Skip to main content

Stay at Home, Prioritaskan Kebutuhan Anak-Anak

Hay hay hay, sudah melumut blog tidak pernah dilirik. Yup, dengan alasan kesibukan mengurus rumah tangga dan anak-anak. Mudah sekali ya, alasan yang sangat klise tapi memang begitulah adanya. Hanya diam dan pasrah melihat teman-teman berlomba-lomba untuk mengupdate blognya dengan artikel yang bermacam-macam, saya hanya bisa membagi notebook dan smartphone dengan anak-anak.

Sejak stay at home, saya sudah berkomitmen untuk memprioritaskan anak-anak. Anak-anak nomer satu dan sejak saya memutuskan untuk tidak mau dibantu oleh asisten rumah tangga, susah dech untuk bisa duduk cantik di kursi, ketak mengetik di note book. Itu konsekuensi yang harus saya terima.

Rutinitas bangun pagi memang masih kadang-kadang. Kadang pagi sekali kadang siang sekali. Pekerjaan rumah tidak kunjung selesai, ada saja yang memang harus dikerjakan. Anak-anak satu persatu menunggu giliran untuk saya temani. Saat saya curhat kepada suami, beliau mengatakan,  perlu manajemen waktu yang lebih baik lagi, pasti bisa kok.

Untuk begadang, tidur di atas pukul 12 untuk melakukan blogging juga mulai saya kurangi. Karena saya harus bangun pagi dan memastikan ada makanan di rumah pada pagi hari. Oleh karena itu, saja mendingan bangun pagi, daripada begadang. Beda ceritanya, jika saya memiliki asisten rumah tangga, pagi hari saya masih bisa bersama anak-anak setelah begadang. Nah, kalau begadang tidak ada asisten rumah tangga? nyapu ngepel kek melayang dong.

Beberapa minggu ke belakang ini, saya memang sedang asyik dan khusu untuk lebih intens kepada anak-anak dan pekerjaan rumah. Semakin mereka besar dan tumbuh, semakin asyik dan seru berada di sebelah mereka untuk bermain bersama. Seperti kemarin, Faiz mengajak bermain monopoli, akhirnya saya yang keasyikan. Tahu-tahu sudah pukul 4 sore, padahal niat hati jam 2 siang pingin tiduran sembari pegang handphone. Kenyataannya, main bersama anak.

Saya memang tidak boleh egois. Status sudah menjadi istri, anak dari mertua, ibu dari dua orang anak-anak. Waktu suami libur, ya judulnya masih bersama mereka. Main ke rumah nenek mereka, asyik jalan-jalan bersama anak-anak dan suami. Liburan selesai, tumpukan pekerjaan baru menanti. Seperti itu terus menerus. Tapi Alhamdulillah, saya masih diberikan kesempatan untuk menghadiri kegiatan blogger atau mengikuti event-event yang berhubungan dengan blogger.

Salah satu kegiatan yang saya ikuti sebagai blogger


Dari situ, saya telah merasakan bahwa suami dan anak-anak menghargai saya untuk lebih berkembang. Jadi nikmat Tuhan Manakah yang kamu dustakan? Stay at home, tapi masih bisa berkumpul bersama teman-teman.

Tangerang yang mendung
F1 bermain kartu BoBoiBoy
F2 tidur siang





Comments

  1. ya judulnya masih bersama mereka. Main ke rumah nenek mereka, asyik jalan-jalan bersama anak-anak dan suami. Liburan selesai, tumpukan pekerjaan baru menanti. Seperti itu terus menerus.
    visit : jual lantai vinyl

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…