Skip to main content

Bersama Teman Lebih Menyenangkan

Wisma PGRI, Jakarta Pusat tahun 2009. Di sanalah, saya dan teman-teman menginap selama hampir dua minggu. Kami hanya ada di wisma tersebut pada malam hari, untuk berisitirahat. Pagi harinya, kami  menuju kantor pusat, yang terletak  lumayan jauh dari wisma tersebut.

Lumayan jauh tapi tidak ada angkutan umum yang melewati daerah tersebut dan jika menggunakan taksi, jaraknya lumayan dekat. Jadi bisa dibilang jarak antara wisma PGRI menuju kantor pusat, jaraknya nanggung. 
Pada waktu itu, saya sedang mengandung enam bulan, anak pertama saya. Suami menyarankan untuk naik ojek saja dari wisma ke kantor pusat. Namun, sayang uangnya, lagi pula apa serunya berangkat sendirian naik ojek. Teman-teman banyak dan berangkat bersama teman-teman, yang datang dari seluruh Indonesia kan bakalan seru.

Ada banyak pilihan memang untuk menuju ke kantor pusat dari wisma tersebut. Semua tergantung situasi dan kondisi. Ada yang berjalan kaki pulang pergi. Ada pula yang naik bajaj, ada pula yang memanggil temannya untuk diantarkan menggunakan sepeda motor. Jika ada mobil yang tidak terpakai di kantor pusat, kami juga balakan diantar jemput.

Pada suatu hari, saya dan beberapa teman bangun terlalu siang. Begitu keluar dari wisma PGRI, cuaca Jakarta Pusat sangat tidak bersahabat. Sangat panas. Seorang teman mengusulkan untuk naik taksi saja, karena kami berlima pada saat itu. Untuk naik bajaj, sayang.

Diputuskanlah untuk naik taksi dengan sistem bayar patungan. Karena taksi Blue Bird menggunakan sistem pembayaran minimum, pasti jatuhnya mahal. Waktu itu, kalau tidak salah pembayaran minimum sekitar 25.000 sampai 30.000 an.

Kami semua pasrah dan deg-degan juga, karena kemungkinan Blue Bird tidak mau mengantarkan kami ke alamat kantor pusat. Dengan jarak yang terlalu dekat, mustahil taksi mau mengantar, pikir seorang teman.

Begitu ada taksi Blue Bird yang berhenti mendatangi kami, langsung dech, kami sampaikan alamat tujuan. And whaaaat? sopir taksi Blue Bird tersebut mau mengantar kami dengan tidak menggunakan pembayaran minimum. Horeeeeeeeey.

Tiba di kantor pusat, kami membayar sesuai dengan angka yang ada di argo. Jumlahnya kalau tidak salah ingat sekitar 16.000 rupiah. Wajah kami, sumringah, segar dan seketika itu juga paduan suara menyampaikan rasa terima kasih dengan intonasi yang keras.

Kami semua masuk ke dalam kantor dengan wajah segar dan bersemangat karena telah diberikan kemudahan oleh sopir taksi Blue Bird. Tidak perlu berjalan jauh, tidak perlu ngos-ngosan karena kepanasan dan sangat menyenangkan bersama teman-teman.

Jika saya sendirian, saya akan membayar sejumlah 16.000 untuk ongkos taksi. Tapi bersama teman-teman, dengan menerapkan azas patungan, meskipun kami semua bekerja, lebih ringan dan menyenangkan.

Bersama teman-teman satu kelas


Pengalaman berada di wisma PGRI, belajar bersama di kantor pusat selama hampir dua minggu lebih, pengalaman menghentikan taksi dengan harap-harap cemas, mau tidak mau tidak, pengalaman perjalanan bersama teman menggunakan taksi Blue Bird.  Menjadi pengalaman paling berkesan untuk saya dan teman-teman. Meskipun kami, sudah tidak bersama lagi sekarang. jarak dan kesibukan telah memisahkan, namun jika ditampilkan lagi foto kebersamaan itu, rasanya kami masih di tahun 2009.

Pengalaman bersama teman tersebut bisa dikatakan #SekotakPenuhKesan bersama Blue Bird dari Wisma PGRI hingga Jalan Tanah Abang II, tempat kantor pusat berada. Bagaimana dengan teman-teman pembaca? ada yang memiliki pengalaman berkesan dalam perjalanan menggunakan Blue Bird? yuk share ceritanya di #SekotakPenuhKesan. Caranya sangat mudah kok, klik di sini dan akan ada hadiah yang luar biasa dari Blue Bird bekerja sama dengan Matahari Mall.

Btw, saya ada satu lembar nominal 50.000 voucher Blue Bird. Pemberian seorang teman yang sangat berkesan. Mau dibawa kemana ya? eh, mau dipakai bersama Blue Bird ke mana ya? apa ke wisma PGRI ya? sekalian mengenang peristiwa 7 tahun yang lalu?




Comments

  1. aku gak punya vocernya Astin :)

    ReplyDelete
  2. Nah tuh ajak mba Lydia aja naek Bluebird 😁

    ReplyDelete
  3. Justru selama ini kalau pengalaman saya, Bluebird mau kok Mbak nganter ke jarak dekat, sering pake soale :D

    ReplyDelete
  4. Memang seru, kalau naik taksi bareng-bareng. Lebih berasa nyaman, lebih rame dan satu lagi, lebih ngirit he..he..he

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…