Skip to main content

OOTD Selama Perjalanan Mudik dan Bersilaturahmi

Perjalanan mudik tahun ini merupakan perjalanan mudik terlama yang pernah saya lakukan bersama keluarga. Dikatakan perjalanan mudik terlama karena memakan waktu tempuh yang sangat lama (17 jam dengan waktu tempuh normal 9 jam) dengan waktu istirahat yang cukup terbatas. Tahun lalu, saya dan keluarga sempat berisitirahat selama satu malam di Cirebon karena kemacetan di Toll Cipali. Namun, tahun ini istirahat cukup satu jam dengan tidur full di dalam mobil saat mengalami kemacetan selepas Gerbang Toll Brebes, Tegal dan Bumiayu.

Belajar dari perjalanan mudik tahun kemarin, tahun ini saya menyiapkan Outfit Of The Day selama perjalanan mudik, perjalanan silaturahmi hingga perjalanan balik ke kota asal. Membawa dua anak-anak selama perjalanan mudik, menjadi tantangan tersendiri bagi saya, apalagi menempuh perjalanan menggunakan kendaraan pribadi melewati titik-titik kemacetan. Terbayang ingin menggunakan kendaraan mudik yang hanya memakan waktu satu dua jam saja, namun belum sanggup secara financial.



Mengenakan OOTD yang Nyaman Selama Perjalanan Mudik


Berkaca pada diri sendiri, jika menggenakan pakaian yang nyaman, tidak terlalu ribet, tidak terlalu kaku dan terasa santai, pasti membuat penampilan menjadi sangat tenang. Oleh karena itu, Outfit Of The Day, selama perjalanan mudik, saya perhatikan benar untuk anak-anak.

Saya memilih untuk mengenakan kaos berlengan panjang merah dengan bawahan rok jeans dan hijab pasmina. Suami saya mengenakan kaos dan celana jeans. Anak laki-laki saya mengenakan kaos dan meminta menggunakan celana pendek berbahan katun agar mudah bila ke kamar mandi. Sedangkan anak perempuan saya mengenakan kaos dan legging.

Selain memperhatikan OOTD yang nyaman selama mudik, saya juga menyiapkan baju ganti untuk saya dan keluarga di dalam tas yang mudah untuk diambil. Hal ini untuk mengantisipasi, ada minuman atau makanan yang tumpah dan menempel di pakaian. Atau berjaga-jaga bila harus menginap karena menghadapi kemacetan yang parah.

Kompak ber-OOTD Selama Perjalanan Mudik dan Bersilaturahmi


Selain mengenakan OOTD yang nyaman dengan pemilihan atasan kaos dan disesuaikan dengan keinginan anak. Saya juga menyiapkan OOTD yang kompak dalam hal warna agar nampak senada. Senada di sini bisa berempat atau berdua saja dalam hal warna pakaian. Kalau untuk senada dalam hal motif dan model, rasanya saya belum menemukan penjahit yang pas untuk membuatkan pakaian yang sama untuk saya dan anak perempuan saya.

Pemilihan warna yang senada merupakan alternatif tampil kompak selama perjalanan mudik dan acara silaturahmi dengan keluarga. Tentunya saya memperhatikan faktor kenyamanan dan kepantasan, agar OOTD selama perjalanan mudik dan bersilaturahmi menjadi CERIA.

Berikut contoh OOTD selama perjalalanan mudik dan bersilaturahmi ala saya dan keluarga kecil saya.

1| Kompak Bermerah Meriah Selama Perjalanan Mudik Jakarta-Cilacap


Memiliki anak laki-laki yang gemar mengenakan pakaian merah, membuat saya makin semangat untuk memadupadankan OOTD agar nampak senada. Pada pemilihan OOTD selama perjalanan mudik, saya pilih untuk senada mengenakan pakaian berwarna merah.

Untuk OOTD suami, kaos merah dengan celana jeans. Saya mengenakan kaos lengan panjang merah dengan rok jeans dan pasmina merah dengan paduan benang berwarna emas dan biru. Untuk anak laki-laki saya mengenakan kaos merah dan celana pendek berbahan katun. Sedangkan anak perempuan saya, karena suatu hal semalam sebelumnya kaos merahnya dipakai, jadi saya menggantinya dengan legging putih bermotif polkadot pink dan legging pink.

Foto terbaik dari sekian foto yang diambil dalam perjalanan mudik

Merah memang meriah

Sengaja mengambil foto dari belakang :)


2| Putih Suci untuk OOTD Sholat Idul Fitri dan acara bersilaturahmi


Pemilihan warna putih suci sebagai OOTD pada saat melaksanakan sholat Idul Fitri, dikarenakan ada dress putih saya yang baru satu kali saja dikenakan, yaitu untuk melakukan sesi foto keluarga pada saat lebaran tahun 2015 lalu.

Untuk sholat Idul Fitri saya mengenakan dress putih dan kerudung hijau senada dengan mukena hijau saya. Suami mengenakan koko lengan panjang berwarna putih dan celana biru dongker. Anak laki-laki saya mengenakan koko biru muda dan celana biru dongker. Sedangkan anak perempuan saya mengenakan legging biru dongker motif bunga dan kaos putih polkadot lengan panjang.



Warna putih juga saya pilih untuk menyemarakan OOTD acara silaturhami keluarga besar saya mengenakan dress putih, rok jeans dan kerudung biru bermotif. Suami mengenakan koko putih lengan pendek dengan jeans biru. Anak laki-laki saya mengenakan kemeja koko lengan pendek bermotif hiasan warna biru dengan celana jeans. Anak perempuan saya mengenakan dress jeans dan legging jeans.



Sedangkan pada saat bersilaturahmi di rumah teman suami, saya mengenakan OOTD yang sama hanya merubah hijab dengan pasmina berbahan kaos dan berwarna biru dongker. Suami dan anak laki-laki saya juga sama, sedangkan anak perempuan saya kembali mengenakan OOTD sewaktu sholat Idul Fitri. ;)

Jarang jarang dapat foto bagus kalau dalam perjalanan

Biru dan putih merupakan paduan warna yang kontras tapi enak dilihat
Bermain ikan saat bersilaturahmi, pakai putih? siapa takut kotor?

3| Cokelat dan Kuning Hangat untuk Berjalan-jalan di Kota Satria


Mudik asyik tanpa mencicipi enaknya Soto Sokaraja yang enak, tentu terasa kurang afdol ;). Dalam jadwal itinerary perjalanan mudik kemarin, saya memasukkan kota Purwokerto untuk mencicipi soto Sokaraja dan membeli oleh-oleh getuk goreng di Sokaraja.

Berangkat dari Cilacap selepas sholat dzuhur dengan cuaca yang panas, saya memilih warna cokelat untuk bawahan dan kuning untuk atasan OOTD jalan-jalan hangat dan seru. Saya mengenakan atasan kaos berwarna kuning, rok kain berwarna cokelat dengan model rimple serta hijab kaos berwarna cokelat. Suami saya pilihkan celana jeans dan kaos cokelat, anak laki-laki saya mengenakan celana jeans dan kaos kuning, anak perempuan saya mengenakan dress kuning muda.




4| Merah Menyala Memadu Cokelat dan Merah Marun untuk Sesi Foto Keluarga


Pada saat mudik lebaran di rumah orang tua saya, ada sesi foto keluarga yang merupakan inisiatif dari bapak dan ibu. Jas cokelat suami menjadi tolak ukur pemilihan OOTD sesi foto tersebut. Dalam bayangan saya sewaktu masih di Tangerang, ibu hanya menyampaikan jas suami saya dibawa ya, dan saya menyiapkan baju kurung cokelat untuk memadukan dan tidak ada bayangan sama sekali pakaian untuk anak-anak.

Jadi on the spot saya memilih untuk mengenakan dress warna merah marun dari salah satu butik di tanah air dengan memadukan warna ungu sebagai warna hijab. Sedangkan untuk anak-anak saya pilihkan warna merah. Dress merah untuk anak perempuan saya dan kemeja merah untuk anak lelaki saya.

Sengaja saya tidak membawa sandal high hels karena tidak ada dalam list padu padan OOTD. Saya hanya membawa sandal flat dan sepatu kasual berwarna cream. Dipadukan dengan dress brokat dan jas juga masih oke. Untuk anak laki-laki saya, sepatu sandal masih terlihat oke, meskipun sebetulnya kurang pas karena suami mengenakan sepatu formal. Hiks, lain kali harus dipersiapkan secara matang.

Anak perempuan saya mengincar mainan dan tidak mau difoto ;(


Itulah cerita lebaran asyik saya yang nyaman dengan pemilihan OOTD ala saya. Meskipun foto-fotonya tidak sempurna, namun akan menjadi kenangan tersendiri bagi saya. Kenangan tersebut tentunya akan menjadi pembelajaran dalam menyiapkan OOTD pada perjalanan mudik, acara silaturahmi dan acara jalan-jalan di kemudian hari. Juga, jika teman-teman terinspirasi dengan cerita lebaran asyik saya, Alhamdulillah.

Saya juga memiliki informasi yang mungkin bisa dikatakan senada juga nich dengan topik yang saya ceritakan di atas. Beberapa hari lagi akan ada sebuah event dari DiaryHijaber yaitu Hari Hijaber Nasional dengan detail yang dapat dilihat di bawah ini;
  1. Nama Acara : Hari Hijaber Nasional
  2. Tanggal Acara : 7- 8 Agustus 2016
  3. Tempat Acara : Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat

WhatsApp-Image-20160721


Jadi untuk semua hijaber yang ingin mengikuti acara tersebut, yuk ajak teman-teman kalian untuk menghadiri acara Hijaber Nasional. Siapa tahu nich, akan menjadi inspirasi ber OOTD untuk persiapan mudik dan lebaran tahun 2017 nanti. 





Comments

  1. Memang kalo sedang bepergian keluar kota anak-anak harus diatur pakai baju yang senyaman mungkin yah, biar gak rewel...

    Kayla juga kalo keluar kota selalu pengennya pake legging aja :)

    Asyik banget bisa foto pake baju yang senada, aku mah gagal terus hahaha...

    ReplyDelete
  2. Memadu-madankan baju ini salah satu keasyikan kita sebagai istri, ya Mba, hehehe. Aku sama suami juga ber-OOTD, tapi kami lupa ga foto bareng.. hiks. Sama kayak Mba Tanti, enggak kembaran motif, yang penting warnanya senada trus matching.. :).

    ReplyDelete
  3. seru juga ya kalo bisa kompakan OOTD nya..kalo aku jarang-jarang kompakan pake OOTD yang sama dg anak-anak ato suamiku :D

    ReplyDelete
  4. kalo anakku baru 7 bulan jadi pake bahan kaos terus pas lebaran hehe

    ReplyDelete
  5. OOTDnya serius bangeeet :)..cakep semua tapi ..

    ReplyDelete
  6. Keren, kompak terus ya sekeluarga :D pasti bikin mudik dan jalan-jalan waktu libur lebaran makin asik kalo seperti ini

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Wardah, Kosmetik Pilihan di Usia 30

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???
Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

Lambat laun ketika terdampar di kota gudek Jogja yang indah akan eksotisme kulkural dan mengenal dunia kerja, akhirnya mau enggak mau keluar masuk salon yang berdominasi warna empink itu. *uuugh, jadi inget pake pingin ke Jogja.
Kosmetik yang digunakan pun hanya kosmetik dari tempat perawatan tersebut. Bedak masih yang imut-imut dikhususkan pada range usia remaja *laaah, padahal saat itu usiaku sudah tidak…