Skip to main content

Menikmati Kesegaran di Lahan Hijau Scientia Square Park Serpong

Selamat siang atau apapun teman-teman semua. Sekarang enggak siang, enggak pagi, enggak malam, cuaca sangat panas ya, butuh yang segar-segar. Segar-segar bukan untuk diminum ya, tapi untuk dinikmati untuk dipandangi, kek kalau kita ke puncak Bogor atau puncak Bandung.

Berhubung suami hanya memiliki satu hari libur dan biasanya dihabiskan untuk wisata kota. Jadi, kalaupun mengajak ke puncak Bogor, masih waiting list terus. Padahal menjadi ibu rumah tangga yang ketemunya itu lagi, itu lagi, butuh banget namanya refreshing menikmati kesegaran di lahan hijau.

Akhirnya, jadwal untuk berkunjung ke Scientia Square Park tiba. Libur hari Nyepi, kami sekeluarga pergi ke sana. Lumayan jarak dari rumah ke gading serpong. Meskipun sama-sama Tangerang, waktu tempuhnya lebih dari 30 menit.

Sebelum sampai, ada kebun jagung yang sudah mengering itu terlihat. Suami sudah memberikan gambaran tentang Scientia Square Park ini. Duh, gak sabar untuk masuk, meskipun cuaca saat itu sangat panas. Panasnya bisa memasak telur ceplok di atas kap mobil dech.

Sebelum masuk harus bayar terlebih dahulu dan sistemnya adalah menggunakan deposit. Mau masukin uang berapapun, bayar masuk ke Scientia Square Park saat itu adalh 35.000 per orang. Saya mengisi deposit sejumlah tiket masuk saja.

Disambut play ground, kolam air panas, jalan yang luas serta wall climbing dengan ketinggian yang sedang. Untuk play ground anak, ternyata tanahnya empuk, saya pikir memang tanahnya dibuat gembur gitu, tapi ternyata memang dilapisi bahan yang empuk. Jadi amanlah ya, anak-anak kecil bermain di sini.



Naik ke bagian atas, mendaki anak tangga yang hanya beberapa. Mulai terlihat adanya kesegaran lahan hijau. Disambut pepohonan, tumbuhan berbunga serta hamparan rumput. Segarnya bukan main, di depan panas, di tengah area ada lahan hijau yang terdapat tempat duduk dari kayu yang tertanam. Sungguh terbayar sudah tiket masuk dengan fasilitas yang didapat.



Di Scientia Square Park, banyak sekali kegiatan yang dilakukan. Ada yang duduk-duduk saja memperhatikan anak-anak yang bermain bola di rumput hijau. Ada yang bersendau gurau bersama-sama keluarga. Ada yang tidur-tiduraan mendengarkan kicau burung yang terbang. Ada yang asyik dengan gadget, smartphone atau bahkan ada yang membawa notebook. Ada yang membaca buku dan asyik mengambil gambar.

Baca Yuk : Jalan-jalan Scientia Square Park



Dari tempat duduk kayu bisa melihat tanaman jagung yang mulai mengering dan padi di sawah yang masih hijau. Anak saya mengajak untuk menyeberangi jembatan untuk melihat taman kupu-kupu. Selain bisa melihat bermacam-macam kupu-kupu, juga ditanam beberapa sayuran. Ada kolam ikan koi, ada kerbau dan kandangnya, ada sawah juga yang baru dibajak.





Selama berada di Scientia Square Park, saya merasakan kesegaran yang belum pernah saya rasakan. Apalagi ketika sedang berada di kandang kerbau, bisa melihat tempat belanja yang berada di Apartement. Coba dech, di tengah kota, di sebelah Apartement ada sawah, ada kerbau ada play ground kan asyik banget.





Coba dech, ke sama dengan persiapan yang matang. Menikmatinya pasti sangat puas sekali. Bisa membaca buku dengan tenang, anak-anak bermain bola dengan riang di rumput yang hijau. Sekalian bisa berolahraga dan belajar tentang alam. Yuk, ajak keluarga tercinta ke sana. Ibu bisa yoga, bapak besepeda, anak-anak bermain di sana, duh nikmatnya dunia. Sudah dech, setelah pulang dari Scientia Square Park menikmati kesegaran, lalu nyetrika duh banget kan.  [2016:03]




Comments

  1. Aah asik bgt ada tmp kayak gitu di Serpong. Kpn2 pingin kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. kabari kalau ke sana ya, pagi-pagi atu sore tapi ya,

      Delete
  2. fotonya cantik-cantik Mbak, bikin segar mata yang melihanya :)

    ReplyDelete
  3. lihat hijau2 jadi inget kampung
    saya pernaha ajak anak ke tempat ini, waktu itu ada kerbaunya
    sekarang masih ada ga mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih ada kerbaunya, ada fotonya di blog satunya lagi -v-

      Delete
  4. baru tw di serpong ada ada taman yang bagus itu, makasih mbak sudah berbagi informasi

    ReplyDelete
  5. Waah baru tau juga nii ada taman sebagus itu di serpong,
    Bisa jadi referensi deh kalo ane maen kerumah temen nantinya.
    thanks ya reviewnya

    ReplyDelete
  6. masukin referensi ahh... thanks infonya kakakk

    ReplyDelete
  7. wah, ini dia tempat selanjutnya buat liburan bareng keluarga

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…