27 Apr 2016

Tips Berhijab ke Kampus

Hai hai, boleh dong mengulang kenangan sewaktu saya kuliah dulu. Alhamdulillah, tahun 2000 saya sudah mengenal hijab. Meskipun belum banyak model hijab, tapi saya dan teman-teman semangat saling mengingatkan kebaikan dengan berhijab.

Busana ke kampus saat itu, dengan celana kain dan kemeja panjang atau dress panjang. Kemudian untuk jilbabnya juga menggunakan jilbab yang simple. Jilbab segi empat yang dilipat menjadi dua bagian, kemudian disatukan menggunakan peniti.

Enam belas tahun sudah, design busana hijab saat ini, jauh lebih modis. Saya melihat banyak para mahasiswi muslim, menggunakan model busana dan hijab dengan baik dan menarik. Mereka menggunakan model busana hijab dengan kombinasi warna dan model yang sangat menarik dan tampil dengan percaya diri.

Tampilan busana yang elegan, menarik dan tetap sopan. Itulah dambaan setiap mahasiswi, agar ketika berangkat ke kampus dan mengikuti perkuliahan, mereka merasa nyaman dan tetap menarik. Saya jadi ingin kembali ke jaman kuliah lagi. Perubahan dan perkembangan design busana dan hijab menuju ke arah yang lebih baik.

Saat ini, banyak sekali online shop yang menawarkan beragam produk hijab. Produk busana dan hijab mereka disesuaikan dengan pangsa pasar. Untuk para mahasiswa ada banyak pilihan design busana dan hijabnya.

Salah satu designer muda tanah air, yang ikut berkontribusi dalam memberikan rancangan terbaik mereka adalah Mel Ahyar. Pilihan busananya diarahkan ke para wanita muslim yang muda, berjiwa energik dan tepat nyaman dalam balutan busana muslim.

Yuk, kita coba intip karya-karya Mel Ahyar yang sangat beragam. Dengan pemilihan bahan yang berkualitas, yang nyaman saat digunakan, serta tema yang diusungnya memberikan kesan lebih berbeda saat dikenakan.



Tadi saya coba-coba untuk membuka situs halaman yang satu ini, hijup.com, karena tertarik design milik Mel Ahyar ini. Teman-teman pasti setuju dong, designnya sangat menarik.

Tampil menarik di kampus? bisa sekali dengan pemilihan busana yang membuat kalian tampil percaya diri. Kegiatan di kampus, bakalan lebih menyenangkan dech. Oiya, ini ada informasi tips bagi teman-teman dalam berhijab ketika akan pergi ke kampus.

  1. Pilih busana yang memberikan keleluasaan untuk bergerak. Dunia kampus memiliki banyak kegiatan, oleh karena itu pilih yang simple agar kegiatannya dapat berjalan dengan baik dan lebih nyaman. 
  2. Gunakan jilbab dengan model yang simple, karena jika berlebihan akan mengganggu pada saat jam perkuliahan berlangsung, apalagi saat terik matahari. Jika menggunakan jilbab yang simple, tidak sulit untuk membenahi kembali, apabila model jilbabnya mengalami perubahan dikarenakan banyak hal. Misalnya setelah sholat dzuhur.
  3. Sesuaikan item fashion lainnya. Aksesoris, sepatu, tas dan lain sebagainya. Buatlah yang lebih simple, namun tetap menarik. Bisa juga dengan memasukan warna yang sama atau menggunakan gradasi warna. (Advertorial)

Bersama Teman Lebih Menyenangkan

Wisma PGRI, Jakarta Pusat tahun 2009. Di sanalah, saya dan teman-teman menginap selama hampir dua minggu. Kami hanya ada di wisma tersebut pada malam hari, untuk berisitirahat. Pagi harinya, kami  menuju kantor pusat, yang terletak  lumayan jauh dari wisma tersebut.

Lumayan jauh tapi tidak ada angkutan umum yang melewati daerah tersebut dan jika menggunakan taksi, jaraknya lumayan dekat. Jadi bisa dibilang jarak antara wisma PGRI menuju kantor pusat, jaraknya nanggung. 
Pada waktu itu, saya sedang mengandung enam bulan, anak pertama saya. Suami menyarankan untuk naik ojek saja dari wisma ke kantor pusat. Namun, sayang uangnya, lagi pula apa serunya berangkat sendirian naik ojek. Teman-teman banyak dan berangkat bersama teman-teman, yang datang dari seluruh Indonesia kan bakalan seru.

Ada banyak pilihan memang untuk menuju ke kantor pusat dari wisma tersebut. Semua tergantung situasi dan kondisi. Ada yang berjalan kaki pulang pergi. Ada pula yang naik bajaj, ada pula yang memanggil temannya untuk diantarkan menggunakan sepeda motor. Jika ada mobil yang tidak terpakai di kantor pusat, kami juga balakan diantar jemput.

Pada suatu hari, saya dan beberapa teman bangun terlalu siang. Begitu keluar dari wisma PGRI, cuaca Jakarta Pusat sangat tidak bersahabat. Sangat panas. Seorang teman mengusulkan untuk naik taksi saja, karena kami berlima pada saat itu. Untuk naik bajaj, sayang.

Diputuskanlah untuk naik taksi dengan sistem bayar patungan. Karena taksi Blue Bird menggunakan sistem pembayaran minimum, pasti jatuhnya mahal. Waktu itu, kalau tidak salah pembayaran minimum sekitar 25.000 sampai 30.000 an.

Kami semua pasrah dan deg-degan juga, karena kemungkinan Blue Bird tidak mau mengantarkan kami ke alamat kantor pusat. Dengan jarak yang terlalu dekat, mustahil taksi mau mengantar, pikir seorang teman.

Begitu ada taksi Blue Bird yang berhenti mendatangi kami, langsung dech, kami sampaikan alamat tujuan. And whaaaat? sopir taksi Blue Bird tersebut mau mengantar kami dengan tidak menggunakan pembayaran minimum. Horeeeeeeeey.

Tiba di kantor pusat, kami membayar sesuai dengan angka yang ada di argo. Jumlahnya kalau tidak salah ingat sekitar 16.000 rupiah. Wajah kami, sumringah, segar dan seketika itu juga paduan suara menyampaikan rasa terima kasih dengan intonasi yang keras.

Kami semua masuk ke dalam kantor dengan wajah segar dan bersemangat karena telah diberikan kemudahan oleh sopir taksi Blue Bird. Tidak perlu berjalan jauh, tidak perlu ngos-ngosan karena kepanasan dan sangat menyenangkan bersama teman-teman.

Jika saya sendirian, saya akan membayar sejumlah 16.000 untuk ongkos taksi. Tapi bersama teman-teman, dengan menerapkan azas patungan, meskipun kami semua bekerja, lebih ringan dan menyenangkan.

Bersama teman-teman satu kelas


Pengalaman berada di wisma PGRI, belajar bersama di kantor pusat selama hampir dua minggu lebih, pengalaman menghentikan taksi dengan harap-harap cemas, mau tidak mau tidak, pengalaman perjalanan bersama teman menggunakan taksi Blue Bird.  Menjadi pengalaman paling berkesan untuk saya dan teman-teman. Meskipun kami, sudah tidak bersama lagi sekarang. jarak dan kesibukan telah memisahkan, namun jika ditampilkan lagi foto kebersamaan itu, rasanya kami masih di tahun 2009.

Pengalaman bersama teman tersebut bisa dikatakan #SekotakPenuhKesan bersama Blue Bird dari Wisma PGRI hingga Jalan Tanah Abang II, tempat kantor pusat berada. Bagaimana dengan teman-teman pembaca? ada yang memiliki pengalaman berkesan dalam perjalanan menggunakan Blue Bird? yuk share ceritanya di #SekotakPenuhKesan. Caranya sangat mudah kok, klik di sini dan akan ada hadiah yang luar biasa dari Blue Bird bekerja sama dengan Matahari Mall.

Btw, saya ada satu lembar nominal 50.000 voucher Blue Bird. Pemberian seorang teman yang sangat berkesan. Mau dibawa kemana ya? eh, mau dipakai bersama Blue Bird ke mana ya? apa ke wisma PGRI ya? sekalian mengenang peristiwa 7 tahun yang lalu?




26 Apr 2016

Berapa Lama Mengurus KTP Elektronik?

KTP-nya masih KTP biasa? belum yang elektronik? tanya salah satu atasanku saat sedang mengurus data bank di sebuah bank. Setahun yang lalu.

Pihak Bank, masih menerima dengan senyuman, saat saya menyodorkan KTP biasa, beberapa bulan setelah saya resign dari kantor.

Saat menyerahkan kepada petugas wawancara di sebuah instansi pembuat paspor, KTP saya juga masih diperlakukan sama dengan yang lainnya. Meskipun bukan KTP Elektronik.

Loooh, kok masih KTP lama? sekarang sudah jamannya Elektonik KTP loh, bu. Kapan mau diganti? sekarang semuanya sudah pakai e-KTP. Diganti yaaa, cepet diurus, nanati susah kalau ibu mau ngurus di Bank, looh. Pak RT dengan semangat 2016 memintaku untuk mengganti KTP yang belum pakai e, saat meminta surat pengantar keterangan domisili.

Siapkan Dokumen untuk Membuat KTP Elektronik


Beberapa pertanyaan dari atasanku dulu dan Pak RT membuat aku protes kepada suamiku. Ayo kapan ganti e KTP? sibuk mah sibuk saja, tapi ini kan penting. Suamiku menjawab dengan datar. Besok. Kapan besoknya? kalau enggak sibuk. Lah? ini masalah administratif, harus benar-benar diperhatikan. Gayaku sudah kek ibu pejabat, kan? Suamiku masih dengan jawaban santainya, KTPku masih diterima di Bank, kok, masalah?


Akhirnya setelah satu minggu setelah KTP saya habis masa berlakunya, begitu juga KTP suami, dia mengajak kami, iyeeeeee...untuk keluar kota. Ya kali, kami tinggal di Tangerang dan kependudukan suami masih di Jakarta, tempat tinggal ibunya. Kami belum memutuskan pindah kependudukan ke Tangerang, dengan alasan masih memiliki keinginan punya rumah di Jakarta, aamiin.

  1. Persiapkan KTP asli dan foto kopi KTP.
  2. Persiapkan KK asli dan foto kopi.
  3. Uang. Entahlah, apakah masing-masing daerah masih menerapkan uang untuk diberikan kepada petugas RT dan RW? gpp sich jika memang membantu sekali. Untuk uang lelah dan stempel.
  4. Setelah memiliki surat pengantar dari RW, pergi ke kelurahan pada esok harinya.
Pagi hari, kami berangkat dari Tangerang ke Jakarta untuk ke Kelurahan. Mengambil nomer antrian dan duduk dengan penuh keributan karena membawa dua anak-anak yang inginnya lari-larian. Untungnya lama, jadi masih bisa jajan es.

Setelah diverifikasi petugas di depan, nanti akan dipanggil petugas foto. Alhamdulillah tidak begitu lama, suami dipersilahkan masuk. Ditanya alamat lengkap dan tanggal lahir. Mungkin untuk mencocokan data. Setelah itu, diminta tersenyum dan melihat ke arah kameraa, cheers difoto dech. Tanda tangan pada tempat yang sudah disediakan, jari kanan dan kiri, kemudian retina mata disorot. Setelah itu, tunggu satu minggu ya, Pak, bu. Dalam hati, ini kan sudah by system, elektronik pula? kupikir bisa langsung membawa fisik KTP itu sendiri. Kan bisa buat pamer ke anak, nich umi dah bikin E KTP, yuk jalan-jalan. ;)


Setelah Satu Minggu Berlalu


Dua minggu sudah berlalu, KTP belum jadi. Sudah saya duga sebelumnya. Sewaktu saya berada di Kelurahan di daerah Tangerang, ada ibu-ibu yang akan mengambilkan KTP anaknya. Sudah satu bulan belum menerima fisik KTPnya. Jadi saya menyimpulkan pasti bakalan lama nich, KTP berada di dalam dompet.

Saya ngobrol dengan suami, kenapa ya membuat KTP Elektronik itu lama? penyebabnya apa? menurut suami, mungkin ngeprintnya harus kemana dulu, atau mungkin lurahnya masih belum stay on office untuk menandatangani semua berkas, termasuk fisik KTP.

Ah iya ya, Pak Lurahnya mungkin sibuk meninjau daerahnya, jadi untuk menandatangani blangko KTP jadi repot, nanti-nanti saja. Jadi warganya yang ingin segera mengurus keperluan di Bank, tertunda. Atau yang akan mengurus pasport untuk sekedar shopping ke Luar Negeri, harus di tunda juga, karena KTP Elektroniknya belum jadi. Di sini saya jadi sedih.

Sewaktu saya bekerja dulu, ketika harus ke kantor pusat, saya harus meninggalkan KTP untuk masuk ke dalam gedung perkantorannya. Identitas saya hanya KTP dan SIM yang belum diperpanjang. Saat KTP saya ketinggalan, saya limbung. Limbung karena SIM saya kadaluarsa. Nah, kalau saya memberikan KTP yang sudah mati, lalu bilang sedang mengurus KTP Elektronik tapi belum jadi, apa pihak keamanan gedung tersebut, mau mengerti??

Permudah Mengurus KTP Elektronik


Kebetulan sekali nich. Kemarin siang di Berita TV membahas tema Permudah urus e KTP di program Lunch Talk. Saya meminta anak saya untuk memberi saya kesempatan mendengarkan, ada apa sich? kok mengurus e KTP lama sekali?

Akhirnya, saat presenter membuka line telepon, saya menghubungi nomer yang tertera dan akan menyampaikan proses pembuatan e KTP yang sudah dua minggu belum saya terima fisiknya. Ternyata ada banyak sekali gangguan yang menyebabkan lambatnya pengurusan KTP Elektronik. Salah satu gangguan tersebut, adalah gangguan signyal. Hooow whaaat? lah ya iya dong, kan online? kalau signalnya lambat, jadi lama kan?

Ada juga data yang double, kemudian banyak sekali masalah masalah yang bisa diakibatkan oleh masyarakat itu sendiri. Di samping itu di pihak lapangan sendiri, dalam hal ini kelurahan yang membuat lama, fisik KTP diterima oleh masyarakat.

Menurut Bapak I Gede Suratha, SOP waktu pengurusan e KTP tidak dapat disamakan di seluruh Indoensia. Jika semua persyaratan clear, dari rekam sampai keluar KTP itu adalah 10 menit. Pengalaman itu terjadi di Jayapura. Di Jakarta juga 4 menit bisa langsung jadi.

Baiklah, mungkin benar pemikiran saya. Bapak Lurah sedang sibuk urusan di luar kantor, jadi tumpukan KTP Elektronik yang butuh tandatangan beliau, belum dapat diselesaikan, biarlah para warganya cancel atau memilih untuk pending menikah, gara-gara KTP Elektroniknya belum jadi.

Stay at Home, Prioritaskan Kebutuhan Anak-Anak

Hay hay hay, sudah melumut blog tidak pernah dilirik. Yup, dengan alasan kesibukan mengurus rumah tangga dan anak-anak. Mudah sekali ya, alasan yang sangat klise tapi memang begitulah adanya. Hanya diam dan pasrah melihat teman-teman berlomba-lomba untuk mengupdate blognya dengan artikel yang bermacam-macam, saya hanya bisa membagi notebook dan smartphone dengan anak-anak.

Sejak stay at home, saya sudah berkomitmen untuk memprioritaskan anak-anak. Anak-anak nomer satu dan sejak saya memutuskan untuk tidak mau dibantu oleh asisten rumah tangga, susah dech untuk bisa duduk cantik di kursi, ketak mengetik di note book. Itu konsekuensi yang harus saya terima.

Rutinitas bangun pagi memang masih kadang-kadang. Kadang pagi sekali kadang siang sekali. Pekerjaan rumah tidak kunjung selesai, ada saja yang memang harus dikerjakan. Anak-anak satu persatu menunggu giliran untuk saya temani. Saat saya curhat kepada suami, beliau mengatakan,  perlu manajemen waktu yang lebih baik lagi, pasti bisa kok.

Untuk begadang, tidur di atas pukul 12 untuk melakukan blogging juga mulai saya kurangi. Karena saya harus bangun pagi dan memastikan ada makanan di rumah pada pagi hari. Oleh karena itu, saja mendingan bangun pagi, daripada begadang. Beda ceritanya, jika saya memiliki asisten rumah tangga, pagi hari saya masih bisa bersama anak-anak setelah begadang. Nah, kalau begadang tidak ada asisten rumah tangga? nyapu ngepel kek melayang dong.

Beberapa minggu ke belakang ini, saya memang sedang asyik dan khusu untuk lebih intens kepada anak-anak dan pekerjaan rumah. Semakin mereka besar dan tumbuh, semakin asyik dan seru berada di sebelah mereka untuk bermain bersama. Seperti kemarin, Faiz mengajak bermain monopoli, akhirnya saya yang keasyikan. Tahu-tahu sudah pukul 4 sore, padahal niat hati jam 2 siang pingin tiduran sembari pegang handphone. Kenyataannya, main bersama anak.

Saya memang tidak boleh egois. Status sudah menjadi istri, anak dari mertua, ibu dari dua orang anak-anak. Waktu suami libur, ya judulnya masih bersama mereka. Main ke rumah nenek mereka, asyik jalan-jalan bersama anak-anak dan suami. Liburan selesai, tumpukan pekerjaan baru menanti. Seperti itu terus menerus. Tapi Alhamdulillah, saya masih diberikan kesempatan untuk menghadiri kegiatan blogger atau mengikuti event-event yang berhubungan dengan blogger.

Salah satu kegiatan yang saya ikuti sebagai blogger


Dari situ, saya telah merasakan bahwa suami dan anak-anak menghargai saya untuk lebih berkembang. Jadi nikmat Tuhan Manakah yang kamu dustakan? Stay at home, tapi masih bisa berkumpul bersama teman-teman.

Tangerang yang mendung
F1 bermain kartu BoBoiBoy
F2 tidur siang





9 Apr 2016

Peran Koperasi dalam Bisnis Pariwisata di Indonesia

Jakarta, 6 April 2016 bertempat di Galeri Indonesia Wow, Smesco. Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Saya berkesempatan untuk menghadiri diskusi dengan tema Peluang Koperasi Mengelola Bisnis Gurih Pariwisata.

Nara sumber yang hadir adalah Bapak I Wayan Dipta, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran. Bapak Suherman, Ketua Koperasi Pariwisata Catra Gemilang Borobudur, Ibu Oneng Setya Harini, Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat. Bapak Didin Junaidi, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia.

Mengapa Koperasi Mengambil Peran dalam Bisnis Pariwisata?


Pariwisata merupakan industri yang menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi nasional. Tempat wisata di Indonesia jumlahnya sangat banyak sekali. Hal ini terlihat dengan adanya data dari BPS Badan Pusat Statistik, bahwa kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2015 mencapai 10,41 juta kunjungan.

Tahun 2016, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan target kunjungan wisatawan ke Indonesia sebesar 272 juta wisatawan. Jumlah tersebut terbagi atas 12 juta wisatawan mancanegara dan 260 juta wisatawan nusatara.

Dari kunjungan tersebut, diharapkan Indonesia akan menerima pendapatan devisa sebesar Rp.172 triliun untuk wisma. Sedangkan untuk wisatawan nusantara ditargetkan jumlah pengeluaran mancapai Rp 223 triliun. Pertanyaannya? Dari jumlah kedua pendapatan tadi, siapa yang akan menikmati? Pengusaha besarkah semuanya?

Menurut Bapak I Wayan Dipta, seharusnya masyarakat setempat yang bertempat tinggal di daerah wisata yang menikmatinya. Agar tingkat perekonomian mereka meningkat dan masyarakat setempatlah yang memiliki bisnis-bisnis penopang pariwisata dari daerahnya.

Bapak Wayan mengharapkan masyarakat setempat harus ikut terlibat dalam pengembangan bisnis pariwisata. Di mana bisnis pariwisata ini merupakan penghela bagi berkembangnya bisnis-bisnis lainnya. Terdapatnya bisnis pariwisata akan memberikan dampak langsung, dengan dibangunnya bisnis perhotelan. Akan tumbuhnya bisnis kuliner, restoran dan bisnis makanan khas daerah setempat. Akan adanya permintaan bisnis transportasi yang kian besar. Akan dibutuhkannya bisnis pemandu wisata dan tentunya bisnis kerajinan tangan untuk souvernir.

Jika saya tinggal di dekat daerah wisata, tentu akan berkesempatan untuk menciptakan bisnis-bisnis tersebut. Menjadi bagian dari usaha kecil menengah (UKM). Kebanyang berapa rupiah omset dalam satu hari, dalam satu bulan dalam satu tahun, apalagi bisnis pariwisata disolek dengan sedemikian rupa. Karena, kunci dari suksesnya bisnis pariwisata adalah, adanya kunjungan balik dari wisatawan.

Seiring dengan berkembangnya bisnis penopang bisnis pariwisata, tentunya akan terus dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Jika saya adalah pengusaha muda dan pemula, tentunya tidak mudah mendapatkan kucuran modal. Darimana saya mendapatkan modal yang tidak berjaminan? jawabnya adalah dari sebuah badan usaha yang bernama Koperasi.

Pemikiran saya tersebut merupakan bagian dari harapan Bapak I Wayan, yang mengharapkan masyarakat yang tinggal di daerah wisata, yang mengelola bisnis penopang bisnis pariwisata sebaiknya segera membentuk Koperasi. Koperasi yang dibentuk oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Koperasi sangat potensial dalam pemberdayaan masyarakat berbasis Pariwisata sebagai program unggulan. Kemenkop memberikan fasilitas dan bantuan yang bersifat stimulan sebagai modal koperasi. Nah, jika masyarakat setempat serius mengelola daerah tujuan wisatanya, tentu perekonomian mereka akan naik secara signifikan. Masyarakat daerah tujuan wisata tidak hanya menjadi pekerja pada investor asing, tapi mereka dapat membuka bisnis sendiri dan memiliki daya saing dengan mendirikan bisnis penopang bisnis pariwisata.

Empat Pilar Pengembangan Pariwisata Indonesia


Ibu Oneng menyebutkan ada empat pilar agar pariwisata di Indonesia dapat berkembang dengan baik.
  1. Destinasi
  2. Pemasaran
  3. Industri
  4. Kelembangan, termasuk dalam hal ini adalah peningkatan sumber daya alam.
Peran masyarakat yang tinggal di daerah tujuan wisata di pilar Destinasi adalah sangat penting. Bagaimana masyarakat dapat menjadi tuan rumah yang baik. Menjadi tuan rumah yang baik di sini adalah sangat banyak definisinya. Wisatawan akan berkunjung baik, jika masyarakat setempat memberikan keamanan, ketenangan, kebersihan, keindahan dan tentunya keramahan kepada wisatawan.

Masyarakat juga diharapkan mampu menciptakan kondisi yang positif, agar perkembangan pariwisata dapat berkembang dengan baik. Jika masyarakat telah memberikan hal yang baik dan yang positif tentunya masyarakat akan mendapatkan manfaat ekonomi dari pariwisata tersebut.

Masih berbicara mengenai destinasi, Ibu Oneng juga mengharapkan agar masyarakat dapat mengenali destinasi wisata tersebut. Menyediakan transportasi yang baik dan nyaman, memberikan akomodasi yang aman, nyaman dan bersih, mendirikan bisnis kuliner yang memang khas di daerahnya serta memberikan atraksi yang bagus dan berkualitas.

Pada tahun 2009 Kementrian Pariwisata telah membangun Desa Wisata. Di mana konsep desa wisata ini adalah sepenuhnya berasal dari masyarakat setempat dan jauh dari investasi. Atraksi yang dijual di desa wisata, antara lain adalah;
  1. Homestay yang tentunya diberikan standar oleh pemerintah. Maksimal ada 5 kamar, jadi tuan rumah dapat berinteraksi dengan tamu-tamunya.
  2. Kuliner dengan memanfaatkan keaneka ragaman kekhasan masakan daerah.
Konsep desa wisata ini sangat cocok agar masyarakat yang mengelola bisnis pariwisata dapat membentuk koperasi. Tentunya ibu Oneng mengharapkan pihak terkait dalam hal ini Kementrian Perekonomian memberikan pemahaman supaya masyarakat menjadi lebih tertarik untuk segera membentuk koperasi.

Saatnya Mempromosikan Daerah Kecil


Bapak Didin Junaidi mengajak pemerintah untuk lebih konsentrasi dan fokus untuk mengarap desa kecil yang memiliki potensi wisata yang tidak kalah dari daerah wisata lainnya yang telah maju dan berkembang.

Dengan adanya penyuluhan dari pihak kemenkop diharapkan akan adanya kemauan dari bawah, yang kemudian dapat membentuk koperasi pariwisata dan segera membangun daerahnya. Bagaimanapun juga pasriwisata adalah untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

Koperasi Catra Gumilang



Bapak Suherman berada di tengah-tengah diskusi yang bertema peluang koperasi mengelola bisnis gurih pariwisata. Beliau adalah ketua Koperasi Catra Gumilang yang merupakan koperasi pariwisata di kecamatan Borobudur. Koperasi ini berdiri sejak tahun 1996 yang berada di kota Mungkid, kabupaten Magelang.

Awal menjalankan bisnisnya, kopari Catra Gumilang merupakan komunitas bisnis yang lambat laun merintis badan usaha koperasi multi usaha. Usaha tersebut diantaranya adalah,
  1. Garment / Fashion
  2. Fotografi
  3. Kuliner
  4. Souvenir
  5. Eduwisata taman kupu-kupu
Kopari dengan Catra Gumilang memiliki omset 3 Miliar per tahun ini merupakan koperasi binaan dari kemenkop yang sukses dan banyak membuka lapangan kerja baru untuk para anggotanya. Semua hasil usahanya merupakan kerja keras dari para pengelola dan anggotanya. Prinsip ikhlas dan saling membantu dengan sesama anggota merupakan salah satu hal yang paling dibutuhkan dalam sebuah koperasi.

Keuntungan membentuk koperasi bagi para anggotanya, menurut Bapak Suherman adalah jika ada anggota yang membutuhkan modal besar, koperasi dapat menjadi penjamin mendapatkan modal dari Bank. Keuntungan lainnya yang dirasakan oleh anggotanya adalah adanya usaha simpan pinjam.






Dari diskusi kemarin, saya pribadi dapat mengambil kesimpulan. Masyarakat di daerah wisata belum 100 % mengambil peran dalam bisnis pariwisata. Seharusnya, masyarakatlah yang mengambil peran untuk mengembangkan daerah wisata tersebut. Jika dengan usaha pribadi terkendala modal, ada sebuah badan usaha yang dapat dibentuk untuk mengumpulkan para pebisnis wisata untuk mendapatkan modal usaha.

Di mana, akan semakin maraknya pariwisata di tanah air, maka sangat dibutuhkan SDM yang berkualitas dalam mengembangkan daerah wisata. Seperti yang dikemukakan oleh Ibu Oneng, masyarakat di daerah wisata harus peduli dan mengenali destinasi wisata, agar menarik wisatawan untuk datang. Diharapkan juga masyarakat dapat memahami bahwa ada satu badan usaha yang dapat membantu usahanya. Tentunya dibutuhkan kerjasama dengan kemenkop untuk memberikan penyuluhan  kepada masyarakat tentang koperasi.

Perkembangan pariwisata dirasakan harus berkembang tidak hanya di daerah wisata yang sudah besar seperti Bali. Saatnya pemerintah mengembangkan pariwisata di daerah kecil yang memiliki pesona alam yang sangat indah dan menarik. Bapak Didin juga sangat setuju dan menyambut bahagia jika kemenkop akan merangkut masyarakat membentuk koperasi pariwisata. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyejahterakan masyarakat setempat.

Seperti contoh Koperasi Pariwisata Catra Gumilang, Borobudur. Sudah merasakan manfaat dengan membentuk koperasi dengan anggota pada awal pembentukan adalah 76 orang dan sekarang sudah lebih dari 1000 anggota. Masing-masing anggota memiliki keahlian tertentu pada bisnis yang berbeda-beda. Ada yang senang memotret, diberikan modal berupa kamera dan mesin untuk mencetak. Ada yang memilih bisnis kuliner diberikan modal berupa tenda untuk mendidrikan warung tenda. Jadi, membentuk koperasi pariwisata, manfaatnya banyak sekali, terutama untuk menarik wisatawan agar kembali berkunjung.

5 Apr 2016

Kado Terindah itu Adalah Doa dengan Kasih dan Sayang

Kado terindah bagi teman-teman semua, pasti berbeda-beda yak. Bisa kunci mobil dan tentunya mobil yang sangat diidam-idamkan. Bisa tiket perjalanan ke Jepang yang menjadi impiannya. Bisa jadi adalah hanya doa dengan kasih sayang dari orang-orang terdekat.

Doapun dapat diberikan dalam perayaan apapun, tidak hanya saat bertepatan dengan hari kelahirannya. Doa dapat diberikan saat mendapatkan promosi pada pekerjaannya. Doa dapat diberikan saat sedang akan mengerjakan ujian. Doapun bisa diberikan kepada ibu yang baru saja melahirkan anaknya. Bukan hanya mengajak salaman, bilang congrat lalu pergi *ini curhat.

Hari ini, saya ingin menyampaikan banyak sekali terima kasih, kepada teman-teman yang sudi memberikan komentar pada Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34. Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan badan saya untuk semakin memperbaiki kualitas beribadah di dunia. Masih diberikan kesehatan untuk mendampingi suami, anak-anak dan teman-teman semua di sini. Alhamdulillah, Alhamdulillah dan Alhamdulillah.

Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34

Pada tanggal 4 April 1982 di kota Cilacap lahirlah seorang bayi perempuan yang cantik jelita, yang kemudian diberi nama : Astin Astanti. Jadi pada tanggal 4 April 2016 ini sang bayi cantik itu akan berusia 34 tahun dan dia telah berubah menjadi seorang wanita dewasa yang kecantikannya semakin bertambah saja. Saat ini dia telah hidup berbahagia bersama suami dan dua orang anaknya :)

Yeaayyy, selamat ulang tahun nanti pada tanggal 4 April ya mbak Astin. Semoga tambah sukses dan bahagia dunia akherat, aamiin :)

Sebelumnya saya ucapkan selamat ulang tahun ya mak... semoga selalu sehat, ceria dan hidup penuh berkah. Aamiin.


Lahir di Cilacap tanggal 4 April 1982 dengan nama lengkap Astin Astanti. Di rumah dipanggil dengan nama Tanti. Dan tahun ini usia mak Astin sudah 34 tahun. Yeayy...
Jadi GA go 34 itu, memeriahkan ultah mak Astin yang ke 34 di tahun ini.

Pemenang Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34




Pulsa 10.000 rupiah untuk 4 orang pertama yang memberi komentar yang benar.
  1. Santi Dewi
  2. Dwi Aprily
  3. Inna Riana
  4. Syafiatuddiniah 
Pulsa 50.000 rupiah untuk 2 orang, 
  1. Santi Dewi
  2. Anjar Sundari
Pulsa 25.000 rupiah untuk 8 orang
  1. Rani R Tyas
  2. Reni Judhanto
  3. Damarojat
  4. Lianny Hendrawati
  5. Melly Feyadin
  6. Jodi Setiawan
  7. Uniek Kaswarganti
  8. Inna Riana
Untuk teman-teman yang disebutkan di atas, silahkan mengirimkan nomor Handphonenya yang akan diisikan pulsa melalui astinastanti@gmail.com. Mohon maaf jika selama diselenggarakan Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34 terjadi banyak sekali kekurangan. Mohon maaf juga jika ada yang kurang berkenan dan sampai jumpa lagi pada Giveaway yang akan saya adakan lagi, doakan ya diberikan kesempatan lagi.

Terima kasih untuk teman-teman yang telah memberikan banyak sekali doa dengan kasih dan sayang. Sukses selalu untuk teman-teman dan keluarga. Salam, Astin. [2016 :04]

1 Apr 2016

Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34

Selamat pagi, selamat sukses dan selamat apapun untuk pembaca, untuk teman-teman semua dan berharap kita semua diberikan kesehatan, perlindungan dan kemudahan dalam beraktifitas hari ini. Amin.

Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34 ini merupakan Giveaway pertama dari saya. Inspirasinya datang tadi pagi, saat saya sedang menyetrika dan sepertinya seru juga ya, di bulan April ini saya mengedakan Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34. Giveaway-nya yang ringan-ringan saja, karena saya itu sibuknya luar biasa *plaaaaak, sibuk nyantai gitu.

Untuk pembaca dan teman-teman yang ingin mengikuti Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34, caranya cukup mudah kok. Cukup menuliskan pada kolom komentar, yang sementara saya moderasi. Dengan menuliskan kalimat sesuai clue apa itu Go 34 pada Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34 ini? kemudian cantumkan juga akun twitternya yak, nanti saya yang akan follow, jika kita belum saling follow.



Petunjuknya adalah Saya, Cilacap, April . Jadi silahkan jawab pada kolom komentar dan banyak sekali kok petunjuk yang menyertai di Facebook atau di blog ini. Oke ya, caranya cukup mudahkan?

Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34, sudah pasti hadiahnya adalah pulsa. Maaf ya, bukan karena saya ndak mau repot, tapi karena emang repot *dilempar kue ulang tahun. ;), berikut hadiah pulsanya.
  1. Hadiah pulsa 10.000 rupiah, untuk 4 komentar pertama. Tapi tetap diikutkan pada undian untuk hadiah pulsa berikutnya.
  2. Hadiah pulsa 50.000 rupiah untuk 2 orang yang beruntung.
  3. Hadiah pulsa 25.000 rupiah untuk 8 orang yang beruntung.  
Sistemnya akan diundi menggunakan mesin a la a la teman-teman di Group Embak Ceria ya. 
Jadi total hadiahnya adalah  340.000 rupiah untuk Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34 untuk pembaca dan teman-teman www.astinastanti.com.

Baca juga yuk : Tanggal 4 April Itu Hari Apa?

Pengumuman pemenang akan diumumkan tidak lebih dari satu minggu, semoga bisa tiga atau empat hari dari tanggal 1 April 2016. Ayo, meskipun tanggal muda, siapa tahu ada yang malas beli pulsa? kan lumayan Happy Happy Happy

Senin, 4 April 2016

Alhamdulillah bisa bangun lebih pagi. Alhamdulillah diberikan kesejukan penglihatan, kesejukan hati dan apa kabar semua? Setelah dua hari liburan a la astinastanti, pagi ini waktunya melakukan rutinitas kembali.

Dan, pagi ini saya akan mengeluarkan semua komentar untuk diundi ya, jadi this Giveaway Berhadiah Pulsa Go to 34 is CLOSED. Terima kasih semuanya yang sudi untuk memberikan komentar. Terima kasih untuk yang sudah memberikan doa dan tunggu ya pengumumannya.

Salam
Astin Astanti