Skip to main content

Dominic Hotel Pilihan Menginap di Kota Purwokerto

Kota Purwokerto menyimpan banyak kenangan untuk aku. Selama tiga tahun tinggal di kota Satria. Aku memiliki banyak sekali teman.Tinggal di sebuah rumah kos di daerah Bunyamin. Menikmati sarapan dengan nasi rames dan mendoan. Dahaganya dibayar dengan es dawet selepas pulang dari kampus pada siang yang terik. Bisa diualng lagi enggak, ya? anak-anakku? ada yang berkeinginan sekolah di Purwokerto?

Selepas menanggalkan pakaian toga pada Mei 2003, aku jarang sekali datang ke Kota Purwokerto. Magnet kenangan tidak serta merta ingin menarikku untuk bertandang ke kota yang penuh arti itu. Entahlah, mungkin magnet masa depan lebih kuat menarikku untuk berjalan lurus, menyambut masa depan. 😏 eaaa, serius amat bu.

Hingga akhirnya, pada suatu waktu. Bertahun tahun setelah acara foto wisuda, senang-senang selepas wisuda bersama teman-teman. Aku bersama keluarga kecil ini diberi kesempatan untuk berlibur di Cilacap pada awal januari 2016. Buat aku pribadi, enggak ada agenda ke Purwokerto dalam itinerary liburan kala itu. Ibu dan bapak yang mengajak keluargaku dan keluarga adikku, untuk berlibur ke Baturaden, Purwokerto. Huaaa, senangnya bukan main. Sudah berapa puluh tahun, aku enggak ke Baturaden. 😆 norak yeey.

Berangkatlah aku dan semua keluargaku menggunakan dua buah mobil. Hiks, apa kabarmu lancer kenangan. ^malah mellow swallow. Berangkat dari Cilacap kurang lebih pukul 10 pagi setelah sarapan. Hari Sabtu, 9 Januari 2016. Liburan keluarga, tanggalnya selalu diingat yaay. Tujuannya tentu saja, Baturaden. tempat wisatane inyong pas isih cilik, mbiyen.

Perjalanan lancar, dengan komando mobil bapakku yang berada di depan. Iyaaah, ngaku, aku enggak hafal jalan ke Baturaden. Buat ke Puwokerto juga bapak yang mengomando. Padahal kan ada GPS sebenere. Perjalanan melewati Kota Purwokerto. Alun-alun Purwokerto, dulu ada temen kuliah yang membawa aku ke sini, buat ngasih lihat bahwa pakai vespa itu asyik. Ada mogok-mogoknya dan ada ramainya. 😬 Hayo, nyengiir koe, Ka.

Baturaden tetap Baturaden, Baturaden masih seperti yang dulu. Bedanya, sekarang ramai sekali penjual baju-baju dan aneka buah tangan. Dulu, yang kuingat dari Baturaden di tahun 1986 adalah tempat wisata yang ramah anak, tempat wisata yang alami, di mana-mana ada pepohonan nan hijau. Kangen cari-cari foto jadoel di rumah ibuku.


Baturaden dalam kenanganku. Pic by Akung

Baru beberapa jam di Baturan, hujan turun dengan derasnya. Ada pengumuman dari penggelola untuk berhati-hati dan waspada longsor. Woooooy, kan jadi takut, apalagi membawa dua balita dan satu anak kecil. Ada juga nenek dan kakek, jadi seketika itu juga, memutuskan untuk mengakhiri sesi berwisata di Baturaden. Padahal belum ini, dan belum itu. Tapi bajupun sudah basah, walaupun sudah membawa payung. Hujan di Baturaden benar-benar deras dan angin kencang menemani pamitku pada Baturaden.

Dalam keadaan darurat, ibu segera menawarkan pertimbangan, bagaimana kalau kami semua menginap di hotel. Hoteeeel? Faiz, anak sulungku loncat-loncat kegirangan. Berharap pergi ke Hotel bisa berenang. 😰 Huhuuuu... di sini komandonya akung dan uti, jadi aku-nya mah nurut nurut ajaah.

Hotel yang dipilih ibu dan bapak, adalah hotel langganan beliau berdua. Dominic Hotel yang terletak di tengah kota. Ibu kemudian menceritakan pengalaman-pengalaman beliau beberapa kali menginap di Dominic Hotel. Kata ibu, ibu senang sekali dengan kamarnya. Jadi yo wes monggoh ibu kemawaon, kulo ndherek. 

Dari tempat wisata Baturaden menuju Dominic Hotel, jalaan teruuuus melewati kampus tercinta. Aku menahan antara perasaan geli, lucu, ngenes, bahagia, sedih, nyesel dan banyak banget perasaanku. Satu perasaan yang tergambar pastinya aku bangga. Aku bangga pernah kuliah di UNSOED Purwokerto. Bapak dan ibu merasakan satu kebahagian pernah menemani aku, sewaktu tali di topi wisuda di pindahin  sama Rektor, ituloh, Bapak dan ibuku ikutan maju ke depan. Huhuuu, serius aku senengnya minta diampuni.

Kurang lebih setengah jam, dalam keadaan tidak begitu macet. Perjalananku dari Baturaden ke Dominic Hotel sampai. Hujan masih menemani perjalanan dan keberadaanku di Purwokerto. Menemani aku membuka kenangan-kenangan yang tak sanggup untuk dihitung. Tak sanggup untuk kembali diceritakan. Lebaaay lagi.😒 Apalagi melihat lapangan di Sumampir, tempat aku dan teman kuliahku suka beli bubur kacang hejooo. Suka jalan di sepanjang trotoar yang dulu mah adem. Stop, sekarang ke hotel, astin.

Kesan Pertama di Dominic Hotel


Masuk ke parkiran Dominic Hotel, hujan masih begitu deras dalam sore yang mengelanyut manja. Aku hanya dapat melihat hotelnya bersih, warna tembok luarnya, warna pastel gitu. Khas sekalilah ya dengan gaya orang Purwokerto yang kalem.

Hotelnya bersih, tempat parkir di depan hotelnya sendiri memang tidak begitu luas. Tapi coba dech, masuk saja ke dalam, nah, tempat parkirnya luas di samping bangunan hotelnya. Yup, tempat parkirnya memang tidak di bawah atau di atas bangunan hotel. Jadi, sewaktu aku ke sana, ngepasi hujan turun, yaaa..basah basah basah. Untungnya, sebelum masuk ke parkir di dalam, ada atap yang menuju ke lobby. Uti dan anak-anak turun di situ, sedangkan akung dan suamiku ya, terpaksa berbasah-basah.

Parkiran Dominic Hotel dari lantai atas


Parkiran Dominic Hotel dari tempat parkir


Berjumpa dengan satpam, front office dan bell boy semuanya ramah. Apalagi ibuku, yang ke Dominic Hotel sudah seperti rumahnya sendiri. Padahal mah, rumah ibuku di Cilacap, tapi kalau sedang pingin refreshing ya, ke Dominic Hotel. Luar biyaaasaah kan ibuku ini. Meskipun sudah sepuh, jam travelling-nya lumayan buat nambah-nambah cerita beliau untuk urusan menginap di hotel.

Di area lobby, selain ada meja resepsionis, ada bangku di dekat pintu masuk. Ada tembok yang berada di tengah ruangan, di tembok ada ukiran yang cantik sekali. Di bawah tembok ada tempat duduknya lagi. Di sebelah kiri lobby, ada cafe, store dan lift. Kesan pertama masuk ke dalam Dominic Hotel adalah hommy

Ibu yang mengurus cek in dan pembagian kamar untuk tiga keluarga. Padahal mah kepo, harganya berapa, rate weekday and weekend-nya berapa. Aku juga ribet dink, ngurusi bocah pada kepingin mangan ice cream. On the spot, aku sih enggak tanya ke ibu rate-nya berapa. Tapi setelah dari situ, beberapa bulan kemudian, iseng nanya. Ternyata untuk superior rooms pada weekend harga di awal Januari adalah sekitar 600.000 rupiah. Wes muahal nyooh. Mending atuh, ibu pesen lewat booking online. Huhuu, mendingan buat aku aja duitnya. 😞

Dominic Hotel
Lihatlah, betapa nyamannya berada di ruangan tersebut. Itu adalah Lobby Dominic Hotel. Pic by @astinas


Setelah acara cek in beres, ibu membagikan satu-satu card yang digunakan untuk membuka pintu kamar. Dan eneng lupa, waktu itu berada di kamar berapa. Nanti dech, eneng cari tahu, dulu nginep di kamar berapa. Yang jelas, waktu itu tiga kamar yang dipesan, kamarku di samping kamar adikku dan di depannya kamar ibu dan bapak. Benar-benar keluarga yang aneh, connecting ngapa? hehee. 😎

Masuk lift 'lur, inyong ngendong bocah trus bapake ngawa tas. Uugh roaming buuu. Yup, liftnya unik, klasik dan cantik banget. Suka dengan ornamen-ornament yang mengihiasi setiap sudut di Dominic Hotel.
Keluar dari lift, sampailah ke sebuah sudut ruang yang ada sofanya. Cocok untuk bersantai sembari menikmati kota satria dari ketinggian. Lorongnya cukup sempit, enggak bisalah ya buat main go back so door. Karena sore itu hujan, auranya sedikit dingin, pingin cepat-cepat masuk kamar, daripada bengongin lorong.

Kamar Superior Dominic Hotel


Kamarnya luas sekali. Iya kali neng, namanya superior. Kamar yang super untuk keluargamu yang anaknya seneng lari-larian di dalam kamar. Satu set meja dan kursi kerja menyambut, ketika membuka pintu. Sebelah pintu, sebuah kamar mandi dan di seberangnya ada lemari pakaian. tempat untuk meletakkan tas trus di bawahnya untuk meletakkan sandal dan sepatu.

Meja kerja di kamar Dominic Hotel

Sandal jepit karena turun dari mobil, hujan deraas.
 

Melangkah masuk ke dalam, woooow, bed nya luas, ada sofa juga di dekat jendela. Heeem, bener-bener surga buat keluargaku. Televisi berada di depan tempat tidur dengan meja di bawahnya. Ada AC tentunya, meskipun udara di luar hujan, aku teteap butuh AC. Mini bar atau lemari es ada di bawah meja. Kamar di Dominic Hotel juga tersedia jaringan internet, kalau bingung tinggal telepon resepsionisnya yak.

Foto diambil dari meja kerja di ujung pintu masuk


Aku suka Dominic Hotel dengan pemilihan warnanya yang kekeluargaan. Perpaduan cokelat dan cream juga ada pada pemilihan sofa dan perabotannya. Ada satu hal yang kutemukan, sebuah sajadah untuk sholat beserta penunjuk kiblat.

Warna sofa yang cokelat senada denagan warna tirai kamar Dominic Hotel


Anakku langsung masuk ke kamar mandi. Sebelum semua berantakan, aku ambil fotonya terlebih dahulu. Meskipun hasilnya tidak begitu maksimal, doakan emakmu ini pinter moto dan punya kamera yang keren ya, Nak. Kamar mandinya bersih, dengan dinding kaca untuk area basah, dan kebutuhan sabun, pasta gigi dan sikat gigi beserta handuknya, tersedia lengkap di dalam kamar mandi Dominic Hotel.

Peralatan mandi di Dominic Hotel


Sembari menunggu giliran masuk kamar mandi. Aku dan suamiku membuka-buka menu di DM Cafe. Padahal, ibu sudah bilang, nanti mau diajak makan mie Anglo di dekat Doninic Hotel. Tapi perut ini rasanya pingin dikasih tambahan aneka makanan.

Suamiku langsung minta dipesankan mie ayam. Karena apa coba? karena harganya sangat berbeda jauh dengan harga makanan dan minuman di hotel sana-sana. Ini pengalaman paling menghanyutkan. Harga makanan dan minuman kisarannya sekitar sepuluh ribu sampai dua puluh ribu. Deneng murah banget yak? huhuu roaming lagi, buuu. Aku dua mie ayam dan satu kopi untuk suamiku. 😘

Bermalam di Dominic Hotel


Sore menjelang malam di Dominic Hotel nyamaaan banget. menghabiskan mie ayam yang diantarkan tidak begitu lama. Mandi dan beres-beres, ngelurusin badan. Sebetulnya mah enggak lelah, eneng cuma kehujanan. Tapi setelah mandi menggunakan air panas, kepalaku rasanya lebih nyaman. Sholat Maghrib dan kemudian saling berhamburan ke kamar uti dan akung.

Ternyata uti, akung dan keluarga adikku sudah siap untuk turun. Mau mencoba mie Anglo yang lezat, anak-anak pasti doyan dan mau makan, kata uti. Gak usah yang jauh-jauh, lagian sudah pada lelah dan pingin istirahat, kan? Nurut lagi, kan komando ada di uti...hihii. 😘

Sampai di lobby, dari dalam terlihat hujan masih mengguyur. Woaaa, enggak jadi ke luar dech. Di sini aja, makan di DM Cafe. Lah? aku dan suami saling pandang. Barusan menghabiskan mie ayam dari sini, bu. Ya sudahlah...dikenyangin lagi makannya biar gendut badannya. Huhuuu.

Mengambil tempat duduk di DM. Kebetulan sekali, anak bungsuku sedang senang-senangnya mengeksplorasi. Berkali-kali diminta duduk, tetap saja lari-larian. Jadi jurus makan bergantian, dikeluarkan juga. Enggak sopan, minta bapak dan ibu ngejagain anak. Kasihan, biar mereka menikmati dengan memandang dan sesekali memeluk cucu-cucunya.

Pesanan suami adalah nasi rames dan mendoan. Aku pesan nasi goreng sekalian menyuapi anak-anak. Enggak usah pedas, yang penting nikmat.  Tunggu ditunggu pesanan belum pada nongol, pun pesanan ibu, bapak dan keluarga adikku. Anak-anak juga sudah riwil. Ada saja permintaannya. So, demi menenangkan anak-anak, mampirlah ke DM store. Beli ice cream Brasil yang melegenda. Aku sih tahunya baru, engak tahu kalau dulu juga pernah icip ya.

Tunggu di tunggu, pesanan makan malam ternyata lumayan lama. Hampir setengah jam. Sewaktu keluar punya akung dulu, itupun salah tidak seperti pesanannya. Huhuu, sedih. Tapi malah adikku yang bilang beruntung. Karena pesan nasi goreng dibuatin sop, ya udah buat anaknya.

Setelah makan malam, suami dan anak-anak naik ke kamar. Aku diajak ibu dan bapak, jalan-jalan membeli kue. Dominic Hotel memang sangat strategis, ada toko roti enak, yang berada di dekat Dominic Hotel. Nama toko roti tersebut Queen. Di depan toko roti tersebut, ada Alfamart dan banyak sekali tempat makan di sekitar Dominic Hotel. Ach setelah puluhan tahun, baru kali itu aku jalan bertiga. Ibu, aku dan bapakku. Huhuu mellow kalau mau dibawa perasaan. Sayang, cuaca di luar gelap, penerangannya juga tidak terang sekali. Aku enggak bawa hape, hape ibu sedang rusak settingannya, jadi, iyaaa enggak selfie bertiga kitah.

Pulang dari toko Queen, sewaktu masuk ke area lobby. Aku melihat anak-anak bermain batu kecil-kecil di dekat lift. Suamiku mengawasi di dekat merekaa. Looh? anak-anak kaget, karena kata suamiku, mereka rewel di kamar, nanyain umminya ke mana. Hayoklah masuk kamar dan memulai perjuangan untuk tidur. Biasanya, anak-anak kalau dibawa ke hotel, susah banget buat tidur.

Benar saja, mereka malah main lari-larian. Anak kecilku bermain apa saja yang dapat diraihnya. Sampai kabel telepon aku lepas, berkali-kali anakku ini memainkan telepon. Atau mungkin bisa enggak? telepon ditempelin di dinding aja? biar enggak buat mainan anakku yang iseng?. 😢

Keceriaan Faiz belajar bersama abinya

Look my baby, she'is so happy

Tempat tidur Dominic Hotel, luaaas



Lelah bermain mengelilingi kamar, gulung-gulung badan ke arah kanan dan kiri, tiduran di lantai kayunya. Akhirnya, setelah si sulung tidur, bungsupun ikut tertidur. Mau tahu bagaimana mereka tidur di kasur superiornya Dominic Hotel? tidak rapi, saling silang gitu, lalu aku bingung mau tidur di mana. Suamiku sudah ng-tag sofa buat tidur. Aku, jadi penjaga anak-anak di tepi tempat tidur. Biasanya aku tarik sampai ke dinding, tapi kali ini enggak bisa.



Suatu Pagi di Dominic Hotel


Tetaplah ya, yang namanya ibu, di manapun, subuh pasti bangun. Bukankah lebih nyaman berselimut tebal dan membuai mimpi bersama keluarga di tempat tidur? itu pasti. Tapi tidak untukku. Tempat tidur, dikuasi anak-anak. Menarik selimutnya tak kuasa. Jadi, mending buka tirai, menatap pemandangan indah yang kutemukan. Kamarku ternyata menghadap ke arah depan Dominic Hotel. Semburat warna kemerahan dan kebiruan muncul menyegarkan pandangan mataku. Dari balik jendela Dominic Hotel, ku mengucap syukur.

Acara hari ini adalah segera cek out. Huaaa, sayang banget looh, kamar semewah dan tempat tidur senyaman ini harus disia-siakan begitu saja? huhuu, kalau boleh enggak nurut, aku mau bobo cantik di sini sampai batas harus cek out. Ada acara keluarga yang harus bapak dan ibu hadiri. Acaranya pukul 10.00 dan tempatnya di dekat rumah bapak dan ibu. So? so? so? setelah sarapan langsung pulang yaa. Yes mom. 😍

Restoran Dominic Hotel berada di lantai 7 atau lantai paling atas. Restorannya sangat luas dengan meja dan kursi yang bisa dibilang lumayan. Menunya standar, ada bubur ayam, nasi putih, nasi goreng, roti bakar atau roti oles. Bedanya, di Dominic Hotel ada Soto Sokaraja dan Mendoan hangat.
Sayang sekali, pada saat itu tatanan ruang makan restoran Dominic Hotel tidak begitu cantik. Hanya ada hamparan ruangan yang luas, sudut untuk meletakkan menu-menu makanan dan meja kursi yang di tata sangat kaku. Memang sich, kapasitas ruangan ini muat banyak orang. Aku menduga ruangan ini bisa digunakan untuk ruangan resepsi atau acara besar. 😶 Sok tahu banget.

Bapakku, penyemangatku


Sarapannya tidak sebanyak makanku sekarang, tapi aku kenyang. Apalagi ketemu mendoan dan sroto nya Sokaraja. Bapak dan ibu, yang sering ke Dominic Hotel juga enggak bosan. Meskipun menemui menu yang seperti disebutkan di atas. Buatku, ke depan, Dominic Hotel, pasti bisa menjadi hotel yang terdepan di kota Purwokerto. Kota yang dulu di tahun 2000 aku meluangkan waktu di kampus Jenderal Soedirman. Kota yang dulu, aku pernah bermain-main menghabiskan masa remajaku. Masa remaja masuk masa dewasa kali ya, kalau sekarang aku masuk ke masa #usiacantik.

Kita cek out dulu ya, Nak. Lain kali kesini lagi. Hommy banget ya, Dominic Hotel ini 😊


Untuk teman-teman yang tertarik dan ingin menginap di Dominic Hotel, caranya sangat mudah. Ada alamat yang kutulis di bawah postingan ini, atau teman-teman dapat menghubungi booking online pemesanan kamar hotel. Dijamin dech, kepingin balik ke sini lagi. Akupun demikian, pasti akan balik ke sana lagi, mereguk kembali kenangan indah di Dominic Hotel.

Alamat Dominic Hotel Purwokerto

Jl. Komisaris Bambang Soeprapto 39-41
Atau biasa disebut Kombas
Purwokerto


Telepon Dominic Hotel Purwokerto
0281-6574-888
0815-4275-5555

Tertulis sekang inyong
💗

Comments

  1. Kalau sudah review hotel ini ingatan saya langsung kepada blogger spesialis review Hotel, Mas Goig, hehehe. Keren juga ya hotelnya Namanya juga unik DOMINIC sudah seperti nama orang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya, aku kenal nich namanya Mas Arie Goiq yaa

      Delete
  2. Satu lagi hotel yg harga makanannya murah banget. Ga pake chef kali yaa .

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau di sini, memang murah-murah tapi enak, Mbak.

      Delete
  3. boleh lah kalau lewat lewat situu

    ReplyDelete
  4. Wah, hotelnya memang terlihat nyaman, ya. Paling senang lihat hotel bersih. Apalagi kalau makanannya murah, hihihi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hotel bersih jadi membuat kita nyaman yak

      Delete
  5. Wiiihh ini recomendid bgt buat jln jln ke pwt...mewahh n gede ksmarnya ^_^

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. kemarin aku ke sana di angka 600 utk superior

      Delete
  7. mau booking via telepon sussaaaaaaahhhhnyaaa setengah mati angkat telepon... Hotel yg aneh....

    sampai saya di lobby aja saya test emang ga pernah diangkat tuh teleponnya... padahal hotel ga rame2 banget!
    Emosi bngt klo kesana pelayanannya endok!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, waktu aku ke sana urusannya lancar. Datang langsung sih, enggak pakai telepon.

      Delete
  8. Ibu2 emang paling seneng tidur di hotel, nyaman dan gak harus bersihin rumah 😅

    ReplyDelete
  9. Makasih infonya mba....memberikan pencerahan....jiahhhhhh

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Pengalaman Menggunakan Gigi Palsu

Tiga tahun yang lalu saya sudah ingin sekali menceritakan pengalaman ini. Pengalaman pertama kali kehilangan satu gigi depan bagian atas. Pengalaman tidak memiliki gigi depan bagian atas dan harus ompong selama beberapa minggu. Pengalaman setiap beberapa hari sekali ke dokter gigi, untuk mendapatkan perawatan gigi yang hilang tersebut. Pengalaman dipasang gigi palsu tanam dan menggunakan gigi tersebut hingga tiga tahun. Dan juga pengalaman ketika gigi palsu tanam tersebut hampir lepas.

Fungsi Utama Gigi
Menurut Wikipedia Indonesia, Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Memiliki struktur dan variasi yang memungkinkan untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi itu sendiri adalah untuk merobek atau mengunyah makanan. Dengan adanya gigi dengan struktur yang lengkap dan sempurna. Proses merobek dan mengunyah makanan akan menjadi mudah. Untuk menyantap makanan yang keras, makanan yang panas ataupun dingin oke oke saja, kan giginya sehat.

Fun…