29 Feb 2016

Beberapa Pilihan Tempat Liburan di Kota Bandung

Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi Jawa Barat merupakan kota yang paling besar dan terletak di tengah-tengah provinsi tersebut. Kota Bandung terkenal dengan beberapa julukan. Sebagai paris van java, karena banyak sekali mode busana hadir dair kota Bandung. Kota Bandung juga dijuluki kota kembang, kota priangan dan kota paling macet pada saat musim liburan tiba.

Kota Bandung telah beberapa kali saya datangi. Ada banyak sekali tempat dan cerita yang menjadikan The Unforgettable Bandung. Berikut beberapa pilihan tempat liburan di kota Bandung yang pernah saya datangi.

Gedung Sate


Tahun 2006 - bersama dengan teman-teman satu team di kantor pertama saya bekerja di Jakarta. Sabtu sore berangkat dari Jakarta dengan tujuan akan tidur di hamparan langit malam, Bandung. Pagi harinya, sarapan di dekat Gedung Sate. Sarapan bubur Bandung yang terkenal sangat enak dan gurih. Yang membedakan dengan bubur ayam kota lainnya, bubur ayam Bandung, pada buburnya sudah ada bumbu-bumbunya. Jadi menyantapnya sangat nikmat.

Sayang, waktu itu tidak ada kamera yang mengabadikan saya dan teman-teman saat berada di depan Gedung Sate. The Unforgettable Bandung di sini, salah seorang teman saya yang ikut dalam perjalanan ini, menjadi teman hidup. Saat itu, saya masih anak baru dan belum begitu akrab dengan teman-teman semua. Dia yang menjadi teman hidup saat ini, juga sangat cuek. Dua tahun kemudian, saya dan dia menikah di Cilacap.

Tangkuban Perahu


Tangkuban Perahu memiliki ketinggian 2.084 dari permukaan laut. Bersama teman-teman satu team pada tempat saya bekerja, setelah resign dari kantor pertama, tahun 2008. Itu adalah kali pertama saya mendatangi tepat wisata tangkuban perahu.

Datang pada waktu pagi hari, tidak begitu terik panas matahari. Sayang sekali juga, foto-foto di tempat tersebut juga hilang. Namun ada The Unforgettable Bandung di sini. Pertama kali saya menggunakan hijab lagi, setelah sempat lepas pakai setelah lulus kuliah. Alhamdulillah.

Tahun 2014 - Saat melakukan perjalanan ke Bandung lagi bersama teman-teman kantor suami, mampir juga ke sini. Sayang seribu sayang, untuk naik ke atas, antrian begitu panjang sebelum berbelok ke pintu masuknya. 

Daerah Antapani, Bandung


Tahun 2013 - Melakukan perjalanan ke Bandung bersama Faiz, anak pertama saya dan keluarga paman dan bibi. Itu adalah perjalanan pertama berdua saja bersama Faiz dengan jarak yang tidak dekat. Biasanya Faiz ingin komplit bersama abinya.

Saya bersama-sama saudara menuju ke Bandung di daerah Antapani untuk berkumpul bersama saudara-saudara. Acara berkumpul bersama-sama dengan keluarga di Bandung memang sering diadakan. The Unforgettable Bandungnya adalah, itu kali pertama Faiz dan saya pergi berdua saja.

Bandung Selatan ( Kawah Putih, Situ Patenggang dan Ciwidey)


Akhir tahun 2013 dan membuka tahun baru 2014. Saya dan suami mengajak keluarga besarnya untuk berlibur di Bandung Selatan. Liburan ini adalah kali pertama mengajak Faiz untuk menginap di hotel. Suami juga akhirnya dapat mengajak orangtua dan adik-adiknya berlibur di Bandung dan menginap di hotel.

Tempat wisata yang pertama di tuju adalah Kawah Putih. Menuju ke kawah putih dibutuhkan ketrampilan mengemudikan mobil yang baik. Suami saya membawa mobil dengan hati-hati. Medannya yang menanjak dan berkelok-kelok membuat saya deg-degan. Tapi jangan khawatir, jalanannya sangat bagus dan pemandangan di kanan dan kirinya sangat indah.



Pagi harinya, membuka tahun 2014. Situ patenggang menjadi tujuan wisata saya dan keluarga. Menakjubkan sekali hijaunya pemandangan yang membuat mata fresh. Memang tepat mengunjungi situ patenggang pada pagi hari. Merasakan embun dan mata yang segar melihat hamparan kebun teh. Jangan lupa membawa jaket ya, dingin.





The Unforgettable Bandung kali ini adalah, saya baru mengetahui pasti sedang mengandung setelah pulang dari Bandung. Sepanjang perjalanan camilan saya adalah buah strawberry yang dibeli satu kilonya adlaah 15.000 rupiah dan bisa memilih. Saya membeli 3 kilo untuk saya sendiri.

Pondok Pesantren Daaurut Tauhid 


Tahun 2014 - Anak kedua saya berusia  empat bulan sudah merasakan perjalanan menempuh macet pada saat liburan akhir tahun di Bandung. Berangkat dari Jakarta pukul sembilan pagi, ba'da dzuhur sampai di Pondok pesantren Daarut Tauhid milik Aa Gym.

Ini adalah kali pertama saya mendatangi pesantren milik Aa Gym. Hujan mengguyur kedatangan rombongan saya dan teman-teman kantor suami. The Unforgettable Bandung di sini adalah perjalanan ke tempat wisata lainnya. Macet. Macet dan Macet. Menginap di Ciater High Land, ini adalah liburan pertama baby Fira.



Menginap di Hotel Vio Cihampelas Bandung


Menginap di pusat kota Bandung, Cihampelas pada tahun 2015. Bersama ke dua anak dan suami setelah menempuh perjalanan panjang dari Cilacap pada saat liburan lebaran. Sangat susah mencari hotel pada pagi hari pukul 06.00 pagi. Jadi sebelum cek ini, saya dan suami sarapan bubur ayam di depan kampus ITB.

Setelah sarapan di depan kampus ITB perjalanan dilanjutkan ke Masjid Agung Jawa Barat. Menemukan masjid Agung Jawa Barat, seperti menemukan rumah sendiri. Memang sedikit gelap di tempat parkir yang letaknya di bawah hamparan rumput sintetis. Rumput tersebut digunakan sebagai pengganti rumput asli.

Banyak sekali pengunjung yang datang di halaman Masjid Agung Jawa Barat. Faiz dan Fira juga sangat senang berada di halaman hijau Masjid Agung Jawa Barat. Namun panas cukup menyengat saat jarum jam menunjukkan pukul 10.



Dari Masjid Agung Jawa Barat, suami mengemudikan mobil menuju Trans Studio. Namun akhirnya malah menuju ke Pacal, sebuah tempat makan yang menurut saya, kurang menarik pada saat itu. Harga dan penyajiannya kurang memuaskan.

Setelah itu, barulah menuju Hotel Vio yang letaknya di Cihampelas. Hotel mini ini cukup bersih dan kamarnya sangat kecil sekali. Berempat bersama anak-anak sangat memerlukan perhatian yang sangat cermat. Fira sedang senang-senangnya mengeksplorasi tempat, cabut satu kabel di dalam kamar bisa berbahaya.

Malamnya, suami mengajak untuk berjalan-jalan di Ciwalk. Awalnya saya malas, karena badan masih lelah. Tapi suami mengajak dan anak-anak juga masih belum menagantuk. Menuju Ciwalk tangan suami mengenggam erat dan ini adalah untuk mengingat kenangan delapan tahun lalu. Tahun 2006 saat pertama kali ke Bandung bersama teman-teman satu team di kantor pertama. Akhirnya saya dan suami sebagai pasangan suami istri. Inilah The Unforgettable Bandung paling mengesankan bagi saya.

Teman-teman yang sudah ke Bandung atau tinggal di Bandung atau ingin ke Bandung? mana The Unforgettable Bandung yang kalian miliki? Bandung memang surganya apapun ya? saya saja banyak sekali Unforgettable Bandung-nya ya? [2016:02]


28 Feb 2016

Resep Sarapan Praktis dan Sehat : Orak Arik Tahu dan Sayuran [1]

[Resep] sarapan pagi ini didapat setelah membuka laptop kemudian mencari di mesin penelusur google, resep praktis dan sehat. Tentunya resep ini sudah dimodifikasi oleh saya sendiri sebagai chef-nya. *Halah.

Melihat kondisi di luar rumah yang hujan dengan lebat. Lemari es yang minim bahan baku, ciut nyali saya untuk menghadirkan sarapan praktis dan sehat untuk keluarga tercinta. Apalagi badan meriang setelah dibalurin minyak angin.

Baca Yuk : Kapan Pergi ke Pasar Tradisional? 

Tapi karena niat sudah bulat, saya pergi ke pasar juga. Menaiki sepeda motor dengan jas hujan dan helm, meskipun letak pasar sangat dekat. Di depan pos satpam, air menggenang tinggi dan ban sepeda motor tidak terlihat. Sempet ingin balik kanan alias pulang. Tapi pak satpam menyemangati saya.



Di pasar, sudah terlihat keseibukan antara pembeli dan pedagang dan memang tidak terlalu ramai, seperti hari minggu biasanya. Saya membeli bahan-bahan untuk memasak Orak Arik Tahu dan Sayuran. Ada yang terlupa, yaitu jahe. Tapi, saya masih memiliki persediaan jahe di lemari es. Jadi, tidak perlu balik lagi ke pasar dengan melewati genangan air yang tinggi.

Bahan-Bahan Orak Arik Tahu dan Sayuran


Sudah pasti bahan utamanya adalah tahu dan sayuran. Di sini saya menggunakan tahu yang mudah didapat, yaitu tahu kuning.



  1. Tahu kuning 4 buah
  2. Wortel import, karena wortel lokalnya kecil-kecil dan kurus, jadi saya tidak mau membelinya.
  3. Buncis kurang lebih 10 buah
  4. Telur ayam 1 buahaun Bawang 1 buah
  5. Daun seledri kurang lebih satu buah

Bumbu Orak Arik Tahu dan Sayuran 

  1. Garam secukupnya
  2. Bawang putih lima siung
  3. Lada halus secukupnya
  4. Minyak goreng 2 sendok makan
  5. Air matang untuk melunakan sayuran

Cara Membuat Orak Arik Tahu dan Sayuran

 

 


Cara membuatnya dimulai dari mengupas wortel, membuang buncis dari bagian ujung dan pangkalnya. Kemudian wortel dan buncis diiris tipis-tipis, bawang putihnya dihaluskan sampai halus.
  1. Panaskan wajan, setelah itu tuang minyak goreng
  2. Masukkan wortel terlebih dahulu, beri air sedikit
  3. Masukkan buncis setelah wortel sudah agak lunak
  4. Masukan telur yang telah dikocok setelah sayuran lunak
  5. Masukan tahu yang sudah dicacah menggunakan sendok sebelumnya
  6. Tambahkan lada secukupnya
  7. Masak hingga air surut dan matang
  8. Koreksi rasa, jika sudah pas, angkat dan sajikan

Bagaimana? resep Orak Arik Tahu dan Sayuran ini praktis bukan? bukan hanya praktis saja yang didapat, namun resep Orak Arik Tahu dan Sayuran ini juga sehat. Sebagai teman nasi yang sebagai karbohidrat, tahu merupakan protein nabati dan ada tambahan telur sebagai protein hewani. Pada sayuran wortel dan buncis ada vitamin dan mineral di dalamnya.

Sarapan praktis dan sehat ini belum lengkap dan sempurna jika belum ditambahkan susu. Karena cuaca di luar pagi ini sangat dingin. Saya membuat wedang jahe rumahan ala astinastanti. Wedang jahe ini ditambahkan susu kental manis dalam penyajiannya. Pemilihan menggunakan susu, salah satunya untuk menambah manis dan untuk menyeimbangkan karbohidrat, protein, mineral dan vitamin pada sajian Orak Arik Tahu dan Sayuran.



Sarapan pagi ini bersama keluarga tercinta juga lebih nikmat. Hujan tidak lagi membuat dinginnya badan. Fira anak saya juga suka sekali Orak Arik Tahu dan Sayuran ini. Besok mau menyiapkan sarapan apa ya? teman-teman ada idekah? [2016:02]

26 Feb 2016

Apa yang dilakukan Setelah Lulus Kuliah?

Tiga belas tahun lalu, saya resmi lulus dari universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Namun saya masih ingat benar, apa yang terjadi beberapa hari setelah dinyatakan lulus dan diberikan kemudahan. Kemudahan untuk masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya di universitas tersebut.

Di sini, saya merasakan benar, bahwa Allah Maha Adil. Siapa yang tidak senang dan bahagia diberikan kemudahan menyelesaikan pendidikan dan setelah lulus, diberikan kemudahan untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi?. Saya Bahagia.

Kebahagian saya perlu diberikan tambahan berita yang cukup membuat saya syok. Bayangan akan mengikuti perkuliahan lagi tanpa tes masuk, ternyata hanya bayangan saya, lumer dan hilang. Setelah ada sebuah berita yang yaaah, berita sedih. Saya Sedih dan Allah memberikanku kadar perasaan yang harus seimbang. Saya tidak jadi melanjutkan pendidikan. Lalu? apa yang saya lakukan setelah lulus kuliah?

1. Pergi ke Jakarta


Harus gitu pergi ke Jakarta? entah kenapa bayangan saya waktu itu adalah pergi ke Jakarta. Kebetulan bibi yang tinggal di Jakarta meminta saya untuk tinggal di rumahnya. Ya sudah, sekalian saya icip-icip Job Fair. Job Fair pertama yang saya datangi adalah Job Fair di Senayan. Lupa tepatnya tapi yang jelas, saya sudah berani naik bus kota sendirian.

Setelah itu, dari Kampung Rambutan ke Tanjung Priuk. Untuk apa? ya mencari kerjaanlah, tepatnya di Gedung Maspion dan di php pula. Sedih? Tidak dong, pengalaman dong, tahun 2003 sudah berani menjajah jalanan Jakarta sendirian. Ulangi, SENDIRIAN. Bangga banget? hihii.

2. Mencari Lowongan Pekerjaan


Surat kabar harian, mingguan, dwi mingguan dibolak balik, dibaca khusus halaman info lowongan pekerjaan. Buat lamaran pekerjaan, dikirimkan lewat pos, menunggu, ditelepon melalui telepon kabel, dianterin surat panggilan sama pak pos. Rasanya itu adalah sesuatu yang luar biasa.

Sekarang ada tidak yang menunggu pak pos datang membawa sepucuk surat panggilan wawancara? Masih tidak ya? kan sudah jaman internet, email atau WA atau langsung telepon kan, ya? Mungkin ibu saya masih menyimpan, amplop-amplop dari perusahan yang meminta saya untuk datang ke kantornya.

Fakultas Ilmu Budaya UI Depok, saya pernah duduk merenung menjawab soal-soal psikotest. Waktu itu panggilan dari Bank Indonesia, seneng banget meskipun langsung gagal. Di Kesekertariatan Negara, saya diantar oleh ibuku tercinta, menjajal persaingan yang ketat untuk masuk menjadi PNS Setneg. Gagal juga. BRI, BPD dan entah masih banyak kantor pemerintahan yang saya coba datang untuk mengikuti test dan wawancara.

Baca Juga : Medical Representatif

3. Berusaha Ikhlas


Usaha sudah maksimal, namun semua tentu ada hal yang harus dilakukan, yaitu ikhlas. Ikhlas bukan berarti pasrah. Pasrah bukan berati ya udah. Suatu ketika, teman sewaktu kuliah, akan tes masuk kerja di Yogyakarta.

Saya mengajak teteh, saya memanggilnya, untuk menginap di rumah kakek. Saya mengantar teteh untuk mencari tempat testnya, menemani ketika test sedang berlangsung dan menemani jalan-jalan setelah test. Pulang ke Cilacap dengan gembira dan beberapa hari kemudian, saya ditelepon oleh nenek saya. Nenek mengabarkan bahwa temannya membuka lowongan pekerjaan, apakah saya mau? dan tentu saja, tahun 2004 saya bekerja di lembaga keuangan di Yogyakarta.

Ikhlaslah yang menemani saya hingga akhirnya saya resign dari pekerjaan dan memutuskan menemani anak-anak di rumah pada tahun 2015 kemarin. Resign dari pekerjaan ke sekian yang berkantor di Jakarta.

Baca Juga : Riwayat Pekerjaan

Blogging


Apa itu blogging? sebuah pekerjaan yang tidak boleh dianggap main-main. Mungkin para lulusan perguruan tinggi saat ini, yang paham akan dunia blogging, masih dapat tersenyum lebar. Tersenyum lebar saat belum mendapatkan pekerjaan.

Foto diambil dari www.silvinanoerita.com


Mengapa? karena dunia blogging saat ini dapat mengantarkan para lulusan perguruan tinggi dengan hobby blogging kepada sebuah pekerjaan. Bisa begitu? bisa saja, hayo mau disambung-sambungin biar ketemu? tidak perlu ya, sudah banyak contohnya, contoh dari blogging bisa menjadi profesi.

Silviana, teman blogger saya berhasil saya wawancarai disela-sela kesibukannya pagi hari tadi. Silviana baru lulus dari sebuah perguruan tinggi di kota Malang  dan masih fokus mencari pekerjaan. Sudah beberapa tes dan wawancara dia ikuti, ya seperti pengalaman saya di atas itu.

Beda Silvi dengan saya, Silvi tidak begitu resah dan gelisah sebelum mendapatkan pekerjaan. Adalah blogging dan hobbynya fotografi, traveling dan apa saja yang membuat masa menunggu sebuah pekerjaan menjadi lebih ceria.

Dari kegiatan blogging tersebut, anak pertama ini banyak mendapatkan materi dan materiil. Semoga cita-citanya melanjutkan penddidikan ke jenjang S2 dipermudah dan lekas menuju jenjang pernikahan, aamiin. [2016:02]

Jangan Wisata Ke Gunung Kalau Kamu Belum Mempersiapkan 8 Hal ini !



Mengadakan perjalanan atau berwisata ke gunung memang memerlukan persiapan yang matang karena akan menempuh jarak yang tidak dekat. Beberapa hal penting yang harus dipersiapkan diantaranya yaitu :

1.  Rencanakan Perjalanan


Merencanakan perjalanan untuk berwisata ke gunung merupakan langkah awal yang harus kamu lakukan. Untuk berwisata ke gunung kamu butuh perencanaan yang matang seperti kapan akan berangkat, naik apa, berapa hari disana sampai penginapan mana yang akan kamu ambil untuk beristirahat disana. Agar semua perencanaan matang, sebaiknya rencanakan dari jauh-jauh hari sebelum hari h. karena kalau mendadak, dikhawatirkan akan ada yang kurang dan justru merusak liburanmu ke gunung.



2. Pilih Waktu yang Tepat



Gunung adalah dataran tinggi dimana suhunya pasti dingin. Oleh karena itu waktu yang tepat untuk wisata ke gunung adalah saat musim kemarau karena di musin ini matahari terbit akan lebih terlihat indah dibandingkan dengan musim hujan. Di musim kemarau juga kamu bisa mengeksplorasi wisata gunung dengan leluasa. Coba bayangkan jika kamu wisata ke gunung saat musim hujan, mendaki, menaiki anak tangga saja sudah lelah ditambah jika hujan turun jalanan akan menjadi licin dan membuat kamu lebih susah mendaki. 


3. Booking Penginapan



Untuk kamu yang backpacker-an, camping atau menginap di hutan mungkin tidak masalah. Tapi bagi kamu yang belum terbiasa camping, lebih baik booking penginapan. Apalagi jika kamu merencanakan perjalanan ke gunung di akhir pekan, itu pasti akan ramai sekali. Oleh karena itu, booking lah penginapan atau hotel lebih awal supaya tidak kehabisan kamar. 



4. Usahakan Pergi Berombongan



Wisata ke gunung memang lebih asyik beramai-ramai atau serombongan selain seru akan canda tawa, jika ada kendala saat perjalanan teman-teman akan membantu kita. Selain itu juga, perjalanan tidak akan terasa membosankan. Apalagi perjalan ke gunung pasti berkelok kelok serta sepi dari rumah penduduk. Gak kebayang kan kalau pergi sendiri gimana rasanya.



5. Pakaian dan Perlengkapan



Suhu yang sangat dingin di gunung adalah salah satu tantangan yang harus kamu hadapi saat berada disana. Untuk itu wajib hukumnya  membawa pakaian dan perlengkapan seperti jaket tebal. Jaket yang kamu harus bawa adalah jaket yang benar-benar tebal, bukan sekedar untuk gaya-gayaan tapi juga untuk menahan udara dingin diluar agar tidak masuk kedalam tubuh. Sebelum memakai jaket, pastikan kamu juga harus memakai baju lengan panjang yang tebal ya supaya tetap hangat dan gak kedinginan. 



Selain jaket, kamu juga wajib memakai celana panjang yang tebal, bagi wanita jangan coba-coba pakai hot pants karena kamu pasti akan beku di udara sedingin itu. Yang gak boleh dilupakan juga adalah pakai syal,kupluk, dan sarung tangan ini semua berfungsi untuk melindungi bagian tubuh kamu seperti kepala,leher dan kedua tangan. Meskipun kamu pakai jaket setebal apapun tapi gak pakai sarung tangan, percuma! Kamu akan tetap kedinginan. 

Hal terakhir yang gak kalah penting adalah pakai sepatu. jangan pernah berfikir untuk pakai sandal jepit jika ingin naik gunung, perjalananmu akan sia2 karena sandal jepit licin dan mudah putus serta sama sekali tidak melindungi kaki kamu dari udara dingin meskipun kamu pakai kaos kaki. Untuk tambahan, bawa juga kacamata dan masker jaga-jaga kalau disana banyak pasir atau abu dari kawah gunung.

6. Jangan Lupa Bawa Kamera



Untuk mendaki gunung mencapai puncak memerlukan banyak perjuangan, jadi ga afdhol kalau moment  di puncak gunung atau di perjalanan tidak di abadikan. Maka jangan lupa bawa kamera mau kamera dslr, kamera hp, camdig dan sebagainya pokoknya yang bisa untuk foto-foto. Jangan lupa juga untuk membawa tripod karena disana gak ada tukang foto gratis.



7. Bawa Makanan dan Minuman



Memang sih yang namanya tempat wisata pasti banyak yang jual makanan dan minuman, akan tetapi harganya juga pasti relatif mahal. Akan lebih baik kalau kita membawanya sendiri dari rumah. Bawanya jangan sedikit supaya gak kekurangan makanan dan minuman karena biasanya di udara dingin perut jadi cepat lapar. Dengan membawa makanan dari rumah kita jadi bisa menghemat biaya pengeluaran selama liburan kan.

8. Bawalah Uang Tunai



Karena dipegunungan tidak ada atm, kamu wajib bawa uang tunai untuk membiayai akomodasi dan biaya yang lain selama kamu liburan. Jika sudah sampai sana pasti ada saja yang mau dibeli, repot kan kalau tidak bawa uang tunai.

9. Persiapan Fisik



Wisata ke gunung membutuhkan fisik yang kuat. Oleh karena itu beberapa hari sebelum melakukan perjalanan sebaiknya kamu beristirahat dan jangan kecapekan serta olahraga ringan agar tubuhmu tetap fit. Kan gak lucu kalau sampai sana justru malah jatuh sakit jadi gak bisa menikmati liburan. 



Jika persiapan diatas semua sudah dilakukan, sebelum berangkat berdoalah agar diberi keselamatan di perjalanan pergi maupun pulang. Untuk informasi tambahan, jika kamu ingin liburan yang lebih hemat yuk ikuti promo expedia dan juga paket liburan. Akan lebih untung lagi kalau kamu pesan paket liburan di expedia melalui excite shop, selain lebih murah kamu juga bisa mendapatkan voucher expedia! Jangan sampai ketinggalan promonya ya pesan paket liburanmu sekarang juga dan dapatkan kode kuponnya! Yuk kunjungi shop.excite.co.id  (Adv)