Skip to main content

Ketika Tubuh Terserang Demam

Musim hujan sudah mulai tiba, meski terkadang ada cuaca yang sangat terik menggantikan hujan rintik-rintik. Ini yang membuat tubuh yang lelah dan tidak fit, mudah sekali terserang penyakit. Penyakit yang umum ketika musim penghujan adalah, flu dan batuk. Flu ketika musim hujan mulai datang dan batuk, peninggalan musim kemarau yang menawarkan debu-debu beterbangan.

Seketat apapun telah menjaga tubuh agar tidak terserang flu dan batuk, tetap saja hari Senin tanggal 21 Desember 2015, badan saya jatuh sakit setelah mandi sore. Awalnya saya hanya merasakan pusing pada siang hari, dan sudah merelakan tidak ada pekerjaan rumah yang saya handle. Entah, setelah mandi sore, badan saya meriang, rasanya dingin namun suhu tubuhnya panas. Mencari termometer, tak sanggup saya lakukan.

Berselimut tebal dan menggigil serta memejamkan mata, hanya itulah penawar rasa meriang dari tubuhku. Tenggorokan juga ikut serta ngambek, menolak makanan karena sakit ketika menelan air putih, apalagi makanan. Suhu tubuh beberapa jam setelah terserang demam berada di angka tiga puluh sembilan derajat celsius. Alhamdulillah, anak-anak tidak rewel. Anak sulung membawakan segelas air putih dan si bungsu memegang kaki, untuk dipijitnya.

Pertolongan Pertama Ketika Tubuh Terserang Demam


Meminum air putih sebanyak-banyaknya. Air putih merupakan senyawa yang sangat baik, untuk melawan tubuh yang sedang demam. Awalnya saya susah sekali meminum segelas air, hanya beberapa teguk saja, namun mengingat saya harus sembuh, beberapa tegukan harus masuk ke dalam tubuh yang sedang demam.

Apa yang harus dilakukan? menyiapkan sebotol air putih dan gelas untuk meminum air putih di dalam kamar. Tujuannya, agar tidak bolak balik ke luar kamar. Hal ini, memungkinkan pemulihan yang cepat, karena jika tubuh bergerak terus, suhu tubuh akan naik.

Istirahat total. Melihat rumah berantakan, jemuran belum diangkat, cucian masih di mesin cuci, lantai kotor dan dapur yang entah seperti apa rupanya. Saya hanya bisa pasrah dan menginginkan saya harus istirahat agar cepat pulih. Menjauhkan smartphone dan laptop, inginnya bersama kedua barang tersebut agar tetap produktif meskipun badan sedang tidak fit. Ternyata kepala menjadi sangat pusing dan pening. Saya harus bersabar, meskipun banyak sekali pekerjaan rumah dari blog yang harus saya kerjakan.

Apa yang harus dilakukan? meminta kerjasama pasangan, karena di rumah tidak ada embak, untuk menghandle anak-anak dan pekerjaan rumah yang sangat penting. Jemuran dan cucian bisa ditunda, namun untuk memandikan anak, membeli makanan dan mencuci piring, dilakukan oleh suamiku.

Berdoa dan berpikiran tubuh akan cepat baik dan sehat. Doa dari anak sulungku menggetarkan hati. Saya diminta untuk cepat sembuh ya, agar bisa beraktivitas kembali, bisa jalan-jalan bersama-sama dengan anak-anak dan tidak di tempat tidur. Anak sulungku sudah mengerti, jika saya menggunakan selimut tebal, apalagi di siang hari, berarti saya benar-benar sedang sakit. Anak sulungku selalu membetulkan posisi selimut yang kadang tersingkap. Berbanding terbalik dengan adiknya, selalu saja menarik selimut yang menutupi tubuh saya. 

Apa yang harus dilakukan? saya beritahukan kepada anak-anak bahwa ibunya harus istirahat dan beberapa hari nanti, pasti akan sembuh. Anak-anak saya minta untuk bermain di tempat tidur, sembari menonton televisi. Jadi ketika saya istirahat, anak-anak juga dalam pengawasan saya juga.

Jika Demam Berlanjut Setelah Hari Ke Tiga


Jika deman masih berlanjut hingga hari ketiga, usahakan untuk mencari pertolongan lainnya. Misalnya minum obat penurun demam, atau pergi ke dokter untuk meminta rujukan cek laboratorium. Meminum obat penurun panas akan memberikan rasa nyaman untuk tubuh yang sedang mengalami demam. Meminta dokter untuk memberikan rujukan cek laboratorium bertujuan untuk mengetahui, virus atau bakteri yang menyebabkan tubuh terserang demam, juga agar pemberian obatnya tepat.

Di rumah, saya selalu menyediakan obat penurun demam. Namun jarang sekali saya mengkonsumsinya. Obat tersebut hanya untuk berjaga-jaga saja, namun saya selalu perhatikan tanggal kadaluarsanya. Hari ke dua, saya meminum obat penurun panas tersebut. Obat tersebut diberikan oleh suami, karena dia harus meninggalkan rumah untuk bekerja. Tujuannya, agar demam saya cepat turun, karena saya hanya bertiga bersama anak-anak.

Hari ini adalah hari ke tiga, demam saya hanya ada di bagian atas tubuh. Kepala dan leher, bisa dikatakan saya mengalami ISPA, Isfeksi Saluran Pernafasan Atas. Tenggorokan saya sakit dan batuk-batuk hingga mengeluarkan dahak. Hidung juga mampet, untuk bernafas sangat sulit. Jadi sudah terdiagnosa ya, kenapa tubuh saya mengalami demam.

Selimut yang setia menemani istirahat saya di tempat tidur juga sudah mulai lepas dari badan saya. Saya juga sudah mulai keluar dari kamar, untuk mencuci pakaian yang terendam lama di mesin cuci. Sembari menunggu cucian selesai, saya duduk di kursi dan membuka laptop untuk sekedar pemanasan menulis. Semoga hari ini, saya mampu melakukan aktivitas normal, liburan sudah di depan mata, saatnya menyiapkan keperluan untuk berlibur. Teman-teman sudah liburan ya? selamat berlibur dan jaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi ya. [2015:12]


Comments

  1. yang cocok banget, istirahat total.. ijik gak masuk kerja.. kalo kerja bener malah nularin ygblain kan makin gawat...

    sama banyak makan heheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makan apapun enggak bisa banyak, pinginnya malah rujak

      Delete
  2. Aku juga lagi flu nih, nggak enak banget ada batuk berdahaknya juga. Aku minum madu dan air hangat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, belum sempet minum madu, di meja ada padahal..nanti ach, minum

      Delete
  3. Kalau saya pijat pas panasnya udah turun Mbak, paginya langsung enteng tapi gantian anak terus suami yang demam.

    Kalau ibu sakit jadi ribet ya mbak, semua terlantar kayaknya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, hari ini sudah lumayan, langsung beresin satu persatu yang ringan.

      Delete
  4. kalau sudah demam, enaknya memang istirahat mbak, jangan sampai malah jadi tambah parah

    ReplyDelete
  5. yuhuui...assalamualaikum Mbak Astin
    Memang mbak, Cuaca seperti ini membuat tubuh untuk beradaptasi terhadap lingkungan sehingga memicu penurunan daya tahan tubuh. saat daya tahan tubuh menurun, mudahlah terserang penyakit, yang ditandai salah satunya dalah demam. Jika demam, meski menggigil, jangan menggunakan selimut atau baju yang tebal, cukup 1 atau 2 lapis saja, dan minum air yang banyak untuk mencegah dehidrasi.
    Semoga lekas sembuh...amin

    ReplyDelete
  6. Kalo demam, yang paling ajib minum air putih dan istirahat total. Apalagi udah musimnya flu nih.

    ReplyDelete
  7. Semoga lekas baikan ya Astin, biar bisa main sama Faiz dan Fira lagi 😘

    ReplyDelete
  8. Astin.. semoga cepat pulih ya. Selamat berlibur juga..:)

    ReplyDelete
  9. istirahat total itu agak mustahil buatku mba. palingan ya banyak minum sama makan buah...kadang kepaksa ngobat

    ReplyDelete
  10. Aku skrg udah ngga pernah mandi sore. Jam 16.00 palong pol pokoke. Lebih pd menjada kesehatan ben ora kanyesen. :D

    Lekas sembuh ya, MbakTiiin.

    ReplyDelete
  11. Semoga selalu sehat ya Mbak... klo lg demam emang enaknya bobok dulu yg byk, byk mnm air putih. :)

    ReplyDelete
  12. Kalau sudah terserang flu semua aktivitas jadi terganggu. Kalau aku selain minum air putih yan banyak biasanya juga ditambah VIt. C, Mbak Tanti. Bawa tidur. Alhamdulillah satu jam kemudian badan sedikit segar walau flunya belum berlalu :)

    ReplyDelete
  13. Flu ya? Ah, Tanti pasti lelah.
    Sekarang sudah sembuh kan?

    ReplyDelete
  14. aku juga selalu sedia obat demam tp jarang minum hehe. kalo demamnya menetap lbh dr 3 hr lbh milih ke dokter dulu utk tau sakit apa, jd dpt obat yg lbh tepat. sip mba astin tfs, jaga kesehatan yaa

    ReplyDelete
  15. Iya mbak yang terpenting waktu demam itu banyak minum air dan istirahat

    ReplyDelete
  16. minum teh panas sangat efektif untuk mengobati demam

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…