Skip to main content

Mencicipi Nasi Uduk dan Nasi Ulam di Cafe Betawi

Saya mendapat undangan untuk menghadiri talkshow date with leggendaddy di Kokas. Undangannya untuk satu keluarga, karena acara ini intinya melibatkan sosok seorang ayah, peran seorang ayah dalam tumbuh dan kembang anak serta permasalahan yang terjadi.

Saya belum pernah ke Kokas, tahunya kulkas..hehee, sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kasablanka di daerah Jakarta Selatan. Dulu banget ya, pernah cuma lewat doang, malam-malam sepulang training untuk sertifikasi. Jarak tempuh dari Tangerang saya juga enggak ngerti, mau dilepas pake kendaraan umum, mungkin saya bakalan bingung.

Alhamdulillah suami memberikan support untuk datang dan memberikan estimasi waktu sampai ke Kokas. Acara dimulai pukul 10 dan pukul 08.30 saya, suami dan anak-anak baru ke luar dari rumah. Alhamdulillah jalanan mendukung, jalan toll juga lancar, cuma ya itu saja, saya enggak ngerti jalan. Pertama kalinya ke Kokas, Faiz dan Fira...suamiku, bulan puasa kemarin ke Kokas.

Acara berlangsung sangat meriah, Faiz telah dua kali mengikuti acara tersebut, sedangkan untuk Fira, ini yang pertama dia turun ke pasir. Setelah waktu menunjukan dengan acara tunjuk-tunjukan, saya pingin apa, nunjuk Faiz pingin apa, suami nunjuk saya balik, mau apa? hihiii masalah perut niich, enggak bisa dianggap biasa.

Jadi, lepas dari date with leggendaddy, suami mengajak untuk naik ke lantai atas di bagian Food Society . Faiz minta mie goreng, apalah ada mall keren begini yang jualan mie goreng. Kalau saya mintanya yang disajikannya super cepat tapi bukan fast food.

Keliling-keliling, rata-rata makanan barat dan pasti enggak bakalan cocok kantong yang berisi dompet dan isi dompetnya juga. Pikir dipikir, akhirnya pas kebetulan Cafe Betawi lumayan rame dan ada meja yang kosong.


Saya memesan nasi ulam, Faiz memesan nasi uduk, suami memesan kopi dan air mineral (ssst...suamiku diet karena tadi sudah makan di tempat acara), Fira? bobo cantik di pangkuan saya, untukng kursinya bangku.

Nasi uduk yang datang pertama...tralaaa...saya langsung bilang, sedikit amaaaat. Lengkap sich, ada ayam goreng dan orek tempenya dan disediakan sepiring kecil sambalnya. Faiz disuapi abi, karena biar cepet makannya. Meskipun nasi uduk untuk Faiz, saya ikut mencicipinya juga, penasaran rasanya.



Pesanan saya datang setelah sebelumnya ikhlas kalau lama pakai banget. Okay, nasi ulam datang dengan penampakan yang hampir sama dengan nasi uduknya. Cuma...ada yang saya enggak suka, entah daging atau daging sapi nabati/ olahan...rasanya manis sekali, saya enggak suka jadi barter dengan orek tempe Faiz.



Ini pertama kalinya, makan nasi ulam dan nasi uduk di Cafe Betawi dan di sebuah mall besar. Untuk ruangannya, karena di mall jadi kurang begitu nyaman ya, buat saya yang kudu melihat orang hilir mudik ke mana-mana. Pelayan laki-laki menggunakan pakaian betawi, yang berupa setelan hitam dengan peci, pelayan perempuannya menggunakan pakaian betawi juga.

Saya jujur memperhatikan hiasan yang menutupi matanya, seperti cadar gitu dan ternyata namanya Siangko. Warnanya juga beda-beda, ada yang berwarna merah marun, hijau dan ungu. Saya memperhatikan pelayan wanitanya, iya...bajunya ungu tas yang dibawa untuk membawa kertas pesanan juga berwarna ungu. Bener-benar betawi dech Cafe Betawi ini.

Bagiamana soal rasanya? rasanya saya belum pernah mencicipi nasi uduk dan nasi ulam dari resto besar ya. Saya hanya mencicipi nasi uduk di pasar dan nasi ulam yang diberi oleh teman. Jadi, rasanya menurut saya masih standar ya, saya pikir rasanya akan mengejutkan lidah saya yang awam, namun ternyata biasa saja.

Cafe Betawi
Lantai Upper Ground
Food Society Kokas
Jl. Casablanca Raya

Comments

  1. nasi ulamnya enak banget mbak....
    itu editing fotonya pakai aplikasi apa sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pake potoscape bue intania...nasi ulam yang enak karena ada rebonnya

      Delete
  2. kok hampir sama ya mbak klo lidah ini lidahnya lokal...jadi kalo nemuin menu kebarat2an jadi bingung..hehehe

    ReplyDelete
  3. haduh..makanan lagi..mbak..aku jadi laper dan pengen...

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak popo yo bumil, akan banyak makanan ke luar niiich, ngeheee,

      Delete
  4. Bedanya nasi uduk dengan nasi ulam apa ya?

    ReplyDelete
  5. Punya usaha nasi goreng? Ingin usaha kulinermu cepat dikenal? Ayo coba gunakan Greenpack. Selengkapnya klik di sini http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…