Skip to main content

Dari Sebuah Novel Embun di Atas Daun Maple

Hallo, selamat sore teman-teman semuanya? bagaimana hari ini? di sudut Tangerang sedang turun hujan, kebanyang kan kalau hujannya sampai mendekati bedug maghrib, saya takjil menggunakan apa? enggak pernah masak begini dan numpang dimasakin orang lain. Semoga hujannya enggak lama-lama ya.

Beberapa hari sebelum bulan Ramadan datang, datanglah sebuah novel islami di depan rumah saya. Embun di Atas Daun Maple karya Hadis Mevlana yang merupakan nama pena dari Maulana Hadisona. Hadis Mevlana seorang novelis yang juga bekerja di sebuah bank syariah.

Cover novel bergambar daun maple berwana hijau, kuning dan orange memberikan warna ceria dan romantis. Novel yang memiliki 286 halaman ini, sudah dapat ditebak temanya, yaitu percintaan, tapi percintaan yang bagaimana dalam tutur bahasa islami.

"How about Mary the virgin?" sebuah pertanyaan dari orang yang belum pernah dikenal oleh Sofyan, hingga membuat Sofyan kaget.

"Aku tak pernah menyangka bisa bertemu langsung dengan penulisnya di sini, I Love Mary the Virgin and I like your poem. Puisimu mengingatkan tentang doa yang sering ku baca: Doa Salam Maria," Lalu Sofyan melihat gadis itu membaca doa tersebut, tepat dihadapannya. 

 "Mungkinkah mawar-mawar putih itu dari Olivia? bisik Sofyan dalam hati. Sejak awal mengenal Olivia, kuperhatikan ia memang selalu mencoba menarik perhatianku dengan sikapnya. Entah sebenarnya Olivia sadar atau tidak, sebenarnya aku tahu kalau dia sering memperhatikanku dari kejauhan.

 Lelah hati ini membuatku tak sabar untuk segera merebahkan tubuh lelahku. Akhirnya, aku tiba di depan pintu apartemenku. Tak jauh dari tempatku, hanya beda beberapa pintu, kulihat Zahra, teman satu jurusanku, hendak masuk ke apartemennya.

Mahasiswi S2 berwajah cantik khas gadis Minang dibalut dengan jilbab modis itu melihat ke arah Sofyan, dan menjawab salam yang diucapkan oleh Sofyan.
Membaca penggalam cerita dalam novel tersebut, tiga gadis yang menemani perjalanan belajar Sofyan seorang Mahasiswa penerima beasiswa yang sangat patuh terhadap nasehat orangtua dan memiliki wawasan yang luas mengenai agama islam.



Membaca novel Embun di Atas Daun Maple memang seperti diajak jalan-jalan di sekitar Saskatoon, Kanada. Penulis menyajikan diskusi-diskusi tentang agama Islam, baik dengan Kiara yang non muslim, ataupun dengan teman-teman sesama muslimnya dengan santai. Tidak ada sebuah perdebatan yang memojokan dan perdebatan yang memperkeruh suasana atau mencari salah dan benar.

Dari novel Embun di Atas Daun Maple ini, saya kemudian menjadi hening. Seorang Kiara sangat luas wawasannya tentang Islam, mau membuka diskusi dengan Sofyan dalam setiap pertemuannya di sudut kampus. Sama seperti saya dan suami, sering membuka diskusi tentang agama Islam dan lama-lama jadi dekat, lalu menikah. Eh bagaimana bagaimana?

Saya seperti diajak berlari oleh penulis novel ini. Loncatan hari-harinya begitu cepat dan selalu ada hal baru yang dibahas. Diselipkan dengan puisi-puisi yang memberikan kesan romantis islami, melabuhkan rasa rindu kepada-Nya dan rindu akan pulang ke tanah air, untuk bersama dengan keluarga si penulis.

Pertanyaan saya yang berkecamuk di dalam pikiran adalah, mengapa Kiara sangat bersemangat mengajak Sofyan berdiskusi tentang Islam? mengapa Olivia memperhatikan Sofyan secara sembunyi-sembunyi dan siapa dari ketiga gadis di atas yang memberikan bunga mawar putih untuk Sofyan?

Berada dalam kehidupan yang jauh dari kampung halaman dengan segala permasalahan, Sofyan tetap berpegang teguh dengan Islam. Mengupgrade dirinya dengan ilmu agama, dan di sinilah saya dan kita semua pastinya, harus senantiasa mengupgrade ilmu dan memperdalam wawasan tentang Islam. Apalagi di bulan Ramadan ini, jadi novel Embun di Atas Daun Maple sangat cocok sebagai bacaan ringan di bulan Ramadan ini.

Salam
Astin

Comments

  1. Daun maple itu kesannya romantis & isi novelnya ada romantis2nya juga ya..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…