30 Nov 2015

Home Sweet Home itu Kampung Halamanku

Teman-teman semua, siapa diantara teman-teman yang belum pernah merantau?. Haduuh, banyak juga ya? Saat masih usia remaja, saya sudah diajarkan untuk berjauhan jarak dengan bapak dan ibu serta saudara-saudara semuanya. Memang sich tidak begitu jauh, antara Cilacap dan Banyumas. Namun, selalu setiap akhir minggu, saya selalu rindu akan kampung halaman. Rindu rumah orangtua yang saat itu apa adanya, dan rindu semua yang membuat hidup saya selalu berwarna.

Bertemu dengan suami juga di perantauan. Saya mengadu nasib di Jakarta, mencari sebongkah berlian dan bilangnya mah, mencari pengalaman waktu itu, waktu masih belum tahu, betapa kerasnya Jakarta. Suami mah, lahir dan besar di Jakarta, belum pernah sama sekali merasakan bagaimana hidup dalam perantauan, belum pernah merasakan rindunya rumah, ibu, bapak dan saudara yang jauh dari kita.

home sweet home

Selalu Nyaman di Rumah Orangtua


Jika ada yang bertanya, di mana tempat yang nyaman buat saya, rumah orangtua. Rumah di mana saya beranjak remaja, bertumbuh menjadi dewasa dan melepas masa lajang di rumah tersebut. Rumah saat ini sangat jauh dari rumah orangtua saat usia saya remaja. Tempat tinggal yang sangat sederhana, belum ada plafon, belum ada keramik dan baru 40 persen pembangunannya.

Tapi saya suka, saya selalu merindukan jaman itu. Jaman ketika saya masih berseragam biru tua dan putih sampai berseragam abu-abu dan putih. Meskipun baru 40 persen pembangunan, bapak dan ibu tetap menomorsatukan hal-hal yang penting dan tidak bisa ditunda, yaitu;
  1. Kamar tidur. Bapak menyediakan tiga kamar tidur. Meskipun belum dipasang plafon, jendela tidak ada penutup dan pintu yang masih mengunakan pintu sementar alias korden. Jadi bapak membeli kelambu tempat tidur. Saya masih ingat, warnanya pink dan bapak selalu mengecek keadaan kelambu saat tengah malam.
  2. Kamar Mandi. Bapak menyediakan dua kamar mandi. Kamar mandi merupakan tempat paling favorite di rumah orangtua saya. Kenapa coba? kamar mandi ini berukuran 2 meter x 1,5 meter. Keramiknya berwarna biru dan ibu selalu meletakan pot bunga dengan bunga hasil kerajinan tangannya. Duh mewek, ingat kampung halaman. Ibu.... hiks.
  3. Ruang Tamu, Ruang Keluarga, Ruang cuci baju. Tiga ruangan terakhir yang pertama dibuat. Dapur sendiri, ibu membagi ruang keluarga untuk tiga ruang sekaligus. Sebagai ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Namun selalu rapi, karena ibu selalu mengatakan "Rumah kita memang belum jadi, belum bersih seperti rumah yang lainnya, tapi ibu selalu ingin rumah kita rapi dan tidak kotor". Ibu selalu membuat taplak meja dan hiasan dinding sendiri, untuk mempercantik rumah yang buat saya, itu sudah luar biasa.

Pulang Kampung Melepaskan Rindu


Alhamdulillah jarak antara Tangerang dan Cilacap tidak begitu jauh, yaaa...memakan waktu sepuluh jam waktu normal atau dua hari saat mudik lebaran tahun ini. Beberapa tahun ini, saya pulang kampung satu tahun sekali, malah pernah absen tahun 2014 sewaktu saya hamil anak kedua. Tahun ini, sebulan sebelum pulang kampung, bukan saya saja yang menghitung mundur, anak saya juga bertanya-tanya, kapan pulang kampung?

Rumah orangtua saya memang sangat nyaman, nyaman dari fisik dan nyaman dari psikologis. Saya selalu rindu akan segarnya teras rumah, ibu dan bapak gemar sekali menyiram tanamannya. Ruang tamu yang hangat, kamar tidur yang sekarang sudah jauh berbeda dari ketika saya berusia 14 tahun. Ruang keluarga yang selalu menjadi tempat berkumpul, berbagi cerita, juga sudah berubah. Sekarang sudah terisi enam belas orang dari enam orang di tahun 1996 lalu. bertambah sepuluh orang dan semakin membuat saya rindu.

home sweet Home
Bapak dan ibu di ruang tamu, menunggu anak-anak dengan penuh kesabaran. Ada beberapa koleksi kerajinan tangan ibu terlihat. Kerajinan tangannya banyak, taplak mejanya juga kreasi rajutan ibu.


Tempat favorite saya masih kamar mandi. Memang ada banyak ruangan lain yang lebih menarik, namun saya memiliki kenangan tak terlupakan di kamar mandi tersebut. Mau tahu? tinggal di kota Cilacap, kota yang panas dan sama sekali di rumah tidak ada kipas angin, boro-boro AC. Ruangan utama juga belum menggunakan keramik, jadi hanya kamar mandi yang sudah dikeramik.

Saya kecil, belum ikut membersihkan kamar mandi, tapi... setelah ibu membersihkan kamar mandi, sayalah yang paling duluan masuk setelah kamar mandi kering dari air. Mandi? enggak..tapi duduk-duduk sembari menatap sawah di belakang rumah, yup...saya duduk-duduk di kemarik kamar mandi yang telah dibersihkan oleh ibu. Aroma wangi dan segarnya kamar mandi, menjadikan kamar mandi ibuku, tempat favorite untuk saya.

Rindu malam ini, rindu akan kampung halaman, rindu akan rumah ibu dan bapak, rindu akan kebersamaan bersama saudara-saudara semua. I hope, in January 2016, i will go home. How about you? tempat favorite kamar mandi atau malah kamar tidur yang berkelambu? [2015:11]

Menjadi Diri Sendiri dengan Perhiasan Orori

Tadi malam, saya ingin sekali berpenampilan sama seperti anak perempuan imut saya. Menggunakan legging, dress panjang di bawah lutut, sweater dan kerudung. Tapi apa daya, bahan pakaian anak saya dengan bahan pakaian saya berbeda jauh. Jadi kesannya , jika saya terlalu memaksakan penampilan saya ingin sama dengan anak perempuan saya, itu saya bersiap untuk dilirik oleh orang-orang. Bukan untuk diperhatikan dan dinilai bagus dan waaaah. Tapi, bisa jadi orang-orang akan memperhatikan penampilan saya yang terlalu memaksa.

Ya sudah, saya urungkan niat saya untuk memadupadankan pakaian. Kembali seperti biasanya saja, apa adanya namun terlihat elegan. Eheheee, ya kan daripada terlalu ribet menginginkan sesuatu yang ternyata kurang pas di diri saya? seperti halnya menggunakan perhiasan. Saya akan memilih dari pagi hingga petang. Lah lama sekali? ya karena saya menginginkan perhiasan saya sesuai dengan kepribadian saya yang sederhana. Contohnya, jika ingin membeli cincin, tidak terlalu besar, tidak terlalu banyak permatanya dan tidak aneh bentuknya. Bukan hanya cincin saja, namun semua perhiasan yang saya kenakan.

Memilih Perhiasan di Koleksi Orori


Saya pernah diprotes oleh anak lelaki saya, karena memilih perhiasan yang akan saya beli terlalu lama. Iya, karena jarang sekali terjawab keinginan saya jika membeli di toko perhiasan, apalagi di pinggir kota seperti ini. Masalahnya, keinginan saya hanya perhiasan sederhana namun jika dipakai terlihat cantik dan elegan. Susah kan? susah jika tidak mencari informasi lainnya. Iya, ternyata di Orori, keinginan saya terjawab, koleksi perhiasannya akan mengantarkan saya menjadi diri saya sendiri.

Di Orori, ada banyak pilihan koleksi perhiasan dengan design Italia banget. Cocok untuk yang menyukai perhiasan yang ada banyak sentuhan diamond dan bergaya eropa. Koleksi perhiasan emas di Orori cukup lengkap. Modelnya juga saya banget, mulai dari earingnya yang cantik. Saya suka earing gold white dengan tekstur yang menyerupai potongan diamond. Hm...membayangkan memakainya, pasti cocok jika dipadukan dengan cincin pernikahan saya yang berbahan dasar gold white juga.

Pilihan cincin di Orori juga bakalan membuat saya jatuh hati. Pilihannya banyak dan saya bisa langsung menunjuk ingin yang ini. Semuanya didesign dengan cantik dan dibuat dengan metode Computer Aided Design. Meskipun di cincin-cincinnya terlihat seperti cincin untuk wedding, namun cocok kok jika dipadukan dengan cincin pernihan saya. Mengapa? modelnya sangat cantik dan sangat cocok untuk menemani model cincin pernihakan model lainnya atau koleksi perhiasan lainnya.

perhiasan orori
Salah satu koleksi women's ring di Orori


Jadi? mau pilih langsung tunjuk? sepertinya Orori pilihan bagi teman-teman pria yang ingin memberikan kejutan untuk pasangannya. Dan juga teman-teman wanita, yang ingin menambah koleksi perhiasannya. Pilihin satu ya buat saya, mudah kok, yang cantik, simple dan elegan. [2015:11]


27 Nov 2015

Ayo Gerak, Agar Badan Tetap Bugar di Musim Hujan

Masih tentang musim hujan, musim yang sering hujan, bisa hujan satu hari sekali tapi deras sekali, yang bisa membuat rumah bocor. Bisa hujan yang sepanjang hari, ringan dan membuat perut selalu ingin diisi dengan yang hangat-hangat, alamat bertambah berat badan. Ada hujan yang cuma tiga hari atau empat hari sekali, itu di Tangerang bagian rumahku, sudah beberapa hari tidak hujan. Padahal saya benar-benar merindukan hujan yang sepanjang hari.

Hujan sepanjang hari yang membuat tempat tidur, selimut, televisi dan camilan menjadi pilihan paling favorit. Hujan sepanjang hari namun intensitasnya ringan, dan biasanya ya, di beberapa tempat akan tergenang air alias banjir. Banjir di daerah saya, tidak begitu besar. Hanya tiga sampai lima puluh meter saja dan cepat sekali menyusut airnya. Jadi ini permasalahan drainase-nya saja. Semoga jika musim hujan sepanjang hari datang kembali, masalah tersebut dapat diurai. Juga masalah lain yang timbul dari hujan sepanjang hari, bagaimana menjaga agar badan tetap bugar. Apalagi teman hujan sepanjang harinya itu tadi, camilan salah satunya.

Agar Badan Tetap Bugar di Musim Hujan


Sebaiknya olah raga itu tetap dilakukan dong, meskipun musim hujan tiba. Apalagi cuaca akan berubah menjadi dingin, lembab dan perut selalu minta diisi. Sebentar, selama ini olah raga ibu apa ya? maju mundur cantik begitu, katanya ingin ikut senam di kompleks? katanya mau main bulu tangkis bersama anak lanang? katanya mau main sepeda bareng bapak keliling kampung? katanya mau rajin nyapu ngepel nyetrika? beuuuh ayo mana gerak ibu selama ini? ya ampun saya jujur amat menulisnya?

Ayo mumpung belum begitu parah nyari camilannya, ayo gerak, ayo gerakan badan, ikut senam ibu-ibu itu lumayan, lho. Heheee, suami sudah oke saya ikut senam ibu-ibu, cuma belum daftar. Seharian saya di rumah, jalan-jalan keliling dunia, keliling Indonesia dengan internet, cuma selempar mata memandang, daftar senam saja malas, beeeuh. Oke, oke, saya niat kok, hanya saja baju senam dan sepatu sudah mulai tidak muat di badan, perlu yang baru lagi. Malu atuh, terlalu ketat ketat lemper gitu.

Repotnya, suami belum mengijinkan untuk shoping-shoping baju di luar rumah tanpa dia. Tunggu dia libur, biar bisa bersama anak-anak, kan tidak asyik memilih baju bersma dua krucil, kan? udah pernah mengalami kan? krucil maunya jalaaaaan terus, inginnya bergerak selalu. Jadi ya, pilihan shoping baju, ada di toko online. Alhamdulillah kemarin mencoba melihat-lihat di internet, lihat ini jadi kepingin cepat ikut senam.

ayo gerak






ayo gerak




ayo gerak,

Ketiga barang-barang tersebut saya lihat di Zalora. Belanja online di Zalora seperti belanja offline di toko pakaian, lho. Ada fitur untuk memperbesar gambar, sehingga saya tahu, detailnya seperti apa. Kakak perempuan saya pernah berbelanja di Zalora, belanja sepatu, dan puas katanya. Jadi saya ingin juga nich, mumpung sebentar lagi akan ada promo terbesar di Desember.

Meskipun berbelanjanya online, duduk di depan komputer, ayo gerak, agar badan tetap bugar di musim hujan. Pengalaman tahun lalu, musim hujan musim nyari makanan di tengah hujan sepanjang hari. Kalau pengalaman teman-teman? saat hujan sepanjang hari? mengantarkan badan untuk gerak terus atau biasa saja? [2015:11]

26 Nov 2015

Hati-Hati Mengendari Sepeda Motor ketika Musim Hujan

Sewaktu bekerja dulu, saya mengendarai sepeda motor. Jarak antara rumah bisa ditempuh kurang lebih lima belas menit, dan saya memiliki rute yang berbeda saat berangkat dan saat pulang dari kantor. Berangkat dari rumah saya mengendari sepeda motor melewati jalan perkampungan dan terasa lebih memutar, karena harus melewati jalan tikus yang memutar, belak belok dan menyeberang rel kereta, yang licin ketika musim hujan tiba. Mengambil rute memutar, karena menghindari jalan besar Daan Mogot yang kalau pagi, ramai, padat, macet dan dominasi kendaraan besar.

Nah, waktu pulang, jalan Daan Mogot pilihannya, kantor saya berada di kiri jalan dari arah Jakarta ke Tangerang, jadi tidak perlu menyeberang dan tinggal belok kiri, sudah masuk ke jalan utama dan mengirim saya masuk ke dalam perumahan tempat tinggal. Alasannya? tidak mutar muter dan jalan kampung kalau sore, banyak sekali anak-anak bermain di tengah jalan.

Mengendarai Sepeda Motor ketika Hujan


Sepeda motor merupakan alat transportasi yang paling mudah  jika dibandingkan menggunakan alat transportasi lain untuk menuju ke tempat bekerja. Jika saya menggunakan angkot, jarak rumah ke jalan utama jauh *manjah yeh, naik angkot putih, lalu ngetem di depan setasiun, kemudian turun di jalan Daan Mogot, menyeberang, naik angkot lagi menuju Jakarta, turun, menyeberang lagi, kemudian naik ojek untuk diantarkan ke depan kantor. Beuuh, lama kan, belum ongkosnya? itu berangkatnya, kalau pulangnya? bisa dibayangkan.

jas hujan ketika musim hujan

Belum lagi kalau hujan? beeeuh ribet kan, harus menggunakan payung harus becek becekan harus terkena tetesan air hujan saat membuka payung. Nah, kalau menggunakan sepeda motor? saat musim hujan, sangat praktis dong. Sebelum berangkat, di garasi rumah sudah menggunakan jas hujan. Badan terlindungi jas hujan yang hangat, tas aman dalam gendongan, sepatu aman di kantong plastik (kalau saya, sepatu standbye di kantor), kepala aman dengan menggunakan helm.

Sudah aman, menggunakan jas hujan ketika mengendarai sepeda motor, jangan lupa hati-hati. Ada beberapa titik, yang harus diwaspadai ketika mengendarai sepeda motor pada musim hujan. Salah satunya adalah rel kereta. Yup, ketika berangkat bekerja, saya melewati rel kereta yang sangat licin. Posisi rel kereta apinya lebih tinggi daripada jalan aspalnya. Sering sekali, ban sepeda motor terpeleset, oleng dan jatuh. Saya pernah dua kali, dan satu kali bersama suami ketika minta diantar. Alhamdulillah tidak jatuh, hanya jantung, deg-degan kenceng. Pernah suatu pagi, ada bapak-bapak membawa tiga box telur ayam, jatuh dan telur ayamnya pecah semuanya. Sedih dan itu ketika musim hujan, lho.

Saya bertanya kepada suami, bagaimana caranya mengendari sepeda motor dan melewati rel kereta saat musim hujan? apalagi pas berbarengan dengan hujan, duh takut, lho. Suami hanya bilang, hati-hati saja, konsentrasi dan usahakan jangan menarik gas terlalu besar. Pernah loh, saat mengandung Fira, saya ingin menuntun sepeda motor saja ketika melewati rel kereta  daripada resiko terpeleset , oleng dan jatuh.

Petugas palang kereta, membuat solusi dengan cara meletakan karung goni agar jalan aspal dan rel kereta api tidak begitu timpang. Tapi seringnya dibiarkan begitu saja, atau mungkin nantinya akan mengganggu jalannya kereta, saya tidak tahu. Yang jelas, saya harus lebih berhati-hati sewaktu musim hujan datang, dan bukan hanya ketika sedang menyeberang rel kereta saja. Karena ada banyak titik titik yang perlu diwaspadai saat mengendarai sepeda motor ketika musim hujan.

Contohnya lagi adalah lubang di jalan dan ketika musim hujan, pasti akan tergenang air. Jika yang melewati orang yang awam jalan tersebut, bisa-bisa fatal akibatnya. Apalagi saat semua jalan tegenang air hujan alias banjir. Ada beberapa jalan yang sering berlubang besar ketika musim hujan, jika masyarakat sekitar peduli, pasti dibuat marka jalan yang menerangkan ada lubang besar. Biasanya dengan menempatkan drum besar dan  pohon pisang pada lubang di jalan tersebut.

Bagaimana? teman-teman memiliki pengalaman mengendari sepeda motor ketika musim hujan? terpeleset di rel kereta, jalan berlubang, banjir? hati-hati selalu ya yang sering mengendarai sepeda motor saat musim hujan tiba. [2015:11]

Tempat Menyimpan Kosmetik

Tragedi, ketika lipglos wardah saya terkulai lemas isinya, bentuknya sudah acak adul dan tak berbentuk. Saya ada waktu Fira bermain kosmetik di dalam pounch kosmetik. Salah saya juga, tidak memastikan apakah permintaan saya kepada pengasuh Fira untuk menyingkirkan lipstik lipstik di dalam pounch, dan dipindahkan ke atas lemari. Saat saya melihat lagi ke arah Fira, waaaaw? lah tadi bukannya sudah dipindahkan ya? lah kok masih ada di Fira lipstiknya? Pengasuhnya memberikan lipstik dan kubukaa, whaaaatz? ini? iya sama Fira, bu. Jarinya Fira tadi masuk ke lipstik. Duh, ngerti Fira mainan lipstik bukannya diambil, malah kesenangan Fira buka tutup lipstiknya daaaan jadi rusak kan? masih bisa dipakai, bu?Hiks, sedih tahu.

Saya memang menyimpan kosmetik di beberapa tempat. Di atas rak di dalam kamar, saya menempatkan kosmetik harian yang biasa dipakai, dan Fira masih belum mampu meraihnya. Kemudian, di pounch saya juga menyimpan kosmetik yang akan dibawa ketika berpergian. Satu lagi, saya juga menyimpan kosmetik di lemari es, kosmetik yang membutuhkan kesegaran ketika menggunakannya, contohnya lotion dan cream wajah.

Lemari es memiliki suhu dingin yang terjaga, jika kosmetik seperti yang saya sebutkan di atas dipergunakan akan muncul sensasi dingin di kulit. Bahaya kah? menurut sebuah sumber, lemari es akan membantu mempertahankan formulasi bahan aktif dari sebuah kosmetik. Kecuali parfum, bedak tabur dan bedak padat saya tidak memasukkan ke dalam lemari es.

Beberapa kosmetik yang di tempatkan di lemari es


Kembali lagi pada lipstik yang telah rusak, di mana ditempatkannya di pounch ini adalah PR saya. Agar menempatkan pounch kosmetik jauh dari jangkauan anak-anak. Ini cuma dicuil cuil doang, lho...bagiamana kalau diemut, dimakan, dikunyah kan lebih seram? Jadi, saya berusaha untuk meletakan pounch kosmetik pada tempat tinggi. Demikian, curhat lipstik yang teraniaya, hihiii. Salam lipstik. [2015:11]

25 Nov 2015

Pilihan Tas untuk Jalan-Jalan

Siapa yang tidak suka jalan-jalan? siapa yang suka jalan-jalan tanpa membawa tas? rata-rata yang suka jalan-jalan membawa tas. Siapa yang suka jalan-jalan dan membawa tas, pasti memiliki beberapa pilihan tas. Saya suka jalan-jalan, berarti saya membawa tas dan memiliki beberapa pilihan tas. Jadi inget pernah mendapatkan pelajaran logika, apa ya namanya pelajaran ini. Diih ribeetnya ampun, deh. Jika A adalah B, B adalah Z jadi C itu apa? gubaraaaak, emak-emak sudah puluhan tahun lulus kuliah, sudah lupa akan ilmunya? bairin ach, jalan-jalan saja yuk.

Saya pernah mengalami fase kegalauan tingkat akut, ketika diajak jalan-jalan tapi tidak memiliki pilihan tas. Bingung sekali, beneran sampai duduk lama-lama di ujung tempat tidur hanya untuk merasakan kesedihan yang melanda. #plaaaak, lebay banget. Serius, saya tetap mensyukuri ada beberapa tas yang saya miliki, ada beberapa pilihan gaya dan ada beberapa pilihan bahannya. Hanya, saat saya merasakan kegalauan susah untuk memilih tas apa yang saya bawa, yaitu ketika saya mau jalan ke minimarket atau sekedar nge-ice cream bareng Faiz, di resto tenda dekat rumah.

Masa iya saya membawa tas rangsel? atau tas sling yang besar dan berat karena bahannya dari benang rajut sintetis, atau menggunakan tas kerja saya? atau tote bag yang besar? emang saya hangout mau bawa banyak-banyak bawaan? enggak lah yaou, pinginnya santai tapi dompet, hape bisa masuk ke dalam tas. Supaya apa? supaya keren dong, hehee...supaya leluasa ketika mengendarai sepeda motor, dan supaya ketika sedang mengaduk ice creamnya, dompet dan hape tersimpan di tas.

Dan kegalauan saya akhirnya berakhir sudah, saya mendapatkan hadiah tote bag. Hadiah dari seorang teman blogger yang mengadakan sebuah mini kuis, dan ide tulisan saya dipilih oleh Mba Uniek, blogger dari semarang ini. Duh, senengnya saya, Allah mengerti apa yang saya butuhkan. Padahal saya tidak request,lho ke pemiliki Heart of mine ini.

pilihan tas


Pilihan Tas untuk Jalan-Jalan


Mungkin saya terlalu saklek kali ya, jalan-jalan ya sudahlah, tidak perlu memikirkan pilihan tas yang seperti ini atau seperti itu. Jalan-jalan kan momentnya, ngapain ribet dengan urusan pilihan tas. Eeeeits, kalau mau saya juga bawa tas kresek hitam, tapi kan kalau jatuh nanti robek, kalau hujan kena air, karena tas kresek tidak bisa diiket kencang, masih ada sela-sela air bisa masuk.

Jadi, menurut saya, selalu ada pilihan tas untuk jalan-jalan, selain untuk memantaskan juga berfungsi sebagai alat untuk menyimpan barang-barang bawaan. Berikut pilihan tas menurut saya:
  1. Duffel Bag atau Travel Bag, Tas ini saya pergunakan untuk melakukan perjalanan jauh, atau melakukan jalan-jalan yang membawa barang bawaan banyak. Contohnya ketika sedang jalan-jalan ke Bandung, menginap sehari bersama keluarga. Daripada satu orang mebawa satu tas, repot kan bu. Jadi baju untuk empat orang dimasukkan ke dalam travel bag. Praktis tinggal seret saja.
  2. Clutch Bag, Tas tangan, bentuknya kecil dan biasanya dipakai untuk menghadiri pesta. karena saya jarang sekali menghadiri pesta, clutch sederhana milik saya, nganggur di pojokan lemari. Saat ini clutch banyak sekali macam-macamnya. Tergantung kreativitas pemilik brand, lucu-lucu lho.
  3. Tote Bags, tote artinya membawa, membawa barang baik sedikit maupun banyak. Saya membawa tote bag bergambar kartun lucu dari ibuku. Bentuknya lumayan besar, jadi saya pergunkaan hanya ketika jalan-jalan dengan membawa barang banyak. Saya juga mendapatkan hadiah dari Mbak Uniek, teman blogger saya, sebuah tote bag dengan kapasitas tidak terlalu besar, namun cukup untuk membawa dompet dan hape.
  4. Baguette Bag, sederhananya clutch bag yang ada talinya, jadi tidak perlu menenteng clutch. Saya punya, tapi talinya entah menghilang ke mana. Dulu, jaman saya kecil, tante saya selalu menggunakan baguette bag ini. Selain untuk jalan-jalan juga untuk pergi ke kantor.
  5. Top handle Bag, tas formal untuk bekerja, tjiaaah bahasaku formal banget. Tas ini paling banyak saya miliki, ada berbagai macam bahan dan berbagai macam ukuran. Top handle bag ini, bisa dipergunakan ketika ke kantor, menghadiri event atau jalan-jalan biasa, cuma ya itu jadi kesannya kan formal sekali.
  6. Shoulder Bag, tas yang biasa saya gunakan ketika sedang menghadiri acara-acara formal atau pergi ke acara semi formal. Beda Top handle bag dengan sholder bag, terletak pada panjang talinya. Top handle bag juga bisa menjadi shoulder bag, jika dipendekkan talinya. Saya kurang suka, punya sich, namun kesannya saya jadi semakin rempong.
Semoga teman-teman tidak memiliki kegalauan yang pernah saya rasakan ya. Ribet juga kalau mau jalan-jalan tasnya beda-beda ya, heheheeee. Pernah dulu, sebelum memiliki anak ke dua, tas yang sering saya gunakan hanya satu, tas rangsel. [2015:11]

24 Nov 2015

Resep Membuat Pizza Tanpa Oven

Sarapan menyantap pizza mah sudah biasa bagi saya dan suami. Jadi, pizza yang dibeli semalam dipanaskan dan disantap lagi, Faiz tidak terlalu suka pizza. Sudah lama sekali sering membaca resep membuat pizza, tapi kan saya tidak memiliki oven, enggak bisa membuat dough-nya. Waktu itu pikiran saya hanya nanti kalau gaga, sayang-sayangin bahan-bahannya saja *ngiiik.

Emak malas kemarin kangen ke Mbak Indah yang tinggal di Jepang. lalu ngetuk pintu mayanya dong. Apa yang disajikan di rumahnya? trala resep membuat pizza tanpa oven. Awal membaca, saya masih belum tertarik untuk membuatnya. Perlahan-lahan, tulisan yang menerangkan cara membuat saya pelajari, saya resapi dan saya dalami sembari membayangkan jika saya membuat pizza tersebut. Resep membuat pizza tanpa oven tersebut sangat sederhana dan mengajak saya, untuk segera membuatnya.

Resep Membuat Pizza Tanpa Oven

Resep Membuat Pizza Tanpa Oven


Pada resep yang diberikan oleh Mbak Indah, tepung terigunya Sebanyak 3 1/2 cup. Sedangkan di rumah enggak punya cup ukuran, duh seandainya waktu itu beli ya. Akhirnya saya googling tadi pagi, 1/2 cup itu sama dengan 60 gr untuk flour (semoga enggak salah lihat). Lalu pagi-pagi itupun saya berhitung matematikan, jadi kalau 3 1/2 cup berarti 420 gr ya? duh jangan dilempar keju mozarella ya kalau salah.

Saat membuat adonan dough-nya, saya mengurangi tepung terigu, skip garam, menambahkan margarin, tidak menggunakan minyak goreng. Silahkan jika ingin melihat resep Mbak Indah, biar valid silahkan ya di Resep Homemade Pizza Tanpa Oven .

Bahan-Bahan Dough :


  1. Tepung terigu 300 mg
  2. Gula pasir 1/2 sendok makan
  3. Fermipan 1/2 sendok makan
  4. Telur 1 buah
  5. Air matang 100 ml
  6. Margarin 30 gr 

Bahan-Bahan Toping :


Waktu saya bertanya ke suami, doyan kan pakai paprika? karena saya ingin ada warna kuning, merah dan hijau (padahal di lemari es kagak ada, di suppermarket juga subuh-subuh belum buka, di pasar tradisonal kemungkinan ada, *mode ragu-ragu). Tapi jawabannya, yang biasa saja, gak usah pakai paprika. Kalau jamur? enggak usah, yang ada di lemari es saja. Hm, ya udah,
  1. Saos cabe dan tomat secukupnya, saya banyak menggunakan saos sachet dari makan pizza/ ayam goreng (sayang kalau dibuang, jadi dikumpulkan)
  2. Bawang bombay 1 buah
  3. Sosis ayam 2 buah
  4. Bakso ikan 3 buah
  5. Mayonaise
  6. Keju diparut, sudah ada yang diparut di lemari es, mungkin keju chedar. Jika menggunakan keju mozarella, pasti lebih yummy kan?

Cara Membuat Pizza Tanpa Oven


Deg-degan nulisnya, padahal baru sukses sekali dan itupun panggangan pertama gosong. Eh, kalau enggak gosong enggak seru ya, lirik Nurul Noe. Padahal apinya sudah keciiiil sekali, ya, yang penting rasa enggak bohong, suami juga makin cintah*krik krik.

  1. Setelah bahan-bahan doughnya dicampur jadi satu, kalau menurut saya, caranya sama ya, seperti membuat adonan donat. Diamkan selama 1 jam agar mengembang.
  2. Sembari menunggu adonan dough mengembang, siapkan toppingnya. Tadi pagi, saya ke pasar dulu, bawang bombaynya habis.
  3. Setelah mengembang, bagi menjadi dua atau menurut selera atau sesuai dengan pan-nya. Saya menggunakan dua pan, pan 24 dan 16. Masih ada satu adonan, belum saya buat, nanti siang saja buatnya. 
  4. Giling menggunakan penggilingan, saya menggunakan botol bekas syrup.
  5. Letakkan di pan, tata secantik mungkin, heheee.
  6. Tusuk tusuk menggunakan garpu
  7. Oleskan saos, kemudian tata topping sesuai selera.
  8. Letakkan di atas kompor, nyalakan api paling kecil sebisa mungkin,
  9. Angkat jika bagian bawah sudah terlihat kekuningan
Resep membuat pizza tanpa oven

Pizza Tanpa Oven Telah Siap


Saat mengangkat pan dan meletakan pizza di atas talenan, saya ingin berteriak kencang sekali. Tapi malu atuh, pagi-pagi teriak. Jadi, saya bawa pizza ke kamar dan membangunkan suami yang sedang tidur-tiduran.

Komentar pertama adalah, bisa??? duh, langsung senangnya minta ampun, apalagi Faiz juga ikut menyantap pizza buatan saya. *meres air mata bahagia. Pan kedua dengan ukuran 16 diangakat dan saya berikan lagi ke suami dan Faiz, langsung habis, kenyang dan Fira kebagian bagian pinggirnya saja.

Kelupaan dan saya tidak ingin mendramatis rasanya ya, Terima kasih Kang Cilembu. Rasa pizza tanpa oven ini, kurang lebih sama ya. Saat menggigit bagian bawah pertama kali, suara krees terdengar dan bagian pinggir dari pizza juga empuk sekali, seperti yang saya ceritakan doughnya mirip donat gitu.

Untuk rasa toppingnya standar ya, rasa saos yang menyatu dengan mayonaise, keju, dan topping lainnya. Untuk membuat pizza tanpa oven ini, selain praktis, tidak harus membeli, kalau hemat, pasti lebih hemat ya dibandingkan membeli pizza di PH or D. Harga loyang medium bisa 45 ribuan, kalau membuat sendiri saya belum mengkalkulasikan. Terbayarlah rasanya, suami, Faiz bilang enak *kalau gak enak bisa kulempar lemper kali yes.


resep membuat pizza tanpa oven

Jadi, sebetulnya ya...tidak ada yang tidak mungkin untuk melakukan sesuatu. Semua hal yang dibutuhkan adalah kemauan dan keberanian untuk melangkan. Jika saya terkungkung takut gagal, takut bahan-bahannya sia-sia, mungkin saya tidak pernah tahu, kalau ternyata saya bisa juga menyajikan pizza buatan sendiri. 

Hm, bagaimana? pagi ini saya sedang bahagia sekali, katanya kan dari perut turun ke kantong, kekekeke... besok mau mencoba apa lagi ya? Buat Mbak Indah, terima kasih ya, hayo, kenalan gih sama Mbak Indah. [2015:11]

23 Nov 2015

Musim Hujan dan Kenangan

Bulan ini harusnya sudah hujan, itu berdasarkan hitungan musim ya, setelah musim kemarau yang panjang. Namun di tempatku, hujan masih malu-malu kucing, ada beberapa kali datang namun masih sering panas yang menyengat. Siang tadi, matahari terasa panas sekali namun beberapa menit mendung mengelanyut manja seperti kenangan akan musim hujan.

Jujur saya heran, mengapa musim hujan sering diidentikkan dengan kenangan atau banyak yang mau mengenang peristiwa pada musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau. Padahal, jika dipikir-pikir, pada musim kemarau itulah banyak sekali peristiwa yang terjadi. Eh, enggak tahu juga sich, apakah ada juga yang senang mengenang peristiwa musim kemarau? kalau saya, ingin mengenang musim hujan.

Musim Hujan


Musim hujan teorinya datang pada bulan Oktober hingga April. Namun karena terjadinya pemasanan global, musimpun sering tidak datang pada waktunya. Jika datangpun akan berdampak luar biasa, kemarau yang berkepanjangan, atau hujan yang berintensitas sangat tinggi.

Musim hujan belum datang, namun saya sudah menyiapkan kebutuhan ketika hujan sudah datang setiap hari. Peribahasa sedia payung sebelum hujan harus dikuti. Berikut persiapan yang saya lakukan;
  1. Mengecek atap yang bocor, bersihkan sampah dedaunan yang ada di atap dan paralon
  2. Mengeluarkan jas hujan dan payung yang tersimpan
  3. Menyediakan minyak angin, obat gosok dan minuman penghilang masuk angin
  4. Membeli sweater yang cocok untuk saya, karena sweater yang dulu, sudah kekecilan.
  5. Berbelanja makanan yang bertahan lama, tepung terigu, mie instant, telur dan wedang jahe.
Alhamdulillahnya, musim hujan kali ini saya sudah tidak harus keluar rumah untuk bekerja. Jadi, saya akan selalu bersama anak-anak ketika hujan seharian akan datang. Duh, pernah sedih mendengat telepon dari anak ketika sedang di kantor. "Mi, di rumah, hujan deras sekali, dapur bocor, bukan bocor malah, tapi airnya tumpah semua dari bagian lampu" Duh, sedihnya mengingat kenangan itu.

Kenangan Saat Hujan Tiba


sweater dan musim hujan
Sweater andalanku sudah kekecilan, harus nyari baru lagi nich

Satu kenangan ketika air tumpah dari atap, persis di bagian lampu. Duh waktu itu saya membayangkan hanya tetesan air saja yang menggenangi bagian dapur, ternyata? setelah sampai di rumah, dapur tergenang air dan air masih turun dari atap.

Saya tidak membayangkan, pada saat kejadian itu, anak dan pengasuhnya bagaimana? ternyata, saat itu pengasuhnya berinisiatif langsung mematikan aliran listrik di dapur. Ya Allah, untung pengasuhku tanggap. Selain berinisiatif, dia juga rela mengepel dan mengeluarkan air dari dapur.

Saat saya pulang, air masih terus mengalir dan pekerjaan itu saya ambil alih sampai malam hari. Saya menggunakan sweater lucu yang kekecilan, menggunakan kain pel yang sudah basah sekali dan berkali-kali memeras untuk membuang airnya.

Malam hari, suami pulang dari bekerja, langsung meminta saya untuk mencari tukang untuk melihat atap yang bocor, apa penyebabnya?. Ternyata pagi hari hujan masih setia mengguyur dan guyuran air hujan, masih masuk ke dalam dapur.

Setelah dilihat keesokan harinya, paralon di atas atap, tersumbat oleh sampah-sampah dedaunan dari pohon rumah belakang. Hm...secara saya tidak bisa meminta pemilik rumah untuk menebang pohonnya kan? jadi tukangnya memotong ranting yang ada di atas atap rumah saya saja.

Duh kebayang enggak tuh, hujan-hujan mengecek atap yang kebocoran tanpa sweater? sangat perlu kan sweater pada musim hujan. Semoga musim hujan nanti, tidak ada lagi air yang masuk ke dalam rumah, sebaiknya ayo lihat atap rumah teman-teman semua, apakah ada sampah dedaunan yang menghambat paralon? Semoga semuanya juga sudah dicek ya, tidak nyaman sekali kan musim hujan, rumah bocor dan tanpa sweater pula, bisa kedinginan, sakit, duh lebih baikkan menikmati musim hujan dengan camilan sehat kan? [2015:11]

22 Nov 2015

Kue Ulang Tahun

Saya pernah lho, ngidam sekali kepingin dibelikan kue ulang tahun. Dari kecil, saya tidak pernah dibiasakan untuk merayakan hari kelahiran atau biasa disebut perayaan ulang tahun. Sedih ya, ya masing-masing orang tua memiliki pengertian dan pemahaman masing-masing. Orangtua saya memiliki hal yang berbeda, dan hal tersebut membuat saya dan kakak serta adik-adik bahagia. Bapak dan ibu selalu mengucapkan selamat ulang tahun pada pagi hari ke telingga saya sembari membangunkan.

Itu waktu kecil, sampai saat ini, dalam jarak yang begitu jauh, ibu masih menyempatkan untuk menuliskan pesan ucapan ulang tahun atau berkomunikasi melalui sambungan telepon. Bisa jadi, orangtualah yang pertama kali memberikan ucapan ulang tahun. Tidak ada kue, tidak ada perayaan dan ucapan serta nasehat yang diberikan oleh kedua orangtua saya.

kue ulang tahun


Kue Ulang Tahun


Sekarang saya sudah berkeluarga, sudah memiliki suami dan anak-anak. Ucapan ulang tahun dari beliau sebagai formalitas saja, duh kasihan sekali yak *tetiba ingin makan lagi. Beda dengan saya, awal menikah, saya ingin memberikan yang spesial untuk suami di hari ulang tahun. Untuk membeli kue ulang tahun, dana tidak mencukupi, jadi hanya sepiring nasi putih berbentuk love dan sayur serta lauk. Sederhana sekali dengan hiasan lilin di atas nasinya.

Ulang tahun pertama anak, suami malah menginginkan membelikan kue ulang tahun, tapi untuk kami bertiga saja. Gagal, karena di kota kecil pinggiran Semarang, sangat jauh dari jangkauan, jadi suami saya membelikan ice cream cake yang berbentuk seperti kue ulang tahun.

Setelah usia ke tiga, anak saya meminta dirayakan, namun suami tidak setuju, jadi saya membelikan kue ulang tahun saja, dimakan bersama-sama di rumah. Pada ulang tahun ke empat baru dirayakan bersama teman-teman mengajinya. Sudah, itu saja, sekarang sudah enam tahun tidak ada perayaan apapun, karena anak saya sudah bisa mengerti, lebih baik uang untuk membeli kue ulang tahun dibelikan makan besar untuk keluarga saja.

Kue Ulang Tahun dan Saya


Bagaimana dengan ngidamnya saya dengan kue ulang tahun? masih, masih ingin sekali ada yang membelikan saya kue ulang tahun. Ada nama saya terukir di sana, kue ulang tahunnya rasa cokelat tapi warnanya cream *gleeeek. Beberapa kali saya merengek kepada suami, minta dibelikan kue ulang tahun, tapi bukan pada hari menjelang ulang tahun, sudah lama malah ulang tahunnya, *ini maksudnya apa ya bu? hehee.

Entahlah, rasanya melihat teman-teman dan saudara yang diberikan kue ulang tahun saat mereka berulang tahun, kok rasanya jadi ingin gitu. Meniup lilin, membaca ada namaku di atas kue ulang tahun kemudian membelah kue ulang tahun tersebut.

Suami tetap bersikekuh pada pendiriannya, enggak mau membelikan kue ulang tahun. Beliau malah menyuruh saya untuk membeli sendiri, *beeeuh macam mana ini? qiqiqiqii. Lalu ada satu hal yang disampaikan, bersyukurlah, lakukan introspeksi dan sayangi saudara-saudara kita semua. Lebih baik, makan biasa saja, dengan menu yang tidak biasa. ZzzzzzZ.

kue ulang tahun


Baiklah, saya pun bukan yang ngidam-ngidam sekali mah sama kue ulang tahun, apalagi ingin dirayakan ulang tahunnya. Cuma becanda saja, mintanya juga pas sudah lewat atau malah masih lama ulang tahunnya. Kebetulan suami ada rejeki, pulang mencari sebongkah berlian, membawa tas plastik berisi box besar, ada tulisan  nama toko kue. Suami bilang "Tuh, kue ulang tahun ummi" pada bulan ke tujuh setelah saya berulang tahun.

Anak saya juga mengatakan itu bukan kue ulang tahun, mi. Kue ulang tahun itu ada lilinnya, ada hiasannya. Jadi gimana dong? Faiz nanti beliin ya pinta saya, dan ini jawaban Faiz, iya nanti, kalau Faiz sudah besar, sudah punya uang, nanti belinya lima ya, ada lilinnya.

Meskipun bukan suami yang membelikan dan itu juga bukan kue ulang tahun, namun ngidam kue ulang tahunnya sudahlah. Semoga ke depan malah bisa membuat kue ulang tahun sendiri, kan jadi lebih menyenangkan dan berbahagia, bukan begitu? [2015:11]

21 Nov 2015

Resep Camilan Pisang Panggang Cokelat Keju

Siapa yang tidak suka camilan? suami saya yang katanya ingin menurunkan berat badannya, bisa juga menghabiskan camilan yang saya buat. Camilan yang tersedia di rumah juga camilan sederhana yang berbahan baku mudah didapatkan. Ingin sich, membuat camilan yang aneh-aneh, tapi ada daya dapur belum siap untuk bekerja sama denganku. Jadi sementara saya membuat camilan dengan bahan yang mudah didapat dan cara membuatnya juga mudah.

Salah satu camilan yang paling sederhana adalah pisang panggang cokelat keju. Buah pisang mudah kan ditemui di pasar? atau jika yang memiliki kebun pisang, boleh banget tuh untuk dikirim ke saya, untuk dibuat camilan. Pisang yang dicoba untuk membuat pisang panggang ini, pisang kepok. Saya membelinya di pasar luar kompleks, bisa ditawar harganya. Kalau di dalam komplek perumahan harganya tinggi sekali dan tidak bisa ditawar. Mentang-mentang di perumahan gitu? harganya dinaikan? padahal kualitas dan kuantitasnya sama, lho *sudahlah lupakan.

resep pisang panggang cokelat


Pisang Panggang Cokelat Keju


Musim dingin seperti ini, camilan paling sering dicari, entah beli entah buat. Kalau tidak ada bahan-bahan untuk membuat camilan dan malas keluar, apalagi abang penjual aneka kudapan enggak datang, ya mie rebus dengan tiga cabai setan (rawit merah gendut) yang menjadi camilanku. Sehat? kalau tidak sering-sering enggak apa kan ya?

Kemarin ceritanya saya ke pasar, mampir ke kios abang penjual pisang. Ada banyak sekali dagangan pisangnya. Ada pisang ambon, pisang kepok, pisang uli, pisang raja bandung dan pisang byar. Di pasar ini, boleh juga menawar tapi paling harga yang menentukan abangnya. Contohnya saya membeli pisang kepok, harganya 25 ribu rupiah. Saya tawar menjadi 15 ribu, dapatnya 20 ribu.

Pisang kepok dibawa pulang dan informasi abangnya warna kuning, buat digoreng enak, dikukus enak apalagi untuk dipanggang *teorinya. Sampai di rumah, saya membuat pisang panggang dech, diberi topping susu, cokelas meses dan keju parut. Membayangkan bakalan mendapatkan pisang kepok berwarna kuning, lembek setelah dipanggang dan legit dengan topping susu kental, cokelat meses dan keju, hm...bayanginnya enak.

Setelah pisang kepok dikupas, warnanya putih bu, dan saya sukses untuk dibohongi *plaaaaak. Apa boleh buat, semoga pisang kepok putih rasanya manis juga seperti pisang kepok kuning. Sewaktu di panggang, pisangnya juga gak lembek, biasanya akan lembek dan mengeluarkan aroma yang segar khas pisang. Ya sudahlah, Faiz yang biasanya menyantap lahap, hanya beberapa yang dimakan. Besok lagi, minta abang penjual pisang untuk membuka terlebih dahulu pisang kepoknya. Ini saya tulis resep camilan pisang panggang cokelat kejunya ya.

Bahan-Bahan Untuk Membuat Pisang Panggang Cokelat Keju

 

resep pisang panggang cokelat keju

  1. Pisang kepok kuning, satu epek (?)
  2. Margarin untuk mengoles panggangannya, saya mengunakan happy call
  3. Susu kental manis satu/ dua sachet
  4. Cokelat meses secukupnya
  5. Keju chedar diparut dengan parutan keju ya. Waktu itu kebetulan stcoknya yang melt.
Bahan-bahannya mudah kan untuk ditemui dan biasanya di rumah-rumah juga sudah tersedia untuk menyantap roti tawar.

Cara Membuat Pisang Panggang Cokelat Keju


resep pisang panggang cokelat keju
  1. Pertama-tama kupas pisang kepoknya
  2. Panaskan margarin di atas wajan panggang/ happy call/ teflon
  3. Tekan pisang menggunakan garpu
  4. Masukkan ke dalam wajan panggangan
  5. Balik jika warnanya sudah cokelat kekuningan
  6. Letakan dua-tiga pisang pada piring
  7. Beri susu kental manis, taburi cokelat meses dan taburi keju parut
  8. Sajikan selagi hangat. 
Bagaimana? sangat mudah sekali kan cara membuat camilannya? Masih penasaran untuk membeli pisang di abang penjual pisang di pasar, siapa tahu bisa membuat aneka camilan yang lainnya. Apakah akan kena tipu lagi? atau ada yang mempunyai bibit pisang kepok kuning? saya dengan senang hati menerimanya, tapi bingung mau ditanam di mana ya?  [2015:11]

20 Nov 2015

Mengambil Gambar Anak Aktif dengan Asus Zenfone 2 Laser

Sepagi ini saya melihat dan membaca sebuah kabar dari teman-teman yang menghadiri Festival ASUS. Duh kok saya terpatuk dan ingin sekali mencoba ASUS Zenfone 2 laser  ya? Teman-teman blogger yang datang, pasti senang sekali hadir dalam Festival ASUS.

Waktu terbanyak bagi saya saat ini adalah di rumah dan menemani putera dan puteri untuk beraktivitas, mulai dari bangun tidur, mandi, makan, bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Ada banyak sekali tingkah, polah dan perilaku anak-anak yang membuat saya suka gemes jika tidak merekamnya di dalam sebuah gambar. Mengawali hari, ketika puteriku dibangunkan merupakan momen terindah ketika dia sedang mengulet dan marah ketika dibangunkan, duh ekspresi yang satu ini, sangat tidak boleh untuk disia-siakan begitu saja.

Jika ekspresi bangun tidur saya berada di dekatnya dan leluasa untuk mengambil gambarnya, beda lagi jika saya sedang beraktivitas atau jauh dari anak-anak. Misalnya ketika saya sedang berada di depan laptop untuk menulis, sedangkan anak-anak sedang bermain di ruang tengah, tiba-tiba saya melihat ada ekspresi yang lucu. Langsung kan saya mengambil kamera poket atau smartphone untuk merekam gamabr langka tersebut.

Belum juga mendapatkan wajah anak-anak dalam fokus kamera, sudah berganti ekspresinya dan saya ketinggalan moment tersebut. Pyuuuh saya kurang canggih, saya kurang profesional mungkin ya ketika mengambilnya? namun itu berlangsung beberapa kali, lho. Apalagi ketika pencahayaannya kurang. Saya dari ruang depan yang terang benderang dan anak-anak berada di ruang tengah yang tanpa cahaya, hm...suka gagal terus untuk mengambil gambar langka mereka, yang mungkin susah untuk diulang kembali.

ASUS Zenfone 2 Laser Kini Hadir (!!!)


Duh ini sebuah kabar berita yang sangat membuatku senang. Liburan akhir tahun ini sepertinya drs deh, alias di rumah saja, you know why lah, ada banyak PR yang harus disipakan untuk tahun depan. Namun, kemungkinan jika ada rejeki lebih, ingin sekali mengganti smartphone yang sudah berusia 3 tahun ini. Waaaw, saya sangat loyal sekali ya menggunakan smartphone.

ASUS Zenfone 2 Laser, awalnya saya mencari smartphone yang lebih bagus dong dengan smatphone lama saya. Saya membutuhkan smartphone yang mampu mengambil gambar dalam situasi apapun, karena saya seorang ibu rumah tangga, kadang asyik di dapur dan di manapun, itu semua saya membawa smartphone. Buat apa? buat gahul dong..hehee buat menangkap gamabar anak yang aktif, yang kadang suka hilang moment.

ASUS Zenfone 2 Laser


Pilihan Mengapa ASUS Zenfone 2 Laser


Pilihan saya untuk ASUS Zenfone 2 Laser  adalah pada kameranya. Saya membutuhkan kamera yang mampu menangkap gerakan-gerakan dari anak yang sedang tumbuh dan sedang aktif-aktifnya. Yup, ASUS Zenfone 2 Laser ini menggunakan kamera utama dengan resolusi 13MP dengan lensa f/2.0 aperture yang mampu mengambil foto dengan resolusi 4128 x 3096pixel. 

Dengan dukungan zero shutter lag, saya tidak perlu khawatir lagi kehilangan moment yang berharga, yang umumnya berlangsung sangat cepat. Duuuh, sudah tidak sabar membayangkan dapat mengambil gamabr anak-anak yang sedang bereskpresi lucu dan menggemaskan. Yang menarik lagi nich, kamera dari ASUS 2 laser ini diperkuat fitur Laser auto fokus.

Teknologi fokus dengan laser ini dapat mempercepat pencarian fokus terhadap obyek, baik jarak dekat ataupun jarak jauh, hingga 0,03 detik. Hm...jadi saya mampu mengambil foto yang lebih fokus dengan kecepatan lebih dibandingan sistem fokus biasa. Fitur fokus laser ini juga sangat membantu mendapatkan fokus dengan cepat dan tepat, seperti ketika mengambil gamabr dalam kondisi kurang cahaya. *Thiiiiink cepat ajukan proposal untuk membeli ASUS Zenfone 2 Laser kepada suami.



Dukungan teknologi khas ASUS PixelMaster Camera membuat smatphone 4G LTE mampu menangkap gamabar dan video hingga 400% lebih terang saat dalam kondisi pencahayaan minimal. Jika dibutuhkan, tersedia pula dual LED (dualtone) flash yang dapat membuat hasil foto terekam denfan warna yang lebih natural. Selain mengambil foto, kamera yang digunakan mampu merekam video dengan resolusi FullHD dengan kecepatan 30 frame per detik. Wooow, bakalan mampu merekam larinya anak-anak dengan bagus dan ketika diputar ulang ulang dan ulang, tidak macet di jalan dong, seperti kamera portable milik saya.

ASUS Zenfone 2 Laser ini juga menyediakan kamera depan yang memiliki resolusi cukup tinggi yaitu 5MP serta aperture f/2.0. Tidak hanya itu, kamera ini juga mendukung autofokus untuk mendapatkan hasil gamabr yang lebih baik. Bahkan bagi pengguna yang gemar melakukan selfie seperti saya (eheeem), kamera depan juga menyediakan sudut yang lega, hingga 85 derajat. Artinya apa? lebih banyak objek yan bisa ditangkap dalam foto, ihiiii, bisa selfie di mana saja nich.

Produk ASUS, Saya Menggunakan Note Book-nya, dong.


ASUS merupakan top 2 produsen notebook konsumen dunia dan penghasil motherboard terbaik di dunia. ASUS mendesain dan memproduksi berbagai jenit produk IT untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hati, mulai notebook, tablet, PC desktop, server, perangkat jaringan dan smartphone.

Jadi ASUS merupakan pilihan untuk saya ketika suami waktu itu bertanya. Pilihan untuk membeli ASUS notebook, karena membaca di berbagai media elektronik seperti yang saya tulis di atas. Dah yah, berdoa kenceng untuk kebahagian seorang ibu yang ingin mengambil gambar anak-anak ketika sedang beraktivitas, yang sedih beuuud jika moment yang menampilkan ekspresi lucu, gemes dan sangat sayang untuk disia siakan. Dengan ASUS Zenfone 2 Laser ini, segala keluhan tidak bisa fokus cepat dan tidak terang benderang ketika mengambil gambar di tempat kurang pencahayaan akan hilang. [2015:11]

19 Nov 2015

Ngemil di Richeese Factory Kota Tangerang

Hari Minggu kemarin kota Tangerang panasnya luar biasa,kapan diguyur hujan lagi ya Rabb. Saya dan keluarga keluar rumah untuk mencari dan membeli keperluan rumah tangga, keperluan yang sangat urgent dan panas-panas ya keluar sembari bonding bersama keluarga. Setelah keperluan rumah tangga dibeli dan diangkut *wooow kambing kali diangkut. Faiz ditanya abi, ingin makan apa? karena saya kepikiran sayur di rumah, saya mengindahkan pertanyaan abi dan meminta untuk pulang ke rumah saja. Namun e ternyata setelah berbelok dari arah setasiun Tangerang, abi berseru kocak "E...ini ada Richeese, baru buka nich" dan saya menjadi labil dengan mengatakan, "Ya sudah mampir yuk" baru kah? sudah lama kali *ditoyor ayam kejuh.

Richeese Factory


Richeese Factory Baru Buka dan Ada Diskon!!!


Saya belum pernah makan di Richeese Factory, sering lewat dan pernah membaca blogpost teman-teman serta pernah mendengar rekomendasi dari aunty Ayu. Oleh karena itu, karena berpikiran Faiz saja yang makan, hayo sajah mampir ngemil di Richeese Factory.

Parkir mobilnya sempit sekali? agak ragu-ragu jadinya, tukang parkir dorong mendorong mobil yang sudah terparkir dan sedikit demi sedikit, suami bisa memarkirkan mobil tepat di pojokan, beuuuh kalau saya sudah jerit jeritan tuh, kasih kuncinya ke tukang parkir, pesen ayam, makan dech.

Di pintu tertera diskon 50%, wah mayan inih karena saya belum pernah mengetahui kisaran harga makan di Richeese Factory. Beuuuh, antriannya panjang amat? meskipun ada lima kasir yang buka,weeew ternyata memang baru buka ya? saya dan suami mengantri di tempat yang berbeda, dengan harapan siapa yang mendapatkan giliran terlebih dahulu, dia yang pesan. Namun, melihat anak-anak tidak nyaman, akhirnya saya meminta suami untuk mencari tempat duduk di lantai atas.

Richeese Factory


Saya mengantri dengan penuh kegelisahan. Sungguh!!! saya mendapatkan kasir yang kurang terampil sepertinya. Antrian sebelah saya cepat sekali bergantinya, saya yang hanya beberapa ampun dech lamaaaahnya sampai ada ibu-ibu yang menanyakan "kok lama sekali, Mbak?" duh. Saya melihat kasir yang lain itu terampil, menerima pesanan, menerima pembayaran dan mengambil pesanan dan berganti konsumen lainnya.

Pesanan di Richeese Factory


Saya masih kepikiran sayur dan lauk di rumah. Jujur, ini emak emak mode on. Ada dua paket menu yang bisa mendapatkan potongan harga 50% dan harus dine in. Menunya seperti di bawah ini, hm...saya memesan yang Combo Fire Chikhen dengan dua level kepedasan yang berbeda. Untuk ngemil saya di Richeese Factory, menemani suami dan anak makan, saya memesan French Fries Regular. Menu lainnya tidak bisa mendapatkan potongan harga jadi dipisah ya struknya? welah ternyata ini toh yang membuat antrian di sini lamaa? ya udah enggak apa-apa? mbaknya menunggu permintaanku untuk mengiyakan? heheee.

Berhubung saya dan Fira sedang rumpis sewaktu pesanan saya berikan, dan minta tolong suami untuk mengambil gambar...kurang fokus dan tidak semuanya diambil gambarnya, beeeeuh, sudah lapar ya?

Richeese Factory
Salah satu menu dalam paket Combo Fire Chikhen Original dengan BBQ Sauce level 3 harga setelah diskon 16.900K

Richeese Factory
Combo Fire Chikhen dengan BBQ Sauce level 0 dan Pink Lava

French Fries Regular harga 16.364K disajikan dengan sauce keju
Jadi yang membedakan antara Richeese Factory dan restoran fastfoods lainnya yang menyajikan ayam adalah, cheese sauce dan bbq sauce. Eh enggak tahu ya kalau bbq sauce ada jugakah ditempat lainnya? Freince friesnya juga enak, ada rasa gurihnya meskipun sedikit. Faiz menghabiskan makanannya sendiri dengan cepat, menurut Faiz, rasa kulit luarnya enak, mungkin menurutnya adalah bbq saucenya dan Faiz ingin makan lagi di sini. *Sebentar tak mikir dulu...hehee, ini fastfoods soalnya, tidak boleh sering-sering *eeeeh.

Rasa puas setelah makanan habis. Fira model yang pelit sekarang, jarang mau difoto

Interior Richeese Factory di Tangerang


Saya menyukai tempat makan yang lapang dan tidak membahayakan bagi anak-anak. Apalagi restoran fastfoods seperti ini ya. So far, meskipun parkiran mobilnya sempit dan saya tidak melihat ke belakang, tempat parkir sepeda motor, namun tempat makannya luas.

Richeese Factory
Lantai dua, luas sekali loh


Lantai satu cukup luas dan di lantai atas, ada dua bagian. Bagian yang menggunakan AC dan tidak menggunakan AC. Lantai dua luas sekali apalagi ditambahkan kaca yang besar, sehingga ruangan yang sudah laus terkesan menjadi sangat luas.

Richeese Factory
Ruangan tanpa AC, untuk yang merokok


Tangga untuk menghubungkan lantai dasar dan lantai atas juga lebar, seringnya tangga yang saya temui tidak lebar alias kecil sekali, jadi ketika bertemu pengunjung lain di tangga kurang nyaman. Sejauh ini, saya sangat menyukai tempat makannya. Luas dan besar serta petugas yang membersihkan meja bekas makan juga tanggap. Ada yang pulang meninggalkan piring kotor, lalu diambil dan dilap. Oiya, seharusnya mah, ada meja khusus dan diberikan tempat sampah, agar pengunjung seperti suamiku ini bisa membereskan mejanya sendiri. Hal itu, dia pelajari sewaktu bertandang ke Singapura, setiap selesai makan di restoran siap saji, piring dan kotorannya dipindahkan ke tempat sampah (piringnya kertas mebi ya?)

Richeese Factory


Bagiamana? ingin juga seperti saya makan di Richeese Factory? ya kalau bersama dua orang anak dan memesan menu yang tidak mendapat potingan harga 150.000 cukup. Pesan saya jangan sering-sering, kalau ada masakan emak di rumah, mendingan makan masakan emak terlebih dahulu, uangnya disimpan untuk mentraktir saya..heheee. [2015:11]


Richeese Factory

Jl. Daan Mogot No 38
Kisamun
Tangerang

18 Nov 2015

Jasa Digital Photo Studio

Hai teman-teman, suka foto-foto? suka foto menggunakan background alami atau background buatan yang nota benenya sudah digunakan oleh banyak orang, jika backgroundnya pasaran, merah biru untuk pas photo begitu? ehheee. Bapak saya dulu pernah bekerja di sebuah Photo Studio, dulu belum digital dan alhasil foto masa kecil kakak saya buaaaanyaaaknya minta ampun. Photo Studio juga sangat berjaya dua dua puluh lima tahun yang lalu. Bapak sering mengajak kami pergi ke Photo Studio, untuk merekam peristiwa-peristiwa yang menyenangkan, seperti bapak wisuda dan lain sebagainya. Kalau sekarang kebanyakan sudah menggunakan Digital untuk Photo Studionya ya, karena sudah kalah keren jika Photo Studio hanya bermodalkan kain merah dan hitam untuk bacground foto.

Digital Photo Studio


Memiliki Koleksi Foto


Semenjak saya memiliki kamera portabel (2009) saya suka foto-foto. Foto apapun tapi hasilnya ya begitu-begitu saja, belum pernah mengikuti kelas fotografi atau semacamnya. Jadi koleksi foto terbanyak adalah foto anak-anak dari bayi hingga sekarang.

Koleksi foto tersebut saya simpan dengan aman dan tenteram di flash disk dan memory external. Pernah mencoba ke Digital Photo Studio untuk mencetak foto dua kali saja selama memiliki kamera portabel itu. Mencetak foto untuk Faiz masuk TK dan mencetak foto-foto Faiz untuk dipasang di pigura, dan piguranya saat ini belum juga dipasang di dinding, laah?buat apa dicetak bu? suami saya yang mencetak, ehehee.

Jadi koleksi terbanyak foto-foto berasal dari jepretan kamera portabel dan sebagian kecil ada dari kamera DSLR dari adik bungsu saya dan sebagian kecil seperti semut dari Digital Photo Studio. Sebagian kecil ini, hanya ada beberapa saja, dua kali lebaran dua kali puasa, eheeee.

Jasa Digital Photo Studio


Di rumah bapak dan ibu terpasang di dinding, beberapa foto dari ketika kakak menikah, saya menikah, adik menikah, kakak dan saya wisuda hingga foto lebaran yang menggunakan kamera portabel dicetak besar dan dipigura.

Pandang memandang, bapak dan ibu jadi berinisiatif untuk menggunakan jasa Digital Photo Studio saat semua anak-anaknya sedang berkumpul, yaitu momen Lebaran. Alhamdulillah keinginan bapak dan ibu terwujud dan diberikan kemudahan oleh Allah.

Dua kali lebaran yaitu tahun 2012 dan tahun 2015, bapak menggunakan jasa Digital Photo Studio di Cilacap. Bapak tidak sembarang menentukan jasa Digital Photo Studio mana yang akan dipakai. Kebetulan fotografer di Digital Photo Studio ini pernah bapak gunakan ketika saya menikah. Bapak puas dengan hasilnya.

Di Cilacap ada beberapa Digital Photo Studio saat ini. Bapak mempercayakan dua kali menggunakan jasa Star Digital Photo Studio. Tempatnya yang tidak begitu jauh dari rumah dan memiliki tempat parkir yang lumayan luas serta memiliki koleksi tema background yang cantik-cantik.

Kesan Menggunakan Jasa Star Digital Photo Studio


Pertama kali bapak dan ibu menggunakan jasa Star Digital Photo Studio adalah tahun 2012, sudah hampir tiga tahun ya? pertama kali pelayanannya bagus dan mungkin peminatnya masih sedikit jadi datang, menunggu sebentar kemudian masuk dan diambil gambarnya. Oiya, maaf, pergi ke Star Digital Photo Studionya dua-duanya H+3 Lebaran, jadi masih suasana Lebaran yak.

Pengalaman pertama begitu mengesankan, cepat dan fotografernya juga mengarahkan untuk mendapatkan komposisi tempat yang bagus. Jadi enggak asal jeprat dan jepret dan mau berapa kali bu, mau brapa kali pak? ada komunikasi yang bagus, bapak lebih bagus di sini dech, ibu bajunya agak dirapihkan, enaaaahh.

Membawa pengalaman pertama, lebaran kemarin, bapak dan ibu juga menggunakan Star Digital Photo Studio. Kali ini persiapannya sedikit ribet, maklum sudah bercucu enam. Menggunakan dua mobil Alhamdulillah masih muat, siang-siang keluarga besar Mr N meluncur ke Star Digital Photo Studio.

Ternyata, sampai di sana bu ibu, banyak sekali keluarga yang sama dengan keluarga saya, dendong ceria ramai, mengantri di dua tempat, studio atas dan studio bawah. Antriannya enggak tanggung-tanggung bu, antrian keluarga ke lima. Uwiiiih, itu keluarga saya yang di atas, begimana kalau mengantri atas dan bawah digabungkan. Di sini saya juga sedikit salah paham dengan sesama pengantri, ah sudahlah. Satu yang membuat saya dan keluarga saya mengerutkan kening ketika bertanya kepada front linernya, "Tidak bisa booking, yang datang pertama ya dia yang masuk".

Keluarga saya menunggu hampir dua jam bu ibu, ampun dech ya, sudah bawa anak-anak kecil yang kebetulan dikasih permen cokelat, anteng habis itu lelarian dan yang cantik Zhafira, Alhamdulillah anteng juga meskipun sedikit rewel karena kegerahan. Namun, setelah antrian menipis, panggilan untuk keluarga saya supaya naik, ketika membuka pintu studio...decak kagum ber waaaaaaah, bagus sekaliiiiii.

bapak memilih Photo Studio yang tematik, jadi di dalam studio tersebut ada banyaaaak sekali model kursi, boneka, bunga dan background yang aduhai kerennya abis banget dech. Bapak memilih tema yang keluarga dan ketika giliran masing-masing keluarga saya meminta berganti background kok enggak boleh ya? kan kan kan saya jadi kepingin.

Fotografer dan asisten fotografer, menata posisi dan kemudian mengarahkan bagaimana harus tersenyum (beeeuh senyum juga diajari?), kemudian mengarahkan agar anak-anak tetap tenang, ceria dan cheeeeers, atau saaaay aaaaaa, dan memberikan arahan gaya untuk keluarga saya. Senang dech fotografernya enggak pelit pelit banget, kalau emang jelek bilang jelek dan diganti foto lagi, jadi kami ada banyak jeprat dan jepret waktu itu.

Digital Photo Studio


Untuk Star Digital Photo Studio, terima kasih banyak dan semoga pelayanannya ditingkatkan khususnya ketika sedang Lebaran. Sebaiknya disiapkan lebih dari tiga studio dan menambah fotografer handal lagi, agar tidak terjadi antrian yang panjang. Jadi, saya ketagihan nich mencoba foto di Digital Photo Studio. Bagiamana dengan teman-teman? suka foto di mana? di Digital Photo Studio atau foto di alam bebas lalu di cetak dan kemudian dipigura?. [2015]

Star Digital Photo Studio

Jl. Gatot Subroto No 65
Telp. (0282) 52 53 410

Serunya Mempersiapkan Foto Bersama Keluarga Besar

Beberapa kali saya dan keluarga besar menyempatkan waktu untuk membuat foto bersama keluarga besar, rasanya seperti sedang mempersiapkan pernikahan. Heheeee, segitunya? yak? yuppy, apalagi foto bersamanya dilakukan di sebuah studio foto dan menggunakan riasan untuk perempuannya. Niat banget ya, foto studio menggunakan make up a la a la apa gitu. Kalau menurut ibuku, setahun sekali, lagian saudara saya semuanya sudah menikah, gak mungkin pake make up lagi kan foto bersama keluarga besarnya? ehheee, ngehles.

Bayangkan, rumah bapak dan ibu yang luas begitu, sampai terasa sempit kalau saya dan saudara semua sudah berkumpul. Ibu sampai melakukan perombakan pada ruang makan dan ruang belakang. Jadi luas, biar cucu-cucu yang lari-larian bisa leluasa. Mungkin besok bapak dan ibu akan membuatkan lapangan sepak bola untuk lima cucu laki-laki dan satu cucu perempuannya?

Sudah kebanyang seperti apa, jika foto bersama keluarga besar dilakukan di studio foto. Mengantri di kamar mandi, alhamdulillahnya kamar mandinya ada dua. Cucu-cucu ibu yang masih kecil-kecil menangis minta dipeluk ibunya yang sedang dirias, beeeuh Cilacap yang panas, meskipun sudah dibantu hembusan AC dari tiga kamar, masih saja berasa panas.

17 Nov 2015

Gema Cermat, Edukasi untuk Masyarakat Seperti Saya

Saya menerima sebuah undangan cantik dari Kementerian Kesehatan untuk menghadiri talkshow Gema Cermat dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-51. Acara ini diselenggarakan di JI Expo Kemayoran Jakarta. Seharian saya terpaku dengan sebuah singkatan Gema Cermat, apa itu gema cermat, dalam pikiran terendah saya, adalah geakan untuk cermat dalam semua hal. Mungkin saya telah lelah sehingga sudah tidak cermat lagi, pagi ini pun saya diberi oleh ART saya, segepok uang dari saku kemeja suami yang telah dicuci. *plaaaak, jumlahnya booo...enggak ngeh amat.

GeMa CerMat


Bersama teman-teman blogger, ibu-ibu dharwa wanita dan adik-adik pramuka saya mengikuti talkshow Gema Cermat. Nah, sebelumnya saya kepoin apa itu Gema Cermat, takutnya saya ditunjuk untuk menjawab kuis pertanyan tersebut kan malu-maluin. Gema Cermat itu kepanjangan dari Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat.

Gerakan identik dengan ajakan, masyarakat itu termasuk saya dan keluarga, Cerdas itu tidak bodoh-bodoh amat, menggunakan obat adalah kebiasaan yang perlahan saya sudah kurangi. Jadi jika Gema Cermat ini saya aplikasikan terhadap diri saya, sudah pasti saya sangat setuju dalam kurung.

Gema Cermat
Salah satu baner di booth Kemenkes

Talkshow Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat


Talkshow diawali dengan perkenalan moderator cantik, dan saya telah mengenalnya, Mira Sahid, emak blogger pasti mengenalnya ya. Kemudian, moderator mengenalkan nara sumber dr. Purnamawati Sujud, SpA(K), MMPED dan Dra. Azizahwati, MSApt.

Sebuah video diputar dan menunjukan bahwa 35,2% rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi. Dari 35,2 % rumah tangga yang menyimpan obat, 35,7% diantaranya menyimpan obat keras dan antibiotika 27,8% diantaranya menyimpan antibiotik dan 86,1% antibiotik tersebut diperoleh tanpa resep.
Bagaimana dengan saya? sepertinya manggut-manggut dan menyadari bahwa di rumah ada beberapa obat-obatan ringan, antibiotik tanpa resep dokter.
Apakah menyimpan obat-obatan di rumah itu tepat? dr. Purnamawati menjawab dengan lantang. "Tubuh kita sudah mempunyai mekanisme sistem imun yang luar biasa yang diberikan oleh Allah, untuk melawan penyakit". Sampai di sini, saya sedikit mengerti, meskipun pernah bekerja pada sebuah perusahan farmasi menjadi medical representatif, saya kurang suka dengan obat-obatan dalam kurung ya.

Audience diajak untuk menjawab, gangguan apa yang sering diderita oleh tubuh kita? moderator menjawab salah satunya adalah masuk angin. Jawaban dr. Purnamawati masuk angin bukan penyakit, melainkan kondisi tubuh yang akan mengalami sebuah gangguan. Gangguan tersebut adalah, Batuk, Pilek, Diare dan Muntah. Ke empat gangguan pada tubuh itu, sering terjadi dan tidak memerlukan obat (keras) kecuali ada gejala yang berbahaya seperti batuk yang nyesek dan diare yang disertai dengan darah.


Sampai di sini, saya telah memahami apa maksud dari Gerakan Masyarakat Menggunakan Obat. Jika selalu menggunakan obat setiap batuk, pilek, diare dan muntah, tubuh akan cenderung meminta lebih dan lebih, apa apa obat, begitu sederhananya. Sebagai informasi, batuk pilek itu adalah proses tubuh untuk mengeluarkan virus dan diare muntah proses tubuh untuk mengeluarkan racun.

Pertolongan pertama untuk gangguan batuk dan pilek, minumlah air putih yang banyak, berjemur di pagi hari dan berolah raga yang teratur serta mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C alami. Jika diare dan muntah, pertolongan permata adalah minum oralit, cairan yang berisi gula pasir dan garam cukup membantu ketika mengalami gangguan diare dan muntah ringan.

Ada yang tidak setuju? mohon maaf, jika ingin bertanya lebih lanjut, silahkan berkonsultasi ke dokter masing-masing ya. Kalau saya, jujur setuju sekali, namun jika sakitnya berlanjut dan ada diagnose yang berbahaya silahkan mengubungi dokter. Oke ya, mohon maaf sekali.

Gema Cermat

Menggunakan Obat yang Bermanfaaat


Nara sumber yang kedua, Dra. Azizahwati memberikan penekanan untuk menggunakan obat yang tepat agar bermanfaat. Apakah selama ini sudah menggunakan obat dengan tepat? apakah obat yang diminum sesuai dengan resep dan petunjuknya? apakah sudah memperhatikan kemasan obat sebelum menerima? apalagi jika bukan menerima obat dari seorang apoteker, apakah sudah dicek tanggal kadaluarsanya?

Mari, sayangi diri sendiri dan keluarga dengan mengajak untuk Gema Cermat. Alhamdulillah dari saya pribadi dan suami yang berlatar belakang belajar obat, sangat setuju untuk memperhatikan cara menggunakan obat yang tepat, Inza Allah selalu cermat ya.

Faktor apa saja yang perlu diperhatikan ketika berkeinginan membeli obat? menerima obat? dan menggunakan obat-obatan?, berikut untuk pembelajaran saya juga.

Logo Obat pada kemasan. 

Ada tiga warna logo dalam kemasan sebuah obat.
  1. Merah, Obat Keras, salah duanya adalah Antibiotik dan Psikotropika
  2. Biru, Obat Bebas Terbatas, salah satunya adalah CTM
  3. Hijau, Obat Bebas, salah satunya adalah Parasetamol

Tanggal Kadaluarsa.

Jika membeli obat bebas di warung, sering kali menjumpai obat telah dipotong-potong kemasannya? benar? nah, sebisa mungkin belilah obat di toko obat atau aoptik agar mengetahui tanggal kadaluarsanya ya. Untuk yang sering menyimpan obat di rumah, perhatikan juga tanggal kadalursanya. Ini salah satu GeMa CerMat yang paling sederhana.

Kandungan/ Isi Obat.

Kandungan obat juga harus diperhatikan, apakah itu membeli obat di apotik tanpa resep dokter atau ketika menerima obat dari apoteker. Pengalaman saya di dunia medical reps. Bertanyalah kepada apoteker obat apa yang diresepkan oleh dokter. Jika tulisan dari dokter mampu terbaca, saya akan membaca dan mencermati isinya kemudian mempertimbangkan untuk tetap menebus atau menggantinya atau sama sekali tidak membelinya jika dalam resep memiliki dua kandungan yang sama. Mohon maaf lagi ya, sesama Med Reps, mungkin paham *Tiiiing.

Indikasi Obat,

Jangan asal minum obat. Nah, hal sepele bisa runyam jadinya. Indikasi obat pada masing-masing penyakit berbeda-beda ya. Sewaktu jantung sakit minum Captopril 25 mg, lalu beberapa hari kemudian jantung sedikit nyeri tapi tidak terlalu, diminumlah Captopril 25 mg? cermatkah? saya rasa tidak. Jadi lebih baik, konsultasi ke dokter terlebih dahulu, saya tidak menyarankan untuk memotong menjadi dua agar menjadi 12,5 mg ya.

Dosis dan Cara pakai,

Banyak yang menafsirkan minum obat resep dokter, 3 x 1 adalah diminum tiga kali saja. Benar? benar dong. Namun tiga kalinya itu seperti apa? pagi siang sore? benar? belum tentu benar. Em, yang sederhana saja dech. Pemberian obat 2 x 1, diminum setiap 12 jam sekali. Pemberian obat 3  x 1, diminum 8 jam sekali. Cukup ya, sampai di sini harus cermat menggunakan obat, *plaaaak saya juga ya.

Cara pakainya juga seharusnya dipahami benar-benar. Saya juga demikian adanya, obat yang seharusnya diminum sebelum makan dan sesudah makan, obat yang harus dikunyah atau obat yang dimasukkan ke dalam dubur. Sebaiknya selalu bertanya kepada apoteker ketika menerima obat.

Kontra Indikasi,

Di belakang kemasan sebuah obat penjelasan mengenai kontra indikasi. Pengertian sederhananya, minum obat untuk sakit kepala, namun ternyata akan menyebabkan asam lambung naik. Nah, solusi mudahnya, makan terlebih dahulu dan menyamankan lambungnya baru minum obat sakit kepala tersebut. *ini alasan saya tidak rajin minum obat ketika sakit kepala, malas makannya.

Duh sudah berpanjang-panjang saya cerita agar selalu cermat ketika menggunakan obat. Mengapa? saya sayang kalian semua, sayang keluarga karena yang perlu diingat ya, minum obat itu ada efek yang paling nyata di ginjal dan lever. Jika tidak cermat dalam menggunakan obat, kasihan.

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat


kemenkes gema cermat
Foto bersama dengan blogger dan nara sumber dr. Purnamawati, SpA (K) dan Drs. Bayu Tedja Muliawan, Apt, MPharm.

Saya yang pernah bekerja sebagai Med Reps saja masih saja ada kurang ketelitian, apalagi pemahaman masyarakat yang kurang informasi dan pengetahuan. Untuk penggunaan antibiotik tanpa pengawasan, persepsi yang salah pada pembelian antibiotik tanpa resep dokter yang akhirnya akan memicu resistensi antibiotika tersebut pada tubuh.

Dalam upaya peningkatan penggunaan obat secara tepat, rasional dan cermat dalam pelayanan kefarmasian, pemberdayaan dan edukasi masyarakat merupakan salah satu strategi, yang dilakukan melalui gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (GeMa CerMat).

Sasaran kegiatannya adalah masayarakat dengan melibatkan lintas sektor dan lintas program. organisasi profesi farmasi dan organisasi profesi kesehatan lainnya, perguruan tinggi, akademisi, lembaga swadaya masyarakat serta elemen-elemen masyakarat lainnya.

Jadi, setelah saya mengikuti talkshow yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan dengan sebuah gerakan maskarakat cerdas menggunakan obat menjadi paham. Sebaiknya kepahaman saya juga dibagikan kepada orang lain, terutama keluarga, teman-teman dan seluruh lapisan masyarakat. Bagaimana apakah masih menggempur pilek dengan obat yang dibeli di warung, yang tinggal potongan satu biji saja? apa dengan pola hidup sehat, makan sayur dan buah? serta meminum air putih delapan gelas sehari? GeMa CerMat yuk, untuk Indoensia sehat. [2015]


Bersama moderator cantik, Mira Sahid

14 Nov 2015

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.

Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi


Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras

Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahkan beras yang dibeli sudah tidak bagus. Minta maaf ya, beras... bukan kamu kok yang salah. Merasa tidak pernah mengganti beras yang dibeli, saya dan suami sepakat ini bukan salah beras dan bukan salah yang membeli berasnya *masih tep tidak merasa bersalah yang punya rice cooker, ngiiik.

Menyalahkan Rice Cooker

Hal yang paling mudah dilakukan adalah menyalahkan. Beuuh, harus dihindari sekali ya sikap yang seperti ini, tidak sehat. Dan setelah menyalahkan beras, saatnya menyalahkan rice cooker. Mungkin rice cookernya sudah lama, beli lagi saja ya bi *istri merajuk. Oke, awalnya memang rice cooker hadiah pernikahan sudah lama sekali dipakainya, jadi saya ngarep beli lagi.

Penyebab nasi di rice cooker cepat basi
Bagian atas ini, di bagian penutup sering sering dibersihkan ya


penyebab nasi di rice cooker cepat basi
Bagian bawah juga dibersihkan ya, ini ada yang gosong karya suami nich (tidak mencabut kabel, ketika wadah nasinya dicuci, hiks)

Namun ketika mengalami nasi di rice cooker cepat basi dan rice cookernya baru beberapa bulan dipakai, rasanya sudah ingin pergi ke bulan. Ke bulan buat masak nasi, siapa tahu masak di bulan nasinya tidak cepat basi *ngik. Jadi bukan salah rice cooker yang sudah lama ya, entiiin.

Menyalahkan Air yang Digunakan untuk Memasak

Masih ada yang bisa disalahkan? menunjuk air yang digunakan untuk mencuci beras dan memasak beras. Beeeuh, ada saja ya yang diperkirakan turut andil membuat nasi di rice cooker cepat basi. Saya mengganti air tanah dengan air isi ualng ketika mencuci beras sebelum dimasak.

Nasi di rice cooker masih basi juga, bu ibu. Betapa juengkel dan miris sekali hati ini, bingung. Kasihan nasi dimasak, dibuang, iya sich enggak banyak-banyak amat memasaknya, sedikit tapi kan limbung jadinya.

Tindakan yang dilakukan Ketika Nasi di Rice Cooker Cepat Basi


Nasi di rice cooker akan menjadi cepat basi terus, jika saya hanya menyalahkan satu per satu yang turut andil ketika memasak nasi. Berikut, hal-hal yang saya lakukana untuk mengatasi nasi di rice cooker tidak cepat basi.
  1. Membersihkan rice cooker, mulai dari bagian dalam, penutup hingga mencuci wadah anti lengketnya dengan bersih. (hal ini bertahan lama jika kesalahan memasak nasi di rice cooker tidak diulangi lagi
  2. Memberikan tetesan jeruk nipis pada beras sebelum dimasak ke dalam rice cooker, (Saya suka lupaan orangnya, tahu-tahu rice cooker sudah posisi on dan badan sudah kemana tahu). Perasan jeruk nipis ini membantu untuk mengawetkan nasi lebih lama. Why? Jeruk memiliki kandungan asam yang alami. Kadar asam inilah yang melindungi nasi dari suhu panas yang muncul dari elemen rice cooker, jadi membuat nasi menjadi awet. 
  3. Googling biar pinter dan menambah ilmu dan pengetahuan. Oleh karena itu tulisan ke bawah ini tidak menyalahkan faktor eksternal karena kesalahan adalah karena faktor internal dari saya sendiri yang belum paham bagaimana memasak nasi menggunakan rice cooker dengan baik.

Bijak Memasak Nasi Menggunakan Rice Cooker



rice cooker

  1. Memasak nasi ada batas maksimumnya, jika terlalu sedikit nasi akan cepat berair dan jika terlalu banyak, tidak ada ruang udara cukup baik. Tapi kalau mau masak banyak dan ldipastikan bisa langsung habis detik itu juga, misalnya ada acara kelaurga, masak nasinya banyak, sepertinya enggak masalah ya.
  2. Memasak nasi pada pagi hari dan belum habis hingga malam, ini mengakibatkan pemanasan nasinya terlalu lama. Hal ini menjadi nasi di rice cooker cepat basi. Nasi itukan sifatnya bersenyawa, jadi jika dipanaskan terlalu lama akan overcook. So, jika nasi masih ada di malam hari, sebaiknya dicabut saja kabel powernya. Atau, diperhitungkan, masaknya pada pagi hari dan pada malam hari nasi sudah habis. Atau, nasi yang masih ada dipindah ke wadah dan ditempatkan di lemari es, baru pagi harinya dipanaskan lagi (etapi denger-denger nasi akan menjadi keras ya? iya enggak to?)
  3. Menggunakan perasan jeruk nipis. Jangan banyak-banyak lah, kasihan kalau dimakan oleh anak-anak, rasanya akan asam.
Nah, akhirnya saya minta maaf kepada rice cooker cantik ini, saya ingin menggunakannya long time. Semoga bisa dilungsurkan ketika nanti Faiz sudah menikah. *ya ampun pelit amat? hehehee. Oke, ya, enggak ada kan teman-teman yang mengalami nasi di rice cooker menjadi cepat basi? teman-teman semuanya kan sudah pintar semua. Yuk, makan.

 

 









12 Nov 2015

Happy Hours Emak Blogger with Uber dan Zomato

Sebagai seorang emak blogger yang sudah mengundurkan diri dari pekerjaan di kantor, mendapatkan undangan menghadiri sebuah acara itu mengasyikan. Mengasyikan namun tetap memilih waktu yang tepat, situasi dan kondisi yang kondusif. Maksudnya, jika acaranya bagus namun kondisi tidak kondusif, saya enggak bakal memaksakan kehendak saya, ada keluarga di rumah yang menjadi prioritas, meskipun ada ART di rumah.

Jadi, ketika situasi dan kondisinya kondusif untuk saya menghadiri sebuah acara blogger, saya akan hadir. Selasa, 10 November 2015 kemarin bersama Emak2Blogger menghadiri Happy Hours yang diadakan oleh Uber dan Zomato. Acara berlangsung di Kinara Cuisine of India, Kemang pukul 12.00 - 14.00 jam makan siang.

Uber





Sudah Kenalan dengan UBER?


Satu tahun yang lalu, saya membaca sebuah aplikasi bernama UBER dan mendapatkan voucher gratis setelah berbelanja di toko online. Namun, dikarenakan saya tidak membutuhkan voucher tersebut, saya tidak melihat lebih jelas lagi, apa itu Uber.

Semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan internet, semakin bermunculan pula pelayanan jasa yang menggunakan dasar aplikasi di smartphone. Nama Uber kembali terdengar bersamaan dengan pelayanan transportasi lainnya.

Oh i see, Uber merupakan layanan dari sebuah aplikasi smartphone untuk menghubungkan pengguna jasa dengan pengemudi. Jasa yang ditawarkan adalah, jemput dan antar menggunakan kendaraan roda empat. Hubungan antara pengguna dan pengemudi ditengahi oleh aplikasi smartphone yang akan terbaca oleh sistem.

Uber


Di Kinara Cuisine India, Alan Jiang sebagai APAC Expansion dari Uber datang dan menjelaskan dengan rinci dan detail perkembangan Uber di Amerika dan di Indonesia. Alan juga menjelaskan bagiaman seseorang dapat menjadi pengemudi Uber, syaratnya apa saja, bagaimana kelengkapannya dan yang terpenting untuk emak blogger seperti saya, adalah bagaimana cara untuk menggunakan pelayanan Uber tersebut.

Jika akan menggunakan Uber,

Sebelum menggunakan Uber, saya harus register/ mendaftar terlebih dahulu pada aplikasi Uber di smartphone. Caranya sebagai berikut,
  1. Instal aplikasi Uber di smartphone
  2. Masukkan nomer kartu kredit
  3. Nama
  4. Nama email
  5. Nomer HP
Sewaktu register akan diminta nomer kartu kredit, ini juga banyak dipertanyakan oleh Emak2Blogger yang hadir. Why? and Why? dan diberikan manfaat nya mengapa harus menggunakan kartu kredit. Jika sedang tidak memiliki dana, dan harus menggunakan jasa Uber, itu kemudahannya.

Karena saya harus pulang ke Tangerang seorang diri #tjsaaah. Maka saya mendaftar aplikasi Uber, setelah itu mengisi tempat di mana akan dijemput. Lalu, tempat tujuan saya isi alamat rumah dong, masa mau hang out again.

Dreee dreeet, handphone jadul saya berbunyi, iya karena untuk berkomunikasi, saya menggunakan HP sajah. ternyata dari nomer HP yang tertera di aplikasi Uber. Langsung dong, saya menyapa, Hai Mbak T** saya astin. Dari seberang, menerangkan akan menjemput sebentar lagi, apakah sudah siap? Mbak tersebut juga mengatakan bisa membawa berapa orang dalam kendaraannya.

Uber
Ada foto pengemudi dan nomer mobilnya, keren kan.


Ternyata saya mendapat pengemudi cewe, baiklah akhirnya saya mengajak seorang teman yang kebetulan berdekatan tempat tinggalnya di di sana dan saya di situ. Jadi enggak garing amat perjalanan dari Kemang ke Tangerang. Sepanjang perjalanan saya dan si eneng centil yang ikut satu mobil dengan saya "ngulik" mbak Uber tadi.

So far, untuk keamanan menggunakan Uber saya juga menanyakan ke Mas Gia. Mas Gia ini dari Uber yang mengkoordinasikan acara. Menurut mas Gia, menggunakan Uber sangat aman dan dapat dipastikan aman sekali. Why? karena sebelum kita dijemput, akan muncul nama penjemput, nomer telepon dan nomor mobil yang akan menjemput saya. Silahkan di sreenshoot dan dikirimkan ke suami, ke ibu atau bapak untuk berjaga-jaga.

Maksud saya, apakah aman dari pihak yang kontra dengan Uber. Alan, menjelaskan bahwa Uber merupakan perusahan aplikasi dan tidak sama dengan taksi. Hanya menghubungkan antara pengguna dan pengemudi. Untuk menjadi pengemudi Uber, juga dibutuhkan persayaratan yang sama sesuai peraturan di negara ini. Jadi keselamatan adalah yang terpenting, identitas dan surat-surat juga harus lengkap.

Setelah sampai di tempat tujuan

Di mobil orang saya suka tidak nyaman, dan beneran juga, meskipun ada neng yang ngajak ngobrol, saya merasa tidak nyaman untuk bobo cantik. Jadi sepanjang jalan melek dan melihat plang arah ke Tangerang #takut nyasar dan jeblok ongkosnya, uehee.

Setelah keluar tol kebon nanas, rasanya hati ini maknyes, nyampe juga saya di Tangerang yang semakin tua makin ngerasa was-was kalau di tol. Sampai di rumah, langsung say bye ke mbak pengemudi dan melihat di aplikasi bahwa pesanan saya sudah selesai dan terlihat rutenya kok begini yak?



Setelah melihat  rute, saya melihat ada angka yang menunjukan pembayaran jasa Uber tadi. Whaaat's. em..em...em, lumayan lah angkanya standar dan karena sekian ribu menggunakan voucher jadi saya hanya mengeluarkan uang tol 9.500 di Ampera 2 dan 5.500 di karang tengah serta memotong dari kartu kredit (selisih dari pembayaran voucher dengan tarif)

Uber dan Zomato Saling Kerjasama


Emak2Blogger dan Uber tidak sendiri hari itu, ada Zomato yang menemani dan menyediakan Kinara Cuisine of India ini. Jadi, apaaaaaah? tempatnya India sekali dan so pasti menu yang menemani ngobrol juga ala ala India begitu. Pelayannya juga mengenakan pakaian ala India, yang cewe dengan model sari ala Indoensia dan yang cowo menggunakan baju hitam.

Kinara Uber Zomato


Pertama masuk ke Kinara Cuisine of India, saya takjub dengan tangganya. Anak tangganya lebar di bawah dan mengecil ketika di atas. Pada pegangan tangga ada kain merah kontras dengan warna pegangannya. Pada anak tangga ada corak-corak ala India. Tahu enggak...saya tuh kepingin banget foto di tangga itu #mpi ngimpi dech,

Kinara


Zomato juga merupakan perusahan aplikasi yang menyediakan informasi mengenai restoran dan tempat makan di Jakarta. Jujur saya sering membaca restoran yang saya cari di mesin penelusur memberikan halaman dari Zomato. Why? Zomato itu memberikan informasi secara lengkap dan detail. Mulai dari Daftar menu, foto restoran dan makanan, peta dan arah, penilaian pengguna, ulasan pengguna dan info kontaknya.

Warung bebek di sebelah perumahan saya, ada juga di Zomato loh? kepo sayah? padahal cuma berdinding bambu dan tempatnya sederhana sekali, menggunakan atap tidak permanen. Ketika saya tanyakan kepada Mas Rio dari Zomato, pihak Zomato akan mendatangi secara langsung tempat makan/ restoran yang ada di jakarta/ dari rekomendasi orang. Syarat tempat makan/ restoran masuk dalam list Zomato juga sederhana, memiliki tempat berjualan yang tetap, waktu berjualan yang tetap dan sudah dikenal khalayak ramai.

Em, dari dua aplikasi di atas, saya akhirnya paham meskipun tidak paham 100 % tapi gambarannya sudah dapat dech. Semoga ke depannya untuk Uber dapat dikenal secara luas oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya dan Zomato semakin menarik promosinya. Sudah pernah naik Uber? atau menulis review di Zomato? Untuk menulis review di Zomato akan mendapat point 25 dan upload foto restoran tempat teman-teman makan, akan mendapat point 2. Nah, dengan point yang teman-teman dapatkan, akan mendapatkan rangking pada aplikasi Zomato. Rangkingnya dari 1-13, teman-teman yang memiliki rangking dari aplikasi Zomato akan mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara-acara eksklusif dari Zomato. Tertarik? yuk segera instal dua aplikasi tersebut.

Salam
Astin