Skip to main content

Pecel Madiun, Sajian Praktis di Bulan Ramadan

Hallo, apa kabar teman-teman semua? awal Ramadan saya berniat ingin selalu update blog dan tetap berada di media sosial dengan membagikan ha-hal yang berhubungan dengan bulan Ramadan. Tapi apa dikata, dunia nyata melambai-lambai terus sehingga menyita banyak sekali perhatian. Padahal mah cuma tidur-tidur, leyeh-leyeh dan santai-santai.

Ramadan sudah memasuki 10 hari terakhir dan saya masih belum menyelesaikan hal-hal yang telah saya niatkan untuk diselesaikan. Saya jarang sekali memasak untuk menu berbuka, apalagi untuk menu sahur. Tahun ini saya tidak pernah sama sekali membuat takjil berupa es buah atau kolak. Ada banyak orang-orang di sekitar tempat tinggal saya yang baik-baik, mereka tanpa disuruh membuatkan untuk saya. Alhamdulillah ya...tapi setelah mengantongi kolak dan es buah, saya mengeluarkan uang, karena ternyata saya lebih rajin membeli daripada membuat. ;(

Dengan menu berbuka dan sahur yang itu-itu saja, anak pertama saya pernah mengeluh, bosan. Saya juga merasakan hal yang sama. Selain bosan, tentunya kebutuhan serat juga sangat kurang, kecuali serat dari buah. Saya selalu menyediakan buah di rumah. Suami juga selalu request untuk minta dibelikan pecel. Harga pecel sangat mahal di komplek perumahan tempat tinggal saya, sepuluh ribu rupiah untuk satu bungkus pecel, dengan jumlah sayuran yang dapat dihitung.

Saat sedang merasa bersalah, karena memasak untuk menu berbuka jarang, membeli pecel madiun mahal, paket dari Mbak Reni datang. Paket tersebut berisi bumbu pecel dan kerupuk jagung. Mbak Reni adalah teman blogger dari Madiun, yang sebelum bulan Ramadan kemarin, mengirimi saya paket bumbu pecel dan kerupuk jagung.







Rasa bumbu pecel yang enak, kental dan aroma kacangnya masih segar serta kerupuk jagung yang gurih dan renyah, saya pun memesan melalui Mbak Reni untuk nantinya dibagikan kepada kerabat saat mudik Lebaran. Langsung dech, pagi hari berikutnya, saya pergi ke pasar, membeli sayuran berupa kacang panjang, labu siam kecil dan tauge, tempe mendoan sebagai pelengkap menu pecel madiun. Dalam hati saya menertawakan diri sendiri, serius nich mau masak pecel? bikin tempe mendoan pula? yakin?

Alhamdulillah ya, sore hari saya mampu menyiapkan sayuran untuk direbus dan bumbu tempe mendoannya. Kurang lebih sekitar dua jam, memasak dan membersihkan peralatan yang digunakan untuk memasak, waktu yang saya habiskan di dapur. Repot? enggak juga sich, sembari menunggu waktu berbuka, saya menyibukkan diri di dapur untuk membuat sajian praktis di bulan Ramadan ini.

Merebus sayuran untuk pecel tidak begitu lama, pertama-tama saya merebus tauge, labu siam kecil kemudian kacang panjang. Untuk mencairkan bumbu pecelnya, saya merebus air panas sembari menggoreng tempe mendoan. Setelah selesai saya menyiapkan air panas untuk membuat teh manis. Sepuluh menit sebelum berbuka, sajian praktis di bulan Ramadan sudah siap. Karbohidrat dari nasi, protein dari tempe mendoan, vitamin dan serat dari sayuran, lemak dari bumbu pecelnya.

Saya mengirimkan pesan melalui whatsapp kepada suami, pamer gitu kalau hari itu saya perdana masak, ;) jawaban dari suami dari tempat yang tidak begitu jauh hanya, "seep". It's okay Astin. Anak saya langsung menyantap bumbu pecel dan tempe mendoan dengan nasi yang lumayan banyak. Aaach maafkan ibumu, Nak, yang begitu rajin menjauhi dapur selama bulan Ramadan ini.

Pagi ini, saya juga menyiapkan pecel dan kerupuk jagung sebagai menu sahur. Ditambah telor ceplok dan buah melon, semoga barokah, aaamiin. Proses memasaknya juga cepat, saya bangun pukul 3.30 dan dapat menikmati menu sahur di pukul 04.00. Bagaimana? di hari-hari menjelang Lebaran, sajian paling mudah untuk menu di bulan Ramadan, pecel madiun bisa menjadi jawara buat yang malas masak seperti saya. ;)

Comments

  1. Dengan merebus sendiri sayuran untuk pecel dapatnya jauh lebih banyak ya Mbak Tanti. Saya di rumah juga lebih suka menggunakan bumbu pecel jadi ketimbang repot-repot bikin sendiri :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…