Skip to main content

Pilih Makan Mie Ayam atau Bakso?

Hal yang paling berat adalah diminta untuk memilih. Apalagi memilih diantara dua hal yang keduanya sangat kita sukai. Pilih mie ayam atau bakso? dua jenis makanan yang satu sama lain saling berhubungan. Sama-sama dijual dengan menggunakan gerobak. Meskipun sekarang, ada yang jualan bakso menggunakan sepeda motor.

Saat sedang kurang mood untuk menyantap makanan, biasanya saya diminta untuk memilih mau makan apa? mau beli apa? biar perut tetap terisi dan tidak ngelantur jadi pingin yang lainnya. Memilih makanan, pasti sering sekali kan, kita temui.

Pilih makan mie ayam atau bakso? saya akan memilih mie ayam, kalau baksonya bikin saya mual karena kaldunya yang super kental dengan lemaknya. Saya akan memilih bakso, kalau mie ayamnya menggunakan kuah yang sangat kental dan kelihatan sekali minyaknya.

Soal makanan, setiap orang pasti memiliki pilihan yang beda-beda ya, bu. Di atas adalah pilihan saya, kalau kamu, gimana? Bakso dengan saos yang mengenangi kuah hingga berubah warna jadi merah? saya bakalan menghindari kamu, loh. Serius, paling ngeri melihat kuah bakso dengan warna pekat.

Oke gini, siapa tahu ada dari kalian yang mau traktir salah satu dari kedua pilihan saya di atas.

Pilih Mie Ayam

Mie ayam pilihan saya adalah begini.

Mie ayam buatan saya sendiri. Rasanya tidak kalah dengan mie ayam yang dijual di food court Mall.

  1. Mie dimasak sebentar saja, jangan terlalu lembek,
  2. Kuahnya yang bening, jangan keruh. Baik dari minyak ataupun kuah ayamnya,
  3. Daun bawang yang segar,
  4. Bawang gorengnya jangan yang gosong,
  5. Biasanya ada yang menambahkan taoge ya, saya jarang mau,
  6. Caisim yang muda dan jangan terlalu keras,
  7. Tidak mengunakan kecap, saos ataupun sambal.

Mie ayam pilihan saya ada di  :
  1. Pakde Jo yang berjualan di pasar komplek mulai pukul 8 pagi sampai mie ayamnya dinyatakan habis. Harganya 10.000 rupiah per porsi. Pakde Jo sudah mulai paham dengan selera mia ayam kesukaan saya. Mie ayam pakde Jo, mie nya banyak banget, tapi ayamnya terlalu sedikit dan tidak menggunakan kerupuk pangsit. Kerupuknya dijual terpisah.
  2. Mie ayam keriting tepi kali Cisadane. Baru satu kali mencicipi, tapi sudah jatuh cinta dengan rasanya yang tidak begitu eneg. Harganya 10.000 sudah include kerupuk pangsit. Mie nya juga lumayan banyak, ayamnya juga besar-besar dan ada siwirannya. Jadi kelihatan jelas, bahwa itu daging ayam. Next time i must try again. Jarak dari rumah sangat jauh, pesan melalui ojek online juga tidak mungkin, karena mereka ini, mangkal di tepi jalan. Baca Juga : Kuliner Murah Meriah di Tepi Kali Cisadane
 

Pilih Bakso

Saat saya memutuskan untuk membeli bakso, itu berarti baksonya seperti ini;
  1. Tidak menggunakan mie, baik kuning maupun putih,
  2. Kuahnya bening, tidak terlalu banyak lemak lemak yang berkeliaran,
  3. Tidak ditambahkan taoge juga,
  4. Baksonya yang polos dan sangat menghindari bakso urat dengan ketebalan yang sangat tebal, apalagi isinya telur gajah :(,
  5. Tidak menggunakan saos, kecap dan sambal sesuai kondisi.
Bakso pilihan saya ada di :
  1. Bakso Mang Abas. Bakso keliling yang biasa lewat sebelum atau sesudah sholat Ashar. Mang Abas menggunakan sepeda motor dan gerobak kecil yang diletakkan di jok belakang. bentuk baksonya ada dua macam, kecil dan besar (urat). Saya paling suka beli yang kecil-kecil, harga satu porsinya 7.000 rupiah. Mang Abas juga sudah paham, kalau saya yang beli, ya terlihat seperti bakso beningan gitu. Selain itu, Mang Abas juga selalu ingat tidak memasukkan penyedap ke dalam mangkuk bakso saya dan juga mangkuk bakso anak-anak saya.
Hanya satu pilihan bakso yang menjadi pilihan saya. Ibu mertua saya sampai menegaskan, kalau mbak Astin itu hanya suka bakso Mang Abas. Hehee, iyalah bakso bakso di sekitar tempat tinggal saya terlalu banyak lemak, jadi melihat dan menciumnya saja sudah pingin muntah.

Dari dulu selera makan saya memang sedikit kaku. Dilihat tidak menarik dan mood tidak enak, saya bisa menahan untuk tidak makan. Jadi, kalau mau ngajak saya makan, bakso atau mie ayam, yang ebnar-benar mirip apa yang saya ceritakan ya. Kasihan kan, sudah ngajak saya makan, tapi saya cuma ucek ucek makanan di dalam mangkuknya saja. 

Comments

  1. duh aku suka keduanya.. jadi gimana mb? :D

    ReplyDelete
  2. Tergantung mbak Astin,,, Makan bakso tapi bayar sendiri - sendiri, atau mie ayam tapi di traktir,....
    Ya, aku pilih yang mie ayam tapi di traktir donk, hahaha pizzzzz a

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk sini, aku traktir...ke sini tapi,

      Delete
  3. susah menentukan pilihan aku maunya dua

    ReplyDelete
  4. Udah cobain bakso teteh di sekitaran TIM/Cikini...

    Saya jadi berpaling ke bakso setelah nyobain bakso teteh ini :)

    Padahal dulunya suka banget sama mie ayam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jauuuh nyaaa, gak saban hari bisa menikmatinya doong? tapi kapan kapan boleh lah, kalau pas di TIM/Cikini. Maksih y

      Delete
  5. Kalau di suruh milih diantara kedua makanan yang enak, aku bakal milih keduanya. karena nggak bisa nolak makan bakso dan mie ayam :))

    ReplyDelete
  6. Iyaaaah, boleh lah aku kasih dua-duanya yaa

    ReplyDelete
  7. Aku lebih suka mie ayam. Boleh kirim ke sini, Tin :D

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. Jadi, makan baksonya apa kuah bakso?

      Delete
  9. Kalo bingung biasanya aku pilih mie ayam bakso atau bakso tapi mienya mie yamin biar berasa ya bakso ya mie, hihi.

    ReplyDelete
  10. Mie ayaaaaammmmmmmm.... aku suka bangets mie ayam... tapi keluarga sukanya beli bakso jadi ngikut deh... tapi kalo keluar sendiri ya beli mie ayam hihi

    ReplyDelete
  11. Aku lebih suka mi ayam hehehe. Gigit-gigit ayam lebih enak daripada gigit gigit bakso.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan-jangaaan, permasalahan dengan gigi *eh itu mah aku

      Delete
  12. suka dua duanyaaaa.. tapi sejak di sampit ogah makan bakso, mba, soale terlalu banyak penjual bakso jd ngeri, akhirnya bikin sendiri kalo bakso. kalo mie ayam suka mie ayam solo :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah bener nich, aku udah pernah bikin mie ayam sendiri, kalau bikin bakso sendiri belum pernah

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Pengalaman Menggunakan Gigi Palsu

Tiga tahun yang lalu saya sudah ingin sekali menceritakan pengalaman ini. Pengalaman pertama kali kehilangan satu gigi depan bagian atas. Pengalaman tidak memiliki gigi depan bagian atas dan harus ompong selama beberapa minggu. Pengalaman setiap beberapa hari sekali ke dokter gigi, untuk mendapatkan perawatan gigi yang hilang tersebut. Pengalaman dipasang gigi palsu tanam dan menggunakan gigi tersebut hingga tiga tahun. Dan juga pengalaman ketika gigi palsu tanam tersebut hampir lepas.

Fungsi Utama Gigi
Menurut Wikipedia Indonesia, Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Memiliki struktur dan variasi yang memungkinkan untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi itu sendiri adalah untuk merobek atau mengunyah makanan. Dengan adanya gigi dengan struktur yang lengkap dan sempurna. Proses merobek dan mengunyah makanan akan menjadi mudah. Untuk menyantap makanan yang keras, makanan yang panas ataupun dingin oke oke saja, kan giginya sehat.

Fun…