31 Dec 2015

Fun Blogging 8 Cambuk Menulis 2016

Suka-suka, saya menulis di blog secara suka-suka. Saya menulis apapun, menulis kejadian yang pernah saya alami, menulis cerita pernah berkunjung ke suatu tempat, menulis opini pribadi mengenai suatu hal, menulis dan menulis.

Tapi saya memiliki prinsip dalam menulis, yaitu tidak menulis untuk menyakiti atau membeberkan masalah pribadi orang lain, kalau masalah pribadi sendiri, mungkin pernah. Saat menulis di blog, ada beberapa hal, mungkin banyak, yang tidak saya ketahui.

Beberapa diantaranya adalah, apakah ketika saya menuliskan cerita perjalanan di blog, menggunakan kaidah yang benar? 5W 1H? tidak. Apakah ketika saya menuliskan sebuah informasi di blog, menggunakan EYD yang benar? apakah juga memaksimalkan sosial media yang saya miliki, untuk membagi tulisan tersebut? tidak. Apakah blog yang saya miliki, cukup ramah dan nyaman untuk dibaca oleh pengunjung atau pembaca blog saya? tidak.

Fun Blogging 8 


Saya tidak sendiri. Saya mencari tahu tentang kegiatan saya menulis di blog. Beberapa informasi mempertemukan saya dengan beberapa komunitas, hingga akhirnya kesempatan itu datang. Kesempatan untuk belajar ilmu blogging dan memperluas pemikiran saya mengenai blogging itu sendiri.

Fun Blogging 8 itu jawabannya. Saya hadir dan menikmati sajian yang diberikan oleh pendukung acara dan menemukan lebih banyak, hal-hal yang tidak saya mengerti di dunia blogging. Fun Blogging 8 diselenggarakan pada Hari Sabtu, tanggal 19 Desember 2015. Acara tersebut diadakan di Gratia Center Graha Telematika, Jl. Ciputat Raya No 62, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta.

Fun Blogging 8


Untuk pergi ke tempat acara, saya diantar oleh suami dan datang tepat waktu, tidak terlambat meskipun bukan menjadi yang pertama datang. Di dalam ruangan, telah hadir teman-teman blogger, baik yang saya sudah mengenal maupun yang baru pertama saya temui.

Writing Great Content


Mbak Haya Aliya Zaki, Mom Blogger dan Editor membuka acara Fun Blogging 8. Mbak Haya memperkenalkan IWITA (Indonesia Women IT Awarness) dan Nutrisi Bangsa sebagai pendukung acara. Ibu Martha Simanjuntak dari IWITA, hadir dalam acara hari itu.

Ibu Martha menyampaikan bahwa menulis itu harus konsisten dan dilakukan dengan senang. Tulislah yang menginspirasi orang dan buatlah networking. Mulai sekarang saya harus konsisten menulis dan membuat manajemen waktu yang baik, serta disiplin. Networking, upaya pertama yang saya lakukan adalah menebar kebaikan terlebih dahulu.

Setelah Ibu Martha menjelaskan secara singkat mengenai IWITA, acara dilanjutkan kembali materi dari Mbak Haya.

Dari Mbak Haya, saya menerima cambukan yang bertubi-tubi. Cambukan semangat untuk belajar dan menerapkan, bukan asal menulis atau menulis suka suka. Menulislah dengan tulisan yang baik dan bagus. Manjakan pembaca blogmu dengan foto, konten dan informasi.
"Content is King, Promotion is Queen" Bob Mayer

Salah satu yang membuat blog dapat dibaca dengan nyaman oleh pembaca adalah EYD. Cermati EYD dan belajarlah menulis dengan baik dalam statusmu, atau ketika mengirim SMS dan perlahan, tulislah blogmu dengan bagus.

Satu cambukan, menulis memang mudah, namun bagaimana hasil tulisan tersebut akan menarik banyak pembaca? itu yang harus dipelajari.

fun blogging 8
Suasana Fun Blogging 8


Nutrisi Untuk Bangsa


Acara diselingi dengan penjelasan singkat mengenai Nutrisi Untuk Bangsa oleh Mbak Dewi K. Rahmayanti. Nutrisi Untuk Bangsa bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak ada lagi malnutrisi. 

Saya sudah lama memiliki akun di Nutrisi Untuk Bangsa, karena ada banyak informasi menarik mengenai gizi anak-anak. Mbak Dewi juga menjelaskan, di website Nutrisi Untuk Bangsa, merupakan coorporate dari Sari Husada

Jika teman-teman yang menyukai menulis, dapat juga untuk membagikan tulisannya di website Nutrisi Untuk Bangsa. Di sana ada wadah untuk para blogger, menuangkan opininya, menuangkan kreatifitasnya untuk mendukung masyarakat mengkonsumsi makanan yang bernutrisi.

Advancing Your Blog Platform


Setelah makan siang, Mbak Shinta Ries seorang Blogger dan Web & Blog Desingner membawakan materinya. Sebelum Mbak Shinta memaparkan materinya, saya telah berpikir bahwa akan banyak koreksi dengan blog yang saya miliki.

Benar juga, mulai dari membahas blog yang bersih dan minimalis saja, saya sudah kesentil. Jadi, mulai berpikir untuk lebih dewasa dengan lay out sebuah blog. Cambukan pertama dari materi yang dibawakan Mbak Shinta.

Selain menjelaskan mengenai lay out sebuah blog, ada banyak hal agar sebuah blog dapat dengan mudah ditemukan oleh mesin penelusur, Google contohnya. Di sini, saya juga banyak sekali belajar dan mencatat. Ada catatan penting yang harus saya terapkan untuk aktivitas blogging 2016.

Saat Mbak Shinta memberi kesempatan untuk bertanya, saya bertanya tentang satu hal yang telah dijelaskan. Pertanyaan mengenai keyword yang sering saya baca di banyak artikel, bahwa itu sangat penting. Jadi, buatlah sebuah tulisan dengan keyword yang banyak dicari pembaca. Bagiamana caranya? Mbak Shinta akan dengan senang hati menjelaskan dalam kelasnya.

How to Monetize Your Blog Through Branding


Setelah mencatat hal-hal yang paling mendasar dari Mbak Haya dan Mbak Shinta untuk mengisi blog dan membuat tulisan tersebut teindex mesin penelusur. Saatnya membawa tulisan dalam blog tersebut agar dapat dikenal luas.

Setelah menulis sebuah tulisan di blog, apa yang kamu lakukan? saya menjawab, kadang share di sosial media, kadang tidak. Alasannya, duh boleh ya, saya jujur, kadang saya malu untuk membagi tulisan di blog ke sosial media, tulisannya hanya itu-itu saja.

Nah, setelah menerima cambukan semangat dari Mbak Haya, mengenai konten yang bagus, saya tidak akan malu lagi dong. Mbak Ani Berta seorang Blogger dan Digital Media Aktivist, mengajak saya memulai sebuah perubahan.

Ada banyak pekerjaan rumah yang harus saya kerjakan. Dengan ilmu yang saya terima di Fun Blogging 8, saya optimis mampu melakukan pekerjaan rumah tersebut. Salah satunya adalah info sharing, sharing ke media sosial dan menjalin networking

Tentunya dalam ber sosial media, harus pintar untuk memilih kata-kata dan mengerti etikanya. Malu, satu hal lagi karena saya termasuk jarang membalas komentar yang ada di status ataupun pada blog. Lalu, seperti apakah saya ini? seorang yang tidak perhatian terhadap teman-teman? duh tidak ya, kadang ada sesuatu hal, sehingga terlupa dan tertumpuk.

Mulai saat ini, saya akan berlatih untuk berubah, berubah untuk menjadi pribadi yang baik di media sosial. Karena apa? menurut saya, dari media sosial, orang lain akan mengetahui, seperti apa diri kita. Saya mendapat sebuah hadiah dari Mbak Ani, karena telah bertanya. Pertanyaan yang selama ini banyak sekali membuat ambiqu dan jawaban dari Mbak Ani, mengikis rasa bersalah saya.  

Fun Blogging 8


Acara ditutup dengan sesi foto dan sesi pembagian hadiah untuk live tweet, hadiah untuk peserta yang mengajukan pertanyaan, peserta terjauh dan sepuluh peserta yang datang paling awal. Hari itu, saya kenyang, bertemu banyak teman-teman baru, bertemu pemateri yang kaya pengalaman, makan banyak camilan, diberi ilmu yang luar biasa dan semuanya sangat berguna.

Terima kasih, telah diberikan kesempatan untuk mengikuti Fun Blogging 8, sukses untuk para pemateri, untuk teman-teman semua dan sukses untuk diri saya juga, aamiin. [2015:12]

30 Dec 2015

Merayakan Anniversary

Alhamdulillah, ketika raga sedang diuji kesabaran, tertatih memberikan kebahagian, Inza Allah senyuman tadi pagi dan raga yang kau rengkuh sebelum berangkat ke kantor, menjadi kebahagian untuk suamiku.

Selamat hari ulang tahun pernikahan, happy anniversary untuk saya dan suamiku. Saya diminta merancang sendiri mau ngapaian nanti malam. Pilih sendiri mau makan malam di mana, dan suami ngikut wae. Memang bukan sebuah tradisi yang harus dilakukan, setiap anniversary harus ngapain, tidak juga.

Merayakan anniversary bisa dengan makan malam yang tidak biasa. Misalnya biasanya makan tempe goreng untuk lauk, ya...pas malam ini, makan ayam goreng, belinya di depan komplek perumahan, ada kok yang jual. Nilai yang terpenting adalah kebersamaan dan kebahagiaan untuk saya dan suami juga untuk anak-anak. Serta keluarga besar dan teman-teman semua.

Makan Malam di Restoran


Saya memiliki keinginan makan di Restoran sebuah hotel. Ya, tidak perlu hotel yang mewahlah, hotel biasa saja, jarak dari rumah tidak terlalu jauh dan makanannya enak-enak. Enak dalam arti, anak-anak bisa menikmati dan menyantapnya.

Pada anniversary ke tiga, suami mengajak makan di mall besar di serpong. Sumarecon Mall Serpong, yang waktu itu masih baru-barunya. Waktu itu, tidak banyak, gambaran tempat makan yang enak dan nyaman, jadi pas menemukan ada restoran yang sepi, ya masuk saja.

Merayakan anniversary ke empat, suami mengajak makan malam bersama keluarga besarnya. Makan malam di restoran sea food yang biasa saya dan keluarga makan. Sederhana saja, semoga keluarga besar suami menyukai dan mendoakan yang terbaik bagi saya dan suami, aamiin.

Tahun lalu, suami mengajak makan malam yang dimajukan di Talaga Sampireun. Ternyata, itu merupakan perayaan anniversary yang dimajukan. Karena ada banyak jadwal di Desember 2014 kemarin. Alhamdulillah, tempatnya lumayan nyaman dan makanannya ya, enaklah.

Liburan di Bandung


Merayakan anniversary yang ke lima, saya dan suami merencanakan liburan. Saya ingin mengajak anak saya tidur di hotel, kasihan belum pernah. Jadi, tahun 2013, saat sedang hamil muda banget, liburan dua hari satu malam di Ciwidey, Bandung.

Liburan kali itu, tidak hanya keluarga kecil saya saja, namun bersama keluarga besar suami. Bersama ibu dan dua adik suami, bersama-sama merasakan dinginnya udara di Ciwidey. Sebuah hadiah yang terindah untuk saya, karena saat itu ada jabang bayi yang apa-apa ingin diturutin. Sebetulnya ibunya saja, yang ingin ini ingin itu banyak sekali.

anniversary


Merayakan anniversary dengan liburan ke luar kota memang menyenangkan. Selain rekreasi, menenangkan pikiran, juga saling menguatkan perasaan, tjshah. Meskipun setelah pulang, badan lelah, cucian pakaian kotor banyak dan saat itulah, kebersamaan dibangun kembali.

Jadi, tahun ini mau dirayakan di mana ya? pikiran saya sedang melayang-layang ingin pulang ke Cilacap, ingin  sedikit mengalah, karena posting pulang kampung, juga butuh budget ekstra.

Adakah yang dapat memberikan rekomendasi tempat makan nyaman? tidak jauh dari rumah, juga nyaman untuk anak-anak, karena si kecil sedang ingin mengeksplorasi rasa makanan. Kalau saya pribadi, sudah memiliki gambaran di restoran hotel di dekat rumah, cuma belum tahu testimoni dari pengunjung di sana. Sebelum pukul 19, googling dulu ach, siapa tahu ada promo kan? promo 100% untuk yang sedang merayakan anniversary, siap-siap buku nikah ach. [2015:12]

29 Dec 2015

Kuberikan Cinta Tulusku untukmu, Anakku

Memiliki anak-anak yang tumbuh sehat dan pintar, tentunya merupakan anugerah dari Allah. Hal tersebut, merupakan hasil dari upaya yang telah dilakukan oleh masing-masing orangtua. Meskipun telah memiliki dua orang anak, saya masih terus belajar, terus berupaya dan terus mencari informasi mengenai hal-hal yang dapat membantu saya bersama anak-anak.

Mulai dari anak-anak membuka matanya di pagi hari, kusambut harinya dengan senyuman. Meski kadang ada terburu-buru, itulah seorang ibu, di hatinya tetap ada cinta. Membagi waktu ketika datang waktu makan, waktu bermainnya dan waktu ketika mereka meletakkan badannya di tempat tidur. Semuanya tidak semulus seperti yang dituliskan di dalam buku-buku parenting.

Ada tangis dalam diriku, ada keluh di dalam hatiku, ada hembusan nafas lega ketika anak-anak telah reda dari teriakan-teriakannya. Namun dengan semua itu, cinta tulusku, selalu bertambah. Semakin hari, semakin banyak cinta yang tidak dapat lagi "hanya" diungkapkan, namun cinta itu dapat terlihat. Saya selalu belajar mengerti anak-anak, belajar mengerti diriku sendiri, belajar mengerti tanda cinta dari mereka.

Cussons baby, Cinta Tulus untuk Anak-Anakku


Seperti tanda cinta pada tissue basah/ wipes yang menemani anakku, ketika sedang makan siang. Tissue basah dengan tanda cinta dari cussons membuatku yakin dapat membersihkan sisa kotoran. Setelah tangan dan wajah anakku bersih dari makanan yang menempel, Cussons baby pilihanku untuk anak-anakku yang berwarna merah muda, ada kandungan almond oil.

Cussons


Setelah kulit tangan dan wajahnya bersih dari makanan, ada Cusson baby lotion yang sangat harum dan lembut. Terik matahari di siang hari, tidak lagi mengusik keceriaan anakku. Berjalan-jalan di depan rumah, untuk mengusir rasa panas di dalam rumah. Tertawa dan bercanda ria, dan kusambut tawa ceria itu, meski dari dalam pikiranku, ada banyak sekali list pekerjaan rumah yang belum selesai.

Cussons

Sudah lama produk Cossons baby menemani hari-hariku bersama anak-anak. Produk Cussons yang dulu tidak ada tanda cintanya. Sekarang, Cussons menambahkan tanda cinta untuk menempatkan nama brandnya. Sama seperti cinta tulusku untuk anak-anakku, yang tidak ingin "hanya" ditulis atau dinyatakan tapi diberikan secara nyata. Bukankah mengingatkan merupakan tanda cinta, bukankah menemani anak bermain, kadang merupakan wujud cinta tulus? namun adakalanya waktu bermainnya bisa sendiri untuk belajar mandiri.

Saat berada di supermarket, saya leluasa menemukan produk Cussons bayi yang terlihat dengan jelas, itu karena packaging Cussons berbeda dengan Cussons yang lama. Ternyata tanda cinta inilah yang membuat berbeda, yang lebih mudah untuk ditemukan. Lebih mudah sampai di tangan para ibu yang akan mengulurkan tangannya memberikan produk Cussons baby untuk anak-anaknya.

Saya sudah mampir ke website Cussons, untuk melihat dan mencari informasi tentang penambahan tanda cinta menjadi logo baru Cussons baby ini. Jika teman-teman semua penasaran juga seperti saya, silahkan nich buka dan mencari tahu ya.

Facebook di https://www.facebook.com/CussonsMumMe.Id/
Twitter di https://twitter.com/CussonsMumMe_ID
Website di http://www.cussonsbaby.co.id/

27 Dec 2015

Tujuh Alasan Tahun Baruan dengan Oppo R7s

Ponsel yang memiliki logo tulisan berwarna hijau ini, memang sangat pintar sekali menarik mata penikmat ponsel canggih. Tahun 2013, mata saya tertarik dengan ponsel Oppo dengan kamera yang mampu berputar. Dalam pikiran khayal saya, dengan ponsel yang memiliki kamera seperti itu, saya dapat mengambil gambar dengan fleksibel dan mendapatkan hasil yang bagus.

Di penghujung tahun 2015, Oppo baru-baru ini mengelar press conference, R7s the best user experience smartphone. Smartphone yang cocok untuk yang muda (saya...saya muda banget, lho), dengan layar lengkung dan pengoperasian yang lebih nyaman. R7s juga menjadi trend ponsel yang wajib dimiliki di tahun baru 2016.

Oppo pertama kali diluncurkan tahun 2004 di China. Perusahaan elektronik yang berbasis di Dongguan ini sangat berkembang dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008, Oppo memasuki pasar ponsel. Barulah tahun 2011, smartphone pertama dari Oppo, Find Me. Sudah terlihat kan, Oppo sangat dinamis untuk menciptakan produk baru.

1. Design Oppo R7s yang Style in Flash


Saatnya, untuk mengakhiri tahun 2015 dan menyambut tahun baru 2016 teknologi yang dimiliki oleh Oppo R7s ini yang menyita perhatianku. Saya membutuhkan smartphone yang tidak hanya cocok dengan penampilan namun juga trendy dong.

Selain itu, saya juga menginginkan design yang pas di genggaman dan pas di tangan. Tangganku kadang mungil dan kadang bisa melebar begini, jadi smartphonenya harus yang ergonomis, enak dan nyaman dipegang gitu.

Oppo R7s style in flash. Layar tepi lengkung 5,5 inci yang luar biasa dari R7s. Menyatu demi design yang fantastis dan akan memberikan kenyamanan untuk digenggam. Design micro art, mengecil di bagian belakang. Jadi tidak ada lagi, pegel, meskipun menggenggam ponsel 5,5 inci.

2. Agar Aktif Sepanjang Hari dengan VOOC Flash Charge


Selain design yang pas dan nyaman di genggaman, tentu tidak mati gaya ketika mampu aktif sepanjang hari. Tidak perlu repot membawa power bank dan jauh-jauh dari colokan atau garing ketika baterai habis.

Oppo R7s memiliki senjata di pasar ponsel dengan teknologi pengisian daya 5 menit mampu menelepon hingga 2 jam dan mengisi 40 menit akan mencapai 90 % daya. Setelah 90 % pengisian akan melambat, tujuannya agar lebih aman.

Oppo r7s


Oppo R7s dengan baterai besar berkapasitas 3070 mAh, dan mengusung teknologi VOOC Flash Charge. Coba dibawa acafra tahun baruan, beeeuh Oppo R7s mampu merekam pesta kembang api dan sarapan pagi di tahun baru 2016.

3. Ingin Pengalaman Berbeda karena Oppo R7s New Flash Shoot 


Siapa yang tidak menginginkan memiliki kualitas gambar yang baik, meskipun menggunakan kamera ponsel? Tentu semua orang menginginkan kan ya? Oppo R7s memiliki satu fitur Flash Shoot, yang memiliki fokus cepat 0,1 detik bisa mengambil fokus yang akurat. Tiga detik mampu mengambil 20 gambar.

Oppo R7s dilengkapi kamera depan 8 megapixel dan kamera belakang 13 megapixel. Saya sempat mencoba kamera Oppo R7s di dalam ruangan yang gelap. Apa yang terjadi? kameranya menyesuaikan loh, saya tetap terlihat, meskipun menggunakan kamera depan yang biasanya hasilnya kurang bagus.

oppo r7s


Jadi, Oppo R7s menjadi pilihan, untuk mendapatkan gambar dengan kualitas ultra HD. Jadi yuk, yang ingin tahun baruan lebih seru, Oppo R7s mampu menemani menyimpan memori kalian.

4. Ingin Ponsel yang Ringan


Memiliki ponsel dengan fitur kamera yang keren, kalau berat juga sama saja seperti membawa kamera DSLR. Jadi Oppo R7s menjawab keinginan seorang ibu-ibu seperti saya. Menginginkan ponsel dengan kamera yang bagus, namun ringan.

Oppo R7s memiliki berat 155 gr dengan bahan aluminium aloy, untuk mengurangi retak yang sering terjadi. Terasa sekali, sewaktu saya menggenggam di Oppo R7s ini, seperti bukan menggenggam ponsel berukuran 5,5 inci.

Setelah pesta tahun baru 2016 usai, biasanya kan ngantuk dan lelah, tapi inginnya pegang smatphone terus kan? Ini, kuncinya, menggenggam Oppo R7s, tidak ada ponsel jatuh-jatuh dibawa berselancar ketika tiduran.

5. Oppo R7s Ponsel Multitasking


Pernah mengalami ponsel hang gak? ketika sedang asyik berchat ria di group whatsapp, tiba-tiba ponsel mati. Dengan Oppo R7s kecepatan semakin tinggi dan muatan semakin besar. Kenapa? karena Oppo R7s ditanam RAM sebesar 4 GB. Sungguh luar biasa, di mana rata-rata smartphone berkisar di angka 3 GB.

Jika akan mengunduh aplikasi atau video yang dikirim suami atau teman-teman, lebih cepat. Jika anak sedang bermain game menggunakan Oppo R7s, lancar dan tidak ada teriakan-teriakan yang lama lah, yang ngehang lah.

6. Menjawab Solusi Ponsel Unlock


Sudah lama saya memiliki ponsel, tidak ada satupun yang dikunci menggunakan password. Alasannya satu, ponsel tersebut, bukan milik saya pribadi. Di rumah, anak-anak suka memegang dan kadang jika passwordnya salah, pencet hingga beberapa kali, jatuhnya error.

Oppo R7s menjawab dengan adanya fitur off screen gesture. Dengan adanya fitur ini, jika dalam perjalanan, salah satunya adalah screen tidak akan berfungsi, karena ponsel tidak bersinggungan dengan gesture.

7. Warna Oppo R7s Perempuan Sekali


Meskipun harganya masih belum bersahabat, namun saya suka sekali warna yang disediakan oleh Oppo R7s. Gold dan Rose Gold. Jika boleh memilih saya mau dua-duanya, keduanya sangat mencerminkan sisi feminim saya, heheee.

Pertama kali diberitahukan bahwa Oppo R7s menyediakan dua warna, Gold dan Rose Gold itu, saya langsung terpana. Haaa? baisanya kan smartphone rata-rata silver atau black and white gitu ya. Oppo R7s menghadirkan sesuatu yang berbeda.

Untuk kalian yang ingin tahu lebih banyak mengenai Oppo R7s, silahkan lihat video berikut ini. Dijamin akan mengalami rasa ingin menggenggamnya. Design yang cantik dan All about Flash dech.



Tahun baru dengan ditemani smatphone dengan kapasitas pengisian daya yang besar, proses pengisian daya yang cepat, apa lagi? kameranya keren kan? tidak ada mati gaya lagi dech, memory penuh ketika mengambil gambar kembang api. [2015:12] 

23 Dec 2015

Ketika Tubuh Terserang Demam

Musim hujan sudah mulai tiba, meski terkadang ada cuaca yang sangat terik menggantikan hujan rintik-rintik. Ini yang membuat tubuh yang lelah dan tidak fit, mudah sekali terserang penyakit. Penyakit yang umum ketika musim penghujan adalah, flu dan batuk. Flu ketika musim hujan mulai datang dan batuk, peninggalan musim kemarau yang menawarkan debu-debu beterbangan.

Seketat apapun telah menjaga tubuh agar tidak terserang flu dan batuk, tetap saja hari Senin tanggal 21 Desember 2015, badan saya jatuh sakit setelah mandi sore. Awalnya saya hanya merasakan pusing pada siang hari, dan sudah merelakan tidak ada pekerjaan rumah yang saya handle. Entah, setelah mandi sore, badan saya meriang, rasanya dingin namun suhu tubuhnya panas. Mencari termometer, tak sanggup saya lakukan.

Berselimut tebal dan menggigil serta memejamkan mata, hanya itulah penawar rasa meriang dari tubuhku. Tenggorokan juga ikut serta ngambek, menolak makanan karena sakit ketika menelan air putih, apalagi makanan. Suhu tubuh beberapa jam setelah terserang demam berada di angka tiga puluh sembilan derajat celsius. Alhamdulillah, anak-anak tidak rewel. Anak sulung membawakan segelas air putih dan si bungsu memegang kaki, untuk dipijitnya.

Pertolongan Pertama Ketika Tubuh Terserang Demam


Meminum air putih sebanyak-banyaknya. Air putih merupakan senyawa yang sangat baik, untuk melawan tubuh yang sedang demam. Awalnya saya susah sekali meminum segelas air, hanya beberapa teguk saja, namun mengingat saya harus sembuh, beberapa tegukan harus masuk ke dalam tubuh yang sedang demam.

Apa yang harus dilakukan? menyiapkan sebotol air putih dan gelas untuk meminum air putih di dalam kamar. Tujuannya, agar tidak bolak balik ke luar kamar. Hal ini, memungkinkan pemulihan yang cepat, karena jika tubuh bergerak terus, suhu tubuh akan naik.

Istirahat total. Melihat rumah berantakan, jemuran belum diangkat, cucian masih di mesin cuci, lantai kotor dan dapur yang entah seperti apa rupanya. Saya hanya bisa pasrah dan menginginkan saya harus istirahat agar cepat pulih. Menjauhkan smartphone dan laptop, inginnya bersama kedua barang tersebut agar tetap produktif meskipun badan sedang tidak fit. Ternyata kepala menjadi sangat pusing dan pening. Saya harus bersabar, meskipun banyak sekali pekerjaan rumah dari blog yang harus saya kerjakan.

Apa yang harus dilakukan? meminta kerjasama pasangan, karena di rumah tidak ada embak, untuk menghandle anak-anak dan pekerjaan rumah yang sangat penting. Jemuran dan cucian bisa ditunda, namun untuk memandikan anak, membeli makanan dan mencuci piring, dilakukan oleh suamiku.

Berdoa dan berpikiran tubuh akan cepat baik dan sehat. Doa dari anak sulungku menggetarkan hati. Saya diminta untuk cepat sembuh ya, agar bisa beraktivitas kembali, bisa jalan-jalan bersama-sama dengan anak-anak dan tidak di tempat tidur. Anak sulungku sudah mengerti, jika saya menggunakan selimut tebal, apalagi di siang hari, berarti saya benar-benar sedang sakit. Anak sulungku selalu membetulkan posisi selimut yang kadang tersingkap. Berbanding terbalik dengan adiknya, selalu saja menarik selimut yang menutupi tubuh saya. 

Apa yang harus dilakukan? saya beritahukan kepada anak-anak bahwa ibunya harus istirahat dan beberapa hari nanti, pasti akan sembuh. Anak-anak saya minta untuk bermain di tempat tidur, sembari menonton televisi. Jadi ketika saya istirahat, anak-anak juga dalam pengawasan saya juga.

Jika Demam Berlanjut Setelah Hari Ke Tiga


Jika deman masih berlanjut hingga hari ketiga, usahakan untuk mencari pertolongan lainnya. Misalnya minum obat penurun demam, atau pergi ke dokter untuk meminta rujukan cek laboratorium. Meminum obat penurun panas akan memberikan rasa nyaman untuk tubuh yang sedang mengalami demam. Meminta dokter untuk memberikan rujukan cek laboratorium bertujuan untuk mengetahui, virus atau bakteri yang menyebabkan tubuh terserang demam, juga agar pemberian obatnya tepat.

Di rumah, saya selalu menyediakan obat penurun demam. Namun jarang sekali saya mengkonsumsinya. Obat tersebut hanya untuk berjaga-jaga saja, namun saya selalu perhatikan tanggal kadaluarsanya. Hari ke dua, saya meminum obat penurun panas tersebut. Obat tersebut diberikan oleh suami, karena dia harus meninggalkan rumah untuk bekerja. Tujuannya, agar demam saya cepat turun, karena saya hanya bertiga bersama anak-anak.

Hari ini adalah hari ke tiga, demam saya hanya ada di bagian atas tubuh. Kepala dan leher, bisa dikatakan saya mengalami ISPA, Isfeksi Saluran Pernafasan Atas. Tenggorokan saya sakit dan batuk-batuk hingga mengeluarkan dahak. Hidung juga mampet, untuk bernafas sangat sulit. Jadi sudah terdiagnosa ya, kenapa tubuh saya mengalami demam.

Selimut yang setia menemani istirahat saya di tempat tidur juga sudah mulai lepas dari badan saya. Saya juga sudah mulai keluar dari kamar, untuk mencuci pakaian yang terendam lama di mesin cuci. Sembari menunggu cucian selesai, saya duduk di kursi dan membuka laptop untuk sekedar pemanasan menulis. Semoga hari ini, saya mampu melakukan aktivitas normal, liburan sudah di depan mata, saatnya menyiapkan keperluan untuk berlibur. Teman-teman sudah liburan ya? selamat berlibur dan jaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi ya. [2015:12]


19 Dec 2015

Garnish Tidak Hanya Sebagai Penghias Makanan

Misoa goreng sudah jadi nich, tapi ketika ditata di piring kok terasa garing banget ya? garing dibaca sepi. Niat hati ingin memberikan garnish seperti yang dilakukan chef-chef yang saya lihat di televisi ketika membawakan sebuah resep. Apa daya, di dalam lemari es tidak ada bahan makanan yang dapat dipergunakan sebagai garnish. Ada hanya cabe rawit hijau yang kecil kecil itu, cabe buat nyigit kalau kata orang.

Setelah mempertimbangkan masak-masak, saya cuci tuh cabe rawit hijau, kemudian diletakkan di atas misoa goreng. Hm, warnanya senada dengan warna piring terbaik di dalam lemari piring di rumah. Tralaaa, jadilah misoa goreng dengan garnish cabe rawit hijau sebagai santap makan untuk keluarga tercinta. Faiz suka sekali misoa goreng, di luar terasa gurih dan kering di dalam lembut dan enak.



Bahan yang dapat dipergunakan sebagai garnish


Garnish itu penghias makanan yang bentuknya unik, lucu dan cantik. Bahan garnish dapat berupa makanan atau bahan yang dapat dimakan, biasanya sich bisa dimakan atau malah bisa dipergunakan sebagai pelengkap makanan. Contohnya mentimun diiris tipis menyerong dan diletakkan di samping mie goreng atau nasi goreng. Setelah menyantap mie atau nasi goreng, mentimun dapat dimakan.

Saat membuat tumpeng ulang tahun untuk ibu mertua, saya mencoba membuat garnish sederhana. Sederhana sekali karena bahan dan bentuknya sederhana. Inginnya seperti tutorial di internet, bentuknya bagus dari bahan-bahan makanan yang mudah dibuat garnish. Berikut bahan-bahan yang dapat dipergunakan sebagai garnish




  1. Tomat. Hati-hati sekali ketika saya mengupas kulit tomat yang tipis sekali. Perlahan-lahan karena kulit tomat tersebut jangan sampai terlepas dari buahnya, hanya dikupas setengah dan dijadikan kelopak bunga. Alhamdulillah saya bisa membuat garnish tomat tersebut.
  2. Cabe merah besar. Kalau jari tangan kita tidak ingin pedas atau kecabean atau panas, jangan coba-coba hehee. Jadi, kulit cabe tersebut diiris menjadi tiga atau empat bagian, tergantung keinginan. Setelah itu, direndam dalam air es dan biarkan hingga membentuk sendiri. Tidak begitu lama, sich saya merendam dua atau tiga jam, heheee.
  3. Daun seledri. Daun seledri paling mudah untuk diiris menjadi dua atau tiga bagian. Cukup rendam setelah diiris, akan mengukir sendiri. Hasilnya cantik sekali loh, swear. Saya senang melihatnya, nguntel-nguntel begitu.
  4. Wortel. Saya belum pernah mencoba membuat wortel sebagai garnish. Paling yang paling sederhana, yaitu dipotong menyerong tipis dan diletakkan di samping makanan yang disajikan. Saya lihat di internet, wortel dapat dibuat dedaunan begitu, ich cantik dech.
  5. Lobak. Satu kali saya pernah membeli lobak sewaktu jalan-jalan ke Bogor. Setelah itu saya tidak pernah membelinya karena bingung mau dimasak apa. Ternyata lobak dapat dibuat garnish loh, diukir begitu menggunakan pisau kecil yang difungsikan sebagai alat untuk membuat garnish. Lobak dibentuk seperti kuntum bunga, cantik dech.
  6. Daun selada. Ada yang belum tahu daun selada? sudah pada tahu pasti kan. Daun selada bentuknya sangat cantik, sudah berbentuk dari sananya. Daun selada ditata saja dengan bagus dan akan kelihatan indah ketika disajikan bersamaan dengan makanan.

Fungsi lain Garnish


Selain sebagai penghias makanan, garnish juga ada fungsi lainnya. Masak sederhana saja, saya selalu menambahkan garnish sederhana, cabe rawitlah, bawang gorenglah atau hanya irisan mentimun. Niatnya untuk mempercantik dan menggugah selera makan. Yup, siapa sich yang tidak tertarik pada pandangan pertama dari sajian makanan yang cantik? pasti penasaran rasanya kan? jadi ingin menyantap kan? makan kan? habiskan?

Ya, saya selalu tertarik makanan yang disajikan menggunakan garnish ketika makan di luar rumah, contohnya saja di tempat makan di mall-mall begitu. Garnish yang dibuat selain sebagai penghias makanan juga akan menambah selera makan dan menggugah selera makan yang hilang. Di tukang mie dan nasi goreng pinggir jalan saja, menggunakan taburan bawang goreng dan irisan mentimun kan?

Agar Garnish Terlihat Indah


Tentunya, selain bentuknya yang unik dan cantik, garnish juga harus bersih dan segar. Jika garnish yang disertakan pada makanan bentuknya cantik dan unik tapi kalau tidak bersih dan segar bagaimana? sayang sekali kan? malah menimbulkan kesan tidak bagus.

Bahan-bahan yang akan dipergunakan sebagai garnish, sudah tentu harus dipastikan agar bersih dan masih segar. Kemudian, setelah dibentuk menjadi garnish, sebaiknya dicuci lagi atau ketika rendam air es.

Nah, bagaimana jika teman-teman menemui makanan yang disajikan di restoran di mall-mall tapi garnishnya kurang bersih dan tidak segar? Niatnya sudah bagus, namun sayang kadang asal saja meletakkan daun selada (yang sering dijadikan garnish) pada piring saji tersebut. [2015:12]

 





18 Dec 2015

Keterampilan untuk Ibu Rumah Tangga

Tulisan ini tulisan yang ke dua menjelang hari ibu. Bulan ini, setiap tanggal 22 kan diperingati sebagai hari ibu. Hari ibuku, ibu yang melahirkan saya, mengasuh, mendidik dan mengantarkan saya sehingga saya menjadi seperi saat ini. Saat saya dipanggil ibu, saat saya dipanggil ummi oleh anak-anak saya.

Alhamdulillah meskipun berjauhan dari jarak, saya masih bisa mendengarkan suara ibuku. Setiap tahunnya, satu atau dua kali, saya, suami dan anak-anak datang menjenguk ibu. Ibu tinggal bersama bapak dan adik bungsu di rumah. Rumah yang dibangun dengan sederhana, rumah yang sederhana tersebut dihias dengan hasil keterampilan ibu.

Ibu senang sekali membuat kerajinan tangan dari keterampilannya. Untuk menutup meja ruang tamu, untuk menghias meja makan, rak buku atau lemari kayu di dapur, ibu membuat taplak meja. Untuk membuat rumah yang sederhana tersebut selalu cantik, ibu membuat bunga dari berbagai macam bahan-bahan.

Semua ibu buat dari keterampilannya yang secara otodidak di pelajari. Awalnya ibu hanya membuka majalah dari meminjam tetangga, kemudian ibu mampu membeli majalah sendiri dan sekarang, ibu dapat mengoperasikan smartphone dan mempelajari tutorial yang ada di internet.

Ibu senang membuat keterampilan apapun. Menjahit, merajut, merangkai bunga sintetis, membuat tas dan membuat kue-kue kering. Saya jadi mulai bertanya-tanya? keterampilan apa yang telah saya pelajari? keterampilan apa yang sudah menghasilkan sesuatu? eh, sudah pernah belajar belum? #plaaak.

Menjahit


Keterampilan tangan ini yang paling simple. Menjahit bisa dilakukan dengan dua cara, menggunakan mesin dan menggunakan tangan. Ibu saya memiliki mesin jahit, dan saya pernah diajari caranya menjahit, namun baru sebatas membuat celana kulot saja. Sayang sekali, waktu tidak bisa diputar, jika masa remaja saya, meminta lebih diajari bagaimana cara membuat baju, mungkin saya bisa menjahit baju untuk Fira sekarang.

Merajut


Merajut menggunakan benang rajut dan benang wol. Sewaktu kecil, saya sering sekali melihat ibu merajut, membuat sepatu rajut untuk adik bungsu saya, membuat tas rajut dan taplak meja rajut. Dan saya tidak pernah meminta untuk diajari, sedihnya di sini. Setelah puluhan tahun, ketika saya tinggal jauh dari ibuku, saya mencoba untuk membeli peralatan rajut. Ibuku, mendukung dan mengirimkan benang rajut dan buku-buku rajut beliau. Ya Allah, bahagiannya tuh membayar kesedihanku.

Keterampilan untuk ibu rumah tangga


Merangkai bunga sintetis


Kemampuan saya hanya menggunakan bahan yang sederhana, yaitu kertas krep atau kapas yang dibungkus kemudian dijadikan bunga. Itupun, karena sewaktu pelajaran SD belajar itu. Tahu enggak, yang membantu melekatkan daun sintetis pada bungaku siapa? dia ibuku, ibu yang pintar sekali membuat aneka macam bunga. Sekarang ibu memiliki ratusan manik-manik dan kelopak bunga sintetis dan dirangkai menjadi bunga yang cantik. Saya? belum bisa

Membuat kue kering


Saya sedang berdoa, semoga peralatan membuat kue dapat saya beli. Dulu, ibuku bermodal resep dari majalah hasil pinjeman tetangga, kemudian ditulis dan membuat kue kering sederhana atau meminjam mixer dan oven dari tetangga. Sekarang, peralatan ibuku sudah bagus-bagus, milik sendiri dan menghiasi lemari dapurnya. Kue kering yang sederhana yang pernah ibu buat adalah cheese stick ala ibuku. Sewaktu kecil saya membantunya, membantu memakan setelah digoreng. Selain kue kering, saya suka sekali bolu panggang buatan ibu.

Dari keterampilan-keterampilan di atas, ibu mampu menemani bapak mengasuh anak-anaknya. Ibuku memang bukan pekerja kantoran yang hebat, namun ibu pendamping setia bapak. Mendampingi bapak bekerja dengan baik dan baik. Ibu memilih di rumah, membersarkan anak-anaknya, memilih memiliki keterampilan sederhana untuk menemani rutinitasnya di rumah. Dan sekarang ibu telah memiliki banyak waktu, me time bersama bapak yang masih juga belum pensiun, me time berkarya bersama teman-temannya di sebuah toko kerajinan tangan.

Ibu, sosok yang luar biasa dan cocok sekali untuk dicontoh. Berbahagialah ibu yang memiliki banyak keterampilan, sehingga anaknya bangga padamu. Berbahagialah saya, yang memiliki ibu dengan aneka keterampilan, sehingga ada kesempatan saya untuk mencontoh beliau.

Mbak Waya, teman blogger saya seorang ibu rumah tangga, memiliki dua orang anak perempuan dan laki-laki. Perkenalan pertama saya dengan ibu dengan suara yang bagus dan melengking ini dari sebuah komunitas blogger.

Saya pernah mendengarkan suaranya, duet dengan teman blogger juga. Suaranya menentramkan hati, pelukannya juga hangat, sehangat kalimat-kalimatnya ketika sedang mengobrol di group blogger. Pagi-pagi saya pernah sekedar curhat dengan kerajinan tangan saya membuat donat. Ya, mbak waya pintar memasak, salah satu yang saya curhatkan ketika saya membuat donat.

Nama blognya Waya Komala, sesuai dengan nama panggilannya berisi kegiatan-kegiatan bersama teman-teman bloggernya. Alamat blog Mbak Waya di www.wayakomala.web.id Mbak waya orangnya aktif sekali, ada beberapa kali, saya bertemu dengan pemilik tangan yang pintar menjahit ini. Lengkap sekali ya keterampilan tangan mbak waya, pintar menyanyi, pintar menulis di blog, pintar memasak dan pintar menjahit.

Jadi, keterampilan apa yang sudah kamu miliki? astin astanti? yuk, jangan malas untuk memulai sesuatu, memulai untuk mau belajar, memulai untuk mau memulai. [2015:12]




14 Dec 2015

Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga

Waktu adalah uang. Jadi, jika ada pekerjaan yang  tertunda atau tertinggal tidak sempat dilakukan, rasanya sedih. Malah ada yang mengatakan, ingin kembali ke jaman yang merasa diinginkan tersebut. Saya sering mengatakan demikian, seandainya tadi bangun lebih pagi, tentu tidak akan serusuh ini. Yup, manajemen waktu ternyata sangat dibutuhkan oleh saya. Stooop, jangan bilang, kamyukan cuma ibu rumah tangga, waktumu lebih banyak daripada eyke.

Manajemen waktu itu, penting untuk siapa pun. Untuk pelajar, untuk pekerja kantoran, untuk pebisnis, untuk pengangguran, untuk asisten rumah tangga dan khususnya untuk ibu rumah tangga. Saya mau bahas untuk ibu rumah tangga, profesi apapun dilakukannya. Keren sekali kan, dan mau tidak mau, ibu rumah tangga harus memiliki manajeman waktu yang baik.

Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga,


Salah satu faktor untuk menjaga manajemen waktu seorang ibu rumah tangga adalah NIAT. Niat yang konsisten. Sebelum tidur, saya selalu berkata akan bangun pagi pukul sekian. Sembilan puluh persen berhasil dan dari sembilan puluh persen berhasil bangun seperti yang diniatkan, hanya lima puluh persennya yang sukses untuk bangun, kemudian melaksanakan tugas negara. #sedih ya, lima puluh persennya lagi, setengah dua belas siang jika pekerjaan rumah belum selesai akan muncul "seandainya tadi bangun lebih pagi" GUBRAK. #Nyesel kan?

Jadi memang harus benar-benar diniatkan secara konsisten. Bangun pagi pukul 4, sembari beres-beres rumah, menyalakan mesin cuci. Sholat subuh kemudian menyapu dan mengepel, jika cucian sudah selesai dijemur. Kurang lebih pukul 6 pagi, mulai memasak dan mencuci piring, selesai pukul setengah delapan, sarapan kemudian memandikan Fira. Selesai memandikan Fira dan menyiapkan sarapan Faiz dan Fira pukul 8 sudah leyah leyeh.

Satu jam kemudian, pukul 10, Fira sudah liyep liyep mau bobo pagi. Fira bobo, me time dilakukan...buka laptop kemudian disambung menyetrika baju hingga Fira bangun pukul 12 siang. Makan siang berebutan bertiga, bermain bersama anak-anak hinga pukul 3 sore. Mengangkat jemuran, dilipat untuk kemudian akan disetrika esok harinya. Beres-beres rumah, memandikan Fira pukul setengah lima. Mandi, leyeh-leyeh lagi sampai suami pulang, baru kemudian mencuci piring kurang lebih pukul 9 malam sudah masuk kamar. 

Anak-anak tertidur biasanya pukul 10 malam, masih bisa buka laptop lagi untuk sekedar blogging hingga puluk setengah dua belas. Menutup pintu gerbang, menyimpan makanan yang tersisa untuk dimasukkan ke dalam wadah tupperware agar tidak menjadi santapan tikus. Membereskan mainan anak-anak, mematikan lampu, masuk kamar. Me time lagi sembari membuka smartphone, masih melakukan bloging.

Jika tidak Konsisten,


Akan ada penyesalan, kenapa tadi tidak bangun lebih pagi, kenapa tadi masih ngeruntel di kasur? sering loh, saya menyesal seperti itu. Siapa lagi kalau bukan suami yang menyarankan untuk tinggal di kamar saja, pekerjaan rumah bisa nanti. Satu tertunda, akan menjadi rusuh seketika suasana rumah. Jika ingin menambah waktu untuk tetap leyeh-leyeh di kamar pada pagi hari, yang saya lakukan adalah memulai lebih awal pekerjaannya.

Contohnya jadwal pagi ada mencuci baju setelah itu menjemur, mencuci bisa saya lakukan malam hari sekalian dijemur bajunya. Atau tidak ada acara memasak, atau suami berangkat bekerja lebih siangan banyak, jadi saya masih mampu mengejar pekerjaan rumah yang tersisa.

Saya harus memiliki patokan waktu, pukul 9, saya dan anak-anak harus sudah mandi. Itu berarti sebelum jam 9 pagi, pekerjaan rumah sudah harus kelar. Rasanya nyaman sekali ya, jika semuanya berjalan seperti jadwal dan waktu yang telah diatur seperti itu.

Perlu Dukungan Suami,


Niat yang serius dan konsistensi dari dalam diri sendiri, merupakan faktor penunjang suksesnya manajemen waktu tersebut. Namanya manusia apalagi ibu rumah tangga yang rusuh, saya kadang terlalu banyak khilafnya. Jadi saya perlu patner untuk menunjang suksesnya manajemen waktu yang saya buat.

Saya selalu mengatakan kepada suami, jika pekerjaan tidak selesai sekarang, nanti rusuh, ribut dan akan bertumpuk. Dan jika ada kendala, namanya kehidupan, kadang ada malas, sakit semua itu bisa ditoleransi kok, ya suami mau membantu atau menggantikan tugas yang tidak mampu saya selesaikan. Beda kasus, jika saya keluar rumah untuk memilih mengikuti kegiatan blogging. Banyak pekerjaan yang di skip atau sebelum hari H, pekerjaannya double. Semua itu pilihan.

manajemen waktu ibu rumah tangga
Saya minta ijin fotonya dipasang ya. Saya dan teman-teman mengikuti kegiatan blogging



Akhir kata, saya seorang ibu rumah tangga juga memerlukan manajemen waktu. Mulai dari berangkat tidur hingga tidur lagi, jadwal dan pengaturan waktu sudah berputar-putar dan ditayangkan oleh pikiran. Resiko jika manajemen waktu tidak dijalankan sebagaimana waktunya akan menimbulkan penyesalan, kenapa harus ditunda? kenapa harus nanti-nanti. Serta dukungan suami agar manajemen wktu ibu rumah tangga dapat berhasil. Teman-teman, doakan saya selalu konsisten ya, agar jadwal blogging saya sukses. [2015:12]

13 Dec 2015

Air Sumber Kehidupan Terpenting di Rumah

Air merupakan senyawa paling penting bagi semua bentuk kehidupan, yang diketahui sampai saat ini di bumi kita. Apa jadinya jika kehidupan tanpa air. Apakah ada senyawa yang dapat menggantikan air sebagai sumber kehidupan manusia di bumi. Jika di musim kemarau, saya pernah melihat berita di televisi, masyarakat mengantri air bersih. Di rumah ibu mertua, pernah membeli air bersih, karena air PAM keluarnya terlalu kecil. Di rumah saya sendiri, kadang air tanahnya keruh, kotor tapi kadang bening juga. Namun semua itu diperjuangkan agar tetap ada air yang mengalir di rumah.

Saya tidak mampu menghitung air yang dipergunakan setiap harinya di rumah. Mulai pagi hari, untuk mencuci pakaian kotor, untuk mencuci peralatan memasak, peralatan makan yang kotor, untuk mandi, untuk mengepel lantai dan untuk menyiram tanaman. Sudah berapa liter airkah yang saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari di rumah? cukup buanyak dan apakah semuanya tepat pakai? duh jadi mikir mubazir kalau pernah merasakan tidak ada air.

Ketika Pompa Air Rusak,


Tiga hari yang lalu, pompa air di rumah tidak mengeluarkan air. Kejadiannya bermula ketika saya sedang mandi, tiba-tiba air tidak mengalir, pikiran saya waku itu, dimatikan dari sumbernya. Lalu saya kembali mandi hingga tiga puluh menit, keluar kamar mandi dan ternyata pompa airnya masih menyala. Hallo, apa kabar? ternyata pompa air dibiarkan menyala tanpa air yang keluar, saya seewen dengan seseorang di sana.

Akibatnya, pompa air ngambek dan sama sekali tidak mau mengeluarkan air. Suami sudah mencoba memancing, tetap hasilnya masih nol. Memanggil tukang reparasi pompa, hanya geleng-geleng dan mengatakan dibongkar saja meja dapurnya, agar membetulkan pompanya mudah. Iya, gak gitu kali ya, memang aneh juga ya, pompa air diletakkan di pojok bawah meja dapur.

Alhamdulillah, sebelah rumah adalah mushola. Saya diperbolehkan untuk mengambil air menggunakan selang air yang sudah disediakan. Selang airnya panjang, jadi bisa masuk ke dalam kamar mandi dan bagian dapur rumah saya. Air dari mushola saya pergunakan untuk mencuci peralatan makan dan mandi saja. Mencuci pakaian kotor, saya serahkan kepada ahlinya, hehee..masuk laundry. Apa jadinya jika tidak ada selang air yang panjang, mungkin mengambil airnya menggunakan ember dan berjalan bolak-balik. eh tapi kan jadi sehat ya, orang jaman dahulu kan begitu?

Ketika Kehidupan Tanpa Air,


Jawabannya tidak mungkin dan tidak bisa. Tetap kehidupan sehari-hari membutuhkan air. Dari kejadian pompa air yang rusak, saya menjadi belajar, semoga seseorang di sana itu juga belajar. Air itu bukan untuk dibuang-buang, meskipun terlihat air itu buanyak, namun apakah kehidupan selanjutnya tidak membutuhkan air?

Sekarang, ada beberapa hal yang harus saya perhatikan dalam penggunaan air,
  1. Menyalakan pompa air, jangan terlalu sering, usahakan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pompa air selesai. Misalnya, sewaktu mandi, ada yang menggunakan air untuk mencuci piring. Jadi tidak selesai mandi, mematikan pompa kemudian menyalakan lagi, untuk cuci piring. Maklum ya, pompa air di rumah ini tidak otomatis dan tanpa tandon. Respot ya?
  2. Mencuci piring memang lebih praktis dengan air mengalir. Bersih kesat tuntas dan air terlalu banyak yang dibuang kalau menurut saya. Jadi, ketika mencuci piring, sediakan baskom besar/ ember untuk membilas peralatan yang dicuci. 
  3. Mandi menggunakan shower, ini lebih hemat dan tidak terlalu banyak air yang mubazir. Sayang shower di kamar mandi rusak.
  4. Menyiram tanaman menggunakan alat penyiram khusus, jangan menggunakan gayung karena tanaman juga akan kesakitan. Jika menggunakan alat penyiram tanaman, airnya tersebar secara merata dan tidak terlalu banyak.
  5. Pergi ke steam motor untuk mencuci motor, sekalian menggunakan jasa mereka. 
Alhamdulillah, hari Sabtu pagi, suami langsung mencoba untuk menyalakan pompa air. Apa yang terjadi? air mengalir memberikan ruang bahagia dalam hatiku. Bayangan mengeluarkan uang enam juta rupiah, untuk mengebor lagi membuat pening kepala. Jadi tidak ada lagi selang air berwarna hijau yang panjang yang saya tarik hingga masuk ke dalam kamar mandi, cukup ini kejadian terakhir pompa airnya ngambek.

Jadi, masih mau menghambur-hamburkan air yang penting sekali sebagai sumber kehidupan ini? tanpa air apalah arti kehidupanmu? tanpa listrik, masih ada penerangan lilin dan api, tanpa air?. [2015:12]

12 Dec 2015

Belajar dari Seorang Ibu

Menjadi seorang ibu tidak ada sekolahnya, tidak ada ijazah yang menerangkan secara tertulis bahwa ibu A merupakan sosok sempurna dan layak menjadi ibu. Tidak ada, kan? lalu bagaimana belajar menjadi ibu yang baik, belajar menjadi ibu yang dapat memberikan kebahagiaannya untuk anak-anaknya, ibu yang mampu menahan emosinya ketika lautan masalah melandanya, ibu yang... . Hm...sampai tulisan ini, saya harus berhenti, sudah sebahagia apa, anak-anakku?

Menjadi seorang ibu, meskipun tidak ada sekolahnya, tidak ada yang memberikan les atau kursus singkat, masa iya mau begitu-begitu saja?. Buka mata, buka hati, buka pikiran, buka seluas-luasnya untuk melihat dan menerima hal-hal yang sekiranya mampu menambah pengetahuan dan keterampilan menjadi seorang ibu.

Ibuku, Alhamdulillah Masih Bisa Mendengar Suaranya,


Menjadi seorang ibu dari kaca mata kecilku, saat belum menikah dan masih bisa bermanja-manja dipangkuannya, dia seorang yang luar biasa. Bangun pagi, mengerjakan pekerjaan rumah sembari menjaga ke empat anak-anaknya, siang hari masih berkutat dengan pekerjaan rumah yang belum selasai dan malam harinya masih menyempatkan diri untuk me time.

Saya mengaca dari pengalaman ibu ketika mengasuh anak-anaknya. Masih ingat ketika bapak memberikan saran kepada ibu,
"Pisahkan pakaian anak-anak pada masing-masing embernya, embernya diberi nama dan mereka bertanggung jawab pada pakaian kotornya masing-masing."
Tapi ibu memilih untuk berargumen,
"Biarkan anak-anak belajar dan bermain sebaik-baiknya. Anak-anak belajar dan bermain dengan tidak merajuk, itu sudah meringankan pekerjaan ibu."
Ibu rela untuk mencuci pakaian kotor anak-anaknya meskipun bapak sudah memberikan saran tersebut, karena ibu tidak ingin anak-anaknya berbasah-basahan dengan air cucian pakaian kotor.

Alhamdulillah saya masih bisa mendengar suara ibu, ketika saya merasa rindu padanya. Ibu masih mampu memberikan saran dan masih mau mendengarkan apa yang ingin saya utarakan. Ibu masih mampu kupeluk.

Belajar dari Ibu-Ibu Lainnya,


Menjadi seorang ibu, bukan masalah sedang mood atau tidak, menjadi ibu harus siap sedia grak melangkah. Saya kadang masih mood-moodan, ketika Faiz meminta saya menemani main di luar kamar dan saya sudah mengantuk, saya meminta kepada Faiz untuk lekas tidur saja. Duh, salah kan saya? kan bisa menemani sembari merem di luar kamar? qiqiqi.

Menjadi seorang ibu, saya masih belajar terus. Tidak ada kata untuk berhenti belajar. Belajarpun bisa dari mana saja. Belajar dari pengalaman ibuku, belajar dari sesama ibu-ibu lainnya, dan yang paling dekat mungkin adalah belajar dari seorang teman. Yup, teman yang setiap hari berinteraksi dengan saya, teman yang secara tidak langsung saya belajar dari beliau.

Pemilik Catatan Emak,


Menjadi seorang ibu, yang menyukai menulis pada blog, teman-temannya rata-rata blogger juga kan? hehee, Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk mengenal Mbak Siti Hairul Dayah. Ibu dari lima anak ini sangat sabar menghadapi anak-anaknya.

Mbak Irul biasa saya menyapa, membaca blognya dengan label parenting seperti berada di sana. Bersama bapak dari anak-anaknya, saling bahu membahu mengasuh anak-anaknya. Miqdad yang saya lihat sedang mandi bersama bapaknya, sangat ceria dan riang. Teman-teman bisa loh, berkunjung ke www.catatansiemak.com untuk mengetahui bagiamana seorang bapak yang waktunya lebih banyak di rumah, bersenang-senang bersama anak-anaknya.

anak-anak dari ibu yang keren
Saya suka gambar  ini, anak sulung Mbak Irul menjadi pelindung andik-adiknya


Dari blognya mbak irul, saya belajar mengenai home schooling, bagaimana jadwal yang beliau susun bersama anak-anaknya untuk belajar. Saya belajar dari ibu yang super sibuk mengurus anak-anaknya, namun masih memiliki me time-nya. Menulis artikel di blognya, belajar bersama dengan anak-anaknya, bergaul bersama teman-temannya, mendengarkan curhatanku...heheee.

Jadi, saya pasti bisa kan me time sembari mengurus anak-anak dan belajar mengenai apapun. Bisa dong, sesuaikan dengan gaya dan kebiasaan serta kemampuan yang dimiliki. Jadi menjadi seorang ibu bisa belajr dari mana saja, pilah yang sesuai dengan diri saya, tidak serta merta baca teori A yang berhasil, pasti saya berhasil. Terima kasih para ibu-ibu yang menjadi sumber saya mengambil pelajaran dari kalian semua. [2015:12]

11 Dec 2015

Solusi Pakaian Kotor, Laundy Saja!

Saat ini, pekerjaan rumah sudah sangat dimudahkan dengan perkembangan teknologi elektronik. Saya masih ingat benar, ketika ibu harus mencuci pakaian seluruh anggota keluarga. Ibu bisa mencuci pakaian kotor sehri sekali. Mencuci di luar rumah, di mana tersedia air dan pembuangan yang bebas. Kadang terpanggang sinar matahari, terhembus angin sawah yang membelai punggungnya. Sungguh luar biasa, ketika ibu tidak ingin anak-anaknya lelah membantunya mencuci pakaian kotor. Ibu hanya ingin anak-anaknya belajar supaya pintar, bermain dengan tenang, ibu sudah merasa terbantu.

Ibu masih belum terbantu mesin cuci, mungkin malah belum berpikiran untuk merencanakan membeli dua puluh tahun silam. Tangannya mengucek pakaian kotor, kakinya terendam guyuran air dan tubuhnya terpanggang sinar matahari. Jika terlalu pagi, udara masih terlalu dingin. Saya merasakan sekarang, ketika sudah menjadi ibu dari anak-anak kecil ini. Bedanya saya sudah terbantu pekerjaan rumah oleh perkembangan teknologi yang canggih. Demikian juga dengan ibu, mesin cuci telah membantunya ketika saya dan kakak sudah bekerja.

Pakaian Kotor dan Mesin Cuci


Saat ini, untuk mencuci pakaian kotor sudah banyak sekali pilihan yang bisa diambil. Mencuci sendiri di rumah menggunakan mesin cuci, sangat sederhana dan bisa ditinggal membersihkan rumah atau memasak. Beberapa pekerjaan mampu dilakukan, sehingga pekerjaan cepat selesai dan tenaga yang dikeluarkan tidak banyak. Jadi waktu untuk blogging semakin banyak ya, harusnya.

Di rumah saya, pakaian kotor selalu di cuci setiap hari. Wkwkkk rajin banget sayah, oops, mesin cucinya yang rajin. Alasannya satu, karena tempat menjemur pakaiannya terlalu sempit. Sudah tidak ada lahan untuk menjemur pakaian. Saya hanya memiliki rak menjemur pakaian yang terbuat dari aluminium ringan. Hanya cukup menjemur sekitar dua puluh potong pakaian.

Pakaian kotor akan saya pisahkan, hari ini saya mencuci semua atasan termasuk kaos dalam, besoknya saya mencuci bawahan. Jika ada celana jeans atau sprei, akan dicuci terpisah juga. Jadi, sehari mesin cuci dapat membantu satu atau dua kali pengoperasian. Jika sedang ada hal yang tidak terduga, misalnya harus mengunjungi saudara dan menginap, mencuci pakaiannya bisa berkloter-kloter seharinya.

Pakaian Kotor, Laundry Saja!


Sewaktu saya masih bekerja, banyak sekali teman-teman yang memutuskan untuk memasukkan pakaian kotor ke dalam laundry. Saat itu, saya berpikiran banyak mengambil resiko jika pakaian kotor tersebut dimasukkan ke dalam laundry. Anggapan saya, mencuci di laundry itu pakaian kotor akan dicampur dalam proses pencucian di mesin cucinya.

Selain dicampur, ketika dijemur dan disetrika akan saling tertukar atau bahkan dapat raib entah ke mana. Kalaupun saya harus ke laundry, itu hanya kasus tertentu saja. Contohnya, bedcover, sprei yang berat dan karpet. Banyak sekali pengalaman mencuci di laundry dari teman-teman. Pakaian banyak yang hilang, celana hitam menjadi celana abu-abu, pakaian tertukar, luntur dan yang lebih sadis, pakaian kesayangan hilang dan tidak ada kabar, tahu-tahu sewaktu sedang makan di salah satu fastfood, pakaian tersebut pas sekali di badan orang. Hilang nafsu makannya#

Tapi tidak untuk kemarin. Pompa air di rumah tidak mampu mengeluarkan air karena sebuah musibah. Hiks nuangis jerit-jeritan dalam hati. Kebetulan pakaian kotor menumpuk karena ada beberapa celana jeans suami yang rencana mencucinya masih lama, karena baru ada dua potong saja. Ada handuk juga yang kotor, jadi membuat saya semakin senewen.

Saya putuskan untuk pergi ke laundry. Tujuannya untuk mencuci basah, kemudian dijemur di rumah, disetrika cantik oleh saya saja. Dibungkuslah menggunakan plastik besar, dan diangkut menggunakan sepeda motor. Laundry pertama di dekat rumah. Kami tidak bisa mencuci basah, karena kami melempar ke yang lainnya. Oke. Saya keluar komplek, sepertinya di perumahan sebelah ada. Saya ke sana, dan mas-mas yang bertugas mengatakan "Duh, saya bingung menentukan harganya, kalau cuci basah saja". Oke. Dan tiba-tiba saja, saya diingatkan untuk memasukan pakaian kotor ke laundry coin yang ada di Poris.

Express Coin Laundry



Saya mengendarai sepeda motor ke arah Poris. Hot hot pop di jam sebelas siang. Ketika sampai, saya melihat ada delapan mesin cuci yang diletakkan bertumpuk dua sehinga menghasilkan empat deret. Aroma laundry tidak begitu kental seperti kebanyakan laundry yang wangi sabunnya menyengat sekali.

Pakaian kotor yang saya bawa ditimbang ada sekitar 6 kilo. Ibu yang menimbang menyarankan untuk membagi dua, tiga kilo, tiga kilo. Tapi saya bilang, ada celana jeansnya, bagaimana kalau celana jeansnya yang dipisah?. Pemiliknya yang menghampiri kami, juga mengatakan dipisah saja, menggunakan dua mesin. Jadi menggunakan dua coin. Satu coin lima belas ribu untuk cuci basah, tanpa dikeringkan dan disetrika. 

Saya tidak banyak berhitung dan berpikir, pikiran saya sedang terpenjara dengan memikirkan pompa air di rumah, hiks nangis dalam hati saja. Apakah lebih murah atau malah lebih mahal, wes yang penting pakaian kotor tidak menumpuk.

Kurang lebih setengah jam kurang, untuk mencuci saja "Express". Mengoperasikan mesin cucinya juga menggunakan coin, jadi pakaian kotor dimasukkan ke dalam mesin cuci, setelah itu ditutup, coin dimasukkan, baru kemudian ditekan tombol on, baru dech mesin cuci beroperasi, "Coin".

Saya suka aroma ruangan "Maxpress Coin Laundry" yang tidak begitu menyengat khas laundry. Saya jadi penasaran pewangi laundry yang digunakan. Aromanya beda dech, dengan aroma yang digunakan oleh laundry-laundry lainnya. Saya sich melihat ada bungkus pewangi pakaian yang ditempelkan di dekat mesin cucinya. Ach, besok jika ke sana lagi, saya akan bertanya dan jika boleh ya...ingin belajar cara pengoperasian mesin cucinya. Hihiii.

Laundry coin menjadi solusi untuk orang-orang seperti saya, yang tidak suka pakaian kotor dicuci campur. Saya baru melihat satu di daerah Poris, meskipun tempatnya sedikit jauh, namun semua terbayar dengan prosesnya yang cepat, higienis dan setelah pakaian keluar dari mesin cuci, tidak begitu basah karena menggunakan mesin MAYTAG.

Setelah selesai, laundry tersebut juga menyediakan kantong plastik, meskipun saya membawa plastik besar. Saya pulang dan meminta art saya menjemur pakaian tersebut, aromanya lembut tidak menyengat dan dijemur sebentar, sudah kering. Alhamdulillah pompa air sedang ingin istirahat, pakaian kotor yang menumpuk berpindah tempat menjadi pakaian siap setrika. [2015:12]

Maxpress Coin Laundry
Ruko Poris Indah Blok A1 No 18C
(Samping Pintu Masuk Poris Garden)
Tangerang

Phone. 021. 557 03 793

9 Dec 2015

Menggunakan Smartphone di Tempat Terbuka

Hari ini, siapa yang tidak menggenggam smartphone? mulai dari anak-anak hingga nenek-nenek, saya sering melihat mereka menggunakan smartphone. Mungkin berbeda-beda penggunaan ya. Anak saya sudah bosan menggenggam smatphone yang awalnya untuk game. Ibu saya, berusia 60an lebih, menggunakan smartphone untuk berkomunikasi untuk melebarkan jaringan bisnisnya. Saya, mengunakan smartphone juga untuk membangun jaringan komunikasi bersama teman-teman blogger.

Saya belum mencari sebuah survey yang membuat laporan ada berapa banyak smartphone yang beredar di masyarakat Indonesia. Jangan lah di Indonesia, di kompleks perumahanku saja, lah. Hay..jika ada yang sudah melakukan survey, kabari saya ya *kek penting banget. Hehee. Gak usah pakai survey kali astin. Lihat sekelilingmu, perhatikan baik-baik dan kamu sendiri bisa melihatnya sendiri.

Smartphone dalam Genggaman


Smartphone di tempat terbuka
Ponsel untuk darurat selalu ada menemani smartphone

Hari Senin kemarin, saya menghadiri undangan dari Oppo untuk peluncuran produk terbarunya R7s di daerah SCBD, Jakarta Selatan. Saya menggunakan kendaraan umum, karena tempatnya berjauhan dengan kantor suami bekerja. Baik, saya niatkan untuk berangkat lebih awal, mengingat jarak antara rumah dan tempat acara sangat jauh. Google map, memberikan estimasi jarak 2 jam 30 menit. Bisa dibayangkan jika saya menggunakan kendaraan umum?

Di krl atau kereta listrik, saya tidak mendapatkan tempat duduk dari setasiun Poris menuju setasiun Sudirman. Otomatis, smartphone tidak saya keluarkan, padahal pingin sekali, mengambil gambar, selfi, atau sekedar menulis status saya sedang on the way. Gaya banget kan? padahal sayang mengeluarkan. Tapi, seorang bapak berusia kurang lebih lima puluh tahunan, asyik wae atuh, bermain game dengan posisi berdiri di krl. Penumpang lainnya yang mendapatkan tempat duduk, hampir 70 % menggunakan smartphone.

Menunggu Trans Jakarta menuju Pasific Place, tujuh dari sepuluh calon penumpang yang mengantri, mengambil smartphone dalam tas, sekedar mengecek status bbm temannya, sekedar melihat jam, sekedar mengomentari status. Saya, sibuk dengan keringat yang mengucur. Panas sekali hari itu, jalan dari stasiun Sudirman ke halte TJ di Dukuh Atas 1, lumayan pegel.

Masuk ke dalam Trans Jakarta, hanya beberapa halte, setelah itu saya akan sampai. Ada seorang gadis membaca artikel menggunakan tablet berukuran 7 inci. Posisinya ada di depan pintu masuk Trans Jakarta. Saya ada di belakangnya, otomatis saya bisa membaca apa yang ada di layar smartphonenya kan. Dalam hati, penting banget enggak sich, artikelnya,  sehingga sempet sempetnya membuka smartphone yang cukup besar begitu di tempat umum. Kalau dia duduk kan nyaman, lah ini berdiri. Lalu jawab si gadis itu "Smartphone siapa? gue kan? lu mau apa?" qiqiqiqii. Untung saya enggak komentar.

Saya dan Smartphone


Saya juga ingin seperti mereka, bisa membuka smartphone di mana saja berada. Menunggu krl, duduk atau berdiri di dalam krl, atau ketika sedang menunggu siapa saja dech. Tapi rasanya, masih kurang nyaman. Apaaa? bukan karena takut baterai habis, kan ada power bank. Pulsa? hehee tahu saja pinginnya nyari WiFi. Saya belum menjadi orang penting untuk membuka smartphone di tempat terbuka. Saya masih risih, jika orang di samping saya, atau orang di belakang saya, melonggok isi smartphone saya. Ngehe ya, iya emang.

Seperti hari Senin kemarin. Saya memang harus selalu mengecek smartphone, untuk melihat google maps. Memastikan apakah saya sudah mendekati tempat acara tersebut. Namun saya berusaha untuk bersabar. Setelah berada di setasiun Sudirman, saya mencari tempat duduk yang nyaman dan aman. Pinginnya mah di starbucks, tapi bukan penyuka kopi. Jadi, duduk tenang dulu, baru kemudian membuka tas untuk mengambil smartphone. Di tempat terbuka tapi berusaha untuk duduk terlebih dahulu. Baru dech, chat sama teman-teman dan cek google map sembari menghitung estimasi waktu.

Memang benda satu itu seperti menyihir sebagian orang, termasuk saya lah ya. Jika tidak menggenggam dan tidak mengoperasikan smartphone tersebut, kok rasanya seperti ada yang hilang. Itulah mengapa saya membawa dua handphone. Satu smartphone untuk membantu saya selama perjalanan di tempat terbuka dan yang satunya lagi ponsel biasa untuk menerima dan melakukan panggilan darurat.

Oiya, posisi paling "mager" untuk saya menggenggam smartphone adalah ketika sendirian. Anak-anak sudah tidur, menunggu suami pulang bekerja, itulah waktu yang paling peak banget buat saya menjelajah isi smartphone.

Bagaimana dengan teman-teman? apakah masih memiliki ponsel biasa? yang kalau jatuh tidak sayang?. [2015: 12]

7 Dec 2015

Jas Hujan dan Kenangan

Sudah mulai seringkah hujan di atas langit tempatmu? apakah kepala dan badanmu sering terguyur air hujan secara langsung? aduh, jangan diulangi lagi ya, kasihan kepala dan badanmu, kasihan tubuhmu, nanti kamu sakit, malah jadi repot lho. Hujan memang mengasykan pada beberapa moment. Kehujanan bisa menjadi moment yang indah, moment yang paling romantis, karena aku bisa mendekap erat tubuhmu. Tapi kalau kondisi badan sedang tidak fit bagaimana? kehujanan, sama-sama sakit, duh repot kan ya.

Kehujanan bisa dialami siapa saja yang tidak sedia payung sebelum hujan. Sebuah peribahasa yang sangat sangat benar dan harus diakui, semua harus ada persiapannya. Musim hujan, namun hujan masih malu-malu kucing menghampiri dan membasahi tanah tempatku menapak. Tidak ada salahnya, jika dong, saya selalu menyediakan payung lipat di dalam tas, menyediakan payung di dalam mobil, menyediakan jas hujan kenangan di dalam bagasi motor.

jas hujan

Jas Hujan Kelelawar


Siapa yang tidak memiliki jas hujan? atau siapa yang belum pernah memiliki jas hujan dech. Meskipun jas hujan selalu diidentikan digunakan oleh pengendara sepeda motor, saya pernah melihat jas hujan juga dipakai oleh pengendara sepeda. Sudah tidak terlihat aneh juga kan, pengendara sepeda menggunakan jas hujan? lebih praktis dan lebih aman serta lebih terjaga daripada menggunakan payung. Susah, dan tidak seimbang. Jika menggunakan jas hujan tentunya lebih leluasa.

Jas hujan pertama yang saya miliki, saat pertama saya membeli sepeda motor di tahun 2005. Jas hujan tersebut saya beli di Yogyakarta, kota pertama ketika saya membeli sepeda motor. Saya memilih jas hujan berbentuk "kelelawar" karena jika digunakan, bentuknya akan menyerupai hewan kelelawar. Ada pilihannya, mau kecil atau mau besar. Saya memilih yang besar dan warnaya coklat keki. Itu loh, warna pakaian dinas pegawai pemerintahan untuk hari senin, kalau di Tangerang sich, enggak tahu di daerah lainnya.

Saya cukup awet, jika memiliki sebuah barang. Jas hujan tersebut saya bawa sampai saya merantau ke Jakarta. Tentunya bersama dengan sepeda motor kenangan juga. Di Jakarta, beberapa kali jas hujan tersebut saya gunakan. Tempat bekerja saya, mengharuskan ada jas hujan di dalam bagasi sepeda motor saat musim hujan. Hihii, iyalah, kalau tidak ada jas hujan di dalam bagasi motor, kalau kehujanan kan sakit, kalau sakit nanti tidak masuk bekerja, kan repot perusahaan. #ups.

Dari segi keamanan, jas hujan cokelat berbentuk kelelawar sangat tidak aman, dibandingkan dengan jas hujan berbentuk celana panjang dan lengan panjang. Bentuknya yang seperti kelelawar akan mengibar ke samping kanan dan kiri ketika sedang digunakan. Jika penggunanya teledor, kadang jas hujan tersebut akan menjuntai hingga ke bawah, nah inilah segi tidak amannya.

Jas Hujan Celana dan Lengan Panjang


Di Jakarta, saya sering melihat apra pengendara sepeda motor menggunakan jas hujan berbentuk celana dan lengan panjang yang ada tutup kepalanya. Dari segi keamanan, jas hujan ini sangat aman, karena tidak ada bagian dari jas hujan yang menjuntai ke bawah atau melebar ke samping. Namun dari segi kepraktisan, jas hujan ini sangat tidak praktis, dibandingkan dengan jas hujan kelelawar. Mengapa? dipakainya memakan waktu lebih dari sepuluh detik.

Saya akhirnya membeli jas hujan berbentuk celana dan lengan panjang tersebut. Setelah jas hujan cokelat kelelawar tersebut hilang. Hiks, sedih namun mau bagaimana lagi, sudah saatnya saya harus membeli jas hujan baru. Jas hujan yang saya inginkan yang berbentuk celana panjang dan  lengan panjang dengan penutup kepala.

Jas Hujan dan Kenangan


Calon suami saya menyarankan untuk membeli jas hujan yang berbahan tebal seperti yang digunakan para pendaki gunung. Belinya di kios tempat menjual peralatan naik gunung ya, meskipun harganya kemungkinan mahal, namun jas hujan ini sangat awet dan hangat.

Yes, saya menemukan jas hujan pilihan calon suami saya. Saya pakai dan kedodoran alias kebesaran alias tidak pas di badan. Tapi sangat hangat karena bahannya berlapis lapis. Lain kali saya akan foto sampai ke dalam-dalamnya dech, parkir sepeda motornya sangat jauh dari tempat saya menulis. Jas hujan tersebut saya beli di tahun 2007 dengan harga 150.000 rupiah. Saya kasih fotonya saja ya, sampai sekarang masih tersimpan rapi di bagasi sepeda motor. Alhamdulillah masih hangat dan masih kedodoran, karena badan saya masih mungil. [2015:12]

Cara Membersihkan Rice Cooker

Rice Cooker merupakan salah satu alat elektronik yang membantu pekerjaan di dapur. Rice cooker menjadi alat bantu memasak nasi menggantikan sebuah alat yang bernama panci/ dandang/kukusan. Saya mengenal rice cooker kurang lebih di tahun 1997 an. Ibu waktu itu kurang sreg dengan rice cooker, entah alasannya waktu itu apa. Rice cooker akhirnya sangat membantu pekerjaan memasak nasi, dengan catatan ada aliran listrik. Jika listrik sedang padam bagaimana? itu masalah mudah, memasak saja menggunakan panci/ dandang kembali.


Listrik padam juga tidak setiap harikan? jadi tidak perlu repot memasak menggunakan panci, mencuci panci, belum kalau gosong. Heheee, tapi ternyata, memasak menggunakan rice cooker juga kadang menimbulkan masalah baru ya. Salah satunya nasi cepat basi, munculnya kadang-kadang sich, tidak terlalu sering dan sekarang saya sudah menemukan penyebabnya. Jadi nasi di rice cooker jarang sekali menjadi basi.

Cara Membersihkan Rice Cooker

rice cooker

Beberapa hari ini saya banyak menuliskan pengalaman saya melakukan pekerjaan di rumah. Iya, saya sekarang meleburkan diri dengan pekerjaan rumah, ya..mumpung masih diberikan kesempatan untuk stay di rumah. Besok, kalau kesibukan melambai-lambaikan tangannya, saya juga bisa apa. Baiklah, setelah saya mengetahui penyebab nasi di rice cooker kadang cepat basi, adalah ini. Nasi yang tertinggal di tutup dalam, di pinggiran sekitar rice cooker, juga uap rice cooker yang tidak dibersihkan.

rice cooker
Tutup rice cooker kadang tertinggal uap

Kadang ya, memasak nasi di rice cooker itu juga buru-buru, bayangkan jika saya harus memasak menggunakan panci/ dandang. Jadi, karena faktor buru-buru itulah, ada nasi yang jatuh atau berada di pinggiran rice cooker, kemudian tutup dalam rice cooker yang masih basah, saya biarkan. Ternyata itu bisa menjadi sebab nasi di rice cooker cepat basi. How? ya dibersihkan lah setiap akan memasak nasi. Repot enggak? repot kalau saya buru-buru terus, atau lupa memastikan bagian dalam rice cooker tersebut sudah bersih.

  1. Bersihkan bagian dalam rice cooker. Pastikan tidak ada kotoran yang tertinggal, baik itu nasi yang masih basah atau nasi yang malahan sudah kering.
  2. Bersihkan bagian dalam tutup rice cooker. Bagian ini, sering sekali nich, basah. Karena bagian ini merupakan bagian atas dan uap air sering sekali tertinggal di bagian ini. Keringkan ya, bisa menggunakan tissue atau lap bersih yang halus.
  3. Bersihkan juga lubang keluarnya uap. Bagian ini sering sekali terdapat banyak kotoran. Sesuai dengan namanya ya, lubang keluarnya uap. Kadang bukan hanya air saja yang ada di situ, saya pernah menjumpai adanya kerak-kerak uap. Mungkin uap yang sudah lama, akhirnya menumpuk menjadi kerak ya.
  4. Jangan tanggung-tanggung jika melakukan pekerjaan. #Tsyaah. Bersihkan semua bagian rice cooker, termasuk badan luar rice cookernya. Terlihat bersih, kinclong dan aroma nasi matangnya semakin wangi.
Jadi, itulah kegiatan saya sekarang. Menelisik seluruh bagian rumah, mana yang terlihat kurang terawat. Apalagi bagian tersebut merupakan bagian yang vital dan harus terjaga kebersihkannya. Siap-siap saja saya akan sidak ke bagian rumah selanjutnya. Nikmatnya tinggal di rumah, heheee... kalau teman-teman pasti selalu ya, membersihkan rumah setiap hari. Saya ada faktor mood dan forget, eh enggak dink, kelupaan. [2015:12]

5 Dec 2015

Cara Menyetrika Baju Supaya Tersimpan Rapi di Lemari

Salah satu hal yang membuat saya bahagia adalah ketika membuka pintu lemari pakaian. Selain tercium semerbak wewangian bunga-bungaan, ada satu hal yang membuat saya merasa puas lahir dan batin. Sederhana saja, mata saya diberikan pemandangan dari tumpukan pakaiaan yang rapi. Ukuran dalam tumpukan tersebut sama semua. Lipatannya juga rapi, serta jika lipatan tersebut dibuka, beeeuh samar-samar gitu jejaknya, pasti saya langsung bahagia. Jika itu pekerjaan art, saya bakalan pertahankan laaaaaaamaaaa sekali. Jarang sekali ada art yang bisa mengerti dan melakukan petunjuk cara menyetrika a la astin astanti.

Suami saya membenarkan jika saya paling ribet soal pekerjaan menyetrika dan melihat hasilnya. Ada beberapa art yang pernah bekerja di rumah saya. Hanya ada  10 % dari 6 orang, hasil setrikaannya membuat saya puas dan senang. Tidak semua bisa mengikuti cara dan petunjuk bagiamana menyetrika dengan hasil yang saya inginkan. Rata-rata dari mereka tidak begitu menyukai cara saya menyetrika, sehingga hasilnya tidak seperti yang saya inginkan. Alasan dari mereka adalah, saya biasanya begini bu, saya tidak bisa bu, saya bekerja di mana-mana tidak pernah ada aturan menyetrika seperti ini bu. Oke, yang memberi alasan seperti itu biasanya tidak lama bekerja di rumah saya. Lha wong saya yang membayar mereka untuk bekerja di sini kok. Namun semua kembali kepada fungsi art bagi saya. Jika art memang untuk mengasuh anak ketika saya bekerja, mungkin saya bisa mentoleransinya.

Perhatikan Hal Berikut, Saat Menyetrika


Ribet amat saya terlalu menginginkan hasil setrikaan yang bagus, yang rapi, emang situ hasil setrikaannya bagus? hasil setrikaannya rapi? atau jangan-jangan hanya bisa menyuruh tanpa bisa memperlihatkan hasilnya? hihiiii, ketawa ngikik di pojokan. Saya menginginkan hasil yang rapi, lipatan dengan ukuran yang sama, karena saya melakukannya dan saya bisa. Jadi boleh dong, saya memberikan petunjuk kepada art saya untuk melakukan seperti apa yang saya lakukan.  Gak susah kok, hanya perlu kemauan, menurut dan pekerjaannya jadi lebih mudah, lebih cepat dan hasilnya memuaskan.

Sebelumnya ada yang perlu diperhatikan ketika sedang menyetrika. Hal ini saya lakukan dan menurut saya ini adalah hal yang penting karena ada alasannya.
  1. Menyetrika di tempat yang terang. Saya menyetrika di tempat terang, kadang malah menyalakan lampu supaya dapat melihat tingkat kekusutan pakaian. Jika pakaian terlalu kusut, tentunya butuh tenaga dan penekanan yang kuat. Maksud penekanan yang kuat, saya lebih suka menyetrika dengan panas yang hampir sama, namun dengan penekanan yang berbeda-beda. Ckrek crek creeek, pusing saya mendengarnya, jika pengatur panasnya bolak balik diputar. Kalau mau, dipisahkan saja, yang perlu panas tinggi dan perlu panas rendah.
  2. Menyetrika dengan berdiri. Point ini pilihan bagi masing-masing ya, jika saya yang menyetrika, saya lebih suka menyetrika dengan berdiri. Tentunya menggunakan meja setrika dan menggunakan alas kaki atau kaki saya memijak pada keset. Menyetrika dengan berdiri memudahkan saya untuk bergerak. Apalagi ada anak-anak yang kadang permintaan mereka harus segera dipenuhi. Atau, jika sedang menyetrika, kemudian anak kecil saya terbangun, bisa langsung bergerak cepat ke kamar. Banyak yang menyarankan, lebih baik menyetrika sewaktu anak-anak sedang tidur. Saya juga pingin ikut tidur juga, bagaimana dong? hehee. Oleh karena itu, jika menggunakan meja setrika, paling tidak mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan. Menggunakan alas kaki, supaya kakinya tidak dingin terlalu lama kontak dengan lantai. Saya sering juga tuh, menyetrika sembari gerak jalan, kakinya saya jalan-jalanin di tempat. Sekalian olah raga lah itung-itung.
  3. Jauhkan handphone apalagi smartphone. Saya menjauhkan hape ketika menyetrika, saya lebih menyukai memutar lagu atau radio. Alasannya pasti sudah paham-lah. Hape apalagi smartphone akan mengganggu pekerjaan menyetrika, pekerjaan ini sama seperti ketika saya sedang melakukan me time. Sejak kecil, pekerjaan yang paling suka saya ambil untuk membantu ibu adalah menyetrika. Ketika menyetrika dengan ditemani alunan lagu, lagunya syahdu, tenang, pikiran juga akan terbawa tenang. Tidak ada panas dari uap setrika, tidak ada pegal karena pakaian yang disetrika banyak. Yang ada, saya jadi banyak inspirasi dari kegiatan menyetrika ini. Smileeeee....

meja setrika dan keset alas menyetrika
Sengaja banget saya mengambil gambar meja setrika dan alas kakiku

 Cara Menyetrika Baju


Tiap-tiap orang memiliki cara menyetrika baju sendiri, mereka melakukannya dengan cara yang menurut mereka paling nyaman. Jadi, saya mengerti sekarang alasan yang dikemukakan oleh beberapa art. Tapi, kalau boleh saya membela diri, mereka kan dibayar oleh saya dan awalnya mereka setuju untuk menuruti petunjuk dari saya. Ach sudahlah ada kok, beberapa art yang menurut saya profesional, mereka mau merubah kebiasannya dan menyetrika mengikuti petunjuk saya. Jika ada art yang tidak bisa mengikuti petunjuk dan cara menyetrika dari saya, saya dengan terpaksa mengambil alih pekerjaan yang satu ini. Why? daripada saya akan terus ngomel?

Menurut suami, hasil setrikaan saya rapi, lipatannya tidak berbekas, ukuran lipatannya sama. Jadi ketika berada di tumpukan lemari pakaian, semuanya sama. Kemudian, waktu menyetrikanya pun tidak membuang banyak waktu, cepat dan efisien. Iya kali, testimoni dari suami bisa dibayar, qiqiqii. Okelah, semua orang memiliki cara menyetrika sendiri ya. Menurut saya, cara menyetrika ini paling efektif dan jika ada yang memiliki cara lebih efektif, boleh kok urun komentar. Ssssst, letakkan di bawah bantal tidak berlalu untuk saya, bantalnya buat main lempar-lemparan sama anak saya.
  1. Pisahkan pakaian masing-masing. Saya memisahkan pakaian saya, suami, anak pertama dan anak kedua. Pisahkan juga jika ada sprei dan teman-temannya. Kemudian pakaian dalam juga dipisahkan.
  2. Mulai dari pakaian siapa saja. Kalau saya, mulai dari pakaian anak-anak terlebih dulu. Alasannya, tempat menyetrikannya dekat dengan lemari pakaian anak-anak. Jadi, selesai menyetrika, bisa langsung dimasukkan.
  3. Menyetrika kaos. Pada kaos, kerah dan ujung lengan kadang terbuat dari karet, jangan sesekali menyetrika bagian tersebut. Saya bisa menjerit jika masih menemukan bagian ini disetrika, horor kan? Saya bisa menulis hal ini, karena sering menemuinya.
  4. Menyetrika baju yang ada sablonnya. Biasanya ditemui pada baju anak-anak. Caranya dibalik terlebih dahulu, baru kemudian disetrika. Jika tidak ingin repot, setrika bagian yang bebas dari sablon. Selain merusak sablonannya, menyetrika sablon juga akan merusak setrikaan yang harganya melambai-lambai. qiqiqi.
  5. Awal menyetrika, letakkan baju di atas meja setrikaan. Haluskan terlebih dahulu menggunakan tangan. Jika ada benang-benang halus, karena mencuci menggunakan mesin cuci meninggalkan hasil seperti itu, ambil dan buang benang-benang halus tersebut. Malu kan, ada benang halus berwarna hitam pada pakaian kerja berwarna putih milik suami? hal kecil namun penting.
  6. Tidak menarik-narik baju ketika sedang menyetrika, ich gemees sekali ketika melihat ada yang menarik-narik baju ketika sedang menyetrika. Apa coba? jika itu baju kaos, bakalan melar, mulur atau apalah bahasa Indonesianya. Hal ini juga akan membuat kemeja atau bahan lainnya berubah strukturnya. Ada gitu struktur? ya, pokoknya jangan ditarik-tarik dech.
  7. Menyetrika satu arah. Maksudnya setrikaannya tetap pada arah yang sama. Saya sudah melihat beberapa art ketika menyetrika. Arah setrikaannya ke sana dan kesitu. Hasilnya, baju tidak akan halus tapi malah semakin semrawut. Akan ada banyak lipatan yang diakibatkan oleh arah setrika tersebut. *kapan-kapan pingin videoin.
  8. Melipat baju. Ini juga sebuah kunci agar baju yang akan dipakai, tidak meninggalkan lipatan yang terlihat jelas. Saya suka lipatan baju yang samar. Lipatan yang begitu tegas dan jelas, selain kurang enak dipandang, saya tidak suka, wes gitu aja. Caranya, pada saat melipat, haluskan menggunakan tangan saja. Jangan disetrika lipatannya. 
  9. Usahakan ukuran melipat bajunya semua sama. Kaos abi ukurannya sama semua, celana panjang ukuran lipatannya sama semua. Baju anak-anak juga sama semua agar ketika masuk ke dalam lemari pakaian, tidak amburadul.


cara menyetrika
Baju anak selalu saya padukan atasan dan bawahan.
Saya bisa berlama-lama memandangi tumpukan pakaian dalam lemari. Saya juga suka menambahkan pewangi lemari pakaian yang berwarna bunga. Lembut dan harus sekali... jika dibarengi dengan pemandangan yang rapi dari tumpukan pakaian, beeeeuh, dunia rasanya begitu indah *plaaak lebay sekali saya.

Jadi, ya begitulah cara menyetrika a la astin astanti. Cara tersebut menghasilkan tumpukan pakaian yang sudah disetrika menjadi mudah diletakan bersama tumpukan baju di dalam lemari. Selain efesien, hasilnya juga memuaskan. Jika ada yang bertanya hobby saya apa? saya bisa katakan hobby saya menyetrika. Kalau hobby teman-teman? pasti mencucikan? hayooo...selain bermain air, teman-teman bisa bermain sabun, terus dibuat gelembung-gelembung, lalu ditiup lalu udah dech sekarang jarang yang kucek mengucek. [2015:12]

3 Dec 2015

Pindahan ke Semarang

Tulisan ini dibuat untuk kenangan, setidaknya keluarga kecil saya pernah tinggal di ibu kota Jawa Tengah, Semarang. Jalan kehidupan memang tidak bisa ditebak. Saya asli Jawa Tengah, tapi belum pernah singgah di Semarang. Suami saya lahir dan besar di Jakarta Utara dan belum pernah sama sekali merantau, paling jauh ke Depok untuk mengenyam pendidikan di kampus yang segar sekali itu.

Ceritanya, sebelum saya melahirkan anak pertama, suami memberitahu kemungkinan dia akan ditempatkan di Semarang oleh perusahaanya. Sedangkan saya masih bekerja di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan. Pikiran saya saat itu, duh, jauh-jauhan begini, bagaimana rasanya ya? Semarang-Jakarta itu jauh sekali, apalagi saya baru melahirkan, di rantauan jauh dari saudara dekat. Saya mikir, kalau anak sakit tengah malam, siapa yang nganterin *duh pikiran saya terlalu manja ya? *dan sekarang? tapi manusiawi juga kan berpikir seperti itu.

semarang
Uti dan akung menengok bayi Faiz. Lihat tuh, rumahnya di sebelah tebing, depannya juga ada tebing. Luar biasa kan?

Packing Pasca Melahirkan


Keputusannya adalah saya resign dari pekerjaan medical representatif (ssst saya bangga, lho dengan pekerjaan ini-keep in the mind). Bulan ke dua suami di Semarang, beliau mencari rumah kontrakan untuk ditinggali bersama. Alhamdulillah menemukan yang cocok di daerah Klipang, dekat Tembalang.

Dibantu oleh ART rumah tangga ibu, saya mengemasi barang-barang. Ibu meminta saya membawa ART karena saya baru menjalani operasi sesar dengan riwayat luka pada jahitan. Jadi saya hanya memberikan komando. Rumah petakan ke dua setelah menikah, sebetulnya sangat nyaman. Berbeda dengan rumah petak pertama, rumah ini sangat luas dan kamarnya memiliki pintu. Hanya beberapa bulan, saya menempati rumah petakan ini dan harus pindah ke Semarang untuk mengikuti suami.

Klipang Pesona Asri, Semarang


Malam tahun baru 2010, menggunakan mobil travel dengan penumpang hanya tiga orang, saya menuju Semarang. Kota yang belum pernah sama sekali saya singgahi. Blang sama sekali, semarang seperti apa. Jadi saya meminta kepada suami, untuk selalu memegang hape. Memasuki kota tangerang menjelang malam hari. Ini daerah mana? masih jauh enggak pak Klipang? kalau bisa saya dulu yang dianterin? dalam hati, suami sudah bilang, kalau datangnya rada sorean, saya mau diajak ke kotanya Semarang, mau lihat kembang api.

Yaaah, saya baru tahu juga, ternyata Klipang itu diujung ya...jadi dianterinnya terakhir. Sedih. Sampai di daerah dekat Klipang, saya bingung. Kata suami, kalau sudah lewat RSU turus sedikit, nanti ada pertigaan belok kiri, nanti belok kanan, lalu belok kiri, pelan-pelan saja, nanti di sebelah kanan ada gerbang KPA, suami mau nunggu di situ. Tapi bapak sopir travelnya malah pertigaan lurus dan keukeuh, saya pun angkat tanggan. Suami dan pak sopir yang ngobrol by hape.

Lupa bagaimana caranya, saya melihat suami mengendarai sepeda motor sudah ada di depan mobil travel dan sampailah saya ke rumah kontrakan di Klipang Pesona Asri. Hm..nuangis saiyaaah. Suasanya pedesaaan sekali *mata malam hari, ngelihat malam remang-remang jadi kek pedesaan. Angin semilir mengusir kantuk. Saya melihat ada sepeda motor saya di luar, barang-barang juga banyak berserakan. Ehem...ini PR pertama pindahan ke Semarang.

Berdua di dalam rumah kontrakan berukuran 6 meter kali 10 meter dengan kondisi lelah dan mata melihat barang-barang berserakan, lemes jadinya. Jadi, gagal dech melihat kembang api di Semarang, sukses tertidur di tempat baru. Di Klipang Pesona Asri. Krik krik krik suami jangkrik menemani, episode kehidupan saya. Tahun pertama pernikahan, dirayakan dengan beberes barang-barang. Seminggu kedepan, mau ditinggali bersama bayi baru....biar rumah terlihat rapi danbersih dulu, baru anak lucu itu dibawa ke Semarang. [2015:12]

2 Dec 2015

Setelah Menikah Tinggal di Mana?

[LIfe and Love]

Memutuskan untuk menikah dengan calon pendamping, merupakan keputusan yang tidak main-main. Karena akan banyak " ini lho" setelah kehidupan pernikahan. Tentunya setiap orang yang memutuskan untuk menikah, telah mengetahui dan memahami apa saja "ini lho" dalam kehidupan rumah tangga. Biasanya seseorang yang akan menikah, akan mencari tahu "ini lho" nya itu seperti apa, apa saja dan solusinya bagaimana.

Salah satu "ini lho" nya adalah tempat tinggal setelah menikah. Tempat tinggal setelah menikah harus benar-benar dibicarakan dan disepakati bersama. Tidak hanya asal iya dan atas dasar menghormati pasangan, jadi mau tidak mau, setuju tidak setuju, senang tidak senang, saya mah ngikut suami saja, saya mah ngikut istri saja. JANGAN. Karena yang menjalani berdua.

1 Dec 2015

Sosialisasi Gema Cermat dengan CBIA

Jumat tanggal 27 November kemarin saya bersama teman-teman blogger, wartawan, ibu-ibu posyandu, serta wakil dari komunitas masyarakat, menghadiri sosialisasi pencanangan Gema Cermat pada stake holder. Acara tersebut dilaksanakan di kantor kementrian kesehatan, di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Sosialisasi Gema Cermat ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari
Kesehatan Nasional yang diadakan setiap tanggak 12 November ini. Acara dibuka oleh Ibu Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr.dr.Nila Farid Moeloek, Sp.M (K). Sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan kesadaran dari masyarakatt secara benar terhadap penggunaan obat-obatan dalam hal ini, antibiotik.

Pesan dari Menteri Kesehatan RI



Ada beberapa point yang saya ambil, yaitu;
  1. Mengapa saat ini antibiotik banyak yang resistan terhadap kuman? karena pemakaian yang kurang tepat. Antibiotik pertama yaitu penicillin sudah cukup mengobati orang sakit, namun karena pemakaian yang tidak tepat, maka terjadilah resisten penicillin. Kemudian diobati lagi menggunakan antibiotik yang lebih tinggi lagi, pemakaian yang tidak tepat terjadilah resistansi lagi. Lalu? bagaimana nasib bangsa Indonesia dikemudian hari?
  2. Bagiamana untuk cerdas menggunakan obat? Bijaklah sebelum memutuskan untuk membeli obat, sekecil apapun itu. Contohnya obat sakit kepala. Karena masyarakat cenderung untuk membeli sendiri (swamedikasi) dengan membeli obat di warung atau toko obat.
  3. Menyimpan obat di rumah juga harus cerdas dan jangan sampai memberikan kepada orang lain. Berbahaya, apalagi jika obat tersebut merupakan obat keras yang berlogo merah. Harus dengan resep dokter, meskipun diagnosanya sama, jangan sesekali memberikan kepada orang lain.
  4. Gerakan dengan betul-betul Gema Cermat, demi anak-anak dan cucu-cucu kita.

Cara Belajar Insan Aktif 


Apa itu cara belajar insan aktif? cara ini sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Sebuah sosialisasi yang dilakukan oleh Kemenkes bersama dengan seluruh lapisan masyarakat. Sosialisasi untuk mengajarkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar mengetahui secara benar seluk beluk obat-obatan yang dijual bebas, bebas terbatas maupun obat keras.

CBIA ini bisa dilakukan dalam kelompok posyandu atau pada puskesmas-puskemas. Langkah-langkahnya seperti ini;
  1. Usahakan ada salah satu orang yang paham mengenai obat-obatan.
  2. Cara belajarnya dilakukan dengan diskusi, jadi semua peserta aktif dalam diskusi
  3. Kumpulkan obat-obatan, yang sekiranya sering ditemukan dan sering dikonsumsi oleh masyarakat.
  4. Pisahkan obat-obatan sesuai dengan fungsinya.
  5. Perhatikan logo yang terdapat pada kemasan.
  6. Lihat isi/komposisi/kandungan obat tersebut.
  7. Lihat indikasi obat tersebut, untuk mengetahui, obat A berfungsi untuk apa saja.
  8. Lihat efek samping dan baca hingga mengerti.
  9. Lihat kontraindikasi obat, biasanya point ini paling sering tidak dibaca.
  10. Lihat kadaluarsanya, jika membeli obat di warung.

Ketika Antibiotik Sudah Tidak Berguna


Talkshow menghadirkan dr. Hari Paraton,  SpOGK dari RS Dr. Soetomo Surabaya. Pertama kali mendengar sapaannya, saya langsung bersemangat untuk mendengarkan presentasi beliau. Apalagi judulnya "Ketika Antibiotik Sudah tidak Berguna" Duh, berasa ser-seran jantung saya. Saya dulu dekat sekali dengan obat yang bernama antibiotik dan saya benar-benar mempelajari mulai dari antibiotik penicillin hingga meropenem yang aduhai mahalnya itu. Sekarang saya tidak mengikuti lagi perkembangan antibiotik yang terbaru.

Peran awal antibiotik itu apa sich? menyembuhkan milyaran umat manusia yang terpapar bakteri. Padahal di dalam tubuh manusia, ada bakteri baik dan bakteri jahat. Sekitar 90 % bakteri baik ( Normal Flora ) yang ada di dalam tubuh kita. Jika kita minum antibiotik, bakteri baiknya juga akan ikut hilang.

Jika tubuh kita sakit lagi, dan bakteri baiknya lebih sedikit dibandingkan dengan bakteri jahat, antibiotik pertama kali sudah resistan, atau bakterinya kebal dengan antibiotik tersebut. Lalu antibitiknya diganti lagi, begitu seterusnya.


Sampai hari ini, antibiotik di negara kita apa adanya, sedangkan bakterinya semakin bermutasi. Hal utama yang dilakukan adalah menurunkan supaya bakteri tidak resisten lagi terhadap kuman yang ada. Caranya bagaimana? Cerdaslah menggunakan obat, jangan minum antibiotik jika tidak perlu sekali.

Ada beberapa penyakit yang tidak membutuhkan antibiotik, contohnya : cacar air, campak, gabakan, diare air, batuk dan pilek, dan juga radang tenggorokan? haaah? radang tenggorokan itu merah tenggorokannya, namanya inflamasi, apakah perlu inflamasi diberikan antibiotik?

Satu contoh kasus pada anak/ balita yang panas badannya. Apakah langsung dibawa ke dokter dan diberikan antibiotik? relakan dulu anak anda, diambil darahnya, kemudian tunggu hasilnya.
Menuliskan antibiotik dan penggunaannya banyak sekali pro dan kontranya. Saya sendiri akan lebih bijak menggunakan obat khususnya antibiotik. Ada beberapa gejala demam yang sebetulnya tidak memerlukan antibiotik, jika sakit berlanjut hubungi dokter. Eaaa, oiya yang terpenting adalah "jangan membawa anak-anak/ diri kita ke rumah sakit, karena kuman bisa menyebar dari rumah sakit, bahasanya infeksi nasokomial. Jangan lama-lama berada di rumah sakit. [2015:11]