27 Jan 2016

Tips Menjaga Keyboard Laptop Tetap Bersih

Hampir setiap hari saya membuka laptop dan menggunakannya. Saya biasa meletakkan laptop di meja kerja yang bersebelahan dengan pintu, ke arah luar. Jadi, debu leluasa untuk mampir dan singgah mewarnai keyboard laptop yang berwarna hitam. Jadi, ketika pencahayaan hanya dari cahaya alami atau cahaya matahari, akan terlihat jelas sekali debu yang menempel di atas keyboard laptop.

Jika sedang rajinnya tidak pergi, saya akan mengambil lap khusus alat elektronik atau jika sedang malas berjalan mengambil lap, paling hanya tissue yang ada di atas meja kerja, yang menjadi andalan. Membersihkannya juga ketika sedang tidak repot sekali. Sedih rasanya dengan keadaan ini, melihat betapa susahnya membersihkan keyboard laptop yang disenangi oleh debu.

pelindung keyboard laptop


Sebetulnya, tidak hanya pada bagian keyboard saja, yang kotor oleh debu. Pada bagian monitor laptop, debu juga tidak sungkan untuk mampir dan singgah. Bedanya, jika pada bagian monitor, membersihkannya sangat mudah. Hanya beberapa kali sapuan menggunakan lap khusus elektronik, monitor laptop akan terbebas dari debu. Bagaimana dengan keyboard? susah kan, apalagi model keyboard laptop milik saya, yang jarak antara tuts huruf satu ke tuts huruf yang satunya lagi sangat berdekatan.

Membersihkan keyboard laptop, dibutuhkan kesabaran dan ketelitian yang sangat tinggi. Menggunakan lap khusus elektronik karena tekstur keyboardnya yang tidak halus. Jadi, jika menggunakan lap biasa, biasanya akan menggores. Jika menggunakan tissue kecantikan apalagi tissue makan, duh, malah membuat robek tissue tersebut, lho.

Jadi bagaimana menjaga supaya keyboard laptop tetap bersih? jauh-jauh dari debu dan laptop tetap terlihat bersih. Jika laptop terlihat bersih, inspirasipun akan beterbangan dan pekerjaan menulis menjadi lancar jaya, tidak terganggu oleh debu yang menghiasi keyboard laptop. Berikut tips dari saya, yang kadang masih kurang rajin untuk membersihkan barang elektronik satu ini.

Gunakan Pelindung Keyboard Laptop


Salah satu cara agar keyboard laptop, tetap bersih dan meringankan pekerjaan membersihkan keyboard laptop adalah menggunakan pelindung keyboard laptop. Menggunakan alat seperti ini, mungkin memang terkesan, iih, kebersihan banget sich?  atau iih malas sekali sih, membersihkan keyboard laptop kan bisa sekalian refreshing? yuuuhuuu, ini adalah pilihan teman, jadi biarkan pilihan ini menjadi pilihan tepat bagi saya yang malas.

Sekarang banyak sekali, lho pelindung keyboard laptop yang dijumpai di pasaran. Saya seperti berjumpa dengan pelangi. Kenapa gitu pelangi? ya karena warna pelindung keyboard ini berwarna-warni. Ada yang satu pelindung sama warnanya tiap baris tutsnya, ada yang berbeda warna dalam satu pelindung. Ih, saya mah memilih yang dalam satu pelindung, banyak warna, biar segar gitu. Kalau teman-teman, pilih pelindung keyboard laptop yang bagaimana? saya bantu pilihin dech.

Tempatkan meja kerja jauh dari pintu ke arah luar


Pilihan yang satu ini, akan saya tolak mentah-mentah, kecuali saya pindahan rumah dan meminta ruang kerja yang saya idamkan. Saat ini, tempat inilah yang menjadi tempat mager saya ketika menulis menggunakan laptop. Jadi, mau tidak mau, saya serahkan jika debu ingin mampir dan singgah dengan setianya di atas keyboard laptop saya.

Satu hal yang mungkin akan saya lakukan untuk menghindari agar debu, tidak begitu leluasa hinggap di atas keyboard laptop saya adalah memberi pembatas atau menutup pintu. Memberi pembatas, bisa jadi dengan memasang papan atau bisa juga menggunakan box bekas laptopnya di samping meja kerja saya. Hihiii, debu akan susah payah lo, mampir dan singgah di atas keyboard laptop saya.

Bersihkan Secara Teratur Menggunakan Lap Khusus Elektronik


Membersihkan menggunakan lap khusus elektronik, bisa saja dilakukan. Hal ini, juga seperti saya tuliskan, bisa menjadi refreshing setelah melakukan pekerjaan menulis yang indah ini. Tempatkan lap khusus elektronik di meja kerja atau di tempat yang dekat dengan meja kerja. Hal ini untuk lebih mengefisienkan waktu dan lebih cepat membersihkan keyboard laptop. 

Biasanya, saya suka merasa keren. Ketika sudah beriniat membersihkan keyboard laptop, kemudian ke arah rak menyimpan lap, hasilnya cucian piring akan beralih ke lemari dan dapur rapi dan juga bersih. Keren kan? niatnya mah ingin membersihkan keyboard laptop, hasilnya cucian piring dan dapur yang bersih. Ada apa ini? jangan bilang kalau saya rajinnya enggak ketulungan, la akhirnya keyboard laptop masih kotor berdebu, kok.

Jadi, memiliki barang elektronik seperti sebuah laptop di mana penggunaannya sebagai bagian dari pekerjaan menulis di blog, harus selalu dijaga ya. Laptop ini, pemberian suami tercinta, menjaga dengan membersihkan atau menghambat agar tidak cepat kotor karena debu, ada banyak cara, tinggal mau pilih yang mana. Jika ingin praktis ya menggunakan pelindung keyboard laptop yang berwarna-warni tadi. Jika ingin olah raga sekalian refreshing boleh sekali, loh membersihkan menggunakan alat pembersih khusus barang-barang elektronik yang ada. [2016:01]

24 Jan 2016

Oleh-Oleh Khas dari Kota Cilacap

Berlibur tanpa oleh-oleh rasanya tidak ada kesannya. Tapi tidak semua liburan harus ada oleh-oleh, sich. Hahaaa, itulah mudik ke sekian saya ke Cilacap di awal tahun 2016, kemarin. Tidak ada satupun oleh-oleh khas Cilacap yang saya bawa ke Tangerang.

Oleh-oleh khas dari kota Cilacap, yang biasa menjadi buah tangan ketika berlibur di kota Cilacap adalah, sebagai berikut:

  1. Kerupuk Tengiri, bentuk kerupuknya sangat khas. Rasanya juga sangat gurih dan enak. Saya setia dengan satu merek, meskipun saat ini, banyak sekali bermunculan merek-merek kerupuk tengiri.
  2. Stick Sukun. Buah Sukun ini, sedikit kurang terkenal, mungkin anak saya, juga tidak mengetahui, buah sukun tersebut. Awalnya, buah sukun tersebut sangat tidak menarik. Setelah ditemukannya inovasi pengolahan buah Sukun, barulah saya menyukai olahan dari buah Sukun ini. Stick sukun yang dibuat oleh tetangga rumah saya, pembuatannya home made, lho.
  3. Foto-foto bermain dan bersantai di Pantai Teluk Penyu. Belum ke Cilacap, jika belum bermain air di pantai. Rasanya pernyataan tersebut, benar adanya. Anak saya harus dibujuk sampai susah payah, karena kepulangan kami, harus hari itu juga, karena ada keperluan di kantor suami.
Sejarah kota Cilacap


16 tahun sudah, beberapa oleh-oleh khas dari kota Cilacap tersebut, menjadi buah tangan ketika saya pulang ke tempat rantauan. Kota yang membuat saya selalu kangen, meskipun udaranya paling panas, diantara kota-kota yang pernah saya singgahi.

Selama itu pula, saya baru mengetahui asal usul nama Cilacap tersebut. Karena tidak membawa oleh-oleh dari Cilacap, tidak ada salahnya, saya menyibukan diri untuk mengenal lebih banyak, kota tempat saya dilahirkan.

SEJARAH KOTA CILACAP


Versi bahasa sunda, Ci adalah laut dan Lacap adalah tanah yang menjorok ke laut, menyerupai lidah. Jadi, Cilacap dapat dapat diartikan tanah lancip/ tajam yang menjorok ke laut. Laut di kota Cilacap memiliki pantai yang sering dipadati pengunjungnya, yaitu Pantai Teluk Penyu. Pantai yang memiliki banyak sekali, tempat menarik yang selalu menjadi daerah tujuan wisata bagi warga Cilacap maupun warga di luar Cilacap.

Lalu, bagaimana sejarah kota Cilacap, yang terkenal ketika ada narapida kelas kakap, yang memiliki kasus berat yang dimasukkan ke dalam lembaga permasyarakatan Nusa Kambangan. Kota yang kadang, banyak orang tidak tahu, Cilacap itu di mana sich? jadi ingin lari dech, ketika ada yang bertanya seperti itu.

Pada akhir zaman kerajaan Majapahit ( 1294-1478), daerah cikal bakal kabupaten Cilacap terbagi menjadi tiga bagian. 
  1. Wilayah-wilayah kerajaan Majapahit (Wilayah Ki Gede Dayah dan Ki Ageng Donan). Sampai saat ini, saya belum begitu paham, mana wilayah donan *tutup mukaaa. Ada satu wilayah yang sering salah sebut antara Donan dan Blumun, jadi saya harus belajar peta Cilacap sekarang.
  2. Adipati Pasir Luhur (kerjaaan Nusa Kambangan). Sampai saat ini, saya belum pernah menjejakkan kaki saya di Nusa Kambangan. Jadi, sabar ya, menunggu cerita saya mengenai Nusa Kambangan. Saya masih takut menyeberang melalui laut, hiks sedih.
  3. Kerajaan Pakuan Pajajaran (wilayah kerajaan pakuan)
Sejarah kota Cilacap


Pada zaman penjajahan Belanda, usul pembentukan kabupaten Cilacap menurut menteri Kolonial bermakna dua : yaitu permohonan persetujuan pembentukan kabupaten Cilacap dan organisasi bestir pribumi dan pengeluaran anggaran lebih dari F.5.220 pertahun. 

Keduanya memerlukan persetujuan Raja Belanja. Setelah menerima surat rahasia Menteri Kolonial Pemerintah Hindia Belanda, dengan besluit Gubernur Jenderal tanggal 21 Maret 1856 nomor 21, antara lain menetapkan Regentschap Cilacap ditingkatkan menjadi Kabupaten Cilacap. Saya jadi mengetahui, hari jadi kota Cilacap, diperingati setiap tanggal 21 Maret.

Dari mudik ke Cilacap awal tahun 2016 yang tidak membeli oleh-oleh khas kota Cilacap, saya jadi belajar sejarah kota Cilacap. Saya lupa, apakah sewaktu berada di bangku sekolah dasar hingga atas, saya mempelajari sejarah yang saya tulis di atas atau tidak. Namun yang jelas, saya jadi tahu, sejarah nama Cilacap menurut versi bahasa sunda adalah tanah lancip yang menjorok ke laut. 

Kemudian, hari jadi kota Cilacap yang diperingati setiap tanggal 21 Maret dan saya belum pernah berfoto dengan Bupati Cilacap, ibu dan kakak saya sudah memajang foto mereka, hiks sedih. Semoga saya segera dapat berfoto dengan Bupati Cilacap, atau malah saya yang menjadi Bupati pada periode ke sekian? aamiin. Ini Dia Sejarah-sejarah Menarik di Indonesia, sebagai oleh-oleh khas kota Cilacap. [2016:01]

Sumber :
  1. www.cilacapkab.go.id
  2. http://frproductions.blogspot.co.id/2013/10/asal-nama-cilacap.html
Arti kata :
  1. bestir : pengurus perkumpulan
  2. besluit : keputusan
  3. Regentschap : kabupaten

23 Jan 2016

Abon Sapi, Lauk Sederhana Tapi Mahal

Siapa yang tidak suka abon sapi? abon sapi yang di pasaran banyak sekali bentuk, rupa, warna dan kemasannya. Abon sapi yang kadang untuk membelinya, saya masih harus mengerutkan kening, dipegang, dipilih, diletakkan lagi, dilihat lagi, bingung, akhirnya jika memang butuh sekali, ambil satu. Abon sapi kemasan dapat ditemukan di seluruh minimarket maupun hypermarket. Saya belum pernah mencari atau membeli di pasar, mungkin ada, saya tidak tahu.

Abon sapi dalam kemasan yang biasa dijual di minimarket dan hypermat tadi, banyak sekali jenisnya. Ada yang halus, lembut, dengan campuran yang beraneka ragam. Memang mungkin judulnya adalah abon sapi campur bawang putih. Atau abon sapi campur yang lain, karena memang harga daging sapi dan cara pembuatan abon sapi yang sedikit banyak, membuat lelah.

Abon sapi


Saya pernah membuat abon sapi, jaman masih kuliah dulu. Wa...dari mana lagi, daging sapinya kalau bukan, diberi saat Idul Adha. Waktu itu, saya iseng dan penasaran sekali, bagaimana cara membuat abon sapi. Memang dari kecil, abon sapi merupakan lauk paling disuka, boleh dibilang, makan pakai abon sapi saja pernah, akibatnya dijewer sama ibu. Bagaimana lagi, abon sapi itu, enaaaak sekali, gurih, kalau disantap sendiri tanpa nasi, bunyinya makres ada suaranya saking renyahnya.

Cara Membuat Abon Sapi


Masa itu, saat saya masih kuliah, belum semarak ini internet dan alat untuk mengaskses internet. Jadi, saya menemukan resep abon sapi dari buku resep yang dikumpulkan oleh ibu saya. Disimpan dan menunggu kiriman daging kurban, pada saat itu. Dibaca pelan-pelan, dihayati dan buku resepnya dibawa ke dapur, untuk menemani saya membuat daging sapi sendiri di rumah.

Bahan yang dibutuhkan:

Bahan yang dibutuhkan tentu saja daging sapi, untuk 1 kg. Memang seharusnya daging sapinya yang tanpa lemak, tapi karena itu hasil daging kiriman, jadi ya hayuk saja. Selain daging sapi, ada beberapa bahan yang dibutuhkan, yaitu:
  1. Air secukupnya, untuk merebus daging sapi yang telah dipotong, menurut seratnya,
  2. Santan juga sesuai selera, saya kurang begitu suka santan,
  3. Lengkuas dan salam, sebagai bahan yang menggurihkan,
  4. Minyak goreng untuk menumis bumbu halus,

Bahan untuk membuat bumbu halus:

  1. Bawang putih 3 butir
  2. Bawang merah 6 butir
  3. Kunyit 2 cm, dibakar ya, biar tidak sengir, katanya
  4. Air asam 1 sendok, pernah menjumpai abon sapi, yang ada asamnya?
  5. Ketumbar 1/2 sendok makan
  6. Gula Merah
  7. Garam

Cara Membuat Abon Sapi : 

  1. Didihkan air dan garam, kemudian masukkan daging sapi ke dalam air dan garam yang telah mendidih. Setelah daging telah lunak, angkat dan pukul-pukul menggunakan pukulan daging. Waktu itu, saya memukulnya menggunakan cobek dan temannya. Pukul hingga daging dapat dipisah-pisahkan.
  2. Panaskan wajan yang berisi minyak goreng, tumis bumbu halus, lengkuas dan salam, hingga harum.
  3. Masukkan daging sapi, dan aduk-aduk, hingga bumbu tadi menyerap ke dalam daging sapi tersebut.
  4. Tuang santan, masak dengan api yang kecil, aduk terus hingga kering. Tahu kan kenapa saya tidak suka, membuat masakan dari santan? karena eh karena, kalau masak menggunakan santan, masakan harus diaduk tidak boleh putus. Kata ibuku, kalau santan tidak diaduk, santannya bisa pecaaah. Haaah, pecah?
  5. Setelah abon sapi tadi kering, kemudian panaskan minyak lagi, pada wajan yang berbeda, kemudian goreng, hingga kering, angkat kemudian tiriskan.
  6. Setelah itu, pres atau peres adonan abon sapi tadi, hingga minyaknya keluar semua. Jika adonan daging sapi tadi menggumpal, pisahkan menggunakan garfu.
  7. Masukkan ke dalam wadah, dan santap abon sapi dengan nikmat.
Bagiamana? mudah bukan cara membuat abon sapi di atas? dijamin dech, yang belum doyan atau belum suka abon sapi akan ketagihan. Di rumah, saya selalu menyiapkan abon sapi untuk lauk, di saat benar-benar kering dapur saya.

Saya selalu menyediakan abon sapi di rumah, apalagi setelah anak perempuan saya, menyukai abon sapi untuk dimakan langsung, tanpa nasi. Duh, nurunin saya ya? padahal anak laki-laki saya, sama sekali tidak mau mencicipi, barang satu helai abon sapi, lho. Dan ternyata, suami saya, tidak begitu doyan dengan abon sapi.

Abon Sapi Gurih, Renyah dan Aroma Daging Sapi Asli


Abon sapi yang biasa ada di rumah saya itu mereknya "Ibu". Belinya jauuuuuh sekali, dan perkenalan dengan abon sapi dengan merek tersebut, terjadi ketika lebaran tahun 2015 kemarin. Di rumah ibuku, ada beberapa pilihan lauk kering. Salah satunya abon sapi, pertama kali mencicipinya, saya langsung mengambil tiga sendok sebagai lauk. 

Entah karena teman makan yang enak yaitu lodeh terong yang saya campur dengan abon sapi tersebut, jadi rasanya luar biasa? atau bagaimana, saya nambah terus makannya. Saya penasaran dong, saya makan abon sapi dengan cara dicemil *apa dicemil? hehee, ternyata enak banget, jadi lodeh terongnya enak, abon sapinya juga enak. 

Bapak saya memberitahu, kalau biasa membeli abon sapi merek "Ibu" itu di toko langganannya, nanti kalau pulang ke Tangerang beli dulu. Abon sapi tersebut, ada yang belum dikemas dan ada yang sudah dikemas dengan ukuran 1 kilogram, harganya 200.000. Berapa? karena saya biasa membeli yang di minimarket, yang harganya enggak segitu dahsyah, kaget dong saya.

Sebanding dengan harga abon sapi tersebut, dari penampilannya, abon sapi ini sangat cantik, luar biasa. Tidak ada campuran bahan lain untuk membuat abon sapi, terlihat banyak. Abon sapinya juga renyah, gurih dan mantap dagingnya. Aromanya juga wangi daging sapi, siapa coba? penggemar abon sapi yang tidak klepek-klepek? saya jatuh cinta dengan merek tersebut.

Pulang ke Tangerang setelah lebaran, dibekali bapak abon sapi berukuran 1 kilogram, gratis. Alhamdulillah ya. Sebelum dua bulan, abon sapi tersebut sudah habis, karena ibu mertua saya juga suka. Jadilah saya telepon ibu, minta dikirimi abon sapi merek tadi itu. 

Abon sapi


Bulan Januari 2016, saya pulang kampung lagi dong, dan membeli abon sapi sendiri, di toko yang diberitahu oleh ibu. Saya melihat ada banyak pilihan abon sapi, dari mulai harga yang biasa, biasa saja, biasa aja kali, sampai harga yang 260.000. Super sekali harganya mahal, padahal cuma lauk. Cuma lauk, tapi dari daging sapi, ya tetep mahal atuh Astin!

Saya membeli 2 buah abon sapi berukuran 1 kilogram dan mencoba abon sapi, dengan rasa pedas 1/4 kilogram saja. Di toko tersebut, ada juga abon merek yang saya beli dalam kemasan, tapi dijual kiloan (belum dikemas), jadi jika teman-teman berminat untuk mencobanya, beli saja 1 ons dulu atau mau sekalian 1 kilogram juga boleh. 

Abon sapi pedas, pernah saya coba dinikmati bersama makanan lainnya. Saya mencoba menambahkan abon sapi pedas ke dalam mie rebus. Rasanya tidak terlalu pedas,  mungkin karena ada kuahnya ya, tapi tetap kerasa daging sapinya. Besok saya ingin mencoba menambahkan abon sapi pedas, ke dalam bakso. Bakso vs abon sapi? sama-sama sapi apakah enak? rasakan sendiri ya, apalagi baksonya yang kuahnya kentaaal, duh saya suka bakso model kuah begini.

Jadi, abon sapi merupakan lauk yang paling sederhana yang saya sukai. Karena harganya mahal, abon sapi dimakan, jika memang benar-benar tidak ada lauk sama sekali, dan saya kelaparan sekali. Heheee, belinya jauh sekali. Teman-teman di wilayah Tangerang ada yang memiliki info toko yang menjual abon sapi super, tanpa campuran apapun, boleh hubungi saya ya. Terima kasih [2016:01]

22 Jan 2016

Permainan Masa Kecil Gobak Sodor

Satu permainan masa kecil yang masih membekas di pikiran dan hatiku, adalah Gobak Sodor. Tahu mengapa? karena permainan masa kecil itu, sering sekali dimainkan bersama teman-teman sepermainan. Meskipun banyak sekali, permaian masa kecil, yang tidak kalah seru, tapi permainan masa kecil Gobak Sodor, lebih dari sekedar seru.

Permainan Gobak Sodor, merupakan permainan yang mungkin diadaptasi dari permainan dari luar negeri ya. Menurut asal bahasanya, yang saya mereka-reka saja, karena belum menemukan artikel yang sahih. Go back to the door, yang artinya kembali ke pintu. Bagaimana permainannya? simak artikel ini ya.

Permainan Masa Kecil Gobak Sodor

Tempat Bermain Gobak Sodor


Halaman orang yang luas, merupakan pilihan spot yang paling asyik, untuk bermain Gobak Sodor. Saya masih ingat, astin kecil bermain bersama teman-temannya, di depan rumah ibunya Tini. Halamannya luaaas, karena bermain Gobak Sodor, membutuhkan tempat yang luas. kurang lebih 2 x 6 meter. Jaman dulu, mah, mudah menemukan tempat seluas ini. Halaman rumah orang, luasnya segambreng, apalagi di Cilacap. 

Selain dimainkan bersama teman-teman sepermainan di depan rumahnya Tini. Sewaktu pelajaran olah raga di sekolah dasar di Mertasinga, bu guru juga suka, membolehkan anak-anak perempuan bermian Gobak Sodor, lho. Permainan Gobak Sodor, kan dilakukan dengan gerakan. Lari, menipu penjaga, kemudian mencari celah ketika penjaga sedang lengah.

Cara Bermain Gobak Sodor


Bagaimana sich cara melakukan permainan masa kecil Gobak Sodor itu? gini niiich, mainnya. Semalam saya juga melakukan sebuah wawancara kecil dengan anak saya, Faiz. 

Saya : Faiz pernah mainan Gobak Sodor? (saya bertanya, karena pernah melihat Faiz dan teman-temannya, bermain Gobak Sodor. Entah siapa yang mengenalkannya. Bermainnya di lapangan sepak bola di samping rumah.)

Faiz : yang apa, Mi? (muka Faiz bingung begitu, tapi ingin menjawab)

Saya : Itu loh, (saya berdiri dan memeragakan cara bermainnya) yang bermain dengan membuat persegi panjang yang paaaanjaang, kemudian dibagi dua, di bagian panjang, kemudian di bagian lebarnyam bisa dibagi tiga atau empat, tergantung pemainnya.

Ada dua kelompok, misalnya Faiz dan teman-teman jadi penjaga, Faiz dan teman-teman berada di garis yang melebar. Ummi dan teman-teman ummi sebagai pemain, berada di luar garis, yang Faiz jaga.

Faiz : Ooooh...yang itu, yaaang.... (heeeem, mulai dech)

Saya : Nanti ummi, berusaha masuk ke dalam garis, Faiz menjaga agar ummi, tidak bisa masuk. Kalau ummi bisa masuk, berarti ummi selamat. Tapi kalau badan ummi terkena tangan Faiz, yang sedang menjaga, agar ummi tidak bisa masuk, berarti ummi kalah.

Kalau ummi sudah kalah, giliran Faiz dan teman-teman Faiz yang menjadi pemain. Ummi dan teman-teman ummi, gantian menjadi penjaga garis tadi.

Faiz : Oooh, iya pernah main bareng Kak Balqis. Pernah main juga waktu di TK...iyaaa, iyaaaa.

Cara Menang Bermain Gobak Sodor


Nah, intinya, permainan masa kecil Gobak Sodor, adalah permainan menjaga garis. Dulu, saya punya taktik untuk lolos dan masuk ke dalam garis tersebut dan agar tidak terkena tangan si penjaga. Caranya, membuat ancang-ancang, jauh dari garis yang dijaga, ya kurang lebih dua meteranlah..hihii jauh ya. Kemudian, lari sekencang-kencangnya untuk masuk ke dalam persegi panjang tersebut.

Tapi, hati-hati, karena masing-masing garis di persegi panjang tersebut, kan dijaga. Jadi, pinter-pinterlah untuk mengerem. Hihiii. Serunya permainan masa kecil Gobak Sodor, adalah, ketika kena tangan si penjaga. Kalau sudah kesel, penjaga akan memukulkan tangannya ke bagian tubuh skita, seperti tangan atau badan dengan keraas. 

Sudah melakukan ancang-ancang yang bagus, eee...ketika bisa lolos satu penjaga, malah kena di penjaga yang di belakangnya, duuuh, kan sedih ya. Seru dech permainannya, ada banyak sekali pelajaran dengan permainan masa kecil Gobak Sodor.

Permainan Gobak Sodor ini, membuat senang ketika bermain baik dengan teman-teman sepermainan di rumah atau ketika bermain di sekolah. Dari tempat bermainnya yang membutuhkan area yang luas, dari jumlah pemainnya, ada pemain dan ada penjaga, tentunya ada manfaat dari permainan Gobak Sodor ini.

Manfaat Bermain Gobak Sodor


Berikut beberapa manfaatnya menurut saya,
  1. Menggerakan anggota tubuh, kaki, tangan, badan dan mata. Mata kadang kan untuk melirik-lirik nich, untuk pemain, melirik penjaga, jika sedang fokus ke satu pemain, kita masuk doong. Hihiii.
  2. Kerjasama kelompok. Permainan Gobak Sodor adalah permainan dua kelompok. Kelompok penjaga, harus membuat strategi, misalnya A yang di depan, berada di garis sebelah kanan, B di belakangnya berada di garis sebelah kiri, selang seling begitu.
  3. Belajar sportif. Jika pemain terkena tangan penjaga, meskipun pemain satu sudah dapat lolos, masuk ke dalam, yaaaa...gantian dong, jadi penjaga. Juga tidak boleh saling menyalahkan, karena ini permainan team atau kelompok
  4. Belajar strategi. Semua permainan selalu membutuhkan srategi. Kalah menang pasti ada di dalam sebuah permainan. Namun, jika sudah membuat strategi, rasanya permainan menjadi seru kan. Gobak Sodor, juga membutuhkan strategi, baik pemain maupun penjaga.
Permainan masa kecil Gobak Sodor, merupakan permainan masa kecilku yang paling seru, diantara permainan yang lainnya. Ada banyak sekali permainan masa kecil, namun Gobak Sodor yang dimainkan oleh dua kelompok dan membutuhkan area yang luas, jadi mengeluarkan banyak keringat.

Meskipun mengeluarkan banyak keringat, tapi senang karena ketika menjadi pemain, harus memiliki cara, agar dapat lolos masuk melewati garis yang dijaga oleh penjaga. Ketika menjadi penjaga, senang juga, mendapatkan wewenang untuk menjaga garis batas, dan tidak boleh ada yang bisa masuk ke dalam garis batas wewenangnya.

Permainan Gobak Sodor Saat Ini


Sayang, sekarang jarang sekali halaman rumah yang luas. Di rumah utinya Faiz, halamannya juga sempit dan itu bukan halaman tanah. Apalagi di Tangerang. Jalanan juga sudah dibeton, halaman rumah, pun tidak punya.

Namun, ada banyak cara untuk tetap melestarikan permainan masa kecil Gobak Sodor. Lakukan di lapangan bola. Lah, lapangan bola di sini, sudah diplester tanahnya. Mudah malah, tinggal ambil kapur tulis, buat dech tempat bermain Gobak Sodornya.

Teman-teman Faiz pada suka enggak ya sekarang? sepertinya sedang asyik bermain sepeda, ach dicoba dulu lah. Waktu Faiz saya ceritakan, masih sangat tertarik kok, cuma ya itu tadi, apa teman-temannya masih suka? bagaimana kalau bermainnya saya dan Faiz saja? seru enggak sich? hahaaa. Dan, apa permainan masa kecilmu? [2016:01]

"Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa"

21 Jan 2016

Membuat Ruang Kerja yang Nyaman di dalam Rumah

Perlukah membuat ruang kerja yang nyaman di dalam rumah? kalau kalian memiliki usaha dalam bidang apapun, jawabannya pasti perlu. Saya yang hanya memiliki keinginan untuk menulis di blog, saja, menjawab sangat perlu membuat ruang kerja yang nyaman di rumah. Bukan neka-neko, tapi memang meja dan kursi kerja yang nyaman, akan membantu produktifitas. Ehem, itu teori dari saya yaaak.

Membuat ruang kerja di rumah, sebetulnya sangat sederhana. Tidak perlu ruangan khusus, atau ruangan tunggal untuk ruang kerja. Yang diperlukan adalah  meja  dan kursi kerja serta rak atau lemari. Namun, jika ingin profesional dan memang ada anggarannya untuk membuat ruang kerja khusus, masa iya mau ditolak, hehee. Meja dan kursi kerja juga dapat menggunakan perabotan yang ada sebelumnya.

ruang kerja yang nyaman


Saat ini, ruang depan yang menjadi ruang kerja saya. Alasannya, anak-anak banyak beraktivitas di dalam rumah. Ruangan depan sangat luas, jadi dapat meletakan perabotan apapun *kek gudang malah. Di ruangan depanpun, ketika anak-anak bermain di luar rumah, saya dapat mengawasi. Meja kerja menggunakan meja belajar anak saya, yang sedang tidak dipakai. Kursinya menggunakan kursi warung makan, yang terbuat dari plastik itu loh. Raknya ya...masih nunut di meja belajar anak saya.

Di tahun 2016 inilah, saya memiliki keinginan dapat mewujudkan impian saya mengenai ruang kerja saya. Ruangannya masih menggunaan ruang depan, karena ruangan tersebut sangat nyaman untuk saya. Meskipun ketika malam, nyamuks angat banyak, tapi better daripada ruang tengah. Meja kerja berbentuk huruf L. dengan satu sisi terdapat rak dan lemari untuk peralatan yang saya gunakan. Kursinya, bolehlah kursi yang dapat berputar dan empuk. Saya memiliki masalah tidak kuat duduk di kursi yang keras, seperti kursi plastik sekarang. Solusinya, saya meletakkan bantal kursi.

Sofa balon juga menjadi pilihan saya, untuk diletakan di dekat ruang kerja saya. Jika sedang mencari inspirasi atau untuk istirahat sejenak, menghilangkan pusing di kepala, duduk nyantai di sofa balon, kan nyaman. Sofa balon, membuat saya penasaran, apakah bisa meletus seperti halnya balon ya? heheee. Pilihan warna untuk sofa balonnya, warna biru muda. Warna biru muda untuk sofa balon, akan membuat inspirasi saya berkembang pesat dan lancar jaya beraktivitas,aaamiin.

Saya suka, ruang kerja ibuku. Beliau seorang perajin kerajinan tangan. Telah banyak kerajinan tangan yang sudah dibuat. Bentuknya macam-macam, mulai dari rajut, meronce, manik-manik, membuat bonek menggunakan kain flanel dan lain sebagainya. Ibuku belajar otodidak dan memiliki kemauan untuk berkumpul dengan teman-temannya, yang memiliki minat yang sama di bidang yang sedang disukai oleh ibu.

Ruang kerja


Ruang kerja ibu berada di antara garasi mobil dan teras samping yang ada kolam airnya. Ruangannya cukup luas, namun karena rak dan lemari serta box berisi peralatan bekerjanya, jadi sangat sempit. Ada meja kerja, bekas meja makan yang sudah tidak terpakai, ada dua buah kursi dan rak besar. Penutup ruang kerja ibu ke teras samping, menggunakan kerai. Mungkin, jika sedang sendiri ibu akan menyalakan air mancur dan air terjun di kolam, kemudian membuka kerainya, duuuuuh...siang-siang disuguhui pemandangan yang segar seperti itu, tentu sangat nyaman. 

Jadi...ruang kerja itu perlu untuk saya, yaaa...gaya-gayaan seperti pegawai kantoran lah. Toh, menulis, untuk saya merupakan rekreasi, setelah melakukan aktifitas utama di rumah. Jadi, saya ingin menemukan sebuah hal yang membuat pikiran saya segar. Ruang kerja tidak melulu harus memiliki satu ruangan khusus, cukup di ruang yang membuat nyaman. Perabotannya, juga dapat menggunakan perabotan yang ada di rumah.

Salah satu ruang kerja yang saya sukai, ruang kerja ibu saya yang di dalamnya banyak sekali peralatan hingga hasil kerjanya. Sebagai contoh, perabotan yang digunakan juga bukan perabotan khusus untuk bekerja, namun terlihat cantik, karena ibu menata dengan bagus dan rapi. jadi, doakan saya memiliki ruang kerja yang saya inginkan ya, doakan juga disetujui oleh bank di rumah, amin. [2016:01]


20 Jan 2016

Mengantuk Selama Perjalanan, Berbahaya!

Tertidur selama perjalanan? kalau kamu supirnya, bakalan bahaya! ingat, jika mengantuk, sebaiknya istirahat terlebih dahulu. Tapi jika, sang penjaga supir yang mengantuk? berbahayakah? jawabannya, sama saja, sangat berbahaya! apalagi supirnya adalah suami saya.

Dua tahun lalu, saya masih kuat menjaga suami dalam perjalanan yang ditempuh selama sepuluh jam lebih. Saya mampu melewatkan waktu tidur alami saya, dengan melototkan mata. Menemani suami yang kadang lebih banyak menepikan mobil, ke POM Bensin atau masjid. Waktu tidur saya paling hanya beberapa menit saja, selebihnya menjaga suami dan mobil.

mengantuk selama perjalanan


Perjalanan pulang dari Cilacap ke Tangerang, merupakan perjalanan paling berat untuk saya, hari Minggu kemarin. Minggu dini hari, pukul 3, Fira terbangun dan menangis. Otomatis gak pakai tongsis, saya membuka handphone. Saya membuka handphone dan ada banyak sekali chating. Apalagi, suami sedang berada dalam perjalanan menggunakan bus malam menuju Cilacap.

Cukup Tidur, Jika Akan Melakukan Perjalanan Jauh


Cerita tentu akan berkata lain, jika saya tidur lagi setelah subuh. Tapi karena suami datang menjelang subuh dan anak-anak bangun setelah suami datang, mata saya harus tetap terjaga. Paginya, masih harus membawa mobol ke bengkel, untuk memastikan mobil dalam keadaan fit. Lepas dzuhur, akan berangkat ke Tangerang.

Jadi, tidak mungkin untuk berebahan sebentar. Emak-emak rempong membereskan barang-barang untuk dimasukkan ke dalam mobil. Jadi, berangkat dalam kondisi mengantuk, itu sebaiknya dihindari yak.

Mengajak Berhenti untuk Makan


Baru beberapa jam meninggalkan Cilacap, saya sudah sangat mengantuk. Kepala saya berat tiada terkira. Untung Fira tertidur, jadi saya dapat memejamkan mata, dengan sebelumnya mewanti-wanti suami, untuk berhati-hati. Sampai di Ajibarang, saya terbangun dan jelas sekali suara percakapan antara Faiz dan suami saya. Jadi, sedari tadi, mereka berdua ngobrol? Alhamdulillah kalau begitu.

Mata segar belum bergitu cetar meskipun sudah tertidur sebentar. Suami belum merasakan lelah dan mengantuk, ketika saya menyarankan untuk berinstirahat. Sayapun mengeluarkan jurus, perut saya lapar, butuh makan nich. Heheee, akhirnya suami membelokkan mobil ke rumah makan di Prupuk.

Menyantap sop kambing dan sate daging muda langsung saya santap dengan cepat. Satu porsi nasi putih, yang biasanya saya sisakan, habis meninggalkan piring bersih. Ada apa ini? padahal di mobil, sudah ngemil Paroti.

Ngobrol Seru Bersama Anak-Anak


Setelah makan di rumah makan di daerah Prupuk, anak-anak segar bugar, terutama saya. Kami ngobrol seru tentang apapun. Ketika melewati sungai yang ada kawanan sapi, saya meledek Faiz. Hingga ramailah suasana di dalam mobil.

Kantukpun dapat teratasi, meskipun tidak mandi sore, Fira berganti pakaian sebelum masuk toll ketanggungan. Hanya Firalah yang berganti baju, hihiii...saya menunggu agar Fira tertidur lagi, tapi ternyata tidak.

Mengunyah Permen Karet


Jalanan di toll ketanggungan sangat sepi. Hanya ada satu dua mobil saja, kadang ketika saya melihat ke belakang, hanya ada mobil saya saja. Bener-bener sepi pada waktu masuk maghrib. Suami sudah terlihat mengantuk, itu terlihat dari kunyahan permen karet yang tidak berhenti.

Sebetulnya bukan permen karet biasa, yang dikunyah suami. Sebuah permen karet yang ada pemutih giginya, tidak bisa membuat gelembung, seperti yang Faiz minta. Kata suami, mengunyah permen karet sangat membantunya, untuk tetap terjaga. Saya mencoba melakukannya, namun yang terjadi, perut saya mual. Jadi, kepala saya sangat berat menahan kantuk di waktu maghrib tersebut.

Beristirahat!!!


Jika kantuk benar-benar tidak tertahan, apalagi komdisi jalanan sudah sangat ramai dan gelap. Satu solusinya, menepilah untuk beristirahat. Karena, saat kondisi mengantuk, biasanya diiringi emosi yang menyala-nyala. Bahaya!!

Saat melihat kondisi suami yang mengantuk, saya segera meminta untuk berbelok ke rest area di tol Cipali. Pukul 19.00 berada di toll Cipali dan ibu saya menelepon, untuk terus berdoa dan berhati-hati, serta memberi saran ina dan inu. Ya, saya juga dari tadi sudah waspada, apalagi di jalan tol yang sepi sekali.

Ngemil Makanan


Ketika melakukan perjalanan, saya selalu prepare yang namanya makanan. Entah itu perjalanan dekat, apalagi perjalanan dekat. Saya selalu membawa makanan. Buat saya pribadi, ngemil makanan, cukup membuat mata saya terjaga. 

Biasanya saat melakukan perjalanan jauh, adalah waktunya mudik. Waktunya mudik, identik dengan yang namanya kue lebaran. Ibu biasanya memberikan bekal beberapa toples kue lebaran, salah satunya kue lidah kucing. Tapi tidak untuk perjalanan jauh kemarin, bukan mudik dan tidak ada kue lebaran kesukaan saya, kue lidah kucing yang gurih itu.

Saya membawa kue-kue yang manis, sekalian untuk Fira yang sedang susah makan nasi. Kemudian camilan ringan, seperti keripik singkong dan roti sobek. 

Tapi tidak untuk kemarin, mata saya benar-benar lemaaah, lemaas dan tidak berdaya untuk menutup. Apalagi ketika mobil memasuki tol Cikampek. Padahal jalanan begitu ramai dan suami juga mulai melambatkan laju mobil dan memilih jalur di sebelah kanan, kadang di tengah.

Berkali-kali mata saya menutup, lalu kemudian terbuka lagi karena kaget. Berkali-kali melihat mata suami, kelelahan. Saya menyarankan untuk berhenti, namun satu rest are terakhir sebelum masuk ke tol dalam kota, terlewat. 

Bahaya!!! saya harus tetap membuka mata, tapi apa daya...mata saya terbuka, dan menyaksikan jalanan begitu ramai. Jalanan dengan ikon sebuah tempat yang saya sangat hafal. Masjid di dekat pasar Cipondoh, dekat rumah. Haaaah? sudah keluar tol? sudah sampai? berarti saya tertidur cukup lama. Apa kabar suamiku? maafkeun saya yang tertidur sangat nyenyak.

Bagi teman-teman semua, persiapkan kondisi badan saat akan melakukan perjalanan ya. Berbahaya jika mengantuk selama perjalanan. Punya tips oke, ketika mengantuk selama perjalanan, beri tahu saya ya. [2016:01]

18 Jan 2016

Cara Menggunakan Voucher MAP

Sudah tahu apa itu voucher MAP? sudah pernah menggunakan voucher MAP tersebut? kalau ada yang belum tahu, apa itu voucher MAP, ini saya ada cerita sedikit. Voucher MAP dikeluarkan oleh group PT MAP atau kepanjangan dari Mitra AdiPerkasa.

Voucher MAP tersedia dalam dua satuan, 50.000 dan 100.000. Warna merah untuk 50.000 dan warna biru untuk satuan 100.000. Voucher MAP ini dapat dibeli di beberapa mall, sebagai gift voucher untuk hadiah di kantor atau ulang tahun pernikahan. Kelebihan voucher MAP ini tidak ada batas waktu penggunaannya, jadi bisa belanja kapan saja.


cara menggunakan voucher MAP

Pertama mendapatkan voucher MAP, saya harus seaching bagaimana cara menggunakan voucher tersebut. Memang pada bagian voucher MAP tersebut ada berbagai toko yang tertera, namun saya ingin lebih tahu banyak. Karena tidak semua toko/ merchant menerima voucher MAP tersebut.

Berikut cara menggunakan voucher MAP menurut saya,

Pastikan Kebutuhan bukan Keinginan


Salah satu keuntungannya adalah voucher MAP ini tidak memiliki batas waktu penggunaan. Atau tidak ada exp.date nya. Jadi, tidak perlu buru-buru untuk menggunakannya. Memang sulit untuk memisahkan antara kebutuhan dan keinginan.

Apalagi jika menerima voucher dari mana pun itu, kan gratis alias cuma-cuma ya. Jadi, inginnya beli ina dan inu. Pertama saya menerima voucher MAP dari hasil doorprice, saya menggunakan dengan bijak, dan hanya satu toko saja. Padahal jumlahnya lumayan.

Nah, voucher MAP kali kedua yang saya dapatkan, harus saya gunakan lebih bijak lagi. Karena jumlahnya sepuluh kali lipat jumlah pertama. #BerkahNgeblog.

Tidak Dapat diuangkan dan dikembalikan


Semua jenis voucher memang tidak dapat diuangkan. Inginnya mah dapat uangnya saja ya, bsia bisa beli ina dan inu secara bebas. Tapi apalah daya, namanya rejeki, tetap disyukuri. Oleh karena itu, cara menggunakan voucher MAP, juga harus pintar.

Karena satuan voucher MAP 50.000 dan 100.000, maka ketika berbelanja menggunakan voucher tersebut juga harus membawa uang tunai atau berbelanja sejumlah kedua satuan tadi. Contohnya begini, membeli pizza di domino dengan nominal 120.000. Satu satuan voucher MAP nominal 100.000 dan ditambah uang tunai 20.000. Jika menggunakan voucher 50.000 tidak dapat dikembalikan, sayang kan?

Itulah sedikit cerita dari saya, untuk bagaimana cara saya menggunakan voucher MAP. Masih utuh dan menunggu saat yang tepat untuk berbelanja. Keinginan mah banyak, tapi masih mikir-mikir untuk menggunakannya. Alasannya, tunggu moment yang tepat saja. Hihii, gaya kan? [2016:01]



15 Jan 2016

Dominic Hotel Pilihan Menginap di Kota Purwokerto

Kota Purwokerto menyimpan banyak kenangan untuk aku. Selama tiga tahun tinggal di kota Satria. Aku memiliki banyak sekali teman.Tinggal di sebuah rumah kos di daerah Bunyamin. Menikmati sarapan dengan nasi rames dan mendoan. Dahaganya dibayar dengan es dawet selepas pulang dari kampus pada siang yang terik. Bisa diualng lagi enggak, ya? anak-anakku? ada yang berkeinginan sekolah di Purwokerto?

Selepas menanggalkan pakaian toga pada Mei 2003, aku jarang sekali datang ke Kota Purwokerto. Magnet kenangan tidak serta merta ingin menarikku untuk bertandang ke kota yang penuh arti itu. Entahlah, mungkin magnet masa depan lebih kuat menarikku untuk berjalan lurus, menyambut masa depan. 😏 eaaa, serius amat bu.

Hingga akhirnya, pada suatu waktu. Bertahun tahun setelah acara foto wisuda, senang-senang selepas wisuda bersama teman-teman. Aku bersama keluarga kecil ini diberi kesempatan untuk berlibur di Cilacap pada awal januari 2016. Buat aku pribadi, enggak ada agenda ke Purwokerto dalam itinerary liburan kala itu. Ibu dan bapak yang mengajak keluargaku dan keluarga adikku, untuk berlibur ke Baturaden, Purwokerto. Huaaa, senangnya bukan main. Sudah berapa puluh tahun, aku enggak ke Baturaden. 😆 norak yeey.

Berangkatlah aku dan semua keluargaku menggunakan dua buah mobil. Hiks, apa kabarmu lancer kenangan. ^malah mellow swallow. Berangkat dari Cilacap kurang lebih pukul 10 pagi setelah sarapan. Hari Sabtu, 9 Januari 2016. Liburan keluarga, tanggalnya selalu diingat yaay. Tujuannya tentu saja, Baturaden. tempat wisatane inyong pas isih cilik, mbiyen.

Perjalanan lancar, dengan komando mobil bapakku yang berada di depan. Iyaaah, ngaku, aku enggak hafal jalan ke Baturaden. Buat ke Puwokerto juga bapak yang mengomando. Padahal kan ada GPS sebenere. Perjalanan melewati Kota Purwokerto. Alun-alun Purwokerto, dulu ada temen kuliah yang membawa aku ke sini, buat ngasih lihat bahwa pakai vespa itu asyik. Ada mogok-mogoknya dan ada ramainya. 😬 Hayo, nyengiir koe, Ka.

Baturaden tetap Baturaden, Baturaden masih seperti yang dulu. Bedanya, sekarang ramai sekali penjual baju-baju dan aneka buah tangan. Dulu, yang kuingat dari Baturaden di tahun 1986 adalah tempat wisata yang ramah anak, tempat wisata yang alami, di mana-mana ada pepohonan nan hijau. Kangen cari-cari foto jadoel di rumah ibuku.


Baturaden dalam kenanganku. Pic by Akung

Baru beberapa jam di Baturan, hujan turun dengan derasnya. Ada pengumuman dari penggelola untuk berhati-hati dan waspada longsor. Woooooy, kan jadi takut, apalagi membawa dua balita dan satu anak kecil. Ada juga nenek dan kakek, jadi seketika itu juga, memutuskan untuk mengakhiri sesi berwisata di Baturaden. Padahal belum ini, dan belum itu. Tapi bajupun sudah basah, walaupun sudah membawa payung. Hujan di Baturaden benar-benar deras dan angin kencang menemani pamitku pada Baturaden.

Dalam keadaan darurat, ibu segera menawarkan pertimbangan, bagaimana kalau kami semua menginap di hotel. Hoteeeel? Faiz, anak sulungku loncat-loncat kegirangan. Berharap pergi ke Hotel bisa berenang. 😰 Huhuuuu... di sini komandonya akung dan uti, jadi aku-nya mah nurut nurut ajaah.

Hotel yang dipilih ibu dan bapak, adalah hotel langganan beliau berdua. Dominic Hotel yang terletak di tengah kota. Ibu kemudian menceritakan pengalaman-pengalaman beliau beberapa kali menginap di Dominic Hotel. Kata ibu, ibu senang sekali dengan kamarnya. Jadi yo wes monggoh ibu kemawaon, kulo ndherek. 

Dari tempat wisata Baturaden menuju Dominic Hotel, jalaan teruuuus melewati kampus tercinta. Aku menahan antara perasaan geli, lucu, ngenes, bahagia, sedih, nyesel dan banyak banget perasaanku. Satu perasaan yang tergambar pastinya aku bangga. Aku bangga pernah kuliah di UNSOED Purwokerto. Bapak dan ibu merasakan satu kebahagian pernah menemani aku, sewaktu tali di topi wisuda di pindahin  sama Rektor, ituloh, Bapak dan ibuku ikutan maju ke depan. Huhuuu, serius aku senengnya minta diampuni.

Kurang lebih setengah jam, dalam keadaan tidak begitu macet. Perjalananku dari Baturaden ke Dominic Hotel sampai. Hujan masih menemani perjalanan dan keberadaanku di Purwokerto. Menemani aku membuka kenangan-kenangan yang tak sanggup untuk dihitung. Tak sanggup untuk kembali diceritakan. Lebaaay lagi.😒 Apalagi melihat lapangan di Sumampir, tempat aku dan teman kuliahku suka beli bubur kacang hejooo. Suka jalan di sepanjang trotoar yang dulu mah adem. Stop, sekarang ke hotel, astin.

Kesan Pertama di Dominic Hotel


Masuk ke parkiran Dominic Hotel, hujan masih begitu deras dalam sore yang mengelanyut manja. Aku hanya dapat melihat hotelnya bersih, warna tembok luarnya, warna pastel gitu. Khas sekalilah ya dengan gaya orang Purwokerto yang kalem.

Hotelnya bersih, tempat parkir di depan hotelnya sendiri memang tidak begitu luas. Tapi coba dech, masuk saja ke dalam, nah, tempat parkirnya luas di samping bangunan hotelnya. Yup, tempat parkirnya memang tidak di bawah atau di atas bangunan hotel. Jadi, sewaktu aku ke sana, ngepasi hujan turun, yaaa..basah basah basah. Untungnya, sebelum masuk ke parkir di dalam, ada atap yang menuju ke lobby. Uti dan anak-anak turun di situ, sedangkan akung dan suamiku ya, terpaksa berbasah-basah.

Parkiran Dominic Hotel dari lantai atas


Parkiran Dominic Hotel dari tempat parkir


Berjumpa dengan satpam, front office dan bell boy semuanya ramah. Apalagi ibuku, yang ke Dominic Hotel sudah seperti rumahnya sendiri. Padahal mah, rumah ibuku di Cilacap, tapi kalau sedang pingin refreshing ya, ke Dominic Hotel. Luar biyaaasaah kan ibuku ini. Meskipun sudah sepuh, jam travelling-nya lumayan buat nambah-nambah cerita beliau untuk urusan menginap di hotel.

Di area lobby, selain ada meja resepsionis, ada bangku di dekat pintu masuk. Ada tembok yang berada di tengah ruangan, di tembok ada ukiran yang cantik sekali. Di bawah tembok ada tempat duduknya lagi. Di sebelah kiri lobby, ada cafe, store dan lift. Kesan pertama masuk ke dalam Dominic Hotel adalah hommy

Ibu yang mengurus cek in dan pembagian kamar untuk tiga keluarga. Padahal mah kepo, harganya berapa, rate weekday and weekend-nya berapa. Aku juga ribet dink, ngurusi bocah pada kepingin mangan ice cream. On the spot, aku sih enggak tanya ke ibu rate-nya berapa. Tapi setelah dari situ, beberapa bulan kemudian, iseng nanya. Ternyata untuk superior rooms pada weekend harga di awal Januari adalah sekitar 600.000 rupiah. Wes muahal nyooh. Mending atuh, ibu pesen lewat booking online. Huhuu, mendingan buat aku aja duitnya. 😞

Dominic Hotel
Lihatlah, betapa nyamannya berada di ruangan tersebut. Itu adalah Lobby Dominic Hotel. Pic by @astinas


Setelah acara cek in beres, ibu membagikan satu-satu card yang digunakan untuk membuka pintu kamar. Dan eneng lupa, waktu itu berada di kamar berapa. Nanti dech, eneng cari tahu, dulu nginep di kamar berapa. Yang jelas, waktu itu tiga kamar yang dipesan, kamarku di samping kamar adikku dan di depannya kamar ibu dan bapak. Benar-benar keluarga yang aneh, connecting ngapa? hehee. 😎

Masuk lift 'lur, inyong ngendong bocah trus bapake ngawa tas. Uugh roaming buuu. Yup, liftnya unik, klasik dan cantik banget. Suka dengan ornamen-ornament yang mengihiasi setiap sudut di Dominic Hotel.
Keluar dari lift, sampailah ke sebuah sudut ruang yang ada sofanya. Cocok untuk bersantai sembari menikmati kota satria dari ketinggian. Lorongnya cukup sempit, enggak bisalah ya buat main go back so door. Karena sore itu hujan, auranya sedikit dingin, pingin cepat-cepat masuk kamar, daripada bengongin lorong.

Kamar Superior Dominic Hotel


Kamarnya luas sekali. Iya kali neng, namanya superior. Kamar yang super untuk keluargamu yang anaknya seneng lari-larian di dalam kamar. Satu set meja dan kursi kerja menyambut, ketika membuka pintu. Sebelah pintu, sebuah kamar mandi dan di seberangnya ada lemari pakaian. tempat untuk meletakkan tas trus di bawahnya untuk meletakkan sandal dan sepatu.

Meja kerja di kamar Dominic Hotel

Sandal jepit karena turun dari mobil, hujan deraas.
 

Melangkah masuk ke dalam, woooow, bed nya luas, ada sofa juga di dekat jendela. Heeem, bener-bener surga buat keluargaku. Televisi berada di depan tempat tidur dengan meja di bawahnya. Ada AC tentunya, meskipun udara di luar hujan, aku teteap butuh AC. Mini bar atau lemari es ada di bawah meja. Kamar di Dominic Hotel juga tersedia jaringan internet, kalau bingung tinggal telepon resepsionisnya yak.

Foto diambil dari meja kerja di ujung pintu masuk


Aku suka Dominic Hotel dengan pemilihan warnanya yang kekeluargaan. Perpaduan cokelat dan cream juga ada pada pemilihan sofa dan perabotannya. Ada satu hal yang kutemukan, sebuah sajadah untuk sholat beserta penunjuk kiblat.

Warna sofa yang cokelat senada denagan warna tirai kamar Dominic Hotel


Anakku langsung masuk ke kamar mandi. Sebelum semua berantakan, aku ambil fotonya terlebih dahulu. Meskipun hasilnya tidak begitu maksimal, doakan emakmu ini pinter moto dan punya kamera yang keren ya, Nak. Kamar mandinya bersih, dengan dinding kaca untuk area basah, dan kebutuhan sabun, pasta gigi dan sikat gigi beserta handuknya, tersedia lengkap di dalam kamar mandi Dominic Hotel.

Peralatan mandi di Dominic Hotel


Sembari menunggu giliran masuk kamar mandi. Aku dan suamiku membuka-buka menu di DM Cafe. Padahal, ibu sudah bilang, nanti mau diajak makan mie Anglo di dekat Doninic Hotel. Tapi perut ini rasanya pingin dikasih tambahan aneka makanan.

Suamiku langsung minta dipesankan mie ayam. Karena apa coba? karena harganya sangat berbeda jauh dengan harga makanan dan minuman di hotel sana-sana. Ini pengalaman paling menghanyutkan. Harga makanan dan minuman kisarannya sekitar sepuluh ribu sampai dua puluh ribu. Deneng murah banget yak? huhuu roaming lagi, buuu. Aku dua mie ayam dan satu kopi untuk suamiku. 😘

Bermalam di Dominic Hotel


Sore menjelang malam di Dominic Hotel nyamaaan banget. menghabiskan mie ayam yang diantarkan tidak begitu lama. Mandi dan beres-beres, ngelurusin badan. Sebetulnya mah enggak lelah, eneng cuma kehujanan. Tapi setelah mandi menggunakan air panas, kepalaku rasanya lebih nyaman. Sholat Maghrib dan kemudian saling berhamburan ke kamar uti dan akung.

Ternyata uti, akung dan keluarga adikku sudah siap untuk turun. Mau mencoba mie Anglo yang lezat, anak-anak pasti doyan dan mau makan, kata uti. Gak usah yang jauh-jauh, lagian sudah pada lelah dan pingin istirahat, kan? Nurut lagi, kan komando ada di uti...hihii. 😘

Sampai di lobby, dari dalam terlihat hujan masih mengguyur. Woaaa, enggak jadi ke luar dech. Di sini aja, makan di DM Cafe. Lah? aku dan suami saling pandang. Barusan menghabiskan mie ayam dari sini, bu. Ya sudahlah...dikenyangin lagi makannya biar gendut badannya. Huhuuu.

Mengambil tempat duduk di DM. Kebetulan sekali, anak bungsuku sedang senang-senangnya mengeksplorasi. Berkali-kali diminta duduk, tetap saja lari-larian. Jadi jurus makan bergantian, dikeluarkan juga. Enggak sopan, minta bapak dan ibu ngejagain anak. Kasihan, biar mereka menikmati dengan memandang dan sesekali memeluk cucu-cucunya.

Pesanan suami adalah nasi rames dan mendoan. Aku pesan nasi goreng sekalian menyuapi anak-anak. Enggak usah pedas, yang penting nikmat.  Tunggu ditunggu pesanan belum pada nongol, pun pesanan ibu, bapak dan keluarga adikku. Anak-anak juga sudah riwil. Ada saja permintaannya. So, demi menenangkan anak-anak, mampirlah ke DM store. Beli ice cream Brasil yang melegenda. Aku sih tahunya baru, engak tahu kalau dulu juga pernah icip ya.

Tunggu di tunggu, pesanan makan malam ternyata lumayan lama. Hampir setengah jam. Sewaktu keluar punya akung dulu, itupun salah tidak seperti pesanannya. Huhuu, sedih. Tapi malah adikku yang bilang beruntung. Karena pesan nasi goreng dibuatin sop, ya udah buat anaknya.

Setelah makan malam, suami dan anak-anak naik ke kamar. Aku diajak ibu dan bapak, jalan-jalan membeli kue. Dominic Hotel memang sangat strategis, ada toko roti enak, yang berada di dekat Dominic Hotel. Nama toko roti tersebut Queen. Di depan toko roti tersebut, ada Alfamart dan banyak sekali tempat makan di sekitar Dominic Hotel. Ach setelah puluhan tahun, baru kali itu aku jalan bertiga. Ibu, aku dan bapakku. Huhuu mellow kalau mau dibawa perasaan. Sayang, cuaca di luar gelap, penerangannya juga tidak terang sekali. Aku enggak bawa hape, hape ibu sedang rusak settingannya, jadi, iyaaa enggak selfie bertiga kitah.

Pulang dari toko Queen, sewaktu masuk ke area lobby. Aku melihat anak-anak bermain batu kecil-kecil di dekat lift. Suamiku mengawasi di dekat merekaa. Looh? anak-anak kaget, karena kata suamiku, mereka rewel di kamar, nanyain umminya ke mana. Hayoklah masuk kamar dan memulai perjuangan untuk tidur. Biasanya, anak-anak kalau dibawa ke hotel, susah banget buat tidur.

Benar saja, mereka malah main lari-larian. Anak kecilku bermain apa saja yang dapat diraihnya. Sampai kabel telepon aku lepas, berkali-kali anakku ini memainkan telepon. Atau mungkin bisa enggak? telepon ditempelin di dinding aja? biar enggak buat mainan anakku yang iseng?. 😢

Keceriaan Faiz belajar bersama abinya

Look my baby, she'is so happy

Tempat tidur Dominic Hotel, luaaas



Lelah bermain mengelilingi kamar, gulung-gulung badan ke arah kanan dan kiri, tiduran di lantai kayunya. Akhirnya, setelah si sulung tidur, bungsupun ikut tertidur. Mau tahu bagaimana mereka tidur di kasur superiornya Dominic Hotel? tidak rapi, saling silang gitu, lalu aku bingung mau tidur di mana. Suamiku sudah ng-tag sofa buat tidur. Aku, jadi penjaga anak-anak di tepi tempat tidur. Biasanya aku tarik sampai ke dinding, tapi kali ini enggak bisa.



Suatu Pagi di Dominic Hotel


Tetaplah ya, yang namanya ibu, di manapun, subuh pasti bangun. Bukankah lebih nyaman berselimut tebal dan membuai mimpi bersama keluarga di tempat tidur? itu pasti. Tapi tidak untukku. Tempat tidur, dikuasi anak-anak. Menarik selimutnya tak kuasa. Jadi, mending buka tirai, menatap pemandangan indah yang kutemukan. Kamarku ternyata menghadap ke arah depan Dominic Hotel. Semburat warna kemerahan dan kebiruan muncul menyegarkan pandangan mataku. Dari balik jendela Dominic Hotel, ku mengucap syukur.

Acara hari ini adalah segera cek out. Huaaa, sayang banget looh, kamar semewah dan tempat tidur senyaman ini harus disia-siakan begitu saja? huhuu, kalau boleh enggak nurut, aku mau bobo cantik di sini sampai batas harus cek out. Ada acara keluarga yang harus bapak dan ibu hadiri. Acaranya pukul 10.00 dan tempatnya di dekat rumah bapak dan ibu. So? so? so? setelah sarapan langsung pulang yaa. Yes mom. 😍

Restoran Dominic Hotel berada di lantai 7 atau lantai paling atas. Restorannya sangat luas dengan meja dan kursi yang bisa dibilang lumayan. Menunya standar, ada bubur ayam, nasi putih, nasi goreng, roti bakar atau roti oles. Bedanya, di Dominic Hotel ada Soto Sokaraja dan Mendoan hangat.
Sayang sekali, pada saat itu tatanan ruang makan restoran Dominic Hotel tidak begitu cantik. Hanya ada hamparan ruangan yang luas, sudut untuk meletakkan menu-menu makanan dan meja kursi yang di tata sangat kaku. Memang sich, kapasitas ruangan ini muat banyak orang. Aku menduga ruangan ini bisa digunakan untuk ruangan resepsi atau acara besar. 😶 Sok tahu banget.

Bapakku, penyemangatku


Sarapannya tidak sebanyak makanku sekarang, tapi aku kenyang. Apalagi ketemu mendoan dan sroto nya Sokaraja. Bapak dan ibu, yang sering ke Dominic Hotel juga enggak bosan. Meskipun menemui menu yang seperti disebutkan di atas. Buatku, ke depan, Dominic Hotel, pasti bisa menjadi hotel yang terdepan di kota Purwokerto. Kota yang dulu di tahun 2000 aku meluangkan waktu di kampus Jenderal Soedirman. Kota yang dulu, aku pernah bermain-main menghabiskan masa remajaku. Masa remaja masuk masa dewasa kali ya, kalau sekarang aku masuk ke masa #usiacantik.

Kita cek out dulu ya, Nak. Lain kali kesini lagi. Hommy banget ya, Dominic Hotel ini 😊


Untuk teman-teman yang tertarik dan ingin menginap di Dominic Hotel, caranya sangat mudah. Ada alamat yang kutulis di bawah postingan ini, atau teman-teman dapat menghubungi booking online pemesanan kamar hotel. Dijamin dech, kepingin balik ke sini lagi. Akupun demikian, pasti akan balik ke sana lagi, mereguk kembali kenangan indah di Dominic Hotel.

Alamat Dominic Hotel Purwokerto

Jl. Komisaris Bambang Soeprapto 39-41
Atau biasa disebut Kombas
Purwokerto


Telepon Dominic Hotel Purwokerto
0281-6574-888
0815-4275-5555

Tertulis sekang inyong
💗

14 Jan 2016

Keuntungan Mengikuti Kompetisi Menulis di Blog

Setelah memiliki sebuah blog, saya sering mengikuti kompetisi menulis di blog. Selain menulis tentang cerita perjalanan hidup, saya ingin mengikuti kompetisi tersebut. Mengikuti kompetisi menulis di blog ada banyak sekali keuntungannya.

Keuntungan-keuntungan tersebut, tentunya berefek positif bagi saya pribadi. Dalam hal keseharian dan dalam dunia blogging. Sebagai seorang blogger, saya menyebut diri saya blogger, karena telah memiliki sebuah blog dan menulis aktif di blog tersebut. Saya ingin diri saya produktif dengan blog yang saya miliki tersebut.

Salah satunya dengan mengikuti kompetisi menulis di blog. Awal-awal memiliki sebuah blog, saya berencana mengikuti semua kompetisi menulis di blog, yang saya ketahui. Ada beberapa yang kemudian saya daftarkan ada juga yang mengendap dalam draft. Dari yang telah dikirimkan, awal menulis di blog, ada dua tulisan saya yang dilirik oleh penyelenggara, menjadi pemenang.

Memang bukan pemenang utama atau pertama, namun rasanya sangat membahagiakan. Satu tulisan yang menceritakan dapur idaman dan satunya lagi menulis tentang lauk yang disukai oleh anak di rumah. Ketika mengetahui, tulisan saya dinyatakan sebagai salah satu pemenang, saya sangat bahagia sekali. Di sini, saya sangat bersemangat kembali, untuk mengikuti kompetisi menulis di blog.

Lalu, bagaimana dengan sekarang? setelah kesibukan di dunia nyata sangat cukup meminta perhatian lebih. Alhamdulillah saya berada di lingkungan teman-teman blogger yang baik dan selalu menyemangati. etapi, saya mohon maaf sebesar-besarnya, saya sedang off lama. Teman-teman blogger itulah penyemangat saya untuk mengikuti kompetisi menulis di blog.

Salah satunya, Mbak Lidya Fitrian, pemilik blog www.lidyafitrian.com. Ibu dari dua orang puteranya yang bernama Pascal dan Alfin. Pertama berkunjung di blog Mbak Lidya tersebut, saya sangat betah dan nyaman berada di rumah mayanya.

Mbak Lidya menceritakan tentang kehidupan sehari-harinya, bersama anak-anak. Menginformasikan banyak hal, dan informasi tersebut sangat membantu para pembaca menemukan jawaban atas pertanyaan mereka.

Selain menulis ringan, Mbak Lidya juga sering sekali mengikuti kompetisi menulis di blog. Bedanya dengan saya, tulisan Mbak Lidya, sering sekali keluar menjadi pemenang. Tidak tanggung-tangung, tulisan Mbak Lidya, menjadi pemenang pertama atau kedua.

Nah, dari Mbak Lidya  saya jadi bersemangat kembali untuk mengikuti kompetisi menulis di blog. Salah satu pesan dari Mbak Lidya jika mengikuti kompetisi menulis di blog adalah,setelah berusaha menulis sesuai dengan kemampuan, berdoa, kemudian mengikuti kompetisi menulis lagi dan berdoa lagi.

Jika tulisan tidak dilirik oleh juri, jangan sedih terlalu lama. Tulisan saya yang menulis tentang hubungan antara ayah dan anak, Alhamdulillah menjadi pemenang ke dua, menemani Mbak Lidya yang menjadi pemenang pertama.

Jadi, ada banyak sekali keuntungan mengikuti kompetisi menulis di blog. Salah satunya, menjadikan saya mau untuk belajar lebih banyak hal, bertemu dengan teman-teman blogger dan jika tulisan yang dibuat bagus, dan dilirik oleh juri, otomatis akan memperoleh kesenangan dan materi. Bagiamana dengan teman-teman? pernah mengikuti kompetisi blog? pernah turun naik semangatnya mengikuti kompetisi menulis di blog? [2016:01]

11 Jan 2016

Perjalanan Dari Tangerang ke Cilacap

Hari Jumat tanggal 8 Januari 2016, saya dan keluarga kecil melakukan perjalanan ke Cilacap. Perjalanan kali ini, untuk bersilaturahmi dengan ibu, bapak dan saudara-saudara. Awalnya, perjalanan ingin menggunakan kereta api, karena hanya beberapa hari saja, kami di Cilacap. Namun, akhirnya, rencana berubah, perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

Seperti perjalanan sebelum-sebelumnya, perjalanan kali ini, juga direncanakan berangkat setelah waktu subuh. Saya bangun pukul setengah tiga dan menyiapkan semuanya. Anak-anak bangun pukul empat, langsung mandi menggunakan air hangat, saya juga.

Setelah adzan subuh mengumandang, Faiz dan suami saya, pergi ke mushola sebelah rumah. Saya dan Fira, sholat di rumah. Setelah Faiz dan suami saya pulang, baru dech, kami semua masuk mobil dan berangkat. Palang pintu di pos satpam, masih tertutup dan satpam juga masih istirahat. Masih terlalu pagikah?

Pukul setengah enam, suami menghentikan mobil di depan minimarket untuk membeli minuman mineral, biskuit, roti untuk sarapan,serta susu untuk Faiz. Langit pagi itu serah sekali, menemani perjalanan menuju pintu tol Karang Tengah.

Jalanan di tol masih cukup lancar, hingga masuk ke tol di Cikampek, macet dan berhenti sedikit. Pikiran saya, mungkin hanya sebentar, ternyata lumayan lama sekali. Akhirnya, saya mengambil satu buah apel, menimang nimang. Tidak membawa pisau dapur, tidak membawa pisau lipat dan tidak membawa alat untuk mengupas, jenis apapun.

Saya sudah berpikiran untuk membawa pisau dapur, karena memang yang dipunyai hanya itu. Tapi takut ada razia, ngeri nanti malah timbul masalah. Jadi, urung dech, niat untuk membawa pisau dapur. Jadi, malah muncul ide, mengupas buah apel menggunakan sendok. Sendok yang rencananya untuk makan nasi dan tempe goreng, bekal dari rumah.

perjalanan dari Tangerang ke Cilacap


Setelah tol Cikampel, perjalanan lancar kembali, Faiz juga menikmati buah apel yang saya kupas menggunakan sendok, sebagai pengganti pisau dapur. Satu buah apel, menemani perjalanan Faiz hingga tol Cipali.

Keadaan tol Cipali sangat lancar, saya berusaha membuat suami agar tidak mengantuk. Keluar tol Pejagan, pukul setengah dua belas, Faiz mulai rewel. Faiz ingin segera sampai di rumah utinya. Suami saya menyarankan untuk berhenti terlebih dahulu, untuk istirahat, namun Faiz merajuk dan ingin ke toilet.

Berhenti di rumah makan, Faiz tidak mau, takut toiletnya bau tidak enak dan tidak nyaman. Akhirnya suami saya melanjutkan perjalanan pelan-pelan. Saya yang mengantuk, tidak jadi tertidur, menikmati perjalanan dari tol Pejagan, Prupuk, Bumi Ayu, Ajibarang hingga Wangon.

Di Wangon, suami kembali menawarkan untuk istirahat, selain lelah, juga lapar. Faiz tetap merengek. Okey, jika saya bisa menggantikan suami untuk menyetir, tidak masalah, lah ini saya tidak bisa menyetir.

Pukul dua siang, mobil kami memasuki kota Cilacap Bercahaya. Setelah melewati daerah Jeruk Legi, rumah ibu dan bapak saya, sudah dekat. Tinggal mencari perempatan yang ke arah SMP Negeri 5 Cilacap, rumah saya berbelok ke kiri, berseberangan dengan SMP Negeri 5 Cilacap.

Setelah melewati satu perempatan lagi, beberapa menit kemudian rumah bapak dan ibu sudah terlihat. Rumah tersebut ada di sebelah kanan, dan ternyata ibu saya sedang berada di teras rumah. Pintu gerbang juga sudah terbuka, jadi mobil langsung masuk ke garasi di rumah ibu.

Tujuh jam lebih sedikit, waktu yang ditempuh oleh kami, dari Tangerang ke Cilacap. Berhenti sebentar di Cikampek. Saya bertanya kepada suami, bagaimana perjalanan dari Tangerang ke Cilacap kali ini? sungguh luar biasa, jika di tol Cikampek tidak macet, mungkin bisa enam jam. [2016:01]

7 Jan 2016

Salah Kostum pada Liburan ke Ancol

Liburan tahun baru 2016 ini diisi dengan acara jalan-jalan. Mulai dari malam sebelum tahun 2015 berlalu, saya dan keluarga pergi ke luar rumah untuk melihat-lihat jalanan. Jalanan yang begitu padat, mengurungkan niat kami, untuk melihat pesta kembang api di Sumarecon Mall Serpong. Lebih baik, melihat kembang apinya di televisi saja, di rumah sembari tidur-tiduran.

Pagi harinya, suami sudah berniat brangkat dari rumah menuju Pantai Ancol pada pukul enam pagi, Apa daya, mata masih mengantuk dan kami selesai pukul sembilan pagi. Bayangan saya, jalan-jalan ke Ancol hanya di pinggiran pantainya saja, tidak perlu turun ke pasir dan airnya. Jadi saya memutuskan untuk mengenakan rok jeans panjang dan kaos lengan panjang hijau dengan kerudung hijau.

Anak pertama saya, memakai celana panjang jeans dan atasan kaos. Anak ke dua saya , malah menggunakan legging dan dress cantik a la tuan puteri. Pikiran saya, jalan-jalan dan duduk cantik sembari ngobrol ngalor ngidul bersama suami dan anak-anak di pinggir pantai, sembari ngopi cantik. Kostum yang kami kenakan, tidak mungkin salah kan ya?

Apa kabarnya ketika tiba-tiba, perjalanan ke Pantai Ancol macet dan merayap? suami sudah malas duluan melihat antrian kemacetan, anak pertama saya merengek untuk masuk saja ke Ancol. Duh, saya mah bobo cantik bersama tuan puteri di dalam mobil. Biarlah ke dua laki-laki tersebut berdebat, antara masuk Ancol atau tidak.

Sebuah Sudut Pantai Ancol


Akhirnya saya menyarankan kepada suami untuk masuk saja. Dengan mengeluarkan uang sebesar sembilan puluh lima ribu rupiah, satu mobil dan tiga orang dihitungnya, kami masuk dan mulai mengantri juga untuk memasuki Pantai Ancol. Bingung mau parkir di mana, akhirnya ke Ancol Beach City Mall.

Di kawasan Pantai Ancol, tempat parkirnya penuh, dan kami menemukan di parkiran Mall ada parkiran yang tidak terlalu penuh. Jadilah kami sekeluarga menghabiskan liburan tahun baru di kawasan Pantai Ancol. 

Pikiran saya masih kepada, duduk cantik di kursi manja, sembari ngobrol dan minum segelas cokelat. Ternyata sirna, setelah anak pertama saya merengek kesal, untuk diijinkan turun ke pantai. Baiklah, bu ibu...saya yang mengenakan rok jeans yang bisa menyapu seluruh pasir pantai, ikut turun dong. Mana pakai sepatu flat, kan enggak banget ya.

Zalora-Baju Jumpsuit


Drama belum selesai, lagi-lagi, anak saya minta turun ke air. Hm...jujur, saya waktu itu ingin mengganti legging saja agar leluasa mengangkat rok jeans saya. Tapi apalah saya ini, di tas baju ganti, hanya membawa gamis yang leggingnya ketinggalan. Akhirnya anak saya berenang di air setelah mengganti bajunya. Saya menringis menikmati pasir pantai ayng emnempel di rok jeans dan masuk ke dalam sepatu.

Pilihan Kostum untuk ke Pantai


Liburan tahun baru milik anak lelaki saya, dia asyik bermain air dan berenang, meskipun air tidak sebersih Pantai Cilacap. Namanya anak-anak, ya sudahlah, mau apa lagi, yang penting bahagia. Saya? mengiris iris bibir dan melihat pemandangan sekitar pantai.

Saya melihat begitu leluasanya orang-orang berlarian, menggunakan celana jeans, kalau saya sudah tidak diijinkan untuk memakai celana jeans oleh suami, jadi ya manut. Tapi melihat ada yang mengenakan jumpsuit saya jadi pingin beli. Toh, bahannya juga bukan bahan denim, tapi terlihat santai tapi tetap anggun.

Sudah lama saya ingin membeli jumpsuit. Apalagi, waktu diskon besar-besaran akhir tahun kemarin, beeeuh, harganya miring-miring, sampai saya miring. Tapi...yang saya beli masih rok jeans, alasannya untuk memadu padankan dengan anak dan suami, yang memakai celana jeans.

Kali ini, setelah pulang liburan, saya mengintip lagi koleksi playsuit dan jumpsuit. Playsuit dan Jumpsuit ini merupakan pakaian yang menyatu menjadi satu, namun setelah dipakai akan terlihat seperti mengenakan dua pakaian, atas dan bawah.


Di ZALORA, saya menemukan ada playsuit yang cocok untuk saya kenakan. Semoga saya bisa mendapatkannya dan caranya mudah kan ya? tinggal pilih, klik dan pinjem saldo dari suami untuk membeli, tunggu dech di rumah. Atau, jika ingin membayar sewaktu barang diantar, oke juga. Tinggal duduk manis, pesanan jumpsuit pilihan saya, datang dan bsia dipakai untuk jalan-jalan pulang kampung. [2016:01]

3 Waktu untuk Menulis di Blog

Kapan waktu untuk menulis di blog untuk ibu rumah tangga seperti saya?  Dengan kesibukan *eheeem, yang luar biasa tidak dapat diprediksikan. Kadang ketika sedang enak-enaknya menulis saat anak-anak sedang tenang bermain, tiba-tiba satu ada yang menangis atau mereka berkelahi. Buyar dech, buyar dan tulisan biasanya, kabur beterbangan. Jadi, saat saya menjadwalkan jam sekian menulis dan jam sekian pergi jalan-jalan, kadang susah untuk ditepati.

Meskipun demikian, saya tetap mempriorotaskan waktu untuk menulis di blog. Meskipun hanya beberapa jam saja, saya harus memiliki waktu untuk blogging. Ada panci bekas mengukus singkong belum dicuci atau lantai belum disapu dan dipel, pada waktu-waktu tertentu saya membiarkan. Tapi jika dirasa, kegiatan menulis di blog atau kegiatan di depan laptop sudah selesai, saya harus mengerjakan pekerjaan rumah tersebut.



Berikut 3 waktu untuk menulis di blog, menurut saya, yang harus sebisa mungkin untuk ditepati. Saya sudah menyepakati diri saya, untuk lebih rajin dan fokus untuk menulis di blog pada tahun ini dan seterusnya.

1. Waktu Menjelang Subuh



Saya harus disiplin dan konsisten, untuk waktu yang telah saya tetapkan untuk menulis menjelang waktu subuh. Jika sudah diniatkans ebelum tidur malam, biasanya, saya bangun antara pukul 3 atau 4 pagi. Pada waktu tersebut, anak-anak belum bangun dan pekerjaan rumah masih sabar menanti kedatangan saya.

Paling, saya akan ke luar kamar dan menyalakan mesin cuci. Biarlah meain yang membantu saya untuk membersihkan pakaian kotor.

Pada waktu ini, udara juga masih sejuk dan segar. Pikiran fresh dan kebanyakn ide datang dan dapat tercurah lancar di waktu menjelang subuh. Ada beberapa kali artikel yang menurut saya paling bagus diantara banyak artikel di blog saya, dikerjakan pada waktu menjelang subuh. #eheem.

2. Saat Anak Tidur Siang



Waktu anak tidur siang, malah saya tidak dapat memejamkan mata, cuma glepak glepek di tempat tidur. Pekerjaan rumah juga jarang saya lakukan pada waktu siang hari. Jadi, duduklah saya di kursi di depan meja, melakukan kegiatan blogging.

Ide untuk menulis blogpost di siang hari jarang muncul, oleh karena itu saya biasa lakukan untuk blogwalking atau membaca media sosial.

3. Menjelang Tidur



Waktu malam hari sebetulnya optional saja. Jika pagi hari dan siang hari, belum maksimal. Atau jika ada lomba menulis di blog atau ada pekerjaan job review yang belum selesai dikerjakan, biasanya saya menyelesaikan menulis malam.

Sebetulnya menulis waktu malam, kurang efektif untuk saya. Salah satunya karena faktor kelelahan dan mengantuk. Saya bukan tipe yang suka begadang, meskipun pernah suatu saat didera sulit tidur.
Waktu paling malam saya pergunakan untuk menulis atau melakukan kegiatan blogging, mentok sampai pukul 12 malam. Setelah itu sudah pusing kepala.

Artikel ini dibuat saat melakukan perjalanan dari Tangerang ke Jati Warna PP. Anak-anak terlelap tidur dan besok pagi, saya akan merapihkan blogpost ini.

Jadi, sebetulnya menulis dapat dilakukan kapanpun ya, tergantung situasi dan kondisi serta mood dan kemauan. Bagaimana dengan teman-teman? [2016:01]

6 Jan 2016

3 Drama Korea Kesayanganku

Drama korea? yang mengenal saya pasti bakalan ketawa, kan enggak suka nonton drama korea. Hehee, boleh lah ya, meskipun saya tidak hobi sekali menonton drama korea, apalagi sampai beli dvd yang tebelnya mengalahkan kamus.

Saya memiliki tiga drama korea kesayangan. Tapi tidak pernah sampai beli dvdnya juga, untuk diputar berulang-ulang, karena jujur, saya tidak punya waktu. Heheee, mendingan saya bobo cantik trus mimpi pergi ke korea langsung, hahaaa.

3 drama korea kesayanganku itu, sudah ditonton lebih dari satu kali. Menontonnya di mana lagi kalau bukan di setasiun televisi. Tuhan itu Maha Tahu, saat sedang iseng memencet remote televisi, tiba-tiba, ada setasiun televisi yang sedang memutar drama korea kesukaanku.

drama korea


1. Drama Korea : Hotelier


Drama korea yang pertama kusuka adalah Hotelier. Waktu itu setasiun televisi yang memiliki logo ikan terbang yang memutar. Drama korea Hotelier diputar pada tahun 2001 dan itu saat saya sedang menjalani masa perkuliahan di Purwokerto.

Drama korea Hotelier ini dibintangi oleh Bae Yong Jon, Song Hye- kyo, Song Yun-ah, Kim Seung-woo. Sampai keringatan saya menulis nama-nama bintang drama korea ini. Bagaimana saya jika diminta mengucapkannya, bisa pingsan.

Di sini saya tidak akan membahas sinopsisnya, pasti teman-teman semua yang suka drama korea sudah tahu. Saya selalu mengingat bagian konflik antara Han Tae Jun (Kim Seung-woo) dengan Suh Jin Young (Song Yun-ah).

Bagian yang menarik di sini, ada cinta yang terpendam dan adegan demi adegan di hotelnya membuat saya pernah bekerja seperti Song Yun-ah. Pakaian yang dikenakan Song Yun-ah ketika bekerja, kemudian cara dia merespon banyak hal yang terjadi di hotel. 

Terakhir saya menonton Hotelier di you tube. Saya masih suka dan masih menikmati, membaca sinopsisnya meskipun sudah menonton tayangannya. Masih berkeinginan bekerja di hotel? em... sekarang mah inginnya nginep di hotel buat liburan saja, siapa tahu ketemu manajer Han Tae Jun.

2. Drama Korea : Full House


I thing I love You..badadam badadaaam...heheee. Stop. Soundtrack drama korea Full House ini memang membuat semangat, lagunya energik dan ceria sekali. Drama korea yang dibintangi oleh Song Hye-kyo, Rain, Han Eun Jeong, Kim Sung-soo ini diputar pertama kali pada tahun 2004.

Saya menonton pertama kali di Yogyakarta, pertama kali bekerja di kantor. Suatu hari, melihat teasernya, suka dan mencatat jadwal tayang drama korea Full House tersebut. Pukul 16.00 di setasiun yang berlogo ikan terbang juga.

Hm, jam bekerja saya diakhiri pukul 16.00, untungnya jarak antara kantor dan tempat saya tinggal cukup dekat. Waktu itu, saya sudah menggunakan sepeda motor, jadi waktu tempuhnya paling lima menit.

Dalam perjalanan pulang, berdoa kenceng, mudah-mudahan tidak ada tamu di rumah kakek, jadi bisa menonton drama korea tersebut. Keren kan ya, pualng bekerja, sampai rumah kakek bukannya mandi, malah mantengi televisi dan senyum senyum simpul.

Yup Full House ini menceritakan Han Ji-Eun dan Lee Young Jae. Mereka berdua selalu bertengkar dan akhirnya mereka saling jatuh cinta betulan. Full House menjadi salah satu drama korea kesukaanku, karena ceritanya ringan, tidak ada sedih-sedih yang mengharuskan memeras handuk. 

Saya juga sangat senang melihat baju-baju yang dikenakan oleh Han Ji-Eun. Sederhana tapi tidak terlalu wagu untuk dikenakan untuk sebuah drama. Han Ji-Eun kadang mengenakan dress korea, kadang mengenakan celana pendek, pokoknya segar melihat Full House ini.

Dihitung-hitung, saya melihat Full House di setasiun televisi ada empat kali. Pernah diputar tengah malam, alhamdulillahnya, sudah ada temen menontonnya. Suamiku juga tertarik untuk bangun dan menonton, saat iitu kami pengantin baru, eeehem.

Info saja, tadi saya seaching di goole, ada full house season ke 2. Saya pikir itu lanjutan dari Full House pertama, dengan pemain lama, eh ternyata tidak teman-teman. 

3. Drama Korea : Pasta


Drama korea Pasta yang akhirnya mengantarkan lidah saya untuk menyenangi pasta, apapun rasanya, apapun bentuknya, apapun tampilannya. Pasta dibintangi oleh Lee Sun-Kyun, Gong-Hyo-Jin, Lee Ha-Nui, NoMmin-woo, Hyun-woo.

Pasta menjadi drama korea kesayanganku karena ceritanya tidak bertele-tele. Settingnya kebanyakan di dapur, konflik antara chef Choi Hyun-Wook dan para penghuni dapur. Ceritanya seru, karena ada tema cinta segitiga di dalamnya.

Meskipun penampilan Seo Yoo-Kyung tidak terlalu modis dan angun seperti gadis-gadis korea lainnta. Tidak mengenakan dress korea yang cute dan feminime, tapi saya suka. Mungkin karena musimnya musim winter, jadi pakaian yang dikenakan Seo Yoo Kyung seringnya pakaian bertumpuk-tumpuk.

Saya sudah tiga kali menonton drama korea pasta di setasiun televisi. Terakhir sewaktu cuti melahirkan bayi Fira, duh semesta raya mengetahui, kalau hanya di setasiun televisilah saya menonton drama korea.

Dari pasta, saya jadi suka menyantap pasta, suka memasak spaghetii seperti yang diajarkan Choi Hyun-Wook. Menurut saya, pasta berkahir tidak adanya kejelasan. Tapi tetep menariklah, untuk ditonton.

Nah, itulah 3 drama korea kesayanganku, drama korea yang menurut saya ringan dan enak untuk diikuti dalam segala suasana. Saya suka melihat pakaian yang dikenakan terutama dress korea yang sangat cute dikenakan oleh para bintang korea, tentunya yang perempuan ya.

Drama korea lainnya, banyak sich yang saya tonton di setasiun televisi, namun tidak setiap hari rajin menontonnya. Ya kalau sedang inget, menyalakan televisi dan mencari saluran setasiunnya, tapi tidak sedih jika ketinggalan. Tapi kalau 3 drama korea kesayanganku itu, tidak menonton satu seripun, padahal sudah pernah menonton, ya..tetep uring-uringan. Jangan ditiru y. [2016:01]


5 Jan 2016

2 Tips Anak Merasa Nyaman Selama di Perjalanan

Tahun baru 2016 suami mengajak jalan-jalan. Jalan ke mana ya? akhirnya diputuskan untuk jalan-jalan menuju Ancol. Bayangan suami, kawasan Ancol tidak padat dan kami semua dapat menikmati kawasan Ancol dengan nyaman. Jadi, sebelum memasuki gerbang tol Bandara, saya mempersiapkan agar anak-anak merasa nyaman selama di perjalanan.

Perjalanan Tangerang ke Ancol, pada hari biasa dibutuhkan waktu tempuh kurang lebih empat puluh menit. Saya memprediksikan jalanan macet, karena ini liburan sekolah dan liburan tahun baru. Jadi, ketika suami menyarankan untuk membeli camilan dan minuman, ada satu barang yang saya pilihkan untuk Fira.

anak merasa nyaman di perjalanan Cussons


Tips 1 Membawa Bekal Selama di Perjalanan


Sebelum masuk ke perimeter utara dari Tangerang, saya berbelanja di sebuah minimarket, sendirian, jadi lebih leluasa lah memilih apa yang akan dibeli. Saya membeli minuman mineral, meskipun sudah membawa botol minuman dari rumah, takut kurang. Saya juga membeli roti, untuk mengganjal perut, jika sampai waktu makan, belum menemukan tempat makan. Camilan, yang dapat dikonsumsi anak-anak, agar mereka nyaman selama di perjalanan.

Bedak Cussons yang berwarna pink, dengan kandungan Almond milk dan rose oil. Saya lupa tidak membawa bedak dari rumah, tahulah ya, emak-emak rempong sekali, sewaktu akan bepergian, apalagi pagi-pagi. Saya membeli bedak saja, karena di mobil sudah ada wipes dengan kandungan yang sama, kemudian ada colonge juga. Mengapa saya membeli bedak? cuaca di luar mobil panas sekali, jadi anak-anak mudah berkeringat, agar keringat yang mereka keluarkan beraroma wangi, sebelum menggenakan baju, sebaiknya menggunakan bedak.

Pemakaiannya juga sedikit-sedikit saja, jangan terlalu banyak. Terlalu banyak malah akan membuat kotor baju, jadi membuat tidak nyaman nantinya.

Tips 2 Beri Perlindungan untuk Kulitnya


Sebelum menuju tempat tujuan, Ancol, suami dan anak lelaki saya sholat jumat di Masjid Agung di Kemayoran. Kami sudah pernah ke masjid tersebut, empat tahun yang lalu. Sewaktu anak lelaki saya, masih imut, dan sekarang sudah ada adiknya yang lucu.

Saat suami dan kakaknya sholat jumat, Fira bermain bersama saya. Meskipun terbatas tempat duduknya dan matahari sangat menyengat, saya kerepotan dengan rambutnya yang tidak mau diikat. Jadi bagian leher, menjadi berkeringat dan menggenanglah keringat.

Setelah sholat jumat selesai, kami buru-buru masuk mobil. Cuaca panas sekali, dan Fira harus berganti baju dan diapers. Saya menaburkan bedak Cussons yang akan melembabkan kulit halusnya. Saat segel Cussons dibuka, hm...keharuman rose oilnya memberikan kesegaran di siang hari yang panas.

Fira juga senang bermain dengan bedak Cussons. Saya melihat Fira sangat senang sekali, berteriak sendiri saat dia mampu meletakkan botol bedak Cussons di dekat pintu mobil. Fira berteriak seakan-akan dia berhasil menaklukkan sebuah perlombaan dan menjadi pemenangnya. Ach, nyamannya Fira pada siang hari tersebut dan juga tidak rewel selama di perjalanan.

anak merasa nyaman di perjalanan-Cussons

Perjalanan Menuju Kawasan Ancol, Macet!


Benar prediksi saya, macet dan merayap untuk masuk ke dalam kawasan Ancol. Untungnya kami sudah makan terlebih dahulu di kawasan Mangga Dua. Fira makan sendiri, lho, kata pengunjung yang duduk di sebelah kami, anaknya pinter, bisa makan sendiri, banyak lagi.

Selama berusaha untuk tetap cooling down menahan lelah, kami tetap berharap macet ketika masuk ke dalam kawasan Ancol segera terurai, Fira tertidur dan kakaknya sangat tidak sabar untuk bermain air. Padahal kakak sudah sering berenang dan bermain di Pantai Teluk Penyu, lho.

Menatap Fira yang sedang tertidur dan mendengarkan kakaknya yang bercerita tentang Ancol, saya membuka smartphone dan membaca tulisan kuberikan cinta tulusku untuk anakku. Keasyikan bersama smartphone, membaca tulisan di blog hingga membuka website Cussons baby, produk yang dari tadi dimaikan oleh anak perempuan saya. Membaca artikel di websitenya, tentang perawatan kulit bayi, aach saya sudah tepat memberikan bedak Cussons soft and smooth. Salah satunya, lindungi kulit bayi dari paparan sinar matahari. 

Cussons
Bangun tidur, yang dimainkan lotion

Saya selalu menyimpan halaman Cussons baby, lho...tujuannya ya...biar lebih mudah menemukan di smartphone dan anak saya juga senang melihat ada gambar adek bayi. Berikut nich media sosial yang sering saya buka, selain menambah informasi, sekalian untuk menyegarkan mata Fira, melihat adek bayi yang lucu-lucu.


Dari website Cussons, selain saya menemukan banyak artikel yang sangat membantu menangani Fira, ada informasi baru loh. Logo dari Cussons juga berkembang, sama seperti manusia. Saya suka sekali logo barunya, berupa gambar hati yang diibaratkan kepala bayi dan kepala ibu dalam satu wadah, wadah hatinya. Coba perhatikan dua produk Cussons yang saya temukan di rumah, logo yang baru dan logo yang lama. Lebih cantik ya logo yang baru.

logo baru cussons



Itulah perjalanan keluarga kecil saya, bagaimana dengan teman-teman? tahun baru diisi dengan kegiatan menyenangkan apa nich? pasti seru sekali ya, mengisi liburan tahun baru dengan hal-hal yang positif. [2016:01]