Skip to main content

Menggunakan Satu Buku Paket yang Sama Untuk Menghemat Dana Pendidikan

Menggunakan satu buku paket yang sama untuk menghemat dana pendidikan. Saya berasal dari keluarga besar. Yaaaah, memiliki satu kakak dan dua orang adik. Saya berempat memiliki ayah seorang PNS dan ibu yang memilih menjadi ibu rumah tangga full time.

Jarak usia yang begitu berdekatan, membuat ibu memutuskan untuk berhenti bekerja. Supaya tetap fokus untuk menjaga dan mengasuh anak-anaknya. Bapak bekerja sebaik-baiknya untuk dapat memberikan yang terbaik bagi kami semua.

Kebetulan saya bersaudara bersekolah di satu sekolah dasar. Kakak kelas tiga, saya kelas dua dan adik saya kelas satu. Adik bungsu lahir setelah adik saya berusia 8 tahun. Jadi jarak dengan adik bungsu lumayan jauh.

Saya bersaudara, bersekolah dari SD sampai SMA Negeri. Dulu, masih membayar BP3 pada jaman SD dan memasuki bangku SMP, namanya sudah SPP. Masih ingat bayaran BP3 sewaktu SD 800 rupiah. Bapak saya pernah loh, harus menunggu untuk membayar BP3 sampai ada dana ;(

Buku Paket atau buku mata pelajaran dari SD sampai SMP, beruntungnya masih dapat dipergunakan bersamaan. Jadi, buku paket kakak, dapat digunakan oleh saya dan adik saya. Jadi, saya bersaudara harus menjaga benar-benar buku paket tersebut.

Buku Paket IPA Jaman saya sekolah


Dengan menggunakan buku paket yang sama, bapak dapat menghemat dana pendidikan yang sangat besar. Bayangkan jika sekarang sudah terjadi 25 tahun yang lalu. Satu tahun yang lalu, saya menyekolahkan sulung saya ke dua SD. Tahun ini saya memasukkan sulung saya lagi ke SD yang berbeda. Jadi saya pernah memasukkan sulung saya ke 3 SD.

Apa yang membuat saya tercekat? buku paketnya beda semua. Beda di tiap sekolah dasar, padahal sebetulnya isinya sama. Ngeri buuu, karena biaya satu paket buku tersebut rata-rata sampai 300 ribu rupiah. Jadi, dianggap saya membuang uang hampir 1 juta rupiah, iya. Masya Allah.
Note : Tahun lalu, sulung saya masuk SD. karena ada satu hal, sulung saya bersekolah tidak kurang 2 bulan di 2 SD, kemudian saya stop sekolah. Tahun ini, Alhamdulillah sulung saya sudah bersekolah lagi.

Baca Juga : Lima Sekolah Dasar di Sekitar Cipondoh

Kembali lagi ke jaman saya masih berada di bangku SMP. Saya harus bersekolah di luar kota, beda Karisidenan dengan kakak saya bersekolah. Ternyata, SMP yang berbeda Karisidenan, masih mengguankan buku paket yang sama. Oleh karena itu, bapak tidak perlu lagi, mengeluarkan dananya, meskipun saya dan kakak beda sekolah.

Berhitung dana pendidikan jaman dulu, meskipun SD sampai SMA Negeri masih membayar SPP. Dana yang dikeluarkan untuk pendidikan, rasanya tidak berlebihan dibandingkan sekarang. Misalnya harus menyekolahkan kedua anak saya, di sekolah yang berbeda. Itu berarti, saya harus mengeluarkan dana lebih besar lagi, di point membeli buku paket.

Di sini saya baru sadar, di atas saya ngomongin sekolah negeri. Sementara saya belum survay, buku paket di sekolah negeri sekarang ini. Saya memasukkan sulung saya di 3 sekolah dasar swasta. Meskipun begitu...boleh ya, saya berandai-andai nich.

Seandaianya pemerintah memberikan kebijakan kepada sekolah swasta, untuk menyamakan penggunaan buku paket. (Meskipun buku paketnya diganti, itu perganti menteri, tarohlah 5 tahun sekali pembaruan kurikulum). Mungkin, wali murid yang memiliki dua atau lebih anak dan bersekolah di sekolah dasara swasta yang berbeda, akan dapat lebih menghemat dana pendidikannya.



Dana pendidikan satu anak, kalau sekolah di swasta lumayan mahal, lho. *jadi curhat. Lah, kenapa situ masukkin anaknya di sekolah swasta? *Stop dech, beda pembahasan nantinya.

Di sini, saya hanya dapat mengamati, bahwa pertumbuhan penerbit buku paket untuk sekolah, memang menjamur sekali. Jaman dulu hanya ada beberapa penerbit buku, Erlangga dan Yudistira yang masih saya ingat. Sekarang, untuk menyebutkan juga susah, banyak sekali.

Jaman saya sekolah, mengerjakan tugas dari buku paket, dikerjakannya di buku tulis. Kalau anak sulung saya, langsung di buku paketnya. Lah, trus...untuk adiknya nanti bagaimana? tetep harus membeli buku paket tersebut? meskipun berada di sekolah dasar yang sama, yang ternyata buku paketnya sama? wooow, woooow...luar biasa ya, pengeluaran untuk dana pendidikan.

Semoga saja, akan ada kebijakan tentang penggunaan buku paket. Bolehlah ganti tiap 5 tahun untuk mengikuti perubahan kurikulum. Jadi, tiap sekolah dasar di tiap provinsi, sebaiknya disamakan. Baik swasta maupun negeri ya. Saya kurang paham untuk negerinya.

Dengan menyamakan buku paket, dana pendidikan yang dikeluarkan akan lebih kecil. Tidak murah loh, sekolah swasta jaman sekarang. belum lagi biaya ojek, biaya les akademik, les mengaji, les bahasa inggris, les gitar, les sepak bola...*ehbagaimana?

Keuntungan menggunakan satu buku paket yang sama, ada di bawah ini:
  1. Menghemat dana pendidikan lebih banyak
  2. Mendisiplinkan anak-anak, bahwa buku yang dipakai sekarang harus dijaga. Karena akan dipergunakan oleh adiknya nanti.
  3. Mengefektifkan adanya buku tulis. Anak sulung saya ada PR di buku paket, oleh guru kelasnya, disarankan diisi di buku paket langsung. Lalu buku tulisnya nganggur cantik. Sayang banget, beli buku tulis berhalaman 34 lembar.
Jadi, kangen banget memiliki buku paket turun temurun. Nama pemilik buku pertama : Kakak tercinta, kemudian, giliran saya naik kelas, dan buku paket tersebut milik saya. Saya beri nama Astin Astanti. Adik saya masih pakai juga sewaktu saya dinyatakan naik kelas, dicoretlah nama saya, berganti nama adik saya yang namanya panjang sekali.

Ach, beruntunglah bapak dapat menghemat dana pendidikan lebih banyak. Sekarang, anakmu ini sedang berikhtiar untuk memberikan yang terbaik untuk cucumu, Pak. Semoga pendidikan cucu bapak lebih baik di kemudian hari, amin.




Comments

  1. buku yang saya pakai saat sekolah dulu juga masih dipakai oleh adik-adik saya Mba :)

    wah,,waktu sekolah dulu juga saya masih menggunakan istilah BP3, nampaknya kita seumuran yah Mba Astin :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Pengalaman Menggunakan Gigi Palsu

Tiga tahun yang lalu saya sudah ingin sekali menceritakan pengalaman ini. Pengalaman pertama kali kehilangan satu gigi depan bagian atas. Pengalaman tidak memiliki gigi depan bagian atas dan harus ompong selama beberapa minggu. Pengalaman setiap beberapa hari sekali ke dokter gigi, untuk mendapatkan perawatan gigi yang hilang tersebut. Pengalaman dipasang gigi palsu tanam dan menggunakan gigi tersebut hingga tiga tahun. Dan juga pengalaman ketika gigi palsu tanam tersebut hampir lepas.

Fungsi Utama Gigi
Menurut Wikipedia Indonesia, Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Memiliki struktur dan variasi yang memungkinkan untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi itu sendiri adalah untuk merobek atau mengunyah makanan. Dengan adanya gigi dengan struktur yang lengkap dan sempurna. Proses merobek dan mengunyah makanan akan menjadi mudah. Untuk menyantap makanan yang keras, makanan yang panas ataupun dingin oke oke saja, kan giginya sehat.

Fun…