Skip to main content

Ke Jakarta Aku Kan Kembali

Pasti ingatkan, penggalan lirik lagu tersebut. Ke Jakarta aku kan kembali.... . Lagu tersebut selalu kunyanyikan saat berada di Yogyakarta. Padahal waktu itu, saya belum pernah tinggal menetap di Jakarta. Dua tahun di Yogyakarta, kemudian sebuah jalan indah dari-Nya mengharuskan saya untuk menetap di Jakarta. Tinggal tiga tahun di Jakarta, saya memilih mengikuti suami untuk tingal di Semarang. Duh, lika-likunya berliku sangat ya ;)

Ternyata lirik lagu ke Jakarta aku kan kembali, masih menuntun langkah saya untuk kembali. Cukup dua tahun mengenal keindahan alam Semarang dan sekitarnya, suami dipindah ke Tangerang. Mau tidak mau, harus ke Jakarta juga, kan? lah wong ibu mertua saya juga tinggal di Jakarta Raya. Ke Tangeranglah saya kembali, sesekali ke Jakarta untuk refreshing dan bernostalgia, perjalanan bersama suami waktu dulu.

Baca juga ya : Pindahan ke Semarang

Pertama datang kembali ke Tangerang, suami saya memilih rumah kontrakan di daerah Karawaci. Karawacinya pinggiran sekali. Daerah itu dipilih karena sewa pertahunnya masih murah pada tahun 2011, lalu. Selain itu, saya meminta kepada suami mencari rumah kontrakan yang dekat dengan kantornya. *Efek takut ditinggal terlalu lama, apalagi pada malam hari. ;0

Tinggal di Karawaci coret, di sebuah perumahan baru dibangun, jauh dari angkot yang bisa berhenti di depan perumahan. Akses yang begitu sulit, pasar yang jauh dari perumahan, tetangga yang masih hanya satu dua, membuat suami selalu mengajak saya untuk jalan-jalan setiap Hari Sabtu dan Hari Minggu.

Meskipun jauh dari mana-mana, perumahan tempat kami menyewa rumah itu dekat dengan Summarecon Serpong dan Mega Mall Karawaci, lho. Meskipun tentunya harus menempuh jalan yang muter-muter. Selain dua daerah yang terkenal itu, ada satu daerah yang sering kami kunjungi. Perumahan Citra di dekat Cikupa.

Baca juga ya : Menikmati Kesegaran di Lahan Hijau Scientia Square Serpong

Terbilang jauh dan harus menempuh jalan-jalan perkampungan yang masih sunyi-sunyi senyap. Suami saya senang mengajak ke daerah  Citra Raya. Saya dapat berbelanja di pusat perbelanjaan, ada perumahan yang begitu megah, terbagi rata, antara perumahan mewah, menengah. Daerah Citra Raya juga sangat bersih, saya suka sekali jalanannya. Besar, bersih, nyaman untuk berkendara. Itu karena pengembangnya memperhatikan fasilitas umum yang vital bagi warganya.

Mbak Mutia Elisa Karamoy. Salah seorang blogger yang saya kenal, pada saat awal saya berkenalan dengan dunia blogger tinggal di daerah Citra Raya. Sayang, saat saya mengenal ibu dari tiga anak tersebut, saya sudah tinggal mendekati Jakarta. Seandainya sewaktu saya masih tinggal di daerah Karawaci, pasti saya bisa berkunjung ke rumahnya.

Artikel-artikel pada blog Mbak Elisa sangat informatif dan mudah dicerna, meskipun tulisannya panjaaang sekali. Jadi ingin tahu, resep menulis panjang-panjang kek gitu gimana ya, Mbak? Hehe. Saya dan Mbak Elisa pernah bertemu pada sebuah event di Jakarta. Sayang kami belum sempat berfoto bersama. Semoga acara yang akan datang, kami dapat berfoto bersama ya, Mbak.

Comments

  1. iya ya, kalo ditinggal kelamaan itu pas malam2 kadang jadi agak-agak galau *eh* curcol malah hihi.

    saya kurang paham peta jakarta, mana kawaraci mana citra raya hehe. smoga nanti bisa ketemuan lagi ya dengan mbak Erlisa :)

    ReplyDelete
  2. Pingin juga bisa nulis panjang-panjang tapi tetep enak dibaca kek mbak elisa, tapiiiii...mesti ilang fokus, jadinya kemana-mana hiks...

    ReplyDelete
  3. Pengen saya nengokin jakarta mbak Astin :D, gaduhnya itu yabg bikin penasaran haha

    ReplyDelete
  4. hihihi, gak apa gak usah nulis panjang... Saya rasa tiap orang punya ciri khas sendiri... :) Drpd jadi ilang fokus... Heheheh:)

    ReplyDelete
  5. Dulu aku pernah dpt tawaran kerja di jakarta, tp karena aku ga mau hidup dan tinggal di jakarta akhirnya tawaran itu gak aku ambil

    ReplyDelete
  6. Wah, saya juga pernah tinggal di dekat Tangerang, Tangerang Selatan sih tepatnya.

    ReplyDelete
  7. UDah pewe tinggal di Jakarta ya ya Astin

    ReplyDelete
  8. Tips menulis panjang? Hmm... tulis saja semua seperti curahan hati. Pasti akan panjang kali lebar kali tinggi.

    ReplyDelete
  9. Wah... saya pengen pindah ke Jakarta, nih.

    ReplyDelete
  10. Semoga betah ya mba dan kerasan..

    ReplyDelete
  11. Wah...suka ke Citra Raya ya mbak...mampir atuh, iya saya juga pertama kali pindah ke Citra hampir 6 tahun yang lalu suka ngak kerasan karena ngak bisa kluyuran kayak di kampung halaman yang tiap sudutnya sangat familiar. Tapi seiring waktu akhirnya bisa berdamai dengan diri sendiri dan ngeblog membuat upaya saya jadi lebih mudah...hihihi. Makasih mbak udah di ulas.

    ReplyDelete
  12. kalau dulu waktu saya kuliah di Jateng setiap lebaran mudik ke Jakarta..hehe kebalik, ngelawan arus, tapi tetep aja macet minta ampunnn!!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…