Skip to main content

Mempersiapkan Foto Bersama Keluarga Besar

Beberapa kali saya dan keluarga besar menyempatkan waktu untuk membuat foto bersama keluarga besar, rasanya seperti sedang mempersiapkan pernikahan. Heheeee, segitunya? yak? yuppy, apalagi foto bersamanya dilakukan di sebuah studio foto dan menggunakan riasan untuk perempuannya. Niat banget ya, foto studio menggunakan make up a la a la apa gitu. Kalau menurut ibuku, setahun sekali, lagian saudara saya semuanya sudah menikah, gak mungkin pake make up lagi kan foto bersama keluarga besarnya? ehheee, ngehles.

Bayangkan, rumah bapak dan ibu yang luas begitu, sampai terasa sempit kalau saya dan saudara semua sudah berkumpul. Ibu sampai melakukan perombakan pada ruang makan dan ruang belakang. Jadi luas, biar cucu-cucu yang lari-larian bisa leluasa. Mungkin besok bapak dan ibu akan membuatkan lapangan sepak bola untuk lima cucu laki-laki dan satu cucu perempuannya?

Sudah kebanyang seperti apa, jika foto bersama keluarga besar dilakukan di studio foto. Mengantri di kamar mandi, alhamdulillahnya kamar mandinya ada dua. Cucu-cucu ibu yang masih kecil-kecil menangis minta dipeluk ibunya yang sedang dirias, beeeuh Cilacap yang panas, meskipun sudah dibantu hembusan AC dari tiga kamar, masih saja berasa panas.

Tapi itu seninya, keramaian dan kerempongan itu menjadi cerita tersendiri buat ibu dan bapak. Saat anak-anak sudah pulang ke rumah masing-masing, ibu menghubungi lewat telepon "Mba, sepi banget, tadi masih ramai...." Duh, kasihan ibu dan bapak, mereka berdua dalam usia senjanya. Jadi hiburan untuk bapak dan ibu ya saat cucu-cucunya berkumpul dan kecerewetan saya dan saudara untuk membujuk agar tidak terlalu berisik ketika bapak dan ibu sedang istirahat.

Berikut beberapa foto keluarga yang telah jadi dan di balik itu semua ada cerita kerempongan sendiri, saya mau cerita yang rempong-rempong saja, ahihiii.

Pernikahan Asty (Astin dan Subekty)


Cerita yang teringat hampir tujuh tahun ini adalah, mengajak Davin, keponakan saya untuk melihat ke depan. Namun Davin selalu mencari emak pengasuhnya, duuuh jian ya mamas Davin, cucu pertama ibu dan bapak yang sekarang sudah berusia sembilan tahun, right?

Foto Keluarga

Foto Keluarga lengkap ketika saya melangsungkan pernikahan. Ibu memesan pakaian untuk keluarga yang senada dengan warna yang saya pilih, yaitu kuning keemasan. Ibu menggunakan kebaya koleksi pribadi, kakak perempuan saya juga menggunakan kebaya dan kain koleksi sendiri. Berat badan saya 42 kg, kecil beeeud ya.

Idul Fitri 2011


Idul Fitri 2010, foto bersama keluarga besarnya belum ketemu, jadi daripada cerita foto bersama keluarga besar enggak jadi-jadi, skip sajah. Tempat foto di teras depan rumah, menggunakan foto portabel milik saya, KODAK EasyShare M340. Adik bungsu yang membuat settingan otomatis, karena waktu itu saya enggak ngerti.

Foto keluarga

Tutup mukaaaa, maluuuu, ini foto bisa menjadi sebuah flash back yang manis. Ini dulu pernah seperti ini. Fotonya malam hari, jadi kelihatan tidak begitu terang, coba siangan dikit ya, kulit rata-rata orang Jawa bisa tertutupi sinar matahari, ehehee. Nah, ceritanya masih dengan mas Davin nich, doi ngambek pake banget, maunya sama bundanya mulu, padahal mamas Davin sudah tinggi. Ibu dan bapak sudah memiliki tiga cucu jagoannya. Adik bungsu saya yang di depan, keren banget kan rambut panjangnya? cekrekin gunting.

Idul Fitri 2012


Idul fitri 2012 bapak dan ibu mengajak ke studio foto yang baru di Cilacap. Jadi sebelum pergi ke studio foto, emak-emak semuanya dirias. Ibu memanggil perias sewaktu saya menikah dulu. Riasannya bagus dan periasnya juga ramah sekali. Jika melihat make up pernikahan saya secara dekat, eeem bagus sekali hasilnya.

foto keluarga
Ada cerita rempongnya? jelaslah. Kali ini ada Ivander, anak adik saya yang merajuk enggak mau digendong mama dan papanya. Jadi pihak studio fotonya menyarankan Ivander dipangku bapak dan ibu, lau mamas Davin dan Faiz disamping bapak dan ibu. Eeeeh..jadi bagus posisinya. Untuk pakaian, ibu dan bapak membagi warna pakaian anak-anaknya. bapak dan ibu berwarna biru, kakak berwarna cokelat, saya berwarna abu-abu dan adik berwarna merah. Adik bungsu belum menikah jadi warnanya disamakan dengan keluarga saya.

Idul Fitri 2013


Idul Fitri kali ini, saya dan keluarga besar semua akan berkumpul untuk menghadiri silaturahmi dengan keluarga besar kakek saya. Jadi, akan bertemu dengan kakak dan adik dari bapak. Sebelum berangkat saya dan keluarga berfoto bersama di depan rumah. Karena waktunya pagi, kurang lebih pukul 8.00, hasilnya bagus niiich. Etapi, ini menggunakan kamera DSLR adik bungsu saya.

foto keluarga

Di sini saya sudah terlihat gendut kan? Alhamdulillah ya sesuatu *teeeet. Di depan berderet cucu-cucu jagoan bapak dan ibu. Kapan mendapat cucu perempuan? di situ teka dan tekinya. Ada cerita yang paling rempong di balik sesi foto ini? ada apa? mengambil fotonya buru-buru, karena acara silaturahmi akan segera berlangsung. Di mana? di Sokaraja *tuuuing.

ahmad junaedi family

Foto bersama keluarga besar A. Djunaedi ini saya rasa tidak lengkap, bukan belum ya...karena masih banyak sepupu yang belum ada di sini. Semoga lain waktu, seluruh sepupu bisa berfoto bersama. Ada yang mengenalnya? segera kabari saya yak. Saya yang imut nian mungil berada di belakang sekali, sayang seribu sayang.

Idul Fitri 2015



Idul fitri tahun lalu saya sedang menantikan kehadiran puteri kedua saya. Rasanya kepingin sekali pulang sewaktu lebaran, apalagi disuguhi foto keluarga minus saya. Jadi, tahun 2015 kemarin saya pulang kampung dong dan membawa anak-anak. Foto bersama keluarga tahun ini dilaksanakan dua kali. Satu di studio foto dan yang ke dua di halaman belakang rumah ibu dan bapak.

foto keluarga


Ada cerita lucu dan gemesin dibalik foto studio yang meriah cerah dan gembira. Lain kali saya tulis di blogpost selanjutnya dech, ini sudah kepanjangan. Intinya, kakak menginginkan foto bertema baju putih semuanyah, laki-lakinya menggunakan celana apa saja terserah dan anak-anak mengikuti. Sewaktu sedang dirias, ibu galau, karena membeli kerudung pasmina dan sangat simple terlihat. Jadi saya buka lemari kerudung ibu dan mengambil beberapa kerudung berwarna warni ini untuk dipadu padankan. Koleksi kerudung milik ibu dan beberapa milik saya.

foto keluarga

Foto bersama ini dilakukan di pojok belakang rumah, waktunya terlalu kesiangan dan menggunakan kamera DSLR. Sepagian bapak menata sudut ini untuk berfoto bersama, mengangkat pot berisi tanaman dan menata tanah agar terlihat bagus. Pakaian yang digunakan koleksi pribadi juga, baju lebaran tahun lalu, samaan semua namun dibedakan di warna lagi oleh ibu. Rempong persiapannya tentu saja sewaktu mengantri mandi, hehee, keknya ada yang enggak mandi ya? tung ting tang, siapa hayo yang belum mandi?

Dari tadi ceritanya persiapan baju dan waktu saja ya? oke baiklah sebaiknya ketika akan menyiapkan foto bersama kelaurga besar, hendaknya dipersiapkan waktu yang longgar. Dua jam sebelumnya sudah ada yang start mandi, biasanya yang susah mandi itu anak-anak, jadi biarkan dulu anak-anak mandinya terakhir. Dan emak-emak rempong yang berdandan menghabiskan waktu sarapannya bapak-bapak sebaiknya mandi terlebih dahulu. Betul begitu emak emak? [2015]

Comments

  1. Serunya foto bareng keluarga besar, saya belum pernah Mak, palingan pakai ponsel biasa bukan ke studio foto...

    cakep2 ya fotonya. Memang moment2 berharga perlu diabadikan.
    Salam kenal Mbak.

    #HappyBlogging

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, enggak perlu di photo studio juga sich, yang di teras depan rumah sama taman belakang juga bagus kan..ehheee Salam kenal

      Delete
  2. Tiap idul fitri batik'a selalu seragam yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, belinya banyakan biar murah, ehee

      Delete
  3. Serunya kumpul bersama keluarga besar dan berfoto bersama.
    Suka banget foto keluarga besar Astin yang pake baju putih semua ituu. Keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu karena temanya dipikirkan heheee, makasih ya Mbak Li

      Delete
  4. kompak banget ya.... kebayang rempongnya kalo foto bersama itu ya... :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Pengalaman Menggunakan Gigi Palsu

Tiga tahun yang lalu saya sudah ingin sekali menceritakan pengalaman ini. Pengalaman pertama kali kehilangan satu gigi depan bagian atas. Pengalaman tidak memiliki gigi depan bagian atas dan harus ompong selama beberapa minggu. Pengalaman setiap beberapa hari sekali ke dokter gigi, untuk mendapatkan perawatan gigi yang hilang tersebut. Pengalaman dipasang gigi palsu tanam dan menggunakan gigi tersebut hingga tiga tahun. Dan juga pengalaman ketika gigi palsu tanam tersebut hampir lepas.

Fungsi Utama Gigi
Menurut Wikipedia Indonesia, Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Memiliki struktur dan variasi yang memungkinkan untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi itu sendiri adalah untuk merobek atau mengunyah makanan. Dengan adanya gigi dengan struktur yang lengkap dan sempurna. Proses merobek dan mengunyah makanan akan menjadi mudah. Untuk menyantap makanan yang keras, makanan yang panas ataupun dingin oke oke saja, kan giginya sehat.

Fun…