Skip to main content

Setelah Menikah Tinggal di Mana?

Memutuskan untuk menikah dengan calon pendamping, merupakan keputusan yang tidak main-main. Karena akan banyak " ini lho" setelah kehidupan pernikahan. Tentunya setiap orang yang memutuskan untuk menikah, telah mengetahui dan memahami apa saja "ini lho" dalam kehidupan rumah tangga. Biasanya seseorang yang akan menikah, akan mencari tahu "ini lho" nya itu seperti apa, apa saja dan solusinya bagaimana.

Salah satu "ini lho" nya adalah tempat tinggal setelah menikah. Tempat tinggal setelah menikah harus benar-benar dibicarakan dan disepakati bersama. Tidak hanya asal iya dan atas dasar menghormati pasangan, jadi mau tidak mau, setuju tidak setuju, senang tidak senang, saya mah ngikut suami saja, saya mah ngikut istri saja. JANGAN. Karena yang menjalani berdua.

Bicarakan Sebelum Menikah


Biasanya sebelum menikah itu adalah masa-masa paling mendebar-debarkan. Persiapan pernikahan yang menyita waktu, menata psikologis dan lain sebagainya. Menurut saya, ada satu hal yang harus dibicarakan. Salah satunya, setelah menikah tinggal di mana? Saya dan calon suami sempat membahas sampai "pasrah". Waktu itu, saya bekerja di daerah Fatmawati dan menyewa satu kamar kos di daerah Pondok Labu. Sedangkan suami, tinggal bersama keluarganya di Jakarta Utara.

Memilih untuk tinggal di Jakarta Utara, itu tidak mungkin. Pekerjaan saya yang sampai malam, tidak memungkinkan untuk tinggal terlalu jauh dari tempat saya bekerja. Itu alasan pertama yang sangat penting. Sebisa mungkin, saya dan suami ingin tinggal mandiri. Jika memang bisa, memungkinkan untuk saya dan suami menyewa sebuah rumah petak, itu pasti akan diambil. Jadi pilihannya ada dua, tetap tinggal di kamar kos atau menyewa rumah petak.

Di sini saya dan suami berhitung, menyewa rumah petak,berarti harus menyediakan uang muka, paling tidak satu bulan sewa rumah petak. Selain menyediakan uang muka, ada beberapa keperluan wajib yang harus ada, memang tidak begitu harus. Contohnya, bisa dong mandi pakai mangkok, jika beli gayung masih bisa ditunda, eheheee. Yang jelas, saat itu saya menuliskan untuk membeli kasur, lemari dan ember besar untuk mencuci.

Tinggal di Rumah Petak


Setelah berhitung dan memastikan dana yang dibutuhkan tercukupi, saya hunting rumah petak di daerah Pondok Labu. Duh, susah-susah gampang mencari rumah petak. Ada yang cocok harganya selangit, ada yang murah namun tempatnya kurang bersih dan kurang penerangan. Waktu mencari rumah petak yang terbatas, jadi modal info dari teman saja, akhirnya.

Ada rumah petak di dekat tempat kos saya. Ada dua pilihan, satu di lantai dua dan satunya lagi ada di bagian belakang dan jalan masuknya agak kecil, muat satu motor saja. Pilihannya enggak banget, satu harus naik turun dan sepeda motor saya harus di bawah, iya sich dikunci tapi mikir juga, bawa barang-barangnya bagaimana? tangganya juga kecil. Kalau di belakang, jalan masuknya kecil, tapi akhirnya menjadi pilihan.

Dua minggu sebelum pernikahan, saya sibuk dengan acara pindahan. Membeli kasur dan lemari pakaian, memindahkan barang-barang yang tidak banyak tapi lumayan rempong dari tempat kos ke rumah petakan. Meskipun sudah dipersiapkan terlebih dahulu, seperti pakaian yang saya tempatkan di travel bag. Kabel-kabel dari televisi dan dvd player saya lepas dan dijadikan satu tempat. Buku-buku saja masukkan ke dalam kardus. Kompor portable, peralatan makan hingga peralatan mandi dan sepatu-sepatu.

Di rumah petak yang mungil, cocok lah untuk pasangan baru menikah. Sebuah bangunan yang terdiri dari tiga ruangan. Ukurannya tiga meter kali sembilan meter adalah yang ideal. Tapi rumah petak yang saya sewa dengan harga satu bulannya lima ratus lima puluh ribu, belum listrik itu sangat mungil. Satu ruangan di depan, bisa muat dua sepeda motor, satu lemari dan satu meja komputer. Satu ruangan lagi letaknya di tengah, muat untuk kasur ukuran nomor dua, lemari pakaian pintu dua, satu menja televisi, satu lemari es. Bagian paling belakang, merupakan dapur berukuran satu meter kali satu setengah meter, muat untuk lemari piring dan kamar mandi ukurannya sama dengan dapur.

Di dalam kamar mandi, saya menempatkan mesin cuci dengan  sedikit melow. Baru beli hadiah dari suami sebelum menikah, harus berpadu dengan air mandi. Awalnya ingin diletakkan di dapur, tapi letak kamar mandi yang lebih tinggi dari dapur, tidak memungkinkan mesin cuci diletakan di dapur, nanti kemana pembuangannya? satu-satu pembuangan ya di kamar mandi yang naiknya saja butuh tenaga. Aneh ya? seharusnya kamar mandi itu letaknya lebih rendah dari apapun.


cover mesin cuci
Cover mesin cuci setelah pindah ke rumah tinggal, mereka sama-sama berusia satu tahun


Salah satu solusinya adalah dengan menutup mesin cuci dengan plastik besar. Tujuannya agar air mandi tidak langsung mengenai mesin cuci. Pemandangannya sedikit aneh, mesin cuci di dalam kamar mandi, cover mesin cucinya plastik besar. Sebetulnya saya menginginkan cover mesin cuci yang dibuat dari kain, selain mempercantik juga melindungi mesin cuci dari debu, tapi ya...sudahlah. Saya menikmatinya, pun tidak setiap hari mencuci, disyukuri saja suami memberikan hadiah mesin cuci agar saya tidak kucek mengucek.

Meskipun banyak drama di rumah petak, itulah konsekuensi dari sebuah pilihan tinggal di mana setelah menikah. Kalau teman-teman bagaimana? tinggal di mana? sama siapa? ehhe..ya sama pasangan kan? [2015:12]

Comments

  1. Tetep tinggal di rumah ibu. :(

    ReplyDelete
  2. kalo diinget-inget emang ngakak lho mak.. jaman aku baru nikahan dulu, kan belum musim ngasih amplop ya, jadi tuh yg namanya pecah belah banyak banget pas boyongan ke kontrakan.. lantaran ga puguh, ibu aku belanja ke pasar, beli ember gayung panci wajan, pulangnya naik bajaj saking ga bisa ditenteng hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. lengkap dong perabotannya ya, hihiii aku wajan cuma satu, pun kecil

      Delete
  3. enaknya sih mandiri ya tapi kan masing2 punya pertimbangan sesuai kondisi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, masing-masing punya pertimbangan, MBak. Maksih sudah mampir

      Delete
  4. Hueeee. Iya ya Mbak. Mestinya memang kamar mandi lebih rendah ya. Hihihi.
    Kami dulu sempat ngekos beberapa bulan sebelum akhirnya pindah menempati rumah yang sekarang Mbak. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya, semoga saya juga lekas punya rumah, amin

      Delete
  5. Enaknya hbs nikah tgl bedua doang yah. Tapi gemana yah, waktu itu dapet kontrakan yg kacau jd balik k rmh mertua

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhaaaa, kontrakan kacau aku pindah kontrakan lagi, mas.

      Delete
  6. aku punya rencana kalau sudah menikah pengen mandiri. Hehehe

    ReplyDelete
  7. lebih baik sih sesudah menikah tinggal mandiri, pisah dari orangtua.. biar bener2 ngerasain nyicil beli barang keperluan rumtang.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, Mbak Desi. Jadi mengetahui persis kebutuhan kita macam apa saja ya. Maksih sudah berkunjung

      Delete
  8. Aku blm punya pasangan #masihjomblo jd blm mikir mau tinggal dimana hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. asal janagn tinggal di hati mantan hahha

      Delete
    2. mulai sekarang aku pikirin dong, hehee

      Delete
  9. pernah aku mba tinggal di rumah petak awal-awal kerja. sendirian pulak..aaah serem kalau inget. di pinggir rel kereta

    ReplyDelete
    Replies
    1. cari yang agak nyaman atuh neng, kalau rumah petak

      Delete
  10. senengnya ya bisa mandiri ya mbak, gak perlu ngerepotin sanak keluarga n ortu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bingungnya kalau ada kebutuhan urgent, MBak. Makasih sudah mampir ya

      Delete
  11. Berani menikah ya harus berani bertanggung jawab terhadap keluarganya sendiri alias mandiri dan tidak mengandalkan keluarga dari kedua pihak. Biarpun ngontrak di rumah petak itu lebih menyenangkan daripada harus menumpang ke keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Pak Edi, setuju. Makasih sudah mampir ya

      Delete
  12. Saya sama istri juga hari ini nikah besok langsung nyari rumah yang dikontrakkan. Alhamdulillahnya dapet.. sampai sekarang punya anak satu tinggal sendiri ngontrak rumah & nabung sampai akhirnya bisa buat depe rumah 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya, Pak. makasih sudah mampir

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…