan tempat makan berdasarkan mood dan feeling.


Tentang Open Snap

Setelah saya menginstal aplikasi open snap, saya jadi mengetahui, ternyata di dekat tempat tinggal saya, ada banyak restoran atau tempat makan yang representatif dan memungkinkan saya untuk ke sana. Tempatnya dekat-dekat, itu terlihat dari fitur map view dan jelajah.

Ada gunanya juga saya menginstal aplikasi open snap yang sangat membantu menentukan tempat makan, tidak hanya ketika berada di rumah, namun ketika sedang jalan-jalan di mall atau di tempat wisata. Karena aplikasi open snap menyediakan pilihan lokasi. 


Saat ini saya sedang mempelajari fitur-fitur yang lainnya di dalam open snap dan berharap saya makin lihai untuk mengoperasikannya. Enggak tahu kenapa, kadang foto di profil, muncul kadang juga enggak. Semoga ini karena faktor bandwitch atau mungkin smartphone saya yang lelet. Bukan itu saja sich, lokasi saya kan di Jakarta dan Tangerang, kok seringnya yang muncul di lokasi adalah daerah Sumatera, Jakarta dan sekitarnya enggak nampak? hehee.


Kamu Pencinta Kuliner? Pecinta Jepret dan Unggah Foto?

Tidak ada salahnya juga mengambil gambar makanan yang sedang ada di depan saya, kan? saya juga yang bayar..hehee, tapi jangan terlalu lama mengambil gambarnya, keburu lapar lalu jadi sewot. Saya termasuk yang mengambil gambar lama dan kadang malah lupa enggak mengambil gambar untuk diunggah ke media sosial.

Jadi, jika kamu pecinta kuliner yang ingin menjelajah restoran dan tempat makan di mana saja, atau mencari makanan jenis apapun..coba dech aplikasi yang satu ini. Open snap and share to media social. Saya kadang juga suka sharing ke teman-teman, tempat makan yang kira-kira memang representatif menurut saya, jadi wajib dong instal aplikasi open snap.

Mungkin kamu juga salah satunya yang seperti saya, aplikasi open snap dapat diinstal bagi kamu penguna google play and app store. Saya tunggu ya, nanti follow akun saya, lalu kita akan bercerita dan berbagi restoran mana yagn kamu suka, lalu saya akan datang juga.

13 Oct 2015

Bicara SaDaRi Perangi Kanker Payudara

SaDaRi...

Periksa payudara sendiri.

Pernah dengar dong, pernah membaca ketika usia saya masih kecil, masih SD dan masih sering berkunjung di Puskesmas. Fasilitas kesehatan paling dekat dengan masyarakat dan paling mudah diakses oleh masyarakat dari segala lapisan ekonomi.

Di dinding Puskesmas ditempel poster SaDaRi, memang tidak begitu besar dan pada posisi yang kurang mudah dibaca. Namun ternyata hal itu yang pertama menyelamatkan para wanita yang didiagnosa menderita kanker payudara.

Dari blog Mbak Indah Nuria, seorang teman blogger, breast cancer survivo, dijelaskan.
Deteksi dini membuat kesempatan saya sembuh, dan bersih dari kanker, tinggi.
Yang sebenarnya sederhana, melalui SaDaRi atau Periksa Payudara Sendiri. Ada banyak informasi terbuka di dunia maya yang bisa kita manfaatkan untuk tau lebih banyak mengenai SaDaRi. Bahkan beberapa waktu yang lalu, menjelang acara Jakarta Goes Pink, Ibu Yanti Djani, istri mantan Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa dan sekarang menjabat Dirjen Amerika dan Eropa, Kemlu, sempat membuat flash mob dan specially correographed dance mengenai SaDaRi. Kalau mau lihat videonya bisa cek di sini
Sekarang saya ingin bercerita mengenai orang terdekat, yang saya baru mengenalnya kurang lebih empat tahun. Seorang perempuan yang berusia matang, namun belum diberikan kesempatan oleh Allah untuk menemukan pasangan hidupnya.

Pertama saya mengenalnya, beliau bercerita bahwa haidnya tidak teratur. Setelah itu, beliau berobat bukan ke tenaga kesehatan. Beliau meminum herbal, saya kurang tahu mengenai isi dan manfaatnya. Tidak lama, beliau bercerita lagi, ketika haid, sakiiit sekali dan tidak mampu untuk melakukan apapun.

Tahun ke dua saya setelah bertemu dengan beliau, saya pindah ke Semarang. Komunikasi kami hanya melalui telepon atau ketika saya datang ke Jakarta. Kondisi beliau semakin terlihat kurang baik, namun masih mampu untuk beraktifitas, seperti biasa. Sebuah kabar, saya terima...beliau menderita kista di rahimnya.

Beliau masih terlihat biasa saja dan bersemangat membicarakan akan segera mendaftar untuk operasi pengangkatan kista. Karena saya berada di Semarang, saya absen untuk datang dan melihat keadaannya. Setelah operasi pengangkatan kista, kondisinya tidak seperti diharapkan, semakin drop dan urung kami bertemu di Semarang.

Dua tahun saya tinggal di Semarang, hingga kabar mutasi suami ke Tangerang diberikan. Saya bertemu lagi dengan beliau. Bertemu untuk mengunjunginya di Rumah Sakit. Masih terigat begitu jelas, ketika saya datang dari Semarang pada dini hari, kondisinya lemah, kurus dan fight untuk sembuh, saya lihat kurang, sayang.

Setiap dua minggu sekali, saya datang untuk mengunjunginya. Rencana operasi pengangkatan rahim yang telah dihinggapi kanker, hanya rencana. Kabarnya, sudah menghubungi Rumah Sakit Kanker Dharmais, namun selalu diberikan jawaban, tidak ada ruangan. Beberapa kali keponakannya selalu datang ke RSKD, hasilnya sama.

Hingga, pada suatu hari... hari, saya mendapatkan sebuah kabar bahwa beliau telah dipanggil oleh Allah. Sore hari, dengan senyum dan sebuah salam perpisahan dalam mimpi saya "Mba, Astin...pamitnya" wajahnya bersih, bibirnya tersenyum dan beliau menyerah dengan kankernya.

So, apapun...apapun sebuah gejala yang kita rasa, saran dari saya;
  1. Periksa sedini mungkin, kaum perempuan pasti semuanya telah melakukan gerakan SaDaRi, lakukanlah...jangan takut. Setiap bagian organ tubuh kita, periksa...jika ada yang terlihat aneh, periksa.
  2. Fokus kepada tenaga kesehatan, jika ada yang bilang pengobatan ini saja, minum ini saja, sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu.
  3. Langsung ubah pola hidup, pola makan dan pola pikir.
  4. Bergabunglah dengan keluarga, teman dan sesama penderita yang sama untuk saling menguatkan.
  5. Optimis, bersemangat dan teruslah memberikan afirmasi dan sugesti bahwa kesembuhan itu berasal dari diri kita sendiri, tentunya atas ijin dari Allah.
  6. Tersenyum dan perbanyak kegiatan yang positif, seperti contohnya mengikuti pengajian atau hal-hal yang bermanfaat.
Untuk Mbak Indah Nuria dan teman-teman yang diberikan cobaan oleh Allah, semoga senantiasa kuat, bersabar dan mendapatkan kesembuhan dan banyak hikmah dibalik itu semua, amin.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kampanye #finishthefight #gopink #breastcancerawareness

 
http://www.indahnuria.com/2015/10/giveaways-kampanye-finishthefight.html

Mencicipi Ice Cream Ragusa Es Italia

Sudah lama sekali saya ingin sekali mencicipi ice cream Ragusa. Letaknya ada di Jakarta Pusat, tapi tepatnya saya enggak paham. Pernah suatu hari, saya mengajak suami dan anak-anak jalanyuknak ke kota tua. Setelah panas-panasan di kota tua, saya mengajak suami mencicipi  ice cream Ragusa Italia, yang saya tahunya hanya di dekat setasiun Gambir saja.

Berbekal handphone yang slendap slendup signalnya, internetnya miskin banget, enggak nemu itu es krim Ragusa Italia. Sediiiiih sekali karena sudah dua kali belak belok, mutar muter di kawasan setasiun Gambir. Nihil dan saya disewotin sama suami, makanya...kalau mau ngajak, cari tahu dulu alamatnya. Sediiih, akhirnya muterin Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bogor, Jakarta Selatan lanjuut ke Tangerang.

Baik-baiklah membaca alamat suatu tempat yang ingin dikunjungi, hari minggu yang lalu, belum lama sich...saya sodorin map di smartphone. Nich, Ice cream Ragusa, tempatnya di dekat sungai, ada rel kereta di depannya. Jalan ke sana yuk...Faiz juga ketika ditanya jalanyuknak, langsung mau.

Dari Tangerang, saya menikmati pintu tol baru yang sangat dekat dengan rumah, daripada kudu muter ke arah tol cikokol. Apalagi jalanan sungguh lenggang dan jalan di sekitar gambir juga tidak begitu padat. Suami saya enggak mencari-cari di mana lokasi ice cream Ragusa, langsung parkir dan bilang...tuuuh.

Welah, ternyata di sini? di mana? hahaaa...saya asal saja bunyi..sejatinya kalau diminta ke sana sendiri, enggak ngerti persisnya di mana. Tapi, yang penting ada yang mau mentraktir Ice Cream Ragusa Italia...ice cream  yang saya kepinginin semenjak datang ke Jakarta, sepuluh tahun yang lalu.

Banyak sekali pengunjungnya, yang terlihat dari mobil yang terparkir dan banyaknya orang yang berdiri di depan kios Ragusa Es Italia. Saya memutuskan untuk turun bersama Faiz saja, suami dan Fira menunggu di mobil sampai saya bilang ada meja dan kursi yang kosong, karena kebetulan Fira tertidur.



Masuk ke kios es krim Ragusa Italia, saya kaget. Kiosnya kecil memanjang dan tempat duduknya sedikit serta banyak pengunjung yang sedang antri, menunggu pengunjung lainnya selesai mencicipi ice cream Ragusa Italia.

Tahu enggak? saya sempat salah meminta daftar menu ke sala satu pengunjung karena dia membawa kertas pesanan dan pensil. Wkwkwkwkwkk...enggak mau sich, langsung saya meminta maaf, istrinya juga enggak marah...hehee, maaf ya, Pak. Iya juga karena suasana di dalam kios Ragusa Es Italia itu ramai sekali dan panas.



Saya memesan dua macam ice cream, karena pikir saya, enggak bakalan dapat tempat nich, jadi dimakan di mobil saja dech. Saya memesan Spaghetti Ice Cream dan Faiz memesan Tutti Frutti. Kasirnya mungkin yang punya ya...bule sudah berusia gitu, oma oma gitu dech, serta yang membantu kebanyakan orang lokal. Setelah membayar, antrian bergeser ke tempat penyajian ice creamnya.






Faiz kupanggil dan melihat bagiamana penyajiannya ice creamnya...oo ternyata membuat spaghetti ice cream itu dari ice cream biasa lalu dimasukkan ke dalam alat untuk membuat bentuknya menyerupai spaghetti. Jadi ngerti kan...tetap saja tuh, setelah saya memegang ice cream, tak ada meja dan kursi yang kosong, jadi saya putuskan benar-benar mencicipinya di mobil.

Di depan kios ice cream Ragusa ada penjual maknan khas Jakarta, seperti otak-otak, kerak telor, kue cubit, ada penjual te sate...ada rujak juga saya lihat. Di dalam mobil, saya ceritain dong ke suami...dan spaghetti ice creamnya diminta...lupa suami enggak masuk daftar pesanan tadi. Jadi, saya beli sate dan lontong yang harganya selangit, lebih mahal sate dan lontongnya.

Spaghetti ice creamnya enak, enak banget malah, lembut dan topingnya juga yummy. Harga Spaghetti ice cream 35 K. Untuk Tutti frutti, seperti es dundung jaman saya masih kecil, bedanya ini lembut sekali. Ada tiga warna, hijau, putih dan cokelat. Faiz enggak kuat menghabiskannya, harganya lumayan lah 30K.

Jadi, kapan saya diajak lagi ke Ragusa Es Italia?

Ragusa Es Italia

Jl. Veteran 1No 10 Gambir
Jakarta Pusat

Santai Bareng Keluarga di Cafe Oh lala Kelapa Gading

Ngomongin makanan itu enggak jauh-jauh dari teman, dari keluarga dan dari soulmate, dong ya. Dulu, sewaktu saya masih gadis, cie gadis...kalau lagi hang out bareng teman, pasti ke tempat makan. Suka waktu di Yogyakarta, emperan depan toko-toko saja rasanya enak dan romantis abis. Lalu ketika sudah berkeluarga, ngajak makan keluarga besar juga rasanya senang sekali.

Kali ini, saya ingin bercerita santai bareng keluarga besar suami di Cafe Oh lala Kelapa Gading. Hehhe, jauh amat ke Kelapa Gading, iya keluarga besar suami tinggal dekat sana. Jadi, pas kebetulan saya mendapatkan kemurahan Allah, yaitu mendapatkan voucher dari Cafe Oh lala. Alhamdulillah jumlahnya bisa mengajak dua adik suami.


Awalnya rada mengerutkan kening juga, melihat harga-harga di website Cafe Oh lala yang fantastic nominalnya. Tapi saya yakin, pasti rasa dan penyajiannya bagus, oke ya worth it lah, nambah paling sedikit. So, beberapa bulan yang lalu di suatu hari Minggu siang, saya dan keluarga menikmati Cafe Oh lala untuk santai bareng keluarga.

Cafe Oh lala ini berada di dalam mall Kelapa Gading, luasnya beuuuh itu mall. Mencari tempat parkirnya saja, cukup memakan waktu, apalagi itu hari Minggu, harinya pada ngemall. Setelah menemukan tempat parkir, aunty Ayu, adik suami biasa disapa...segera memasang radar pencarian, di mana tepatnya Cafe Oh lala tersebut. Iyelaaah dia kan biasa gahul di MKG.

Setelah berada di Cafe Oh lala yang nuansanya vintage begitu...yakin nich bawa baby Fira, hahaa baper sama suasana nich. But, Alhamdulillah tempatnya nyaman sekali dan disediakan baby chair juga. Sejak ada baby Fira, saya emang suka mencari baby chair, karena enggak bawa stroller.

Pesanan saya dan keluarga adalah Zuppa Soup, Black Paper Beef, Tomyam Goong Seafood, dan Pindang Iga. Untuk minumannya saya dan keluarga mencoba Ice Blanded  Chocholate, Italian Soda Kiwi, Femme Fatale dan Ice Lemon Tea. Baby Fira mengemil yummy bite rasa original dan menyantap bubur saringnya, yang dibawa dari rumah.








Soal rasa makananya, saya mencoba Zuppa Soup yang memang saya doyan banget. Porsinya besar dan enggap saya menghabiskannya. Saya juga mencicipi Black Paper Beefnya, lumayan lah, yang juara adalah Tomyam Goong Seafood. Jika saya diberi kesempatan datang lagi ke Cafe Oh lala, yang akan saya santap adalah Tomyamnya, jujur saya bukan seorang penyuka Tomyam, tapi di Cafe Oh lala, juara.

Bangkunya santai dan kursinya juga tidak seformal di ruang makan rumah ya. Saya dan keluarga bercerita dan bersantai menghabiskan siang hingga sore di Cafe Oh lala. Jika tidak ingat besok akan beraktifitas, saya ingin mengajak Faiz untuk bermain di play ground yang ada di sekitar Cafe Oh lala. Nuansa santainya MKG kerasa sekali. Semoga ada waktu lagi untuk saya dan keluarga besantai di Kelapa Gading yang tidak pernah sepi ini.

Cafe Oh lala

Mall Kelapa Gading Lantai Lower Ground Unit 30-30A
Kelapa Gading
Jakarta Utara




11 Oct 2015

Di Traktir Teman di Bumbu Desa Tangerang

Ceritanya ingin mengenang kebersamaan bersama beberapa rekan kantor, uhuuk jadi melow, sedih dan kalau didramatisir, saya kangeeeen banget ditraktir sama kaliaaaan. Plaaaak, sudahlah...saya sudah memilih yang terbaik untuk saya hari ini, saya resign dan semua ada hikmahnya, ada kebaikkan di balik resign saya, aamiin.

Baliknya jauh sekali ya... saat bulan puasa tahun ini, saya diminta untuk booking tempat makan. Saya mah orangnya enakan, enak banget menentukan tempat makannya yang deket sama kantor saja. Kenapa? rumah saya deket sekali sama kantor, jadi pulang langsung cup ach...nyampe rumah.

Maafkan dakuh ya, saya memilih Bumbu Desa di dekat Bandara Cengkareng daripada harus bermacet-macet menuju ke arah pantai. Bukannya saya enggak suka pantai, tapi Bumbu Desa terlihat lebih yummy.

So, saya booking untuk enam orang, yang satu tentative. Booking saya lakukan pukul dua siang, takut enggak medapatkan tempat. Sebelumnya saya pernah lewat, jam buka puasa...parkiran Bumbu Desa sudah penuh. Eh, tahu enggak, saya memilih Bumbu Desa karena kepikiran sama Aa Gunawan, seorang selebritis yang bermitra dengan Bumbu Desa.

Oke, saya memesan melalui phone sembari melihat menu makanan yang ada di websitenya Bumbu Desa. Ramah sekali, menyapanya ya kali, gadis sunda itu lembut dan cantik...suaranya juga cantik buanget.

Dari kantor pukul 16.30 yang diperkirakan akan menempuh sekitar waktu macet yaitu satu jam. Ternyata enggak macet, bu...jalan menuju bandara Cengkareng. Karena saya sering melewati dan sering menuju ke bandara, enggak ada kata kesasar dong. Satu jam sebelum buka puasa, saya dan teman-teman sudah datang, rajiiiin.

Ternyata banyak sekali meja yang sudah banyak yang pesan. Meja saya berada di dalam ruangan, dan ternyata ada juga yang di luar ruangan, lho. Semacam gazebo gitu dan ada juga yang menggunakan meja saja, mungin membludak ya tamunya.

Satu per satu pesanan datang ke meja, ada juga teman yang pesan on the table. Ternyata Bumbu Desa tinggal ambil saja apa yang diinginkan, kemudian dipanaskan lalu dicatat, persis ke Rumah Makan Ampera ya.

Minumannya teman-teman pesan yang aneh-aneh sembari menanggep si pelayan. Ngomong-ngomong tentang pelayannya, aduh...mungkin sangat padat tamunya, jadi pada pusing. Pelayannya juga ada yang ramah, senyum-senyum dan mau menjelaskan apa isi minumannya dan ada juga yang juteknya setengah mati.

Minuman yang kami pesan ada, es cendol, es kang dadang, es jeruk kelapa, es kemod...satunya apa ya? eh apa dong? kamu pesan minum apa waktu itu? heheee. Berikut penampakannya ya.




Di Bumbu Desa, pada moment bulan puasa, ada takjil yang diberikan secara cuma-cuma. Sewaktu saya ke sana, takjilnya berupa kolak yang isinya lumayan sedikit, heheee...kalau banyak, enggak jadi pesan minuman utama dong. Selain takjil gratis, Bumbu Desa memberikan teh tawar gratis juga yang bisa diisi ulang semampu perut.

Makanan yang saya dan teman-teman pesan, sepertinya memaksa sekali. Ada dua macam olahan ayam, ada gepuk bakar, ada tempe mendoan, tempe goreng..beuuuh bener-bener gaya berpuasa anak ketjil yes. Sayurannya juga pesannya luar biasa banyak untuk lima orang, saya pesan sayur asam untuk masing-masing orang, ada yang pesan tumis kangkung, tumis genjer, tumis daun pepaya yang ampun banget pahit.






Ruangan Bumbu Desa terlihat sangat sempit ketika bulan puasa, penuh tumplek dan musholanya saja bukin mengantri semua pengunjung. Seharusnya, tempat makan yang sering untuk acara buka puasa gini, diperluas dan ditambah kapasitasnya kali ya.

Akhir kata, pilihan untuk makan siang teman-teman semua, bisa ke Bumbu Desa Tangerang. Akses ke arah Bumbu Desa juga enggak macet karena arah jalan ke Bandara. Atau mungkin yang pada janjian sama seseorang yang akan terbang? Bumbu Desa bisa menjadi pilihan makan bersama. Okes, selamat bekerja rekan semua, sukses selalu dan kompak terus ya kalian...enggak ada saya, kalau kalian kangen ke rumahku ya, bawa makanan yang banyaaaaak banget.

Bumbu Desa

Pintu M1 Soekarno-Hatta International Airport
Tangerang, Banten
Indonesia




10 Oct 2015

Makan Steak di Abuba Steak Gading Serpong

Saya dan suami memang bukan penggemar daging-dagingan merah kelas menengah, kalau misalnya ada rejeki dan kesempatan ya jalanyuknak ke tempat makan dengan menu daging merah. Salah satunya adalah Abuba steak yang ada di Gading Serpong.

Nah, berhubung si suami minta dibuatkan steak dari daging kurban kemarin, saya jadi inget dong punya foto di Abuba Steak. Bisa enggak buatnya? eng ing eng...nyari inspirasi dan nyari wangsit duluh. 



Berkenalan dengan Abuba steak, tahun 2008 pertama kali saya mencoba di daerah Jakarta Selatan, lupa nama tempatnya. Terakhir saya bersama teman-teman kantor, mencicipi Abuba steak di Kelapa Gading.

jalanyuknak ke Abuba steak untuk mengenalkan steak ke Faiz. Dia paling enggak mau makan daging, coba alasannya apa? alasannya nanti dagingnya nyangkut di gigi. Kan, bisa diambil dong...mau tahu cara suami saya mengambil daging yang menyempil di gigi Faiz? pakai tissu, dicabut dan dapat dech tuh, daging yang nyempil. Cara yang bersih dan aman untuk mengambil daging yang nyempil daripada menggunakan tusuk gigi.

Awalnya, Faiz keukeuh untuk bilang enggak mau makan steak, enggak mau makan daging sapi. Sampai di Abuba steak, Faiz juga masih merengek, maunya ayam. Beuuuh, ayam bosen atuh nak, gaya banget ya? dan ternyata saya baru tahu, ada menu chicken steak di Abuba, hello kemana saja kamyu?

So, malam minggu malam yang padat malam yang asyik buat pacaran.apalagi jam makan makal, saya kena waiting list, bu. Jadi jangan ke tempat makan pas jam makan malam atau makan siang ya, rame.
Hampir sejaman saya dan suami serta anak-anak, menunggu...apalagi saya bawa bayi mungil yang baru berusia berapa minggu ini.

Demi mengenalkan steak ke Faiz, saya menyetujui untuk mengambil waiting list. Sebetulnya ada yang di smooking, tapi karena saya anti asap rokok, saya menunggu yang no smooking room. So...bersabar-sabarlah menunggu tempat duduk, lalu pesanan datang, karena sebelumnya sudah memesan terlebih dahulu.

Faiz memesan Chicken Steak ala Abuba Steak, saya New Zealand Rib Eye, suami memesan Abuba Sirloin Steak dan Potato Wedgesnya untuk makan. Alhamdulillah, Faiz menikmati steaknya dan kadang mencoba untuk mengambil pesanan saya. Untuk minumannya saya memesan Ice Age Melt Down, Faiz memesan Guava Jus dan suami saya Strawberry Jus.




Suasana di Abuba Steak saya lihat hampir semuanya berdesign mendekati sama. Mungkin ini dibuat agar kesan Abuba Steak dapat tersampaikan, bagaimana cara memakan steak yang enak. Gading Serpong, lumayan banyak pilihan kuliner dan salah satunya Abuba Steak. Faiz jadi sudah paham, makan steak itu bagiamana, ada garfu dan ada pisau serta bermacam-macam saos. 

Abuba Steak

Jl. Boulevard Raya Blok BA IV no 37-39
Gading Serpong kec. Tangerang
Banten

9 Oct 2015

Mencicipi Nasi Uduk dan Nasi Ulam di Cafe Betawi

Saya mendapat undangan untuk menghadiri talkshow date with leggendaddy di Kokas. Undangannya untuk satu keluarga, karena acara ini intinya melibatkan sosok seorang ayah, peran seorang ayah dalam tumbuh dan kembang anak serta permasalahan yang terjadi.

Saya belum pernah ke Kokas, tahunya kulkas..hehee, sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kasablanka di daerah Jakarta Selatan. Dulu banget ya, pernah cuma lewat doang, malam-malam sepulang training untuk sertifikasi. Jarak tempuh dari Tangerang saya juga enggak ngerti, mau dilepas pake kendaraan umum, mungkin saya bakalan bingung.

Alhamdulillah suami memberikan support untuk datang dan memberikan estimasi waktu sampai ke Kokas. Acara dimulai pukul 10 dan pukul 08.30 saya, suami dan anak-anak baru ke luar dari rumah. Alhamdulillah jalanan mendukung, jalan toll juga lancar, cuma ya itu saja, saya enggak ngerti jalan. Pertama kalinya ke Kokas, Faiz dan Fira...suamiku, bulan puasa kemarin ke Kokas.

Acara berlangsung sangat meriah, Faiz telah dua kali mengikuti acara tersebut, sedangkan untuk Fira, ini yang pertama dia turun ke pasir. Setelah waktu menunjukan dengan acara tunjuk-tunjukan, saya pingin apa, nunjuk Faiz pingin apa, suami nunjuk saya balik, mau apa? hihiii masalah perut niich, enggak bisa dianggap biasa.

Jadi, lepas dari date with leggendaddy, suami mengajak untuk naik ke lantai atas di bagian Food Society . Faiz minta mie goreng, apalah ada mall keren begini yang jualan mie goreng. Kalau saya mintanya yang disajikannya super cepat tapi bukan fast food.

Keliling-keliling, rata-rata makanan barat dan pasti enggak bakalan cocok kantong yang berisi dompet dan isi dompetnya juga. Pikir dipikir, akhirnya pas kebetulan Cafe Betawi lumayan rame dan ada meja yang kosong.


Saya memesan nasi ulam, Faiz memesan nasi uduk, suami memesan kopi dan air mineral (ssst...suamiku diet karena tadi sudah makan di tempat acara), Fira? bobo cantik di pangkuan saya, untukng kursinya bangku.

Nasi uduk yang datang pertama...tralaaa...saya langsung bilang, sedikit amaaaat. Lengkap sich, ada ayam goreng dan orek tempenya dan disediakan sepiring kecil sambalnya. Faiz disuapi abi, karena biar cepet makannya. Meskipun nasi uduk untuk Faiz, saya ikut mencicipinya juga, penasaran rasanya.



Pesanan saya datang setelah sebelumnya ikhlas kalau lama pakai banget. Okay, nasi ulam datang dengan penampakan yang hampir sama dengan nasi uduknya. Cuma...ada yang saya enggak suka, entah daging atau daging sapi nabati/ olahan...rasanya manis sekali, saya enggak suka jadi barter dengan orek tempe Faiz.



Ini pertama kalinya, makan nasi ulam dan nasi uduk di Cafe Betawi dan di sebuah mall besar. Untuk ruangannya, karena di mall jadi kurang begitu nyaman ya, buat saya yang kudu melihat orang hilir mudik ke mana-mana. Pelayan laki-laki menggunakan pakaian betawi, yang berupa setelan hitam dengan peci, pelayan perempuannya menggunakan pakaian betawi juga.

Saya jujur memperhatikan hiasan yang menutupi matanya, seperti cadar gitu dan ternyata namanya Siangko. Warnanya juga beda-beda, ada yang berwarna merah marun, hijau dan ungu. Saya memperhatikan pelayan wanitanya, iya...bajunya ungu tas yang dibawa untuk membawa kertas pesanan juga berwarna ungu. Bener-benar betawi dech Cafe Betawi ini.

Bagiamana soal rasanya? rasanya saya belum pernah mencicipi nasi uduk dan nasi ulam dari resto besar ya. Saya hanya mencicipi nasi uduk di pasar dan nasi ulam yang diberi oleh teman. Jadi, rasanya menurut saya masih standar ya, saya pikir rasanya akan mengejutkan lidah saya yang awam, namun ternyata biasa saja.

Cafe Betawi
Lantai Upper Ground
Food Society Kokas
Jl. Casablanca Raya